Hold On toYour Love!
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
.
The story is Mine,
Akari Evelyn
.
.
Genre : Romance? Humor? Drama?
.
.
Pairing : SasuSaku, (Maybe) NaruHina
.
.
Warning!: AU, Typo(s), OOC, EYD berantakan, etc.
.
.
Kalau anda tidak suka sama fic saya, silakan tekan tombol 'back' aja.
Kalau penasaran, langsung baca saja. Jangan lupa review? ^^
.
.
Don't Like, Don't Read! (DLDR)
.
.
Summary : Haruno Sakura, anak dari Haruno Kizashi & Haruno Mebuki, pemilik perusahaan obat-obatan terbesar di London. Dan sahabatnya, Hyuuga Hinata anak dari Hyuuga Hiashi, pemilik rumah sakit terbesar di London. Mereka nekat minggat dari rumah ba' istana karena dijodohkan. Menjadi rakyat biasa dan mencari cinta mereka di Konoha, tempat mereka dilahirkan. Akankah mereka menemukannya?
.
Happy Reading!
.
.
Chapter 3 : Introduction
Sebuah tangan menggenggam tangan Sakura dan menahan punggungnya agar tak jatuh membentur lantai. Merasakan tubuhnya tak menghantam lantai, Sakura membuka matanya dan menatap orang yang menolongnya dengan tatapan datar.
Krik… Krik…
Semua yang berada di toko bunga terdiam. Menghentikan aktivitasnya hanya untuk melihat mereka.
Tersadar menjadi pusat perhatian, pemuda itu membantu Sakura berdiri. Sakura menggaruk pipi kanannya yang tak gatal lalu memberikan uang kembalian pemuda itu.
"I-ini, dan… maaf."
"Untuk?" raut wajah pemuda itu terlihat bingung. Ia mengambil uang kembaliannya.
"Untuk y-yang tadi." Ujar Sakura disertai rona merah di pipinya. Pemuda itu hanya menatap datar dan pergi tanpa sepatah katapun.
Sakura menghela nafas, dan menghampiri Ino yang menjaga kasir.
"Kalau mau bermesraan liat tempat donk." Canda Ino sambil terkikik. Sakura menggembungkan pipinya sebal.
"Itu sebuah ketidak sengajaan!"
Ino mengabaikannya dan melihat kearah Hinata. "Lebih baik kau membantu Hinata sana! Masa dia kerja, kau enak-enakan menyantai."
Sakura melihat kearah Hinata yang agak kewalahan . Ia mengangguk kecil sambil membantu Hinata.
.
.
Pemuda ber-iris mata onyx menatap kearah tempat tidur, kemudian ia memberikan bunga mawar putih kepada seseorang yang terbaring ditempat tidur.
"Arigatou, Sasu…ke-kun." wanita berambut hitam lurus itu menatap pemuda yang dipanggil 'Sasuke'. Ia menatap lembut kearahnya.
Tatapan Sasuke lama-kelamaan ikut melembut. Tak ada tatapan datar khas nya. Tak ada tatapan dingin darinya. Hanya tatapan lembut yang ditunjukkannya kepada wanita itu. Hanya wanita itu yang selalu mengetahui tatapannya.
Benarkah hanya wanita itu?
"Semoga cepat sembuh…" ucap Sasuke sambil memeluk wanita itu. Wanita itu hanya tersenyum.
~Evelyne~
"Ayah, aku berangkat!" ucap Ino saat diambang pintu. Inoichi mengangguk. Ino langsung menghilang dibalik pintu.
"M-Mau kemana dia, paman?" tanya Hinata tiba-tiba. Inoichi sedikit kaget.
"Eh. Ia mau mengambil kiriman bunga." Jelas Inoichi. Hinata mengangguk.
'Sepertinya gadis ini mirip seseorang? Tetapi siapa ya?' Inoichi berpikir keras.
'Hah. Sudahlah.' Batinnya menyerah. 'Mungkin hanya perasaanku saja.'
.
.
Ino melangkahkan kakinya sambil membawa kardus berisi bunga.
"Capek juga…" gumam Ino pelan. Tanpa sadar seseorang berjalan tepat di depannya sambil memegang kuas. Di tangan kirinya memegang tas yang berisi alat-alat untuk melukis.
Bruk! Duk.
Ino jatuh terduduk. Ia meringis pelan.
Oh tidak! Bunganya!
Ino terpaku. Di depannya pemuda berkulit pucat sedang memegang kardus bawaannya tanpa lecet sedikitpun!
"Maaf, Nona. Aku hanya bisa menyelamatkan kardus ini. Semoga kamu memaafkanku…" ucapnya sambil menyerahkan kardus itu.
"Err… Baiklah. Tak apa." Ucap Ino sambil mengambil kardus itu.
"Siapa namamu, nona?" tanya pemuda itu tersenyum.
"Yamanaka Ino. Kamu?"
"Shimura Sai. Salam kenal." Ucapnya tetap tersenyum. "Baiklah. Aku harus melanjutkan perjalanan. Permisi nona!" pamit Sai. Ino mengangguk sambil membawa kardus itu. Ia menatap kepergian Sai dan membalikan badannya menuju rumahnya.
"Lumayan juga."
~Evelyne~
Hinata berjalan menuju kediaman Yamanaka. Ia sehabis berbelanja di supermarket.
"Semoga aku tepat waktu." Gumam Hinata pelan.
Hinata menyebrangi jalan melalui zebra cross. Saat lampu untuk pejalan kaki berwarna hijau, Hinata melangkahkan kakinya. Tiba-tiba sebuah motor melaju dengan cepat. Ia melanggar rambu lalu lintas. Hinata panic. Ingin segera menghindar, kakinya tak bisa digerakan. Hinata memejamkan matanya.
Tolong aku!
Drugh! Syuuut~!
"…na? nona?!"
Hinata mengerang kecil. Ia membuka matanya. Tepat di depannya seorang pemuda berambut jabrik dan beberapa warga mengerumuninya. Hinata langsung menduduki diri dengan wajah memerah.
"Kamu tak apa nona?"
"Gak ada yang patahkan?"
"Kamu baik-baik saja kan?"
Hinata hanya mengangguk menjawabnya. Kemudian ia mencari sesuatu.
"Apa yang anda cari?" Hinata menoleh. Serasanya suara itu sangat familiar untuknya.
"Uzumaki-san?"
"Hinata?" Raut wajah Naruto menjadi cerah. "Tak menyangka bisa bertemu lagi!"
"I-Iya." Hinata memainkan jari telunjuknya. Hinata kembali mencari sesuatu.
"Mencari ini, Hinata?" tanya seorang gadis pirang yang membawa kardus.
"Ino!"
"Aku pikir ini apa. Mengagetkanku saja. Ternyata ini milikmu, Hinata." Jelas Ino.
"Arigatou Ino. Uzumaki-san… Aku pulang dulu~" ucap Hinata sambil mengikuti Ino.
Naruto menatap Hinata dari kejauhan. Kemudian perhatiannya terpusat pada benda bersinar ditempat Hinata jatuh. Sebuah kalung yang tertera namanya.
Hinata.
Naruto menggenggam kalung itu dan memasukan kalung itu di sakunya.
"Aku pasti mengembalikannya, Hinata!"
.
.
.
To Be Continued.
Thanks for : Risa l0ve VoCaloid, SugarlessGum99, Afisa UchirunoSS, Aihara Aya, mako-chan, Shich Hzr dan Lottalone.
Sepertinya chapter ini makin pendek ya? Maaf kan saya! Kehabisan ide. .
Mungkin di chapter berikutnya akan saya panjangin. Semoga chapter ini nggak mengecewakan.
.
SakuHina dijodohin sama siapa? Itu akan terungkap di chapter-chapter berikutnya. Silakan menunggu~ ^^
.
Mawar putih artinya apa? Yang kubaca sih dijadikan lambang perdamaian serta kesetiaan cinta. Hehehe...
.
Yah. Sepertinya chapter ini hambar? Tak terasa apa genre nya? -.-
Oke. Makasih sudah membaca! Mind to review?
