ragile love Chapter three
main pair : chen x xiumin
genre : fantasy, romance, drama
credit : plot cerita milik saya, exo milik ortu dan SM ent.
WARNING! THIS IS A BOY X BOY STORY, IF YOU A HOMOPHOBIC PLEASE STAY AWAY! YOU'V BEEN WARNED.
TYPO IS EPELIWEL~ BUT TYPO IS ART, YES?
Preview chapter
" sebenarnya bukan itu yang ingin aku tanyakan. Aku ingin bertanya kenapa aku tidak memiliki ingatan tentang masa kecilku? Kenapa ingatan yang aku ingat kembali dimulai dari masa remajaku di sebuah panti asuhan?"
" ah, untuk pertanyaanmu yang itu aku bisa menjawabnya. Sebenarnya kita bukan manusia biasa. Setidaknya tidak lagi."
.
.
.
" apa maksudmu?" xiumin mengernyit bingung.
" lihat ini, ini adalah simbol. Simbol ini diberikan oleh orang yang "menciptakan" kita. Karena kita adalah manusia hasil rekayasa genetic yang kemudian memiliki kekuatan." Chen menunjukkan sebuah cincin dari besi yang sepertinya berbentuk kalajengking.
Xiumin membelalak dan mengenali bahan dari simbol itu namja manis itu merogoh rogoh tasnya dan mengambil sebuah badge yang bahannya sama dengan bahan cincin chen. Tapi, simbol miliknya berbentuk snow flake.
" simbol ini diberikan sesuai dengan kekuatan kita masing masing. Dari simbolmu sudah jelas kalau kakuatannmu berhubungan dengan es. Dan kekuatanku sebenarnya petir tapi aku tidak tau kenapa simbolku kalajengking." Kekeh chen, dengan iseng dia memakai cincin itu.
" simbol ini mengaktifkan kekuatan si pemakai. Lebih tepatnya bahan dari simbol ini yang mengaktifkannya. Diantara kita semua tidak ada yang tau bahan apa yang digunakan. Hanya orang yang menciptakan kita yang tau." Namja itu memainkan percikan percikan listrik di jemarinya, membuat xiumin takjub.
"jadi, kenapa aku tidak memiliki memori apapun tentang semua itu?"
" karena saat kita melarikan diri dari fasilitas penelitian, kau memutuskan untuk menghapus ingatanmu. Kami tidak tau apa alasannya, tapi kurasa karena ingatan menyakitkan disana."
"kami?" xiumin mengernyit bingung, jadi, bukan hanya mereka berdua yang merupakan hasil percobaan?.
"ah, benar juga kau belum tau. Percobaan ini tidak hanya tidak hanya lakukan pada kita masih banyak yang dijadikan kelinci percobaan. Jika kau mau kita bisa bertemu mereka."
"sekarang?"xiumin membelalak kaget.
"yup, kami selalu melakukan pertemuan setiap minggu. Jika kita pergi aku bisa menjelaskan dengan lebih baik."
.
.
.
Dihadapan mereka menjulang sebuah monumen terkenal yang baru baru saja didatangi xiumin. Sebuah monumen bersejarah yang menyiratkan bahwa tidak ada tempat buat pecundang di dunia ini. Ya, mereka berada di colosseum. Xiumin bertanya tanya dalam hati sambil mengikuti chen yang berjalan dengan ringan dan riang, mereka lalu berhenti di salah satu pilar di lantai dua dari colosseum itu.
" apa yang kita lakukan disini? kukira kita akan pergi ke sebuah pertemuan." Tanya xiumin akhirnya, merasa tidak sabaran begitu melihat chen malah meraba raba dinding pilar yang lebih besar dari tubuhnya itu. Tapi, bukannya menjawab chen malah tersenyum lebar dan menekan sebuah bata di pilar itu yang tidak terlihat mencolok sama sekali.
Si namja manis tidak memiliki waktu untuk merengut akibat diabaikan oleh chen karena sekarang sebuah pilar di hadapan mereka bergetar dan sebuah lubang membuka dihadapan mereka. Di dalam lubang itu terdapat sebuah tuas yang terlihat usang.
Chen menarik tuas itu dan lubang kembali menutup. Tapi, pilar di belakang mereka malah terbuka dan memperlihatkan sebuah lift yang sangat tua. Chen menarik xiumin yang masih terpesona masuk dengan terburu buru, takut ada turis lain yang melihat mereka.
"maaf tadi mengabaikanmu. Kita memang pergi ke pertemuannya dan inilah tempatnya." Chen turun dari lift diikuti oleh xiumin. Tapi, mereka malah berakhir di sebuah ruangan kosong dan berdebu. Ruangan itu dipenuhi ukiran , patung, dan berbagai tulisan yunani.
" tapi,disini tidak ada siapa siapa dan tempat ini sangat berdebu." xiumin mengedarkan pandangannya, walaupun berkata begitu tetap saja xiumin takjub dengan keberadaan ruangan ini. Sudah ratusan bahkan ribuan turis silih datang, belum lagi para arsitektur yang menyelidiki arsitektur monumen kuno ini, dan tidak ada yang mengetahui keberadaan ruangan ini.
" shh, bersabarlah." Chen mendekati salah satu patung. Namja itu mensejajarkan wajahnya dengan wajah patung tersebut. Dari mata patung terpancar sinar yang menscan mata chen. Begitu chen kembali menegakkan tubuhnya sebuah pintu terbuka di salah satu dinding.
" rumit, bukan?" chen tersenyum sembari menempelkan telapak tangan kanannya di dinding itu, yang xiumin tebak akan menscan tangan namja itu. Benar saja, pintu itu terbuka.
Chen kembali menarik xiumin dan menuntunnya untuk berjalan di lorong yang gelap. Tak berapa lama sebuah cahaya terang menyapa mereka dan sebuah pekikan kecil mengagetkan xiumin sebelum dia bahkan bisa beradaptasi dengan cahaya yang tiba tiba menerjang kornea matanya.
" xiumin?!" pekik seseorang, sebelum xiumin dapat merespon seseorang sudah memeluknya, saat dia akhirnya dibebaskan, seorang namja yang tidak dikenalnya memeluknya.
" ini aku baekhyun.." namja yang mengaku baekhyun itu masih tersenyum lebar, xiumin mengedarkan pandangannya dan melihat ada kira kira 11 orang di ruangan itu jika dia tidak dihitung. Dan beberapa diantaranya dia kenal. Contohnya, tetangganya di apartement barunya dan pasangan yang dia temui saat sedang jalan jalan.
" maaf baekhyun dia tidak ingat tentang kita, dia hanya mengingat masa "kecil"nya." Chen merangkul xiumin membuat namja manis itu sedikit bergidik dan mendudukkannya di sebuah kursi.
Xiumin memperhatikan ruangan yang dia tempati. Ruangan ini benar benar berbeda dari ruangan sebelumnya. Ruangan tersebut terlihat sangat modern dengan furniture yang modern. Bukan modern seperti sofa, tapi modern seperti meja yang berfungsi sebagai super computer yang memancarkan hologram.
Dan ruangan ini juga sangat luas dengan beberapa pintu. Xiumin menatap chen kagum.
" inilah ruangan pertemuan yang kumaksud. Dan tempat ini juga berfungsi sebagai tempat perlindungan sementara. Pintu pintu itu mengarah ke kamar kamar yang dilengkapi furniture dan tidak kalah luas dari ruangan ini. Selain itu tempat ini juga dilengkapi sebuah dapur dan laundry room." Jelas chen, sebuah senyum bangga terlihat jelas di wajahnya.
" bagaimana bisa kalian membuat ini?" tanya xiumin masih kagum. Kali ini seorang namja yang berkulit agak gelap yang menjawab.
" semuanya berkat bantuanku dong. Aku secara tidak sengaja menemukan tempat ini saat aku sedang berteleportasi. Omong omong kelebihanku adalah kemampuan untuk berteleportasi." Bangga namja itu tapi segera saja dia disikut oleh namja disampingnya yang xiumin kenal sebagai baekhyun.
"semua berkatmu?! Jangan banyak bicara deh, dasar hitam! Semua berkat kyungsoo yang menggunakan kemampuannya untuk membentuk ruangan ini!" dengus baekhyun.
"apa katamu?! Beraninya kamu menyebutku hitam, dasar rasist!" geram namja itu dan xiumin hanya terkekeh melihat pertengkaran kecil mereka, awalnya xiumin mengira mereka adalah pasangan sebelum namja yang berkulit lebih, ekhem, gelap itu sibuk beraegyo dan bermanja manja dengan namja di sebelah kirinya.
"ah ya, perkenalkan yang hitam itu kai disampingnya adalah kyungsoo, yang sedang memeluk baekhyun adalah chanyeol, dan yang disudut sana adalah suho dan lay. Sedangkan yang lain, kau sudah mengenal mereka kan?" tanya chen. Xiumin hanya mengangguk. Dia mengamati orang orang disekitarnya itu dan berusaha menebak apa kekuatan mereka.
Baekhyun mungkin cahaya karena saat ini dia sedang memancarkan cahaya yang sangat terang kearah kai sambil mengejeknya.
"wah, kau terlihat lebih putih kai! Apa kau mau aku selalu menyinarimu seperti ini untuk membuatmu terlihat lebih putih walau hanya sedikit?" kira kira begitulah ejekannya. Sedangkan chanyeol pasti api karena dia sedang melemparkan beberapa bola api kecil ditangannya. Dan suho air, terlihat dari bola bola air yang dia mainkan.
Luhan, kemungkinan besar telekinesis, karena namja itu sedang ikut mengisengi kai dengan mengangkat kursi tempat namja itu duduk, membuatnya berteriak teriak minta diturunkan.
Sedangkan yang lain, xiumin tidak tau karena mereka hanya duduk duduk atau sekadar berbicara antara satu sama lain. Kris menepukkan tangannya agak keras, menyadarkan xiumin dari lamunannya dan menghentikan keributan kecil antara baekhyun, kai, dan luhan.
"baiklah kita sudah lengkap, benar benar lengkap kali ini." Kris menatap xiumin sekilas.
"walaupun aku sangat senang bahwa kita bisa bergabung lagi, tapi dengan kembalinya ingatan xiumin dan bergabungnya dia dengan kita. Itu artinya para ilmuan yang dulu bereksperiment dengan tubuh kita sudah mengetahuinya juga. Untungnya kita semua sudah membuang chip pelacak yang mereka tanamkan ketika kita melarikan diri yang membuat kita aman dari kejaran mereka." Kris berkata lagi. Yang lain mengangguk setuju.
"dengan situasi ini aku ingin memberi usul bahwa lebih baik kita menetap disini selama beberapa lama. Bagaimana? Semuanya demi keselamatan kita juga."
"berapa lama kita akan bersembunyi disini?" tanya baekhyun diikuti dengungan persetujuan yang lain.
"kemungkinan besar akan sampai satu bulan. Dan akan dibuat petugas patroli yang juga akan membeli bahan makanan weekly."
" dan jika sudah aman, kita akan pindah ke rumah persembunyian yang lain. Setidaknya kita harus lay low selama satu tahun untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan." Yang lain mengangguk setuju kecuali xiumin yang masih bingung.
" bagaimana dengan keluarga dan apakah kami boleh menggunakan handphone?" tanya si namja manis, semua mata menoleh menatapnya membuatnya bergerak gelisah. Tapi, chen dengan pengertian merangkul bahunya. Dan senyuman kris juga ikut menenangkannya.
"pertanyaan bagus. Untuk keluarga, kalian bisa mengabari mereka menggunakan telephone disana tapi handphone pribadi dilarang. Oh ya, dan untuk pakaian sudah disediakan disetiap kamar yang akan ditempati max. 2 orang. Mengerti?" saat yang lain mengangguk kris memutuskan untuk membubarkan pertemuan tersebut, dan mereka pun mulai beraktivitas seperti biasa.
Xiumin masuk kedalam kamar yang memiliki papan dengan ukiran symbol miliknya dan chen. Sepertinya dia akan sekamar dengan chen. Saat dia masuk xiumin tersenyum takjub melihat betapa luas dan lengkapnya fasilitas dikamar itu. Saat melihat tempat tidur baru dia ingat betapa lelahnya dia. Dalam sekejab xiumin tertidur begitu dia berbaring.
Chen membuka pintu kamarnya, mencari xiumin. Saat melihat namja manis itu sudah terkapar di tempat tidur, chen mendekatinya dan membangunkan namja itu. Menyuruhnya mandi dan mengganti baju, baru dia boleh melanjutkan perjalanannya di alam mimpi.
Xiumin yang awalnya menolak segera bangkit dan berlari ke kamar mandi sambil berteriak malu setelah mendengar ancaman chen yang mengancamnya jika dia tidak bangun maka chen lah yang akan memandikannya.
Chen terkekeh sendiri ketika melihat wajah itu berubah merah dan matanya yang langsung terbuka lebar. Dengan santai namja itu bergerak keluar, mengabaikan keributan antara baekhyun dan tao, baekhyun seperti biasa berbuat iseng dengan melakukan tipuan optic kepada kai, membuatnya "buta".
Kris yang sedang tiduran di pangkuan tao tidak berusaha melerai dan hanya memejamkan matanya. Tao sendiri hanya bersenandung riang dengan jemari tangannya yang memainkan rambut kris. Semua hal itu mengingatkan chen dengan memori lamanya.
.
.
.
Flashback on
Seperti biasa mereka terbangun di sebuah ruangan kaca yang berisikan 4 orang, chen, xiumin, lay, dan luhan. Tapi, kali ini diruangan sebelahnya ada penghuni baru. Xiumin bergerak mendekati kaca yang memisahkan ruangan itu.
"halo, apa kau baru?" tanya xiumin polos. Tapi namja itu hanya menggeram marah dan berbalik, menghadap kearah para ilmuan yang sedang mengamati mereka.
"lepaskan aku, brengsek!" geram namja itu, tentu saja sia sia. Sebuah suara terdengar dari intercom.
"chanyeol, cobalah gunakan kekuatanmu dengan benar kali ini, atau baekhyunmu yang tersayang akan menerima akibatnya.
"BAEKHYUN! BRENGSEK, LEPASKAN DIA SEKARANG!" raung chanyeol begitu melihat seorang namja mungil diseret kedalam ruangan tempat para ilmuan mengamati, keadaannya benar benar mengenaskan dengan lebam disana sini dan luka yang masih berdarah.
Chen ikut menggeram, ingat kepada saat saat dia pertama datang dan xiumin juga berada dalam keadaan yang sama. Chen secara insting memeluk xiumin, berusaha melindunginya walaupun xiumin mampu melindungi dirinya sendiri sendiri. Sementara luhan dan lay meringis mengingat keberadaan mate mereka yang tidak diketahui keberadaannya. Chanyeol menggeram marah dan memunculkan bola bola api dan melemparkannya kearah intercom di dalam kamar itu, melelehkan intercom dari baja itu seketika.
"ba bzzt us.." suara yang tidak terdengar jelas tergaung di ruangan itu. Ointu terbuka dan namja mungil itu, baekhyun dipaksa masuk. Dengan segera chanyeol memeluk baekhyun dan menangis melihat kondisinya.
Kaca yang memisahkan antara ruangan chen dan chanyeol yang tidak dibuat tahan terhada kekuatan mereka segera saja dipecahkan oleh xiumin dan luhan. Saat mereka mendekat chanyeol menatap was was dan menciptakan bola bola api yang mengelilingi tubuhnya. Namja itu menggeram mengancam.
"tenanglah, kami tidak mau melukai, lihat kami juga sama. Kita sama sama tahanan." Xiumin menunjukkan kekuatannya dengan membekukan sebuah bunga. Chanyeol menghilangkan bola bola api itu dan membiarkan lay mendekat.
"lukanya parah, tapi aku bisa mencoba." Lay membaringkan baekhyun di lantai, tangannya mengusap luka luka dan lebam lebam di tubuh baekhyun, membuatnya hilang sedikit demi sedikit. Chanyeol membelalak beegitu menyadari kekuatan lay adalah healing.
"ngng, bisakah kamu menyembuhkan luka yang ini?" tanya chanyeol sambil menaikkan bajunya ragu ragu. Chanyeol berbalik dan menunjukkan luka seperti luka cambukan di punggungnya. Lay mengangguk dan segera menyembuhkan luka chanyeol. Para ilmuan benar beenar keterlaluan, melakukan siksaan semacam ini kepada anak anak yang masih belia, yang paling tua adalah xiumin dengan umur 14 tahun.
Mereka dengan cepat akrab, dan saling membantu. Ketika datang orang baru mereka segera membantunya. Atu tahun berlalu dan tidak ada tambahan orang berkemampuan lebih, kris, orang yang memimpin mereka karena kewibawaannya memutuskan bahwa sudah saatnya melarikan diri.
Mereka sedikit kesulitan ketika sudah berada diluar apa lagi dengan pakaian mereka yang terlihat mencolok, mereka seperti pasien rumah sakit yang melarikan diri. Untungnya mereka menemukan sebuah panti asuhan yang mau menampung mereka. Apalagi umur mereka masih sangat belia.
Saat itulah xiumin memutuskan untuk menghapus ingatannya. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Dan mereka kehilangan jejak xiumin begitu namja itu diadopsi. Chen lah yang paling menderita karena xiumin matenya dan dia tidak tahan jika berpisah dengan xiumin. Untungnya chen juga diadopsi dan masuk ke sekolah yang sama dengan xiumin.
Flashback off
Pekikan chanyeol membangunkan chen dari lamunannya, saat dia berbalik terlihatlah bahwa dia sedang bermain dengan bola bola api kecil dan melemparkannya kea rah luhan yang melemparnya kembali, si namja china itu tidak "sengaja" melempar kembali api itu terlalu dekat dengan kepala chenyeol.
Sementara itu di dapur ada keributan lain, kyungsoo yang sedang memasak kue kering diganggu oleh kai yang terus menerus mencomot kue yang baru siap dipanggang. Untungnya kyungsoo hanya menggeleng prihatin dan menyimpan sisa kue di toples kaca dan menyimpannya di lemari sambil mengancam kai, jika dia memakan kue itu dan menghabiskannya maka kyungsoo akan menahan jatahnya selama 2 minggu penuh.
Chen terkekeh melihat teman temannya yang terlihat bahagia, bahkan sehun si wajah datar itu ikut mengganggu yang lain. Hal hal buruk yang menimpa mereka sudah berlalu, setidaknya untuk saat ini. Karena masalah selalu ada.
Dari dalam kamar terdengar suara berdebam yang keras, membuat chen segera masuk ke kamar, diikuti yang lain. Disana xiumin sedang terduduk dengan nafas yang berat. Chen segera tau apa yang terjadi dan meminta yang lain keluar.
Begitu chen mendekati xiumin, kepalanya terasa sangat pusing dan sangat sulit untuk mengontrol pergerakannya sendiri.
" kau, mengalami masa heatmu sekarang?" tanya chen sambil menggendong xiumin dan menidurkannya di tempat tidur. Xiumin menggeleng bingung, ini heat pertamanya, kalaupun ini memang heat.
"ini heat pertamamu? Di usiamu ini?" chen bertanya tak percaya, namja itu bergerak menjauh dan berdiri di seberang ruangan, menghindari pheromones yang diciptakan tubuh seorang omega saat dia sedang heat. Pheromones ini memiliki efek yang sangat besar tehadap alpha, maupun beta.
Xiumin meringis melihat chen yang menjauh, tubuhnya bergerak sendiri dan mulai mendekati chen. Xiumin takut dan sama sekali kehilangan control tubuhnya. Tapi, mau tak mau dia dapat mengatakan bahwa rasanya sangat nikmat saat bibirnya bertemu dengan bibir chen.
Saat xiumin mengira chen akan melakukakannya malah chen hanya mendorong tubuh xiumin menjauh dan mengabaikan rengekan xiumin lalu kembali membaringkannya di tempat tidur.
"aku tau ini buka dirimu, hhh, bersabarlah.." ucap chen sedikit terengah, efek pheromones milik xiumin sangat kuat, untungnya chen masih mampu memegang akal sehatnya agar tidak segera memakan namja manis yang sedang memohon mohon untuk disentuh itu. Dengan segera chen keluar dari kamar, dan segera dihadiahi tatapan bertanya tanya oleh yang lain.
"apa?" chen bertanya dengan tatapan tidak berdosa.
"kenapa kau meninggalkannya?" tanya lay, ada nada aneh di dalam pertanyaannya itu.
"karena dia sedang heat dan aku tidak bisa mating dengannya." Jawab chen agak lugas.
"kau tidak harus mating dengannya, setidaknya berikan dia sedikit pelepasan. Lagi pula dia membutuhkannya." Baekhyun berkata sengit, sebagai omega dia tau bagaimana menderitanya ketika sedang dalam masa heat. Chen yang ingin membantah lagi mengurungkan niatnya dan setelah menimbang nimbang kembali masuk ke kamarnya.
TO BE CON'
yuhuuuu~ saya sudah kembali lagi.. dan review masih belum meningkat.. ya sudahlah..
by the way next chapter bakalan ada adegan ena2 ya.. gak hot sih.. tp review diharapkan dan sampai jumpa di next update ya!
love Na Yeong..
