Konichiwa, minna-san..
Kagoya kembali dengan chapter ketiga..
Gomenasai, minna.. Kagoya updatenya telat banget..
Hehe..
Read, and please enjoy..
:D
Natsu's Choice: White L or Yellow L?
Summary: Siapa yang Natsu pilih? Lisanna Strauss atau Lucy Heartfilia?
Disclaimer: Hiro Mashima
Chap. 3
Natsu mengentak-entakkan kakinya dengan tidak sabar. Ia dan Lucy sudah mencari ke arah Selatan Magnolia, dan Lisanna masih belum ditemukan.
"Lisanna.." gumam Natsu.
Ia tidak mengerti. Kenapa Lisanna harus diculik?
Kreet.. Suara pintu guild yang dibuka membuat Natsu menoleh ke arah pintu. Lucy dan Gray kembali dengan tampang datar.
"Kalian menemukannya?" tanya Natsu.
Mereka berdua menggeleng. Dan jawaban mereka membuat Natsu semakin lesu. Melihat wajah Natsu seperti itu, Lucy merasa hatinya tercabik-cabik.
XXX
"Uh.." erang Lisanna.
"Sudah bangun rupanya."
Lisanna membuka kedua matanya. Di depannya, berdirilah seseorang dengan rambut putih perak.
"Siapa kau?" tanya Lisanna lirih.
"Diamond Moon." jawabnya.
"Diamond Moon?" ulang Lisanna.
Diamond Moon mengangguk. "Kau membunuh adikku, Crystal Moon." ujarnya dingin.
Lisanna langsung membuka kedua matanya. Ia membelalakkan matanya, terkejut. "Aku?" ulangnya. "Aku membunuh adikmu?" tanya Lisanna setengah tidak percaya.
Diamond Moon menjadi berang. "Kau tidak mau mengaku? Hah!" dengusnya. "Kau melempar adikku dengan sihirmu, Lucy Heartfilia! Kau tidak ingat?"
Segera saja Lisanna mengerti. Mereka mengincar Lucy, bukan dirinya. Kontan saja Lisanna tertawa.
"Kenapa kau tertawa?" seru Diamond Moon.
"Kau salah menculik mage." ujar Lisanna setengah menangis, karena menahan tawa.
"Apa maksudmu?" tanya Diamond Moon marah.
"Namaku Lisanna Strauss, bukan Lucy Heartfilia. Lagipula, aku ini seorang take over mage bukan celestial spirit mage. Rambutku pun putih, bukan kuning terang." jawab Lisanna geli.
Diamond Moon terdiam, lalu segera berteriak memanggil bawahannya yang menculik Lisanna.
"Baldooooooonnnnnnn!" seru Diamond Moon lantang.
Seorang bertubuh gempal dan botak, berjalan terburu-buru menuju Diamond Moon.
"Ya, mistress?" tanya pria bernama Baldon itu.
Diamond Moon menuding Lisanna dengan marah sambil memelototi Baldon. "Kau ini bodoh, buta atau idiot? Kau salah menculik mage! Dia ini Lisanna Strauss, bukan Lucy Heartfilia! Aku mau Lucy Heartfilia, bukan diaaaa!" seru Diamond Moon.
Baldon mengangguk-angguk bersalah. "Maaf, mistress." ujarnya lirih.
"Maaf, maaf!" dumal Diamond Moon. "Cari gadis itu sampai ketemu! Aku tidak peduli! Perggiiiii! Cari Lucy Heartfilia sekarang!" perintah Diamond Moon, yang langsung disambut dengan derap kaki Baldon.
Lisanna tertawa geli, namun langsung terdiam ketika Diamond Moon memelototinya.
"Ano.. Kau sudah tidak memiliki keperluan lagi denganku. Bisakah kau membiarkanku pergi?" tanya Lisanna.
"Enak saja!" dengus Diamond Moon. "Kau akan menjadi sandera yang pas untuk memancing Lucy Heartfilia keluar!"
Lisanna hanya terdiam. Sesaat kemudian, ia teringat sesosok wajah dan menggumam pelan. "Natsu.."
XXX
"Lisanna?"
"Natsu, ada apa?" tanya Erza.
Natsu memasang telinganya baik-baik, lalu menggeleng. "Kupikir aku mendengar suara Lisanna memanggilku." jawabnya.
Lucy segera meremas ujung kaosnya. Datang lagi. Rasa sakit hati itu datang lagi. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat dan menundukkan kepalanya dalam-dalam agar ia tidak menangis. Apa sebegitu kuat ikatan batin antara Lisanna dengan Natsu? Lucy menggeleng pelan. Ia pendatang baru di guild itu. Ia tidak memiliki hak untuk melarang Lisanna dan Natsu saling menyukai.. Tapi.. Apakah salah untuk berharap dan menghadapi kenyataan bahwa ia menyukai dan ingin Natsu menyukainya juga?
"Lucy, ada apa?" tanya Gray.
Masih dengan menundukkan kepala, Lucy menggelengkan kepalanya. Gray pun hanya diam, tidak tahu harus menanggapi apa.
"Ayo kita cari Lisanna lagi." ajak Erza.
Gray, Happy dan Natsu mengangguk. Sementara Lucy hanya terdiam.
"Lucy, ada apa denganmu?" tanya Happy.
Lucy masih menundukkan kepalanya. "Aku tidak apa-apa, Happy." jawabnya pelan.
Aku tidak apa-apa. Kuharap aku tidak apa-apa, batin Lucy.
XXX
Lucy hanya bisa diam, ketika hidung tajam Natsu menangkap bau Lisanna. Dengan penuh semangat, Natsu mengikuti indera penciumannya dan berjalan menyusuri jalan, menuju tempat dimana Lisanna berada. Hatinya sakit, dan ia ingin menangis. Tapi ia tahu ia tidak bisa melakukan itu. Natsu menyukai Lisanna, dan Lisanna menyukai Natsu. Apalagi yang Lucy bisa harapkan? Tidak ada.
Ia tidak pernah menyadari bahwa ia bisa jatuh cinta dengan Natsu saat pertama kali ia bertemu Natsu. Menurutnya, Natsu itu pria yang bodoh, rakus dan menyebalkan. Ternyata, setelah Natsu mati-matian menyelamatkannya dari Phantom Lord guild, Lucy mulai melihat Natsu secara berbeda. Lucy mulai tertarik pada Natsu, dan akhirnya malah jatuh cinta pada Natsu.
Saat pertama kali Lisanna kembali ke guild, Lucy merasa senang karena ia mendapat seorang teman baru lagi. Tapi, Lucy sendiri tidak menyangka ia akan begitu cemburu dan sakit hati ketika ia melihat Lisanna dan Natsu begitu dekat. Padahal, selama ini Lucy-lah yang paling dekat dengan Natsu.
Lisanna adalah anak yang baik. Lucy tahu itu. Lisanna adalah seorang mage yang hebat, tidak cengeng, berani, pantang menyerah, dan paling penting adalah bahwa Lisanna merupakan perempuan idaman Natsu. Lucy tidak tahu harus menyalahkan siapa. Ia hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri. Ia tidak bisa—ah, lebih tepatnya, ia tidak mau menyadari bahwa hati Natsu sudah dimiliki oleh orang lain. Yaitu Lisanna.
"Jejaknya berhenti disini." ujar Natsu membuyarkan pikiran Lucy.
Mereka berlima melihat sebuah gedung yang megah yang kini berada di depan mereka. Lucy membaca nama gedung itu. Jewel Shine guild. Hei, bukankah ini guild dimana Crystal Moon berasal?
"Lisannaaaaa!" teriak Natsu sambil menendang pintu masuk guild itu.
XXX
"Lisannaaaaa!"
BRAAK!
Lisanna membuka matanya perlahan, lalu memasang telinga. Apa tadi dia berhalusinasi? Sepertinya dia mendengar suara Natsu.
"Lisannaaaaa!"
Lisanna membuka kedua matanya dengan senang. Ia yakin kini. Itu suara Natsu.
"Natsuuuu!" Lisanna balas berteriak.
Hening sejenak, sebelum suara Natsu kembali terdengar. "Kau ada dimanaaaa?"
Lisanna melihat sekelilingnya. Hanya remang-remang. Dan ia terikat di atas sebuah kursi. Ruangan tempat Lisanna berada kosong.
"Aku tidak tahuuu!" balas Lisanna.
Hening, tidak ada jawaban. "Natsu?" gumam Lisanna. "Natsu!" panggil Lisanna cemas. "Natsuuuuu!" seru Lisanna.
BRAAAKKK!
"Natsu!" seru Lisanna senang.
"Lisanna.." gumam Natsu, dan langsung berlari menuju Lisanna.
Lisanna kaget ketika Natsu langsung memeluknya. Dari sudut matanya, ia melihat Lucy yang tersenyum padanya. Ia pun membalas senyum Lucy.
"Kau baik-baik saja kan?" tanya Natsu sambil melepaskan semua ikatan di tubuh Lisanna. Lisanna mengangguk.
"Kau datang juga akhirnya, Lucy Heartfilia!"
Sontak, Lucy dan teman-temannya langsung berpaling menuju sudut ruangan. Disitu, berdirilah Diamond Moon.
"Namaku Diamond Moon, kakak Crystal Moon. Lucy Heartfilia, kau akan kubunuh untuk membalaskan dendam adikku!" seru Diamond Moon marah dan segera menyiapkan sihirnya. Lucy pun segera mengeluarkan kuncinya.
"Diamond Moon." panggil seseorang.
Diamond Moon segera berpaling ke arah sudut ruangan yang lain. "Master.." ujar Diamond Moon lirih, dan langsung berlutut.
Kemudian, dari balik kegelapan, sesosok wanita tua keluar. "Diamond Moon," panggil wanita itu yang merupakan master Jewel Shine. "Bukan salah gadis itu bila Crystal Moon mati. Itu pantas Crystal Moon terima, setelah ia mengajukan tantangan kepada Lucy Heartfilia dari Fairy Tail. Diamond Moon, jangan perpanjang masalah ini. Lupakanlah. Kau mengikat kebebasan mendiang adikmu sendiri bila kau masih ingin membunuh Lucy karena dendam." nasihat wanita tua itu.
Diamond Moon menggigit bibir, lalu mengangguk pelan. Lalu, wanita tua itu pun berpaling ke arah Lucy, Erza, Gray, Happy, Natsu dan Lisanna. "Namaku Tresta. Kalian, pulanglah. Ini sudah mulai larut." ujar Master Tresta.
Mereka pun mengangguk, lalu keluar dari Jewel Shine.
XXX
"Natsu, terima kasih. Kau sudah mencariku dan menyelamatkanku." ujar Lisanna.
Natsu mengangguk dan tersenyum. "Kalau itu kau, aku pasti mencari." jawab Natsu, yang membuat pipi Lisanna bersemu merah dan membuat dada Lucy semakin nyeri.
Akhirnyaaa..
Selesai juga..
This is not the end..
Soo..
Review please?
