Tittle: Twins

Cast: Cho Kyuhyun, Kim Kibum, and others

Genre: Drama, family, brothership, friendship...

Rate: T

Disclaimer: Cerita ini milik saya untuk castnya saya cuma minjem nama member SJ untuk memudahkan saya dalam berimajinasi.

Warning: GS untuk Umma KiHyun, cerita yang absurd, bahasa yang acak adul dan typos harap dimaklumi^^

.

.

.

~Secret~

.

Langit tampak gelap lebih dari biasanya. Sore itu terlihat mendung bergelayut menunggu menjadi titik-titik air yang siap jatuh kapan saja. Seorang remaja dengan pakaian hitam tampak masih setia berdiri disebuah pemakaman. Sejak sepuluh menit yang lalu hanya itulah yang dilakukan oleh remaja yang memiliki wajah tampan namun minim ekspresi itu. Berdiri dan menatap kosong satu makam yang ada didepannya dengan sebuket bunga lily putih ditangan kirinya.

Lima belas menit berlalu, remaja itu berjongkok dan meletakkan buket bunga lily yang dibawanya diatas makam yang bertuliskan nama...

Kim Kyuhyun

Lahir: 13 february 2000

Wafat: 03 february 2001

Kibum, remaja itu berdiri dan meninggalkan area pemakaman setelah meletakkan buket bunga lily yang dibawanya.

.

.

.

~Secret~

.

13 february 2000

Samsung International Hospital

Oek...oek...oek...

Tidak ada yang lebih menggembirakan seorang ibu selain suara tangisan bayi yang barusaja dilahirkannya. Begitupun yang dirasakan oleh pasangan suami istri Kim Kangin dan Park Jungso. Apalagi mereka menyambut kedatangam dua bayi kembar identik mereka. Bayi mungil yang mereka berinama Kim Kibum dan Kim kebahagiaan itu semakin berlipat. Namun bahagia itu tak berlangsung lama ketika akhirnya dokter memfonis sibungsu, Kim Kyuhyun menderita kelainan pada jantungnya.

" Dia tidak akan bertahan lama, dan jika Tuhan mengijinkannya untuk tetap bertahan hingga dewasa maka itu hanya akan menyakitinya"

Dokter bukanlah Tuhan, tapi lewat dokterlah mungkin Tuhan ingin menyampaikan kabar duka itu. Namun keluarga Kim tidak menyerah begitu saja dengan vonis yang dokter berikan. Segala cara pengobatan yang dianjurkan oleh dokter sudah mereka coba. Ditengah cobaan penyakit yang diderita bungsu keluarga Kim, perusahaan justru diambang kebangkrutan. Ditambah biaya pengobatan yang tidak sedikit membuat keuangan mereka semakin memburuk.

Akhirnya Kangin sebagai kepala perusahaan memutuskan untuk memberhentikan sebagian karyawannya. Tidak sedikit diantara mereka yang terkena PHK melayangkan protes. Salah satu diantaranya adalah Cho Jongwon. Karyawan biasa yang mengandalkan hidupnya dari gaji bulanan yang ia dapat. Sekarang usia kandungan istrinya sedang memasuki bulan ketujuh, bagaimana dia harus membiayai istri dan anaknya kelak.

" Saya mohon presdir, ijinkan saya tetap bekerja" mohon Jongwon saat berhasil menemui Kangin. Tapi Kangin yang barusaja menerima kabar putra bungsunya kembali masuk rumah sakit tidak menghiraukan keberadaan Jongwon dan memutuskan untuk segera pergi membuat laki-laki itu terus mengejar mobil atasannya yang baru keluar dari area parkir.

" Presdir, berbelas kasihlah pada kami!" Teriak Jongwon saat mobil Kangin tak juga berhenti. Namun sebuah panggilan telepon yang masuk dari nomer yang sudah sangat dikenalnya menghentikan aksi nekatnya mengejar mobil atasannya itu.

" Yeoboseyo" raut wajahnya tampak terkejut setelah menerima panggilan itu. Jongwon segera menghentikan taksi untuk menuju rumah sakit. Istrinya akan segera melahirkan. Bukankah tadi barusaja dikatakan usia kandungan istrinya baru menginjak tujuh bulan?

03 february 2001

" Mianhae Kangin-ah, putramu tidak bisa kami selamatkan" sesal dokter Shin Donghee memberitakan kabar duka untuk sahabatnya.

Hari itu tepat setahun kurang sepuluh hari keluarga Kim berduka. Mereka tak akan pernah bisa lagi mendengar tangisan dari maknae keluarga Kim. Kim Kyuhyun dinyatakan meninggal diusia setahun kurang sepuluh hari tepat dimana hari itu juga tanggal 03 februari seorang bayi mungil terlahir kedunia.

Secret

Malam itu Kangin dan Leeteuk barusaja pulang dari pemakaman putra bungsunya saat tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara tangisan bayi. Mobil berhenti tepat didepan rumah mereka yang sudah tak memiliki penjaga. Kangin sudah memberhentikan penjaga rumah dan para pelayannya sejak perusahaannya bermasalah. Kibum yang sekarang menjadi putra tunggal mereka sejak kepergian kembarannya terlihat terlelap dalam gendongan eommanya. Keduanya turun dan terkejut menemukan bayi yang diletakkan didepan pintu rumah mereka begitu saja. Leeteuk segera menyerahkan Kibum pada Kangin dan langsung memungut bayi mungil itu.

" Siapa yang tega membuang bayi ini?" Tanya Leeteuk entah pada siapa. Dia dan Kangin mengedarkan pandangannya kesekitar tapi tak menemukan siapapun.

" Apa yang harus kita lakukan dengan bayi mungil ini yeobo?" Ucap Leeteuk meminta pendapat suaminya

" Kita laporkan dan serahkan pada polisi"

" Dan membiarkan mereka membawanya kepanti asuhan? Tidak!" Ujar Leeteuk tak setuju.

" Lalu kau ingin aku bagaimana, kita tidak mungkin merawatnya"

" Kenapa tidak" ucap Leeteuk tersenyum penuh arti pada suaminya. " Yeobo kau belum mendaftarkan kematian putra kita kan?"

" Belum, jangan katakan_ "

" Benar, mulai sekarang kau akan hidup sebagai Kim Kyuhyun putra dari Kim Kangin sayang. Kau tidak sendirian, kau memiliki kami sebagai orangtuamu dan Kibum sebagai kembaranmu" ucap Leeteuk. Diciumnya pipi bayi mungil itu dan membawanya masuk rumah diikuti Kangin yang menggendong Kibum dibelakangnya.

.

.

.

~Secret~

.

.

Chapter 3

.

Ceklek...

Pintu kamar Kyuhyun terbuka memperlihatkan sosok Kibum yang langsung naik ketempat tidur kembarannya itu. Kibum merebahkan diri dan langsung menyelimuti tubuhnya. Kyuhyun yang sedang asik main criminal case, game ala detektive yang baru dimainkannya itu tak ambil pusing dengan sosok yang tiba-tiba menghuni tempat tidurnya. Asal bukan penjahat atau hantu saja karena penjahat tak mungkin datang lewat pintu rumahnya dengan begitu mudah. Biasanya mereka akan melewati jendela dan mencongkelnya. Hantu juga sepertinya tidak mungkin karena Kyuhyun anak yang rajin berdoa dan berbakti pada orangtuanya meski sejujurnya itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan datangnya hantu harus lewat dari pintu atau jendela.

Ting...ting...bunyi game saat Kyuhyun berhasil menemukan barang bukti yang dicarinya ditempat pembuangan akhir menggema diruangan luas dan sepi itu. Jam dinding menunjukkan pukul 22.30 tapi Kyuhyun masih asik dengan permainannya itu.

" Kau kenapa hyung, tidak bisa tidur karena mimpi buruk atau takut tidur sendirian?" tanya Kyuhyun asal karena kebiasaannya setiap mimpi buruk selalu mendatangi kamar Kibum untuk mengajaknya tidur bersama. Irisnya masih awas mengawasi layar smartphonenya.

" Hmm..." jawab Kibum sama asalnya dibalik selimut tebalnya. Langit tampak masih mendung sejak sore tadi dan belum berganti menjadi hujan, mungkin sebentar lagi.

" Tadi sore kau kemana hyung?" tanyanya lagi karena mendapati hyungnya pulang malam lagi. Kyuhyun yakin Kibum tidak pergi ke perpustakaan bersama sunbaenya, Yoon hee. Karena mereka tadi pulang bersama saat jam pulang sekolah.

" Tidurlah dan matikan ponselmu! Sebentar lagi hujan dan petir bisa datang kapan saja" titah Kibum. Percuma mengatakan pada dongsaengnya itu malam sudah larut karena Kyuhyun akan mengabaikannya.

" Sebentar hyung, tanggung. Tidak akan ada pet..."

PYARRR...DUARRRRRR...

Kyuhyun melempar smartphone-nya dan langsung mengikuti jejak Kibum masuk kedalam selimut. Memeluk erat tubuh hyungnya dari belakang tanpa peduli Kibum bisa saja kehabisan nafas. Ranjang itu terus saja berderit setiap kali petir datang menyambar menandakan Kyuhyun gelisah dalam tidurnya karena merasa tidak nyaman dengan suara petir dan cahaya kilat yang masuk melalui jendela kamarnya. Kalau sudah begini siapa yang takut tidur sendirian.

Sementara Kibum, dia bahkan kelihatan tak terusik dengan ulah kembarannya itu. Matanya sudah terpejam tapi tidak dengan pikirannya yang masih menerawang mengingat kembali tentang surat yang diberikan kepada dongsaengnya.

" Cho..., apakah itu margamu?" lirihnya yang hanya dia sendiri yang mendengarnya karena Kyuhyun masih sibuk menghayati ketakutannya akan petir. Matanya terbuka saat Kyuhyun dengan lebih erat memeluk tubuhnya.

" Saengil chukae hamnida. Hari ini kah kau berulang tahun?"

" Kau bicara padaku hyung?" tanya Kyuhyun ditengah ketakutannya akan petir.

" Tidurlah!" Titah Kibum mengubah posisinya menghadap Kyuhyun berharap kembarannya itu tidak terus bergerak mengganti posisi tidur hanya untuk menghindari kilat dan suara petir.

" Saengil chukae hamnida naedongsaeng" iner Kibum memejamkan kembali matanya menyusul Kyuhyun yang sudah bisa lebih tenang karena suara gemuruh petir yang mulai berkurang.

.

~ Secret ~

.

" Hyukie, kau sudah melakukan apa yang kuperintahkan?"seorang namja paruh baya dengan tubuh kurus tak terawatnya bertanya pada sosok remaja yang duduk didepannya.

" Sudah Jongwon ahjussi, lalu apa rencana ahjussi selanjutnya. Apakah ahjussi berniat membawa anak itu untuk tinggal bersama kita setelah tes DNA itu keluar?" tanya remaja yang dipanggil dengan Hyukie oleh namja kurus bernama Jongwon.

" Tinggal bersama?" ujar Jongwon sinis. " Anak manja yang terbiasa hidup enak seperti dia mana mungkin mau hidup susah dengan kita yang bahkan untuk makan saja sulit"

" Lalu apa yang akan ahjussi lakukan dengan bocah itu?"

" Apa yang akan kulakukan?" seolah bertanya pada dirinya sendiri. "Memanfaatkan kelemahannya tentu saja. Dia akan memberikan apa saja yang kita mau dengan mengancamnya. Dengan memberitahukan identitasnya kepada banyak orang, kurasa anak itu akan menutup mulut kita dengan apapun yang kita minta" lanjutnya kemudian. Seringai mengerikan jelas terlihat dibibir namja yang dipanggil Jongwon ahjussi itu.

" Bukankah itu terlalu kejam ahjussi, dia adalah putramu"

" Ya... putra yang sudah membunuh istriku dengan kelahirannya" suara Jongwon terdengar menyendu saat kembali mengingat kematian istrinya limabelas tahun silam ketika sedang berjuang melahirkan putra semata wayangnya. Putra yang bahkan belum ia beri nama ketika dia memutuskan untuk membuangnya.

.

~ Secret ~

.

" Hyung kenapa Appa dan eomma tidak pamitan pada Kyu?" tanya Kyuhyun saat dia dan Kibum berada dimeja makan untuk sarapan dan mendapati kedua orangtuanya sudah kembali lagi ke Jepang.

" Mereka berangkat pagi sekali dan kau belum bangun. Katanya tidak akan lama disana" jawab Kibum meraih cangkir kopinya menyesap dan_ Kibum memuntahkan kembali kopi yang sudah diminumnya kedalam cangkirnya membuat Kyuhyun manyun. Pasalnya tadi dia yang membuat kopi untuk hyungnya itu. Sebenarnya bibi Jung yang membuatnya sesuai selera Kibum. Kyuhyun hanya menambahkan banyak gula biar tidak pahit seperti wajah hyungnya.

" Kau apakan kopiku?" Ucapnya datar menatap Kyuhyun

" Kyu tambahkan gula biar rasanya lebih manis hyung. Aku sudah mencobanya dan rasanya lebih enak dari buatanmu " cengir Kyuhyun

"Kau tau hyung tidak suka yang manis-manis"

" Tapi susu coklat kalau ditambah gula rasanya enak hyung" jawab Kyuhyun tidak nyambung membuat Kibum mendesah.

" Bibi Jung, ganti kopinya!"

" Yak...kau tidak menghargai kerja kerasku hyung!" Pekik Kyuhyun tak terima saat bibi Jung ingin mengambil cangkir kopi didepan tuan muda pertamanya.

" Ini sudah tidak layak minum Kyu" jelas Kibum menunjuk cangkir kopinya yang sudah bercampur dengan air liurnya pastinya.

" Jangan dibuang, tukar dengan susu coklatku saja hyung. Kyu sudah kenyang" rengek Kyuhyun ingin Kibum meminum susu coklatnya. Kibum memutar bola matanya malas dan beralih mengambil air putih.

" Kalau kau sudah selesai dengan makananmu kita berangkat. Tinggalkan sepedamu, ikut denganku saja!" Perintah Kibum mutlak akhirnya beranjak meninggalkan meja makan.

"Bibi Jung, buang kopinya kalau sudah dingin saja ya. Kasihan nanti kalau ada semut yang ketumpahan kopi panas" ujar Kyuhyun setelah itu mengekor Kibum dibelakangnya. Tak lupa dia menghabiskan susu coklat yang tadi sempat dia tawarkan kepada hyungnya.

" Oh ya bibi Jung pastikan untuk membuangnya di bak cuci piring, jangan disemak-semak!" Kyuhyun kembali lagi hanya untuk menyampaikan pesan itu membuat wanita paruh baya itu cengo. Kyuhyun hanya tak ingin ada semut yang bernasib sama seperti yang pernah dia lakukan dulu. Kyuhyun yang dipaksa minum jus wortel pemberian eommanya akhirnya diam-diam membuang jus wortel kesemak-semak tanpa tau ada sarang semut disana. Alhasil ratusan atau mungkin ribuan semut mati terkena banjir bandang jus wortel yang Kyuhyun buang. Ah Kyuhyun sangat menyesal jika mengingatnya kembali.

.

~ Secret ~

.

' Begitu menyenangkanya kah hidup sebagai Kim Kyuhyun? Apakah perlu aku membangunkanmu dari mimpi panjang yang begitu indah'

Hah...hah...hah...

Kyuhyun ngos-ngosan sambil memegangi lututnya dipinggir lapangan olahraga setelah lari tiga putaran untuk pemanasan.

" Uh...capek" keluhnya menyeka keringat yang membasahi wajahnya.

" Kau seperti kakek-kakek renta saja Kyu?" ejek Changmin yang tak digubris oleh Kyuhyun. Masa bodoh dengan ejekan Changmin, Kyuhyun sedang sibuk mengatur nafasnya yang hampir putus.

" Changmin benar Kyu, kau harus lebih banyak olah raga" timpal Jonghyun melihat stamina Kyuhyun yang bisa dibilang kurang.

" Jangan cuma makan saja yang kamu perbanyak" sambung Minho membuat Kyuhyun cemberut karena semua seolah menyudutkannya.

" Lihat perutmu itu, aku yang food monster saja memiliki perut yang rata" sombong Changmin sambil memperlihatkan abs-nya. Kyuhyun juga tak mau kalah. Ia menyingkap kaos olahraganya dan hasilnya... Kyuhyun menurunkan kembali kaosnya karena malu dengan perut buncitnya.

" Kau perlu mengempeskan pipi dan perutmu itu Kyu" ledek Changmin lagi membuat Kyuline tertawa kecuali si korban ledekan yang memanyunkan bibirnya.

BUAGH...Duk...Bug...

" Aduh!" Pekik Kyuhyun ditengah acara malunya karena ditertawakan oleh Kyuline. Sebuah bola basket tepat mengenai kepalanya.

" Ah...mianhamnida, kau tak apa-apa?" ucap seorang namja pelaku pelemparan bola yang Kyuline ketahui adalah senior mereka.

" Ti...tidak apa-apa sunbae" jawab Kyuhyun mengelus kepalanya karena memang bisa dibilang lemparan sunbaenya itu cukup keras.

" Aku perhatikan, akhir-akhir ini kau sering memandangi namja itu. Aku jadi curiga jangan-jangan kalian ada hubungan" ujar Donghae yang melihat Kibum terus memandang keluar kelas tepatnya ke lapangan olahraga yang terlihat jelas dari jendela kelasnya memandangi namja yang sedang mendribble bola basket ditangannya. Setau Donghae, dulu sebelum identitas Kyuhyun terbongkar sebagai kembaran Kibum, namja es itu juga sering memperhatikan tingkah Kyuhyun. Jadi jangan salahkan Donghae jika sekarang dia gampang curigaan.

" Siapa namja itu?" tanya Kibum. Dia bisa melihat dengan jelas meski dari jarak yang cukup jauh namja yang diperhatikannya itu sengaja melempar bola basket ditangannya kearah Kyuhyun.

" Maksudmu namja yang melempar bola itu?" Tanya Donghae memastikan. Donghae juga melihat saat namja itu memang sengaja melemparkan bolanya. Kibum hanya mengangguk.

" Namanya Lee Hyukjae, anak kelas tiga. Salah satu murid terpintar disekolah kita karena itu dia mendapat beasiswa"

" Jadi dia murid beasiswa" gumam Kibum yang hanya dia sendiri yang mendengarnya.

.

~ Secret ~

.

Semilir angin ditaman belakang sekolah seolah tak mampu mendinginkan hati dua orang namja dengan aura membunuh yang sedang saling hadap.

" Apa maumu?" ucap namja datar dingin

" Mengembalikan yang seharusnya pada tempatnya" Kibum berdecih mendengar apa yang barusaja dikatakan namja didepannya.

" Omong kosong! Tempatnya adalah disisi kami, keluarganya"

"Kau sendiri pasti lebih mengetahui siapa keluarganya yang sesungguhnya!" Sinis Hyukjae memandang remeh Kibum.

" Berhentilah sebelum kau menyesal!" tekan Kibum dengan tatapan mengintimidasi. Namun Hyukjae tak boleh merasa takut apalagi menyerah sampai disini atau rencana Jongwon akan berantakan meski sejujurnya tatapan hobaenya ini terlihat begitu mengerikan.

" Terlambat!" ujar Hyukjae, setelahnya ia berlalu meninggalkan Kibum yang mengepalkan erat tangannya hingga buku-buku jarinya terlihat memutih.

" Hentikan...! Hentikan semuanya sebelum aku benar-benar akan menghancurkan kalian!" Kali ini giliran Hyukjae yang mematung mendengar ancaman Kibum. Kibum tau ada seseorang dibalik namja yang ia ketahui bernama Lee Hyukjae itu.

.

~ Secret ~

.

Ryewook terlihat celingak-celinguk didepan ruangan anak kelas satu A. Entah apa yang dicarinya padahal jam pulang sekolah sudah lewat lebih dari limabelas menit yang lalu.

" Sunbae, ada yang bisa saya bantu?" suara itu sontak mengagetkan Ryewook apalagi setelah dilihatnya namja dengan tinggi diatas rata-rata berdiri dibelakangnya. Changmin yang baru kembali dari toilet hendak bergabung dengan Kyuline minus leader mereka yang sudah lebih dulu pulang heran melihat namja yang ia ketahui adalah sepupunya Kyuhyun terlihat kebingungan didepan kelasnya.

" Kau temannya Kyuhyun kan. Aku sering melihatmu bersamanya?" tanya Ryewook yang hanya diangguki Changmin sebagai jawaban. Tidak sopan sama sekali.

" Dimana Kyuhyun, aku tak melihatnya?"

" Kyuhyun sudah pulang bersama Kibum sunbae"jawab Changmin.

" Sayang sekali padahal aku ingin memberikan ini" sesal Ryewook karena gagal memberikan masakan hasil karya terbarunya. Changmin yang melihat makanan terlihat hampir meneteskan air liurnya.

" Sunbae, bolehkah aku mencoba makanan itu?" Tanya Changmin ragu tapi juga penuh harap.

" Kau mau" Ryewook terlihat berbinar. Dia akan selalu senang siapapun memakan hasil masakannya. Apalagi setelah melihat namja yang ada dihadapannya terlihat antusias. Dia segera menyerahkan kotak makan yang harusnya ia berikan pada Kyuhyun itu.

" Ini enak" puji Changmin atas masakan Ryewook.

" Kalau kau mau lagi mampirlah kerumahku. Karena kau teman uri Kyuhyunie aku akan membuatkanmu makanan yang enak" tawar Ryewook

" Bolehkah?" Jelas Changmin tak akan menolak penawaran emas ini. 'Makanan itu lebih berharga dari emas' itulah motto hidup seorang Shim Changmin.

" Tentu. Kalau kau mau kita bisa kerumahku sekarang" ajak Ryewook yang langsung diiyakan oleh food monster-nya Kyuline.

Changmin segera mendial nomer seseorang." Minho, kalian pergi saja duluan aku ada urusan yang harus ku kerjakan!" tut, telepon langsung ditutup.

" Kau menelepon siapa?" tanya Ryewook.

" Temanku, hyung"

" Kenapa mereka tidak diajak sekalian" tawar Ryewook.

" Tidak usah hyung, nanti merepotkan. Mereka itu berisik. Kajja hyung kita pergi!" ajak Changmin menolak tawaran Ryewook untuk mengajak serta Jonghyun dan Minho. Mungkin Changmin hanya takut jatahnya akan berkurang. Tidakkah Changmin sadar dia sekarang sedang menawarkan diri masuk ke kandangnya mak lampir(?)

.

~ Secret ~

.

' Jangan terbuai dengan statusmu. Apa kau benar-benar yakin bahwa kau adalah seorang Kim.

' anak baik, maukah kau kuberitahu sebuah rahasia?'

' Sudah waktunya bagimu untuk meninggalkan Kim dan kembali menjadi Cho. Akan kupastikan kau segera bangun dari mimpi indahmu'

' Apa kau yakin Kim Kibum adalah kembaranmu seperti yang mereka bilang"

' Kau adalah seorang Cho bukan Kim'

Kyuhyun tertegun memandang kertas-kertas yang berjejer dimeja belajarnya. Itu adalah surat yang kesekian yang diterimanya, belum lagi surat-surat yang lainnya. Dia tidak bisa lagi menganggap semua surat yang datang padanya akhir-akhir ini sebagai surat salah alamat. Orang itu seolah begitu tau tentang dirinya. Jika digabung surat itu seolah ingin memberitahunya sebuah rahasia besar. Kyuhyun hanya tidak tau sesungguhnya ada lebih banyak lagi surat yang harus diterimanya karena Kibum yang lebih dulu mengambilnya diloker miliknya. Dan sepertinya sipengirim jauh lebih pintar karena tau suratnya tak pernah sampai kepada Kyuhyun dan beralih meletakkannya langsung didalam tasnya saat Kyuhyun sedang lengah. Lalu apa maksud orang itu dengan Cho? Kenapa surat itu mengatakan dirinya bukan seorang Kim. 'Apakah Kyu bukan anak kandung Appa dan Umma?' batin Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba mengingat apakah selama ini ada tanda-tanda kalau dia adalah anak tiri atau anak adopsi? namun sekeras apapun Kyuhyun mencoba berpikir dia tidak menemukan sedikitpun kekurangan dalam setiap kasih sayang yang diberikan kedua orangtuanya. Dia bahkan mendapatkan lebih dari Kibum hyungnya. Kyuhyun hanya harus percaya bahwa dirinya memang seorang Kim. Pemikiran terlampau sederhana Kyuhyun yang hanya melihat dari satu faktor, kasih sayang. Melupakan kemungkinan faktor lainnya, karakter mungkin. Yang tak pernah Kyuhyun sadari dia dan Kibum memang jauh berbeda bukan hanya soal urusan wajah. Tapi sesederhana apapun pola pikirnya, Kyuhyun tetaplah menyimpan perasaan takut seandainya apa yang ditakutkannya benar adanya.

Ceklek...

Pintu kamar Kyuhyun terbuka menampilkan sosok Kibum yang langsung masuk kekamarnya. Kyuhyun yang panik segera menyembunyikan surat-surat yang tadi berjejer dimejanya. Dia melihat jam di dinding kamarnya. Pukul 08.00 malam, apa yang dilakukan hyungnya dengan mendatanginya. Biasanya jam segini kembarannya itu masih betah bertapa diperpustakaan Appa-nya.

" Kenapa akhir-akhir ini setiap malam hyung sering sekali mendatangi kamarku apa setiap malam hyung selalu mimpi buruk tapi kan ini belum waktunya tidur?" kebiasaan yang sudah dihafal Kibum. Kyuhyunnya yang selalu mengatakan kalimat panjang tanpa jeda saat dia panik atau menyembunyikan sesuatu.

" Anggap saja begitu" kali ini Kibum tak lagi menjawab dengan gumaman. " Kau sedang mengerjakan apa?" tanyanya sambil merangkak naik ketempat tidur Kyuhyun.

" Tidak ada" diikuti Kyuhyun yang menyusulnya kemudian.

" Jangan bohong! ada masalah?"

" T...tidak" jawab Kyuhyun ragu karena sepertinya bocah itu terlihat ingin mengatakan sesuatu.

"H...hyung, pernahkah kau berpikir mengapa kita tak terlahir kembar identik saja" ucap Kyuhyun sedikit bergetar. Dia butuh kepastian, setidaknya dengan memiliki wajah yang sama dengan Kibum atau Kibum yang memiliki wajah yang sama dengannya dia tidak harus peduli dengan isi surat itu. Tidak akan ada yang meragukan kalau mereka adalah kembar. Dan yang lebih penting lagi dia tidak perlu takut dan meragukan kalau mereka bersaudara.

"Mengapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Kibum bisa melihat ada ketakutan dimata jernih itu.

" A...ak..." Kyuhyun tercekat

" Bukankah kau selalu berbangga diri mengatakan kau lebih tampan dariku. Mengapa sekarang kau mempermasalahkan hal itu" Kibum tidak suka dengan pembicaraan ini karena ia yakin ada sesuatu dibalik pertanyaan Kyuhyun.

"Aku tau aku lebih tampan darimu hyung, tapi entah mengapa saat ini aku ingin sekali memiliki wajah yang sama denganmu" tutur Kyuhyun menyendu diakhir kalimatnya. Adalah sebuah sinyal, Kibum tau bahwa Kyuhyun sudah mulai terpengaruh dengan isi surat itu. Surat yang mungkin saja terlewat olehnya dan berhasil jatuh ketangan Kyuhyun. Disaat seperti inilah Kibum mengutuk dirinya kenapa dia harus mengikuti kelas akselerasi. Dia tidak bisa memantau siapapun yang menemui Kyuhyun ketika mereka tidak lagi sekelas. Kibum tidak pernah berpikir bahwa hari ini akan tiba. Hari dimana sebuah rahasia mungkin akan terungkap.

Kibum memang tidak pernah tau bagaimana sejarahnya kedua orangtuanya mendapatkan Kyuhyun hingga menjadikannya sebagai saudara kembarnya. Dan Kibum juga tidak akan pernah bertanya soal itu bahkan kepada orangtuanya sekalipun yang sampai saat ini belum menyadari dirinya tau semuanya. Tapi Kibum bersumpah dia akan mempertahankan Kyuhyunnya untuk terus berada disisinya. Apakah Kibum egois?

" Aku mengantuk hyung, jika hyung ingin tidur disini lebih baik hyung matikan lampunya" ucap Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. Membicarakan hal ini dengan Kibum membuat Kyuhyun jadi mellow.

" Jaljayo hyung" Kyuhyun menarik selimut menutupi tubuhnya.

" Ini masih terlalu sore untuk tidur Kyu" cegah Kibum menarik selimut yang sudah menutupi hampir seluruh tubuh dongsaengnya. " Aku kesini mau curhat" lanjut Kibum meski sesudahnya ia sendiri terkejut dengan kata curhat yang tiba-tiba keluar begitu saja.

" Curhat?" Kyuhyun langsung bangkit dari posisi berbaringnya mendengar kata curhat keluar dari mulut hyungnya." Curhat tentang apa hyung?"

Sekarang Kibum yang bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin dia curhat punya yeojachingu kan. Kibum tidak ingin melihat dongsaengnya itu mengenakan gaun Ummanya lagi.

" Donghae bilang ingin aku memperkenalkan Guixian padanya, bagaimana?" Akhirnya kalimat itulah yang meluncur dari mulut Kibum

" Shirreo...!" Tolak Kyuhyun manyun. Mengingat penampilannya sebagai Guixian saja sudah membuatnya malu.

" Wae, kemarin kau begitu percaya diri saat mengaku sebagai yeojachinguku"

" Jangan diingat lagi hyung, Kyu malu"

" Malu kenapa? Kau terlihat cantik"

" Aku tampan hyung, tampan!"

" Anni...menurutku kau manis, aku yang tampan"

" Annio...hyung itu datar, tidak tampan"

"Terserahmulah"

Malam ini Kibum bicara terlalu banyak. Donghae atau siapapun yang mengenal Kibum disekolah tidak akan percaya karena dia jarang bicara. Tapi untuk Kyuhyun Kibum melakukannya. Dia membicarakan apapun yang bisa mengalihkan pikiran Kyuhyun dari dugaan-dugaan yang sebenarnya juga ia takutkan. Karena Kibum yakin Kyuhyun tidak akan langsung tidur meski tadi dia sudah bilang mengantuk dan pamit untuk tidur.

" Hoam... Hyung, kapan Appa dan eomma akan pulang?" Kali ini Kyuhyun benar sudah mengantuk.

" Entahlah, mungkin besok" jawab Kibum sama mengantuknya. Dan kedua bersaudara itu tidur melupakan sejenak ketakutan yang tidak tau kapan mungkin akan terjadi.

.

~ Secret ~

.

"Hari ini aku tidak bisa ikut mengantarmu, jadi jangan kemana-mana setelah dari rumah sakit langsung pulang ok!" pesan panjang Kibum pada Kyuhyun.

"Jonghyun, bisakah aku mempercayaimu untuk memastikan Kyuhyun sampai rumah dengan selamat"tambah Kibum

" Aku bukan anak TK yang harus kau titipkan hyung!"pekik Kyuhyun tak terima karena diperlakukan seperti anak kecil oleh Kibum. Kibum sudah berusaha semampu yang ia bisa untuk melindungi Kyuhyun dari mulai mengantisipasi agar Kyuhyun tak mendapatkan surat kaleng lagi, menyuruhnya untuk tak naik sepeda dan hal-hal lain. Sekiranya agar Kyuhyun tak bertemu namja bernama Lee Hyukjae itu.

" Aku akan pastikan Kyuhyun tidak kemana-mana sunbae. Kami hanya akan menengok Changmin saja" janji Jonghyun

" Aku mengandalkanmu Jong" Kibum menepuk bahu Jonghyun dan setelah itu berbalik hendak meninggalkan Kyuline minus Changmin karena rencananya mereka akan menengok Changmin yang sedang sakit.

" Hyung, kau tidak menitipkan sesuatu untuk Changmin?" Tanya Kyuhyun membuat Kibum berbalik dan mengernyit. Jonghyun dan Minho pun bingung dengan maksud Kyuhyun.

" Setidaknya jika kau tidak bisa ikut menjenguk temanku kau harus menitipkan do'a agar Changmin cepat sembuh!" Ingat Kyuhyun membuat Jonghyun dan Minho cengo.

Tanpa disuruh dua kali Kibum pun menitipkan do'a-nya agar Changmin cepat sembuh. Kibum hanya tidak ingin masalahnya jadi panjang karena dia harus segera menemui Yoon hee dan tutornya, Lee Sungmin.

.

~ Secret ~

.

" Sebenarnya apa yang terjadi padamu Chwang, kenapa kau bisa sakit begini?" Iba Kyuhyun menatap sahabatnya yang terlihat pucat. Dia duduk dikursi yang ada disisi kanan ranjang sementara Minho dan Jonghyun disisi kirinya. Changmin sendiri dalam keadaan tidak berdaya tidur diranjang inapnya.

" Aku manusia Kyu, tentu saja aku bisa sakit" malas Changmin dengan pertanyaan Kyuhyun.

" Bukan itu yang Kyuhyun maksud Chwang, maksudnya itu kenapa kau bisa sampai sakit hingga masuk rumah sakit. Padahal kemarin kau baik-baik saja" ucap Minho menjelaskan lebih panjang dan detail maksud Kyuhyun. Bicara dengan Changmin itu memang harus dijelaskan mendetail, apalagi kalau curhat. Jika tidak hasilnya solusi yang diterima juga akan seperti yang selama ini Kyuhyun terima.

" Ngomong-ngomong kau sakit apa Chwang, menular tidak?" Tanya Jonghyun asal.

" Kau kira aku terkena virus atau apa, aku cuma keracunan makanan" jelas Changmin. Malas juga ia mendengarkan pertanyaan Jonghyun. " Kalian tidak membawa makanan?" lanjutnya yang membuahkan deathglare dari KyuJongMin. Sudah sakit karena keracunan makanan masih saja yang ditanyakan soal makanan. Dasar food monster.

" Memangnya apa yang kau makan, atau kau makan makanan yang sudah basi?" Tanya Kyuhyun lagi.

'Ya, aku memang meracunimu dan aku sadar itu, bocah! Seperti kau yang dengan sadar sudah meracuni otak uri Kyuhyunie dengan bahasa kotormu'

" Enak saja, ini semua gara-gara nenek lampir itu" gerutu Changmin mengingat perkataan sinenek lampir aka Kim Heechul.

" Nenek lampir?" Koor KyuJongMin.

Flashback...

" Jadi, apa yang bisa kubantu, hyung?" Tanya Changmin setelah masuk kedapur bersama Ryewook.

" Kau bisa apa?"

" Apa saja hyung, aku sudah biasa membantu eomma di dapur" jawab Changmin semangat. Rupanya si food monster Kyuline punya kelebihan juga, tidak seburuk yang kita sangka selama ini. Buktinya apapun yang diperintahkan oleh Ryewook bisa Changmin kerjakan dengan baik.

" Dia siapa?" Seolah dejavu, Heechul yang tiba-tiba datang mengambil minuman kaleng dari lemari pendingin. Dia pernah dalam situasi seperti ini sebelumnya. Bedanya sekarang yang duduk dikursi yang sekarang diduduki oleh namja kelewat tinggi itu dulu adalah Kyuhyun, adik sepupunya. Dan bedanya lagi namja tiang yang ada dihadapannya sekarang sedang sibuk memotong wortel dengan apiknya. Sedangkan seingat Heechul bocah yang dulu juga duduk dikursi itu cuma sibuk dengan ice cream coklatnya.

" Ah..." Ryewook menepuk keningnya lupa, dia bahkan belum menanyakan nama namja teman Kyuhyun itu. " Ngomong-ngomong siapa namamu tadi?" Tanya Ryewook tidak enak hati baru bertanya soal nama setelah dia menyuruh Changmin ini itu meski yang disuruh senang-senang saja selama ada makanan didepannya. Ryewook memang menyediakan kue untuk Changmin nikmati jika dia lapar ditengah kesibukannya membantunya memasak.

" Shim Changmin"

Prutttt...Heechul menyemburkan minuman kaleng yang baru saja diteguknya.

" Siapa tadi kau bilang?" Ulang Heechul memastikan.

" Changmin...Shim Changmin"

" Mwo...Changmin!"pekik Heechul dan Ryewook bersamaan.

Dan selanjutnya kalian pasti bisa menebak sendiri apa yang terjadi setelahnya. Heechul memasukkan obat pencahar ke setiap makanan yang dimakan Changmin. Inilah balasannya karena dia tidak mau berbagi rizki dengan Jonghyun dan Minho atau beginilah cara Tuhan agar dia sendiri yang menerima akibatnya tanpa melibatkan Minho dan Jonghyun.

Flashback off...

" Dia sangat mengerikan!" Kenang Changmin bergidik mengakhiri ceritanya.

"Jadi kau bertemu Heechul hyung?"

" Ya, namja cantik brengsek itu..."

PLETAKKK...

"Yak...Minho! kenapa memukul kepalaku?" Teriak Changmin tak terima dirinya yang terbaring sakit masih saja dianiaya oleh Minho.

" Berhentilah mengumpat Chwang. Apa kau masih belum sadar juga kalau sakitmu itu diakibatkan ulah mulut kotormu itu!"beritahu Minho. " Heechul hyung itu menyuruhmu bertobat!" lanjutnya kemudian

" Kau benar Minho, Heechul hyung memang tidak pernah mengumpat. Wookie hyung juga, Hankyung hyung juga tidak pernah dan Kibum hyung juga" ujar Kyuhyun mengabsen hyungnya satu persatu yang dia rasa tidak pernah mengumpat. Uri Kyuhyunie yang polos, Terkecuali Heechul hyungmu itu yang tidak peduli dalam keadaan dan situasi apapun akan selalu mengumpat. Teruslah berada disisinya agar dia juga bertobat. Karena sadar atau tidak kaulah pawangnya.

" Beruntung...siapa tadi...Heechul hyung, Dia hanya membuatmu keracunan. Aku malah heran kenapa kau sampai sekarang masih hidup" gelak Jonghyun diikuti Minho yang sudah tertawa terpingkal-pingkal.

" Sialan! kalian berdua menyumpahiku!" Pekik Changmin tak terima masih enggan meningkalkan kata umpatannya.

PLETAKK...PLETAKK...

" Au...appo Kyu!" Jonghyun dan Minho memekik bersamaan.

"Kalian berdua menyia-nyiakan doa hyungku. Kibum hyung tadi sudah menitipkan doa untuk kesembuhan Changmin. Tapi kenapa kalian berdua malah seenaknya berdoa supaya dia cepat mati!"hardik Kyuhyun membuat Jonghyun dan Minho meringis sambil mengusap kepalanya yang barusaja kena pukul Kyuhyun. Changmin tertawa nista melihat keduanya diceramahi oleh leader Kyuline itu.

" Ah maaf...maafkan kami Kyu"

Akhirnya mereka pulang setelah eomma Changmin datang menggantikan mereka menjaga Changmin. Eomma Changmin berterima kasih pada mereka bertiga karena sudah menjaga putranya.

" Annyeong ahjumma, kami pulang dulu" pamit mereka bertiga tak lupa membungkukkan badan sedikit sebagai bentuk sopan santun.

" Kami pulang Chwang " koor ketiganya lagi yang hanya dijawab Changmin dengan lambaian tangan.

" Minho, kita mengantar Kyuhyun dulu baru aku mengantarmu pulang" ujar Jonghyun saat mereka bertiga berjalan dikoridor rumah sakit. Minho mengangguk setuju saja.

" Dokter Choi!" Pekik Kyuhyun saat melihat dokter pribadi keluarganya yang tidak sengaja Kyuhyun lihat keluar dari salah satu ruangan bersama dengan seorang dokter senior.

" Kyu, kenapa disini. Siapa yang sakit?" Tanya dokter Choi Siwon penasaran. Dia hanya merasa aneh jika salah satu keluaga Kim sakit kenapa dia sebagai dokter pribadi keluarga Kim tidak diberitahu apa-apa.

" Annio dokter, Kyu barusaja menjenguk teman" melihat Kyuhyun yang berbincang akrab dengan salah satu dokter membuat Jonghyun dan Minho pamit lebih dulu dan mengatakan akan menunggu Kyuhyun ditempat parkir.

Siwon manggut-manggut mengerti.

" Ah, dokter Shin anda masih ingat dengan anak ini. Dia adalah putra Kim Kangin" Siwon memperkenalkan Kyuhyun pada dokter senior di rumah sakit tempatnya bekerja. Dokter Shin adalah teman lama Kangin sekaligus dokter pribadi keluarga Kim yang lama sebelum digantikan dengan Choi Siwon karena dia memutuskan untuk ke Jerman untuk lebih mendalami spesialis jantung dan bekerja dirumah sakit disana dan Ia baru pulang beberapa minggu lalu. Dokter Shin menatap lama Kyuhyun membuat yang dilihat tidak enak hati.

" Kau sudah sebesar ini Kibum, maaf tak mengenalimu. Terakhir kulihat saat kau masih bayi" kekeh dokter senior yang dipanggil dokter Shin Dong hee oleh Siwon.

" Maaf dokter, dia bukan Kibum tapi Kyuhyun maknae keluarga Kim" jelas Siwon membuat dokter Shin mengerutkan keningnya.

" Jadi Leeteuk melahirkan lagi dan diberi nama Kyuhyun?" Ucap dokter Shin menyimpulkan.

" Tidak dokter, dokter Shin tentu tidak lupa kan kalau ny. Kim melahirkan bayi kembar, Kim Kibum dan Kim Kyuhyun. Dialah Kim Kyuhyun saudara kembar Kim Kibum" jelas Siwon.

"Kau jangan bercanda Siwon, tentu aku ingat Leeteuk melahirkan bayi kembar identik. Meski aku sudah tua tapi aku belum pikun. Kim Kyuhyun yang itu sudah meninggal karena kelainan Jantung yang di deritanya. Aku sendiri yang menanganinya waktu itu, jadi aku tidak mungkin salah" ujar dokter Shin mengingat kembali peristiwa lampau yang membuatnya merasa gagal sebagai dokter dan akhirnya memutuskan untuk keluar negeri.

" Meninggal? Maksud dokter?" bingung Siwon. Namun sebelum dokter Shin menjawab Kyuhyun menyela.

"Mianhae dokter, apa yang barusaja anda katakan mungkin saja salah. Aku Kim Kyuhyun kembaran Kim Kibum, dan kami kembar non identik" ujarnya bergetar. Ada perasaan sesak tak terungkapkan yang menguasai hatinya. Sekarang giliran Shindong yang bingung dengan situasinya setelah mendengar pengakuan bocah yang ada didepannya.

Drrrt...drrrrt...

" Aku harus segera pergi Siwon dan ...eum Kyuhyun. Sampaikan salamku pada Appamu" dokter Shin segera pergi setelah menerima pesan ada pasien yang harus ia tangani meninggalkan Kyuhyun dengan seribu tanda tanya besarnya.

"Tidak usah terlalu dipikirkan Kyu, dokter Shin mungkin saja salah. Ah aku juga harus segera pergi" ucap Siwon menepuk bahu Kyuhyun dan berlalu meninggalkannya. Kyuhyun bahkan sudah tidak mampu lagi mendengar ucapan Siwon. Dia mulai meragukan eksistensinya sebagai keturunan Kim.

Kyuhyun berjalan tanpa fokus menyusuri koridor rumah sakit diikuti seseorang dibelakangnya. Pikirannya campur aduk berusaha menyusun kepingan puzzle antara surat dan pernyataan dokter Shin yang barusaja ditemuinya.

" Sepertinya Tuhanpun mempermudah rencanamu ahjussi. Seorang dokter dari masa lalu keluarga Kim datang tanpa sengaja memberitahukan kebenarannya" ucap namja yang mengikuti Kyuhyun kepada seseorang diseberang line yang dia panggil ahjussi.

" Sekarang saatnya, bawa dia padaku!"

" Kim Kyuhyun!" Namja itu berdiri tepat didepan Kyuhyun membuat Kyuhyun mendongak menatap namja yang pernah melempar bola basket ke kepalanya.

Kyuhyun mengikuti namja itu melupakan pesan Kibum untuk langsung pulang tanpa mampir setelah dari rumah sakit. Sepertinya Kibum sudah memiliki firasat buruk mereka akan mencari cara apapun menemui Kyuhyunnya.

.

~ Secret~

.

Kibum membaca surat yang ia temukan dilaci meja belajar Kyuhyun. Tangannya mengepal menahan amarah melihat setiap bait kata yang pasti sudah Kyuhyun baca dan menyebabkan dongsaengnya itu terlihat lebih murung belakangan ini meski Kibum tau Kyuhyun berusaha menyembunyikan dengan tawa palsunya.

Drrrrt...drrrrttt...

Sebuah pesan masuk dari Jonghyun yang langsung Kibum baca.

'Kibum sunbae, Kyuhyun menghilang! Dia berbincang dengan seorang dokter di rumah sakit dan kami menunggunya ditempat parkir tapi dia tidak dartang. Kami sudah mencarinya diseluruh rumah sakit dan menghubungi nomer ponselnya tapi hasilnya nihil'

Kibum bergegas keluar dari kamar Kyuhyun berniat untuk menemui Jonghyun. Tapi saat dia barusaja keluar dari kamar dongsaengnya Kibum melihat kedua orangtuanya yang barusaja pulang dan masuk kekamar mereka. Kibum buru-buru untuk menemui keduanya.

Ceklek...

Kangin dan Leeteuk sama-sama terkejut mendapati Kibum yang masuk kekamar mereka tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Mendadak otak Kibum memang tidak bisa berpikir dengan jernih. Sopan santun tentang meminta ijin untuk masuk kamar orang lain (terkecuali kamar Kyuhyun)pun tak diingatnya hingga ia langsung menerobos kamar orang tuanya.

" Kibum, kau ada dirumah. Karena rumah begitu sepi, kukira kau dan Kyuhyun sedang pergi keluar"ucap Leeteuk melepas heels-nya. Sementara Kangin sibuk dengan dasinya.

" Appa...kumohon selamatkan Kyuhyun" Ucap Kibum dengan tampang kusutnya membuat Kangin dan Leeteuk memandang penuh tanya dengan sikap aneh putra sulungnya.

.

~Secret~

.

" BOHONG...! KAU BOHONG!" Histeris Kyuhyun menatap namja yang ada didepannya. Namja yang barusaja mengaku sebagai ayah kandungnya dan jangan lupakan kedua tangan Kyuhyun yang meremat amplop putih dengan tulisan DNA tasting yang ditujukan padanya sebagai penguat bukti bahwa dia memang putra dari namja didepannya, Cho Jongwon. Dalam kertas yang hanya berisikan huruf dan angka itu jelas tertulis Cho Jongwon dan Kim Kyuhyun memiliki kemiripan DNA 99,99 persen akurat. Mendadak Kyuhyun membenci angka sembilan yang berjejer rapi yang tertera diatas kertas itu.

" Hiks, eomma..." lirih Kyuhyun membuat iba Lee Hyukjae, remaja yang telah membawa Kyuhyun menemui Jongwon. Pasalnya sejak disuruh memantau bocah itu, Hyukjae dapat mengambil kesimpulan bahwa Kyuhyun adalah anak yang ceria dan polos. Berbeda karakter dengan Kibum yang dingin dan datar.

" Aku tidak akan memaksamu untuk memanggilku Appa atau kalimat menjijikkan sejenisnya. Dan aku berjanji akan terus membiarkanmu untuk tetap hidup sebagai seorang Kim. Tapi sebagai gantinya kau harus mengikuti semua aturan mainku" perintah Jongwon. Sementara Kyuhyun hanya diam masih meratapi kenyataan yang sulit diterimanya.

" Aku memberimu waktu untuk memikirkannya...putraku" sinis Jongwon ketika mengucapkan kata terakhir, putraku." Sekarang waktunya bagimu untuk berbakti karena biar bagaimanapun akulah Appa kandungmu"

Bocah itu berjalan tak tentu arah menembus gelapnya malam yang semakin dingin menusuk tulang. Kakinya sudah terasa lelah dan sakit. Tapi sakit dihatinya tentu jauh lebih besar hingga sakit dikakinya tak lagi ia hiraukan. Sejauh apapun kakinya melangkah tetap saja dia ingin pulang, tapi kemana ia harus pulang.

Suara Cho Jongwon, namja paruh baya yang mengaku sebagai ayah kandungnya terus berputar bagai kaset rusak dikepala Kyuhyun. Bocah itu ingin menangis mengetahui kebenaran yang barusaja diketahuinya. Tapi apakah memang itu kebenarannya? Dia sungguh tidak ingin mempercayainya. Untuk apa ia harus mempercayai orang asing yang bahkan baru sekali ditemuinya. Orang itu mungkin saja telah berbohong dan hanya ingin memanfaatkannya. Dia hanya harus percaya pada Appa dan eommanya, percaya pada Kibum hyungnya. Kyuhyun mengusap kasar airmata yang hampir saja lolos dari iris coklatnya saat kakinya membawanya pulang kerumah yang selama ini memberikan kehangatan untuknya.

" Appa sudah pulang" monolognya ketika melihat sopir yang biasa mengantar Appanya ada di depan rumahnya. Kyuhyun tersenyum ceria melupakan sejenak perasaan sesaknya. Dia memilih mempercayai bahwa dirinya adalah bagian dari Kim. Bocah itu berlari kecil untuk bisa cepat bertemu dengan orangtuanya.

.

~ Secret ~

.

" Apa maksudmu dengan semua ini Bumie?" Tanya Kangin bergetar setelah membaca semua surat yang barusaja Kibum ambil dari kamar Kyuhyun. Surat yang tersirat menyatakan Kyuhyun bukanlah anak kandungnya. Apakah ini saatnya?

" Lakukan sesuatu Appa sebelum mereka membongkar semuanya atau uri Kyuhyunie akan tau rahasia yang selama ini sudah kalian simpan!" ucap Kibum memperingatkan.

" Siapa yang kamu maksud dengan mereka Bumie dan apa maksudmu dengan surat ini?" tanya Kangin berusaha menormalkan suaranya lagi. Biar bagaimanapun yang ia tau tak ada seorangpun yang tau kebenaran tentang Kyuhyun yang bukan anak kandungnya kecuali dia dan Leeteuk.

" Sekarang bukan waktunya untuk menutupinya dariku Appa! Aku tau semuanya!" histeris Kibum keluar dari karekter aslinya yang biasanya selalu terlihat tenang dalam situasi apapun. Sekarang keadaannya berbeda, Kibum sedang kalap. Dia tidak ingin Kyuhyunnya terluka jika mengetahui dia bukan bagian dari Kim.

Melihat Kibum yang tak biasanya, Leeteuk langsung meraih paksa surat yang masih dipegang suaminya dan kemudian membacanya. Matanya membola dan sebuah isakan langsung terdengar disertai airmata yang lolos begitu saja dari mata indahnya.

" Ini...Kibumie, darimana kau dapatkan surat ini?" Suara tercekat Leeteuk terdengar mencekik ditenggorokan. Apakah Kibum mengetahuinya? Darimana Kibum mengetahuinya. Banyak pertanyaan yang berputar diotaknya.

" Seseorang mengirimkannya pada Kyuhyun"

" Lalu dimana uri Kyuhyunie sekarang?" Tanya Leeteuk kalut.

" Kurasa sekarang dia bersama dengan orang yang mengirim surat itu. Jadi sebelum terlambat kita harus menemukannya"

" Tidak! Dia putraku...Kyuhyun putraku!" Histeris Leeteuk frustasi ketakutannya bertahun-tahun mungkin sebentar lagi akan menjadi nyata. Kangin segera mendekat dan menenangkan istrinya. Namun tatapan matanya terhenti pada objek seseorang yang berdiri dibelakang pintu yang tak tertutup rapat itu.

Lalu bagaimana jika kepercayaan yang bahkan baru beberapa menit yang lalu kau bangun dihancurkan begitu saja

"Kyuhyun...!"

Dan serta merta mereka menoleh kearah pintu memperlihatkan Kyuhyun dengan airmata yang menggenang.

.

~ Secret ~

.

Tahun 2007...

" Kau darimana saja sayang, tadi Kyuhyun mencarimu" tanya Kangin saat melihat istrinya memasuki ruang kerjanya dengan wajah lelah.

" Aku... mengunjunginya yeobo" jawab Leeteuk pelan.

Kangin bangkit dari posisi duduknya untuk merangkul istrinya yang ia tau sedang sedih.

" Aku mengerti perasaanmu sayang. Bukankah sudah kubilang untuk tidak datang lagi. Anak-anak kita sudah mulai bertumbuh. Aku khawatir jika kau masih mengunjungi tempat itu lambat laun mereka akan menyadari jika mereka bukan saudara apalagi kembar.

" Tapi hari ini peringatan kepergiannya yeobo. Dia putra kita" ucap Leeteuk sendu

" Kita sudah mendapatkan gantinya yeobo, Kyuhyun ada disisi kita"

" Tapi aku takut kalau suatu hari nanti orangtua Kyuhyun akan datang dan mengambilnya dari kita"

" Itu takkan terjadi, aku berjanji padamu. Dan aku bersumpah takkan membiarkan Kibum maupun Kyuhyun tau yang sebenarnya" ucap Kangin yakin memeluk istrinya. Kangin hanya tak pernah tau bahwa sumpahnya mungkin sudah tak berlaku lagi karena tanpa mereka sadari sosok Kibum kecil mendengarkan pembicaraan mereka.

.

.

Kyuhyun kecil sedang asik didalam kamarnya. Menggambar dengan posisinya yang tengkurap diatas tempat tidurnya saat Kibum tiba-tiba membuka pintu kamarnya dan langsung naik ketempat tidur Kyuhyun.

" Bumbum kenapa kemari? Bumbum takut tidur sendiri ya? Tanya Kyuhyun mengalihkan sebentar perhatiannya dari buku gambar untuk menatap kembarannya itu.

" Hem..." jawab Kibum asal melihat Kyuhyun yang kembali ke posisinya.

" Bumbum takut monster?" Tanya Kyuhyun lagi. Kali ini bocah itu memilih duduk didepan kembarannya.

" Tidak! kalau hyung takut monster lalu siapa nanti yang mengusir monsternya kalau Kyukyu diganggu monster saat tidur"

Kyuhyun manggut-manggut. Selama ini kan kalau dia mimpi buruk didatangi oleh monster jahat hyungnya itu yang selalu mengusir monsternya dan menemaninya tidur.

" Kau sedang menggambar apa?" Selidik Kibum mengamati gambar Kyuhyun. Gambar dua orang dewasa dan dua anak-anak kalau Kibum tidak salah lihat. Itu kedua orangtuanya bersama dia dan Kyuhyun. Ada nama diatas setiap gambarnya.

" Kyu sedang menggambar Appa, eomna, Kyukyu dan Bumbum. Jawab Kyuhyun mencoba menghapus gambar yang dirasa kurang pas.

" Itu kan sudah bagus, kenapa dihapus lagi" protes Kibum saat melihat Kyuhyun terus menghapus ditempat yang sama.

" Tapi mukanya KyuKyu belum mirip sama Bumbum" cemberut Kyuhyun. Rupanya bocah itu ingin menggambar wajahnya supaya sama dengan kembarannya itu.

" Apa ini karena tadi pagi teman-teman disekolah mengatai wajah kita kembar tapi tidak sama?" Tebak Kibum dan diangguki Kyuhyun

" Ne, makanya Kyukyu gambar yang mirip tapi tetep tidak mirip" pout Kyuhyun. Didalam gambar jelas terlihat bedanya. Gambar yang satu kepalanya bulat dan yang satu lagi agak sedikit kotak. Belum lagi hidungnya, yang satu mancung satunya lagi lebar. Mulutnya, bibirnya ah...bagaimana harus kujelaskan gambar anak kecil model Kyuhyun.

" Kyu ingin menggambar wajah kita supaya mirip?" Tanya Kibum menatap iris coklat kelam dongsaengnya. Lagi-lagi Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawabannya.

" Kyukyu ingin gambar mirip siapa, mirip hyung atau mirip Kyukyu?" Tanya Kibum lagi.

Kyuhyun tampak berpikir dengan posenya yang begitu imut. " Mirip Kyukyu saja karena Kyukyu lebih tampan" jawab Kyuhyun percaya diri.

" Tapi hyung lebih suka wajah hyung sendiri"

" Tapi Kyukyu kan lebih tampan"manyun Kyuhyun

" Kalau begitu gambarnya jangan diganti. Ini sudah bagus kok, Kyu-kyu dengan wajah Kyukyu dan hyung dengan wajah hyung sendiri" padahal dilihat dari segi manapun sama sekali tidak mirip Kyuhyun maupun Kibum. Dasar anak-anak.

" Tapi kalau diledekin teman-teman bagaimana hyung" rajuk Kyuhyun mulai memanggil Kibum dengan sebutan hyungnya.

" Tidak usah didengarkan. Kalau ada yang jahatin Kyukyu, bilang saja pada hyung, arra...!"

" Eum...arrachi hyung" angguk Kyuhyun antusias.

HOAM...

" Kyu ngantuk hyung" adu Kyuhyun

" Kalau begitu ayo kita tidur!" Ajak Kibum menyuruh Kyuhyun berbaring lalu menyelimuti dongsaengnya itu. Sebelumnya Kibum merapikan alat gambar Kyuhyun terlebih dulu.

" Jaljayo hyung"

" Jaljayo Kyu" balas Kibum memeluk protektif Kyuhyun.

' Hyung tidak akan membiarkan siapapun mengambil Kyukyu. Selamanya Kyukyu adalah dongsaeng hyung.

.

.

.

.

.

TBC

.

Saya TBC in aja deh ya, soalnya masih banyak yang bingung kenapa end, kenapa endingnya kurang greget? Jawabannya karena memang belum REAL END readersku sayang.

Adakah yang ngalamin nasib kayak Kyukyu yang takut petir sampai-sampai ganggu tidur orang lain? Saya jawabannya hahaha #nggak enak banget sumpah.

Review please, biar saya tidak malas nulis. Pasalnya tiap kali mau update ff masalah saya itu selalu sama yaitu nggak PD dengan hasil karya sendiri.

BIG THANKS TO:

elisa chagiya /ekha sparkyu / Sparkyubum / sparkyuhana / hyunnie02 / Tepe024 / meimeimayra / kyunihae / sofyanayunita1 / dewidossantosleite / Awaelfkyu13 / hyuashiya / Cuttiekyu94 / readlight / okaocha / siskasparkyu / jihyunelf / diahretno / riritary9 / michhazz / cinya / Hwang635 / Shin Ririn1013 / Desviana407 / adlia / Sarah Kihyunnie / pcyckh / Cho Kyunhae / takumaxample / Guest / / hyewon / Evilkyu Vee / Dindaa / angel sparkyu / angella / / Shofie Kim / Atika my / Sur0203 / cho sabil / Kira Kim 19 / Filo Hip / Ririzhi / Guest / Vita / Nae Axselia /Choding / Guest / Siyohyuncho / abelkyu / Songkyurina / krystalaster27 / simahiro / Guest / dek / loveKyu / ressalini / erka / Guest / araaaa.

Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan nama atau tidak kesebut. Soalnya kadang ngilang sendiri. Pernah sampai setengah nama yang sudah saya tulis ngilang lho nggak tau kenapa. Kejadiannya pas di ff El Maria chapter terakhir. Hiks...jadi ingat ff saya yang itu. Mianhae jadi curhat hehe...