Moshi-moshi...
Shisui balik lagi membawa fic AG,,
Gomen ne minna karena Shisui lama update, yah habis mau gimana lagi dong? Kemarin-kemarin Shisui lagi konsen ama fic HNJP sama Guru Biolaku! I LOVE YOU sih. Jadi Shisui hanya berkonsentrasi sama satu titik fic tersebut.
Tetapi sekarang sudah tidak terlalu kok, yah soalnya hari ini aku sedang mood banget bikin fic AG dan ditambah lagi mas Ilham datang membantu Shisui untuk menulis fic ini.
Oh iya, Shisui mau berterima kasih pada Minna semua yang masih setia menunggu fic AG ini update. Dan masalah membalas review kalian, sorry yah, sepertinya Shisui gak bisa bales review kalian dulu saat ini. Mungkin di chap depan, oke?
Oke, kita langsung mulai yah...
Note : Fic ini asli dari otak Shisui yang dongkol, jika ada kesamaan kata dan alur cerita, itu hanya kebetulan,,
Happy Reading!
Chara in here is own Mr. Masashi but This fic real from my brain
Shisui Namikaze Deandress Chan
Warning : Super OOC, OC, AU, sorry kayanya gak ada yaoi-nya, sedikit crime, dan mungkin sedikit begundalan.
If you don't like this story...
DON'T READ!
Enjoy it!
Aura mencekam dan suasana tegang meliputi bagian kelas biologi. Seorang pemuda yang berada di lantai dua sedang menatap tajam kearah dua pemuda yang berbeda kepribadian. Sedangkan seorang gadis yang satu-satunya berada disana hanya memandangi mereka penuh kekhawatiran.
Pemuda biologi bernama Shikamaru itu memicingkan matanya kearah pemuda berambut raven bergaya pantat ayam yang saat itu terus-terusan memandangi gadis berambut kuning disebelahnya dengan tatapan stoic-nya, Naruto. Kemudian beralih ke pemuda berambut putih disebelah pemuda berambut raven tersebut dengan tatapan penuh murka.
"Apa kalian tidak tahu hukuman apa yang akan kuberikan untuk orang yang telah menghancurkan kaca kelasku ini?" tanya Shikamaru datar.
"Hn"
"Hehe, gomenasai. Tetapi itu memang rencana kami berdua"
Shikamaru menggeram saat mendengar tuturan Suigetsu yang terlalu blak-blakkan tersebut, rahangnya mengeras ketika mendapatkan senyuman menantang dari Suigetsu. Naruto yang berada disebelah Shikamaru semakin menjadi lebih khawatir saat melihat gelagat Shikamaru yang sudah benar-benar bukan seperti dirinya.
"Shika-san, kau jangan dengarkan tuturan mereka. Kau harus menahan emosi-mu, bukankah kau sudah berjanji padaku kalau kau tidak akan bertarung lagi?"
"..."
"Bukankah kau pernah bilang kalau kau ingin menjadi orang yang benar?"
"..."
"Bukankah kau juga sudah berjanji kepada kedua orang tuamu agar tidak bertengkar lagi?"
"..."
"Shika-san?"
Shikamaru menggigit bibir bawahnya merasa bimbang, semua yang dikatakan Naruto benar adanya. Dia sudah berjanji tidak akan mengulangi semua kejadian yang pernah dialami oleh dirinya di masa lampau. Dia bukanlah orang yang suka ingkar janji. Shikamaru menutup matanya rapat-rapat dan mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat mencoba untuk menahan emosinya, namun ketika dia hampir bisa menahan emosinya, tiba-tiba...
"Hn, apa kau takut hah, rambut nanas?"
Kata-kata pemuda berambut raven a.k.a Sasuke membuyarkan semuanya. Ucapan singkat nan dingin itu sukses mengembalikan luapan emosi Shikamaru yang tadinya hampir menghilang.
"Eh? Sasuke, akhirnya kau berbicara juga" goda Suigetsu sambil menepuk bahu kiri Sasuke.
"Hn, melihatmu yang selalu menatapku seperti itu membuatku merasa ingin muntah. Kulihat dari cara berpakaianmu, sudah sangat jelas kalau kau itu bukan orang yang ahli dalam perkelahian. Kau itu lebih pantas kalau dipanggil 'cupu'." Lanjut Sasuke mengabaikan godaan Suigetsu.
Kepalan kedua tangan Shikamaru semakin mengeras dan kuat, dia tidak menerima ucapan Sasuke yang tertuju padanya tersebut. Nafas Shikamaru mulai tidak teratur, rahangnya mengeras dan geramannya semakin memberat menandakan kalau emosinya sudah benar-benar diujung tanduk.
Academic Gangster
Chapter 3
( Shikamaru Vs Sasuke )
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasufemNaru
Rate : T
Genre : Naughty, Action ( sedikit ), Drama, Romance.
Naruto menghusap-husap bahu Shikamaru bermaksud mencoba untuk menenangkan emosi yang tidak tertahankan tersebut, ketika dia sadar kalau hal itu tidak mungkin berhasil, Naruto memeluk Shikamaru dan meletakkan kepala Shikamaru di bahunya lalu membelai rambut bak nanas Shikamaru penuh kelembutan. Sasuke yang melihat pemandangan itu mulai memicingkan mata onyx-nya, dia merasa sangat tidak senang melihat Naruto memeluk Shikamaru penuh kasih sayang dan membiarkan kepala Shikamaru menyentuh bahunya yang indah tersebut layaknya sepasang kekasih.
Suigetsu yang melihat gelagat Sasuke tersebut, hanya bisa menyeringai bak iblis. 'Kurasa gadis itu sangat membantu kesuksesan rencana ini, khukhukhu' batin Suigetsu senang.
"JAUHKAN KEPALAMU YANG KOTOR ITU DARI BAHU GADIS PIRANG ITU!" teriak Sasuke dengan ekspresi marah, dia tidak bisa menahan ekspresi stoic-nya lagi. Dia sudah tidak bisa menahan amarahnya tersebut. Dia merasa adegan ShikaNaru akan jadi lebih buruk kalau dia terus-terusan diam seperti sebelumnya.
Naruto mendecak kesal lalu menoleh kearah Sasuke yang saat itu sedang memelototinya. Naruto merasa sedikit takut saat melihat Sasuke menunjukkan sedikit gigi putih susunya yang ditekan rapat-rapat serta urat leher yang mulai mengeras tersebut. Ekspresi Sasuke saat ini sangat OOC dan menyeramkan sekali, membuat Naruto merasa gugup sesaat.
"Apa urusanmu?! Dasar Teme!" sembur Naruto selang melawan rasa ketakutannya.
"AKU TIDAK MENYUKAINYA, DASAR DOBE!"
"Mem-"
"URUSAI!"
"Hah?! Shika-...kyaa!"
Bruuk!
"Hah!"
Shikamaru mendorong tubuh Naruto yang saat itu sedang memeluknya, Sasuke dan Suigetsu yang menyaksikannya dari luar kelas biologi tersebut hanya bisa tercengang tidak percaya. Naruto terjatuh ke lantai kelas tersebut dengan pandangan keheranan, mata biru safirnya menatap Shikamaru dengan bola mata yang melebar. Ini kali pertama Shikamaru berbuat kasar padanya, berarti amarah Shikamaru sudah tidak terelakkan lagi baginya.
"S-S-Shika-san" lirih Naruto tidak percaya.
Dengan tatapan tidak perduli pada Naruto, Shikamaru memutar balikkan tubuhnya melawan arah dengan Naruto lalu berjalan menuju pintu keluar kelas.
Ketika jaraknya dan pintu kelas Cuma beberapa meter, Shikamaru berhenti melangkahkan kakinya. Dia mendecak, bukan mendecak yang berarti kesal tetapi mendecak karena merasa menyesal dengan perlakuan yang dia lakukan kepada Naruto.
"Gomenasai, Naruto" lirih Shikamaru tanpa menoleh kearah Naruto sedikitpun.
"Ah?"
"Sepertinya aku bukanlah orang yang bisa menepati janji"
"Shika-san?"
"Gomen, karena sudah mendorongmu. Gomen, karena aku tidak bisa menepati janji yang sudah pernah kukatakan padamu. Aku tidak bisa terus-terusan direndahkan oleh mereka, melihat dan mendengar tuturan mereka, aku merasa kalau ini bukanlah diriku. Sepertinya jati diriku memanglah seperti ini. Aku bagai kertas buku yang sudah di coret-coret dengan pulpen. Terima kasih kau mau berteman denganku. Terima kasih kau selalu berada disisiku. Kau adalah teman terbaik yang pernah kumiliki."
Shikamaru melangkahkan kakinya kembali dan keluar dari kelas tersebut meninggalkan Naruto yang telah mengeluarkan air matanya.
-x-x-x-x-
Di sebuah gudang yang tidak terpakai dibelakang sekolah.
"Kau akan menerima akibatnya!"
"Eh? mana anggota geng-mu Shika-san. Janganlah jadi orang yg sombong, kau itu masihlah anak kecil. Masa iya dua lawan satu, heh?! tidak mengasyikkan" balas Suigetsu monoton mengabaikan ucapan sinis Shikamaru.
"Kau kira siapa dirimu? Mengacalah dahulu sebelum menghina seseorang. Kau juga seumuran denganku, jadi kau juga anak kecil."
"Hn, lebih baik kita selesaikan semuanya sekarang juga. Lebih cepat, lebih baik"
Shikamaru mengerutkan keningnya merasa bingung dengan ucapan Sasuke tersebut.
"Apa maksud dari perkataanmu 'lebih cepat, lebih baik' itu?"
Sasuke mendengus remeh lalu memejamkan kedua matanya dengan angkuhnya.
"Hn, nanti kau juga akan tahu. Dan satu lagi, Suigetsu tidak akan ikut campur dengan pertarungan ini"
"Hah!, hei pantat ayam, apa yang kau katakan?! Masa iya aku Cuma menonton adegan perkelahian kalian saja. Aku juga ingin bertarung! Apa kau tidak lihat tanganku ini? Lihatlah?! Tanganku sudah kesemutan nih ingin memukul orang!" bentak Suigetsu tidak terima
"Dengar, jangan ikut campur Suigetsu. Ini khusus pertarunganku saja. Kau diam saja"
"Apa! Apa ya-"
"Aku ingin memberikannya pelajaran karena telah memeluk gadisku tanpa seijinku dan juga telah mendorong tubuh rapuhnya tanpa merendahkan tenaganya" potong Sasuke seraya mempersiapkan kuda-kudanya dan menatap tajam kearah Shikamaru yang juga sudah menyiapkan kuda-kudanya.
Suigetsu melebarkan sedikit mulutnya ketika mendengar ucapan Sasuke. Awalnya dia ingin bertanya siapa gadis yang Sasuke maksud, tetapi sebelum pertanyaan itu terlontar, otak Suigetsu mulai menyaring semua yang terjadi sebelumnya dan pada akhirnya dia tahu siapa gadis yang Sasuke maksud. Dengan senyuman tipis Suigetsu berkata
"Hah! Jadi karena itu. Baiklah, aku akan mengalah. Selesaikan masalah pribadimu dengannya"
"Hn"
Srek...
"Bersiaplah pantat ayam mendokusai"
"Hn"
Shikamaru melayangkan kepalan tangan kanannya kearah wajah stoic Sasuke, namun dengan cepatnya Sasuke bisa menangkisnya dengan lengan kanan Sasuke. Sasuke membalas serangan Shikamaru yang gagal tersebut dengan lutut kaki kiri yang menganggur.
Tap...!
Shikamaru berhasil menahan lutut Sasuke dengan kedua telapak tangannya. Shikamaru mundur beberapa langkah begitupula Sasuke. Mereka menyiapkan kuda-kuda kembali dan kembali maju.
Shikamaru menunduk ketika Sasuke mengincar bagian cuping pipi-nya dan pada ketika Sasuke sedang lengah, Shikamaru melayangkan pukulan choper kearah Sasuke. Sasuke tersentak dan menghindarkan dagu-nya dari pukulan mematikan tersebut dengan mendongahkan sedikit kepalanya.
'Cih! Ternyata dia tidak bisa dianggap remeh' batin Sasuke sambil menghindari tiap pukulan Shikamaru.
"Mendokusai! Ayo serang balik, baka!"
Mendengar ejekkan Shikamaru, Sasuke tersenyum datar lalu memegang tangan kanan Shikamaru tepat ketika Shikamaru mengacungkan tangan kanannya kewajah Sasuke.
"Ternyata kau lumayan kuat, orang cupu sepertimu sepertinya butuh diberi penghargaan"
"Apa!"
Bruggh...
"Kahk!"
Disaat Shikamaru sedang lengah, Sasuke menyiku uluh hati Shikamaru dengan kuatnya sehingga membuat Shikamaru mundur beberapa langkah dari hadapannya.
Sasuke berlari kearahnya melanjutkan pukulannya kembali. Awalnya Shikamaru bisa menangkisnya tetapi ketika di pukulan ketiga, dia tertipu oleh serangan Sasuke. Shikamaru tadinya berfikir Sasuke akan memukul cuping pipinya dengan secara berhadapan, tetapi ketika jaraknya hanya setengah meter, Sasuke memutarkan tubuhnya memunggungi Shikamaru lalu dia memukul wajah Shikamaru dengan punggung tangan kanan yang sudah dikepalnya.
"Agh!"
Shikamaru terlempar kesamping dan akhirnya menabrak beberapa kardus berisi buku tak terpakai.
'Dia memukulku dengan cara memutarkan tubuhnya, aku tidak bisa melihat gerakan tangannya saat itu. Ternyata dia cerdik juga dalam berkelahi. Orang ini tidak bisa dibilang orang yang biasa-biasa saja. Aku harus mencari cara untuk mengalahkannya' batin Shikamaru seraya menghusap darah dibibirnya.
Shikamaru beranjak berdiri dan berlari kearah Sasuke kembali. Shikamaru mengambil sebuah tabung kecil berisi cairan berwarna ungu ke merah muda-an dikantong celana belakangnya. Suigetsu yang sejak dari tadi melihat gerak-geriknya mulai terpekik terkejut dan akhirnya.
"SASUKE! AWAS! DIA MEMBAWA RAMUAN BERACUN. KAU AKAN LUMPUH SEMENTARA JIKA KAU MENGHIRUP BAUNYA!"
Sasuke terkesiap ketika Suigetsu berkata demikian, dengan gerakkan refleks Sasuke menutup hidungnya dengan kerah seragam sekolahnya ketika Shikamaru melemparkan tabung tersebut kearah Sasuke dan pecah tepat dibawah kaki Sasuke.
Sasuke melebarkan matanya, Suigetsu tercengang dan Shikamaru menyeringai. Ramuan itu mengeluarkan asap tebal berwarna merah muda keunguan. Asap itu mengelilingi Sasuke dan pada akhirnya membutakan seluruh pandangan Sasuke.
Sasuke memejamkan matanya karena merasakan kepedihan yang luar biasa dimatanya, dia tidak bisa membuka matanya kalau asap tebal berwarna aneh ini terus mengelilinginya. 'Bodoh! Pengetahuan kalian soal kimia masihlah kurang efektif' batin Shikamaru sambil tersenyum tipis.
Ketika asap tersebut semakin menipis, Shikamaru mendekati Sasuke kembali dan akhirnya memukul telak perut Sasuke yang tidak dilindungi olehnya. Sasuke mengeluarkan sedikit air dari mulutnya ketika Shikamaru memukul perut Sasuke.
Sasuke terdorong beberapa meter dari tempat awal dan akhirnya menabrak dinding terdekat. Shikamaru memandangi Sasuke yang terbatuk-batuk dan tidak berdaya di dinding tersebut. Shikamaru mendecak lalu menggaruk-garuk belakang rambut nanasnya yang sudah hampir terlepas dari ikatan rambutnya.
"Hoahmm, lebih baik kita selesaikan ini semua. Aku sudah mulai mengantuk." Kata Shikamaru sambil menguap.
Tap...tap...tap
"Bersiaplah...!"
Shikamaru berlari mendekati Sasuke dengan kepalan tangan kanan yang siap memukul Sasuke kapanpun. Tetapi sebelum itu terjadi...
Sasuke melemparkan sebuah tabung kecil berwarna sama dengan yang tadi Shikamaru pegang dan lempar kearah Shikamaru. Dan saat ini asap tebal dari tabung itu sudah mengelilingi Shikamaru. Aroma tajam dan mencekat nafas dari ramuan tersebut membuat Shikamaru sulit bernafas.
"Ba-bagai-bagaimana bisa? Ah? Sial! Ramuan ini..."
"Apakah kau tidak menyadarinya, saat kau memukul perutku aku berkesempatan untuk mengambil ramuanmu?"
"Hah?"
"Biar kujelaskan, saat asap ramuan itu mulai menipis, aku sudah tahu kalau kau akan mendekat jadi aku dengan perlahan-lahan membuka mataku dan melihat gerakkan tanganmu itu. Aku sudah tahu kalau kau akan mengincar perutku, jadi aku membiarkanmu memukul perutku untuk membuatmu sibuk dan tidak menyadari kalau aku berusaha mengambil ramuanmu dari kantong belakang celanamu"
'Sial...tu-tubuhku' batin Shikamaru kesal seraya terjatuh lemas di teras dengan mata yang sayu.
Sasuke berdiri secara perlahan-lahan lalu dia berjalan mendekati Shikamaru yang sudah tidak berdaya tersebut diikuti Suigetsu dibelakangnya. Shikamaru memandangi Sasuke dengan pandangan menusuk ditengah-tengah matanya yang sayu sedangkan Sasuke hanya menatapnya dengan tatapan santai namun dingin.
"K-k-kau?!"
"Dilihat dari tubuhmu yang tidak bisa digerakkan, sepertinya kau lumpuh?. Berarti efek dari ramuan tadi adalah melumpuhkan lawan. Benar kan?"
"..."
"Dengar, kau sudah kalah jadi menyerahlah. R-A-M-B-U-T N-A-N-A-S"
"..."
"Jadilah anggota geng-ku"
"Jangan dengarkan dia Shikamaru!"
Deg...!
Seluruh pusat mata beralih ke pintu gudang sekolah tak terpakai tersebut. Mereka tercengang dengan mata melebar ketika melihat seorang gadis berambut pirang berdiri di lubang pintu tersebut. Gadis itu terengah-engah dan peluh bercucuran di dahinya, gadis itu menatap Suigetsu dan Sasuke dengan tatapan yang sangat menusuk dan tajam sekali. Mata biru safirnya terlihat sangat nanar ketika melihat Shikamaru terpuruk tidak berdaya dibawah kaki Sasuke.
Dengan langkah cepat, gadis berambut pirang bernama Naruto tersebut berjalan mendekati Shikamaru. Dia berjongkok ketika dia sudah tiba tepat disebelah Shikamaru dan didepan Sasuke dan Suigetsu.
Pandangan dingin Sasuke sedikit mengendur ketika melihat Naruto memangku kepala Shikamaru di pahanya dan menangisi Shikamaru yang sudah tidak berdaya tersebut.
"Kalian jahat! Kenapa kalian mengganggunya?! Apa salah Shikamaru?! Dia hanya ingin hidup bebas, dia hanya ingin merasakan indahnya dunia tanpa ada kekerasan. Kenapa kalian lakukan ini padanya?!"
"..."
"Kalian seperti binatang, bisanya cuma main fisik. Aku benci kalian! Dan terutama kau teme!, aku benci!" lanjut Naruto sambil menatap Sasuke penuh kebencian.
Deg...
Sasuke merasa dia telah terjatuh kedalam jurang yang tanpa dasar. Mendengar ucapan Naruto tersebut, Sasuke jadi tidak bisa mengungkapkan kata-kata apapun, bibirnya terasa kelu dan seluruh tubuhnya terasa menegang. Ini baru kali pertama perasaan ganjil ini muncul dalam dirinya, dia benar-benar bukan seperti dirinya.
Naruto merangkul tangan kiri Shikamaru ke lehernya, tubuh berat Shikamaru terkadang membuat Naruto tidak bisa mengimbangi cara jalannya. Bagaimanapun juga Naruto adalah seorang perempuan, jadi dia tidak mungkin bisa terus-terusan mengimbangi kekuatannya dengan beratnya tubuh Shikamaru. Tetapi karena tekadnya yang sudah keukeuh dan kekeras kepalaannya, Naruto terus merangkul Shikamaru dan berjalan keluar dari gudang meninggalkan Suigetsu dan Sasuke.
-x-x-x-x-
Sasuke berjalan keluar kelas setelah pelajaran usai, dia berjalan sambil memasukki kedua tangannya kedalam sakunya. Seperti biasa, dia menghiraukan semua teriakkan fans girl-nya yang meneriakki namanya.
Sasuke melamun, dia melamunkan semua ucapan yang dilontarkan Naruto tiga hari yang lalu. Naruto membencinya. Ucapan itu bagaikan pisau belati yang sudah merobek hatinya, ucapan yang membuat Sasuke mengurungkan diri untuk keluar sesaat, ucapan yang membuatnya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, ucapan yang membuatnya tidak bersemangat melakukan apapun. Dia satu-satunya gadis yang membuatnya tersiksa hanya karena dengan ucapan yang biasa dia terima tersebut.
'Aku benci kalian! Dan terutama kau teme!, aku benci!' ucapan itulah yang membuat Sasuke berjalan tak tentu arah seperti sekarang sampai akhirnya berhenti di dekat parkiran kendaraan.
Sasuke berjalan menuju tempat parkiran untuk merefreshingkan diri, setibanya disana dia bertemu dengan pemuda berambut jingga dan bergaya mohawk.
Pemuda itu bersandar didekat mini bus sekolah sambil menghisap rokok yang hanya tersisa sedikit. Sasuke memejamkan matanya dengan angkuh dan mulai berjalan kembali tanpa menghiraukan pemuda berambut mohawk bernama Jirobou tersebut. Namun ada yang berfikir lain, Sasuke merasakan ada yang menimpuknya dari belakang ketika dia sedang mengambil rokok di kantong celana-nya.
"Akhirnya kita bertemu lagi, bocah"
"..."
"Aku jamin, hari ini kau tidak akan selamat"
Sasuke menggumamkan kata 'Hn'-nya pelan lalu dia memutarkan tubuhnya kearah suara itu berasal. Mata onyx-nya mendapatkan seorang pemuda berambut mohawk sedang menatapnya remeh, Jirobou.
"Kau akan mati!"
"Hn"
Jirobou menggeram kesal karena ancamannya tidak berpengaruh sama sekali oleh Sasuke. Dia berteriak 'Heah!' seraya berlari kearah Sasuke. Melihat Jirobou yang memang berniat akan berkelahi, Sasuke bersiaga mempersiapkan kuda-kudanya.
Sasuke memicingkan matanya disaat Jirobou mengeluarkan rantai motor dari belakang punggungnya. 'Cih! Dia membawa senjata. Dasar banci' batin Sasuke remeh. Jarak Jirobou dan Sasuke semakin sempit. Sasuke menarik nafas panjang lalu mempererat kepalan di kedua tangannya ketika Jirobou mengacungkan rantai tersebut kearah Sasuke yang jaraknya hanya beberapa meter dan...
Tak...!
"Ah?"
"Hah?"
Seorang gadis berseragam setara seperti mereka berdua tiba-tiba muncul didepannya dan dia memegang rantai Jirobou yang tadinya diacungkan ke Sasuke dengan satu tangannya. Kedua pemuda yang berada ditengah-tengah gadis tersebut hanya bisa melebarkan kedua matanya merasa terkejut akan kehadiran gadis yang secara tiba-tiba muncul diantara mereka tersebut.
"R-r-ratu?" lirih Jirobou terbata-bata.
Gadis itu tersenyum sinis dan memukul perut Jirobou yang saat itu tidak dilindungi apapun lalu dia berputar dan melayangkan kaki kiri mulusnya ke wajah bulat Jirobou sehingga dia terpental kesamping sejauh tiga meter.
"Cara berkelahimu seperti banci, memakai senjata ketika musuhmu tidak memegang apapun".
TBC
Bocoran Chappie 4...
"Siapa kau?"
"Dengarkan aku, aku tidak mau kau bersamanya!"
"Sasuke, Ratu mencarimu! Katanya dia ingin membuat perhitungan denganmu"
"Iya, dialah calon anak buah kita selanjutnya"
