Chapter 3 : My Itoko first mission
Tap.., tap..., tap..,
Derap langkah kaki terdengar dari kejauhan. Langkahnya terlihat pelan dan anggun. Seulas senyuman tak luput dari raut wajahnya. Matanya memandang ke arah ruang lobby sekolah. Dia berharap menemukan ruang kelas yang akan menjadi tempat menimba ilmu dan melaksanakan tugas dari kakeknya di sekolah ini.
Selama berjalan, pikirannya tertaut pada sebuah kilas balik antara dirinya dan keluarganya. Ingatan itu membuatnya bahagia. Sebuah memori yang tidak akan pernah terlupakan. Bukti akan jati dirinya.
Flashback
Vali Pov
Sebuah ingatan yang membuatku bahagia. Aku memikirkan hal yang telah terjadi kemarin. Membayangkannya saja membuatku tidak bisa henti – hentinya tersenyum.
Tanpa di duga, pertemuanku dengan salah seorang anggota keluargaku yang telah lama hilang. Naruto lucifer, pemuda yang cukup tampan dan merupakan sosok sepupu bagiku, membuatku terasa amat bersuka cita dan bahagia.
Sekian lama aku mencari siapakah jati diri keluargaku dan seperti apa rupa mereka, telah terbayar akibat pertemuanku dengannya. Malam itu akan menjadi saksi pertemuan kami.
Selembar demi selembar informasi aku dapatkan darinya. Ternyata, selama ini kakekku, Rizevim livan lucifer selalu mengawasi dan menjagaku dari balik bayangan.
Tentu saja, fakta itu membuatku senang. Sosok keluarga yang telah lama aku cari tidak kusangka lebih dekat dari pada yang aku duga. Mengharukan sekali untukku.
Selanjutnya, pertemuan orang tua angkatku dengan Naruto, menimbulkan berbagai macam fakta mengejutkan. Dia memberitahu bahwa aku bukanlah anak dari mereka. Akibat great war, kakek lebih memilihku bersama orang lain untuk sementara waktu hingga aku dewasa.
Tentu mereka mengerti maksudnya dan bersikap seolah – olah hari seperti ini akan datang. Mereka memang telah menceritakan kepadaku bahwa dulunya aku di temukan tepat di depan teras rumah. Orang tua angkatku memang tidak mempunyai keturunan. Tanpa berpikir apapun lagi, mereka mulai membawaku masuk dan merawatku hingga tak lama kami menjadi sebuah keluarga sampai sekarang.
Aku telah mengetahui hal itu sejak lama. Tinggal menunggu waktu hingga perpisahan ini datang dan aku kembali kepada keluargaku yang sesungguhnya. Meninggalkan orang tua angkat yang amat aku sayangi dan telah berjasa mengurus kehidupanku sejak kecil.
Sesaat.., hatiku merasa sedih, tetapi kejadian seperti ini memang harus terjadi. Aku bersama Naruto pergi dari rumah orangtua angkatku menuju ke tempat dimana kakekku berada.
Selama perjalanan, sebagai sepupu yang baik, Naruto selalu menghiburku dan menceritakan bagaimana sosok kakek selama ini. Dia bercerita bahwa kakek sangatlah baik dan selalu khawatir akan keadaan cucu – cucunya selama ini. Menyadari hal itu membuat relung hatiku terasa bahagia dan haru di saat bersamaan.
Tak terasa waktu telah berlalu. Aku dan sepupuku, Naruto, telah sampai di kediaman kakek. Rumah miliknya terlihat begitu luas sejauh mataku memandangnya. Bunga – bunga nampak menghiasi pelataran rumah dan berbagai dekorasi yang terbuat dari emas mendominasi. Di tengah – tengah pelataran rumah, terdapat sebuah air mancur yang amat indah berbentuk seorang wanita amat rupawan dan tergantung sebuah nama di dadanya. Lilith.., baca ku akan nama dari patung itu.
Setelahnya, kakek bersama para pembantunya datang menghampiri. Raut wajah miliknya tersenyum memandangiku dan tanganya membentuk sebuah lingkaran.
Pluk..,
Pelukan hangat aku dapatkan darinya. Setetes air mata jatuh dari pelupuk mataku. Sedih..., bahagia..., haru..., perasaan itu berkecamuk di dalam hatiku. Seolah - olah takdir kembali memberiku sukacita. Kakekku juga merasakan hal yang sama. Dia tengah menangis sepertiku. Akhirnya setelah sekian lama, aku sekarang dapat bertemu dengan keluarga asliku dan kembali bercengkrama bersama mereka. Usahaku memang tidak sia – sia.
Kemudian, selepas ku buka rasa rindu dan sedih selama ini. Kakek mengajakku masuk ke rumah, meninggalkan sepupuku yang telah menghilang entah kemana.
Obrolan dan canda tawa tak pernah lepas dari pembicaraanku dengan kakek sesampainya di dalam rumah. Dia juga bercerita, bahwa dulu ayahku, Elgard Lucifer dan ibuku, Elina Lucifer adalah salah satu anak kesayangan kakek setelah Alucio Minato Lucifer dan Kushina Lucifer, orang tua dari sepupuku, Naruto. Kata kakek, ayah dan ibuku merupakan salah satu sosok pahlawan bagi bangsa iblis. Mereka berkorban di saat great war terjadi dan meninggalkanku yang masih bayi waktu itu. Mengetahui hal itu, kakek membawa dan merawatku sementara sebelum diriku di berikan kepada orang tua angkatku.
Hatiku amat terkejut dan bersedih mendengarnya. Informasi dan fakta tentang orang tuaku telah didapatkan. Aku cukup senang mengetahui mereka ternyata berkorban dan menjadi pahlawan bagi bangsa iblis. Tetapi perkataan kakek selanjutnya membuat hatiku memanas.
Dia berkata bahwa pengorbanan mereka sia – sia lantaran bangsa iblis telah terpecah menjadi 2 kubu. Fraksi maou iblis lama dan Fraksi maou iblis baru. Mereka bersiteru tentang perpecahan wilayah iblis yang sebagian telah di rebut malaikat jatuh dan berita yang timbul akibat iblis dari clan lucifer berniat membangkitkan anggota miliknya dengan cara mengorbankan beberapa iblis muda.
Akibatnya, perang terjadi dan hampir seluruh populasi iblis menurun. Perang itu terjadi amat dahsyat dan mengorbankan masing – masing iblis berbakat dari ke 2 kubu, walau begitu.., kakekku yang merupakan pemimpin penyerangan kalah terhadap pemimpin kaum iblis baru yaitu Sirzech Gremory. Kakekku memang kalah tetapi di landasi luka lama yang timbul saat great war terjadi. Kemudian, kakek menyuruh anak buahnya mundur dan bersembunyi untuk sementara hingga saat ini.
Mendengar peristiwa yang di ceritakan oleh kakek, menimbulkan berbagai macam spekulasi di pikiranku. Apakah kakek berniat membangkitkan para lucifer dengan mengorbankan para iblis muda ?. Bukankah itu merupakan hal yang amat jahat ?. Tapi, kakek berkata jika dirinya melakukan itu demi mencapai tujuan yang telah dia impikan sejak dulu yaitu, kebangkitan para lucifer seluruhnya akan mendominasi semua makhluk yang ada di dunia ini dan menciptakan perdamaian.
Aku sempat ragu untuk membantu impian kakek. Tapi, sedikit memori buruk tentang keluarga membuat hatiku bergetar. Aku tidak ingin lagi merasakan kesepian dan kekosongan ini di dalam hatiku. Akan lebih baik jika aku berbuat hal yang jahat daripada kehilangan sosok yang amat berharga bagiku. Keluarga adalah hal yang utama dari apapun. Egois memang, tapi aku tidak ingin merasa kehilangan lagi. Pasti aku akan membantu kakek.
Kakek tersenyum tulus saat mengetahui aku akan membantunya. Dia memberitahuku rencana yang telah lama di susunnya. Rencana itu membuatku terkejut. Kakek menyuruhku untuk menyamar dan mendekati adik dari maou lucifer saat ini, yaitu Rias Gremory. Dia berharap aku dapat masuk dan menjadi salah satu anggota keluarga dari Rias Gremory demi menjadi mata – mata di dalam kalangan bangsa iblis.
Aku tentu menerima tugas itu. Semua kulakukan demi kebangkitan clan lucifer. Apapun akan aku lakukan demi mewujudkannya. Maka, Kuoh academy menjadi sasaran pertamaku berdasarkan informasi yang di dapatkan dari kakek. Di sinilah tugas ku akan di mulai.
Vali Pov End
Flashback End
Kelas XII E mulai terlihat, langkah kakinya berhenti tepat di depan kelas itu. Sejenak dia menghela nafas sesaat sebelum mengetuk pintu masuk.
Tok.., Tok.., Tok...,
Dari dalam, suara tanda pemberhentian pelajaran untuk sementara terdengar, lalu derap langkah kaki mendekati pintu masuk.
Pintu itu terbuka, menampakkan seorang guru paruh baya. Guru itu memandang Vali sesaat dan berkata kepadanya.
"Jadi kau murid baru itu ya ?, silahkan masuk dan perkenalkan dirimu,"
"Ya.., saya akan melakukannya,"
Vali menjawab dengan senyuman di wajah cantiknya. Kemudian mereka mulai melangkah memasukki ruang kelas. Selama berjalan, banyak murid terutama dari kaum adam menatap Vali dengan pandangan kagum. Dia yang menyadari hal itu hanya memasang raut wajah datar andalan miliknya.
Sesampainya di depan kelas, Sang guru memberi sebuah kode diam kepada seluruh murid. Setelah suasana hening, Vali mulai memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku Vali Rushifa, aku merupakan murid pindahan dari prancis, maaf jika singkat teman - teman, Yoroshiku,"
Perkenalan di lakukan begitu singkat. Dia menyadari bahwa target utamanya, Rias Gremory berada di kelas yang sama. Berarti rencana milik kakeknya berjalan lancar sejauh ini.
Vali Pov
Pandanganku tepat mengarah ke Rias Gremory. Ternyata benar, sesuai informasi yang di berikan oleh kakek, wanita itu memiliki rambut berwarna merah dan iris mata green emerald. Wajah miliknya cukup cantik seperti kebanyakan wanita pada umumnya. Tapi, aku juga merasa sebuah aura rival albion tak jauh dari tempat duduknya. Sensasi ini..., bukankah milik sekiryuutei. Aura itu muncul di sebelah Rias Gremory.
Aku memandang ke arah murid laki – laki yang berada di samping kiri Rias Gremory. Aura milik sekiryuutei sedikit menguar dari dalam tubuhnya. Tanpa terduga sama sekali, takdir kembali mempertemukan kami, para rival abadi. Mungkin, aku dapat mengambil keuntungan dengan mendekati mereka berdua. Kupikir itu rencana yang bagus dan sepertinya aku juga dapat bermain – main sedikit dengan mereka.
Vali Pov End
Setelah perkenalan yang Vali sampaikan, murid – murid yang lain menyadari suatu hal yang amat mengejutkan. Mereka semua tak menyangka mendapati satu kelas dengan murid yang berasal dari keluarga Rushifa yang terkenal amat kaya dan menjadi nomor 1 di dunia karena perusahaan milik keluarga itu, Rushifa corporation, mengembangkan banyak projek terutama di bidang sains dan teknologi untuk perkembangan dunia. Tentunya, para murid mulai bertanya mengenai hubungan Vali dengan keluarga Rushifa.
"Vali-san, bolehkah aku bertanya, apa hubungan antara kau dan keluarga Rushifa ?
Salah satu murid berbicara mewakili murid yang lain.
"Yah.., aku merupakan salah seorang anggota keluarga rushifa,"
Jawaban milik Vali membuat murid lainnya terkejut dan semakin penasaran.
"Jadi.., apakah kau kenal dengan CEO perusahaan Rushifa, yaitu Naruto Luciel ?,"
"Ya.., aku mengenalnya dan juga aku merupakan sepupu dari Naruto-niisama,"
Fakta yang di beritahukan Vali membuat seluruh murid gempar dan terkejut. Mereka bersorak kagum dan merasa bahagia. Sekelas dengan murid cantik seperti putri bangsawan sesungguhnya dan dia juga merupakan sepupu dari orang yang mendapat predikat sebagai seorang pengusaha termuda no 1 di dunia adalah keajaiban yang jarang terjadi. Mereka tidak boleh menyia-nyiakan Vali.
Kemudian, akibat suasana kelas yang mulai ramai di saat perkenalan Vali terjadi, Sang guru yang semenjak tadi berada di depan kelas dan terabaikan mulai marah.
Brakkk...,
Guru itu tiba – tiba mengebrak meja dan membuat seluruh murid kembali ke kursi masing – masing.
"Baiklah..., kalian semua harap diam dan untukmu Vali, bisakah kau duduk tepat di belakang Issei,"
Vali hanya menurut dan berjalan ke arah bangku yang telah di tunjukkan. Sampai di bangku, Issei yang berada di depannya mulai berbalik arah dan tersenyum ke arah Vali.
"Hai.., perkenalkan namaku Issei.., semoga kita bisa menjadi teman baik untuk ke depannya Vali-san,"
"Ya.., senang berkenalan denganmu Issei-san, mohon bantuannya juga,"
Issei dan Vali berkenalan secara singkat di sertai balas membalas seulas senyum di wajah mereka. Walau terlihat santai, jiwa Albion yang berada di dalam tubuh Vali sebisa mungkin menahan aura dan hasrat bertarung miliknya demi tugas yang di laksanakan oleh Vali.
Setelah perkenalan, mereka kembali fokus menghadap kedepan karena pelajaran akan di mulai. Tetapi, Issei tidak memperhatikan pelajaran dan asik bertukar pikiran dengan partnernya, Ddraig.
Issei Pov
Vali Rushifa, murid baru itu sungguh cantik. Raut wajah rupawan miliknya seperti malaikat dan lekuk tubuh serta asetnya yang wow itu. Aku tidak pernah berhenti memikirkannya. Jika di pikir – pikir, Kecantikan miliknya dengan Rias-chan berbanding sebelas – dua belas. Mungkin dia cocok sebagai kategori yang tepat untuk di masukkan ke dalam salah satu kerajaan haremku, Bagaimana menurutmu Ddraig ?.
'Terserah kau saja partner, mungkin aku setuju denganmu, wanita itu cukup cantik, tapi bisakah kau hilangkan sifat mesummu itu, kau membuatku merasa malu, bagaimana bisa Ddraig yang agung ini memiliki parner yang mesum sepertimu,'
Jadi Ddraig sependapat denganku, tapi apa – apaan kata – kata itu. Apakah dia menyesal memiliki partner sepertiku ?. Cih..., Dasar Ddraig sialan, memang benar di dunia ini tidak ada yang mengetahui apa itu surga dunia selain Azazel-sensei.
Issei Pov End
Time Skip
Bel tanda pulang telah berbunyi sejak tadi. Para murid telah pulang ke rumah mereka masing – masing, membuat suasana kelas menjadi sepi. Sementara itu, Vali yang masih berada di dalam kelas segera bangkit dan pergi menuju ke gedung lama yang berada di belakang sekolah.
Derap langkah kakinya menjadi pelan sesampainya di pelataran gedung lama. Dia ingin memastikan jika keadaan aman terlebih dahulu sebelum aksi memata – matainya dimulai.
Sesudah di rasa aman, dia mulai mengeluarkan sepasang sayap naga dan terbang menuju ke samping jendela luar gedung tempat para anggota keluarga Rias Gremory berkumpul menurut aura iblis yang di rasakan oleh Albion. Dengan cermat, dia mendengarkan pembicaraan yang terjadi di dalam.
Inside Room
"Ara – Ara ~, Jadi bagaimana menurutmu, bouchou, soal murid baru itu ?,"
Seorang gadis bersurai ponytail mulai membuka topik pembicaraan. Mereka tengah mengadakan rapat harian seusai pulang sekolah.
"Yah.., aku merasakan dia hanya manusia biasa Akeno,"
"Hm.., jadi begitu ya, lalu bagaimana dengan pencarian anggota kita yang lain, bukankah kau ingat bahwa pertarungan para iblis muda tinggal 1 bulan lagi,"
"Tentang itu kau tenang saja, aku memiliki beberapa kandidat lain,"
"Kalau begitu, aku serahkan padamu bouchou, fufufu~,"
Setelah perbincangan itu, mereka mulai mengganti topik membahas tentang keseharian dan pengumpulan kontrak iblis.
Vali Pov
Pertarungan para iblis muda. Jadi para iblis telah membuat sebuah turnamen ajang bakat. Mungkin lebih baik bagiku untuk segera mendekati Rias dan mencoba untuk menjadi salah satu anggota keluarganya. Dengan begitu, mendapatkan informasi dari bangsa iblis akan mudah nantinya.
Vali Pov End
Perbincangan Rias bersama anggota keluarganya membuat Vali mendapat sebuah informasi. Fakta yang di dapat tentang pertarungan para iblis muda bisa menjadi informasi yang bagus untuk rencana kakek ke depannya.
Tapi.., saat dia mulai memata – matai lagi, tanpa di sengaja, segel barrier yang di pasang Rias bersama anggota keluarganya berbunyi dan membuat Vali harus menyudahi tugas mata – mata miliknya. Dia menghilang dengan sebuah sihir teleport yang berada di bawah kakinya menuju ke depan pintu gerbang sekolah.
Tak lama kemudian, Rias bersama anggota miliknya berdatangan dan memeriksa apa yang telah terjadi.
Vali muncul tepat di depan gerbang sekolah, tak di sangka, sepupunya Naruto, telah menunggunya di dalam sebuah mobil supersport Pagani Zonda R berwarna hitam. Dia melangkah menghampiri sepupunya itu. Naruto yang memandang Vali mulai mendekat segera berbincang dengannya.
"Bagaimana dengan tugas pertamamu ?, Vali-chan,"
"Cukup buruk Naruto-nii, aku hampir ketauan tadi,"
"Tapi kau tidak apa – apakan ?, apakah kau terluka ?,"
"Aku tidak kenapa – napa, Naruto-nii, selebihnya aku mendapatkan sebuah informasi yang mungkin bermanfaat bagi rencana kakek,"
"Memangnya apa itu ?,"
"Begini Naruto-nii, berdasarkan hasil memata – mataiku, aku menemukan fakta bahwa bangsa iblis akan melaksanakan sebuah turnamen pertarungan antar iblis muda kira – kira 1 bulan lagi,"
"Informasi yang bagus, kau cukup baik jika menjadi mata – mata, Vali-chan, lalu bisakah kau ceritakan detailnya di perjalanan, aku ingin mengajakmu menemui seseorang,"
"Baiklah..., Naruto-nii, tapi siapa orang itu ?,"
"Hm.., kau mungkin akan menyukainya nanti,"
Kemudian.., Naruto mulai menyalakan mobil miliknya setelah Vali masuk. Lalu mereka pergi menuju ke tempat yang dia katakan.
TBC
Chapter 3 Uptade.
Hasil kerja keras sepupuku yang telah menjadi assistan untuk chapter 3 ini.
Aku sangat berterima kasih kepadamu kakak (Pename : Rubinart, jangan lupa fav dan foll ceritanya guys).
Sry kalo udah nunggu terlalu lama. Memang uptade sangat jarang berhubung author terlalu sibuk di dunia nyata + sampai harus nitip cerita ke sepupu.
Baiklah..., singkat saja. Aku gak ingin mengulas lama - lama.
Buat plot cerita, di sini akan ada berbagai macam sudut pandang entah itu dari pihak naruto maupun pihak musuh. Aku tidak ingin membuat alur yang seakan selalu mendukung tokoh utama. Menurutku itu terlalu monoton dan aku juga ingin membuat gaya baru.
Gimana nih menurut kalian ? terkesan aneh / membingungkan / atau malah bagus ? Coba ya kasih saran dan kritik di review. Hal itu bisa menjadi penunjang untuk kedepannya.
Soal Vali. kek ya aku udah fix tidak akan membuat Vali pair ama Naruto. Masa nanti incest, kan aneh (menurutku sih). Kalau buat Naruto pair single atau harem bisa di diskusikan.
Nanti juga, buat yang nanya kemana Nakkiri Erina. Dia sedang mengurus rumahnya Naru. Jadi kalo ada yg cari bisa tanya ama calon suaminya hihihi.
Nih ada juga profil karakter yang pasti akan bertambah seiring berjalannya cerita.
Profil Characters
1. Name : Alverne Alucio Naruto Luciel (Alias : Naruto Lucifer)
Appearance : Seperti cover (waktu jadi iblis rambut jadi warna silver/perak dan matanya berwarna merah ruby).
Abillty : Phantasm Dimension (Dimensi khayalan / ilusi)
Sacred gear : Elemental Lord
Weapon : ?
Race : Demon or ?
2. Name : Erina Nakkiri
Appearance : Erina Nakkiri (Shokugeki no soma)
Abillity : ?
Sacred gear : cooking mastery
Weapon : ?
Race : Human
3. Name : ? (Alias : Baal) (Notes : belum dapet nama samaran yang cocok nih #btw ada yg bisa bantu gak ?)
Appearance : Akashi seijuro (Kuroko no basuke)
Abillity : ?
Sacred gear : ?
Weapon : -
Race : Demon
4. Name : Vali Lucifer
Appearance : La Folia Rihavein (Strike the blood
Abillity : ?
Sacred gear : Divine dividing (Hakuryuukou)
Weapon : ?
Race : Demon
Ok cukup segini dariku. Maaf kalo gak bisa balas review kalian satu persatu. Author lagi sibuk dengan kehidupan nyata.
Jangan lupa ya buat favorite,follow, dan juga review kalian. Itu bisa jadi pembuat semangat bagiku saat menulis dan terus uptade !
Satu lagi...,
Selamat Hari Lebaran Bagi Yang Menjalankan..,
Bila aku selaku author punya banyak salah mohon maaf ya :)
~Sampai Jumpa Lain Waktu~
Note : Menulis hanya sebuah media untuk menyalurkan sebuah ide gagasan dan kreatifitasku. Entah baik atau buruk, semua tergantung kepada para pembaca.
