Chapter 2 A – BABY'S BREATH . Sekedar mengingatkan, rate M nya masih agak jauh XD jangan bosan menunggu ya kalau kalian reader mesum '-' .
Baru saja Jungkook akan meletakkan smartphone nya jika saja smartphone nya itu tidak bergetar, menandakan ada pesan masuk.
Dari : Jiminnie Hyung
Jungkook-ah, sibuk tidak? Ayo makan bersama. Aku mengajak Taehyung juga, kebetulan kita ketemu di jalan. Aku akan menjemputmu.Wajah Jungkook jadi sumringah, senyum lebar yang menunjukkan gigi kelincinya. Hampir saja ia akan berganti baju langsung kalau ia tidak ingat bahwa ia belum mandi.
Kurang lebih 15 menit ia selesai mandi, memakai pakaian santai namun tetap terksean tidak norak dan sialnya malah terlihat imut sekaligus tampan, serta tidak ia lupakan sepatu coklatnya yang ia beli kembaran seperti milik Jimin. Tak lama sebuah bunyi bel apartement nya mengagetkan Jungkook.
"Jimin Hyung?" Tanya Jungkook melalui intercom.
"Yes Tuan Jeon" jawab Jimin dengan nada suaranya yang khas.
Jungkook segera membuka pintu apartement nya dan langsung diberikan cengiran kotak Kim Taehyung dan badan keren Park Jimin (yang dalam artian disini, Jimin hanya memakai kaos tanpa lengan berwarna hitam bertuliskan 'SWAG' dan snapback warna hitam dengan ornamen warna putih, jangan lupakan sepatu nya yang berwarna putih. Terlihat seperti bad boy sekali)
"Kenapa kalian keren semua? Aku hanya sederhana begini" Jungkook menatap hoodie nya dengan beberapa kali kedipan.
"Hahaha, kau kan masih anak-anak. Ayo kita jalan" Jimin segera merangkul Jungkook di pundaknya. Meninggalkan Taehyung yang sedikit mendengus.
- VMINKOOK-
Jimin melemaskan ototnya yang kaku. Oke, setelah kemarin ia menghabiskan hari libur dengan Jungkook dan Taehyung, kini Jimin harus kembali ke rutinitasnya. Latihan acting nya kali ini sangat melibatkan emosi, ia juga diajarkan cara melatih vokal nya dan tempo suaranya.
"It's enough for today. Good luck for you guys. And please prepare for your exam next week" Dosen itu mengakhiri pembelajaran kali ini, dan akhirnya Jimin bisa bernapas lega. Ia mengambil air mineral dari tas nya dan segera menghabiskannya.
"Jimin?" Oh, Jimin hampir saja tersedak mendengar suara interupsi itu.
"Yoongi sunbae? Ada apa?" Jimin membungkukkan badannya kecil. Yoongi atau Suga adalah senior Jimin di kelas Acting. Yoongi mengajari berbagai cara tentang akting yang benar (karena Suga sudah beberapa kali main drama juga) kepada Jimin.
"Jadi berlatih untuk ujian minggu depan? Aku rasa kita harus menentukan waktunya dari sekarang, aku takut ada bentrokan dengan jadwal ku yang lain." Yoongi tersenyum.
"Oh ok, bagaimana kalau besok Rabu saja sunbae? Aku sudah ada janji dengan temanku. Maaf" ujar Jimin merasa tak enak hati. Tak lupa ia juga membentuk 'V sign' dengan kedua jarinya.
"Oh teman kelin-, oh maafkan aku" Yoongi menutup mulutnya, merasa keceplosan. Sadarkan Yoongi untuk mengikuti kursus menahan mulutnya yang seenak jidat itu kalau berbicara.
"ahaha tak apa sunbae, dia memang kelinci kok. Kelinci bandel. Namanya Jungkook" Yoongi melepas dekapan pada mulutnya dan menghela napas lega.
"lain kali kenalkan padaku ya? Dan satu lagi, kau kan tahu tentang berbagai jenis bunga. Bisa pesankan aku sebuket bunga untuk orangtuaku? Atau temani aku sekalian membelinya bagaimana?" Jimin hanya mengangguk senang, jarang sekali orang memanfaatkan keahliannya dalam menata bunga. Bahkan Jungkook saja tidak tahu kalau Jimin jago dalam urusan 'yang-seharusnya-tugas-anak-perempuan'. Yoongi pun menepuk pundak Jimin kecil sebelum berlalu.
.
Lain Jimin, lain pula Taehyung. Taehyung menjadi anak yang dingin di kelasnya, kecuali dengan Jimin dan Jungkook. Taehyung dengan wajah tampannya memang sering menjadi perbincangan anak-anak fakultasnya. Namun melihat betapa dingin sikap Taehyung itu, mereka jadi berpikir dua kali untuk mendekati Taehyung. Bahkan setelah melihat kedekatan Taehyung dengan Jimin dan Jungkook (terutama Jungkook tentunya), mereka berspekulasi kalau Taehyung menyukai Jungkook, dan tentunya hanya Taehyung dan Tuhan yang tahu kebenarannya.
"Oke, tugas ini akan saya bagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat orang. Pembagian kelompok akan saya urutkan berdasarkan tempat duduk kalian"
Oke, jika sudah begini Taehyung menebak bahwa ia akan satu kelompok dengan Jung Hoseok, atau anak-anak menyebutnya Jhope karena menurut mereka Hoseok ini memiliki banyak harapan (Konyol sekali bagi Taehyung), lalu Kang Haneul, dan terakhir Kim Jisoo. Tak buruk juga menurut Taehyung.
"Jadi kapan kita akan mulai melakukan observasi?" Kang Haneul menarik sebuah kursi untuknya dan duduk di sebelah kiri Taehyung, diikuti Hoseok dan Jisoo.
"Kita masih ada waktu sebulan kan? Bagaimana kalau kita bagi tugas?" usul Jisoo. Taehyung berpikir kalau pembagian tugas justru membuatnya senang. Ia tak perlu terlalu banyak bicara dengan teman-teman dalam kelompoknya.
"Hoseok dan Taehyung akan melakukan observasi sampai semua data terkumpul. Aku dan Haneul akan membuat materi dan laporannya" tambah Jisoo lagi.
"Aku? Yang benar saja?! Kenapa tidak aku saja yang membuat laporannya?" Hoseok berujar tak terima.
"kalau tak suka, keluar saja dari kelompok ini" Taehyung dengan nada sarkastiknya keluar.
"lagipula, kau kan itu hiperaktif. Cocok sekali jika turun ke lapangan" ucap Haneul.
"tapi kan dia tidak" Hoseok menunjuk Taehyung dengan telunjuknya, membuat Taehyung sebal.
"enak saja tunjuk-tunjuk. Kau pikir telunjukmu bagus?" tanya Taehyung.
"tapi Taehyung cerdas jika di lapangan. Kau kan tahu nilai prakteknya terbaik di kelas kita" ucapan Haneul (yang disetujui Jisoo pastinya) membuat Taehyung mendongakkan dagu nya sombong. Hoseok hanya bisa mendelik melihat tatapan itu, rasanya Hoseok bisa membunuh Taehyung seperti dalam film Psychopat yang kemarin ia tonton bersama sepupu nya yang masih berumur lima tahun. (Oke Hoseok merasa ia perlu ke psikiater, ia mengajak anak berumur lima tahun menonton film pembunuhan sadis? What the-)
"oke terserah" jawab Hoseok pada akhirnya. Ia menyerah adu mulut dengan si kolot Haneul, dan penganut setianya si Jisoo. Ditambah lagi si sadis Taehyung. Kombinasi paket komplit untuk menghancurkan hidupnya yang masih muda.
"kapan kalian akan observasi? Semakin cepat kalian praktek, semakin cepat tugas kita selesai" Taehyung mengendikkan bahunya acuh, "Rabu?"
"jangan! Selasa saja" Hoseok menggelengkan kepalanya.
"aku ada janji!" ujar Taehyung tajam.
"dengan siapa? Jungkook? Tugas ini lebih pen-"
suara Hoseok terinterupsi karena suara anak perempuan yang ia ketahui bernama Kim Saeron datang dengan langkah tergopoh-gopoh dan tak lupa sebuket bunga di tangannya.
"Annyeong, maaf mengganggu diskusi kalian. Aku hanya ingin memberikan bunga ini untuk Taehyung-ssi dari seseorang"
Taehyung mengerutkan keningnya. Bunga Agapunthus yang memiliki arti Surat Cinta. Oh jadi sekarang jamannya mengirim bunga untuk menunjukkan perasaan seseorang, batin Taehyung.
"Oh ya, bisa kau belikan bunga untukku? Dan kirimkan kepada orang yang mengirimkanku bunga Agapunthus ini?" tanya Taehyung kalem, dan gadis itu mengangguk senang.
"tolong belikan aku bunga... Carnation yellow. Tapi aku takut bunga itu langka, jadi kirimkan saja pesan balasanku, yaitu bunga Carnation yellow" dan Saeron hanya bisa berkedip beberapa kali, ia sadar.. bahwa Taehyung telah menolaknya secara terang-terangan.
"B-baiklah" Saeron segera meletakkan bunga itu di meja Taehyung, namun Taehyung memegang lengannya.
"Tolong buang bunga itu" ucapnya dingin.
Hoseok, Haneul, Jisoo dan beberapa teman yang melihat adegan tersebut hanya bisa meringis iba pada Saeron. Mereka tahu bahwa Saeron lah si pengirim bunga itu.
-VMINKOOK-Hari ini hari Rabu, dan Jungkook masih menyandarkan kepalanya pada meja belajar di depannya. Selasa kemarin, ia dan Jimin-Taehyung mengerjakan tugas. Sebenarnya membantu Jungkook mengerjakan tugas, tapi acara kemarin gagal karena mereka yang terus menjahili Jungkook seperti anak kecil. Menempeli Jungkook seharian lah, bahkan Taehyung memeluknya erat. Tapi sekarang kuliahnya masih dua jam lagi, Jungkook bingung harus melakukan kegiatan apa dan tak ada yang bisa ia ajak pergi karena Jimin sibuk dengan tugasnya bersama seseorang yang Jungkook ingat namanya Yoongi atau Suga. Senior itu cukup terkenal. Begitu pula Taehyung yang harus melakukan observasi dengan Hoseok hyung. Hyung? Ya, Jungkook kenal akrab dengan Hoseok karena anak itulah yang membopong Jungkook ke Rumah Sakit saat kecelakaannya waktu itu karena tertabrak mobil.
"Oke, jadi aku harus bagaimana? Apa aku akan jalan-jalan saja? Oh ya, sekalian ke makam appa dan eomma" Jungkook segera bangkit dari kursinya, menata buku untuk mata kuliahnya sekaligus menyiapkan keperluan untuk ke makam.
"biasanya aku diantar Jimin hyung, tapi.. ya sudahlah" Jungkook menghela napas.
Jungkook keluar dari apartment dan berjalan kaki menuju halte. Ia menunggu disana, sambil menyetel musik kesukaannya. Ia juga suka Bigbang, boyband asal Korea yang beranggotakan 5 orang. Katanya sih Jungkook menyukai G-Dragon dan menginginkan ia seperti idolanya.
Jungkook memasukkan smartphone nya ke tas dan masuk ke bis begitu bis tersebut datang. Ia memilih duduk dekat jendela. Sebelum ke makam, ia akan turun di Toko Bunga langganannya bersama Jimin.
hampir satu bulan ini Jungkook dan Jimin belum mengunjungi makam orangtua Jungkook, mungkin karena orangtua Jimin yang menganggap Jungkook sebagai anak mereka dan perhatian yang Jungkook dapatkan. Ia jadi lupa kalau sebenarnya orangtua kandungnya sudah meninggal.
Jungkook sampai di depan toko bunga itu. Toko bunga yang tampak asri itu, apalagi penjaga nya sangat ramah. Dulu waktu Jungkook kecapekan setelah membeli bunga, sang penjaga membuatkannya Teh. Bahkan mengajaknya berbincang.
Jungkook memasuki Toko Bunga yang terbilang cukup luas. Disana terjual berbagai macam bunga. Ia jadi ingat, dulu sahabatnya itu suka membawakan Jungkook bermacam-macam bunga, dan menyuruh Jungkook menghapalkannya namun sampai sekarang Jungkook tak hapal satupun. Yang jelas Jimin menyuruhnya membeli bunga Baby's Breath dan bunga Aster. Yang jelas kata Jimin, bunga itu melambangkan ketulusan. Jungkook sih hanya mengangguk setuju.
"Ahjumma, saya pesan sebuket bunga –"
"- Baby's Breath dan Aster. Yoongi sunbae harus membeli bunga itu, tapi kalau mau bunga yang melambangkan cinta lain ya silahkan."
Jungkook terdiam, ia merasa mendengar suara Jimin kan? Yoongi sunbae? Jimin-nya pergi dengan Yoongi sunbae kan? Jangan-jangan...
Jungkook membalikkan tubuhnya perlahan, dan sembunyi dibalik pot tanaman. Beruntung toko bunga ini cukup lebat dan dibatasi bunga-bunga yang banyak.
"arti bunga Daisy ini apa Jimin?" tanya Yoongi sunbae.
"itu artinya kepolosan, kesucian, kesetiaan juga bisa"
"kalau Daffodil?"
"Menghormati, sunbae. Sebenarnya sunbae mau bunga yang apa?" tanya Jimin penasaran. Ia sengaja mengajak Yoongi sunbae ke toko Bunga langganannya dengan Jungkook, sekalian bermaksud mengunjungi makam orangtua Jungkook.
"entahlah. Oh ya, darimana kau tahu semua arti bunga ini?"
"kan dulu aku sudah bilang sunbae, aku memang suka mengamati lalu mencari tahu. Hehe, aku juga suka menyuruh orang menghapalkan juga" ujar Jimin sambil cengengesan.
"Oh ya? Salah satunya Jungkook?" tanya Yoongi asal menebak.
"eh, dia tak tahu aku tahu semua tentang bunga. Sstt, jangan kasih tahu dia oke?"
oke, Jungkook tahu sekarang, si Jimin bantet-penggila abs itu mengkhianatinya. Dia tak tahu harus bersikap 'sok' bodoh, atau marah, atau kecewa. Ia pikir Jimin sudah terbuka padanya. Ternyata belum. Jungkook memutuskan pergi saja dari toko Bunga itu, sebelum Jimin menyadari keberadaannya.
Apa Jimin Hyung sahabatku dulu? Batin Jungkook dengan perasaan campur aduk. Tapi Jungkook berusaha menepis prasangka itu semua, bukan hanya Jimin yang tahu tentang bunga kan? Oke. Jungkook berusaha menenangkan pikirannya.
.
.
TO BE CONTINUE
.
.
Saya sempet baca ulang ff yang chapter sebelumnya, dan serius itu banyak banget typo yang tak terhindarkan. Mau di repost cuma males. Untuk pair nya, belum dibikin main pair nya siapa. Yang jelas VKOOK DAN JIKOOK. Masih ngambang soalnya, ntar tiap chapter saya bakal kasih hint kok. Disini juga nanti cast pendukung itu ada hubungannya sama main cast. Oke sip saatnya balas review
Han Eun Kyo : kita samaan, haha.. sebenernya aku udah ngasih hint lho siapa yang terobsesi sama Jungkook. Cuma itu bener-bener ga ada yang bisa nebak xDD hint nya tipis banget *dikira benang -_-
Guest : semua nyebut Jimin ya? Haha, liat aja lah :D
Babby Hanna : Walaupun nantinya salah satu dari Jimin-Taehyung itu sahabatnya Jungkook, tapi nantinya ...
Yuljeon : Team JK Bottom '-'
Peach petals : tapi susah nebak juga sih, mungkin aku juga ga bakal sadar xd
Shanaxkim : iya susah :3 wah dijauhin?! Kenapa?! *muka syok* saya mah gatau apa-apa tentang mereka dan BigHit
WONWOOCAPER : NAH ITUUU... *ikutan capslok*Jimin kan pecinta magnae.. apalagi dia di deket Jungkook keliatan terobsesinya
.
.
Maaf baru bisa bales review segitu, yang jelas semua revie udah dibaca. Thank you buat yang udah review, favorite, follow, bahkan sampai ngefollow saya *nangis terharu*, Boleh dong promosi dikit? Follow akun IG saya ya :v SARASFIRA, followback just mention kok kalo kamu reader setia/? *eaa* sama invite akun BBM juga boleh, tapi PM ya :v oke sekian, sekali lagi maaf bila banyak kesalahan ketik, ataupun alur yang membingungkan karena kekhilafan saya sebagai author T-T
