Anneyong :)
Aku lagi sedih nih chingu :(
Ceritanya kan kemaren iseng-iseng nge-search keyword "ff permainan berbahaya" dan "EverLasting Fujoshi" di twitter, ternyata hasilnya sangat sangat membuatku down T.T
Banyak yang ngomongin ff aku, tapi kalau kusimpulkan dari percakapan mereka sepertinya mereka gak suka dengan pairing WonKyu. Bahkan ada yang ngatain aku gila karena 2 ff perdana-ku itu tentang WonKyu T,T
Aaaaarrrggghhh rasanya sedih banget.
Apa salahnya sih menuangkan imajinasi kita dalam bentuk tulisan? T.T
Toh gak bakal ngaruh juga kan dengan kehidupan mereka T.T
okelah, jika memang ada yang gak suka dengan ceritaku yang pakai pairing WonKyu,
aku minta maaf :') Tapi tolong ajalah kita saling menghargai. gak usah pake ngatain :(
Jujur aja aku orangnya gampang banget terpengaruh omongan orang.
Jadi baru'disenggol' dikit aja dengan masalah kaya gini aku pasti langsung down.
Sekarang rasanya kalau mau nulis cerita tentang WonKyu lagi itu susah banget. Udah terlanjur hilang feel-nya T.T
Jadi maaf ya buat yang nunggu sequel 'Saranghae' :(
Aku gak bisa update dalam waktu dekat. Takutnya kalau maksa nulis gak bakal dapet suasana nya.
Sekali lagi maaf banget ya, aku pasti lanjutin nulis lagi kalo hati udah mulai tenang :')
.
.
.
.
"Senyumnya tadi, kenapa persis sekali dengan Heesica?"
"Bahkan saat melihatnya tidur kemarin pun aku merasa ia begitu mirip dengan Heesica"
"Heechul? Heesica? Siapa sebenarnya kalian?"
*Net IdoI*(Chapter 3)
Pagi ini adalah pagi kedua Siwon berangkat sekolah bersama dengan Heechul. Selama perjalanan Heechul tak henti-hentinya menguap. Sepertinya semalam ia kurang tidur. Lihat saja lingkar hitam dibawah matanya itu.
"Apa kau semalam tidak tidur hyung?" Tanya Siwon.
"Eng, tentu saja aku tidur. Tapi hanya 2 jam"
"Mwo? 2jam? Kenapa? Apa kau sedang ada tugas sehingga harus mengerjakannya hingga larut malam?"
'Ya tugasku memang sangat berat. Membuatmu tak mencurigaiku lagi pabbo!' batin Heechul.
"Ah tidak, hanya tak bisa tidur. Itu saja" Kilah Heechul.
"Apa kau mau aku menemanimu agar kau bisa tidur hyung?" Siwon mengedipkan sebelah matanya kepada Heechul.
"Yah apa maksudmu! Sungguh mesum!" Bentak Heechul.
"Hei aku kan hanya berkata ingin menemanimu tidur, bukan berkata aku akan menidurimu hyung. Kenapa kau mengatakan bahwa aku mesum? Oh ternyata fikiranmu sudah jauh kesana. Uuh kau sungguh nakal my Chullie"
"Kau, kau menyebalkan" Pipi Heechul memerah dengan sempurna. Bagaimana bisa ia terjebak dalam kata-katanya sendiri. Siwon yang melihat pipi merah Heechul pun hanya tersenyum geli. Heechul benar-benar orang yang menarik untuk digoda.
"Kau apa benar-benar serius mau berpacaran denganku?" Tanya Heechul pelan.
"Aku selalu yakin dan serius dengan apa yang aku katakan hyung" Jawab Siwon seraya tersenyum tulus.
"Aku mungkin saja akan menyakitimu" Lirih Heechul
"Aku siap menanggungnya" Ucap Siwon mantap.
"Aku tak sesempurna yang kau bayangkan"
"Aku akan tetap mengagumimu"
"Aku pasti akan merepotkanmu dengan tingkahku"
"Aku bersedia kau buat repot"
"Aku, ah aku mendengkur saat sedang tidur." Ucap Heechul asal. Ia benar-benar tidak tau lagi bagaimana cara membuat Siwon menyerah.
"Kalau begitu suara dengkuranmu akan menjadi melodi pengantar tidurku hyung"
"Arrgghh kenapa kau begitu keras kepala" Heechul mengerang frustasi.
"Karena aku mencintaimu hyung"
"Bagaimana mungkin kau bisa mencintaiku? Kita bahkan baru kenal 3 hari. Kau tak tau apapun tentangku. Jangan bodoh"
"Tak butuh waktu lama untuk mencintai seseorang. Cukup dengan kau merasa nyaman saat memeluknya, merasa berdebar saat berada disampingnya, merasa bahagia melihatnya tertawa, merasa senang saat melihat pipinya memerah karenamu. Cukup dengan hal-hal itu hyung, aku yakin dengan perasaanku padamu." Jelas Siwon sambil tersenyum.
"Kau, terserah kau sajalah" Heechul mengalihkan wajahnya. Semua perkataan Siwon membuat pipinya memerah lagi. Bagaimana bisa? Seseorang yang baru 3 hari datang kedalam kehidupannya sudah bisa membuatnya berkali-kali membuatnya tersipu malu, membuat jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat melihat senyuman manisnya.
"Jadi kau menerimaku hyung?" Tanya Siwon penuh harap. Saat ini mereka telah tiba di sekolah. Siwon mengubah posisi duduknya agar dia bisa menatap langsung pada Heechul.
"Tentu saja tidak. Aku butuh waktu untuk mengenalmu lebih jauh. Aku butuh waktu untuk meyakinkan hatiku. Bukan perkara yang mudah untuk memutuskan menerima atau tidak pendeta kecil yang mesum sepertimu untuk menjadi namjachinguku" Ujar Heechul tanpa menatap Siwon.
Siwon tersenyum. Di tariknya halus dagu Heecul agar mau menatapnya. Dengan perlahan dimajukan wajahnya mendekati wajah Heechul. Kemudian dengan lembut bibirnya menyentuh bibir halus Heechul. Mendiamkannya beberapa saat tanpa berbuat lebih. Mencoba meyakinkan Heechul bahwa cintanya benar-benar tulus.
"Aku akan bersabar menunggumu hyung" Ucap Siwon setelah melepas kecupan bibirnya pada bibir Heechul. Dikecupnya kening Heechul yang tertutup poni, kemudian ia turun dari mobil dengan senyuman yang lebar dan semburat kemerahan yang menghiasi pipinya.
Heechul POV
Apa yang baru saja terjadi? Ia menciumku! Ini bukan yang pertama kalinya buatku, tapi kenapa dadaku terasa sesak, sesak yang menyenangkan.
"Aku akan bersabar menunggumu hyung" sekarang ia mengecup keningku. Lalu ia turun dari mobil meninggalkanku yang masih terdiam.
Aku menoleh untuk melihat kearahnya yang mulai berjalan menjauh. Yah apa-apaan senyum yang tak lepas dari wajahnya itu. Sebahagia itukah dia? Aku ikut tersenyum karena melihatnya tersenyum. Kusentuh bibirku yang tadi dikecupnya. Hangat, yah kau benar-benar telah terjerat kedalam pesona Choi Siwon, Kim Heechul.
Suara bell sekolah membuatku tersadar. Aku bergegas turun dari mobil dan berlari kecil menuju kelas. Kutebarkan senyuman termanisku kepada semua orang yang kutemui sepanjang perjalanan menuju kelas. Benar-benar mood yang baik untuk melewati hari ini. Setibanya dikelas, aku meletakkan tas ku dan duduk dengan baik di kursiku. Senyuman belum luput dari wajah manisku.
"Sepertinya kau sedang bahagia Chullie-ah" Tegur Eunhyuk yang duduk tepat didepanku.
"Yah, bisa dibilang begitu" sahutku sambil tersenyum lebar.
"Jangan tersenyum terlalu lebar. Kau terlihat menyeramkan" Ejek si monkey.
"Terima kasih Hyukkie" sahutku. Aku sedang tak ingin merusak mood-ku karena menanggapi ejekkan si monkey ini.
"Sungguh kuucapkan terima kasih teramat sangat pada seseorang yang membuatmu bahagia pagi ini Chullie. Suruhlah dia membuatmu bahagia selalu agar setiap hari terasa indah"
Tak lama kemudian, guru yang akan mengajar masuk kedalam kelas. Sejarah korea adalah pelajaran pertama pagi ini. Seperti biasa,pelajaran ini pasti hanya diisi oleh dongengan sang guru yang membuat separuh kelas tertidur. Tapi itu tak berlaku untukku pagi ini. Entah kemana hilangnya rasa kantukku tadi pagi. Aku merebahkan kepalaku dimeja menghadap kearah Sungmin yang duduk sebangku denganku.
"Ming, bagaimana kau bisa jatuh cinta pada Kyuhyun?" Tanyaku. Ia menoleh sesaat kearahku, lalu kembali mengarahkan perhatiannya kepada sang guru.
"Entahlah. Terjadi begitu saja. Terasa alami dan menyenangkan. Begitu sadar, ternyata aku sudah terlalu cinta kepadanya" Jawab Sungmin.
"Bagaimana cara dia mengatakan cinta padamu?" Tanyaku lagi.
"Dengan mengucapkan saranghae tentu saja"
"Yah bukan itu maksudku. Jelaskan lebih spesifik ming"
"Hm, itu terjadi saat kencan ketiga kami. Ia mengajakku kesebuah toko kaset di mall. Kemudian ia meninggalkanku dan berlari kearah kaset game. Aku yang merasa diacuhkan, memutuskan untuk melihat-lihat kaset film terbaru. Tiba-tiba seorang pelayan toko memberiku sebuah headphone dan menyuruhku untuk mendengarkannya. Ternyata lagu yang terputar adalah lagu just the way you are. Saat lagu selesai, Kyuhyun telah berdiri disampingku lalu ia berkata Saranghae Lee Sungmin" Sungmin bercerita panjang lebar sambil sesekali tersenyum.
"Hanya seperti itu?" Tanyaku tak percaya.
"Memang apalagi yang kau harapkan dari seorang Cho Kyuhyun?" sahut Sungmin sewot.
"Apa tak ada yang lain? Yang lebih romantis ming"
"Tak perlu ribuan tangkai mawar, tak perlu jutaan balon berbentuk hati, tak perlu sebuah lagu yang ia ciptakan khusus untukmu. Hanya sebuah kata yang memiliki banyak arti 'saranghae'. Cukup diucapkan dengan tulus dan kesungguhan, maka itulah yang akan menjadi hal romantis sepanjang hidupmu"
Aku termenung mendengar perkataan Sungmin. Benarkah hanya sesimpel itu cara mengatakan cinta?
"Jangan menahan hatimu Chullie-ah. Cintailah orang yang menurutmu memang pantas dicintai. Dan menurutku, pendeta kecilmu itu merupakan orang yang pantas untuk dicintai" Lanjut Sungmin.
Aku termenung, aku ingin benar-benar meyakinkan hatiku terlebih dahulu. Aku menginginkan hubungan yang serius saat ini, tak seperti hubunganku dengan mantan-mantanku dulu. Getaran pada ponselku membuatku tersadar. Kurogoh saku celana dan mengambil ponsel tersebut. Sebuah pesan dari nomor yang tak kukenal.
'Jangan merebahkan kepalamu dimeja saat pelajaran sedang berlangsung. Perhatikanlah pelajaran dengan baik my Chullie'
-Pendeta tampan yang selalu mencintaimu.
Aku segera menolehkan kepala kearah luar kelas. Mencari sosok yang baru saja mengirimkan pesan padaku. Aku tersenyum melihat orang tersebut melambaikan tangannya dari arah lapangan basket. Rupanya kelas Siwon sedang berolahraga. Sekali lagi kubaca pesan yang ia kirimkan tadi. Pendeta tampan? Huh percaya diri sekali dia. Tak bisa kutahan senyumku membaca kata-katanya. Kau benar-benar menarik Choi Siwon.
.
.
.
.
Pelajaran kelima ini benar-benar membuat rasa kantukku kembali datang. Akhirnya karna tak tahan, aku meminta izin kepada guru yang sedang mengajar untuk beristirahat di UKS dengan alasan tak enak badan. Setelah di izinkan aku segera melesat menuju UKS. Beruntung karena guru kesehatan sepertinya sedang tak berjaga. Jadi aku tak perlu memikirkan alasan untuk mengelabuinya kan?
Aku merebahkan diri di ranjang putih yang ada diruangan itu. Baru beberapa menit memejamkan mata aku mendengar suara pintu terbuka. Aku menoleh untuk melihat sipa yang datang.
"Yah apa yang kau lakukan disini?" tanyaku pada orang itu yang ternyata adalah Siwon.
"Sungmin hyung mengirimiku pesan. Dia bilang, kau tak enak badan. Jadi aku segera berlari kesini" Ucapnya disela nafasnya yang tidak teratur.
"Yah, pabbo. Aku hanya mengantuk. Aku berbohong untuk mendapat izin dari guru yang mengajar. Aku sehat-sehat saja kok" Ujarku menjelaskan.
"Ah syukurlah. Aku sungguh mengkhawatirkanmu hyung" Ia menarik sebuah kursi dan meletakkannya di samping ranjang yang kutiduri.
"Kau mau apa?"
"Menemanimu tidur hyung"
"Tak usah. Kembalilah kekelasmu!"
"Aku akan kembali setelah kau tidur hyung"
"Ah terserah kau lah" Aku memejamkan mataku. Rasa kantuk ini benar-benar tak bisa ditoleransi lagi.
"Hyung"
"Ada apa?"
"Panggil aku Wonnie ne"
"Mwo?"
"Agar lebih romantis hyung." Rengeknya.
"Arrghhh baiklah. Sekarang diam. Aku benar-benar mengantuk Wonnie" Ucapku gugup.
Kurasakan sebuah benda hangat menyentuh keningku. Pasti dia menciumku lagi. Ah terserahlah aku tak kuat lagi hanya untuk sekedar membuka mata.
Aku terbangun 45menit kemudian. Aku menoleh untuk mencari sosok Siwon namun tak ada. Pandanganku tertuju kepada sebuah note yang terletak disamping bantalku. Sekali lagi ia berhasil membuat pipiku merona.
'Tunggu aku sepulang sekolah dikelasmu hyung. Aku akan menjemputmu. Dan mungkin aku akan mengulangi kejadian sepulang sekolah kemarin ;)'
.
.
.
.
Akhirnya semua pelajaran hari ini selesai juga. Sekarang aku sedang duduk sendiri didalam kelas menunggu seseorang yang berjanji akan menjemputku dikelas. Sugmin dan Eunhyuk sudah pulang daritadi bersama namjachingu masing-masing.
"15 menit. Uhh lama sekali sih. Memangnya apa yang sedang ia lakukan?" Gerutuku.
"Lebih baik aku saja yang kekelasnya"
Aku berjalan sambil bersiul sepanjang koridor. Aku tak sendiri, masih ada beberapa murid lain yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tak berapa lama kemudian, tibalah aku didepan kelas Siwon. Pintunya tertutup namun masih menyisakan sedikit celah yang membuatku bisa melihat kearah dalam kelas. Aku terbelalak melihan seorang yeoja sedang menahan badan seorang namja agar tetap bersandar pada dinding dan menciumnya dengan beringas.
"Cih murahan sekali yeoja itu" Cibirku. Aku penasaran ingin melihat siapa sosok yeoja itu. Kubuka lebih lebar pintu itu agar aku dapat melihat kedalam kelas. Sekali lagi aku terbelalak melihat sosok namja yang sedang dicium dengan beringas oleh sang yeoja murahan.
"Wonnie" Ucapku tak percaya.
Siwon yang menyadari keberadaanku segera mendorong bahu yeoja itu agar menjauh darinya. Kenapa dadaku terasa sesakit ini?
"Chullie-ah ini tak seperti yang kau lihat. Percayalah"
"Kau. Benar-benar brengsek Choi Siwon"
TBC~
Ah kenapa konfliknya sinetron sekaliiiiii *Jedotin kepala kedinding*
Masih adakah yang mau lanjut? T,T
.
Aku mau jawab pertanyaan di review chap kemaren ya :)
.Rumah keluarga Kim itu tentu saja rumah Heechul dan Jejoong. Kan marga mereka Kim :)
.Heechul naik taksi itu mau kekantornya Jaejoong :)
