Chapter 3
Naruto, dkk punya Masashi Kishimoto
Gaahina
Rated T++++
Romance
Story pure for Jhino
Happy reading
Hinata inside
Kriiing...kriiing...
Alarm kamarku berbunyi mengusik tidurku. Mataku menatap alarm itu, menunjukkan pukul 05.30, aku pun beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi aku berdandan dan menyiapkan buku untuk perkuliahanku. Semenjak peristiwa seminggu lalu itu, membuatku takut ke kampus.
"pagi ayah, ibu, hanabi, neji-nii.." ucapku tersenyum menuju ruang makan, aku bertekat untuk bersemangat mulai hari ini.
"pagi Hinata.." ucap mereka bersamaan kecuali Hanabi. Aku mengambil duduk disebelah Hanabi.
"wah Hinata kau bersemangat dan cantik hari ini. Ibu senang melihatnya." Aku tersenyum manis mendengar kata ibu.
Hinata inside off
"permisi tuan besar, tuan Sabaku dan yang lainnya sudah ada di teras." Ucap pelayan itu setelah membungkukkan badan.
"suruh dia menghadapku." Titah Hiashi. Tak berapa lama...
"selamat pagi." Ucap pria tinggi tegap itu lalu memberikan hormat.
"waaaaah! Gaara-nii..." Hanabi langsung memeluk Gaara. ketika masih bersama Hinata, gaara dan Hanabi sangat dekat, mereka seperti kakak beradik.
"nona hanabi, anda harus sarapan. Hari ini Sai akan menjadi pengawal anda." Suara gaara yang lembut itu sangat dirindukan oleh Hanabi. Tanpa disadari seorang gadis menatap mereka dengan padangan sedih, gadis itu adalah Hinata.
"panggil aku hanabi saja! Aku hanya mau Gaara-nii saja!" Hanabi menggembungkan pipinya, membuat gaara mengacak rambutnya pelan dan tersenyum manis. Hinata sedikit sakit melihatnya, senyuman itu yang dulu pernah ada untuknya...ya tapi dua tahun yamg lalu.
"hanabi, gaara adalah pengawal Hinata, dan kau punya sai yang menjadi pengawalmu. Itu tak bisa dibantah. Sekarang kau kembali duduk dan makan sarapanmu." Perintah Hiashi. Si bungsu Hyuuga terpaksa menurutinya.
"nona Hyuuga Hinata, saya akan menunggu anda di luar." Kata gaara sopan tapi terkesan dingin, membuat Hinata sempat menghentikan kegiatan makanannya sejenak, lalu mengangguk.
"Gaara-kun, ayo sarapan bersama, nak."tawar Hikaru tersenyum lembut pada Gaara.
"terima kasih nyonya, saya sudah sarapan tadi dan membawa bekal nyonya." Tolak gaara lembut dan tersenyum manis.
"ohya Gaara, nanti setelah hinata pulang, aku ada urusan denganmu." Kata Neji dengan nada datar.
" baik Tuan neji. Saya permisi ke depan, tuan dan nyonya." Pamit Gaara memberikan hormat lalu pergi keluar.
"Gaara-nii sangat tampan dengan penampilan barunya. Seperti boy band EXO yang personilnya bernama Tao. Tadi waktu aku aku memeluk, tubuhnya berotot, dia pasti sering latihan tiap hari. Rambutnya juga klimis, rapi sekali dan wangi." Kata Hanabi panjang lebar. Hinata langsung menoleh dan tersenyum sinis.
"ingat Hanabi, umur Gaara sudah 30 Tahun, carilah yang lebih muda." Ucap Hinata beranjak pergi. Namun terhenti ketika...
"meski gaara-nii lebih tua dariku tapi dia lebih tampan daripada si rambut pirang itu!", balas Hanabi tak kalah sinis.
"cih! Setidaknya Naruto sederajat dengan kita." Ucap Hinata kemudian pergi.
"kau!" seru hanabi namun di potong ayahnya.
"hanabi, sudah. Sebaiknya kau berbegas daripada terlambat nak." Perintah Hiashi.
.
.
.
.
.
.
Konoha University
Dua sedan mewah terparkir manis di halaman kampus membuat semua yang melihat pasti tau mobil sapa itu.
"Nona Hyuuga Hinata, anda silahkan memakaikan alat ini, dibaju anda, agar kami dapat mengetahui keberadaan anda." Ucap Gaara datar sambil memberikan benda bulat dan kecil namun di tepis oleh Hinata.
"aku tak perlu itu! Aku tak suka diperintah!"
Gaara memejamkan mata. Memang dari dulu dia tak suka diperintah, oleh karena itu gaara mau disuruh olehnya, karena cinta, tapi sekarang berbeda. Karena Gaara adalah bawahannya. Hinata akhirnya keluar dari mobil dan berjalan menuju kampus.
Ciuup!
Bunyi peredam pistol yang diarahkan Gaara ke leher Hinata, bukan untuk membunuhnya melainkan menembakkan alat pelacak itu ke kemeja Hinata tanpa dia ketahui.
.
.
.
.
.
Hinata melangkah menuju kelas jurusannya dengan anggun, banyak yang menyapanya dan dia membalas tersenyum.
"Hinata-chan.." panggil gadis berambut blonde bernama Yamanaka ino.
"Ino-chan.." cicit Hinata kemudian disambut pelukan oleh Ino.
"aku rindukanmu, Hinata-chan. Akhirnya kau kembali ceria lagi." Bisik Ino lembut.. hinata menjawab dengan anggukan dan tersenyum ketika melihat wanita berambut musim semi itu yang mendekati mereka.
"Sakura-chan.." panggil hinata. Sakura langsung memeluk kedua sahabatnya erat. Mereka saling menyalurkan rasa rindu mereka.
.
.
.
.
.
Kantin kampus
"sa..sa..sabaku..gaara?" sakura gagap setelah mendengar cerita Hinata tentang Gaara yang menjadi pengawal hinata.
"bukan hanya itu...liat pria yang berambut merah itu?" Hinata menunjuk seorang pria yang tak jauh darinya dengan dagunya. "itu juga pengawalku, namanya sasori. Dan di sebelahnya yang berambut raven itu adalah sasuke."
"ap-apa? bukannya mereka mahasiswa baru disini. Kau tidak bercanda kan?" tanya Ino kaget.
" aku serius. Kalau tidak percaya, liat ini." Kata hinata kemudian mendekati kedua pria itu dan membawa kehadapan dua sahabatnya.
"perkenalkan diri kalian, cepat." Printah Hinata.
"saya akasuna no sasori, dan di sebelah saya uchiha sasuke."
" nah kalian boleh kembali ketempat kalian td." Perintah Hinata lagi. Kedua pria tersebut kembali ketempat duduknya.
"Hinata, jangan perlakukan mereka seperti pelayan. Itu tak baik. Mereka kan melindungimu." Sakura sering kali jengkel dengan sikap seenaknya Hinata.
"iya Hinata, lagi pula mereka sangat tampan, dan..errr...seksi..", ucap Ino yang tak berhenti menatap mereka.
"hah...asal tau saja, mereka sebaya dengan Gaara, kau tau kan maksudku.. mereka tua." Jawab Hinata datar.
"hah? Kau serius hinata?tapi mereka terlihat masih 20 tahun seperti kita." Ino dan Sakura tak percaya Sasori dan Sasuke umurnya seperti om-om.
"ya sudah kalau tak percaya tanya mereka saja. Aku mau ke toilet sebentar.", hinata melangkah pergi. Sedangkan Ino dan Sakura berjalan mendekati kedua pria itu.
"hai sasori...sasuke" sapa kedua gadis itu kemudian duduk disebelah mereka.
" kedua pria itu kemudian menundukkan kepala memberikan salam hormat.
"ah kalian tak perlu formal begitu. Aku dan Ino bukan seperti Hinata." Ucap Sakura lembut.
"oh iya, maaf.. eh nona Hyuuga Hinata kemana?" tanya Sasori menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
"oo...Hinata ke toilet sebentar. Nanti juga kembali." Jawab ino tersenyum lembut, membuat sasuke salah tingkah, apalagi sasori sudah bersemu merah mukanya ketika di dekati sakura. Maklum saja mereka tak pernah dekat dengan makhluk bernama perempuan, karena dipikaran mereka hanya misi, tugas dan latihan. Kecuali Shikamaru yang sudah menikah satu tahun lalu dengan Temari, kakak perempuan Gaara.
"sasori berkeringat.." ucap Sakura kemudian mengelap kringat sasori lemut, membuat jantung Sasori berdegup kencang.
"sasuke juga, kalian ..jangan-jangan gugup ya ada kami." Muka Sasuke langsung pucat karena ketahuan oleh Ino.
"ahahaha...iya karena kalian model ..kami berdua pergembar kalian."kata Sasuke canggung.
"wah..ternyata kalian tau.. aku kira prajurit seperti kalian hanya berkutat pada pekerjaan kalian itu..hehehe". mereka beremat mengobrol lama tanpa sadar Hinata belum juga kembali. Tiba-tiba, Sasori dan sasuke mendapat perintah dari gaara melalui earphone kecil yang selalu melekat di telinga kanan mereka.
Sasori dan sasuke saling berpandangan dan mengerti, kemudian mereka..
"maaf sakura dan ino kami harus pergi. Kapan-kapan kita berbincang lagi." Kedua pria itu bergegas pergi dan meninggalkan sakura dan Ino.
.
.
.
.
.
Toilet rooms
Brak!
Brak!
Brak!
"ayo buka bilik ini manis..." kata pria misterius itu..
"hiks..hiks.." gadis itu hanya bisa menangis.
"hahaha..kenapa menangis nona.. bukannya seperti seorang putri presiden berjalan angkuh dan tatapan meremehkan orang disekitarnya." Pria satunya tertawa mendengar tangisan gadis yang bernama Hyuuga Hinata.
"per-gi..hiks...pergi kalian...hiks..!" seru Hinata.
"oh ayolah cantik kita bersenang-senang dahulu. Kau pasti akan puas., hahahahahaha" kedua pria tersebut tertawa puas diatas penderitaan Hinata..
Namum..
BRUUUUUUUAAAAAK!
Pintu toilet perempuan itu hancur ketika seorang pria tinggi tegap itu menendang keras.
"KURANG AJAR!" triak pria itu kemudian memukul salah satu penjahat itu hingga terkapar. Hinata langsung mematung mendengar suara pria itu..dia familiar dengan suara itu...dengan susah payah hinata mengeluarkan suaranya..
"gaara..."
TBC
