Drama day
Huftt… sudah lama aku tidak menjamahmu,diari..
Tapi itu bukan berarti niatku untuk mengubah sifat yandereku hilang berkurang,ya. Sebelum kau berpikir yang aneh-aneh, lebih baik kau mendengar saja ceritaku. Aku tahu kau memang telah menjadi tempatku curhat dan berkeluh kesah selama ini, membuatku bisa intropeksi diri dan sekarang aku sudah makin dekat dengan honey bunny sweety vanilla love Tetsuyaku.
Ya, sejak kejadian dengan Kagami beberapa bulan lalu, aku dan Tetsuya sudah bisa dibilang sahabat baik. Sering bercanda, dan terkadang kalau beruntung aku bisa melihat sedikit senyum manis dan semburat merah dipipi putih mulusnya itu. Aku tahu, aku adalah seorang Akashi yang absolute dan tak mudah terperdaya. Tapi semua berubah sejak Kuroko Tetsuya menyerang#jejejengg
Ehmm.. balik ke topic
Minggu depan itu sekolah kami akan mengadakan festival budaya,nih. Jadi perencanaannya itu sudah dimulai sejak bulan lalu. Yah, tepatnya itu untuk kelas lain sih.. coret untuk kelas kami.
Gimana enggak, wali kelas kami, Mibuchi Reo yang sudah hampir sebelas setengah duabelas dengan bencong taman lawang, mentelnya itu sudah kebangetan!
Bayangkan saja apa yang dikatakannya dua minggu lalu ketika kelas kami sama sekali belum ada persiapan untuk membuat acara di festival budaya, sedangkan kelas lain sudah 70% jadi
"hoeeehh.. merepotkan saja.. siapa,sih, yang buat ide festival budaya itu? Dari tahun ke tahun acaranya itu-itu saja.. kalau engga kafe, drama. Kalau engga drama, rumah aku mungkin minta cuti aja,ya? Cih.." ucapnya didepan kelas saat pelajaran homeroom, sambil meniup-niup kuku yang baru digilasnya dengan kikir kuku.
Aku heran,kenapa kepala sekolah masih mempekerjakannya?
Yah,, satu kelas diam saja. Aku sebagai ketua kelas pun mulai mengangkat tangan. Namun pergerakan ku untuk memprotes guru itu terhenti ketika aku sudah kedahuluan Tetsuya.
"a,anoo.. Mibuchi-sensei.."
"ha,, apa yang ingin kau bicarakan Kuroko-chan?"
"eh.. ano.. walau terlihat menyebalkan.. tapi jujur saja, ya.. dari semua kelas hanya kelas kita yang paling santai tanpa persiapan.. masa citra kelas kita terlecehkan seperti ini? Kita kelas unggulan loh.."
…
Tetsuya…..
Seisi kelas memandang takjub ke Tetsuya yang selama ini selalu pendiam dan seperti ditelan bayangan..
" yah mau gimana lagi, kan? Kelas unggulan itu butuhnya belajar aja. Pertahanin nilai kalian,kek, biar bisa tetap diberikan support dari guru lain," ucap si bencong itu dengan santainya.
Saat itu aku hampir berteriak marah. Masa berani-beraninya dia bilang begitu pada Tetsuyaku sayang?
" tapi kan sensei,, selain teori kita juga butuh praktek. Apa gunanya kerjasama yang selama ini kita pelajari disosiologi apabila tidak diterapkan melalui kebersamaan di festival budaya? Apa gunanya matematika statistika yang selama ini kita pecahkan jika tidak diterapkan lewat perencanaan anggaran di festival budaya? Thomas Alpha Edison tak kan membuat dunia ini terang kalau tetap berusaha belajar teori di rumahnya, lho. Butuh praktek 10.000 kali lo, baru dapat lampu."
" LUAR BIASA!"
Sontak satu kelas berdiri tepuk tangan meriah untuk Tetsuya. Dan biang keroknya tentu saja si bocah diabetes dan si dekil #ifyouknowwhatimean
Serius,deh. Beberapa teman sekelas sampai ada yang pergi ke koperasi beli tisu saking terharunya#ataualaynya
"eh,,eh.." si bencong itu terlihat kebingungan. Aku hanya diam di tempat dudukku sambil memandang istriku bangga.
"baik,,baik" sibencong itu kini mulai mencoba mempertahankan wibawanya,"kalau begitu, kita buat yang paling gampang. Kita akan buat drama!"
Singgg…..
Satu kelas langsung terdiam.
" kita akan uat drama Cinderella saja! Biar gampang, kan banyak tuh dialognya di internet . untuk perannya, Akashi pangeran, Kise putrinya, Aomine ibu perinya, Murasakibara dan midorima kakak tirinya, Takao ibu tirinya, Satsuki yang atur tikus-tikus dan pemeran lainnya."
"ehhhhh?"
" dan Tetsuya!" ucapnya sambil memandang ke Tetsuya yang kini mematung," kau yang jadi sutradaranya"
"ehh?eh? a..ano…"
"aku butuh 'praktek' sesuai dengan ucapanmu, Kuroko-chan yang manis….~~" ujarnya sambil melenggang keluar kelas.
Setelah itu.. tak ada yang berani bicara apa-apa lagi dikelas tanpa guru..
Padahal,kan biasanya itu kesempatan langka bagi murid untuk pesta pora…
Guncangan si bencong memang luar biasa getarannya..#eh
Saat istirahat aku pun menghampiri Tetsuya yang masih duduk diam dibangku nya.
" tetsuya.. daijobuka?" ucapku khawatir.
" akashikun…" aquamarinenya melihat sendu kearahku.
Tanpa kusadari, aku langsung merengkuh tubuh ringkih itu. Untung kelas sudah sepi.
" eh.. "
"Tetsuya, kau pasti bisa!"
Aku makin mengeratkan pelukanku. Tetsuya masih mematung dan mencoba mencerna apa yang terjadi. Namun kemudian,akupun mulai merasakan tangan kecilnya kini mulai memberikan balasan.
" Akashi kun,, bagaimana kalau drama ini gagal karena ku? Bagaimana kalau kita satu kelas akan diolok-olokkan kalau dramanya tidak bagus? Aku takut, akashikun" lirihnya
"tenang saja, ada aku, Tetsuya, ada aku.."
Pelukan nya pun melonggar karena kini dia tengah memandangku berbinar
" hontou ni?"
Aku pun tersenyum dan mengelus pipi porselennya pelan
"hontou"
Yah,, begitu lah seterusnya sampai dua minggu pun berlalu. Aku pun setia membantu Tetsuya, mulai dari membuat dialog, melatih para pemeran, mengajari Ryouta berdansa, dan lain-lain. Yah, yang paling berat adalah saat mengajari Ryouta berdansa,sih.. karena aku pangerannya, beberapa kali aku hampir terpelanting kebelakang karena beda tinggi kami. Dasar bencong sialan! Gimana sih, otaknya menentukan pemeran?
Namun,, beberapa hari ini aku disibukkan oleh rapat OSIS, sehinggan Tetsuya lah yang terus berusaha sendirian. Aku merasa tak enak hati dan begitu mengkhawatirkannya. Karena itu, secepatnya semua berkas kuselesaikan dan hari ini pun aku pergi keruang latihan kami.
Semuanya masih kelihatan normal sampai ketika aku mendapati ruang latihan kosong.
Kebingungan ku bertambah ketika melihat Tetsuya yang terkulai dilantai.
"Tetsuya! Tetsuya! Bangun!" aku mulai meraih dan mengguncang pelan tubuhnya.
"a..akashikun.." ucapnya lemas
Ada apa sebenarnya?
"a..akashikun…" kini dia mulai meneteskan airmata. Belum hilang dari rasa syokku, Tetsuya tiba-tiba pingsan!
"Tetsuya?tetsu.." tiba-tiba aku tersentak kaget ketika mulai merasakan suhu badannya yang tinggi.
Aku pun segera menggendongnya dan berlari keruang UKS,membaringkannya ditempat tidur dan mengatakan kondisi nya pada guru yang ada disitu. Setelah dikompres, Tetsuya mulai terlihat lebih tenang.
" aku tinggalkan dia padamu,ya, Seijurou. Kalau ada apa-apa,aku ada di ruang guru."
"hai,sensei. Arigatou"
Aku pun membungkuk hormat dan setelah itu kembali duduk disamping ranjang Tetsuya.
Perlahan-lahan, kelopak matanya mulai terbuka. Aku pun langsung meraih tangan kecilnya untuk mengatakan kalau dia tidak sendirian.
"akashikun.."
"ya,Tetsuya. Aku disini.."
Biru matanya kembali menatapku lemah, dan kemudian air mata itu kembali jatuh. Ia sontak duduk dan meraih tubuhku.
Dan..
Aku pun menyadarinya…
Bahwa saat ini…
Untuk pertamakalinya, aku dipeluk duluan oleh istriku! #allthevictorytome
"akashikun.. aku..aku harus bagaimana…?"
Kebahagiaan sesaat ku seketika tidak tersisa lagi. Kini aku pun mulai memasang wajah seriusku dan membalas pelukannya lebih erat ketika mulai merasakan pilu di suara lembutnya.
" ada apa Tetsuya? Kau tahu, kau bisa cerita padaku."
" a…ku su..sudah tak tahan lagi…" ucapnya terisak-isak
"ssst… tenanglah Tetsuya.. kau masih sakit. Jangan jadikan semuanya beban. Berceritalah padaku."
"hiks,,hiks,,tak ada yang datang latihan hari ini….."
Ah.. iya.. pantas tadi ruang latihan kosong.
" mengapa? Dan juga, mengapa kau bisa sakit,Tetsuya? Bukankah sudah beberapa kali kuingatkan agar tetap menjaga kesehatan?"
"go..gomen,ne,,akashikun…" kini dia mulai tenang dan memandangku lembut.
"sebenarnya.. beberapa hari ini sejak Akashi kun ikut rapat OSIS.. teman-teman sekelas jadi malas latihan.. mereka bilang aku tak tegas,, atau lembek begitu,, mereka bilang,, aku telah membuat mereka bingung saat latihan.. entah mulai dari adegan berapa.. dialog yang mana.."
"apaa?" ucapku emosi sambil menaikkan sedikit suara ku.
" eh..eh.. tapi tunggu dulu, Akashikun"ujar Tetsuya menenangkanku
"kisekun sudah membelaku,sih.. begitu juga dengan aominekun dan momoisan.. tapi teman-teman yang lain mulai malas dan tidak datang latihan lagi.. mana kostum juga belum jadi.. 2 hari ini aku mulai menjahit sendiri kostumnya sampai kurang tidur.. aku takut minta tolong temen-teman.. nanti mereka marah…"
Aku mulai merasakan kemarahan diubun-ubunku. Siapa mereka sampai bisa membuat Tetsuya ku menderita begini?
"ini memang salahku juga.. aku bingung tiap kali dihadapkan pada banyak orang.. padahal semua sudah terencana dibenakku.. tapi aku sulit menyampaikannya.. aku merasa utuh saat Akashikun menemaniku, karena Akashikun membuatku percaya diri dan berani bicara… tapi saat Akashikun tak ada.. entah kenapa aku mulai lemah.. maafkan aku.."
" tetsuya…"
Kemarahan ku tadi musnah seketika, digantikan dengan rasa bersalah. Seharusnya aku tetap menemani Tetsuya, atau paling tidak mengirim ucapan semangat untuknya. Tapi kemana sosok suami saat sang istri sedang dihadapkan pada cobaan?#eaaa
"maafkan aku Tetsuya.. aku seharusnya tetap bersama mu.."
Saat Tetsuya seperti akan membantahku, aku langsung menambahkan
"kau juga seharusnya lebih berani dan percaya diri lagi, Tetsuya. Memangnya, kemana Tetsuya yang selama ini ngobrol dan bercanda dengan ku dengan akrabnya? Kemana Tetsuya yang dengan beraninya menyela dan membela teman-teman sekelas didepan sensei,huh? Kemana Tetsuya yang sangat kubanggakan..?"
"akashikun.." segaris senyum mulai menghiasi bibirnya yang penuh.
Aku pun mulai menghirup dan mengecup pelan keningnya yang beraroma vanilla itu. Ah.. entah kenapa akhir-akhir ini vanilla telah menjadi semacam ketergantungan bagiku..
" semua akan baik-baik saja, Tetsuya, kelas kita, drama kita, semua akan baik-baik saja. Ayo kita buktikan pada si bencong itu kalau kita ini kelas unggulan yang bisa segalanya! Yang bisa teori dan praktek. Benar,tidak?"
"heum!" gumamnya sambil mengangguk-angguk lucu.
Ia pun mulai berdiri sambil mengepalkan tangan semangat. Namun tiba-tiba keseimbangan tubuhnya goyah dan langsung kutopang.
"ehem… untuk sekarang, lebih baik kau beristirahat saja,Tetsuya" ucapku sambil memeluknya erat.
"hai! Arigatou,ne, Akashikun! Ehmm.. dan juga.. sibencong itu siapa, ya.."
Yah,baiklah.. untuk hari ini sampai segini dulu. Butuh dua halaman penuh kalau aku mau menceritakan gimana cara nya aku menghadapi Tetsuya perihal si bencong yang ditanyakannya padaku. Jadi, koreksi untuk hari ini:
Ingat,Seijurou yang absolute, istrimu itu masih polos!
Seminggu kemudian
Hai diari…! Aku kembali lagi!
Maaf ya,, sekali lagi aku minta maaf,deh,sudah tidak menjamahmu seminggu ini!
Jangan ngambek,dong,, senyum,,senyum,, nah gitu kan kawaiii,, diari,, kau paling kawaii,deh,,
Eh, salah..
Tetsuya,deng, yang paling kawaii
ngeheheheeheheheh
#abaikanakashiyangmulaimembandingbandingkanbendamati
Nah, seminggu ini berjalan lancar.
Tetsuya sudah mulai menunjukkan kepemimpinan dan profesionalitasnya sebagai sutradara.
Semuanya di jalankannya sesuai dengan rencananya secara konsisten dan percaya diri, mulai dari kostum,tata panggung, dan para pemeran-pemerannya.
Sehingga,,,pada festival budaya hari ini,, kelas kami berhasil menjadi yang terfavorit,padahal yang kami bawakan bisa dibilang drama picisan..#banggamodeon
Ya,, aku benar-benar bangga pada Tetsuyaku. Memang aku tak pernah salah memilih orang sebagai pendamping hidup, aku benar-benar terharu melihat sosok Tetsuya yang cool dan imut, benar-benar minta dimangsa!
Heuff.. untung pertahanan ku sedikit kuat mengingat banyaknya orang saat pertunjukan tadi. Hasilnya, Ryouta yang jadi kejang-kejang setelah pertunjukan, akibat menerima terlalu banyak aura cinta kasih dariku.. #atau….
Yah.. paling tidak semua berjalan lancar dan Tetsuya sudah mulai berkembang dan percaya diri.
Iya,dong,, kalau Suaminya Absolut, istrinya harus Absolut juga,kan?
Iya,kan?
Kan?
Kan?
#abaikanakashiyangmulaiterjangkitvirusnarsispadabendamati
Heheheeh.. ichigo update baru,nih,,jangan lupa votementnya,yahhh
-ichigoseiijurou-
