*endap-endap* Apa kabar minna? Maaf ya baru bisa update *siap-siap berlindung dari timpukan* Ru benar-benar minta maaf karena baru bisa update lagi. Oke deh daripada kebanyakan ngomong, ini dia chap 3 dari My Lovely Anti Fan
.
.
.
My Lovely Anti-fan
Chapter 3 : Now, The Reality Show Begin
By: arumru. kuroi-ru
Inspired by : So, I Married the Anti-fan karya Kim Eun Jeong
Disclaimer : Eyeshield 21 by Riichiro Inagaki and Yusuke Murata
So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong
Rated : T
Genre : Humor, Romance (semoga romancenya berasa), dan lain-lain
Warning : AU, OOC, beda jauh dari Eyeshield 21 yang asli, Typo (jaga-jaga)
Summary : Tinggal dengan artis terkenal adalah impian orang-orang. "Tapi aku ini anti-fannya!". "Maaf ya Mamo-nee, tapi coba sajalah ikuti Reality Show ini". "Tch, jadi aku harus tinggal dengan dia selama 3 bulan?"
.
.
Tidak ada yang menyangka jika seorang Anezaki Mamori yang akhirnya terpilih untuk tinggal bersama dengan Ichi, seorang artis terkenal yang tampan namun memiliki kepribadaian yang jauh berbeda saat berada di depan kamera dan berada di belakang kamera. Entah suatu keberuntungan atau sebuah kesialan sehingga hal itu terjadi.
"Maaf ya Mamo nee, tapi coba sajalah ikuti reality show ini." Bujuk Suzuna .
Semua ini bisa dibilang disebabkan oleh Suzuna. Ia yang mendaftarkan Mamori ke reality show itu, dan siapa yang menyangka jika Mamori benar-benar terpilih untuk mengikuti reality show ini.
"Tapi aku ini anti fan-nya!" tolak Mamori tegas. Dia meminum tehnya untuk menenangkan pikirannya. Siapa yang tidak terganggu pikirannya jika hampir seluruh perempuan di Jepang yang hampir semuanya merupakan fans Ichi menyerang dan menghujatnya di internet karena pernyataannya yang disiarkan secara langsung di seluruh Jepang. Karena hal itu ia sempat menjadi pencarian utama di internet, sehingga ia memutuskan untuk tidak keluar rumah dahulu untuk sementara waktu.
"Ayolah Mamo nee, coba ikuti saja. Kumohon." Ucap Suzuna dengan wajah memelasnya. Suzuna masih terus berusaha membujuk senpai tercintanya ini agar mau ikut acara reality show itu.
"Hahhh.. baiklah, karena kau terus meminta dan aku juga sudah menandatangani surat setuju mengikuti acara reality show tanpa aku sadari itu aku akan ikut." Jawab Mamori sambil menandaskan tehnya. Suzuna langsung tersenyum senang karena akhirnya Mamori menyetujui untuk mengikuti reality show itu.
"Terima kasih Mamo nee, maaf jika aku merepotkanmu." Kata Suzuna sambil menunduk meminta maaf.
"Tidak apa-apa Suzuna, mungkin jalan takdirku yang sial saat ini hingga harus mengalami hal seperti ini." Jawab Mamori sambil tersenyum ke arah Suzuna. Suzuna merasa bersalah karena Mamori harus mengalami hal seperti ini karena ulahnya.
"Maaf Mamo nee, maaf." Ucap Suzuna terus meminta maaf.
"Sudah Suzuna, jangan meminta maaf terus. Aku jadi tidak enak." Kata Mamori. Sepertinya saat ini Mamori harus lebih banyak bersabar karena mulai saat ini ia akan menghadapi Ichi, artis yang membawa kesialan untuknya itu.
"Ah, jadi kapan Mamo nee akan menemui produser acara itu?" tanya Suzuna mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Besok Suzuna. Aku akan langsung menemuinya. Agar semuanya bisa cepat selesai." Jawab Mamori tegas dan penuh kesiapan seakan-akan ia akan berperang – memang ia akan berperang secara tidak langsung – dengan Ichi.
"Baiklah, kalau begitu besok aku dan Sena akan ikut menemani Mamo nee. Sena kan sudah biasa melakukan hal seperti itu, pasti dia sudah mengerti." Kata Suzuna. Mamori hanya mengangguk menyetujui usulan Suzuna untuk mengajak Sena – pacar Suzuna yang hubungannya hanya diketahui oleh beberapa teman dekat mereka – yang sudah berpengalaman dalam hal tanda tangan kontrak.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Mamo nee. Nanti tempat ketemuannya Mamo nee email aja ke aku." Kata Suzuna sambil memakai in-line skatenya. Mamori hanya mengangguk sambil tersenyum ke Suzuna. Setelah Suzuna pulang, Mamori langsung menelpon produser acara itu dan menentukan tempat mereka besok akan bertemu.
.
My Lovely Anti-fan
.
Sena terlihat serius mengamati kertas kontrak yang akan Mamori tanda tangani berkaitan dengan ikut sertanya Mamori dalam reality show yang diikuti oleh Ichi artis terkenal sekaligus seniornya di agency karena mereka berdua di agency yang sama. Sena adalah salah satu model di agency tempat Ichi bernaung. Ia lebih sering tampil dalam iklan dan juga pemotretan di majalah-majalah. Sena sebenarnya seseorang yang pemalu dan kikuk, tapi karena suatu hari ia bertemu dengan pencari bakat yang tertarik dengan wajah Sena, akhirnya Sena terjun ke dunia keartisan dan ia menyembunyikan hubungannya dengan Suzuna karena ia tidak mau Suzuna harus terlibat dengan dunia keartisan.
Mamori juga melihat kertas kontrak yang dipegang Sena itu setelah mendapat persetujuan dari Sena, akhirnya Mamori menandatangani kertas kontrak tersebut. Bersamaan dengan Mamori yang menandatangani kontrak itu, Hiruma atau yang lebih dikenal Ichi menyeringai kecil.
"Tch, jadi aku harus tinggal dengan dia selama 3 bulan?" kata Hiruma dengan nada tidak suka untuk memancing kemarahan Mamori, namun ternyata hal itu tidak memancing sedikitpun respon Mamori.
"Baiklah, 3 hari lagi kita akan mulai pengambilan gambar. Tempatnya di apartemen yang sudah disiapkan oleh Ichi. Kalian akan beraktivitas seperti biasa, dan mungkin nanti kau akan menjadi manajer sementara Ichi. Jadi kau bisa lebih dekat dan mengetahui bagaimana kehidupan dan pekerjaan Ichi." Kata sang produser menjelaskan.
Mamori hanya mendengarkan dengan serius penjelasan dari produser itu. Sedangkan Ichi – alias Hiruma – hanya malas-malasan mendengar penjelasan dari produser itu, dia lebih asyik dengan permen karet mint yang sedang ia kunyah.
"Baiklah Ichi, mungkin kau bisa menunjukan kepada Anezaki apartement yang akan kalian tepati selama syuting acara ini." Kata produser acara ini sambil menatap Ichi.
"Baiklah, ayo jalan." Kata Ichi sambil berjalan keluar dari cafe yang menjadi tempat pertemuan mereka itu.
Ia menaiki mobil sport hitam miliknya begitu juga dengan Musashi yang merupakan manajer Ichi.
"Apa kalian membawa kendaraan?" tanya produser acara reality show itu ke Mamori dan Suzuna.
"A-ano, mereka berdua denganku. Aku membawa mobil." Kata Sena dengan sikap kikuknya yang teramat khas. Sang produser acara reality show itu hanya tersenyum melihat sikap Sena yang seperti itu.
"Baiklah kalau begitu kita bisa berkendara bersama menuju apartement yang akan menjadi tempat syuting." Kata produser alias Yamamoto Seiji atau lebih dikenal Yama san.
.
My Lovely Anti-fan
.
Apartement yang menjadi tempat syuting yang dipilih oleh Ichi ini sangat cocok untuk dijadikan tempat syuting. Memiliki ruang tamu yang luas, cukup untuk menampung kru dan juga peralatan syuting seperti lampu, kamera dan segala macam hal lainnya.
Namun hanya ada dua kamar tidur dengan satu kamar tidur utama dan satu kamar tidur yang tidak terlalu besar.
"Tempat yang bagus Ichi." Puji Yama san atas pilihan Ichi.
Ichi hanya diam tidak merespon perkataan Yama san. Ia lebih ayik melihat ke arah Mamori dan Suzuna yang sedang asyik melihat ke pemandangan yang diperlihatkan oleh ruangan apartement lantai 8 ini dari balkon apartement.
"Sepertinya, aku kenal dengan dia." Bisik Ichi pelan saat melihat rambut auburn sebahu Mamori dan cara Mamori melihat ke pemandangan di depannya. Entah mengapa, Ichi menjadi ingat Mori saat melihat Mamori yang seperti itu. Apalagi warna rambut mereka sama.
"Kau kenapa?" tanya Musashi yang menyadari keanehan pada Ichi.
"Kau itu mau tau saja kakek sialan." Kata Ichi sambil menuju kamar yang akan menjadi kamarnya selama tiga bulan. Musashi hanya menggeleng melihat sikap Ichi itu.
.
My Lovely Anti-fan
.
Mamori sudah membereskan barang-barang yang akan dibawanya selama tiga bulan syuting acara reality show bersama Ichi. Dia sudah menyiapkan peralatan 'perangnya' untuk tinggal selama tiga bulan, dan tentunya ia tidak akan meninggalkan kotak hartanya yang berisi kalung pemberian neneknya yang memepertemukannya dengan Kuro dan surat yang diberikan oleh Kuro.
"Ya~ Mamo nee sudah siap berangkat?" tanya Suzuna yang muncul dari pintu depan apato Mamori.
"Sudah Suzuna chan," kata Mamori sambil menyeret koper yang berisi barang-barangnya. "Sena mana Suzuna chan? Tadi dia bersamamu kan?" tanya Mamori ke Suzuna.
"Eh, ng-nggak kok Mamo nee! Aku tadi sama kakak. Sena baru akan menyusul setelah dia selesai pemotretan." Kata Suzuna.
Mamori hanya mengangguk memaklumi kegiatan Sena yang padat. Ia berterima kasih karena Sena dan Suzuna masih mau menemaninya untuk mengantarkan dirinya ke apartement tempat ia akan tinggal selama tiga bulan.
"Ting, nong" suara bell apato Mamori berbunyi.
Suzuna langsung membukakan pintu dan melihat Sena yang mengenakan T-shirt putih polos dan celana jeans hitam berdiri di ambang pintu.
"Mamori neechan sudah siap?" tanya Sena ke Mamori. Mamori hanya mengangguk menjawab pertanyaan 'adiknya' itu. Kemudian, ketiga orang tersebut keluar dari apato Mamori setelah sebelumnya mengunci pintu apato.
.
My Lovely Anti-fan
.
Ichi sedang asyik mengerjakan tugas di laptopnya sambil memakan permen karet mint kesukaannya ketika ia mendengar suara yang lumayan berisik di depan pintu apartement yang akan menjadi tempat syuting ini. Hanya kru dan beberapa orang saja yang mengetahui tempat ini yang menjadi tempat syuting acara reality show yang diikutinya ini.
Kemudian ia mendengar suara pintu yang terbuka dan langkah kaki beberapa orang yang memasuki apartement. Hiruma alias Ichi menghentikan aktivitasnya sebentar, menaruh laptop silvernya di meja disamping tempat tidur, lalu keluar kamar.
"Selamat siang Ichi san." Salam Sena saat melihat Ichi datang menghampiri mereka. Mamori hanya tersenyum tipis melihat Ichi yang datang, begitu juga dengan Suzuna.
"Kau bisa taruh barang-barangmu di kamar itu." kata Ichi sambil menunjuk salah satu kamar yang ada di apartement itu.
Mamori dan Suzuna segera menuju kamar yang ditunjuk oleh Ichi. Mereka menaruh koper Mamori di kamar itu. Meskipun kamar itu kecil, namun Mamori tetap nyaman berada di dalam kamar itu.
"Kau kenal dia dimana Sena?" tanya Ichi ke Sena.
"Mamori neechan itu yang menolongku waktu aku di bully Ichi san, saat SD dan SMP dulu," kata Sena menjelaskan. "Mamori neechan itu tadinya juga korban bully, tapi entah bagaimana caranya dia berubah dan menolongku yang saat itu sering di bully Ichi san." Kata sena menjelaskan.
Ichi hanya mengangguk mendengar cerita Sena. Entah mengapa, ia semakin teringat akan Mori jika mengingat cerita Sena tadi.
.
My Lovely Anti-fan
.
Mamori terbangun dari tidurnya karena suara berisik yang berasal dari ruang tamu. Masih menggunakan piyama rocket bearnya, ia berjalan menuju ruang tamu. Betapa kagetnya Mamori melihat banyaknya kru yang sudah datang di apatement ini.
Ia melihat beberapa orang yang sedang sibuk memasang kamera, lampu dan perlengkapan lainya untuk syuting.
"Ah, pemeran utama wanitanya baru bangun! Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?" tanya sang sutradara alias Takahashi Meiji bertanya ke Mamori.
Mamori hanya mengangguk menjawab pertanyaa dari Takahashi.
"Kami tidak enak membangunkanmu karena kata Ichi kau itu tidur malam karena mengerjakan tugas-tugasmu dan membereskan apartement ini. Kalau kau sudah siap dan selesai mandi kau bisa langsung ke tempat make up." Kata Takahashi. Mamori hanya mengangguk mendengar perkataan Takahshi san.
.
My Lovely Anti-fan
.
Setelah mandi dan di make up dengan make up yang natural dan mendengar Julie – orang yang memake up Mamori – terus-terusan memuji wajah Mamori, Mamori menuju tempat Ichi di make up, karena sekalian mereka briefing sebelum syuting di mulai.
"Ah, Anezaki sudah datang." Kata Takahashi saat melihat Mamori berdiri di salah satu sudut ruangan tempat Ichi make up.
Kemudian seseorang dengan nametag Kakei Shun yang terpasang di dadanya dengan tulisan assisten sutradara memabagikan jadwal syuting untuk hari ini.
"Kalian sudah mendapatkan jadwalnya kan? Jadi Anezaki, kau akan menjadi manajer sementara Ichi selama reality show ini berlangsung," kata Takahashi .
Mamori dan Ichi hanya melihat ke kertas yang berisi jadwal tersebut. Mereka membaca dengan teliti isi dari kertas tersebut.
"Karena ini reality show, kuharap kau bisa bersikap natural Anezaki, aggap saja tidak ada kamera yang mengikuti pegerakanmu." Kata Takahashi.
Mamori hanya mengangguk. Dia masih belum terbiasa menghadapi keadaan seperti ini. Kamera, mic, dan segala macam peralatan syuting dimana-mana.
"Untuk hari ini kau hanya perlu mengendarai van menuju studio tempat Ichi akan melakukan pengambilan gambar untuk cover majalah," kata Takahashi menjelaskan. "Kau tahu cara mengendarai van kan?" tanya Takahashi.
"A-aku tidak terbiasa mengendarai van." Aku Mamori. "Tapi aku bisa mengendarai mobil biasa." Kata Mamori.
"Ah, tidak apa-apa. Yang penting kau sudah bisa mengendarai mobil, karena mengendarai van tidak terlalu berbeda dengan mengendarai mobil biasa," kata Takahashi. "Nanti di dalam mobil itu kalian akan didampingi dengan seorang kameramen dan Musashi." Lanjutnya.
Mamori hanya mengangguk, sedangkan Ichi memasang tampang tidak peduli dan memakan permen karet mint kesukaannya.
"Kalian sudah mengerti kan? Kalau begitu kita bisa memulai syutingnya!" kata Takahashi penuh semangat lalu berdiri dari bangkunya.
Mamori hanya mengikuti Takahashi yang berjalan menuju parkiran.
.
My Lovely Anti-fan
.
Mamori masih gugup sambil memegangi stir mobil van ini. Dia ragu mengendarai mobil ini untuk mengantarkan Ichi ke studio.
"Kau mau aku telat kemudian menghancurkan rekor sempurnaku yang tidak pernah datang terlambat ini?" kata Ichi kasar. Ia duduk di bangku depan di samping Mamori. Sedangkan kameramen dan Musashi berada di bangku belakang mobil.
"Maaf, maaf. Oke, kita jalan sekarang." Kata Mamori sambil menstarter van itu.
Van berjalan dengan pelan bahkan teramat sangat pelan karena Mamori sangat berhati-hati mengendarai van tersebut.
"Kau itu ingin kita sampai tiga ribu tahun cahaya ya? Tambah kecepatannya!" perintah Ichi. Mamori langsung menambah kecepatannya karena hal itu. Sialnya, ia menjadi menabrak palang dari apartement. Beruntung tabrakan itu tidak terlalu parah dan hanya menyebabkan lecet sedikit pada van tersebut dan orang-orang yang shock karena kejadian itu.
"Bodoh! Kau ingin kita semua mati?" tanya Ichi kasar.
"Maaf, maaf, maaf." Kata Mamori meminta maaf. Kru reality show yang berada di mobil terpisah terkejut saat melihat Mamori menabrak palang.
"Sudah, lebih baik kau mengendarai mobil ini dengan baik dan cepat ke studio!" perintah Ichi. Mamori hanya bisa menurut dan merutuki ketidak hati-hatiannya itu hingga mendapat marah dari Ichi.
.
My Lovely Anti-fan
.
Setelah berjuang mengendarai van hingga sampai studio, Mamori saat ini hanya duduk menunggu Ichi selesai pemotretan. Tahu jika ia akan seperti ini, seharusnya ia membawa buku untuk belajar.
"Iya, kau tahu kan Clifford D'Louis itu! Yang dari Amerika seperti Ichi. Dia akan menjadi salah satu artis yang akan dibahas untuk edisi bulan depan dimana Ichi menjadi covernya!" kata seorang wanita dengan rambut coklat bergelombang dan stilleto itu.
"Benarkah? Clifford D'Louis yang dijuluki Black Angel itu?" tanya teman si wanita rambut coklat antusias.
Mamori hanya mendengarkan percakapan kedua orang itu yang berbicara di depannya. Ia tidak tahu siapa itu Clifford D'Louis karena ia tidak sering menonton tv ataupun membaca majalah yang berhubungan dengan dunia entertainment kecuali tentang Sena.
"Iya," jawab wanita rambut coklat. "Hei, itu dia, Clifford D'Louis." Kata wanita berambut coklat itu sambil menunjuk ke arah seseorang yang baru saja masuk melewati pintu masuk studio itu.
Mamori ikut melihat ke arah yang ditunjuk oleh wanita itu. Ia melihat seorang laki-laki dengan tinggi badan seperti Ichi, dengan tatapan seperti merendahkan orang lain, dan rambut hitam.
Mamori terkejut melihat Clifford yang seperti itu. "Kuro." Ucap Mamori lirih sambil melihat ke arah Clifford yang mengingatkannya akan Kuro.
.
.
TBC (To Be Continued)
.
.
Ahoy minna, Ru kembali mengupdate fic ini dan akan kembali lama mengupdate karena eh karena kompi udah gk bisa diselamatkan lagi (?), netbook punya temen yang sering aku pinjem buat bikin fic udah gk akan bisa dipinjem lagi karena dia bakalan pindah ke Solo, dan Ru gk punya uang buat ngetik di warnet #sigh. Jadi minna, harap bersabar untuk chapter 4 fic ini ya.
Doakan Ru bisa dapet kerjaan yang bagus jadi bisa beli laptop baru lebih cepet. Hehehe.
Oke bek tu setori. Semakin jelas gk fic ini? Disini dimulai syuting reality show yang diikutin HiruMamo. Kalo ada yang mau request adegan di reality shownya boleh-boleh aja kok. Biar rame. Huakakakakakak. Disini mulai nambah satu konflik, gyahahahaha. Semoga kalian suka ya dengan fic ini dan mau bersabar nungguin update-annya yang kemungkinan 6 bulan sampe setahun lagi update *ditendang readers karena kelamaan.
Oke, sekarang waktunya bales Review
LalaNur Aprilia : udah ketahuan kan Sena disini jadi siapa? Hehehe, Musashi emang sengaja aku pasangin sama Sara yang notabenenya temen Mamori dan dekat Mamori karena bakal ada sesuatu yang berhubungan dengan itu. review lagi ya.
cila-miyuki: hahaha, bagus deh kalau kamu suka n udah bilang fic ini keren. Makasih *peluk* #woy. Iya, misalkan ada artis yang kayak Hituma, aku juga bakalan begitu. Huehehehehehe. Maaf ya gk bisa update kilat, review lagi ya ;)
hiruma akari: ini udah lanjut, review lagi ya
pinkyukka: makasih udah nyempetin review fic ini :D. Aduh maap ya typonya bandel. Iya klimaksnya dimulai, tapi pelan-pelan dulu ya, ibarat lagu NKOTB step by step, uhhh baby *disumpel*. Oke, review lagi ya... aku juga tetep keep writing ;)
fii-chan gx d akun: ini chapter 3 nya muncul :D. Hahaha, iya Hiruma baik disini kalo didepan fans (tapi sebenernya dia juga baik kok sama Mamo ya tapi gitu). Hahaha, iya sih, aku juga merinding pas Hiruma jadi baik pas itu. umm.. cerita ini niatnya gk akan panjang-panjang banget kok, ya sedeng lah. Hehe, review lagi ya...
Yuki Kineshi: oh... aku tau novel itu, etapiakubelumpernahbaca. Iya kasihan mamo-nee dijadiin mainan sama Hiru. Ini udah lanjut, review lagi ya... ;)
difitriata: *langsung siap tendang* haha, maap typonya bandel, aku ngerjain chap 2 itu tengah malem sih, ya.. jadi harap dimaklumi. Apa? Minta adegan romance? Kapan-kapan aku penuhin deh. Tapi tenang aja, akan banyak adegan romance setelah chapter ini. Muehehehhehe. Review lagi ya!
yoorin matsu: iya nih ff hirumamo terbaru yang telat banget update *ditendang readers*. Novelnya seru kok, tapi dengan jalan cerita yang dewasa sih hehehe (tapi tenang, gk ada adegan rated M nya kok). Review lagi ya
Carnadeite: aihhhh deite review FF gaje ku lagi *peluk, ditendang*. Iya, udah masuk konfliknya. Eh? Alurnya kecepetan ya? Aku coba deh biar gk terlalu cepet banget. Maap typonya banyak banget *sujud sujud*. Iya, aku usahakan buat meminimalisir typo. Hayo, hayo, concritnya dinantikan . review lagi ya, hehehe.
fii youichi: ini udah update, ayo review, review *nyuruh* ;)
Kuro Nami: ini updateannya ;) iya, udah mulai muncul konfliknya, ehehehe. Gpp kok baru review sekarang, review lagi oke ;)
Mayou Fietry: aihhh, makasih udah dibilang bagus ceritanya. Aku juga suka sama Hiruma yang suka senyum (meskipun kadang suka merinding sendiri pas ngetik n ngebayangin Hiru senyam senyum). Iya, Hiru salah minum obat mangkanya begitu #plaaak. Makasih udah di fave, dan ini udah aku lanjutin. Review lagi ya, concrit juga boleh banget kok ;)
RK-Hime: aishh.. jangan panggil aku senpai ah, aku baru setaun di fandom ini n bener-bener aktif Cuma 3 bulan doang *ditendang*. Makasih udah penasaran dan suka sama ff ini. Iya, ini lanjut. Review lagi ya ;)
hiruma hikari: ini udah lanjut, review lagi ya...
Guest: aih makasih udah bilang fic yang aku buat ini plg ditunggu *pasang tampang narsis* #dor. Ini udah update, review lagi yaw :3
Naomi: ini udah di update, review lagi yaaaa ;)
Yosh minna, itu dia tadi balesan reviewnya. Sumpah deh, review dari kalian semua itu nambah semangat aku buat ngelanjutin fic ini. Ya meskipun akan amat sangat lama untuk fic ini lanjut, tapi Ru akan mengupayakan nyempetin ngetik pas ke warnet. Hehe. Jadi tetep review fic ini karena bakal bikin semangat Ru buat ngelanjutin fic ini ke tahap selanjutnya!
Oke, ditunggu review dan concritnya. See ya in My Lovely Anti-fan chapter 4.
Sign,
.
.
arumru. kuroi-ru
