Let's Have Fun

Disc & Warning: Lihat di Chapter 1, karena Author malas menulisnya lagi disini.#Plakk.

Chapter 3: The New Girl's, and Their job

Di sana, tepat beberapa meter didepan mereka, terdapat Boboiboy, dan Gopal. Fang menggerutu pelan. Untunglah sesaat sesudah mereka menaiki mobil ini, Yaya sudah mendandaninya, dan memakaikan wig sebagai penyamaran. Tanpa mempedulikan kedua teman Yaya, dan Ying—Fang bersikeras Boboiboy, dan Gopal bukan temannya—mereka tetap melaju kencang. Setelah cukup jauh, barulah mereka bertiga berhenti. "Huft! Kenapa si Gopal, sama Boboiboy itu lewat jalan tadi sih?! Kenapa gak jalan lain aja?" Gerutu Ying. "Sudahlah. Ayo kita segera pulang." Ujar Yaya yang langsung dituruti oleh kedua rekannya.

Sudah seminggu sejak kejadian itu. Ketiga mafia—oke, Fang itu Yakuza, tapi sama ajakan?—favorit kita sudah bias menarik nafas lega, karena para polisi tidak mencurigai mereka. Tapi, entah mengapa, Fang terlihat focus ke buku sketsanya. Entah apa yang ia gambar. "Fang. Kau kenapa sih?" Tanya Ying pada hari ketiga Fang bersikap aneh. "Ah. Aku hanya menggambar sketsa." Jawab Fang tanpa menoleh. "Boleh lihat?" Tanya Yaya yang dijawab anggukkan dari yang ditanya. Kedua gadis Mafia tersebut segera terpana. Gambar itu, sebuah sketsa robot yang sangat detil. Dan halus. Seperti dibuat oleh pelukis professional (H: Lebay amat| Yaya&Ying: Bodo.).

"Tumben kau , membuat gambar seperti ini." Ujar Ying yang masih terpana. "Hanya iseng kok." Balas Fang. Tak lama, bel berbunyi. Dan munculah sesosok guru yang kewarasannya di pertanyakan oleh Author, dan temannya. Siapa lagi kalau bukan Cek gu Papa. Dan dibelakangnya, dua orang gadis berambut coklat muncul. "Anak muridku, mereka adalah teman kebenaran kalian yang baru! Perkenalkanlah diri kalian!" Seru Cek gu Papa dengan nada dramatis. "Saya Rena." Jawab salah satunya. "Dan, saya Sera." Ujar yang terakhir. Setelah menyuruh mereka berdua duduk, Cek gu Papa memulai pelajarannya, bermain BINGO. Nambah ilmu nggak, nambah stress iya.

Fang, Yaya, Ying, Boboiboy, dan Gopal pun satu kelompok dengan kedua anak baru. "Baiklah kita mulai." Ujar Boboiboy.

"20."

"10"

"14"

"25"

"30!"

"Gopal, mana ada angka 30 dalam Bingo." Tegur Yaya.

"Oh, maaf. 16 saja deh."

Mereka berlima bermain Bingo. Dan, setelah sekian lama, Ying menang, diikuti oleh Yaya, Sera, Fang, Boboiboy, Rena, dan Gopal. "Hei, kalian semua bersahabat ya?" Tanya Rena sambil mengibaskan rambut coklat panjangnya. "Ya. Memangnya?" Tanya Boboiboy. "Ah, tidak. Kami hanya ingin bertanya, apakah aku, dan Rena boleh bergabung?" Sera balik bertanya. Sementara Rena sibuk adu Death glare dengan Fang, dan Yaya. Dalam sekali lihat, Yaya, dan Fang sudah tidak menyukai kedua gadis baru itu. Meski, alasan mereka berbeda. "Boleh-boleh saja." Jawab Gopal seenaknya.

Sepulang sekolah, Fang segera mengambil Handphone miliknya, dan menekan beberapa nomor. Tak lama, sebuah suara terdengar. "Halo?" "Halo, Megane-kun. Bagaimana dengan Turnamennya?" Tanya Fang dengan bahasa Inggris yang fasih. "Kau pasti Fang. Turnamen berjalan lancar. Kami berhasil masuk tingkat Nasional." Jawab suara itu. "Selamat ya!" Kata Fang. Sebuah senyuman terukir di bibirnya. "Ah ya, Peraturan Turnamen Nasional di tambahkan. Setiap kelompok beranggotakan 3 orang minimal, dan 4 anggota di perbolehkan. Kau tahu artinyakan?" "Ya. Tolong sisakan kursi untukku selama aku memikirkan tawaran ini." Jawab Fang. "Baiklah. Sayonara." Jaringan terputus.

Fang mengantungi Handphonenya, dan berjalan ke taman untuk menyegarkan pikiran. SAyang, Author, dan Partnernya sedang ingin membuat Fang sial. Pemuda pemanipulasi bayangan itu bertemu dengan Boboiboy. "Hei. Tumben kau kesini." Kata Boboiboy. "Cih. Aku hanya ingin menyegarkan pikiranku. Memangnya tidak boleh?" Tanya Fang. "Boleh sih." Jawab Boboiboy.

Sementara itu…..

Yaya, dan Ying dengan seksama memata-matai Sera, dan Rena. Dan, betapa kagetnya mereka begitu melihat Rena menggambar Pentagram, dan menyalakan lilin merah di sekelilingnya. Lalu, dengan nada menyeramkan, Sera melantunkan lagu.

O Magni responde nostrae

Parati Victimizing tibi.

Placet nobis inimicum perdere

Yaya, dan Ying dapat merasakan bahwa bulu kuduk mereka berdiri. Dengan sigap, Yaya segera mengeluarkan Handphonenya yang baru ia beli, dan menghubungi Fang. "Halo?" Suara Fang muncul. "Fang! Rena, dan Sera! Jangan per—Eh?!" Seru Yaya, saat Sera merebut Handphonenya. Ying sudah merinding disko (?) melihat sosok Sera. "Sepertinya, Tumbal kami akan bertambah." Kata Rena.

Di tempat Fang, dan Boboiboy…..

Fang menatap bingung layar Handphonenya. "Ada apa?" Tanya Boboiboy. "Yaya, dia berkata Rena, dan Sera, lalu Jangan. Entah apa maksudnya." Jawab Fang. Jangan-jangan, Yaya dalam bahaya? Pikir Fang was-was. Sementara Boboiboy tampak memikirkan sesuatu.

(Pikiran Boboiboy *Ini Partner Author—Yami yang nulis.*)

Tampak Yaya sedang di kerumuni oleh sekelompok penjahat. "Eneng, main sama abang yuk." Kata salah satu penjahat, sementara teman-temannya tertawa. Karena merasa dalam bahaya, Yaya mengeluarkan sebuah Gauntlet yang diberikan kepadanya oleh penjual bakso lewat, dan melakukan beberapa pose, lalu berseru "SATRIA GARUDA…..YAYA!" Dengan mantap, Yaya menghajar sekelompok penjahat itu. Lalu, dengan saktinya, ia menggunakan jurus yang diajarkan oleh *Sensor*, dan setelah jurus itu siap, ia menggunakannya sambil berseru "RASENGAN!" Begitu semua penjahat tepar,

Yaya langsung berseru sambil menghadap langit, "WOI! RASPUTIN! BALIKIN SEMUA BOLA NAGA, BIJUU, SAMA KARUNG BERAS YANG LO CURI! AWAS LO SAMPE AKHIR BULAN INI LU BELUM BALIKIN SEMUA BARANG YANG GUA MINTA! BAKAL GUE TENDANG LU DARI KONTRAKAN LU! OH YA, JANGAN LUPA BAYAR NASGOR YANG GUE MAKAN TADI YAK!"

Lalu, Yaya mengganti profesi menjadi salah seorang Pasukan Penyelidik, dan menumpas semua makhluk raksasa pemakan manusia bernama *sensor*, lalu menjadi seorang Nation-tan, demi menghentikan Kampanye hamburger yang dibuat oleh *sensor*, di dunia *sensor*, dan pergi ke jaman Sengoku untuk menumpas raja Iblis yang telah meneror Jepang bernama *sensor*, lalu menjaga kedamaian dunia.

(Akhir pemikiran Boboiboy yang teramat absurd)

Boboiboy tersenyum kecil, dan berkata, "Tenang, aku kenal Yaya. Dia gadis yang kuat. Yaya tidak akan dikalahkan semudah yang kau kira." Lalu, Boboiboy menatap langit dengan penuh percaya diri. 'Tsahh, Keren banget yak, poseku.' Pikir Boboiboy. Sementara Fang menatap Boboiboy dengan kekaguman, tingkat tinggi. Setelah beberapa lama, pemuda bersurai gelap itu bertanya, "Matamu nggak perih, ngeliatin langit terus, Boboiboy?" Boboiboy berkedip.

"Oh? Pantas mataku perih dari tadi." Rasanya Fang ingin langsung Headbang mendengar jawaban coretsemecoret rivalnya itu. "Sudahlah. Ayo kita ke rumahnya Sera, dan Rena. Kudengar mereka tinggal di jalan xxxx, nomor xx." Kata Boboiboy sambil menyeret Fang untuk pergi bersamanya. Begitu sampai di rumah Sera, dan Rena, mereka di suguhi pemandangan Yaya, yang di tikam perutnya oleh Rena. "A-apa yang kalian lakukan?!" Seru Boboiboy yang tidak terima sahabatnya di lukai.

" Aaaarrrrggghh! Dari tadi kita di ganggu terus sih?!" Gerutu Rena. Dengan sigap Rena, dan Sera mengeluarkan HandGun, dan menembaki Fang, dan Boboiboy. Sebelum Boboiboy ingin berubah, Fang sudah menyeret bocah bertopi jingga itu untuk berlindung. "Fang! Kau kenapa sih?!" Kata Boboiboy kesal. "Kau tidak lihat? Mereka memilik Handgun! Setidaknya, untuk jaga-jaga, kau pakai ini." Kata Fang sambil memberikan Boboiboy dual UZI.

"Nah, aku akan menyelamatkan Yaya, dan Ying, sementara kau mengalihkan perhatian mereka oke? Aku berangkat!" Kata Fang yang langsung menghilang, dalam bayangan. Sementara Boboiboy hanya mengikuti ucapan Fang seperti pacar yang baik*Author, dan Yami digebuk Fang* Err, Partner yang baik. Rena, dan Sera dengan ganas menembaki Boboiboy yang sudah membelah dirinya menjadi tiga layaknya binatang ber sel sat-(Boboiboy: Lanjutkan, dan akan kubunuh kau, Thor!| Yami: cerewet kau!) Abaikan yang tadi.

Begitu Yaya, dan Ying sudah diantarkan ke ke rumah masing-masing, Fang menggunakan bayangannya untuk menikam Sera dengan belati yang digunakan Rena untuk menikam Yaya, sementara Taufan tidak sengaja menembak Rena. "Baiklah, Boboiboy! Ayo kita kabur!" Seru Fang sambil menarik tangan rivalnya. "Pemimpin Shi no Kage!" Langkah Fang terhenti mendengar panggilan Sera. "Kelompok Yakuza kami belum tewas! Akan kami bunuh Teman-temanmu di Jepang!" Seru Sera. Fang menggigit bibir bawahnya, dan kembali menarik Boboiboy untuk menjauh dari TKP.

[Time Skip/Sore harinya]

Fang berjalan pulang dengan perasaan bimbang. Haahh, sepertinya tak ada cara lain. Pikir Fang sambil mengeluarkan Handphonenya, dan menekan beberapa nomor. 'Halo? Fang? Kenapa kau menelpon lagi?' Tanya sebuah suara yang keluar dari Handphonenya. "YuumaNii-san, apakah tawaranmu masih tersedia? Aku ingin ikut Turnamen." Jawab Fang. "Baiklah. Akan ku beritahu yang lain. Jaga dirimu baik-baik, Fang." Sambungan terputus. Dengan cepat, Fang menekan beberapa nomor lagi. "Halo? Ini Fang. Boleh aku minta tolong?" Tanya Fang.

Keesokkan harinya, berita Yaya, dan Ying nyaris di bunuh oleh anak-anak baru sudah menyebar. Dan, yang membuat mereka semua bingung, adalah Fang yang tidak masuk hari itu. "Fang dimana, Cek gu Papa?" Tanya Yaya saat ke ruang guru bersama ketiga sahabatnya. "Fang akan mengikuti Turnamen di Jepang. Ia akan pergi ke Kuala Lumpur dengan kereta." Ujar Cek gu Papa dengan nada dramatis. Tanpa pamit, keempat pembela kebenaran itu segera pergi ke stasiun. Untungnya Fang masih ada disana.

"Fang! Kok kamu liburan ke Jepang gak ngajak-ngajak?" Tanya Gopal. "Aku ikut Turnamen, bukan Liburan." Kata Fang. "Ini masalah Yakuza aliran sesatkan?" Tanya Ying to the point. "Ya." Jawab Fang. "Tapi, kenapa tiba-tiba?" Tanya Boboiboy. Fang hanya tersenyum simpul. "Jika kalian benar-benar ingin aku tinggal, maka paksa aku." Fang menunjukkan robot yang ia gambar di buku sketsanya. "Kalahkan aku, di Gunpla Battle Turnamen." Boboiboy terkekeh, dan menunjukkan robot yang sejenis, tapi berbeda model. "Kuterima.". "Fang! Kita akan ketinggalan kereta!" Seru seorang laki-laki yang memakai Jubah, dan kacamata hitam. Dengan tatapan terakhir, Fang segera pergi kearah pria itu.

Jadi, Fang meminta tolong kepadanya, Pikir Boboiboy sambil menyipitkan mata, Meijin Kawaguchi.

Nantikan kisah selanjutnya, di fic selanjutnya!

Hanny (Kuro) : Ahahahaha! Akhirnya Gaje!

Yami: Soalnya kau membuat lanjutannya dengan cara Crossover.

Kuro: Kejamnya, kau, Yami-kun. Akukan sedang tergila-gila dengan Gundam! Ah ya, readers, Yami itu teman laki-laki saya yang ingin membantu saya membuat fanfic!

Yami: Dan, dengan kurang ajarnya, kau menjadikanku asistenmu, serta mengganti Pen namemu. Semoga disini ada yang bernasib sama denganku!

Kuro: Dan, readers! Maaf apa bila singkat sangat! Soalnya, scene kelanjutannya berhubungan dengan Anime lain! Jadi, saya buat di Crossover ya! Dan, mungkin saya akan Update sangat lama, berhubung UN sudah dekat. Jaa ne!