Fanfic Saint seiya It's time for Goldies
Disclaimer: Sensei Masami Kurumada
Author: Istar Fantasy
Sebagian peristiwa di chapter ini pernah benar-benar terjadi sama temen-temenku di dunia nyata…..
Chapter 3
Setelah berjalan selama 28 hari 36 malam dan berenang 25 hari 12 malam mereka sampai di pulau Jawa.
"Kakiku dah mati rasa…" ini di katakana nyaris semua Goldies
"Kakiku hampir nyamain kakinya Alde…" tangis Aphrodite
"Holey…holeeeeyyy….holeeeeeeeeeeyyyy…!"Deathmask uda stress
"Panciku kemana…sih…?" Shura clingak-clinguk (~_~)
"Kanon….kenapa TVnya kamu jual ketukang loak….mana uangnya kamu pake buat beli pisang lagi…?" Saga Marah
"Abis berat bawanya…..kalo pisang kan bisa buat ganjal perut…" jawab Kanon (alasan)
Setelah berjalan setengah mati mereka pun tiba di wilayah sekitar Merapi.
Mereka terus berjalan tanpa henti.
Milo: " Star…Istirahat dulu napa…..?"
Istar: " Sentar lagi juga nyampe…!" (boong)
Melihat teman-temannya udah gak semangat lagi apalagi si Deathmask udah mulai gila. Tiba-tiba sebuah lampu menyala di atas kepala Dohko.
"Wah…. Hebat ternyata Dohko mengandung listrik….!"
"Bisa buat energy alternatif ni…!"
"Bisa buat nyari panci gak ya….?"
Dohko pun segera memploklamirkan idenya itu
" saudara-saudara sebangsa tanah dan sebangsa air (Gaya Dohko…kaya waktu membacakan teks proklamasi)… bagaimana kalo untuk menambah semangat kita…. kita adakan sayembara … barang siapa yang bisa sampai puncak lebih dulu akan terbebas dari piket harian ngebersiin ruang kuilnya (sekarang gayanya kaya seorang Raja yang lagi memberikan pengumuman)… bagaimana anak-anak setuju (sekarang kaya guru TK)…?"
"Setuju…pak…!" semua serempak
Dalam pikiran mereka
Aiolia: "kalo gak perlu piket jadi lebih banyak waktu buat ngejar Marin…"
Milo: "kalo gak piket bisa tidur ampe siang…..!"
Deathmask: "kalo gak perlu piket… tunggu dulu gua kan emang gak pernah bersihin kuil Cancer…!" (karna itulah kuil Cancer menjadi kuil yang paling kotor And The kummel)
Goldies lain: " Ya…ampun…..!" (swetdrop)
Karena gak pengen piket Aiolia, Milo & Deathmask langsung melesat menuju puncak sekuat tenaga (masi punya tenaga cadangan)
" Demi Mariiiiiiiiinnnnnnnnnnnn…..!" sumber energy cadangan Aiolia
" Demi Tiduuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrr…..!" sumber energy cadangan Milo
" Demi Gue …..!" sumber energy cadangan Deathmask (dasar narsis)
Kurang dari 30 detik mereka telah sampai di puncak
Di sana mereka sempat membaca sebuah imbauan yang di buat pemerintah setempat
Perhatian
Hati-hati tempat ini masih sangatlah berbahaya
Tapi yang berniat bunuh diri silahkan lompat saja
Deathmask, Milo & Aiolia langsung Swetdrop membaca imbauan itu.
Mereka lalu menunggu yang lainnya tiba sambil tiduran ,mondar-mandir & bengong kaya kodok.
Abis semua peralatan termasuk tenda di bawa ama Dohko & Gemini's Brother.
2 jam kemudian
" Yang lain pada kemana seh…!" (kesel)
5 jam kemudian
" Lama banget… jangan-jangan mereka nyasar…!"(tambah kesel)
10 jam kemudian
" Jangan-jangan mati di jalan…!"(makin kesel)
24 jam kemudian
" Gak tahan lagi….!"(super kesel)
Akhirnya mereka pun turun lagi ke bawah.
Dan apa yang mereka temukan di bawah.
Yang mereka temukan adalah para Goldies yang lagi duduk nyantai sambil makan-makan…..What makan-makan….?
" Kalian ini bener-bener…ya….!" Tereak Milo (beneran naik darah)
Goldies Cuma nyengir nunjukin gigi mereka yang putih kaya di iklan pasta gigi.
" Aku tunggu di puncak ampe keriiiiing…!" jerit Aiolia sambil nunjukin muka Deathmask yang kulitnya uda kaya jemuran yang lupa di angkat selama setaon.
" Aduh Deathy (panggilan Aphro buat Deathmask)…. Kacian kulit mu….sini aku pakein pelembab kulit *Skin Mulus*…..!" kata Aphrodite sambil ngeluari sebotol besar pelembab dari tas make-upnya.
" Gak usah…!" tereak Deathmask sambil lari menjauhi Aphrodite
Di saat mereka lanjutin perjalanan Milo, Deathmask & Aiolia yang masih memendam dendam kesumat. Selalu berhenti tiap 3 langkah dan tiap berhenti 1 bungkus Mie instan & 1 botol air mineral yang mereka bawa buat bekal raib di tangan Trio Pendendam ini.
Selain itu si Kanon terus makan pisang hasil menjual TV plasmanya Saga. Sepanjang jalan dia gak berhenti ngunyah.
Di sebuah jalan terdapat sebuah kubangan lumpur gak lebar sih hanya 10 m. si Aphro yang berjalan paling depan langsung melompatinya dengan gaya seperti seorang ballerina.
" hati-hati ada lumpur boo…!" tereak si Aphro lebay
Orang-orang di belakangnya cuek dan melewati kubangan gitu aja ( soalnya cuman si Aphro yang takut kotor)
Diam-diam Milo merasa tertantang buat niruin lompatannya si Aphro. Milo lalu melompati kubangan itu namun saat mendarat dia menginjak kulit pisang si Kanon yang berceceran.
"Nah…. Makanya anak-anak perbuatan Kanon jangan di tiru ya… buanglah sampah pada tempatnya… pesan ini di sampaikan Guru Virgoo Shaka…!
Akibatnya Milo yang terpeleset langsung melesat kaya main ice skating lalu menabrak dan menyeret Mu dalam posisi di gendong Milo serta turut membawa Saga & Kanon yang terseret dalam keadaan saling berpelukan dan baru berhenti ketika menabrak sebuah pohon besar yang membuat mereka berempat ketiban durian runtuh (dalam arti sebenarnya)
Karena kejadian itu Goldies lain jadi merasa sedih dan kehilangan… bukan sedih dan kehilangan empat orang itu tapi semua peralatan mereka yang di bawa Saga & Kanon.
Pasalnya saat mereka kepleset tas ransel yang berisi banyak peralatan termasuk 2 buah tenda putus lalu jatuh kedalam jurang.
Istar: "Masih untung bukan Saga & Kanon yang jatoh…!"
Kanon: " Untung apanya ketiban durian" (ngambek)
Istar: " He…he….!"
Setelah mengheningkan cipta sejenak di tepi jurang mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan berurai air mata. Soalnya nanti malam bereka harus tidur bertumpuk dalam 1 tenda yang tersisa. (gak kebayang 1 tenda di pakai 14 orang)
Sesampainya di puncak Dohko, Aiolos dan Camus segera mendirikan satu-satunya tenda yang tersisa. Mereka sempat punya rencana buat nyewa tenda biru dari warga setempat untuk tenda tambahan. Namun karena takut dikira ada kawinan mereka mengurungkan niatnya.
Si Aphro lagi berusaha mati-matian ngebentangin ayunan buat santai di antara pohon bunga Nusa indah dan pohon timun yang menjulur di pohon jati.
Shura masih berjuang untuk menemukan pancinya (nyari panci di gunung)
Shaka masih Meditasi, soalnya motto Shaka: *Dimanapun tempatnya…apapun makanannya… enaknya tetep meditasi…*(gak nyambung)
Dan Aiolia yang lagi ngipasin ke empat temannya yang pingsan ketiban duren
Sementara yang lain… nyantei aja… tunggu giliran.
To be continued
Behind the scene
Istar: "Shur….. koq dari tadi kamu nyari panci mulu…..?"
Shura: "Soalnya tu panci istimewa….!"
Istar: "Emang apa istimewanya….?" (penasaran)
Shura: "Panci itu warisan dari El-Chid….!"
Istar: "Wah…berarti panci 200 tahun ….barang antik tu…pasti mahal kalo di jual….!"
Goldies lain: "Gitu…ya…..!(mata mereka langsung berubah jadi ) panci…panci…!"(ikut nyari)
Istar+Shura: "…." (swetdrop)
