Syndrome Chapter 3

Present...

.

..

...

Luhan tidak mengerti mengapa ia berakhir mengetuk pintu kamar Sehun. Kamar Sehun yang berada tepat disebelah kamarnya. Ia sangat gugup, namun setelah Sehun mengatakan akan mempertimbangkan permohonan Luhan, ia tak mampu menyembunyikan rasa senangnya. Dan malam itu Luhan membuka laptopnya untuk mencari profil fakta tentang Oh Sehun. Ia ingin tahu lebih jauh tentang Sehun. Tentang keluarga, kekasih dan hal yang Sehun suka dan tidak Sehun sukai.

Setelah mengetikkan nama Oh Sehun pada search engine google. Luhan menemukannya pada sebuah blog.

'Oh Sehun adalah model majalah dewasa The X-men . Lahir di Busan 12 April 1994. Bersekolah di Seoul Art dan melanjutkan studynya di universitas McGill Kanada. Sehun menyukai bubble tea cokelat dan humburger tanpa sayuran dengan ditambah keju.'

'Ayah Oh Sehun pemilik OH Corporation. Pacarnya yang bernama Jung Krystal telah muncul dipublik akhir-akhir ini. Ibunya adalah seorang desaigner di kota New York'

Luhan mengangguk. Meskipun info yang ia dapatkan dari internet hanya minim, tapi ia setidaknya mengetahui sedikit tentang Oh Sehun. Luhan akan menutup laptopnya, namun melihat kata 'News Oh Sehun' ia mengurungkan niatnya dan mulai membuka artikel tersebut.

'OH SEHUN KEMBALI KE KOREA DAN MENGAKHIRI HUBUNGANNYA DENGAN JUNG KRYSTAL KARENA SEHUN 'GAY'?'

Luhan tiba-tiba saja sulit bernafas dan jantungnya seakan berhenti berdetak ketika membaca judul artikel itu. Luhan tetap menyelesaikan untuk membaca sampai akhir.

'Seperti yang kita tahu. Baru-baru ini beredar rumor Oh Sehun sang porn star The X-Men telah tertangkap kamera penggemar ketika Oh Sehun mencium seorang pria yang diduga rekan kerjanya disebuah taman di daerah Manhattan, New York'

'OH MY GOD! SEHUN GAY?'

Luhan membekap mulutnya sendiri.

'Glow Entertainment selaku agensi Oh Sehun mengkonfirmasi bahwa itu tidak disengaja. Namun sang kekasih Jung Krystal sangat terpukul dan depresi sehingga Oh Sehun kembali ke Korea dan mengakhiri kisah asmaranya dengan Jung Krystal'

ਪੰਜਾਬੀ ਪੰਜਾਬੀ

Luhan berpikir sangat sulit menjadi seorang idola. Ketika mereka memiliki penggemar atau bahkan antifans. Mereka bisa saja menyebar rumor dan tipu daya. Luhan mendesah dan menutup laptopnya. Membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata untuk mengarungi mimpi indahnya dan menyambut hari esok.

.

.

Luhan membuka matanya. Ia merasa tidur nyenyak semalam dan melirik jam waker diatas meja dekat ranjangnya. Tidak seperti biasanya, Luhan terbangun pukul 05.00a.m bahkan sebelum alarm yang memekakkan telinganya itu berbunyi.

Seperti pagi-pagi sebelumnya. Luhan melakukan olahraga pagi jogging. Ia hanya berlari disekitar taman didekat agensinya.

...

Luhan duduk dibangku taman dan menikmati kopi paginya. Ia menajamkan telinganya ketika beberapa gadis yang duduk dibangku sebelahnya berbisik-bisik.

"Kau sudah lihat artikel baru tentang Oh Sehun?"

"Ya. Aku menangis sepanjang malam saat mengetahui Sehun gay."

Gadis berambut pirang menanggapi gadis berambut hitam.

"Aku senang Sehun gay. Itu berarti aku tidak perlu cemburu dengan Jung Krystal"

Luhan memutar bola matanya, dan beranjak meninggalkan taman. Ia tidak suka para gadis itu membicarakan Sehun. Meskipun Luhan tidak tahu tentang kebenaran Sehun gay, namun Luhan mengerti jika rumor itu palsu dan tidak disengaja.

Ditengah perjalanannya menuju asrama, Luhan melihat kedai bubble tea. Ia teringat jika Sehun menyukai bubble tea. Jadi Luhan mampir dan membeli bubble tea cokelat. Luhan juga ingat Sehun menyukai humburger. Luhan juga membelinya satu untuk Sehun.

Ketika Luhan sampai di asrama. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengetuk pintu kamar Sehun. Bau maskulin yang menenangkan tercium di hidungnya ketika Sehun membuka pintu.

Sehun disana. Dengan balutan handuk disekitar pinggangnya. Luhan pikir Sehun baru saja selesai mandi. Jadi sebelum Sehun memarahinya karna telah menganggu waktu mandi nya dipagi hari. Luhan segera menyerahkan 2 bungkusan plastik ke arah Sehun.

"Ini untukmu Sehun"

ਪੰਜਾਬੀ ਪੰਜਾਬੀ

"Apa ini?"

Sehun terlihat tidak tertarik. Namun menerimanya.

"Itu...bubble tea dan humburger tanpa sayuran dan ditambah keju"

Luhan menggaruk tengkuknya.

"Oh kau tahu makanan kesukaanku, kau tidak sedang memiliki rencana untuk meracuniku bukan?"

Sehun menuduh Luhan. Menatapnya penuh selidik.

"Jangan berburuk sangka Sehun! Ini...eumm itu hanya ucapan terimakasih dariku. Aku akan menunggumu di studio latihan. Sampai jumpa"

Luhan segera berlari menuju kamarnya. Menyandarkan tubuhnya pada pintu.

'Sehun-ah kau membuatku sulit bernafas. Ini buruk'

...

Setelah menyelesaikan mandi nya, Luhan memilah pakaian dari dalam lemarinya. Ia tidak ingin memakai kemeja, atau Sehun akan melakukannya lagi.

Tidak. Luhan tidak ingin memakai kemeja dengan kancing terbuka. Jadi ia mengambil teal hoodie dan memakainya. Tidak ingat jika ini musim panas.

...

Luhan melirik arlojinya. Sudah 30 menit ia menunggu Sehun distudio dan anak itu belum juga datang. Mungkin Sehun membatalkan niatnya untuk melatih Luhan. Luhan hanya terlalu bersemangat dan menaruh harapan pada Sehun. Dan Sehun membuatnya kecewa.

Luhan ingin mengirim SMS pada Chanyeol untuk melatihnya, ketika Sehun datang dengan nafas terengah-engah dan peluh yang membanjiri pelipisnya. Tanpa disuruh, Luhan mengambil sebotol air mineral dari lemari pendingin yang berada didekat studio dan menyerahkannya pada Sehun.

"Apa sesuatu terjadi padamu?"

Sehun menerima air mineral itu dan meneguknya.

"Para gadis. Mereka. Mereka" Sehun masih mencoba mengatur nafasnya yang tersengal.

Luhan menepuk pelan bahu Sehun. "Aku mengerti".

Sehun duduk pada sofa dan menceritakan pada Luhan mengapa ia terlambat datang. Luhan mengerti dan tersenyum.

"Apa yang kau lakukan Luhan" Sehun mendongak ketika Luhan mendekatinya dan mengusap wajahnya dengan tissue.

"Wajahmu berkeringat Sehun. Aku khawatir itu akan menimbulkan jerawat jika tidak dibersihkan."

Luhan sangat dekat dengan Sehun. Ia takut jika Sehun mendengar detak jantungnya yang terpacu.

Sehun tertawa mengejek. "Jangan sok peduli."

"Tidak bisakah kau menghargai kebaikanku Sehun?"

Luhan meremas kasar tissue itu sebelum melemparnya pada tempat sampah.

...

Dan siang itu mereka berlatih. Sehun yang selalu protes tentang kinerja Luhan yang payah dan Luhan yang hanya menuruti dan mendengarkan Sehun. Chanyeol tidak datang sehingga Sehun harus mengajari Luhan berbagai pose sepanjang hari.

Ketika mereka selesai berlatih, mereka berjalan menuju asrama bersama. Hanya ada keheningan disepanjang perjalanan. Ketika mereka sampai dipintu kamar masing-masing, mereka enggan untuk berpisah. Namun keheningan tetap mendominasi. Luhan memulai.

"Sehun terimakasih untuk hari ini."

"Tidak masalah. Tapi, kau ingat janjimu bukan?"

Luhan memainkan tangannya pada knop pintu. "Ya, apapun akan aku lakukan."

"Tunggu disini sebentar."

Luhan mengerutkan dahinya. Tidak mengerti mengapa Sehun menyuruhnya untuk menunggu, sementara Sehun masuk ke dalam kamar.

Beberapa detik kemudian Sehun muncul dari balik pintu dengan sebuah kotak besar. Kemudian menyerahkannya pada Luhan.

"Janji adalah janji yang harus ditepati. Nanti malam pukul 8 aku akan menjemputmu, dan apapun yang ada dalam kotak itu kau harus memakainya. Kau mengerti Luhan?"

Luhan mengangguk sebelum bertanya "Kau berjanji untuk melatihku sampai bulan depan bukan? Aku juga akan menepati janjiku jika kau juga menepati janjimu Sehun".

"Tentu saja. Ingat, pakai semua yang berada didalam kotak. Dan aku tidak menerima protes!"

Sehun menutup pintu kamarnya dengan keras. Cukup untuk membuat Luhan ingin menjambak rambutnya. Betapa Sehun sangat menyebalkan.

Luhan masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya diranjang. Ia sangat lelah hari ini. Tapi Luhan tidak bisa memungkiri bahwa ia senang berada disekitar Sehun. Meskipun Sehun menyebalkan.

Luhan melirik pada kotak besar pemberian Sehun. Menerawang apa isinya, dan ia benar-benar penasaran. Jadi Luhan bangun dan mengambil kotak tersebut.

Mata Luhan membulat dan mulutnya menganga. Luhan tidak percaya ini. Ia menggeleng dan menutup kembali kotaknya. Sehun memberikan Luhan kotak besar dengan isi rambut palsu, gaun perempuan, dan sepatu hak tinggi. Luhan mengansumsikan selain menyebalkan ternyata Sehun juga gila. Bagaimana mungkin Sehun memberikan Luhan yang merupakan pria dengan sebuah pakaian wanita?

Luhan ingat. Sehun mengatakan padanya untuk tidak protes dan memakai apapun yang ada dalam kotak tersebut.

...

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakainnya, Luhan menatap kotak berisi pakaian wanita dari Sehun. Apa Sehun berniat untuk mempermalukannya? Menatap pada jam dinding yang kini menunjukkan pukul 7 malam. Luhan mendesah. 'Haruskah aku memakainya?' ia bertanya pada dirinya sendiri.

Luhan tidak mengerti, mengapa ia mau saja menuruti permintaan Sehun dan berakhir seperti ini. Gaun merah maroon yang sangat ketat dan pendek. Sepatu hak tinggi dan rambut palsu panjang sebahunya. Luhan benci mengatakan ini. Tapi ia terlihat seperti gadis yang benar-benar cantik. Bahkan tanpa make up. Demi Tuhan Luhan adalah laki-laki keren dan tampan, ia tidak ingin terlihat cantik dan berpakaian layaknya wanita.

Tidak lama setelah Luhan mengagumi dan meratapi dirinya yang berpakaian layaknya wanita, seseorang mengetuk pintu kamarnya. Luhan tahu itu adalah Sehun dan Luhan siap dengan kuda-kudanya untuk memukul wajah tampan Sehun.

'Mati kau Oh Sehun'. Luhan membukakan pintu. Ia lupa dengan rencananya untuk memukul Sehun ketika melihat bagaimana Sehun saat ini.

Sehun memakai tuxedo.

Rambutnya. Oh! Luhan sangat menyukai trend rambut seperti ini. Rambut pendek Sehun yang disibakkan ke atas dan berwarna light brown.

Wangi maskulin dari tubuh Sehun yang menguar dan memabukkan. Luhan bertanya pada dirinya sendiri tentang jenis parfum apa yang Sehun gunakan? Luhan sangat menyukainya. Ingin sekali Luhan menghambur kedalam dekapan Sehun dan menghirup aroma parfum itu dari jarak dekat, tentu itu akan sangat memabukkan.

Kedua nya saling terdiam untuk beberapa saat. Butuh waktu bagi Sehun dan Luhan untuk mencerna semua ini.

Luhan yang kini sibuk mengagumi Sehun dalam fantasinya dan Sehun yang menatap Luhan tanpa ekpresinya. Sehun tidak percaya itu Luhan jika saja ia tak mengenali gaun merah yang dibeli nya tadi pagi hingga ia dikejar para penggemar.

Luhan segera tersadar dari alam fantasinya. Ia segera protes pada Sehun. "Oh Sehun! Apa kau gila hah? Aku pria dan kau menyuruhku memakai semua ini! Kau mau mempermalukanku?! Kau—"

"Janji adalah janji. Sudahku bilang tidak ada protes Luhan!" Sehun segera menyela dan menarik tangan Luhan. "Kita akan terlambat"

"a...apa? Memangnya kita mau kemana? Yah...yah Oh Sehun jangan menarik tanganku seperti itu!" Luhan mulai berteriak ketika Sehun menarik tangannya. Namun anak yang lebih muda tetap tidak peduli dan mengabaikan anak yang lebih tua.

Ketika mereka sampai dimobil Sehun. Sehun menyadari Luhan tidak memakai sepatu hak tinggi yang ia berikan. Luhan bertelanjang kaki sepanjang perjalanan dari asrama menuju basement. Dan Sehun terlihat merasa bersalah. "Dimana high heels mu? Mengapa kau tidak memakainya!"

"High heels?" Luhan memiringkan kepalanya ke samping. Menatap Sehun dengan tatapan tidak mengerti.

"Sepatu hak tinggi. Bukankah sudah ku katakan agar kau memakai apapun yang ada dalam kotak itu?" Sehun mengalihkan pandangannya keluar jendela. Melihat Luhan yang sangat menggoda membuatnya gerah.

"Ah yang itu? Aku tidak sempat memakainya karna kau menarik tanganku begitu saja tadi"

Sehun tidak mengatakan apapun lagi, jadi ia melajukan mobilnya.

...

Sepanjang perjalanan Luhan terus menarik ujung gaunnya agar menutupi pahanya. Luhan benar-benar mengutuk Sehun yang menyuruhnya memakai gaun super pendek sehingga pahanya terekpos. Dan Luhan melihat mata Sehun yang terus melirik pahanya. Oh Luhan benar-benar memerah antara marah dan juga malu.

Luhan tidak ingat kapan Sehun memarkir mobilnya dan kapan mereka turun hingga berakhir ditempat ini. Sebuah salon kecantikan.

"Sehun untuk apa kita kemari?"

"Diam dan jangan banyak bertanya"

Seperti yang Sehun katakan. Luhan menurut dan diam ketika seorang wanita menyuruhnya duduk dan memakaikan apapun pada wajahnya. Sementara Sehun menunggu dan sibuk dengan ponselnya.

"Sudah selesai noona"

Ketika wanita itu —pegawai salon mengatakannya. Perlahan Luhan membuka matanya yang sedari tadi tertutup. Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah refleksi wanita seksi pada cermin besar dihadapannya. Mulut Luhan menganga dan matanya membulat. Ia terkejut ketika mengetahui refleksi wanita pada cermin itu adalah dirinya. Luhan menggelengkan kepalanya, menatap ngeri pada wajahnya yang kini terbalut make up. Memang tidak mencolok warna make up nya, hanya sebuah foundation, cream, eyeliner, eyeshadow, blush on dan lipbalm. Ah matanya yang sudah bulat itu kini dipakaikan sebuh softlens dan bulu matanya yang memang lentik sejak ia lahir pun harus diberikan bulu mata palsu. Menambah kecantikan seorang wanita yang nyaris sempurna tanpa cacat.

"Luhan kau sudah selesai? Kita akan terlambat!"

Itu suara Sehun dan Luhan membalikkan tubuhnya agar menghadap Sehun. Tiba-tiba saja ponsel yang semula berada ditangan Sehun terjatuh begitu saja ketika melihat Luhan.

Sehun belum percaya jika wanita atau pria dihadapannya adalah Luhan. Luhan terlihat cantik dan seksi. Jadi ketika Sehun berada tepat dihadapan Luhan, ia sangat sulit meneguk ludahnya. Kerongkongannya benar-benar kering sekarang.

"Sehun...aku tidak merasa nyaman dengan semua ini"

Sehun tidak menjawab. Ia hanya melihat Luhan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Matanya memicing ketika melihat 2 gundukan pada dada Luhan.

Luhan menyadarinya dan segera berbicara. "Uh..itu aku tidak tahu ketika para pegawai mengambil tissue kemudian menggulungnya dan menempatkannya didadaku. Aku ingin menolak tapi—"

"Kita akan terlambat. Ayo pergi"

Sehun berjalan ke arah pintu keluar dan mengambil ponselnya yang sempat terjatuh, namun Luhan mengintrupsinya.

"Sehun..."

Sehun menoleh kebelakang.

"Apa?"

"Aku kesulitan berjalan" Luhan menatap pada sepatu hak tinggi dikakinya yang disewakan oleh salon.

Sehun memutar matanya jengah, dan berbalik ke arah Luhan.

ਜਾਬੀ ਪੰਜਾਬੀ

Sehun meraih tangan kanan Luhan dan menempatkannya diantara lengan dan sikunya untuk membantu Luhan berjalan.

...

Sepanjang perjalanan Sehun tidak dapat fokus mengemudi. Ia selalu tertangkap basah oleh Luhan ketika melirik anak yang lebih tua tepat pada pahanya. Jadi Luhan menarik ujung gaun agar mampu menutup pahanya. Namun sial, gaunnya memang sangat pendek dan tidak mampu menutup paha Luhan.

...

Mereka sampai disebuah gedung pencakar langit. Dan Luhan tahu itu adalah Hotel Seoul. Luhan hanya menatap penuh tanya kearah Sehun yang kini membukakan pintu mobil untuknya. 'Mengapa Sehun mengajakku ke hotel. Apa...' Luhan segera menggelengkan kepalanya ketika pikiran buruk bersarang diotaknya.

"Cepat turun!"

Sehun mengetuk-ngetukan kakinya pada aspal. Menunggu Luhan dengan tidak sabar.

"Mengapa kita ke hotel? Apa yang kau—"

"Diam dan menurut" Lagi-lagi Sehun menyela.

Luhan kembali dibuat terkejut ketika Sehun membawanya pada sebuah ballroom yang sangat besar di hotel tersebut. Ada banyak pasangan pria dan wanita yang berpakaian layaknya ingin pergi ke sebuah pesta. Luhan menatap Sehun, meminta penjelasan anak yang lebih muda atas apa yang dilakukannya.

"Ayah temanku mengadakan pesta ulangtahunnya disini"

Sehun menjelaskan. Ia mengenggam tangan Luhan erat dan membawanya ke tempat dimana teman-temannya berkumpul.

"Wassup dude!" Sehun menyapa teman-temannya yang sedang berkumpul dan menikmati wine.

"Wah tebak siapa ini? Oh Sehun! Sang model The X-men! Apa kabar kawan?" Salah satu temannya yang berkulit sedikit gelap menanggapi dan mereka saling tertawa.

"Siapa gadis itu? Biar kutebak... Hemm apa dia pacarmu?" Teman Sehun yang lain menyahut. Sehun tidak berkata apapun dan menunjukkan senyumnya. Senyum hangat yang Luhan lihat untuk pertama kalinya. Bukan senyum mengejaek yang selalu diperlihatkannya dihadapan Luhan.

Luhan sangat malu dan ia hanya berharap bumi terbelah dan segera menelannya. Luhan bukan gadis. Dia pria.

ਪੰਜਾਬੀ

"Dia cantik Sehun-ah! Tidak heran jika seleramu adalah gadis seksi yang memiliki payudara besar dan paha yang putih"

Teman Sehun yang berkulit gelap itu menggoda Luhan.

Wajah Luhan memerah. Ia marah dan juga malu. Sehun ternyata hanya ingin mempermalukannya. Tapi hei..teman-teman Sehun tidak mengetahui jika Luhan adalah pria. Luhan bersembunyi dibelakang tubuh tinggi Sehun ketika beberapa teman Sehun mulai menggodanya.

"Baby apa yang kau lakukan? Jangan malu. Kemari" Sehun merangkul tubuh Luhan dengan posesif. Dan semua temannya bersorak memberikan tepuk tangan.

"Akan kubunuh kau Oh Sehun!" Luhan bergumam dan Sehun dapat mendengarnya. Sehun menyeringai dan berbisik tepat ditelinga kanan Luhan.

"Coba saja jika kau berani" Sehun mengecup pipi kanan Luhan. Dan Luhan bersumpah akan membunuhnya, ketika teman-temannya memuji betapa keren dan romantisnya Sehun.

"Hei siapa namamu gadis manis?"

Gadis manis? Luhan tidak menjawab pertanyaan teman Sehun dan Sehun meliriknya. Membenarkan poni rambut palsu Luhan sebelum menjawab pertanyaan dari teman nya.

"Guys namanya Lu..." Sehun terlihat berpikir. "Lu..Lulu" Sehun mengusap belakang tengkuknya dan terlihat gugup.

"Lulu? Nama yang manis dan sesuai dengan orangnya. Benar?" Temannya yang bermata bulat menyahut.

"Luhan..eh maksudku Lulu baby, ini teman-temanku. Yang ini KyungSoo" Sehun menunjuk pada pria bermata bulat.

"Hai aku Kyungsoo. Senang bertemu denganmu Lulu"

Luhan hanya tersenyum dan mereka saling berjabat tangan.

"Dan yang ini JongIn" Sehun menunjuk pria berkulit gelap disebelah kiri Luhan.

"Dan ini Tao."

Mereka saling berjabat tangan, dan Luhan tetap diam. Ia tidak ingin berbicara sama sekali. Kerongkongannya kering untuk berbicara dan ia tidak peduli jika teman-teman Sehun menganggapnya bisu.

Luhan benar-benar berharap bumi menelannya sekarang juga. Namun dewi fortuna tidak berada disisinya dan Luhan hanya bisa menunduk menatap lantai untuk menyembunyikan wajahnya.

.

.

Sudah 1 jam mereka menghabiskan waktu dipesta itu. Dan Luhan benar-benar ingin pulang. Ia benci Sehun yang mempermalukannya dihadapan umum seperti saat ini.

"Sehun aku ingin pulang!"

"Tunggu sebentar Luhan."

Luhan kesal dan ia berdiri dari tempat duduknya hendak pergi. Sehun menahan lengannya dan Luhan menatapnya tajam.

"Kau tidak sabaran sekali. Baiklah kita pulang."

Luhan tersenyum. Ia menang kali ini.

"Guys pacarku sudah tidak sabar. Jadi aku pulang dulu. Sampai jumpa." Sehun berpamitan kepada teman-temannya.

"Sepertinya Lulu sangat agresif. Semoga malam mu menyenangkan Sehun-ah! Bermainlah dengan lembut!"

Luhan tidak mengerti mengapa teman Sehun menjawab seperti itu. "Apa maksud temanmu Sehun?"

Sehun tidak menjawab, ia hanya mengenggam tangan Luhan dan menyeretnya keluar dari tempat pesta. "Pelan-pelan bodoh! Aku bisa terjatuh!"

"Apa kau bilang!" Sehun menghempas kasar tangan Luhan dan Luhan merasa Sehun akan marah.

"Ti..tidak. Bukan apa-apa. Ayo pulang".

Ketika mereka telah sampai didepan lobi hotel, Sehun menahan lengan Luhan. Ada banyak penggemar disana.

Luhan terlihat panik ketika para penggemar mulai berteriak dan mencoba menerobos keamanan dari para security.

"Sehun bagaimana ini!"

Sehun kembali menyeringai dan membalikkan tubuh Luhan agar menghadapnya.

Luhan terlalu sibuk dengan pikirannya hingga ia tidak menyadari jika Sehun semakin dekat dan wajah mereka hanya berada beberapa centi satu sama lain. Dan Sehun menciumnya! Dihadapan banyak penggemar!

Luhan terkejut dan mencoba memberontak, namun Sehun menahan lengannya dan menarik tengkuk Luhan untuk memperdalam ciummannya.

"Oppa...!"

"Sehun! Jangan!"

Luhan dapat mendengar para gadis itu berteriak. Bahkan beberapa dari mereka menangis dan pingsan. Luhan juga menangkap beberapa blitz dari kamera. Dan dengan usaha kerasnya, Luhan mampu menjauhkan dirinya dari Sehun dan berlari menuju parkiran. Luhan terlalu shock untuk mencerna apa yang telah terjadi.

...

"JELASKAN PADAKU MENGAPA KAU MENCIUMKU DI HADAPAN PENGGEMARMU HAH! APA KAU INGIN MELIHAT MEREKA MEMBUNUHKU!" Luhan segera mengajukan berbagai pertanyaan ketika mereka berdua telah berada didalam mobil.

Sehun tidak menjawab dan Luhan semakin geram. "JAWAB AKU! SEHUN!"

"OH SEHUN JAWAB AKU ATAU—"

"AKU MENCIUMMU DIHADAPAN MEREKA UNTUK MENUTUPI SKANDAL GAY KU! SEKARANG DIAM DAN BIARKAN AKU BERKONSENTRASI!"

Sehun kembali membentak Luhan.

"Kau sengaja melakukannya kan? Menyuruhku memakai pakaian wanita dan menjadikanku umpan untuk menutupi skandalmu! Kau jahat Sehun! Aku membencimu!"

Mata Luhan mulai berkaca-kaca, airmatanya akan segera jatuh jika ia tidak segera mengusapnya.

"Aku minta maaf Luhan. Aku tidak bermaksud. Aku terlalu egois."

Sehun menatap Luhan penuh harap. Namun Luhan memalingkan wajahnya menatap kearah jalanan. Ia lelah sekarang. Tidak ingin membahas apapun.

.

.

To Be Continue...

.

.

AN : AMPUN! Jangan

pukul gue xD ntar next chap gue usahakan

HunHan jadian yah. Dan mulai FLUFF.

Ah terharu pokoknya

kalau liat review kalian.

Q : Akun AFF kakak apa?

A : sama kok, imKevin nama akunnya.

Q : Bakal berubah rate kah?

A : Kita liat aja. Tergantung pada mau minta M

ga? Wkwk

Q : Sehun suka Luhan ya?

A : ini pan syndrome HunHan, Thehunie kan

dingin jd ga terlalu nunjukkin dia suka Luhan xD

Q : Sehun mau jadiin Luhan pacarnya?

A : Jangan buru2. Biar greget gtu xD

Q : Luhan manly or cantik?

A : karakter Luhan kan cantik tp maunya

dibilang manly. Sama kaya diaslinya kok. Ga

beda jauh sama di FF

Banyak yang nebak Sehun pasti bakal minta yg

ga jauh2 dari mesum? Ga kok xD Thehunie

cuma minta Luhan jadi cewek untuk pamer ke

teman2nya dan menutupi scandal gay nya.

Hayoo puasa2 pikirannya mesum.

#plakkk aku bakal buat reader susah menebak.

Maaf kalau pendek ya.

Terima kasih yang sudah review.

Review kalian sangat berarti. Jd

keep review

yeah. Terimakasi juga untuk yg sudah fav fict

ini.

Signed review :

| BabyHimmie| Isnaeni Love Sungmin | Selukr |

VirXiaoLu | anisalu | HyunRa | RZHH 161220 II |

Su Hoo | NinHunHan5120 | hunhanminute |

Baekhyunnie | Nadera | strongbabyz | HunHanie

| rizky. | filutfiyani | .752 | Fuji jump910 |

IIIDiraLeeOh | HanazonoShofie2 | dearmykrishan

|meliarisky7 | valensia1630 | .50

Anonymous :

mikki miki | oh se-ha | hunhan | Secret A | guest

| guest | XiaoLuhan | hunhan shipper |

HunHanina | HunHanShip | shlover |

bubbleteahan | Park Haneul | Chans |

Youngnachoi | fairymoon | BabyLu | m1297 |

12420 | dee | Rakha Hun | deercho