Tittle : I CAN'T BRING YOU BACK
Cast : Yunjae And Other
Genre : Drama/Romance/Family/Angst
Cast bukan milikku
Tapi cerita milikku
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
"Aku Kim Jaejoong" jawab namja itu yang ternyata adalah Jaejoong dan kemudian menjabat tangan Changmin. "Sekali lagi aku berterimakasih padamu, jika tanpa dirimu mungkin aku sudah kebingungan untuk membayar semua belanjaan ini" tambahnya.
"Kupikir juga begitu. Tapiii…" putus Changmin membuat Jaejoong sedikit penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Changmin selanjutnya. "Aku ingin meminta balas budi darimu" ucap Changmin dengan sedikit senyuman.
"Mwo? Ma-maksudmu aku juga akan membayar belanjaan milikmu?" tanya Jaejoong bingung.
"Ani, bukan itu. Nanti akan aku jelaskan padamu, otte?" usul Changmin.
"Ah aku masih tidak mengerti apa maksudmu" ujar Jaejoong.
"Kau selesaikanlah dulu acara belanjamu, aku tunggu kau diluar" ujar Changmin dan meninggalkan Jaejoong yang terbengong melihat tingkahnya.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
"Jadi kau orang baru disini?" tanya Jaejoong sedikit penasaran ketika mereka tengah duduk bersama di sebuah Caffe.
"Tidak, Aku baru saja pindah, baru beberapa hari, maka dari itu aku memintamu untuk menemaniku menghafal daerah sekitar sini, banyak yang berubah setelah aku tinggalkan selama 7 tahun" papar Changmin panjang lebar.
"Aku.."
"Jika kau tidak bisa tidak apa-apa, tapi bolehkah aku menjadi temanmu, hn?" tanya Changmin dan menopang wajahnya di atas meja.
"Tidak ada yang salah bukan jika kita berteman. Aku juga bisa menemanimu menghafal daerah sekitar sini. Tapi, aku juga punya kesibukan, jika aku bisa aku akan menemanimu" jawab Jaejoong.
"Kalau begitu aku akan menghubungimu dulu nanti, hehehe"
Selanjutnya terjadilah obrolan menarik diantara keduanya bahkan sempat saling bertukar nomor handphone. Changmin dan Jaejoong mudah mengakrabkan diri mereka masing-masing, bahkan terlihat seperti teman lama yang sedang berkumpul bersama.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
"Darimana saja kau baru menapakkan kakimu, hn?" tanya Yunho dingin ketika tahu Jaejoong baru saja membuka pintu rumah, Yunho sama sekali tidak menoleh atau melirik kearah Jaejoong dan tetap menatap layar televisi.
Wait! Ini masih sore, apa kau tidak salah bertanya?
Bahkan kau yang pulang larut malam apa tidak keterlaluan?
"Aku baru pulang berbelanja karna persediaan didapur sudah mulai habis, apa kau ingin aku masakan sesuatu, Yun?" tanya Jaejoong berjalan menuju dapur.
"Tidak usah, aku sudah makan bersama clientku" benar Yunho memang sudah makan, tapi dengan Ahra.
"Hm, Baiklah" jawab Jaejoong singkat.
Sebenarnya Jaejoong tidak ingin ada jarak antara dirinya dengan Yunho. Tapi mau dikata apalagi jika Yunho sendirilah yang membuat jarak itu, bahkan semakin jauh. Jaejoong merapikan belanjaannya dengan wajah tidak bersemangat. Pergerakan Jaejoong sedikit limbung, tubuhnya lelah dan kepalanya sedikit pusing.
Tubuhnya mudah sekali lelah dan merasa pusing akhir-akhir ini, mungkin saja sikap Yunho yang semakin hari semakin buruk saja, yang secara langsung mempengaruhi tubuh dan pikirannya. Jaejoong bersandar pada meja makan yang tak jauh darinya. Dilihatnya kembali pekerjaannya yang belum semuanya rapi, Jaejoong berniat untuk menyelesaikannya dan beristirahat untuk menenangkan pikirannya. Tubuh Jaejoong kembali limbung, dengan kesadaran yang perlahan mulai hilang, hingga Jaejoong membiarkan tubuhnya terjatuh diatas lantai dapur.
PRANG~
Suara pecahan sebuah benda dari arah darpur membuat Yunho sedikit terkejut. Sedikit penasaaran, Yunho berjalan menuju dapur. Yunho mendesah panjang ketika mendapati Jaejoong telah tergeletak dengan wajah yang pucat pasi.
"Merepotkan" ucap Yunho singkat.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
Mata bulat Jaejoong mengerjap dengan perlahan, matanya melirik kesekitar ruangan. Seingatnya tadi, dia berada di dapur, tapi kini dia sudah berada di dalam kamarnya. Kesadaran yang belum sepenuhnya didapat, Jaejoong memaksakan diri untuk berfikir apa ini semua Yunho yang melakukannya? Lalu kemana Yunho pergi.
Jaejoong berjalan keluar dari kamarnya. Sepi, tidak ada tanda-tanda seorangpun disini. Jaejoong melirik jam dinding yang berada di ruang keluarga. Sudah pukul 8 malam? Cukup lama juga dirinya pingsan. Tapi kemana Yunho? Apa dia pergi? Jaejoong memilih untuk kembali kedalam kamarnya untuk membersihkan diri melupakan beban pikirannya sejenak.
Sementara itu di Mirotic Bar
"Sudah kubilang hentikan. Yun!" bentak seorang namja seraya merebut gelas dari tangan Yunho.
"Berikan itu padaku, Yoochun-ah" gerutu Yunho dan berusaha merebut kembali gelasnya dari tangan Yoochun.
"Seharusnya kau berfikir bagaimana caranya kau menyelesaikan masalahmu, Bodoh!" bentak Yoochun lagi.
Pasalnya dia terkejut dengan apa yang baru saja diutarakan oleh Yunho, sebuah kalimat pada Yoochun bahwa dia kan menceraikan Jaejoong. Yoochun tidak habis pikir dengan jalan pikiran temannya yang satu ini, seperti dia tidak menemukan Yunho yang dulu. Yang Yoochun tahu, dia merupakan pribadi yang lembut dan selalu mengutamakan Jaejoong saat mereka masih dalam masa pacaran bahkan sampai menikah, sebelum 3 bulan ini berlalu tentunya.
"Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Jaejoong, huh? Dia istrimu, Yun" marah Yoochun lagi.
"Istri tidak berguna. Bahkan dia, huk! Bahkan dia tidak bisa, huk! Memberikanku seorang anak, Dia huk! mandul" jawab Yunho santai ditengah cegukannya dan menyambar bier menggunakan botol.
"Kau bahkan belum memeriksakan diri kalian, Jaejoong yang bermasalah atau dirimulah yang bermasalah hingga itu sebabnya kalian belum memiliki seorang anak" selidik Yoochun.
"Jangan asal bicara, mana mungkin huk! Aku bermasalah. Jadi… Lebih baik aku men- Huk! Ceraikannya dan menikahi Ahra"
"Dimana perasaanmu, bodoh?! Bahkan Ahra bukan yeoja baik-baik dan kau lebih memilih dia?!"
"Jaga bicaramu, huk! Kau tak tahu apapun tentang Ahra" jawab Yunho yang masih setengah sadar.
"Aku menyesal menemuimu disini hanya untuk mendengar dan melihat tingkah konyolmu" geram Yoochun akhirnya meninggalkan Yunho sendiri didalam bar.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
Seperti pagi biasanya belakangan ini, Jaejoong sendiri, tidak ada Yunho yang menyapanya, tidak ada lagi kehangatan yang tercipta dipagi hari. Jaejoong berjalan menuju kamar mereka dan melihat kedalam kamar mereka yang telah kosong setelah semalam Jaejoong memilih mengurung diri dikamar tamu untuk menghindari Yunho. Jaejoong tahu Yunho semalam pulang, tapi Jaejoong lebih memilih untuk tidak menemuinya ketimbang harus menerima perlakuan kasar dari suaminya. Kini Yunho sudah menghilang dari rumah, sebelumnya Jaejoong sempat sedikit mengintip ketika Yunho terlihat sedang terburu-buru hingga tidak menyentuh sarapan yang telah Jaejoong siapkan. Tidak mau lagi ambil pusing Jaejoong segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap menuju butik.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
2 Mounth Later~
.
"Aku senang sekali kau mau menemaniku saat jam senggang seperti ini" ucap Changmin.
"Kau ini, santai saja denganku. Dan kau sering sekali berkunjung ke butikku dan melihat-lihat disini, jangan katakan kau akan menggukan pakaian pengantin dari butikku untuk kau gunakan saat pernikahanmu nanti? Benarkan?" tebak Jaejoong.
"Kau bisa saja, bahkan aku sendiri belum mempunyai orang yang akan menjadi pasanganku nanti" jawab Changmin dengan sedikit kekehan. "Ah tapi aku pasti akan mengatakan perasaanku padanya"
"Jangan terlalu percaya diri, belum tentu dia menerimamu" ledek Jaejoong.
Hari ini seperti biasa, Changmin berkunjung ke butik milik Jaejoong sekedar untuk berbincang. Sudah lebih dari 2 bulan pertemanan Changmin dan Jaeoong terjalin, bahkan Changmin secara terang-terangan sering mengajak Jaejoong untuk pergi bersamanya. Sedangkan rumah tangga Jaejoong dengan Yunho yang tidak diketahi oleh Changmin (sebab Changmin tidak pernah bertanya akan hal itu) masih dikatakan belum membaik bahkan jarak semakin jauh diantara keduanya, hal ini membuat Jaejoong kecewa dan menerima tawaran untuk pergi bersama Changmin untuk sekedar melupakan beban pikirannya sejenak (Pikirnya)
"Jaejoong-ah.."
"Ne?"
"Ada yang ingin aku katakan padamu" ujar Changmin ragu.
"Apa itu, Hyung?"
"Sebenarnya aku-"
"Hyung~" panggil Junsu yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan Jaejoong membuat Changmin memutuskan kata-katanya. "Oh, mianhae.. Aku tidak tahu kau sedang disini, Changmin Hyung" sesal Junsu dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Ah gwaenchanna" jawab Changmin.
"Ada apa Su-ie?" tanya Jaejoong kemudian.
"Diluar ada sepasang calon pengantin yang sedang mencarimu, dia bilang ingin menanyakan desain baru yang belum kita buat" jawab Junsu kemudian.
"Baiklah, katakan pada mereka bahwa aku akan menemuinya nanti" jawab Jaejoong.
"Ok kalau begitu aku keluar dulu" jawab Junsu dan membungkukkan tubuhnya sebelum menghilang dibalik pintu.
"Ohya, Hyung. Apa yang ingin kau katakan tadi?" tanya Jaejoong pada Changmin.
"Ah i-itu, sebenarnya aku ingin mengajakmu untuk makan malam. Apa kau bisa?"
"Malam ini?" tanya Jaejoong meyakinkan dan diangguki oleh Changmin. "Jika aku bisa, aku akan mengabarimu nanti, Hyung" jawab Jaejoong seraya tersenyum.
"Baiklah kalau begitu" ucap Changmin dan melihat kearah jam tangannya. "Sepertinya aku harus segera kembali kerumah sakit, sampai nanti" ucap Changmin dan diikuti oleh Jaejoong. "Kutunggu kabar darimu secepatnya" tambahnya setelah membalas senyuman Jaejoong kemudian berjalan keluar dari ruangan Jaejoong.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
"Kau tahu, Hyung?"
"Wae?"
"Jika ku lihat Changmin Hyung-"
"Wae wae? Kau menyukainya eoh?" potong Jaejoong sebelum Junsu menyelesaikan kalimatnya.
"Ish.. Bukan itu, Hyung.. Kulihat sepertinya dia menyukaimu" celetuk Junsu.
"Yah, itu tidak mungkin" bantah Jaejoong.
"Aku serius, Hyung. Kupikir.. Mungkin dia lebih baik dibandingkan Yunho Hyung" ujar Junsu membuat Jaejoong menghentikan pergerakan tangannya yang tengah menjahit payet-payet kecil.
"….."
"Mianhae.. Hyung.." lanjut Junsu ketika melihat ekspresi Jaejoong yang mendadak terdiam. "Hyuuung~" panggil Junsu seraya menyentuh tangan Jaejoong.
"Ah.. Gwaenchanna" jawab Jaejoong kemudian melanjutkan aktivitasnya.
"Apakah.. Apakah Changmin Hyung tahu kau sudah menikah?" tanya Junsu ragu-ragu.
"Belum.." jawab Jaejoong singkat.
"Hmm.. Begitu ya, sudahlah aku tidak akan membahasnya lagi, kurasa kau tidak menyukai topicnya. Aku jadi tidak enak padamu" sesal Junsu.
"Kau ini seperti baru mengenalku saja, Su-ie"
Keduanya sama-sama tersenyum dan melanjutkan kegiatan mereka merancang gaun indah berwarna putih yang bisa dilihat hampir 80% terselesaikan. Sesekali candaan terlontar dari bibir keduanya dan itu berlangsung hingga 2 jam lamanya.
"Hyung, tidakkah kau beristirahat saja dirumah hari ini? Wajahmu pucat akhir-akhir ini, kau terlihat dalam keadaaan tidak baik sekarang. Apa kau merasa pusing atau tidak enak badan? Pulanglah, Hyung.. Biar aku yang menutup butiknya nanti" ujar Junsu ketika melihat wajah Jaejoong.
"Mmm.. Sedikit, tapi aku baik-baik saja" jawab Jaejoong dan meyakinkan Junsu dengan senyuman.
"Kau yakin?" tanya Junsu lagi.
"Kau ini, aku baik-baik saja…. Oh?!" Jaejoong tersentak ketika handphone dalam saku celananya bergetar.
"Apa Yunho Hyung sudah membalas pesanmu?"
"Ani, ini bukan Yunho.. Ini Changmin" ujar Jaejoong dan melihat pesan masuk dari Changmin. "Dan sepertinya Yunho akan pulang larut malam seperti biasanya" lanjutnya.
"Yunho Hyung itu benar-benar sudah kelewat batas. Andai aku menjadi dirimu, mungkin aku sudah meminta cerai darinya" sungut Junsu.
"Sudahlah, Su-ie. Jangan memanas-manasiku"
"Ok ok.. Aku diam.. Dan perlu kau catat, Hyung. Aku tidak sedang memanas-manasimu" bela Junsu.
"Jika kau tidak sedang memanas-manasiku, bisa kah kau diam? Atau mengganti topic lain? Kesal Jaejoong.
"Baik… Baik… Tapi, Hyung. Apa kau akan menerima ajakan Changmin Hyung untuk makan malam?" tanya Junsu lagi.
'Banyak tanya' batin Jaejoong. "Kau ingin tahuuuuuuu saja" jawab Jaejoong seraya mencebil gemas hidung Junsu dan pergi meninggalkan namja gembul itu sendirian merancang gaun.
"Yah! Hyung!" pekik Junsu namun Jaejoong tak mengindahkannya dan memilih masuk kedalam ruangannya.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
Disinilah sekarang, di JJ Caffe Changmin dan Jaejoong berbagi banyak cerita hingga pukul 7 malam. Tidak, Jaejoong tidak berbagi cerita perihal pernikahannya pada Changmin sama sekali. Berkali-kali Jaejoong merasa kewalahan mencari topic pembicaraan. Beruntunglah Changmin selalu menemukan topic baru sebagai bahan perbincangan.
"Aku akan mengenalkannya denganmu" ujar Changmin.
"Jeongmal? Ah.. kalian pasti sangat dekat benarkan?" jawab Jaejoong.
"Wait.. Wajahmu?" tanpa ragu Changmin menyentuh pipi pucat Jaejoong.
"Wae, Hyung?"
"Apa tidak sebaiknya aku mengantarmu pulang saja? Wajahmu pucat" ujar Changmin khawatir.
"Gwaenchanna, Hyung" jawab Jaejoong halus dan menurunkan tangan besar Changmin dari pipinya.
"Apa kau sudah memeriksakan keadaanmu? Atau kau mau aku yang memeriksamu?" tawar Changmin.
"Jangan bercanda, Hyung. Kau itu seorang dokter kandungan" tolak Jaejoong dengan halus.
"Aku bisa, sebab dulu aku juga belajar mengenai penyakit umum" jawab Changmin mantap.
"Tidak perlu, karna aku baik-baik saja. Dan mengenai kau akan mengantarku pulang, itu tidak perlu. Aku akan naik kendaraan umum saja untuk mengambil mobilku di butik"
"Kau ini keras kepala sekali" dengus Changmin seraya mencubit gemas pipi Jaejoong.
"Ash.. Appo, Hyuuungg~ Aku ini bukan anak kecil lagi" rengek Jaejoong.
Ah sungguh manis. Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah menikmati kencan mereka, begitulah kesimpulan orang-orang disekitar mereka. Hanya saja, apa yang orang-orang lihat tidak seperti yang mereka pikirkan.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
"Jeongmal? Ah aku tidak sabar Oppa" ucap Ahra seraya bergelayut manja di tangan kekar Yunho.
"Apapun yang kau inginkan" ujar Yunho.
"Temani aku juga untuk perawatan, ne?"
"Kau tinggal hubungi saja aku"
Percakapan kedua sejoli (mianhae T.T) itu terus berlanjut sampai mereka memasuki pintu sebuah Caffe. Ahra yang sejak tadi merangkul mesra lengan Yunho membuat iri beberapa pasang mata yang melihat mereka. Mata tajam Yunho melihat sekeliling ruang Caffe mencari meja kosong untuk ditempatinya bersama Ahra.
"Yunho-ah!" panggil Changmin sedikit keras hingga Yunho menolehkan kepalanya.
Seketika itu juga Jaejoong yang tengah berjalan sedikit dibelakang Changmin sembari sedikit menundukkan kepalanya karena menahan pusing langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar Changmin menyerukan nama yang sangat familiar ditelinganya. Kedua pasang mata itu bertemu dan mengejutkan keduanya. Yunho dan jaejoong sama-sama tidak percaya dengan pemandangan apa yang ada di depannya sekarang. Sangat kebetulan ketika Jaejoong dan Changmin hendak meninggalkan JJ Caffe, Yunho datang bersama Ahra. Dan lebih parahnya lagi, Jaejoong melihat tangan Ahra yang tengah menggandeng mesra suaminya. Sementara Ahra tengah menunjukkan senyum liciknya pada Jaejoong.
"Jadi ini istrimu?" tanya Changmin membuat YunJae tersadar dari lamunanya. "Cantik sekali" tambah Changmin.
"A-a itu-"
"Ternyata kau sudah memberikan cincin itu pada istrimu?" Pas di jarinya bukan?" potong Changmin setelah melihat cincin yang Yunho pesan tersemat di jari Ahra.
Tidak, Changmin salah paham.
Sedangkan Yunho?
Oh God! Bahkan dia sendiri bingung akan menjawab apa.
'Cincin? Istri? Apa maksudnya ini?' batin Jaejoong menjerit.
"Kenalkan aku Shim Changmin, teman masa kecil Yunho" kemudian Changmin mengulurkan tangannya pada Ahra.
"Go Ahra" jawab Ahra singkat seraya tersyum dan menbalas jabatan tangan Changmin.
"Ohya, Jae.. Kenalkan, ini Yunho. Teman yang akan aku kenalkan padamu" ujar Changmin.
"Bisakah aku pulang lebih dulu, Hyung? Kepalaku pusing" ujar Jaejoong tanpa menghiraukan perkataan Changmin.
"Tapi-"
"Kalau begitu aku permisi" amit Jaejoong dan berjalan meninggalkan Yunho, Changmin dan Ahra.
"Jae~" panggil Changmin namun Jaejoong tidak menoleh sama sekali. "Ah.. Sepertinya lain kali kita lanjutkan, aku permisi" pamit Changmin seraya menepuk pelan lengan Yunho dan berlari kecil mengejar Jaejoong.
"Oppa gwaenchanna?" tanya Ahra yang khawatir (?) melihat ekspresi wajah Yunho yang sulit ditebak.
"Gwaenchanna" jawab Yunho singkat moodnya benar-benar rusak sekarang.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
"Jae-ah.. Ada apa denganmu?" tanya Changmin setelah mengejar dan menahan lengan Jaejoong yang sudah sedikit menjauh dari JJ Caffe. "Waeyo? Kenapa kau pergi begitu saja? Apa kau mengenal mereka? Ma-maksudku apa kau mengenal Yunho?" dengan cepat otak cerdasnya mampu menebak keadaan yang saat ini terjadi.
"Bisa lepaskan aku?" tanya Jaejoong dengan linangan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
"Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku" tolak Changmin yang saat ini masih menggenggam lengan Jaejoong.
"Dia suamiku" jawab Jaejoong yang tiba-tiba saja menjadi dingin. "Aku sudah menjawabmu, sekarang lepaskan aku"
Sreeettt~
Dengan kasar Jaejoong menarik tangannya dari genggaman Changmin. Jaejoong berjalan dengan gontai dengan menutupi mulutnya berharap isakkannya tidak mengganggu orang-orang sekitar yang melintas. Sedangkan Changmin hanya bisa terdiam dengan tatapan kecewan dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Jaejoong.
"Suami? Jadi selama ini?" ucap Changmin entah pada siapa.
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
Jaejoong mengendarai mobil pribadinya dengan kecepatan cukup tinggi. Emosinya memuncak, sedari tadi saat dia menaiki taxi menuju butik untuk mengambil mobilnya, airmata Jaejoong tidak henti-hentinya turun dengan bebas. Jaejoong memang mencium aroma perselingkuhan suaminya sejak lama meskipun tidak melihatnya secara langsung, namun Jaejoong mencoba bersabar dan berharap Yunhonya akan berubah. Tapi yang dia lihat tadi benar-benar menyakitkan bahkan Jaejoong tidak tahu harus mengatakan bahwa Yunho itu adalah… Entahlah, berengsek, bajingan atau semacamnya. Jaejoong hanya bisa tersenyum getir dibalik wajah pucatnya serta airmata yang semakin membanjiri wajahnya. Masih, Jaejoong masih melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi memecah keramaian malam kota dan tidak memperdulikan umpatan pengguna jalan lain yang terkejut akibat ulahnya.
Sungguh Jaejoong tidak peduli dengan sekitarnya bahkan dengan keselamatan dirinya sendiri. Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana dia dapat menenangkan diri.
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? See You The Next Chapter~
.
-I CAN'T BRING YOU BACK-
.
.
TBC
.
.
Chapter 2 Finish ^^
Read & Review, Please
Komentar dan saran dari kalian
Itu bisa menjadi masukan buat nadal
Lanjut?
