Sunflower

Naruto by Masashi Kishimoto

Chapter 3 : PERATURAN

Suasana malam di Konoha saat ini begitu cerah, bintang-bintang bersinar dengan terang dan indahnya. Suasana malam yang indah itu bertambah semarak dengan banyaknya orang-orang yang berlalu-lalang. Bahkan beberapa kedai makanan terlihat dipenuhi oleh pengunjung.

Kakashi dan Aylee berjalan diantara ramainya suasana malam. Sesekali mata jenaka Aylee melihat-lihat bangunan megah dan tinggi yang berada dikanan dan kiri jalan yang mereka lalui. Sementara itu beberapa pasang mata menatap aneh pada dua sosok orang yang tengah berjalan beriringan itu. Tentu saja terlihat aneh, sang gadis nampak membawa dua koper berukuran besar, sementara si pria dengan tenang berjalan tenang disampingnya.

Kakashi nampak jengah menanggapi tatapan-tatapan aneh yang ditujukan padanya. Cheee….mereka pasti berpikir kalau aku pria yang tega dan kejam, membiarkan seorang gadis yang berjalan tepat disampingku membawa koper-kopernya. Andai saja mereka tahu betapa mengerikannya gadis ini. dan betapa sulitnya menghadapinya.

"Jangan pedulikan mereka!"

Sebuah suara menyentak Kakashi dari lamunannya. Sejurus kemudian dia menoleh pada asal suara disampingnya. Mendapati seraut wajah manis yang menatap penuh tanda tanya padanya.

"Madsudmu apa Aylee?"

"Jangan pedulikan tatapan aneh orang-orang itu. Mereka hanya tahu dari melihat saja dan tak tahu keadaan yang sebenarnya."

"Mudah bagimu berkata begitu. Karena tatapan itu bukan ditujukan untukmu. Kalau saja kau membiarkan aku membantumu ceritanya akan lain."

"Ooohhh….kau mau membantuku supaya terlihat baik didepan orang banyak ya?"

"Aaaahh…bukan begitu, tapi….."

"Ya..yahh..aku tahu, kau orang yang menjaga image kan?"

Kakashi tak dapat berkata-kata lagi. Selama ini menghadapi Godaime-sama adalah hal yang sulit. Tapi gadis didepannya ini benar-benar bisa membuatnya mati kutu. Terlebih lagi kepribadian Aylee yang sulit ditebak benar-benar membuatnya harus berpikir ekstra keras untuk menghadapinya.

"Sebenarnya…. "

Belum selesai Kakashi menuntaskan kata-katanya, sosok Aylee sudah tak berada disampingnya lagi. Pria berambut perak itu melihat kekanan dan kekiri untuk mencari sesosok gadis yang tiba-tiba menghilang dari sampingnya. Mata jounin jenius itu akhirnya menangkap sosok seorang gadis yang tengah duduk diatas sebuah koper besar, disamping pedagang takoyaki yang ada di tepi jalan. Dan Kakashi segera menghampiri Aylee yang sedang duduk santai diatas koper yang sedari tadi dibawanya.

"Heiii…jangan tiba-tiba pergi begitu saja."

"Kau mau juga?...ji-san takoyakinya seporsi lagi."

Tanpa menunggu jawaban dari pria perak didepannya Aylee telah memesan satu lagi takoyaki untuk Kakashi. Yang membuat jenius Hatake tersebut menghela nafas panjang akan tingkah gadis yang telah dijodohkan dengannya itu.

"Apa kabar Kakashi? Lama sekali aku tak berjumpa denganmu."

"Yaahh…aku baik ji-san."

Aylee hanya mendengarkan obrolan antara Kakashi dan ji-san yang menjual takoyaki tersebut. Memang benar apa yang dikatakan oleh Shizune-san bahwa Kakashi adalah orang yang terpandang di Konoha ini. Aylee lebih tertarik untuk melihat takoyaki yang sedang dimasak itu, bagaimana tangkasnya tangan ji-san itu membalik-balik adonan mentah itu hingga berbentuk bulat sempurna. Melihat takoyaki yang sedang dimasak itu semakin membuat perut Aylee melilit. Uuhhh… aku benar-benar lapar, rasanya saat ini aku rela menukar nenekku dengan semangkuk katsudon.

"Nnnaahhh…silakan nona…."

Wajah Aylee terlihat begitu berbinar saat menerima seporsi takoyaki yang masih mengepul itu, tangannya segera meraih tusuk kayu yang ada diatas takoyaki itu, mengambil sebuah, meniupnya perlahan dan langsung memakannya. Tak lupa untuk mengucapkan itadakimasu sebelumnya. Kakashi hanya menatap penuh keheranan pada gadis satu tersebut. Tak seperti gadis-gadis lainnya yang cenderung menjaga sikapnya agar terlihat manis dan baik didepan banyak orang, tapi gadis yang ada dihadapannya sekarang sungguh berbeda dan begitu apa adanya.

Dari keterangan yang didapatnya dari sang Hokage, keluarga Aylee adalah keluarga yang sangat terpandang di desanya, bisa dikatakan mereka masih keturunan bangsawan. Awalnya Kakashi berpikir bahwa yang akan datang adalah seorang gadis manja yang selalu menjaga imagenya, yang selalu bersikap manis untuk menjaga citranya. Tipikal nona besar yang seperti tuan putri. Tapi nyatanya…? Yang ia lihat adalah seorang nona muda yang tengah makan takoyaki dipinggir jalan, makan dengan lahap tanpa mempedulikan sekelilingnya. Duduk diatas sebuah koper dan dengan dandanan yang terbilang modis dan fashionable untuk ukuran gadis Konoha.

"Ji-san aku mau seporsi lagi takoyakinya…"

Mata kelabu Kakashi membalak tak percaya begitu mendengar Aylee memesan seporsi lagi. Benar-benar gadis yang unik. Bukankah seorang gadis itu selalu menolak makanan dengan alasan berdiet dan sebagainya? Tapi gadis satu ini rupanya memang benar-benar berbeda.

"Heee…kau sudah selesai makan ya?"

"Ya dari tadi."

'Ohhh…kau mau lagi?"

"Tidak…terima kasih, aku tak makan sebanyak yang kau makan."

"Apa katamu Hatake-sama?"

"Kubilang aku tak makan sebanyak yang kau makan, dan satu lagi jangan panggil aku dengan panggilan Hatake-sama, Aylee."

"Hhhuuhh….aku kan sudah mengijinkanmu memanggilku apa saja jadi terserah aku mau memanggilmu apa, dan lagi maaf saja ya? Aku makan banyak karena seharian ini belum makan apa-apa."

Dan entah untuk yang keberapa kalinya Kakashi tak dapat berkata apapun. Rupanya kepandaiannya merangkai kata sama sekali tak berguna didepan gadis ini. tapi mau tak mau Kakashi merasa kasihan juga pada Aylee, yang ternyata seharian ini belum makan sesuatupun. Kakashi nampak asyk memperhatikan bintang yang berkilau dengan sangat indah. Menghiasi langit malam dengan setitik kecil sinar yang begitu cantik. Sambil menunggu Aylee yang tengah menghabiskan seporsi takoyaki. Punggungnya bersandar pada tembok bangunan tinggi dibelakangnya. Dan ketika melihat Aylee telah menghabiskan makananya, dia segera meraih dompetnya untuk membayar semua makanan yang baru saja mereka nikmati itu.

"Heii..mau apa kau?"

"Membayar semua takoyaki yang telah kita makan tentu saja."

"Tak perlu aku kan yang mengajakmu kesini, jadi biar aku yang membayarnya."

"Tak apa, biar aku saja Aylee.'

'Tidak, aku saja.'

'Sebenarnya ada apa denganmu?"

Kakashi bertanya pelan dan tenang, tetapi tak dapat dipungkiri ada sedikit kegusaran pada nada bicaranya. Matanya menatap tepat pada manik mata hitam pekat Aylee.

"Aku hanya berjaga-jaga siapa tahu kau akan memintaku melakukan hal-hal aneh setelah kau membayar takoyakiku."

Sekali lagi. Dan sekali lagi sang legenda hidup sharingan terperangah begitu mendengar perkataan Fubuki aylee. Disaat yang bersamaan rasanya Kakashi ingin menangis dan tertawa.

"Aku bukan tipe orang yang seperti itu Aylee."

"Benarkah?"

Kakashi beranjak dari tempatnya, lalu berdiri dihadapan sang gadis. Matanya menatap lekat-lekat pada mata Aylee. Dan dari balik maskernya ia tersenyum tipis.

"Percayalah…."

"Aku tak butuh kata-kata. Tapi bukti."

"Kalau begitu akan kubuktikan padamu."

Mereka saling diam, menatap satu sama lain. Diantara lalu lalang banyak orang. Aylee mencari suatu kejujuran pada mata sayu itu. Kejujuran yang nampak sangat terlihat jelas terpancar dari bola mata sang copy ninja. Sementara itu dibawah jutaan kerlip bintang, dibawah kaki megah sang mega malam, Kakashi menyakinkan sang gadis untuk percaya padanya. Untuk tak perlu khawatir dan cemas padanya.

"Terserah kau saja Hatake-sama."

Senyum mengembang dari balik masker itu. Akhirnya setelah melalui berbagai kesulitan Kakashi dapat meyakinkan calon istrinya tersebut. Ternyata memang tak mudah untuk menaklukan Aylee. Setelah insiden kecil tersebut mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang ke apartement Kakashi. Aylee melihat beberapa pria yang berpakaian sama dengan Kakashi melompat dari satu atap ke atap lain dengan mudahnya. Jadi inikah shinobi?

"Apa ini pertama kalinya kau melihat shinobi?"

"Begitulah. Tapi mereka akan pergi kemana?"

"Mejalankan misi tentunya."

Aylee tahu bahwa seorang shinobi adalah aset berharga bagi desanya. Dan mereka akan menerima misi-misi yang diberikan desa. Tapi apa misi itu selalu mudah? Bagaimana dengan shinobi yang mendapatkan misi berbahaya? Kurasa kehidupan shinobi itu bukanlah hal yang mrnyenangkan karena selalu dihadapkan dengan mara bahaya. Tapi entah kenapa masih saja ada orang yang mau menjadi seorang shinobi.

"Apa misi yang mereka terima berbahaya Hatake-sama?"

"Hhhnnn….?"

"Maksudku bukankah mereka dapat terluka sewaktu-waktu"?

"Shinobi itu tak peduli terluka atau tidak, yang penting misi yang diembannya itu berhasil dengan baik. Luka itu tak ada artinya bagi seorang shinobi."

Aylee melihat dengan seksama laki-laki yang berjalan disampingnya. Begitu mudahnya dia berkata bahwa luka bukanlah suatu masalah, nada bicaranya bahkan begitu tenang dan kalem. Aku benar-benar tak mengerti denganmu Hatake kakashi. Atau bahkan mungkin aku tak akan pernah mengerti tentangmu, dirimu. Bahkan wajahmu-pun aku tak tahu. Aaahhh…kaa-san, tou-san andai saja kalian tahu pria seperti apa yang menjadi tunanganku.

"Apa kau pernah terluka?"

Sekarang giliran Kakashi yang menatap Aylee, mata sayu itu menatap lekat-lekat lawan bicaranya itu. Heran? Tentu saja. Baru kali ini ada seseorang yang bertanya seperti itu padanya.

"Tentu saja pernah, aaahhh…kita sudah sampai."

Mereka berdua telah sampai di apartement Kakashi. Sebuah bangunan megah berlantai tiga yang disediakan khusus untuk para jounin yang merupakan elit ninja. Aylee mengekor dibelakang Kakashi memasuki tempat itu. Didalamnya sebuah lorong yang bersih dan nyaman menyambut mereka, ruangan itu berwarna putih tulang. Dengan beberapa tanaman hias di pojok ruangan. Aylee melihat pada deretan beberapa pintu yang tertutup rapat. Didepan pintu-pintu itu terdapat papan nama kayu kecil yang bertuliskan nama penghuninya. Sepertinya ini apartement yang mahal. Dan juga mewah. Kelihatannya aku tak boleh menganggap enteng dan remeh pria perak didepanku ini.

"Tempatku ada dilantai tiga."

Kakashi baru saja menapaki tangga saat dilihatnya gadis manis yang sedang kesulitan membawa dua kopernya, tanpa diminta pria tinggi gagah itu segera mengulurkan kedua tangannya, meraih dua koper milik Aylee.

"Ijinkan aku membawanya sekarang."

Aylee hanya mengangguk perlahan menyetujui permintaan Kakashi. Dan tanpa kesulitan apapun Kakashi dengan begitu mudahnya membawa barang bawaan gadis dibelakangnya.

"Apa apartement ini berhantu? Kenapa sepi sekali disini?"

"Ha..ha..ini apartement khusus jounin, memang sepi karena kebanyakan dari mereka selalu mejalankan misi."

Mereka telah sampai didepan pintu dengan papan kecil bertuliskan Hatake. Kakashi meraih kunci apartement yang berada didalam kantong belakang. Sementara Aylee hanya diam dan sedikit gugup. Aylee tak pernah membayangkan sebelumnya bahwa ia akan tinggal bersama seorang pria dalam satu apartement.

"Tadaimaaa….."

Kakashi berucap pelan saat memasuki pintu yang telah terbuka. Tangan kanannya meraih tombol lampu. Sedetik kemudian cahaya terang lampu menyinari seluruh ruangan yang tadinya gelap gulita. Pandangan mata Aylee mengitari seluruh ruangan itu. Bersih dan rapi. Itulah kesan pertama yang didapat Aylee begitu melihat apartement Kakashi. Satu set sofa berwarna peach berada ditengah-tengah ruangan lengkap beserta mejanya, tepat dibelakangnya terdapat dapur kecil dan sebuah meja makan yang terdiri dari empat kursi. Sebuah kulkas yang berukuran cukup besar berada disisi kiri dapur. Dan dibeberapa tempat terdapat pohon-pohon hias berukuran mini. Untuk ukuran tempat tinggal seorang pria apartement ini tergolong terlalu rapi dan bersih. Perabotan yang digunakan juga tergolong sederhana tapi justru hal itu yang membuat apartement ini semakin nyaman.

"Masuklah, anggap saja rumahmu sendiri. Ha…ha.. lagipula mulai sekarang kau akan tinggal disini kan?"

Aylee melepas sepatu wedges birunya, kemudian melangkah masuk mengikuti Kakashi. Seketika aroma mint dan citrus menyerbu masuk kedalam penciumannya. Aroma ini sama seperti milik Kakashi, aroma khas dari seorang pria, wangi yang begitu maskulin. Begitu berbeda dengan kamarku sebelumnya yang penuh dengan wangi aroma cherry potpourri. Sepertinya aku harus segera menyesuaikan diri.

"Hatake-sama….bagaimanapun juga mulai sekarang aku akan tinggal dirumahmu. Peraturan apa saja yang berlaku dirumah ini?"

"Maksudmu….?"

"Haahhh…seperti jam pulang malam, tak boleh mempersilakan orang asing masuk, yah…aturan-aturan seperti itu."

Kakashi mengernyit bingung. Selama ini dia tinggal sendirian saja, jadi tak perlu ada peraturan seperti itu dalam rumahnya. Tetapi Bukan Hatake kakashi namanya jika tak dapat berpikir cepat dan jenius dalam situasi seperti ini. kakashi tersenyum tipis dalam maskernya dan tentu saja Aylee tak dapat melihatnya. Hai Fubuki aylee sepertinya kau baru saja menggali kuburmu sendiri. Kau baru saja memberiku ide bagus untuk aku bisa mengaturmu dan menjinakkanmu tentu saja.

"Kenapa kau mempertanyakan hal itu Aylee?"

"Kaa-san selalu mengajarkanku jika kita harus menghormati tuan rumah, dan disini kau tuan rumahnya. Dengan kata lain dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jadi katakan saja apa peraturan dirumah ini?"

"Aku ragu apa kau akan bisa mentaati peraturan disini Aylee?"

"Tentu saja bisa, bahkan aku harus."

Bingo. Baiklah jika itu maumu Aylee aku akan dengan senang hati memberitahukannya padamu. Dan aku harap mulai detik ini kau akan menurut padaku.

"Hanya ada satu peraturan di rumah ini. peraturannya adalah aku."

"A…..apa maksudmu?"

Aylee mulai merasa tak enak begitu mendengar kata-kata Kakashi. Maksud hatinya hanya untuk bersopan santun sebelum tinggal dengan Kakashi. Tapi tak pernah disangkanya akan jadi seperti ini.

"Peraturannya adalah aku, dan aku adalah aturan yang berlaku disini. Jadi kata-kataku adalah peraturan yang harus kau turuti selama kau tinggal denganku."

"Itu tak mungkin mana mungkin aku…."

"Bukannya kau sendiri yang bilang mau dan harus manurut? Tenang saja aku tak akan memberlakukan peraturan yang aneh-aneh.'

Kakashi bersikap tenang dan biasa saja, tetapi jauh dalam lubuk hatinya ia senang. Setidaknya dengan begini calon istrinya itu tak akan berani membantahnya. Sementara Aylee hanya bisa mengutuki dirinya sendiri karena kebodohannya. Satu yang tak diketahui Aylee, bahwa Kakashi adalah seorang jenius ninja yang mampu berpikir cepat dan tepat untuk mengendalikan situasi.

"Dan peraturan pertama yang harus kau turuti adalah, jangan panggil aku dengan sebutan Hatake-sama. Panggil aku Kakashi."

"Baiklah, tapi aku tak akan mau menuruti peraturanmu yang menurutku aneh dan tak masuk akal."

"Yaahh…baiklah."

"Ha…ahh..maksudku Kakashi, boleh aku tahu dimana kamar mandinya?"

Kakashi tersenyum senang saat Aylee tidak lagi memanggilnya dengan sebutan Hatake-sama. Dan setidaknya Aylee sudah sedikit jauh lebih ramah kepadanya.

"Kamar mandinya ada diujung paling kanan ruangan, didekat balkon,"

Aylee membuka salah satu kopernya, mengambil sebuah kaus kuning tanpa lengan dan celana pendek hitam selutut. Juga mengeluarkan perlengkapan mandinya yang dibawanya dari rumah. Sementara itu Kakashi telah berada didapur, menyeduh dua cangkir ocha hangat untuk mereka. Ekor mata Kakashi melihat Aylee yang masuk kedalam kamar mandinya. Setelah itu yang terdengar hanyalah kucuran air shower yang mengalir bersama dengan terdengarnya senandung kecil Aylee.

"Lihat jalan panjang yang membentang tuk kau arungi, harapanmu adalah kekuatan tuk arungi semuanya karena kau bisa dan akan jadi kuat."

Suara Aylee terdengar cukup merdu walau tak bisa dibilang enak. Membuat Kakashi tertawa tertahan mendengarnya. Kelihatannya setelah ini, apartementnya yang selalu sepi dan hening akan berubah menjadi ceria sejak kedatangan seorang gadis yang tak biasa. Jounin elit itu melepas rompi jouninnya dan menyampirkannya pada sebuah kursi meja makan yang kosong. Menyandarkan tubuh kekarnya pada kursi yang didudukinya.

Aylee keluar dari kamar mandi sekitar lima belas menit kemudian. Dia bukan tipe orang yang suka berlama-lama didalam kamar mandi. Handuk biru tua masih menutupi rambut sepunggungnya yang basah. Dan aroma segar blueberry menguar keluar dari tubuh Aylee.

"Segarnyaaaaa….."

Aylee merasa begitu segar setelah mandi dengan air yang dingin. Ia melihat Kakashi yang sedang duduk dikursi meja makan melambai padanya. Membuatnya segera menghampiri pria bermasker itu, gadis itu duduk didepan Kakashi. Wajahnya tampak lebih segar dan bersih dari sebelumnya. Titik-titik air nampak masih menetes dari pelipisnya. Sungguh sebuah pemandangan yang mau tak mau membuat seorang Hatake muda didepannya menelan ludah dan terpana sesaat. Kakashi memberikan secangkir ocha hangat padanya.

"Aahh,,arigatou…"

"Aku belum sempat membereskan kamar yang satunya jadi malam ini kau tidur dikamarku saja Aylee."

Gadis berlesung pipit itu hampir saja tersedak begitu Kakashi menyeleseikan kata-katanya. Mata hitam pekatnya menatap mata kelabu pria yang ada didepannya. Mencari pembenaran atas kalimatnya barusan.

"Aku menolak. Aku akan tidur di sofa saja kalau begitu."

"Ini juga peraturan yang berlaku disini Aylee."

"Aku kan bilang tak akan mematuhi peraturan yang tak masuk akal."

"Aylee mana mungkin aku membiarkan seorang gadis tidur disofa, sementara aku tidur didalam kamar. Malam ini biar aku saja yang tidur disofa.'

"Aku juga..mana mungkin aku bisa membiarkan tuan rumah tidur disofa sementara aku yang hanya tamu disini tidur dalam kamarnya."

"Aku seorang laki-laki jadi…"

"Kalau kau punya waktu berdebat denganku, lebih baik kau gunakan saja untuk mandi. Kau sangat bau Kakashi."

"Ehh…na..nani…?"

Aylee pergi meninggalkan Kakashi yang masih shock begitu mendengar Aylee bilang bahwa ia bau. Gadis itu menuju sofa, mendudukkan tubuhnya yang lelah. Sebenarnya Kakashi tidaklah bau seperti apa yang baru saja dikatakannya, ia mengatakan hal itu karena ia sudah terlalu lelah untuk berdebat dengan tunangannya itu. Aylee merebahkan dirinya disofa, untuk tertidur sesaat kemudian.

Kakashi baru saja keluar dari kamar mandi, dia mengenakan kaus hitam ketat tanpa lengan yang menyatu dengan maskernya. Pandangannya beredar keseluruh ruangan untuk mencari Aylee, tapi gadis itu tak ada dimanapun. Kakashi segera menuju sofa yang berada diruang tamunya. Dan benar saja, ditemukannya Aylee yang tengah meringkuk dalam tidurnya. Nafasnya berhembus pelan dan teratur. Kakashi berjongkok tepat didepan wajah Aylee, menyingkap sebagian rambut panjang Aylee yang menutupi wajahnya.

"Selamat datang di Konoha nona Hatake! Kau tahu? Kau terlihat manis dan menggemaskan kalau seperti ini."

Kakashi menyusupkan tangannya pada lutut dan leher Aylee, dengan satu tarikan ia mengangkat gadis itu. Aylee sendiri nampaknya sudah terlalu terlelap hingga tak terbangun saat Kakashi mengangkatnya. Pria itu membawa sang gadis yang tertidur menuju kamarnya, membaringkannya dikasurnya yang nyaman dengan sangat perlahan sekali. Lalu menutupi tubuh sang gadis dengan selimutnya yang tebal dan hangat hingga sebatas leher.

"Oyasuminasai…nona Hatake…"

Pria itupun keluar dari kamar tersebut. Dengan sebuah senyum dibibirnya. Menjatuhkan diri disofa. Dan mendapati aroma blueberry disana. Menyesapnya dan mengingat bahwa itu adalah aroma tubuh Aylee sebelum iapun jatuh kedalam alam mimpinya.

TBC

Waahhh….akirnya selese capter ini. aku sangat senang karena banyak yang menerima oc buatanku. Bahkan ada beberapa pm yg minta kaka-ay lagi. Aku sangat senang. Untuk semua yang sudah membaca dan ngeriview aku ucapkan banyak2 terima kasih. Aku benar2 berterima kasih. Karena kalian adalah semangatku untuk terus membuat fic. Terima kasih sebanyak-banyaknya…terima kasih…. ^^v