Hai, ketemu lagi sama Nino x3 Nino updatenya kilat kan ya? Ga lama kan ya? Hehe x3 yosh langsung saja, Read and Review please x3

Desclamer© Masashi Kishimoto

Warning: typos, alur mulai ngawur, BoyxBoy, incest.

.

.

Chap sebelumnya

Ide jahil melintas dibenak Sasuke, ia tersenyum seringai. "Kau harus bangun saat ini juga, Dobe" ujarnya -sangat- pelan yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.

.

.

Sasuke langsung berdiri, badan Naruto yang tadi bertumpu dipundak Sasuke kini telah sepenuhnya jatuh dibangku yang tadi Sasuke duduki. Namun ...

NIHIL

Naruto malah makin terlelap karena posisi tidurnya yang sekarang. Sasuke mendengus, ternyata ia salah mengambil keputusan, dan kini Sasuke harus tetap berdiri karena tempat duduknya telah ditempati oleh badan Naruto

Namun bila diperhatikan lebih detail, kedua sudut bibir Naruto terangkat -sangat kecil-, ia sudah sadar. Namun ia memilih pura-pura tertidur, agar Sasuke tidak bisa duduk lagi.

Hinata dan Neji yang ada dibelakangnya hanya memperhatikan Sasuke.

"Sasuke-kun, kenapa berdiri?" Tanya Hinata

Sasuke tampak memikirkan kata yang pas untuk menjawab Hinata, Sasuke tidak mungkin mengaku kalau ia berniat membangunkan Naruto namun gagal. "Tidak, aku hanya memberikan ruang agar Naruto lebih nyaman untuk tidur"

Hinata meng-oh-kan jawaban Sasuke, "Sasuke-kun mau?" Hinata menawarkan keripik kentangnya

"Tidak, mungkin kau bisa menawarkannya pada Naruto saat bangun nanti. Dia suka keripik kentang"

Tanpa sadar Naruto tersenyum mendengar jawaban Sasuke, Sasuke yang tengah memperhatikannya menaikkan sebelah alisnya namun tak lama berubah jadi seringaian

'Pura-pura tidur eh?'

Tanpa pikir panjang Sasuke langsung menduduki wajah Naruto, Naruto yang berada dibawah Sasuke memberontak, beruntung Sasuke tidak 'benar-benar' menduduki wajahnya

"UCHIHA BAKA TEME! APA YANG KAU LAKUKAN HAH?! MENDUDUKI WAJAHKU YANG HALUS INI TIDAK SOPAN!" Teriakan Naruto menggelegar dibus, semua mata tertuju pada Naruto dan Sasuke, suasana hening seketika

Sasuke tersenyum seringai lagi, "kau pura-pura tidur, Dobe" jawabnya santai

Naruto masih memegang wajah bagian kanannya yang terasa sakit, mengerucutkan bibirnya berpura-pura marah. Oh Naruto, justru ekspresi itu yang Sasuke tunggu.

"Hei, apa yang kau lakukan Sasuke?" Tanya Kiba, mendengar teriakan Naruto, Kiba teringat kejadian tadi pagi.

"Hanya menduduki tempatku,"

"Kau menduduki wajahku Teme! Bukan bangkumu!" Koreksi Naruto masih dengan suara tinggi. Sasuke hanya tersenyum seringai, senyuman yang membuat Naruto mendengus. "Harusnya kau minta maaf padaku Teme!"

"Untuk apa? Kau yang salah, sudah punya tempat sendiri masih saja mengambil tempat dudukku, serakah"

"Kau yang berdiri dan membuatku jatuh ketempatmu, Teme. Ini salahmu!" Naruto tak mau kalah

Sasuke makin menyeringai, "kau sudah terbangun saat itu, Naruto. Dan kau berpura-pura tidur dibahuku" ujar Sasuke datar namun santai

Skakmat. Naruto tidak bisa membantah perkataan Sasuke yang memang benar adanya, Naruto sudah terbangun dari awal. Namun tetap berpura-pura tidur dibahu Sasuke, jarang-jarang ia bisa bersenderan dipundak Teme-nya.

Naruto malu, namun ia hanya menunjukkan wajah berpura-pura ngambek. Sedangkan Sasuke tersenyum penuh kemenangan dan kembali duduk dibangkunya

"Dua kosong, Dobe" bisik Sasuke yang makin membuat Naruto mendengus

You win, and I lose

Kini mereka telah tiba di Pantai Kimigure, banyak siswa yang mengagumi Pantai yang masih sangat asri ini. Pantai Kimigure memang jarang terjamah karena lokasinya yang jauh, hanya segelintir orang yang berkunjung ke Pantai yang sangat indah ini.

Begitupun dengan Hinata, begitu turun dari bus ia langsung disambut disambut dengan belaian dari angin pantai. Hinata memejamkan matanya, menikmati belaian angin pantai. Ia sesekali menghirup nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan

Neji memperhatikan Hinata dari jarak yang tidak terlalu jauh dengan ekspresi datar. Namun bila diperhatikan, Neji tersenyum -sangat- sedikit. Tidak ada yang bisa melihat senyum tipisnya

Setelah menikmati pemandangan yang 'indah' itu, Neji menghampiri Hinata. "Cepat Hinata, kita bisa menikmati pantainya nanti sore"

"Eh?" Hinata membuka matanya, menatap Neji bingung

"Kita harus mencari kamar" sambungnya seakan mengerti tatapan Hinata

"Eh?" Lagi, Hinata dibuat bingung oleh Neji

Neji berdecak, "ikuti aku" perintahnya

Hinata hanya mengikuti Neji dengan berbagai pertanyaan dibenaknya

'Kita harus mencari kamar' kata Neji barusan membuat Hinata menghentikan langkahnya

"Neji-nii!" Panggil Hinata setengah teriak

Neji berhenti dan membalikkan tubuhnya, mengahadap Hinata yang ada dibelakangnya.

"T-tadi k-kau bilang, k-kita h-harus m-menc-carri k-kamar. M-maksud N-neji-nii a-apa?" Tanya Hinata 'kita' berarti Neji dan Hinata, mencari kamar. Itu berarti mereka ...

"Satu kamar" jawab Neji santai

Hinata tersentak kaget, satu kamar dengan Neji? Mungkin tidak masalah, mengingat Neji bukanlah lelaki berotak mesum seperti yang lainnya. Hanya saja Hinata merasa tidak nyaman jika harus satu kamar dengan laki-laki -walaupun itu sepupunya sendiri.

"T-tapi .. N-neji-nii .. M-maksudku, k-kau, a-aku"

"Sudah peraturan, Hinata" sela Neji

Peraturan? Peraturan macam apa yang menyuruh perempuan tidur satu kamar dengan lelaki?

"Kau tidak tau pengumuman yang Kakashi-sensei sampaikan tadi" sambungnya

Falshback on

Neji memusatkan pandangan dan pendengarannya kearah Kakashi

"Setiba dihotel penginapan kalian langsung saja mencari kamar, satu kamar diisi oleh empat orang. Semuanya pasti dapat kamar, tapi satu syarat" Kakashi berseringai dibalik maskernya, "kalian harus satu kamar dengan teman sebangku kalian dibus nanti"

Murid-murid kaget, para guru tau kalau muridnya akan duduk dengan pasangan kekasihnya masing-masing, maka dibuatlah peraturan tak masuk akal ini

Neji terdiam, ia berharap tidak satu kamar dengan Hinata. Satu bus dan satu hotel saja sudah cukup, tapi ternyata takdir berkata lain

Flashback off

Hinata tersentak mendengar penjelasan Neji. Ternyata tujuan Tsunade menyuruh Sasuke duduk bersama Naruto karena ini.

"Ayo cepat" Neji meninggalkan Hinata yang masih membatu, saat mencari tempat duduk tadi Neji juga sebenarnya tidak ingin Hinata duduk bersamanya. Tapi Neji tidak mungkin membiarkan Hinata berdiri selama enam jam. Tidak, Neji tidak sejahat itu

Hinata melangkahkan kakinya, mengikuti Neji yang berjalan jauh didepannya tapi masih bisa terlihat oleh Hinata. Dikejauhan, ia melihat Neji berhenti didepan pintu dekat tangga, Neji menatap ke arah Hinata. Merasa ditunggu Neji, Hinata mempercepat langkahnya

"Disini?" Tanya Neji meminta persetujuan Hinata. Hinata membuka pintu, wangi lavender langsung merasuki indra penciumannya, kamar yang didominasi warna lavender. Mirip seperti kamar dirumahnya

Hinata mengangguk dengan senyuman dibibirnya, "aku disini saja, Neji-nii"

Neji menautkan alisnya, 'aku?' Hanya dia kah?'

Tautan alis Neji menghilang diganti oleh seringaian yang tak kalah mengerikan dari milik Sasuke, "Kita, bukan hanya kau Hinata" goda Neji tepat ditelinga Hinata, menekan kata 'kita'

Neji melangkah masuk duluan, seringai dibibirnya semakin memekar saat mendapati ekspresi Hinata yang memerah. Namun karena membelakangi Hinata, Hinata tidak dapat melihat seringai sepupunya itu

.

.

Sementara itu, dua pemuda berbeda marga sedang berdiri ditepi pantai. Wajah sang blonde terlihat begitu menikmati hembusan angin pantai yang membelai surai pirangnya, sedangkan sang raven yang dibelakangnya hanya memasang wajah datarnya, menatap sang blonde dari belakang. Tapi perhatikan matanya, tatapan matanya begitu lembut.

"Hoy Dobe, mau sampai kapan kau berdiri disitu?" Tanya Sasuke

"Sampai aku puas menikmati pantai' jawab Naruto tanpa membalikkan badannya

Sasuke merdecak pelam, ia bingung kenapa Naruto betah berdiri dibawah sinar matahari yang membakar kulit itu. Apa Naruto tidak merasakan panas dikulitnya?

Sedangkan Sasuke sendiri berdiri ditempat yang teduh, Sasuke juga menikmati pemandangan dan masih betah dipinggi pantai, tapi tidak segila Naruto yang terang-terangan berdiri dibawah sinar matahari

"Dobe, sebaiknya kita mencari kamar dulu" saran Sasuke

"Nanti saja Sasuke, Kakashi-sensei bilang kita pasti akan mendapat kamarkan?" Jawab Naruto tanpa membalikkan badannya

Darimana Naruto tau pengumuman yang Kakashi sampai kan? Oh ternyata si bocah raven yang memberi tahunya, bahkan Sasuke memberi tahu tujuan Tsunade menyuruhnya duduk bersama dibus tadi. Dan reaksi si blonde ... Ah kalian pasti tau, teriakan " apa?! Gaah! Baa-san mesum! Cucunya yang imut ini masa disatuin sama ayam sih!" Dengan menggunakan suara cemprengnya

"Tatap aku jika bicara, Naruto!" Ujar Sasuke datar -namun tetkesan memerintah

"Kau duluan saja, aku akan menyusul" tidak mengindahkan perintah Sasuke barusan

"Kau membuang waktu, cepatlah Dobe! Kau mau tidur disofa jika tidak mendapat kamar eh?" Tanya Sasuke mencoba menakuti Naruto

Naruto tersenyum seringai, sayang Sasuke tidak melihatnya. "Aku kan tidak memintamu untuk menungguku, Sasuke" ujarnya santai namun terkesan mengejek

Sasuke terdiam, Naruto memang tidak meminta Sasuke untuk menunggunya. Sasuke sendiri tidaj tau kenapa dirinya malah berjalan mengikuti Naruto begitu turun dari bus, bukannya langsung mencari kamar.

"Kau kalah, Teme" ujar Naruto puas

Sasuke mendengus, "aku belum kalah, dan seorang Uchiha tidak akan pernah kalah!" Sombongnya

Naruto terkekeh, "terserah kau. Yang penting saat ini aku menang" tawa Naruto pecah. Sasuke hanya mendengus mendengar tawa Naruto yang puas itu

Naruto membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Sasuke, "ayo"

"Kemana?" Pertanyaan bodoh bagi Sasuke, ia mengutuk dirinya sendiri

Naruto memutar bola matanya, "ayolah Sasuke, sejak kapan Uchiha menjadi pelupa?"

"Lupa itu manusiawi, Dobe. Sana duluan"

"Eh?"

"Aku berjalan dibelakangmu, bocah sepertimu harus aku jaga. Agar tidak kabur kesana kesini dan ujung-ujungnya merepotkanku" jelas Sasuke datar

Sasuke melihat seringai dibibir Naruto, Naruto berjalan lebih dekat kearah Sasuke. "Kau ingin menjagaku? Apa aku tidak salah dengar, Uchiha?" Naruto bicara tepat didepan wajah Sasuke -sanat dekat- membuat Sasuke mundur beberapa langkah

Sasuke berjalan mendahului Naruto tanpa mengucap kata apapun, ia tidak ingin Naruto melihat wajahnya yang memerah saat ini. Sasuke tersenyum, bukan seringaian ataupun yang lain. Benar-benar tersenyum tulus, tapi sayang Naruto tidak melihatnya. Dan Naruto yang jalan dibelakangnya malah berseringai, "dua sama, Teme" ujarnya

Senyum Sasuke luntur diganti dengan dengusan, "aku belum kalah, Dobe!"

"Ya ya ya, terserah kau tuan keras kepala" jawab Naruto

Tanpa mereka sadari, kedua sudut bibir mereka terangkat. Sasuke tersenyum untuk Naruto, dan Naruto tersenyum untuk Sasuke.

'Kami-sama, aku mencintainya' monolog Naruto dalam hati. Sapphirenya memperhatikan Sasuke dari belakang. 'Ku mohon, persatukanlah kami'

Kalian mengira Sasuke dan Naruto berpacaran? Kalian salah, Sasuke dan Naruto saat ini hanya sebatas 'sahabat'. Tapi tidak dapat disangkal, keduanya memang menaruh hati satu sama lain.

Kejadian tadi pagi Naruto berteriak pada Kiba karena Kiba menggosipi dirinya berpacaran dengan Hinata sesungguhnya karena bukan karena ia dan Sasuke mempunyai 'hubungan', hanya saja Naruto sangat tidak suka jika ada orang yang menggosipi dirinya.

Dan ucapan Karin pada Tenten tadi "tutup mulutmu atau kita akan mati" memang ancaman dari Sasuke. Karena Tenten dan Karin memergoki Sasuke yang sedang memotret Naruto diam-diam sambil sesekali mengucapkan 'sempurna' saat hasil potretan Sasuke menampilkan ekspresi Naruto yang bagus

Jadi, Naruto dan Sasuke hanya sahabat. Ingat! Sa-ha-bat

TBC_

Huweee maafkan Nino, alur ceritanya malah berantakkan TwT otak Nino buntu, karena penuh pelajaran-pelajaran yang menyebalkan itu :'v dan Nino mohon maaf mungkin Nino mulai sekarang updatenya aga lama, soalnya bentar lagi UN:") dan ... HAPPY NEW YEAR! Nino tau ini telat banget, tapi gapapa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali x'3 Nino mau balas review nih:3

Chapter 1

Aiko Michishige : iya ada Sasunaru, ini udah lanjut hehe

Guest 1 : iya ini Sasunaru sama Nejihina, sudah dilanjut ya

Arindachannn : ini udah dilanjut x3

Chapter 2

D34thr1v3r : gayahaha pasti ada ko temen yang kaya mereka(?) Ini diusahain update kilat :")

Ryuusuke583 : arigatou ne, iya ini Sasunaru yaoi x3

Aiko Michishige : ini udah lanjut hehe

Arindachannn : kyaa gomen ne Nino lupa Kakashi-sensei rambutnya perak x""( ne? Scane 'hurt'nya ditambahin? Rrr

Syaaviolette : apa hayo tebak wkwk tuh diatas udaj dijawab x3 shikakiba? Mungkin di ff yang lain, gomen ne x(

Yosh, arigatou yang udah ripiu. Ketemu lagi nanti(?)

Read and Review please?