EXO The Dream Saviors – Part 3
Cast: All EXO Member
Fantasy
Brothership
EXO telah lengkap… mereka tinggal menunggu kapan 'mimpi buruk' itu datang. Dan saat 'itu' datang, apa yang akan dilakukan EXO?
Cuma serita pasaran yang dikembangkan dalam imajinasi authornya hahaha..
Part 3 – Nightmare… Start!
Baekhyun terdiam melihat apa yang ada dihadapannya sekarang. Dia sedang berada di sebuah ruang pementasan dan ia berdiri di sebuah balkon ruang pementasan tersebut *bayangin ruang pementasan opera ya? Kan biasanya ada tempat nonton yang kayak di balkon tuh, yang bisanya buat tempat orang-orang terhormat. Kalo ga kebayang juga, terserah imajinasi kalian aja deh hehehehe XD*. Ia tersenyum memandang seseorang yang tengah bernyanyi di atas panggung dengan diiringi dentingan piano yang terdengar sederhana namun tetap berkelas. Ratusan penonton terbawa akan lembut alunan suara penyanyi itu. Tanpa sadar, Baekhyun tersenyum.
"bukankah dia penyanyi yang hebat?" Suara seseorang mengaggetkan Baekhyun. Baekhyun menoleh kearah suara itu berasal. Seseorang yang mengenakan jubbah hitam panjang dengan kupluk yang cukup besar yang mampu menutupi seluruh wajahnya.
"siapa kau?" Tanya Baekhyun. Ditatapnya sosok itu lekat-lekat ada sedikit ketakutan yang menghinggapi Baekhyun. Jika dilihat-lihat penampilan sosok itu mirip dengan malaikat pencabut nyawa hanya saja ia tak membawa sabit besar.
"aku yakin kau pasti akan lebih hebat dari penyanyi itu jika kau yang berada dipanggung sana" ucapnya tanpa mengindahkan pertanyaan Baekhyun.
"apa yang kau bicarakan?" Tanya Baekhyun sekali lagi.
"bukankah menjadi penyanyi yang hebat adalah mimpimu Byun Baekhyun-ssi. Menurutku suaramu cukup bagus, kemampuan olah vokalmu juga sempurna ditambah power vokalmu yang dahsyat. Ahh.. aku bisa merasakan bagaimana riuhnya tepuk tangan para penggemar saat mendengar nyanyianmu," BAekhyun hanya diam saat sosok itu mengoceh tentang angan-angannya.
"jangan sok tau. Aku tak bisa bernyanyi," ujar Baekhyun dingin.
"kau mau membohongi dirimu sendiri eoh? Aku tau semua mimpimu Byun-ssi dan menjadi penyanyi adalah mimpi terbesarmu. Apa kau mau menghentikannya?"
"cih, memangnya ada alasan untuk melanjutkannya? Kau tak usah ikut campur soal aku dan mimpiku" Baekhyun masih dengan Not Friendly Mode-nya
"kenapa kau jadi orang yang looser like seperti ini Byun-ssi? Come on, Fight for your dreams. Apa ada yang menghalangi mimpimu untuk menjadi penyanyi hebat selama ini? tak ada bukan? Kau hanya diselimuti oleh ilusi ketakutan yang kau buat sendiri. Yakinlah pada dirimu, kau ini calon penyanyi hebat, tak ada satupun didunia ini yang memiliki suara seindah suaramu."
"jangan berusaha membujukku. Aku tak akan terpengaruh" –Baekhyun dengan wajah datar.
"Byun Baekhyun… Byun Baekhyun… Byun Baekhyun.." Baekhyun terperangah ketika mendengar ratusan penonton itu menyerukan namanya. Ratusan pasang mata itu kini tengah menatapnya penuh antusias. Spotlight besar menyorot kearahnya.
"kau bahkan terlihat sangat bersinar dibawah sorot lampu itu. Kau lebih terang dibanting bintang-bintang yang lainnya. Rasakan tiap seruan mereka yang memanggil namamu. Kau tau apa yang mereka inginkan Byun-ssi?" Sosok berjubah itu mendekati Baekhyun yang masih terpana ditempatnya. "mereka ingin kau bernyanyi untuknya. Bernyanyilah~"
Dan dentingan piano itu terdengar membuat rangkaian nada dari lagu yang amat sangat Baekhyun hafal. Ini lagu kesukaannya. Baekhyun bahkan baru sadar dipipinya sudah terdapat microphone kecil. Bakehyun terus menatap ratusan orang yang terus meneriakan namanya.
Do you remember
How we used to play like kids in the sun
Nowadays, there's no light to see
And we're feeling cold
So the time has come
To say farewell my friends
My fate is calling loud
Now I know - it can get tough
And I don't you know where I'll be tomorrow
Do you - do you wanna know it
I don't care about it
Somebody said that we could never ever die
Oh what a lie
You will see the light again
We'll all be free someday:
I know - 'cause united we stand
Goodbye my friends, I'm leaving you today
My quest is hard, but I must be on my way
Now, don't ask why
Goodbye dear friends
Don't you try and stop me
All I know is: I have to go!
There'll be no sense in my life at all
If I stay
You will never see it - you will never find it
Oh yes I will!
Someone will take my place if I DIE!
Goodbye my friends, I'm leaving you today
The quest is hard
I know I find a way home one day
You will see the light of day
We'll all be free again
All that's left to say is FAREWELL-
Dan Baekhyun pun menyanyikan lagu Farewell milik Gamma Rays itu dengan amat sangat indah dan menyentuh.
Brukkk!
Kyungsoo hampir saja menjatuhkan piring yang sedang ia cuci mendengar suara jatuhan tersebut. Setelah mencuci tangannya Kyungsoo segera menuju ke sumber suara jatuh tadi.
"OMO! BAEKHYUN HYUNG!" pekik Kyungsoo keras. Kai yang mendengar suara pekikan Kyungsoo langsung menghampiri Kyungsoo. Sama Sepeti reaksi Kyungsoo, Kai juga terkejut melihat apa yang ia lihat sekarang.
"Ba-Baekhyun hyung.. a-apa yang terjadi?" Tanya Kai.
Tak lama member EXO lain menghampiri Kyungsoo dan Kai.
"apa yang terjadi pada Baekhyun-ku? Kenapa dia membeku seperti ini?" Chanyeol. Namja tertinggi kedua di EXO itu langsung mendekati sosok Baekhyun yang mengeras layaknya boneka lilin di Musseum Madam Tussauds.
"Xiumin ge, apa kau yang membekukannya?" Tanya Tao hati-hati.
"anhi aku tak membekukannya sungguh. Jika aku yang membekukan Baekhyun pasti disekitar tubuhnya terdapat butir-butir es," jawab Xiumin.
"Hyung, bagaimana ini? kenapa Baekkie-ku seperti ini?" Chanyeol terus mendekap erat tubuh Baekhyun dan namja yang dikenal dengan sebutan 'Happy Virus' itu kini menangis.
"molla. Sebaiknya kita bawa Baekhyun kekamar dulu. Jja" perintah Suho.
BaekYeol Rooms
"bagaimana Lay?" Tanya Luhan khawatir. Lay yang baru saja selesai memeriksa Baekhyun terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.
"entahlah ge, aku tak menemukan sesuatu yang salah pada Baekhyun hyung. Semua normal. Jantungnya, organ dalamnya, paru-parunya. Dia tak mati. Dia lebih mirip tidur dalam keadaan mengeras. Tapi aku tak tau penyebabnya" jelas Lay sambil terus menatap Baekhyun yang terlelap.
"tidur?" gumam Kris pelan."Astaga!" pekik Kris tiba-tiba.
"ada apa ge?" Tanya Chen penasaran. Begitu juga dengan member EXO lainnya yang kini menatap sang Dragon dengan tatapan penasaran juga.
"sudah dimulai" ucap Kris menggantung. Tak ada satupun yang mengerti maksud ucapan Kris. "Ba-Baekhyun tertidur.. permainan sudah dimulai dan Baekhyun gagal. Dia-dia terjebak dalam mimpinya sendiri" Kris meremas rambut pirangnya frustasi. Ia tak percaya permainan itu akan dimulai secepat ini. hanya 1 minggu setalah EXO menemukan Wind.
"a-apa?" ke-10 namja itu menatap Kris tak percaya.
"bohong!" Chanyeol dengan suara bergetar, "kau bohong kan hyung? Baekhyun-ku tak mungkin gagal. Bagaimana bisa? Sepeti apa permainan melawan 'mimpi buruk' itu? Ke-" Chanyeol tak dapat menahan emosinya lagi. Dia terus memeluk Baekhyun dan mendekapnya erat berharap namja mungil itu terbangun.
"Apa Baekhyun hyung akan selamanya seperti itu? A-apa tak ada cara untuk membangunkan Baekhyun hyung?" Tanya Sehun pada siapapun yang mau menjawab pertanyaan itu.
"tidak ada yang bisa kita lakukan Sehun-ah. Kecuali pertarungan akhir yang akan menentukan kita akan terbangun atau tertidur selamnya," jawab Suho. Kalut, khawatir dan takut terlihat jelas diwajah malaikatnya itu. 'God,, aku benar-benar tak menyangka pertempuran itu sudah dimulai. Kami tak punya persiapan sama sekali. Bahkan kami tak tau harus berbuat apa' batin Suho.
Kyuhyun dan Sungmin menatar Baekhyun prihatin. Kedua senior ini segera mengunjungi asrama EXO setelah mendengar keadaan Baekhyun.
"hyung, sebenarnya.. apa 'mimpi buruk' itu? Aku pikir kita hanya akan menyelamatkan orang lain dan bertarung dengan mimpi buruk mereka ta-tapi kenapa malah jadi seperti ini?" Tanya Suho pada Kyuhyun dan Sungmin.
"aku juga berpikir seperti itu Joonmyunie. Kau ingat buku itu? Ada beberapa halaman yang hilang, mungkin kita melewatkan hal ini" jawab Sungmin tanpa menatap Suho sama sekali.
"buku? Buku apa?" Tanya Sehun pelan.
"akan kutunjukan padamu nanti. Kau belum membacanya kan?" Tanya Luhan yang berdiri disamping Sehun. Sehun menggeleng.
"lalu apa yang harus kita lakukan hyung?" Tanya Xiumin.
"entahlah. I have no idea," jawab Kyuhyun.
"Baekhyun sedang apa sebelum kejadian ini memnimpanya?" Tanya Sungmin.
"itu.. Baekhyun hyung sedang menemaniku mencuci piring di dapur. Aku tak memperhatikannya karena posisiku membelakangi Baekhyun hyung" jawab Kyungsoo.
"baiklah. Sebaiknya kalian istirahat terlebih dahulu. Ini sudah malam, aku akan membicarakan masalah ini dengan hyung-deul. Kajja hyung sebaiknya kita pergi. Biarkan mereka beristirahat." Ajak Kyuhyun sambil merangkul Sungmin menuntunnya untuk keluar dari asrama ini sambil diantar oleh Suho.
"kalian dengarkan? Kyuhyun hyung benar. Sebaiknya kita istirahat dulu." Perintah Kris sambil menggandeng Tao kekamar mereka di ikuti Xiumin yang menggandeng Chen, Kai yang merangkul Kyungsoo, dan Lay yang mengajak Sehun dan Suho.
"Chanyeol-ah, kau akan tetap tidur disini atau…" Tanya Luhan sebelum dia benar-benar meninggalkan ruangan ini.
"aku akan tetap disini hyung, menemani Baekhyun" jawab Chanyeol lemah. Ia terlalu lelah sekarang.
"baiklah. Tidurlah yang nyenyak Chanyeol-ssi" ucap Luhan kemudian ia menutup pintu kamar BaekYeol dan pergi kekamarnya sendiri.
Chanyeol membuka matanya saat merasakan tangan seseorang memeluk pinggangnya erat. Ia menoleh kesamping dan mendapati Baekhyun yang tengah menatapnya sambil tersenyum. Chanyeol kaget bukan main, ia sedikit menegakkan tubuhnya membuat pelukan Baekhyun mau terlepas. Namja manis itu mengerucutkan bibirnya sebal.
"wae? Yeollie tak suka dipeluk Baekkie lagi?" sungut si pemilik bibir tipis yang tengah di-pout-kan itu.
"a-anhi.. kau sudah kembali seperti semula Baekki hyung?" Tanya Chanyeol sambil memandangi sosok dihadapannya itu.
"apa yang kau bicarakan? Aku baik-baik saja Yeollie sayang. Apa aku mengganggu tidurmu?" Tanya Baekhyun. Chanyeol menggeleng dan merengkuh tubuh namja dihadapannya itu kedalam pelukannya.
"aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku tak ingin kehilanganmu," ucap Chanyeol.
"aku tak bisa pergi dari sini Yeollie. Aku tak akan pernah bisa pergi. Tapi kau tidak, kau bisa pergi sebelum terlambat,"ucap Baekhyun. Chanyeol menatap mata Baekhyun dalam.
"apa maksudmu hyung? Aku tak mau pergi. Aku mau disini… bersamamu. Selamanya," kata Chanyeol. Baekhyun tersenyum tipis. Tangannya terangkat untuk mengusap pipi mulus Chanyeol.
"Gomawo Yeollie kau sudah memilih tinggal untukku.. saranghae" Baekhyun memeluk Chanyeol erat dan Chanyeol-pun membalas pelukan itu. Ia tak mau kehilangan Baekhyun lagi.
Tok.. Tok.. Tok..
"Chanyeol-ge ireona~ "teriak Tao dari luar Kamar BaekYeol sambil berusaha membuka pintu tersebut. "aiissshh.. kenapa pake dikunci segala sih?" gerutu Tao. Tao akhirnya beranjak pergi untuk menemui Suho. "Suho-ge, gege punya kunci kamar BaekYeol hyung? Pintunya terkunci" adu Tao.
Suho merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah gantungan yang berisi 10 buah kunci. "ini, pakai yang bertuliskan BY arraseo?" Kata Suho sambil memamerkan senyum angelic-nya.
"arrayo." Tao kembali Kemakar BaekYeol dan membuka pintu itu dengan kunci yang diberikan oleh Suho. Berhasil. Tao langsung masuk kedalam kamar.
"G-GEGEEEE" pekik Tao tak lama setelah ia memasuki kamar itu.
TBC
Hoshh… hosshhh.. akhirnya kelar part 3..
Tolong ampuni author ini yang dengan tega keji bikin BaekYeol kaya gitu T^T *lap ingus*
Anyway, pada ngerasa ga sih lirik lagu diatas pas bangt sama suasana Baekhyun pas itu? Hahaha.. author berasa jenius banget tau ga she.. *reader lempari batu*
Hahaha.. as ususal.. review please kalo mau part selanjutnya di post!
Part 4 udah selesai dan siap publish kalo part 5 udah siap.. yang jelas next part lebih ribet lagi seribet otak authornya.. hehehehe..
THX for reviewers, followers dan favoriters(?) ni FF
Kecup mesra dari
Bebe Ahn XD
