THE PSYCHIC POWER

Summary : Karena kecelakaan yang di alaminya, Kekuatan supranatural yang di miliki Lee Hyuk Jae akhirnya bangkit. Seorang pemuda tampan meyakinkan Hyuk Jae untuk bergabung dengan sebuah organisasi khusus bernama LOCK yang membantu pemerintahan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan supranatural.

Main Cast : Lee Donghae X Lee Hyuk Jae

Cast : All Member Super Junior

Rated : M

Genre : Fantasy, Romance, Friendship, Crime, Sci-fi

Warn : Boy X Boy, Typo(s), Violence, Complicated

~Don't Like Don't Read~


Annyeoongg~! Hye Kembali.. Mian lama menunggu… hehehe

Waah, banyak Readerdeul yang penasaran yaa? Sabarlah.. Perjalanan fict ini masih panjang (?) :D

Kalian bertanya siapa namja di incubator itu? Bersabarlah, ia tak akan muncul saat ini.. Haha #Plaakk

Mulai ramai ini FF, jadi semangat hye~! XD

Okelaah, Silahkan di nikmati ketegangan, dan penuh tanda Tanya ini #Eh?

Enjoy Reading~!


TPW

"Polisi bodoh" Gumam Hyuki pelan.

"Polisi itu hanya tak mau repot mencari jalan masuk, mereka hanya mengandalkan sang perampok keluar.., tsk.. sungguh bodoh" Ucap Hyuki lagi dengan nada kesal.

Kalian bertanya apa yang di lakukan hyuki dan dimana ia sekarang?

Sekarang, hyuki sedang berada di samping Bank tersebut. Tadi ia pergi mencari-cari jalan alternative masuk. Ia sempat ingat bahwa dulu ia sering bermain dengan temannya dan mengitari daerah ini dan benar saja, sekarang ia menemukan jalan masuk. Ani.. bukan jalan masuk. Di samping gedung ini tak ada pintu sama sekali, hanya tembok yang menjulang tinggi. Tapi lihatlah, ada jendela agak kecil.

Tapi sekarang ia sedang berfikir. Awalnya ia berencana mencari jalan masuk lalu memberi tahu polisi-polisi itu tentang penemuan itu agar polisi bisa masuk dan segera menyergap mereka, yang jadi permasalahannnya sekarang. Jendela yang ia temukan terlalu kecil jika di masuki orang dewasa. Hanya anak kecil yang bisa memasukinya, dan mungkin ia juga bisa memasukinya karena tubuhnya yang mungil itu. Masuk ke dalam seorang diri? Itu hanya mengantarkan nyawanya pada sang macan. Hyuki terlalu menakutkan.

Cling

'tunggu… bukannya aku memilki skill khusus ? Mungkin aku bisa menggunakan itu.. Tapi… Aisssh' batin hyuki mulai bertarung dengan fikirannya.

'Anak kecil itu butuh pertolongan, aku harus menolongnya!' batin hyuki lagi. Ia teringat akan anak kecil yang di sandera oleh para perampok itu. Entah keberanian dari mana hyuki mulai mencoba memasuki jendela yang lumayan kecil itu dan…..

Berhasil~! Sepertinya tubuh kecilnya berguna juga ya.. hehe

"Berhasil.." Gumam hyuki pelan saat ia berhasil masuk dan mendaratkan kakinya di lantai ini.

Sepii.. Oh tentu saja hyukjae yang pintar., Ini kamar mandi, mana mungkin mereka berkumpul dalam kamar mandi.. -_-"

Dengan perlahan Hyuki berjalan kearah pintu. Berusaha membukanya tanpa suara. Sangat pelan.

DEG

Jantungnya langsung berdegub dengan cepat. Saat pintu berhasil terbuka, ia langsung dapat melihat para perampok berpakaian hitam itu sedang memasukan lembar demi lembar uang ke dalam tas-tas kecil. Entah ada berapa tas, yang pasti itu banyak. Ada sekitar 2, 3 ah 4orang. 4 orang total perampok hitam itu. Ia juga melihat 2 orang yeoja yang di ikat dan sedang duduk lemas. Dan.. yap yeoja kecil tadi. Ia tengah menangis, menangis karena ada seorang yang memukulnya. Sepertinya orang itu kesal karena sedaritadi yeoja kecil itu tak berhenti menangis.

'Shit!' gumam Hyuki kesal saat melihat anak itu di pukul lagi oleh orang-orang hitam brengsek itu.

Hyuki berfikir apa yang harus di lakukan. Ia bingung. Hingga akhirnya pandangannya menangkap suatu benda yang mungkin bisa menolong. Ia menatap intens sebuah lampu gantung yang terlihat mewah berada tepat di atas beberapa namja yang tengah memasukan uang-uang ke dalam box mereka.

"Jatuh.. Jatuh.." gumam Hyuki lagi sambil memfokuskan fikirannya ke lampu itu. Tapi sayang kegiatannya terhenti saat benda dingin mengenai tengkuk belakang lehernya.

TPW

"Apa yang kau lakukan bocah?" Tanya sebuah suara dari belakang Hyukki dan sukses membuat Hyuk membeku seketika, apalagi setelah menyadari benda dingin itu adalah sebuah pisau yang sangat tajam.

'Bagaimana bisa orang itu di belakangku? Ku rasa tadi tak ada orang di kamar mandi ini' batin Hyuk

Tapi sepertinya dugaanmu salah Lee Hyuk Jae. Namja kekar nan mengerikan itu sudah berada di kamar mandi sejak sebelum Hyuki datang. Namja itu menyadari bahwa ada seseorang yang masuk melalui jendela kamar mandi, karena itu ia bersembunyi sementara.

"Jalan" Perintah namja itu. Dan entah mengapa Hyuki menuruti begitu saja perintah namja itu.

"Boss" panggil seorang namja lain saat melihat kehadiran sang boss.

"Siapa dia?" Tanya nya lagi.

"Hanya tikus kecil yang menyelinap dalam kamar mandi" jawab namja yang di sebut boss itu tanpa melepas pisaunya dari leher hyuki, dan di sambut gelak tawa dari anak buahnya.

'Apa yang lucu?' batin Hyuk

Bagaimana perasaan Hyuki saat ini? Yap, ia takut.. Sangat takut. Ia tak menghadapi situasi seperti ini. Apalagi dengan pisau yang setia di tengkuknya mampu menghempas kepalanya begitu segar mulai mengalir dari leher putih Hyuki membuat empunya meringis kesakitan. Sepertinya namja kekar itu terlalu menekankan pisaunya pada leher hyuki sehingga membuatnya terluka tipis tapi itu sudah terasa begitu sakit.

Namja kekar itu mendorong tubuh Hyuki dengan kasar sehingga hyuk terjatus di lantai dengan punggung membentur tembok.

"Ini salahmu sendiri bocah. Kau sudah masuk ke dalam kandang singa, jangan harap bisa keluar em?" ujar namja kekar itu lagi tersenyum meremehkan sembari mengelus pipi Hyuki dengan pisau. Hyuki hanya bisa menatap namja itu dengan tatapan kesal, marah dan takut.

"Ayo segera.. kita tidak punya banyak waktu.." ucap namja itu lagi seraya berjalan menghampiri anak buahnya.

Hyuki berfikir.. Apa yang harus ia lakukan? Ia takut, ia khawatir akan nyawanya sekarang. Tapi ia kembali teringat akan rencana awal sebelum boss mereka memergokinya. Kembali ia tatap lampu hias yang tergantung itu. Terus focus menatapnya dengan perasaan takut dan gelisah.

"Jatuh.. jatuh…." Gumam Hyuki pelan

"Jatuuuhhh,,," gumam hyuki lagi karena tidak terjadi apapun. Mencoba lagi dan lagi… tapi hasilnya… NIHIL.. Lampu itu masih tergantung di sana. Tak bergeming sedikit pun dan itu membuat Hyuki terkaget. Ia gagal…

'Aiissh~ apa-apaan ini, di saat skill ini di butuhkan malah tak berguna sedikit pun?" batin hyuk. Lalu ia mengacak-acak rambutnya sendiri frustasi.

"Yak bocah kecil, apa yang kau lakukan? Pabbo-ya,,haha" Ujar seorang namja yang sedikit kecil dari rekan-rekannya. Ia tertawa meremehkan. Hyuk hanya bisa menundukan kepalanya takut.

'Minnie hyung.. hyung… hyuki takut.. apa yang harus hyuki lakukan?' batinnya lagi. Matanya serasa panas ingin sekali Hyungnya ada di sini, ia ingin menangis dalam pelukan hyungnya untuk menenangkan perasaannya. Ada perasaan menyesal dalam hatinya, meninggalkan begitu saja sungmin dan malah berlari ke kandang singa yang mengerikan ini.

Lamunannya buyar saat hyuki kembali mendengar suara tangisan. Yeoja kecil itu menangis lagi, memanggil-manggil eomma nya. Hyuk miris melihat tangisan seorang anak kecil itu. Seorang namja gempal menghampiri anak itu menyuruhnya berhenti tetapi tangisannya malah semakin keras. Karena geram namja gempal itu menendang kaki sang yeoja kecil, memukul tangannya membuatnya semakin menangis.

Geram. Marah..

Hyuki benar-benar geram melihat mereka menyakiti anak kecil itu dengan mudahnya,

"HENTIKAN ITU!" Teriak Hyuki marah tak kuat melihat yeoja kecil itu di siksa. Teriakan Hyuk membuat semua namja berbaju hitam memandangnya tak suka.

"Wae? Kalau aku tak mau bagaimana?" Tantang namja gempal itu. Hyuk hanya bisa mengerang kesal. Tanpa mempedulikan tatapan marah Hyuki, namja gempal itu tetap memukul yeoja kecil kecil, bahkan lebih gencar sebelumnya. Memukul, menendang, membuat sang yeoja kecil terus menangis kesakitan memanggil sang eomma..

"SUDAH KU BILANG HENTIKAN!" Teriak Hyuki lagi dengan penuh amarah. Ya, sekarang hyuki sudah mencapai puncak amarahnya. Ia benar-benar kesal, ia tak bisa melihat anak kecil itu menangis memanggil eomma, sedangkan namja gempal yang brengsek it uterus memukulnya tanpa henti.

Lampu hias yang tadi hyuki perhatikan mulai bergoyang ke kanan dan ke kiri. Beberapa meja, kursi dan benda-benda di ruangan itu bergeser dengan sendirinya. Dan ruangan ini serasa bergetar dan bergoyang. Terlihat sangat jelas raut kepanikan di wajah beberapa perampok itu.

"Yak.. ada apa ini? Apa ada gempa?" Tanya salah seorang namja dengan panic yang luar biasa. Getaran semakin kuat membuat perampok-perampok itu harus jatuh terduduk. Hyuki masih menatap marah namja gempal yang tengah ketakutan itu, mengerang marah dan membuat getaran di ruangan itu semakin kuat. Beberapa meja dan kursi di ruangan itu mulai terbelah, patah dan rusak entah apa penyebabnya, atau mungkin seorang Lee Hyuk Jae kah penyebab semua kekacauan ini.

TPW

"Hentikan.. Tenanglah…" sebuah suara dingin tapi sangat lembut terdengar sangat jelas di telinga Hyuki. Belum lagi sebuah tangan hangat juga menepuk kepala hyuki, mengelus lembut surai rambutnya. Membuat perasaan marah Hyuki hilang begitu saja, membuatnya jauh lebih tenang dan ruangan yang tadinya bergetar hebat mulai mereda dan berhenti.

Hyuki sangat kenal dengan suara dingin nan lembut itu. Ia bisa merasakan deru nafas yang hangat di tengkuk lehernya hingga ke telinganya. Hyuk hampir terlonjak kaget saat suara tadi menginterupsi kegiatannya/ Hyuki menoleh dan benar saja yang di fikirkan Hyuki. Orang itu, orang yang membisikan kata-kata yang menenangkannya barusan adalah seorang Lee Donghae.

"Donghae-ya.." gumam hyuki pelan yang dib alas dengan senyuman manis oleh Donghae.

"Bagaimana bisa kau…."

"Tenanglah. Masalah ini biar aku yang urus." Kata-kata Hyuki di potong begitu saja oleh Donghae, membuat hyuki mengernyit bingung.

"Si-siapa kau?" Tanya seorang yang di bilang boss tadi hampir berteriak kepada Donghae yang mulai mendekat dengan seringaian yang mengerikan.

"aku?Aku yang ingin bertanya siapa kalian?" Bukannya menjawab donghae malah balik bertanya dengan tatapan membunuh, membuat namja-namja itu ketakutan dan menelan ludah pahit.

"Jangan Mendekat! Muncul dari mana Kau?" teriak boss itu lagi sambil mengarahkan pistol kea rah Donghae yang hanya dib alas dengan senyuman meremehkan.

"Jawab Aku!" ujarnya lagi.

"Muncul dari manapun aku, itu bukan urusanmu"ucap Donghae singkat. Membuat beberapa namja itu geram dan ketakutan. Sang boss sudah bersiap ingin menarik pelatuk pistolnya saat jarak Donghae semakin mendekat. Tapi entah mengapa namja yang di panggil boss itu malah terpental ke belakang, membuat punggungnya menghantam tembok dengan sangat keras.

"Boss!" Teriak anak buahnya saat melihat sang boss terpental begitu saja.

"Si-siapa kau sebenarnya? Apa kau hantu?" Tanya seorang namja sambil mengarahkan pistolnya juga kea rah Donghae. Bukannya menjawab Donghae malah tertawa sangat meremehkan, membuat 3 orang yang mengarahkan pistol padanya bergidik ketakutan.

"Aku hantu? Emm.. mungkin.." ujar Donghae masih dengar tawanya.

DOORR….

Sebuah tembakan di lepaskan oleh seorang namja tegap kea rah Donghae, tapi dengan sangat mudah Donghae menghindar dan membuat peluru itu menembus kaca di belakang Donghae. Donghae kembali menatap namja tegap itu, kali ini dengan tatapan menakutkan dan sangat serius.

Lagi… Lagi-lagi seorang namja terpental begitu saja menghantam tembok dengan sangat keras dan pingsan seketika.

Melihat hal itu, namja gempal dan kecil yang tersisa tambah ketakutan.

"Ampunn.. Jangan sakiti kami.." ujar namja gempal itu seolah memohon kepada Donghae untuk melepaskannya. Tapi Donghae malah mendekati namja gempal yang sangat ketakutan itu. Donghae menendang perutnya dan seketika itu namja gempal itu tersungkur dan pingsan.

"tidak ada apa-apanya" gumam Donghae pelan

DOORR… DOORR…

Namja kecil yang tersisa menembakan peluru dari pistolnya kea rah DOnghae secara beruntun dan membabi buta, mungkin saking ketakutannya. Tembakannya terhenti saat pistolnya tak mengeluarkan peluru lagi, pelurunya sudah habis terpakai untuk menembak terus menerus. Tapi terlonjak sangat kaget karena tak mendapati sosok Donghae di tempat itu. Ia sangat yakin Donghae berdiri di sana dan ia telah menembak dengan sangat tepat tapi kenapa tidak ada?

DUAAK…

Namja berawakan tubuh kecil itu tersungkur jatuh saat tengkuknya di pukul dengan sangat keras. Ya Donghae memukulnya dari belakang, disaat namja itu lengah dan ketakuan.

"Selesai." Ucap Donghae seraya membersihkan tangannya dengan sapu tangan berwarna putih bersih dan mulai merapikan jaket panjangnya.

Hyuk Jae POV

'Astaga! Apa aku sedang bermimpi sekarang? Apa yang ku lihat barusan?' batinku. Ya aku hanya berdiri mematung memperhatikan sosok namja tamoan itu menghabisi semua perampok-perampok itu dalam waktu kurang dari 10 menit.

GLUK

Aku hanya bisa menelan ludahnya dengan sangat sulit. Tidak percaya dengan semua yang baru saja ku lihat. Ribuan pertanyaan ada di otakku tentang siapa Doghae itu sebenarnya? Dia terlihat sedikit menakutkan saat ini.

Setelah selesai membuat para perampok itu pingsan dan tak berdaya serta mengikat mereka menjadi 1 dengan tali, Donghae mulai berjalan mendekatiku. Aku mundur selangkah, entahlah tubuhku bergerak tanpa ku perintah, mungkin aku sedikit takut padanya sekarang.

"Gwenchana?" Tanya dengan sangat lembut dengan tatapan yang sama lembutnya. Aku hanya menganggukan kepalaku pelan dan dib alas dengan senyuman manis darinya. Hei, senyuman itu sangat manis, mungkin aku akan menyukai senyuman manis itu.

"hiks.. hiks.. eo-eomma.." suara isakan kecil menginterupsi kami. Aku dan Donghae menoleh ke asal suara. Yeoja kecil itu masih setia dengan isakannya, tubuhnya bergetar hebat, mungkin ia ketakutan.

Donghae berjalan mendekati anak kecil itu lalu berjongkok. mensejajarkan tingginya dengan anak itu. Ia mulai mengelus lembut rambut yeoja kecil itu, menenangkannya.

"Uljima.. sudah tidak apa-apa ne?" katanya pelan sambil tersenyum manis membuat yeoja kecil itu mulai berhenti menangis. Dan secara perlahan, ia mulai terjatuh, ah tidak tertidur dalam pelukan Donghae.

'Sepertinya Donghae menyukai anak kecil' batinku membuat kesimpulan dari yang ku lihat.

"Apa dia baik-baik saja?" tanyaku sedikit gugup pada Donghae.

"Ne, aku hanya membuatnya tertidur dan melupakan semua yang ia lihat.." jawabnya sambil entahlah seperti mengeluskan tangan nya pada lebam-lebam di tubuh yeoja kecil itu.. dan hilang… luka-luka dan lebam di kulit putih yeoja kecil menghilang seketika.

"Mw-Mwoo?" teriakku tercekat melihat sesuatu yang membuatku sedikit bergidik ngeri. Bagaimana bisa luka-luka itu menghilang? Aku hanya menutup mulutku yang tercengang melihat itu.

"Ayo pergi.." ujar Donghae setelah menyandarkan tubuh yeoja kecil itu ke tembok dan berdiri mulai beranjak dari tempat itu. Aku pun hanya mengikutinya dari belakang.

Hyuk Jae POV End

TPW

Donghae dan Hyuki keluar dari gedung bank itu, membuat beberapa polisi terkaget waspada dan mengarahkan pistolnya kea rah mereka berdua. Dengan tenang Donghae menghampiri salah satu polisi, memberikan sebuah id card.., Ahh itu tanda pengenal dirinya. ID tersebut terdapat lambing FBI dan satu lambang lagi yang Hyuki yakini sebagai lambang LOCK. Tapi ada yang membuat Hyuki mengernyit bingung., nama di ID itu bukan Lee Donghae tapi AIDEN LEE. Polisi itu terlonjak kaget saat melihat ID card donghae dan menunduk patuh serta member salam padanya.

"Aku sudah menyelesaikannya., urus yang selanjutnya" ucap donghae dengan nada perintah pada polisi itu dan dib alas dengan bungkukan hormat olehnya. Sedetik kemudian, polisi tersebut, mengerahkan anak buahnya untuk masuk dan mulai penyergapan.

Hyuki yang bingung hanya mengerjapkan matanya, tak mengerti kenapa polisi itu begitu patuh pada Donghae. Hyuki mulai berlari meninggalkan bank tersebut menyusul Donghae yang telah terlebih dahulu berjalan jauh di depan.

"Donghae.." Panggil Hyuki tapi sepertinya panggilannya tidak di dengar Donghae karena Donghae tetap saja melanjutkan langkah panjangnya.

"Donghae.. Hae-ah….." panggil Hyuki lagi setengah berteriak. Donghae berhenti dan menoleh. Sebenarnya Donghae mendengar panggilan Hyuki sejak awal tapi tetap saja melangkah tak mempedulikan, tapi sekarang ia berhenti dan menoleh heran pada Hyuki.

'Sejak kapan ia memanggil nama kecilku?' batin Donghae

"Haahh., akhirnya berhenti.." ujar Hyuki setelah mampu menyusul Donghae.

"Wae?" Tanya Donghae singkat..

"emm., itu.. bisa kau antar aku bertemu dengan Teuki Hyung?" Tanya Hyuki pelan sambil sedikit menunduk, tapi kata-kata itu telah membuat Donghae tersenyum senang dan penuh arti.

Akhirnya Hyuki kembali duduk di mobil mewah yang akan mengantarnya ke sebuah tempat mengagumkan itu. Selama perjalanan, banyak yang Hyuki fikirkan, tapi yang paling membuatnya penasaran adalah sosok yang saat ini berada di sampingnya sedang mengemudi.

"Hae…" panggil Hyuki. Sepertinya hyukisudah mulai terbiasa memanggil Donghae dengan nama kecilnya ne?

"eum?" Donghae hanya bergumam kecil menanggapi panggilan itu.

"ada yang ingin ku tanyakan.. " ucap Hyuki lagi

"apa?" jawab donghae sangat singkat yang membuat hyuki mempoutkan bibirnya, apa orang di sampingnya ini tak punya basa basi? Mungkin seperti itu batin hyuk saat ini.

"emm.. Siapa Aiden Lee? Tadi aku melihat ID Card yang kau tunjukan pada polisi itu" Tanya hyuki untuk pertama kali

""itu aku.. inisial namaku adalah Aiden. Orang-orang kepolisian tidak akan mengenal nama Donghae," jelasnya yang cukup membuat Hyuk menganggukan kepalanya mengerti.

"Lalu, darimana kau muncul tadi? Kau membuatku terkaget…" Tanya hyuki lagi.

"Aku muncul di belakangmu tadi" jawabnya dan itu malah membuat hyuki mengernyit bingung

"Teleportasi… apa kau tau itu apa?" Tanya Donghae setelah menyadari tatapan bingung Hyuk, dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Hyuki.

""Itu adalah suatu Skill khusus, Skill dimana seseorang mampu berpindah ke suatu tempat dalam waktu sepersekian detik"jelas Donghae

"Mw-mwo? Maksudmu menghilang gitu?" pertanyaan polos Hyuk membuat Donghae tertawa kecil.

Dan di sinilah mereka. Kembali berdiri di sebuah pintu besar nan megah. Markas LOCK..

Donghae masuk terlebih dahulu dan seperti biasa Hyuki mengekor di belakangnya.

Donghae dan Hyuki disebuah ruangan santai yang sangat luas. Seperti biasa, terkesan mewah dan banyak barang antic di dalamnya, contohnya lampu hias besar yang terlihat sangat mewah di tergantung di tengah ruangan. Ada sebuah perapian juga bagian tengah ruangan tersebut yang memang di matikan karena ini bukan musim dingin. 3 buah sofa empuk panjang melingkari perapian itu. Dan sepertinya ada 3 orang namja yang tengah duduk bersantai di sofa itu dengan kegiatannya masing-masing.

"Hyung" ucap Donghae membuat 2 orang di antaranya langsung menoleh, sedangkan 1 lagi tak bergeming dari kegiatannya.

1 orang yang memang di kenal Hyuki sebagai Leeteuk tengah menikmati coffee nya dengan sangat nikmat. Dan 2 orang lagi namja yang tidak ia kenal. Seorang di sebelah Teuki Hyung adalah namja yang sangat cantik berambut hitam sebahu bahkan Hyuki menyangka bahwa namja tersebut adalah seorang yeoja pada awalnya, ia tengah membaca sebuah majalah. Dan seorang lagi seorang namja yang cukup tinggi berkulit putih pucat dengan rambut brunette coklat yang duduk bersebrangan dengan Leeteuk dan namja cantik itu, terlihat asyik memainkan PSP yang di pegangnya.

"Ahh., Hae-ah, Hyuki-ah.. Kalian sudah datang eoh?" Ucap Leeteuk sambil tersenyum manis.

"ne.." jawab Hyuki pelan sambil menundukan kepalanya.

"Jadi dia yang bernama Hyuk Jae itu?" ujar namja cantik di sebelah Leeteuk sambil tersenyum dingin. Kemudian namja cantik itu berdiri mendekati Hyuki. Menepuk pundaknya beberapa saat.

"Don't be worried Boy.." bisiknya tepat di telinga Hyuki dan pergi begitu saja. Hyuki mengernyit bingung dengan kata-kata itu.

"Aisssh~~ Aku kalah lagi.. sial.. sial.." teriak namja berambut coklat itu frustasi.

"Yak Kyu! Jangan berteriak.." ucap Donghae sedikit kesal mendengar teriakan namja itu.

"Aish, ini gara-gara kau hae hyung. Kedatanganmu mengganggumu ish~" katanya lagi dengan wajah kesal.

"Yak bocah kenapa jadi menyalahkanku?" Donghae pun menjawab perkataan namja itu dengan nada tak kalah kesal. Hyuki yang melihat petengkaran tak berguna keduanya hanya mengerjapkan matanya bingung.

Namja berkulit pucat itupun berdiri, berjalan menghampiri hyuki dengan tatapan tajam dan seringaian yang melihat itu hanya bergidik ngeri.

"Jadi dia yang bernama Lee Hyuk Jae itu?" gumam Namja itu dengan nada pelan meremehkan sembari memperhatikan wajah Hyuki dari dekat. Hyuki hanya memandangnya dengan penuh tanda Tanya, aneh.

"Terlalu manis untuk memiliki kekuatan besar., sangat tidak pantas." Ucapnya lagi. Mendengar kata-kata itu, Hyuki hanya memandang namja di depannya dengan pandangan tidak suka, siapa orang di depannya ini sampai melihat negative dirinya?

"Ah., aku? Aku hanya orang yang sepertinya tidak akan menyukai mu.." katanya lagi dengan tatapan sangat tajam dan seringaian licik di bibirnya.

Kata-katanya benar-benar membuat Hyuki mendelik tidak suka.

'menyebalkan.. namja aneh dan menakutkan ini. Aku ingin sekali menendangnya sekarang juga' batin Hyuki sambil terus menatap namja pucat di depannya.

"Kau mau menendangku? Wuu aku takut sekali.." ucapnya lagi dengan nada mengejek

DEG

Apa ini? Hyuki menelan ludahnya susah. Merasa ada yang aneh.. Bagaimana bisa namja ini tau isi fikirannya? Pandangan Hyuki mulai menyiratkan ketakutan.

"Kyu, sudah hentikan.. pergilah" Ucap Donghae sambil menutup mata Hyuki dengan telapak tangannya, menghalangi tatapan tajam dari namja pucat itu.

"Wae hyung? Aku hanya ingin bermain sedikit dengannya." Ucap namja itu lagi

"Pergilah" perintah Donghae sambil menatap tajam, sedetik kemudian mengalihkan pandangannya ke segala arah asal terhindar dari mata namja pucat berambut brunette tersebut.

"Haah.., kau protektif sekali padanya.. tidak seru… Teuki Hyung, aku pulang dulu.." Katanya mengakhiri dan member salam pada Leeteuk selanjutnya pergi meninggalkan mereka. Setelah merasa aman, Donghae melepaskan telapak tangannya dari mata Hyuki. Hyuki langsung menatap Hyuki dengan tatapan bertanya Siapa namja itu?

"Hyuki-ah, ayo kemarilah.." Sampai sebuah suara menginterupsinya yang kita ketahui suara itu berasal dari Leeteuk yang menyuruhnya duduk di sofa sebelahnya.

Akhirnya Donghae dan Hyuki mendudukan dirinya di sofa.

"Maafkan kelakuan mereka ne? Mereka bukan orang jahat, hanya sekedar iseng" Kata Leeteuk meminta maaf atas sikap yang di tunjukan oleh 2 namja tadi. Hyuki hanya bisa menganggukan kepalanya.

"Si-siapa mereka?" Tanya Hyuki hati-hati.

"yang pertama menyapa mu itu adalah Kim Heechul atau lebih di kenal dengan Cassey, dan namja yang sedikit menyebalkan tadi adalah Cho Kyuhyun biasa di kenal Marcus." Jelas Leeteuk.

"mereka.. seperti tau apa yang ku fikirkan.." gumam Hyuki sangat pelan tapi masih bisa tertangkap pendengarkan Leeteuk.

"Memang bisa.." ucap Leeteuk dan sontak membuat Hyuki mendelik kaget.

"Cassey adalah Touch feeling.. Dia bisa merasakan perasaan seseorang melalui sentuhan yang ia lakukan. Sedangkan Marcus adalah Mind Reader., dia bisa membaca apa yang kau fikirkan dengan menatap matamu. Jadi jaga matamu pada saat bicara dengannya jika kau tidak ingin fikiranmu di baca," jelas Leeteuk panjang lebar. Membuat Hyuki kaget tapi juga berdecak kagum. Pantas Donghae menutup matanya tadi. Mungkin itu yang di fikirkan saat ini.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Leeteuk saat menyadari Hyuki tengah melamun.

"Eh? Ah., itu.. sepertinya… aku akan bergabung dengan kalian."ucap hyuki sangat lirih.

Mendengar itu Leeteuk dan Donghae hanya tersenyum lembut dan lega.

"Haha, itu memang sudah seharusnya hyuki-ah" ucap Leeteuk dengan nada riang sembari memeluk tubuh mungil itu., membuat hyuki hanya terdiam dan mengerjapkan matanya lucu mendapat perlakuan seperti itu.

"Baiklah kalau begitu, mulai besok kau bisa lakukan tugasmu bersama Donghae dan mulai belajar bersama ku." Ujar Leeteuk lagi.

"Mwo? Donghae?" Tanya Hyuki bingung

"Ne, kau adalah partner Donghae sekarang." Jelas Leeteuk lagi sontak membuat kaget Hyuki. Bukannya tidak suka, dia sangat suka dan bersyukur mendapat partner yang telah ia kenal, setidaknya sikap Donghae tidak menyebalkan seperti namja yang bernama Kyu itu.

"Hae, kau bombing Hyuki ne? beritahu apa saja yang perlu ia lakukan. Ku percayakan hyuki padamu ne?" ucap Leeteuk pada Donghae dan hanya dib alas dengan senyuman mengerti dari Donghae.

Setelah itu, ketiganya hanya terlarut dalam perbincangan kecil dan menyenangkan. Dan Donghae dan Hyuki meninggalkan markas LOCK setelah makan malam bersama Leeteuk.

TPW

Seperti biasa, perjalanan pulang lebih di dominasi dengan hening. Hyuki selalu terdiam memikirkan apa saja yang ia bicarakan tadi dan apakah keputusannya ini tepat.

DEG

Hyuki terlonjak kaget saat ia teringat akan sesuatu. Dia melupakan Hyung kesayangannya. Ia belum memberitahu kabar dirinya sejak ia menghilang tadi pagi. Ia segera mencari-cari ponselnya. Dan sangat sial bagi Hyuk ketika sadar Ia tak membwa ponselnya, Shit.

"Waeyo?" Tanya DOnghae ketika menyadari Hyuk mulai gelisah

"emm.. Hae… bisa pinjam ponselmu? Aku lupa membawa ponselku dan aku belum memberitahu Hyungku sejak aku meninggalkannya tadi pagi" ucap Hyuki sembari menjelaskan panjang lebar.

Tanpa pikir panjang, Donghae hanya menyerahkan Iphone nya dan langsung di terima Hyuki, memencet angka-angka yang sudah sangat ia hafal sebagai nomor hyungnya.

"yeoboseyo.." ucap suara di sebrang

"Hyung.."Ucap hyuki

"YAK LEE HYUK JAE., DIMANA KAU? KAU MAU MEMBUATKU MATI KHAWATIR EOH?" Suara melengking Sungmin kembali ingin memecahkan gendang telinga hyuki.

"Mianhae hyung.. aku harus ke suatu tempat bersama temanku. Mianhae.." jelas Hyuk

"Aissh.m sudahlah" ucap suara di sebrang pasrah,

"Tenang hyung, aku akan segera pulang ne?" kata hyuk menenangkan

"Aah., itu.. Hyuk kalau bisa kau menginap saja di tempat temanmu itu ne?"

"Mwo? Waeyo hyung?" ucap hyuki hampir berteriak mendengar pernyataan hyungnya.

"Aku sedang berada di rumah temanku, sepertinya aku akan menginap di sini. , dan ternyata kunci rumah ada di tasku., hehe.. mianhae.." kata suara di sebrang membuat Hyuk mendesah dalam mengetahui keteledoran hyungnya itu.

"Aaah., Arrasso hyung., ne.. annyeong" ucap hyuki akhirnya memutuskan sambungan telfon iphone itu sebentar, seraya memikirkan akan menginap dimana ia malam ini? Di tempat Ryeowook kah?

"Waeyo? Ada masalah?" sebuah suara membuyarkan lamunan hyuki. Hyuki menatap asal suara itu, menyerahkan kembali iphone milik Donghae.

"Ani.. tidak apa-apa.. "jawabnya Hyuki singkat.

"kalau ada masalah cerita saja." Ucap Donghae lagi, dan sukses membuat Hyuki mengukir senyuman.

"Hae.."

"emm..?"

"Apa boleh aku menginap di rumahmu?" Tanya Hyuki hati-hati menunjukan puppy eyesnya

"mwo?" bukannya menjawab donghae malah terkaget.

"tidak boleh ya?" Tanya hyuki dengan wajah memelas.

'Aissh~ bisakah kau tidak menunjukan ekspresi konyolmu itu' batin Donghae

"ani.. boleh saja.. memang kenapa?" ucap Donghae yang sukses membuat Hyuki bernafas lega dan tersenyum riang.

"Minnie hyung sedang menginap di rumah temannya, ia tak sadar kalau kunci rumah ada di tasnya." Jelas hyuki yang di sambut donghae dengan ber'oh'ria.

TPW

Sebuah Apartemen yang mewah berada di pusat kota Seoul. Di sinilah Hyuki sekarang, dengan decakan kagum melihat apartemen mewah milik Donghae. Apartemen yang tidak bisa di bilang kecil. Apartemen yang minimalis modern ini, penuh dengan barang-barang modern nan mewah.

Sekarang Hyuki tengah memutari Apartemen ini. Duduk di sofa ruang tengah dengan LCD TV berset pula dengan Home Theater. Ia terus memperhatikan setiap sudut ruangan. Dari ia masuk, banyak sekali figura foto yang tergantung di dinding. Foto yang menunjukan Donghae dengan seorang namja, entahlah siapa. Dan Donghae? Entah dimana ia sekarang. Setelah sampai ia langsung meninggalkan hyuki begitu saja.

"Apa kau mau mandi?" Tanya Donghae yang tiba-tiba muncul dari suatu pintu.

DEG

Hyuki seakan duduk mematung melihat Donghae saat ini. Donghae yang tengah berdiri di ambang pintu terlihat berbeda. Terlihat begitu,.. emm.. tampan dan sexy.

Bagaimana tidak? Donghae yang telah merubah penampilannya dari sebelumnya terkesan tampan tapi dingin itu. Donghae mengenakan kaus tanpa lengan membuat otot lengannya terlihat memukau dengan celana santai selutut, dan beberapa tetes air yang masih meluncur dari rambutnya yang masih basah.

"Hyuki…" panggil Donghae saat tau hyuk hanya memperhatikan dirinya dengan tatapan tak bisa di artikan. Tetapi panggilan itu hanya menambah rasa gugup Hyuk., Entah mengapa ia merasa suara Donghae saat memanggil nama kecilnya itu terdengar sangat lembut dan menyenangkan.

"Hyuk.." panggil Donghae lagi.

"n-ne?" jawab hyuk terbata

"Aku bertanya apa kau mau mandi, kalau mau, aku bisa meminjamkan pakaianku." Ucap Donghae sambil menyerahka beberapa lembar pada Hyuk. Tanpa pikir panjang Hyuk langsung menyambar baju itu dan berlari ke kamar mandi. Melihat itu Donghae hanya mengernyit bingung, sedetik kemudian tertawa kecil.

Donghae POV

Hari ini sedikit melelahkan bagiku. Mungkin karena aku menggunakan kekuatan itu lebih banyak dari biasanya dan sekaligus pula.

Tapi untunglah ada sesuatu yang membuatku melupakan rasa lelah itu. Sesuatu yang tengah ku tatap saat ini. Seseorang yang tengah tertidur dengan damainya. Ya Lee Hyuk Jae. Ia menginap di apartemenku, jujur itu membuatku tersontak girang entah mengapa.

Setelah berdebat panjang hanya karena masalah tempat tidur, akhirnya sosok yang tadi menolak habis-habisan untuk tidur di ranjang dan lebih memilih tidur di sofa sekarang tertidur dengan sangat polos seperti bayi.

Ya, tidak mungkin kan aku membiarkan sosok manis itu harus tidur sempit dan tidak nyaman di sofa., lebih baik aku yang tidur di sana.

Dengan perlahan aku mengelus lembut rambut brown rednya. Menyingkirkan beberapa lambut yang menghalangi matanya yang terpejam. Manis.. sangat manis… Aku hanya tersenyum tipis memperhatikan sosok seorang hyuki yang baru ku kenal 2 hari ini tapi telah mengambil banyak perhatianku. Aneh memang aku juga bingung..

Ku elus pipi putihnya, terasa begitu lembut. Aku bisa menghirup aroma strawberry dari tubuhnya, sangat manis. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya menghirup aroma yang menyenangkan itu. Apa aku mulai menyukainya? Aku tidak yakin dengan perasaanku ini.

Entah setan apa yang merasukiku sekarang, aku berani mendaratkan bibirku di bibir pulmnya yang semerah cherry itu. Awalnya hanya merasakan lembut dan manisnya bibir itu, tapi hal itu malah membuatku semakin memperdalam ciumanku, sedikit melumat bibir atas dan bawahnya bergantian. Menghisap rasa manis yang ada di bibirnya. Ia hanya mendesah dan menggeliat pelan dalam tidurnya. Setelah merasa sedikit puas aku melepaskan ciuman sepihak itu. Memandangnya lekat, dan dengan sendu. Entah mengapa aku merasakan rasa sedih ini lagi, rasa sakit yang sudah lama berusaha ku kubur.

"Rasanya tetap tak sama seperti bersamanya" gumamku pelan. Mataku sudah terasa panas, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan kamar ini, membiarkan sosok manis itu tertidur dengan pulas, dan tidak menginginkan ingatan itu kembali muncul.

Donghae POV End

TPW

"Euumm…Aahhh…."

Suara desahan terdengar jelas menyelimuti salah satu apartemen yang terlihat gelap itu, tanpa ada penerangan sedikitpun.

"Euung… Kyu~…" desah seseorang

"Kyuuuhh~~ hen-hentikaannh pabbo-ya…"

"Wae? Aku masih ingin melakukannya bunnyMin.." seru seseorang lain dari dalam apartemen itu.

"Hen-hentikan.. akuu lelah.." ucapnya lagi terbata menahan desahan yang hendak di keluarkannya.

Ya, 2 sosok namja berada di sana. Seorang namja tampan yang kita tahu bernama Kyuhyun dan satu lagi namja imut yang tentu saja itu Sungmin. Apa yang mereka lakukan? Entahlah… mungkin melakukan pembuktian cinta di tengah malam yang dingin ini. Saling menghangatkan di dalam selimut itu.

"Haah.. Arrasso.." pasrah kyuhyun menghentikan kegiatannya barusan tapi tidak melepaskan ciuman nafsu tapi sangat lembut di leher putih sungmin, membuat empunya menggeliat geli.

"Kyu.." panggil sungmin lirih

"eum?..." hanya gumaman yang Kyuhyun keluarkan untuk menanggapi panggilan kekasihnya itu.

"Kau sudah bertemu Hyukkie?" Tanya sungmin masih sambil menahan desahannya.

"ne, aku bertemunya tadi.. dia sosok yang manis, tapi tak bisa mengalahkan kemanisanmu MinnieMin.." jawab Kyuhyun di sertai dengan godaannya.

"begitu? Apa hyuki harus bergabung dengan kalian?" Tanya sungmin lagi.

"Entahlah, mungkin iya.." jawab Kyuhyun masih setia menjilati leher putih sungmin.

"Eungg~, aku takut kyu… Aku takut anak itu terluka.. Aku takut…" ucap Sungmin di sertai desahan akibat acara penjilatan kyuhyun.

"Aku akan menjaganya. Kau tenang saja ne?" Ucap kyuhyun menenangkan.

"Tapi aku tetap mengkhawatirkannya., Aku tidak mau kehilangan seseorang lagi tak mau…" ucap sungmin sambil sedikit terisak, dan itu sukses membuat Kyuhyun menghentikan kegiatannya. Ia menatap mata seseorang yang berharga di bawahnya ini. Mata yang siap meluncurkan air matanya.

"Are you not believe me, eoh?" Tanya Kyuhyun sambil menatap lekat manic obsidian hitam Sungmin.

"Ani.. Aku percaya.. Aku sangat mempercayaimu, kalau aku tidak percaya, aku akan menyembunyikan Hyuki dari kalian." Jelas Sungmin membuat Kyuhyun mengukir senyuman lembutnya. Kyuhyun mencium kedua kelopak mata Sungmin, melarang air yang sudah menggenang itu untuk keluar.

"Just Believe me.. I will protect your brother.. Aah.., No.. he's my brother too.. later" ucap Kyuhyun mantap sambil menatap lembut mata sungmin berusaha meyakinkannya. Sungmin hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Kyuhyun pun mulai melumat bibir sungmin kembali. Melumat tanpa ada paksaan dan nafsu. Melumatnya dengan lembut dan menyalurkan semua kehangatan dan perasaan yang ada di hatinya.

~TBC~


Selesaaiiii…. Hahaha

Akhirnya chapter 3 ini selesai juga.. fuuhh….

Bagaimana? Apa kalian semakin penasaran? Ahahha Kalau iya.., Silakan tunggu chapter berikutnya… #Maksud terselubung XDD

Ottelah…

Mind to review this Chap?

Gomawo *Bow

RnR Please…