Everyday with Suho and Lay

Drabble!

Suho and Lay, ofcourse._.

Genre bermacam-macam sesuai perubahan mood saya xD

CHAPTER 3

.

.

.

"Kamu serius, Xing?"

Yixing berkaca sekali lagi, telunjuknya membersihkan sedikit noda kopi di sudut bibirnya. Setelah itu dia mengangguk "Tentu saja, kenapa memang?"

Empat perempuan di sekitar Yixing menatapnya ragu, yang satu lagi malah menatapnya antusias.

"Kenapa menatap seperti itu?" si perempuan seksi itu lantas menaikkan dua tangannya dan menatap teman-temannya tak mengerti. Ayolah, dia hanya bilang kalau akan potong rambut dan setelahnya dihadiahi tatapan memicing seperti ini –kecuali perempuan bermata rusa disampingnya yang menatapnya dengan senyum lebar.

"Pasti kau tidak cocok pakai rambut pendek" celetuk si sipit bernama Baekhyun.

Si mata bulat mengangguk menyetujui "Kau sudah terlihat sangat cantik dengan rambut panjang. Kenapa malah mau potong rambut?"

"Nanti menyesal baru tahu rasa," yang berada di pojok sendiri menyahut. Perempuan cantik berwajah galak dengan mata tajam bernama Zitao.

"Ayolah, kenapa kalian malah memojokkan Yixing seperti ini? Kalian membuatnya galau, tahu!"

Yixing tertawa lalu menepuk lengan Luhan "Hanya kau satu-satunya yang membelaku, Luhannie"

"Luhan seperti itu agar punya teman yang sama berambut pendek sepertinya" goda Minseok dan dijawab dengan tatapan tajam oleh Luhan. Luhan lantas bergaya membenarkan rambut sebahunya yang mulai tumbuh panjang lagi.

"Sekali-sekali mencoba style baru tidak masalah kan, aku bosan rambut panjang terus"

"Iya, iya. Terserahmu. Tapi awas kalau kau merengek setelah kehilangan rambut panjangmu, Xing" Baekhyun memperingati lagi. Dan perempuan yang punya lesung pipit itu menggeleng yakin.

Baiklah, mari potong rambut~

.

.

Akhirnya, setelah bertanya-tanya . Yixing mulai menuju salon rekomendasi dari Luhan, tidak jauh dari cafe milik Minseok. Dia hanya berjalan kaki dan tak sampai lima menit ia telah sampai.

Semua berjalan begitu cepat, dan tak terasa sudah dua jam Yixing berada di salon ini. Ia mematut dirinya di cermin besar didepannya. Rambut panjang nyaris sepinggangnya telah berubah menjadi sebahu persis milik Luhan. Hanya saja, sedikit lebih pendek. Ia juga mewarnai rambutnya menjadi cokelat pasir. Oke, dia merasa puas. Puas sekali.

"Anda kelihatan lebih cantik dan segar dengan rambut pendek, Nona" puji seorang wanita berumur 30-an pemilik salon tersebut.

Yixing terkekeh "Terimakasih Nyonya, saya sangat puas sekali. oh, ini uangnya"

Setelah menyerahkan uang, Yixing segera bergegas keluar dari salon tersebut dan berjalan pulang. Tangannya sedaritadi terasa gatal untuk terus menyentuh helaian rambut pendeknya. Dan ia hanya bisa tertawa sendiri.

.

"Sayaaaaang.."

"Xing, jangan berteriak. Aku disini" ucap seorang pria yang baru saja keluar kamar mandi dan hanya memakai sebuah celana training tanpa atasan. Ia masih saja menggusak rambut basahnya dengan santai, sampai akhrinya menatap Yixing dengan mata menyipit "Kau potong rambut?"

Yixing mengangguk ceria "Bagaimana, apa cocok? Aku terlihat cantik, tidak?"

Joonmyen mengangguk dengan wajah kaku. Perempuan yang sudah resmi menjadi tunangannya ini kelihatan begitu beda. Tetap cantik, hanya saja –apa ya?. Joonmyeon masih terus begitu hingga tak menyadari Yixing sudah berganti baju dengan sebuah daster rumahan selutut.

"Xing.."

"Ya, Joon?"

"Kau.."

"Aku kenapa?"

"Kau terlihat,"

"Terlihat?"

"Terlihat.." Joonmyeon diam sebentar. Yixing menatapnya datar.

"Apa?"

"Kau terlihat begitu seksi dan aku sungguh merasa tergoda sekarang" ucap Joonmyeon tanpa dosa dengan entengnya, mengabaikan Yixing yang mengangakan mulutnya.

"Kau terlihat menggairahkan, Xing" si pria berbisik dengan nada sensual ditelinganya dan membuat Yixing bergidik. Tangannya merangkul dan meraba-raba pinggang ramping Yixing.

"Kau mau apa?" tanya Yixing sambil menaikkan alisnya.

"Mau itu,"

"Itu apa, sih?"

Sekarang gantian Joonmyeon yang menatapnya datar. Ia menggigit gemas hidung mancung si tunangan dan membuatnya memekik sakit "Tidak usah sok polos begitu,"

"Tidak mau!"

"Aish, sebentar saja,"

"Tidak Joonmyeon, ti- YAAK! TURUNKAN AKU, KIM JOONMYEON MENYEBALKAN!, AISH!"

.

Mereka berbaring bersampingan. Kasur yang semula rapi itu kini berantakan sudah. Sprei hanya terpasang ala kadarnya, bantal guling jatuh ke lantai. Yang ada hanya selimut yang melilit tubuh mereka berdua.

"Kau membuat rambut baruku rusak, Joon" gerutu Yixing dengan nafas kepayahan. Ia menyentuh rambut nya yang lepek karena keringat berlebih sehabis kegiatan percintaan mereka.

Joonmyeon tertawa lalu mengecup kening Yixing "Kau bisa ke salon lagi besok, sayang"

"Yahh, kau menyebalkan,"

"Tapi serius, kau benar-benar terlihat menggairahkan dengan rambut barumu. 'Punya' ku saja langsung bangun" Joonmyeon menatap Yixing bercampur seringaian. Dan segera membuat Yixing ingin menimpuk wajahnya menggunakan bantal.

"Dasar Kim Joonmyeon mesum sialan" desisnya sebal.

"Iya-iya. Kim Joonmyeon memang sangat tampan dan Zhang Yixing sangat mencintai si Joonmyeon ini" kata si Joonmyeon pede sambil tertawa.

Yixing tertawa juga, ia menimpuk lagi wajah si tunangan dengan bantal. Dan setelah itu terjadilah kembali kegiatan menyenangkan dua sejoli itu-

-Timpuk-menimpuk bantal, maksudnya.

END

HOLAAA~ sebenenya ini terinspirasi dari aku sendiri sih. Aku kan baru potong rambut, terus ide datang dengan begitu saja, huahaha xD. Pertama mikir, lucu kali ya bayangin si Yixing pake rambut pendek terus warna rambutnya cokelat terang gituu, ih so seksiii~

Aku senang sekali dengan review readers sekalian, yeaay /peluk satu-satu/. Aku bakal berusaha bikin fanfic ini sampai habis, tergantung dari banyak idenya yang masuk ke otakku :D. Readers, kalau mau juga boleh nyumbang ide, tapi jangan yang sulit-sulit-_-. Hehehe.

Last, review lagi mau?