Part III: Holiday, Nightmare and The Hospital

Di Sebuah café yang diiringin lagu klasik, terlihat dua orang hendak masuk kedalam café itu, diluar hujan semakin lebat…

"Lagunya klasik dong, hujan lagi…" Gumam Chan Ri

"Pasti ngaruh ke mood kamu ya?" Tanya Hoya

"Tergantung sih Oppa, mood linkcage itu bukan hanya suasana aja, tapi orang-orang disekitar juga mempengaruhi." Kata Chan Ri

"Yah, apapun deh kata kamu," kata Hoya. "Cuma kamu yang ngerti masalah gituan."

"Hahaha, soalnya aku yang kuliah psikologi, bukan Oppa." Kata Chan Ri

"Tapi, ada satu hal yang bikin aku bingung…" Kata Hoya

"Apaan?" Tanya Chan Ri

"Kenapa kamu gabisa ngerti hati kamu sendiri dan orang yang kamu suka?" Tanya Hoya. "Tapi kalau nebak perasaan dan tingkah laku orang lain kamu jago banget…"

(Chan Ri terdiam)

"Jadi… Myungsoo atau Hyung?" Tanya Hoya

(Dua Minggu Sebelumnya)

"Serius kita jadi dua hari?" Tanya Sunggyu

(Woohyun mengangguk)

"Terus kita nginep dimana?" Tanya Sungyeol

"Chan Ri punya Villa di Uido…" kata Woohyun

(Semua member terkejut)

"Wah… dia orang kaya?" Tanya Sunggyu kaget

(Woohyun mengangguk)

"Dia punya Villa di Uido, Okinawa sama Kyushu…" kata Woohyun.

(Semua member nampak bersemangat)

"Para Noona pernah dia ajak ke Kyushu waktu itu, Mi Young Noona cerita, mereka dibayarin semua ongkosnya, tinggal bawa baju terus main deh…" kata Woohyun

"Dia nampak tidak sekaya itu…" kata L

"Bahkan dia tidak naik mobil ke kampusnya…" kata Sunggyu

"Dia sepertinya bukan tipikal anak yang suka memamerkan kekayaan…" kata Dongwoo

"Siapa tau besok kita dibayarin sama Chan Ri juga perjalanannya!" kata Sungyeol excited

"Ya!" teriak Sunggyu. "Kita sebagai laki-laki harus punya harga diri agar tidak dibayar oleh perempuan, lagi pula kita kan artis…"

(Semua terdiam)

"Hyung punya uang? Aku tidak…" kata Woohyun

(Yang lain mengangguk)

(Sunggyu terdiam)

(Keesokan harinya, semua sudah berkumpul di pelabuhan)

"Asiiik… pantai… pantai…" teriak Sungyeol sambil berlari di pelabuhan

"Kita ke Uido naik apa, Chan Ri?" Tanya Sunggyu

"Naik kapal…" jawab Chan Ri

"Jangan bilang kapalnya punya kamu…" kata Woohyun

(Chan Ri mengangguk)

"PUNYA KAMU?!" kata Sunggyu kaget

"Ada apa Oppa?" Tanya Chan Ri bingung

(Sunggyu hanya menggelengkan kepala)

Lalu semuanya menaiki kapal. Mereka nampak senang sekali. Mereka berada di deck kapal, dimana Sungyeol sedang bercanda dengan Mi Young dan Hye Soo, Dongwoo sedang bernyanyi bersama Hoya, L, Chan Ri dan Sungjong menikmati udara yang segar, Woohyun dan Hae In sedang duduk menikmati es kelapa sementara Sunggyu baru keluar dari dalam kapal ke Deck.

"Chan Ri…" panggil Sunggyu

"Ya?" kata Chan Ri

(Sunggyu mengajak Chan Ri untuk mendekatinya)

(Chan Ri mendekati Sunggyu)

(Sunggyu memberikan topi yang sama dengan yang dipakainya)

"Biar kamu ga kepanasan…" kata Sunggyu

(Chan Ri tersenyum)

"Gomawo oppa…" kata Chan Ri

(Suasana tampak menjadi romantic, semua memperhatikan mereka sambil tersenyum kecuali L)

"Gyu romantiiis…~" kata Hye Soo. "Yeolli, kamu kaya gitu dong sama Noona!"

(Sungyeol hanya nyengir)

"Sama Noona aja, Eonni yang itu sih ke ganjenan…" kata Mi Young meledek

"Ya! Saeng juga centil noh sama Yeolli!" balas Hye Soo

"Sudah Noona, sudah…" coba Sungyeol melerai

(Keduanya masih saling berbalas mengejek)

"Duh, cowo disini kan banyak, kenapa sih harus rebutin satu orang?!" gumam Woohyun

"Kalau kamu mau direbutin, coba datang aja kesana…" kata Hae In

"Mereka tidak tertarik padaku Noona…" kata Woohyun. "Apa mereka tidak sadar kalau aku juga ganteng?!"

(Hae In tertawa)

"Coba tunjukan pada mereka kalau kau itu memang ganteng…" kata Hae In, "Bukan hanya muka, tapi pribadi juga…"

(Woohyun berfikir sesaat)

"Noona benar… aku harus menambah sinar (?) kegantenganku!" kata Woohyun bersemangat lalu menghabiskan es kelapanya.

"Kau tidak mendekati Noona Hae In?" Tanya Dongwoo

"Aku… takut dia menghindariku…" kata Hoya

"Oh man, kau ini ganteng!" kata Dongwoo menyemangati Hoya

(Hoya hanya tersenyum)

"Ada sesuatu yang aneh dengan L, auranya menjadi sangat gelap." Kata Hae In.

(Woohyun memperhatikan L)

"Bagaimana Noona bisa tau?" Tanya Woohyun

"Aku bisa melihat aura seseorang yang sedang sedih, suram, dendam, semacam itulah…" kata Hae In

(Woohyun nampak terkejut)

Tiba-tiba L masuk ke dalam kapal. Chan Ri memperhatikan L dan nampak merasa bersalah. Sunggyu memperhatikan Chan Ri.

"Ada apa?" Tanya Sunggyu

(Chan Ri menggelengkan kepala)

Hae In masuk kedalam kapal dan menemui L.

"Kau menyukai Chan Ri?" Tanya Hae In langsung pada inti permasalahan.

(L hanya terdiam)

"Aku bisa melihat aura seseorang ketika dia sedih, suram, dendam, hal-hal yang seperti itu. Dan aku melihat aura itu saat kau melihat Gyu memakaikan topi pada Chan Ri." Kata Hae In.

"Aku tidak tahu noona…" kata L mulai berbicara. "Aku menciumnya waktu itu…"

(Hae In nampak kaget)

"Siapa? Kamu nyium Chan Ri?!" Tanya Hae In kaget

(L mengangguk)

"Cium… apanya? Pipi?" Tanya Hae In

"Bukan… bibir…." Kata L sambil menunduk

(Hae In nampak sangat kaget)

"Myungsoo ya! Kamu kenapa nyium Chan Ri?!" Tanya Hae In kaget.

"Molla…" kata L.

(Hae In merasa konyol)

"Itu jelas kau menyukai Chan Ri…" kata Hae In

(L terdiam)

"Noona, bisakah kau berjanji satu hal padaku?" Tanya L

"Apa?" Tanya Hae In

"Jangan beritahu masalah ini pada siapapun…" kata L

(Hae In mengangguk)

"Sebenarnya aku tidak mengerti perasaanku, tapi sepertinya aku memang menyukai Chan Ri…" kata L.

(Hae In mendengarkan L)

"Tapi aku tidak bisa merebutnya dari sunggyu hyung…" kata L. "Lagi pula sepertinya Chan Ri juga menyukai hyung…"

"Aku belum bisa memastikan Chan Ri memang menyukai Gyu," kata Hae In. "Karena dia belum cerita masalah itu pada kami."

(L Terdiam)

"Aku akan membantumu…" kata Hae In

"Kenapa Noona ingin membantuku?" Tanya L

"Entahlah… aku merasa kau lebih cocok dengan Chan Ri dibanding Gyu…" kata Hae In

(L Tertawa)

"Pasti karena muka… ya?" Tanya L ragu. "Tapi umur mereka ideal untuk menikah."

"Bukan…" kata Hae In. "Karena ada sesuatu yang cocok tapi aku belum menemukan itu apa, seperti firasat…"

(L Tertawa)

"Noona sangat lucu…" kata L. "Terima kasih telah mendengarkan ceritaku dan berniat membantuku.

(Hae In mengangguk)

"Kau harus membantuku juga…" kata Hae In

"Membantu apa Noona?" Tanya L.

"Jodohkan aku dengan Hoya…" kata Hae In

(L nampak kaget lalu tertawa)

"Aku tidak terbiasa melakukan hal seperti itu, tapi akan aku coba…" kata L

(Hae In mengulurkan tangan)

(Keduanya bersalaman)

Tidak lama kemudian mereka sampai di pelabuhan, mereka harus memakai mobil lagi untuk sampai di Uido.

"Kita dari sini ke Uido naik apa?" Tanya Woohyun.

"Ada mobil Chan Ri, ada tiga mobil yang sudah ia siapkan." Kata Mi Young

(Semua member Infinite ternganga)

"Ada supirnya?" Tanya Sungjong

"Tidak. Aku, Chan Ri dan Dongwoo yang akan menyetir." Kata Mi Young. "Dongwoo bisa menyetir, kan?"

(Dongwoo mengangguk)

"Chan Ri bisa nyetir?" Tanya Sunggyu

(Chan Ri mengangguk)

"Dia bisa nyetir motor juga…" kata Hae In

(Semua member Infinite tercengang)

"Aku juga motor bisa ko…" kata Mi Young tidak mau kalah

"Wah asik, ayo nanti kita bertiga balap motor!" kata Woohyun bersemangat

"Aku bisa mengendarai, tapi aku tidak suka ngebut…" kata Mi Young

(Woohyun terdiam)

"Aku suka balapan… ayo kita lakukan nanti oppa!" kata Chan Ri

(Woohyun mengangguk)

"Ayo kita menuju Villa!" kata Sungyeol semangat.

"Aku akan mengambil mobil dahulu, ayo Eonni, Oppa, ikut aku." Kata Chan Ri

(Dongwoo, Mi Young dan Chan Ri pergi mengambil mobil, 10 menit kemudian mereka datang)

"Satu mobil isinya 4 orang, jadi silahkan masuk…" kata Chan Ri

Sunggyu membuka pintu depan mobil yang di gunakan Chan Ri, tetapi Hae In menghalangi Sunggyu.

"Kita undi untuk memutuskan siapa naik mobil siapa." Kata Hae In.

(Sunggyu terhenti, lalu mengangguk dan sedikit kesal)

Tidak lama mereka mengundi dengan Hom-pim-pa. akhirnya yang menaiki mobil Chan Ri, Sunjong dan L. yang menaiki mobil Mi Young, Sungyeol, Sunggyu dan Hoya. Dan yang menaiki mobil Dongwoo, Hae In, Hye Soo dan Woohyun. Perjalanan yang ditempuh untuk sampai Villa kurang lebih dua jam.

(Di Mobil Dongwoo)

"Kenapa Yeolli tidak disini…!" kata Hye Soo menggerutu.

"Sudah, ini kan hasil undian…" kata Hae In

"Tapi aku setuju dengan Hye Soo Noona, kenapa tidak Sungyeol saja disini dan aku disana?!" kata Woohyun

"Tuh kan… Namu dan Mi Young kan couple, begitu juga dengan aku dan Yeolli…" kata Hye Soo

(Woohyun mengangguk)

"Sudahlah… nikmati saja perjalanannya." Kata Dongwoo

"Dongwoo benar… kan masih ada pantai, kalian bisa bermesraan (?) kembali nanti kan disana…" kata Hae In

"Eonni benar juga…" kata Hye Soo

"Kalau begitu, ayo kita dengarkan lagu!" kata Dongwoo

(Lalu Dongwoo menyetel music, keempatnya bernyanyi bersama)

(Di Mobil Mi Young)

Mi Young dan Sungyeol bernyanyi dengan ceria, sementara Hoya dan Sunggyu yang duduk dibelakang hanya diam saja.

"Hyung… kau masih kesal?" Tanya Hoya

"Tentu saja…" kata Sunggyu. "Kenapa aku tidak boleh masuk ke mobil Chan Ri padahal masih ada satu kursi kosong disana?!"

"Karena saat hom-pim-pa kita pertama terbentuk 4 orang…" kata Hoya

(Sunggyu terdiam)

"Aku juga ingin di mobil Dongwoo hyung…" kata Hoya

"Dengan Hae In Noona ya?" Tanya Sunggyu

(Hoya mengangguk)

"Lagi pula kenapa Myungsoo mesti di depan bersama Chan Ri?!" gerutu Sunggyu

(Hoya hanya tersenyum sambil puk-pukin(?) Sunggyu)

"Sudahlah Hyung… ayo kita nikmati saja!" kata Sungyeol

"Iya… ayo kita bernyanyi bersama agar suasana menjadi menyenangkan!" kata Mi Young

(Hoya ikut bernyanyi tetapi Sunggyu hanya diam memperhatikan pemandangan)

(Di Mobil Chan Ri)

Keadaan di Mobil Chan Ri nampak kaku. L maupun Chan Ri tidak berbicara sedikitpun. Sehingga Sungjong yang dibelakang sendiri akhirnya tertidur.

"Oppa mau tidur?" Tanya Chan Ri

"Tidak, aku akan menemanimu." Jawab L.

(Keduanya berdiam lagi)

"Maafkan aku…" kata Chan Ri

(L Terdiam)

"Apa aku salah menilai hubungan kita?" Tanya L

(Chan Ri terdiam)

"Oppa… menganggap aku ini apa?" Tanya Chan Ri

(L Terdiam)

"Seseorang yang bisa membuat aku ingin menggenggamnya, aku tidak tau kalau ini cinta karena aku tidak merasa jantungku berdetak begitu kencang ketika melihatmu, yang aku rasa sebelumnya, seseorang yang aku cintai membuat jantungku begitu berdetak kencang, tetapi entah kenapa, ketika seseorang hendak mengambil kamu, hatiku lebih sakit dibandingkan dengan orang yang pernah membuat aku jatuh cinta sebelumnya…" kata L

(Chan Ri memberhentikan sebentar mobilnya ke pinggir)

"Ada apa?" Tanya L

"Oppa… tatap aku." Kata Chan Ri

(L menatap Chan Ri dalam)

"Aku ingin memegang tangan Oppa dan tidak mau melepasnya…" kata Chan Ri

"Cobalah…" kata L

(Chan Ri menggenggam tangan L lalu meletakannya di dadanya)

"Jantungku tidak berdetak kencang, kan?" Tanya Chan Ri

(L mengangguk)

(Chan Ri menggenggam tangan L dengan kedua tangannya lalu bersandar disana)

"Chan Ri…" panggil L.

(Chan Ri menatap L)

L Mencium bibir Chan Ri untuk kedua kalinya. Kemudian dia memegang tangan Chan Ri dengan kedua tangannya dan meletakannya di dadanya.

"Jantungku, tidak berdegup kencang, kan?" Tanya L

(Chan Ri meletakan kepalanya di dada L)

(L mengelus kepala Chan Ri)

"Tidak berdetak kencang…" kata Chan Ri

Chan Ri kembali pada posisinya lalu melanjutkan perjalanan kembali. Mereka tidak berbicara tetapi L tidak melepaskan genggamannya dengan tangan kiri Chan Ri. Sejam kemudian mereka sampai di Villa milik Chan Ri. Villanya cukup sederhana tetapi memiliki halaman yang luas. Mereka masuk kedalam villa tersebut, suasananya cukup simple, bertema kekeluargaan. Terdapat tiga kamar didalamnya, satu dapur, satu ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah kemudian terdapat pintu menuju ruang bawah tanah. Chan Ri, Mi Young, Hye Soo dan Hae In tidur sekamar, kemudian Sungyeol, Hoya, Sunjong dan Dongwoo dan terakhir Sunggyu, L dan Woohyun. Setelah mereka masuk kamar dan mengganti baju, mereka berkumpul kembali di ruang tengah.

"Di bawah ada apa Chan Ri?" Tanya Sungjong

"Ada studio music…" jawab Chan Ri

"Wah iya?" kata Sungjong nampak semangat. "Bolehkah aku melihatnya?"

(Chan Ri mengangguk)

Lalu semua menuju ruang bawah tanah. Disana memang hanya terdapat studio music saja.

"Ga ada piano?" Tanya Sungjong.

"Itu tadi diatas di ruang tengah…" kata Chan Ri

"Maksudku yang kecil, kan biasanya ada.." kata Sungjong

(Chan Ri menggeleng)

L mencoba gitar listrik, dan Dongwoo mencoba Bass, Sungyeol pun mencoba drum.

"Kamu bisa mainin apa Chan Ri?" Tanya Woohyun

"Drum dan Piano…" jawab Chan Ri

"Wah, drum?" kata Sunggyu kaget

"Gyu belum pernah liat Chan Ri main drum ya? Pasti kaget!" kata Hae In

(Chan Ri tertawa)

"Kenapa emang?" Tanya Sunggyu bingung

"Main gih…" kata Mi Young

"Sungyeol oppa, boleh aku coba?" Tanya Chan Ri

(Sungyeol mengangguk sambil berdiri lalu memberikan stik drum pada Chan Ri)

"Ayo kita bermain band…" kata Dongwoo. "Kamu bisa lagu apa Chan Ri?"

(Chan Ri berfikir)

"Gapapa gausah yang susah ko…" kata Dongwoo.

(Mi Young, Hae In dan Hye Soo tertawa)

"Belum tau dia…" kata Hye Soo

"Aku tidak terbiasa membawakan lagu pop…" kata Chan Ri

"Terus apa?" kata L bingung

"Jangan-jangan…" Hoya mulai curiga

Chan Ri mulai memainkan drum. Dia membawakan lagu Leech - The Gazette yang jelas tidak ada yang tau lagu itu kecuali para eonni karena mereka sudah melihat Chan Ri tampil dan membawakan lagu itu. Semua member infinite ternganga melihat Chan Ri. Dia nampak sangat berubah ketika membawakan drum, auranya bukanlah seperti Chan Ri yang biasa mereka tahu. Jika sudah mulai memainkan drum, terkadang Chan Ri lupa dengan orang sekitar dan malah keasikan sendiri. Selesai dia membawakan lagu tersebut dia nyengir. Semua bertepuk tangan lalu kembali keatas, ke ruang tengah.

"Bener kan kaget?" Tanya Hae In

(Sunggyu mengangguk)

"Kamu keren banget…" kata Sungyeol. "Punya band kah?"

(Chan Ri mengangguk)

"Sejak kapan belajar drum?" Tanya Dongwoo

"5 tahun yang lalu…" jawab Chan Ri

"Lumayan cepat berarti ya…" kata Woohyun

(Chan Ri hanya tertawa)

Woohyun dan Sungjong mendekati piano yang ada di ruang tengah. Sebuah piano klasik besar yang masih bersih disana. Sungjong coba memainkan piano tersebut.

"Kamu bisa main piano?" Tanya Mi Young

"Ngga… aku pengen bisa." Kata Woohyun. "Chan Ri coba main!"

"Aku gabisa main piano kalau ngga lagi suasana hati sedih…" kata Chan Ri

"Maksudmu?" Tanya Woohyun bingung

"Emang seperti itu ko…" kata Chan Ri "Aku gabisa kalau suasana hati lagi senang kaya sekarang…"

"Tapi emang Eonni juga belum pernah liat kamu main piano…" kata Hye Soo "Jangan-jangan kamu cuma ngaku-ngaku?"

(Chan Ri tertawa)

"Kita sekarang mau ngapain nih… kalau ke pantai udah malem, paling besok kan? Masa langsung tidur gitu aja…" kata Sunggyu

"Gimana… kalau kita jalan-jalan keluar, kaya dunia lain gitu?" Tanya Hye Soo

"Ide yang bagus!" kata Sungyeol

"Aku tau daerah sini yang cukup menantang…" kata Chan Ri

"Ah, jangan main yang kaya begitu dong…" kata Dongwoo mulai takut

"Ayolah hyung, pasti asik!" kata Sungjong

(Chan Ri menggambar rute daerah Villa)

"Jadi, nanti kita dibagi jadi 4 team, nah yang cewe kita pisahin nih biar bisa dijagain…" kata Chan Ri.

"Kalau begitu, satu cewe bareng dua cowo kecuali satu orang, ya?" Tanya Mi Young

(Chan Ri mengangguk)

"Kalau gitu, itu berarti kita berdua kan, Chan Ri?" kata Sunggyu

"Bagaimana kalau diundi?" Tanya Hae In.

"Eonni seneng banget ngundi…" kata Hye Soo. "Gimana kalau aku dan Yeolli, Chan Ri, Gyu dan Sungjong, Eonni, Hoya dan L kemudian Mi Young, Woohyun dan Dongwoo?"

"Aku dan Yeolli saja yang berdua!" kata Mi Young

"Sudah-sudah… lebih baik kita undi saja!" kata Hae In

Akhirnya pembagian team di undi kembali. Dan hasilnya adalah grup pertama Mi Young, Woohyun dan Dongwoo, grup kedua Hae In, Sungjong dan L, grup ketiga Hye Soo, Sunggyu, dan Sungyeol kemudian terakhir grup empat Hoya dan Chan Ri. Kemudian rute dibagi menjadi grup 1 pergi ke rumah sakit yang ada tidak jauh dari villa dan tidak dipakai lagi, grup 2 pergi ke rumah tua di dekat pantai, grup 3 pergi ke sekolah yang sudah tidak dipakai lagi, sementara grup terakhir ke bukit yang berada kuil tua yang tidak terpakai lagi, misi mereka adalah foto bersama di salah satu ruangan dari tempat yang dituju. Yang pertama kembali ke Villa akan mendapat keinginanya dipenuhi selama liburan.

(Cerita misteri dari grup 4: Hoya dan Chan Ri)

"Kenapa… aku dapetnya sama kamu ya?" Tanya Hoya

(Chan Ri menggelengkan kepala)

"Oppa mau sama Eonni Hae In ya?" Tanya Chan Ri

(Hoya tersenyum malu)

"Kamu pengen sama siapa? Sunggyu hyung?" Tanya Hoya

"Sama siapa aja sih…" kata Chan Ri

"Kamu ngga suka dengan Sunggyu hyung?" Tanya Hoya

"Suka…" jawab Chan Ri. "Tapi kalau suka, emang harus selalu dengan orang itu ya?"

(Hoya terdiam)

"Menurutku kalau suka itu ga harus selalu bersama, cukup hati yang tau, dan ada waktu dimana memang keduanya harus bersama." Kata Chan Ri

"Apa aku ada kesempatan untuk bisa berdua lagi dengan Noona Hae In?" Tanya Hoya

"Pasti bisa…" kata Chan Ri. "Tapi Oppa sebagai laki-laki harus menunjukan kalau Oppa memang menyukai Eonni…"

"Tapi… aku tidak yakin dengan perasaan Noona Hae In…" kata Hoya.

"Menurut aku, cewe tuh bisa suka dengan siapa saja pada awalnya, tapi cewe akan lebih melihat pada cowo yang memang tulus menyukainya." Kata Chan Ri

(Hoya tersenyum)

"Semangat Oppa!" kata Chan Ri menyemangati

(Hoya tertawa)

"Aku kira kamu orang tipikal gothic, pendiem, suka rock, rebel, semacam itulah…" kata Hoya. "Ternyata kamu orangnya mudah tertawa dan suka memberi semangat ya."

(Chan Ri tertawa)

"Banyak yang bilang gitu sih… tapi aku ga gothic, aku kan purple." Kata Chan Ri

(Hoya tertawa)

"Aku juga purple loh…" kata Hoya.

"Kita Boradori couple…" kata Chan Ri sambil tertawa

(Hoya tertawa)

"Kamu suka purple sejak kapan?" Tanya Hoya

"10 tahun yang lalu… kelas 5 SD." Jawab Chan Ri. "Oppa?"

(Hoya nampak kaget)

"Wah… lama juga." Kata Hoya. "Aku sih sejak lahir…"

"Geotjimal…" kata Chan Ri kesal. "Emang Oppa lahir kembennya langsung ungu gitu?"

(Hoya tertawa)

"Entahlah…" kata Hoya. "Tanpa aku sadari aku sudah memakai banyak warna ungu dan aku menyukainya."

(Chan Ri tertawa)

"Oppa…" kata Chan Ri

"Ya?" Tanya Hoya

"Apakah Myungsoo Oppa suka mencium cewe?" Tanya Chan Ri

"Maksudmu?" Tanya Hoya bingung

"Dia menciumku, dua kali. Tapi dia bilang hatinya tidak berdetak kencang untukku, tapi dia ingin menggenggamku, tapi dia sakit jika melihatku dengan orang lain…" kata Chan Ri

(Hoya terhenti langkahnya sesaat, kemudian kaget)

"APA?! Myungsoo berciuman denganmu?!" kata Hoya kaget

(Chan Ri mengangguk)

"Anak itu…" gumam Hoya. "Biar nanti aku Tanya penjelasannya pada anak itu!"

"Jangan…" kata Chan Ri. "Itu masalah kita, aku hanya bertanya…"

(Hoya berfikir)

"Lalu bagaimana perasaanmu dengannya?" Tanya Hoya.

"Entahlah… aku tidak menolak jika dia menciumku, hanya saja aku tidak merasakan apa-apa, hanya ingin menggenggamnya saat itu, dan aku tidak mau menyakitinya." Jawab Chan Ri.

(Hoya terdiam)

"Aku tidak mengerti masalah percintaan…" kata Hoya. "Bagaimana dengan Sunggyu hyung?"

"Nah itu!" kata Chan Ri excited. "Kalau dengan dia hatiku selalu berdetak kencang… dan aku merasa sangat nyaman di sisinya."

(Hoya semakin bingung)

"Kita sudah sampai…" kata Chan Ri

Keduanya berjalan kedalam kuil. Hoya agak mendekat pada Chan Ri, ia memegang baju Chan Ri.

"Kok suasananya jadi berubah ya?" Tanya Hoya

"Ada yang mengawasi kita…" kata Chan Ri.

"Maksudmu?" Tanya Hoya sambil semakin memegang erat lengan Chan Ri.

"Aku bisa melihat "sesuatu"… kau mengerti maksudku kan oppa?" Tanya Chan Ri

(Hoya terdiam)

"Kau tidak takut?" Tanya Hoya

"Aku sudah biasa dengan hal yang seperti ini…" kata Chan Ri. "Ayo foto!"

(Hoya mengangguk)

Akhirnya keduanya melakukan selca, tetapi Hoya tidak mau melepaskan lengan Chan Ri karena bulu kuduknya sangat merinding. Setelah selesai selca, mereka keluar dari kuil dan keduanya berjalan kembali ke Villa.

(Chan Ri melihat hasil foto bersama Hoya)

"Wah, ada yang ikut." Kata Chan Ri

Nampak disebelah hoya terdapat bayangan putih membentuk muka orang dengan rambut hitam panjang. Muka Hoya berubah menjadi pucat. Tiba-tiba dia merasa bulu kuduknya merinding lagi. Melihat Hoya takut, Chan Ri tersenyum senang menyeramkan

"Dia mengikuti oppa sampai sekarang…" kata Chan Ri

"Siapa?" Tanya Hoya sedikit takut. "Terus kamu kenapa senyumnya gitu?"

"Dia temanku. Sudah lama kami tidak bertemu…" jawab Chan Ri. "Kau tidak akan bisa melihat temanku yang ini…"

(Hoya terdiam pucat)

(Chan Ri tertawa puas)

"Baiklah… aku akan menyuruhnya pergi…" kata Chan Ri

"Tolonglah…" pinta Hoya terlihat sangat pucat. "Aku tidak mau dia mengikutiku terus…"

(Chan Ri mengangguk)

"Terima kasih telah membantuku…" kata Chan Ri pada arwah itu.

Arwah itu tidak mengikuti Hoya melainkan mengikuti Chan Ri. Lalu arwah itu tersenyum dan kembali ke kuil.

"Terakhir aku kesini saat SMP aku bermain dengan gadis itu… dia tidak berubah sama sekali." Gumam Chan Ri. "Bintangnya banyak sekali hari ini."

"Kamu… menyeramkan…" kata Hoya melihat Chan Ri.

Lalu keduanya berjalan kembali sambil mengobrol lagi…

(Cerita misteri dari Grup 3: Hye Soo, Sungyeol dan Sunggyu)

"Kenapa… aku gabisa bersama Chan Ri terus kalau kita bagi grup random?!" gerutu Sunggyu kesal.

"Hyung tidak berjodoh dengannya…" kata Sungyeol sambil tertawa. "Lagipula dia lebih cocok dengan Hoya… Boradori couple… hahaha."

(Sunggyu menatap Sungyeol kesal)

(Hye Soo tertawa)

"Kalau saja aku dengannya…" kata Sunggyu mulai berkhayal. "Kalau dia ketakutan, aku akan memeluk erat dia dan melindunginya…"

(Sunggyu senyum senyum sendiri, Sungyeol kesal melihatnya)

"Tidak mungkin dia ketakutan…" kata Hye Soo

"Maksudmu?" Tanya Sunggyu bingung

"Dia bisa melihat "sesuatu"…" kata Hye Soo. "Kau mengerti kan maksudku?"

(Sungyeol dan Sunggyu mengangguk)

"Aku tidak takut dengan hal-hal semacam itu…" kata Sunggyu. "Tapi berarti maksudmu dia bukan penakut, begitu?"

"Lebih dari itu…" kata Hye Soo. "Dia akan mengajak ngobrol mahluk yang ia liat dalam kegelapan, kemudian tertawa bersama mereka… kalau sudah malam di tempat angker dia akan menjadi sangat aneh dan menyeramkan…"

(Sungyeol dan Sunggyu saling menatap dan merasa seram)

"Kukira dia cewe yang perfect, bayangkan, kaya, pintar, jago main music, bisa bela diri, independent, bisa mengendarai motor dan mobil, tidak ada yang kurang sepertinya…" kata Sungyeol. "Ah, mungkin hanya tidak fenimim saja…"

"Semua orang ada kekurangan kelebihan…" kata Sunggyu. "Aku akan menerima apapun kekurangan dia…"

"Tapi dia berbeda dengan kebanyakan orang, sulit untuk mengenal karakter aslinya, aku saja yang sudah kenal dengannya setahun belum mengerti orang seperti apa dia…" kata Hye Soo.

"Lalu Noona tau darimana dia seperti itu?" Tanya Sungyeol

"Kami pernah ke rumah hantu, dia tidak menutup matanya sama sekali, padahal kami bertiga sudah ketakutan, saat kami keluar dari rumah hantu, dia memarahi sesuatu yang tidak bisa kita lihat, dia bilang mahluk itu jangan mengikuti kami, tapi ujungnya mahluk itu ikut ke rumah Chan Ri dan mereka jadi berteman…" kata Hye Soo

"Kau memiliki selera yang buruk, hyung…" kata Sungyeol

(Sunggyu terdiam)

Mereka mulai memasuki halaman sekolah tua yang sangat gelap dan menyeramkan. Hye Soo memegang erat Sungyeol dan Sungyeol memegang Sunggyu. Mereka jalan pelan-pelan saling menempel.

"Mau foto disebelah mana?" Tanya Sunggyu

"Ruang pertama saja…" kata Hye Soo. "Bulu kudukku sudah sangat merinding…"

Lalu ketiganya berjalan ke pintu utama sekolah dan berfoto disana. Tiba-tiba ada suara anak kecil tertawa. Saat mereka melihat kebelakang, ada anak sd tersenyum pada mereka dan kakinya melayang. Ketiganya berteriak lalu lari terbirit-birit.

(Cerita Misteri dari Grup 2: Hae In, L, dan Sungjong)

"Rumah tua ya…" kata Hae In

(L dan Sungjong mengangguk)

"Aku menyukai permainan seperti ini…" kata Sungjong

"Harusnya kau dengan Chan Ri…" kata Hae In

"Loh kenapa Noona?" Tanya Sungjong. "Aku tidak terlalu suka dengannya…"

"Pasti agar Noona dengan Hoya…" kata L

(Hae In tertawa)

"Itu juga…" kata Hae In. "Tapi yang pertama, karena dia sangat menyukai hal seperti ini juga, dia tidak memiliki rasa takut sama sekali, dan dia bisa melihat "sesuatu", kau mengerti kan maksudku?"

(Sungjong dan L mengangguk)

"Sepertinya akan asik kalau aku dengannya…" kata Sungjong. "Tapi aku akan diincar dua hyung…"

"Maksudmu?" Tanya L

"Memangnya aku tidak melihat tadi kalian berciuman di mobil?!" kata Sungjong kesal. "Aku ingin sekali turun dari mobil…"

"Kalian ciuman lagi?!" kata Hae In kaget.

"Lagi?" kata Sungjong bingung

(L Terdiam)

"Jadi, kalian berpacaran?" Tanya Hae In

(L menggelengkan kepala)

"Kenapa menggeleng? Kenapa tidak hyung katakan saja hyung mencintainya?" kata Sungjong kesal.

"Molla…" kata L. "Aku tidak bisa mengatakan hal seperti itu padanya…"

"Kau harus tegas kalau jadi laki-laki…" kata Hae In

"Aku merasa kasihan pada Sunggyu hyung…" kata Sungjong. "Aku akan mengatakan hal ini padanya…"

"Andwae…" kata L. "Tolonglah jangan membuat hubunganku dengan hyung menjadi buruk…"

"Myungsoo benar." Kata Hae In. "Itu juga akan memberatkan Chan Ri…"

(Sungjong terdiam)

"Jangan sampai masa lalu Myungsoo terulang lagi…" kata Hae In. "Mungkin Chan Ri sendiri tidak akan masalah dengan image nya, dia bukan orang yang banyak memikirkan apa yang orang lain katakan tentangnya, hanya saja dia tidak akan bisa melihat pertengkaran Gyu dan Myungsoo, apalagi jika reputasi Myungsoo hancur karena dia."

(L dan Sungjong terdiam)

Akhirnya ketiganya sampai di depan rumah yang cukup besar, sudah lama kosong dan sangat gelap. Ketiganya berpegangan tangan. Mereka ingin masuk kedalam rumah tersebut tapi rumah itu dikunci. Akhirnya mereka hanya berfoto didepannya lalu kembali pulang.

"Sayang sekali kita tidak bisa masuk…" gumam Sungjong

"Aku merasa beruntung kita tidak bisa masuk…" kata Hae In.

(Ketiganya sampai di Villa lagi, sudah ada grup tiga dan empat sedang menunggu mereka)

"Wah, kalian cepat." Kata Hae In.

"Yang menang siapa?" Tanya Sungjong

"Kita menang…" kata Hye Soo.

"Tentu saja mereka menang, mereka lari terbirit-birit saat datang." Kata Hoya

"Bayangkan, aku melihat anak kecil tidak menapak!" kata Sungyeol

"Dia tertawa dibelakang kami, bahkan ikut berfoto bersama kami…" kata Hye Soo

(Lalu Sunggyu memperliatkan hasil fotonya. Hae In dan L merasa seram)

"Dia itu baik, sewaktu kecil aku kesini aku bermain dengan dia…" kata Chan Ri

(ketujuh lainnya melihat Chan Ri dengan sedikit takut)

"Di foto kami juga ada yang ikut…" kata Hoya lalu memperlihatkan fotonya

"Hantunya bergaya… pasti temanmu ya?" Tanya Hye Soo

(Chan Ri mengangguk sambil tersenyum)

"Kalian terlihat mesra…" gumam Sunggyu.

"Itu bukan mesra, Hoya Oppa ketakutan…" kata Chan Ri.

(Semua tertawa)

"Kita harus menyusul grup pertama…" kata Chan Ri

"Ada apa emang?" Tanya Sunggyu

"Rumah sakit itu… sangat tidak bersahabat." Kata Chan Ri.

(Semua menjadi tegang)

Akhirnya ketiga grup yang sudah sampai berjalan kembali ke rumah sakit. Sebelum mereka menyusul kesana…

(Cerita Misteri dari Grup 1: Mi Young, Woohyun dan Dongwoo)

Grup pertama sampai di depan Rumah Sakit yang sudah lama tidak berpenghuni. Rumah sakit tersebut sangat tua, gelap dan menyeramkan.

"Seram… menyeramkan… aku tidak mau masuk…" kata Dongwoo gelisah.

"Ayolah…" kata Mi Young. "Hanya masuk ke pintu utama lalu kita foto dan keluar…"

"Noona benar." Kata Woohyun. "Tenang saja hyung! Kita pasti bisa"

Akhirnya Dongwoo mengalah dan mereka mencoba untuk masuk. Saat mencoba masuk, Woohyun memegang tangan Mi Young, lalu keduanya saling tersenyum. Dongwoo menempel pada Woohyun karena takut. Kemudian mereka membuka pintu lalu masuk. Mereka menemukan kursi tua dan mereka melakukan selca disana. Tiba-tiba setelah selca selesai, pintu utama membantingkan dirinya sangat keras. Mereka berlari menuju pintu dan mencoba membukanya tetapi tidak bisa.

"Bagaimana ini…" kata Dongwoo panic dan sedikit menangis

(Mi Young memegang erat tangan Woohyun)

"Aku takut…" kata Mi Young

Woohyun dan Dongwoo menggedor-gedor pintu sambil meminta tolong. Tetapi mereka sadar bahwa tidak akan ada orang yang datang. Saat mereka mencoba menghubungi seseorang, sinyal di hp mereka tak ada satupun yang aktif. Suasana rumah sakit pun menjadi semakin menyeramkan.

"Sudah jam 10 malam…" kata Mi Young. "Gimana ini?!"

"Sepertinya kita harus mencari jalan keluar lain…" kata Woohyun

"Aku tidak mau masuk kedalam lagi… rumah sakit ini sangat luas… aku tidak berani…" kata Dongwoo.

"Dongwoo benar… aku juga tidak berani." Kata Mi Young. "Kita tunggu saja, mereka pasti menyusul kita…"

Sementara itu, anak-anak yang hendak menyusul grup pertama akhirnya sampai depan rumah sakit.

"Gila… gede banget… serem banget…" kata Hye Soo

"Apa kamu yakin mereka mau masuk kedalam? Mereka bersama Dongwoo, aku kira dia tidak akan mau." Kata Sunggyu

(Chan Ri mengangguk)

"Apapun yang terjadi, kita harus bersiap…" kata Chan Ri. "Bukannya aku menakuti, tapi kalau kita masuk akan sulit untuk keluar."

(Semua tertegun ketakutan)

"Mereka semua sudah memperhatikan kita dari jendela…" kata Chan Ri sambil melihat kesetiap Jendela gedung.

(Chan Ri memperhatikan mimic setiap orang satupersatu)

"Kalau Oppa dan Eonni tidak berani, aku akan masuk sendiri. Kalian kembali saja ke Villa, sepertinya aku akan lama…" kata Chan Ri

"Tidak, kita semua harus menyelamatkan grup pertama…" kata Sunggyu

(Yang lain mengangguk)

(Chan Ri tersenyum)

Akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah sakit. Setelah mereka masuk pintu utama, mereka menemukan Mi Young, Woohyun dan Dongwoo. Ketiganya nampak senang… namun tiba-tiba pintunya membantingkan diri lagi lalu tidak bisa dibuka kembali. Ketujuh orang yang baru datang nampak panic kecuali Chan Ri.

"Apa maumu?" Tanya Chan Ri

"Aku ingin bermain dengan kalian semua…" kata mahluk tersebut dan kali ini semua member mendengarnya.

(Dongwoo memegang erat Sunggyu)

"Chan Ri, sudah, jangan diajak bicara…" kata Mi Young ketakutan

"Mereka tidak suka kita menganggu tempat mereka…" kata Chan Ri sambil melihat keseluruh ruangan. "Kita harus mendengarkan apa kata mereka kalau kita mau keluar…"

(Semua tertegun)

"Aku akan bermain denganmu… maksudku dengan kalian… tapi aku mohon jangan ganggu yang lain…" kata Chan Ri

"Tidak bisa…" jawab mahluk itu. "Aku ingin kalian semua ikut dalam permainan ini…"

(Semua nampak sangat panic terutama Dongwoo)

"Apa permainannya? Apa peraturannya?" Tanya Chan Ri

"Kalian harus menemukan sebuah benda di sebuah ruangan… pertama, sebuah diary di kamar pasien no 413 lantai 4… kedua, sebuah kotak besar berisikan baju di kamar mayat… ketiga, sebuah gelang yang terjatuh di ruang perawat… dan yang terakhir… tubuh gadis perempuan yang tidak pernah bisa kutemukan…" kata Mahluk itu.

(Semua nampak sangat panic mendengar aturan permainannya, kecuali Chan Ri yang hanya diam)

"Baiklah…" jawab Chan Ri. "Kami akan menemukannya dan keluarkan kami dari sini setelah itu…"

"Sepakat…" kata Mahluk itu. "Tetapi kalau kalian tidak menemukannya sampai jam 6 pagi, kalian semua akan disini selamanya bersama kami…"

"Tidak, aku kira tidak adil kalau semuanya… cukup aku saja, karena aku yang membuat janji denganmu…" kata Chan Ri

(Semua nampak kaget)

"Baiklah…" kata Mahluk itu lalu dia menghilang.

"Apa kau gila?!" kata Woohyun kesal. "Bagaimana bisa kita mencari mayat yang bahkan hantu saja tidak menemukannya…"

"Apa Oppa mau kita disini selamanya?" kata Chan Ri. "Setidaknya kalau kita berusaha, semua dari kita akan selamat…"

"Bagaimana denganmu? Kalau kita tidak menemukannya, kamu akan disini?" Tanya Sunggyu kesal.

"Itu kesepakatannya…" kata Chan Ri. "Lagipula tidak ada yang masalah kalau aku disini…"

"Itu masalah bagiku…" kata Sunggyu. "Kalau begitu, kita harus cepat!"

(Chan Ri terdiam)

Akhirnya mereka mulai berpencar kembali. Chan Ri dengan Sunggyu mencari tubuh gadis yang diminta, Sungjong, Mi Young dan Woohyun mencari kotak baju di kamar mayat, Hae In, L dan Hoya mencari gelang di ruang perawat dan terakhir Hye Soo, Sungyeol dan Dongwoo mencari diary di kamar 413…

(Hae In, L dan Hoya)

"Ruang perawat kemana?" Tanya Hoya

(Hae In melihat peta ruangan di depan meja informasi yang masih cukup terlihat)

"Kita tinggal lurus ke belakang…" kata Hae In

"Kita cari apa? Gelang bukan?" Tanya L

(Hae In dan Hoya mengangguk)

Akhirnya ketiganya sampai di ruang perawat. Suasana di ruang perawat nampak sangat menyeramkan.

"Hawa ini… mulai lagi." Kata Hoya. "Untung aku tidak bersama Chan Ri lagi…"

"Aku ingin bersama Chan Ri…" kata L

"Kau belum tau tadi dia gimana pas ada "temennya" yang ikut foto…" kata Hoya. "Aku ngga ngerti kenapa Sunggyu hyung suka sama cewe kaya gitu… padahal dia tau Chan Ri aneh, masih aja di bela."

"Kalau kata orang sih, cinta ga kenal siapa orang yang disuka…" kata Hae In.

"Iya sih…" kata Hoya. "Tapi dia aneh cuma kalau di tempat gelap aja, kalau tempat biasa, dia lucu, enak diajak ngobrol lagi…"

"Kamu udah sedeket itu sama dia?" Tanya L

(Hoya tersenyum)

"Sepertinya… aku bisa saja jadi suka padanya…" kata Hoya menggoda L

(L dan Hae In terdiam)

"Tapi aku sudah menyukai cewe lain…" kata Hoya dalam hati.

"Kenapa banyak sekali yang menyukai Chan Ri…" gumam Hae In.

(L Merangkul Hae In)

"Aku… akan membantu Noona, tenang saja." Bisik L. "Aku tidak akan membiarkan Hoya dengan Chan Ri."

(Hoya nampak kesal melihat L merangkul Hae In)

"Jangan main dengan banyak hati cewe…" kata Hoya

"Maksud hyung?" Tanya L

(Hoya menggelengkan kepala)

"Bagaimana kita bisa mendapatkan gelang di tempat yang luas seperti ini?!" gumam Hoya.

Ketiganya mencari-cari di setiap sudut. Tiba-tiba kursi roda bergerak sendiri menuju arah mereka.

"Maafkan… kami tidak bermaksud menganggu…" kata Hae In

Tiba-tiba seseorang menepuk bahu L dan dia masuk kedalam masa lalu. Ruang perawat menjadi terang, tiba-tiba suasana rumah sakit menjadi hidup. Seorang anak perempuan tengah berlari sepanjang ruang perawat, seorang perawat mengejarnya, lalu menariknya hingga sebuah gelang jatuh. Kemudian seorang perawat lain menemukan gelang itu dan menyimpannya di laci. Lalu L kembali ke tempat awal dan sedang tergeletak di pangkuan Hoya.

"Ada apa?" kata L saat terbangun

"Kau tiba-tiba pingsan…" kata Hae In. "Kau tidak apa-apa?"

(L mengangguk lalu berdiri, dia membuka sebuah laci dan menemukan sebuah gelang)

"Darimana kau tahu itu disitu?" Tanya Hoya

"Tadi aku mendapat insight…" kata L.

Lalu L menemukan sebuah foto diatas meja tersebut, dia membersihkannya dan melihat foto seorang anak perempuan dan perawat.

"Anak ini… yang harus dicari." Kata L.

(Hoya dan Hae In melihat ke foto tersebut)

"Dia cantik…" kata Hae In.

"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi disini…" kata L. "Kita harus membantu Chan Ri dan Hyung Sunggyu."

(Hae In dan Hoya mengangguk)

Setelah mereka menemukan gelang tersebut mereka mencari clue lagi untuk menemukan dimana mayat gadis tersebut. Sementara itu, Hyesoo, Sungyeol dan Dongwoo…

"Hyung… kau harus melihat jalan…" kata Sungyeol

"Ini terlalu menyeramkan…" kata Dongwoo

"Tapi… aku keberatan…" kata Sungyeol yang di pegang erat oleh Hye Soo dan Dongwoo

Ketiganya berjalan lewat tangga menuju lantai 4… disana nampak sangat menyeramkan. Dongwoo sudah tidak tahan lagi, tetapi dia juga tidak mau ditinggal sendiri, sehingga dia terus memegang Sungyeol. Begitu juga dengan Hye Soo yang sama penakutnya dengan Dongwoo. Sebenarnya Sungyeol tidak seberani Chan Ri ataupun Sungjong, tetapi dia tidak bisa menjadi penakut karena mau tidak mau harus menyelesaikan misi ini. Akhirnya tidak lama mereka sampai di depan kamar 413.

"Ayo masuk…" kata Sungyeol.

"Tunggu dulu…" kata Dongwoo. "Apa kau tidak sadar sebenarnya ini kamar no 13? Menjadi 413 karena ini lantai 4 kan…"

"Dongwoo benar…" kata Hyesoo. "Apa kita tidak akan apa-apa?"

(Sungyeol menelan dengan berat)

"Semoga kita tidak apa-apa…" kata Sungyeol.

Akhirnya Sungyeol membuka pintu. Ketiganya pelan-pelan melangkah masuk. Tiba-tiba mereka bertiga memasuki masa lalu. Ruangan menjadi terang, rumah sakit menjadi aktif. Seorang gadis sedang tidur di kasur pasien. Seorang perawat datang kepadanya, gadis itu nampak senang. Dia memeluk perawat itu dengan erat. Lalu perawat itu memberikan sebuah diary dan gadis itu nampak senang. Kemudian perawat tersebut pergi dan gadis itu menulis di diary tersebut. Tidak lama ketiganya kembali ke tempat awal, dan mereka bertiga sudah tergeletak di lantai ruangan dengan Diary di depan mereka.

"Ini… diary nya?" Tanya Hye Soo

"Sepertinya begitu…" kata Sungyeol.

(Lalu ketiganya membuka diary tersebut dan kaget ketika membacanya)

"Kita harus menemui Hyung dan Chan Ri!" kata Sungyeol

(Dongwoo dan Hye Soo mengangguk)

Ketiganya berlari menuju bawah. Sementara itu, Mi Young, Woohyun dan Sungjong yang berjalan menuju kamar mayat…

(Sungjong merasa excited, sementara Mi Young dan Woohyun aga ketakutan, mereka berpegangan tangan)

"Hyung dan Noona tidak usah ikut kalau merasa takut, aku lebih baik sendiri…" kata Sungjong lalu berjalan mendahului keduanya.

"Sungjongie…! Tunggu!" teriak Woohyun namun Sungjong tetap berjalan lebih cepat

"Aku kesal melihat mereka semua, Myungsoo hyung, Chan Ri, Mi Young Noona, Woohyun hyung, Sungyeol hyung dan Hye Soo Noona… huh!" gumam Sungjong. "Kenapa tidak ada yang tertarik padaku?"

"Disini… menyeramkan…" kata Mi Young memegang tangan Woohyun erat.

"Aku, akan melindungimu…" kata Woohyun

Mi Young memperhatikan Woohyun, entah kenapa Woohyun menjadi lebih bersinar (?). Woohyun menyadari bahwa Mi Young memperhatikannya, lalu dia tersenyum. Keduanya saling berhadapan.

"Apakah Noona menyadari aku ini ganteng?" Tanya Woohyun

(Mi Young menggangguk sambil tertawa)

"Kamu narsis…" kata Mi Young

(Woohyun melakukan aegyo didepan Mi Young, Mi Young tertawa)

"Apakah sekarang masih terasa seram?" Tanya Woohyun

(Mi Young menggeleng)

"Aku percaya padamu…" kata Mi Young

(Woohyun tersenyum lebar, lalu memegang kedua tangan Mi Young)

"Noona…" kata Woohyun

(Mi Young memperhatikan Woohyun)

"Apakah Noona bisa melihat hatiku untukmu?" Tanya Woohyun

(Mi Young tersipu malu)

(Woohyun menatap dalam Mi Young)

"Apakah aku bisa menggantikan Sungyeol di hatimu?" Tanya Woohyun

(Mi Young mengangguk)

Suasana menjadi romantic diantara lorong yang benar-benar gelap dan tidak ada siapapun. Woohyun memegang pipi Mi Young dan akhirnya mereka berciuman… dari jauh Sungjong memperhatikan mereka dengan semakin kesal.

"Bener kan! Ditinggalin sedikit aja, langsung deh, lovey-dovey!" gumam Sungjong lalu dia berjalan lagi menuju kamar mayat.

Sungjong sampai didepan kamar mayat. Suasana menjadi lebih menyeramkan namun Sungjong tidak takut sama sekali, sama seperti Chan Ri. Hanya saja Sungjong tidak bisa melihat bahwa sebenarnya banyak mahluk yang sedang memperhatikan dia dengan wajah tidak senang. Tiba-tiba saat Sungjong masuk, dia kembali ke masa lalu. Rumah sakit menjadi terang, semua kamar mayat menjadi terisi lagi. Seorang perawat menangis didepan salah satu mayat. Seorang gadis cilik membawakan sebuah kotak baju kepada perawat itu, lalu keduanya berpelukan dan perawat itu semakin menangis. "Dia masih ada disini…" kata gadis itu menunjuk pada sesuatu yang tidak bisa dilihat. Perawat itu mengangguk dan semakin menangis ketika membuka kotak baju yang berisikan gaun pengantin. Lalu tidak lama Sungjong tersadar kembali. Dia kembali pada rumah sakit yang gelap, namun tiba-tiba seorang mayat tergeletak di salah satu kasur dan disebelah kasur itu terdapat kotak baju yang dimaksud. Sungjong pelan-pelan berjalan menuju kotak baju tersebut. Tiba-tiba mayat disebelah Sungjong memegang tangan Sunjong dan berkata "Jangan berikan kotak ini padanya!" lalu Sunjong berteriak dan dia berlari sambil membawa kotak tersebut. Saat berlari tiba-tiba Sungjong balik lagi pada masa lalu. Dia tiba-tiba berada di kamar dan melihat bahwa pria yang sudah menjadi mayat tersebut dibunuh oleh suster itu sendiri. Sungjong kembali ke kenyataan dan menyadari sesuatu.

"Gawat…" kata Sungjong.

Sungjong berlari dan bertemu dengan Woohyun dan Mi Young yang duduk berdua menunggu Sungjong.

"Kau sudah menemukan kotak baju itu?" Tanya Woohyun

"Kita harus mencari Chan Ri dan Sunggyu hyung… cepat!" kata Sungjong terengah-engah lalu ia memberikan kotak tersebut pada Mi Young lalu berlari lagi

(Woohyun dan Mi Young tampak bingung)

Sementara itu Sunggyu dan Chan Ri…

"Bagaimana kita bisa mencari mayat seorang gadis disini?" Tanya Sunggyu

"Aku tidak tahu… tapi semua arwah disini mengatakan aku tidak boleh mengikuti kemauan suster itu…" kata Chan Ri

"Suster?" Tanya Sunggyu bingung.

"Yang menyuruh kita melakukan ini adalah seorang suster… dia cantik." Kata Chan Ri

(Sunggyu menatap Chan Ri bête)

"Ini bukan masalah suster itu cantik atau ngga… emang kamu kenal sama dia?" Tanya Sunggyu

"Aku tidak bisa mengenal masa laluku dengan baik, entah kenapa…" kata Chan Ri. "Tapi sepertinya aku pernah mengenal suster tersebut…"

(Sunggyu berfikir sesaat)

"Apa kamu pernah kecelakaan atau apapun?" Tanya Sunggyu

(Chan Ri menggelengkan kepala)

"Beberapa part dalam hidupku tidak bisa aku ingat… aku hanya ingat saat aku pindah ke Korea kelas 2 SMA…" kata Chan Ri. "Masa kecilku aku hanya bisa mengingat sekilas-sekilas…"

(Sunggyu hanya mendengarkan tanpa bisa berkata apapun)

Tidak lama keduanya berhenti didepan ruang auditorium yang berada di lantai tiga. Keduanya masuk kedalam ruangan, mereka melihat sebuah piano klasik yang besar didalam ruangan itu. Tiba-tiba Sunggyu masuk kedalam masa lalu. Rumah sakit menjadi cerah, dia tidak bisa melihat Chan Ri lagi, dia melihat kearah kanan dan kiri, tiba-tiba seorang suster dan gadis kecil berlari kearahnya, melewatinya dan menuju kearah piano tersebut. Mereka berdua memainkannya sambil tertawa. Tiba-tiba suster itu berubah menjadi jahat dan menampar muka gadis itu… seorang pria yang tiba-tiba datang dan berteriak "Jangan menyakiti Chan Ri!" lalu Sunggyu kembali ke masa depan dan tertegun.

"Ada apa oppa?" Tanya Chan Ri melihat Sunggyu yang tiba-tiba hilang ingatan sesaat.

Sunggyu menggelengkan kepala lalu melihat kearah depan, hantu Suster itu ada didepan mereka, Sunggyu kaget dan dia hendak memegang tangan Chan Ri, namun tiba-tiba Sunggyu dihempaskan keluar ruangan dan ruangan tersebut tertutup.

"Chan Ri! Chan Ri!" teriak Sunggyu sambil menggedor-gedor pintu panic

Tidak lama rombongan Sungyeol, Hye Soo dan Dongwoo datang, diikuti Sungjong yang berlari sendiri.

"Mana Chan Ri?" Tanya Sungjong

"Kami tadi didalam, lalu aku dihempaskan keluar oleh suster itu…" kata Sunggyu

"Apa kau melihat masa lalu itu…?" Tanya Dongwoo

(Sunjong dan Sunggyu mengangguk)

"Sepertinya suster itu adalah masa lalu Chan Ri…" kata Sunggyu

"Lihat diary ini!" kata Hye Soo.

(Hye Soo memberikan diary itu pada Sunggyu dan Sungjong)

Mereka membuka diary itu, depannya sudah diberi nama… Lee Chan Ri. Sunggyu dan Sungjong nampak kaget. Tidak lama L, Hae In dan Hoya datang, diikuti Mi Young dan Woohyun.

"Kami bertemu mereka di tengah jalan menuju kesini…" kata Hae In

"Mana Chan Ri?" Tanya L

"Dia terkunci didalam…" kata Sungyeol

(L langsung menggedor gedor pintu)

Sementara itu didalam ruang auditorium…

"Kau ini, mau apa?" Tanya Chan Ri. "Jangan menyakiti Gyu Oppa…"

"Kau lupa padaku… Chan Ri?" Tanya suster itu.

(Tiba-tiba pintu Auditorium bisa dibuka kembali)

"Chan Ri! Kau tidak apa-apa?" Tanya L khawatir

(Chan Ri mengangguk)

"Kau mau apakan Chan Ri?!" teriak Sunggyu pada hantu itu

"Mereka telah membawakan barang kenangan kita… apa kau tidak ingat?" Tanya Suster itu.

Chan Ri melihat kearah semua anak-anak, dia melihat kotak baju, diary serta gelang yang dibawa yang lain. Tiba-tiba mereka semua kembali ke masa lalu…

(12 tahun yang lalu, di Rumah Sakit tersebut)

Chan Ri dirawat di rumah sakit tersebut karena dia memiliki system immune yang sangat lemah. Dia dirawat oleh seorang suster bernama Jang Gwa Neul. Gwaneul sangat sayang kepada Chan Ri, begitu pula Chan Ri. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Mereka sering bermain Piano bersama di ruang Auditorium. Gwaneul memiliki seorang tunangan bernama Park Jong Il. Jongil dan Chan Ri tidak pernah tau kalau Gwaneul memiliki kepribadian ganda, sampai akhirnya Chan Ri tinggal seminggu lagi dirawat, dan Gwaneul merasa sangat sedih karena Chan Ri sendiri setelah dirawat akan kembali ke Jepang. Sehingga pada saat itu kepribadian Gwaneul yang satu lagi keluar, dia baik kepada Chan Ri namun tiba-tiba menyakitinya. Jongil yang mengetahui hal tersebut menghalangi Gwaneul agar tidak menyiksa Chan Ri, sampai akhirnya Gwaneul membunuh Jongil tanpa sepengetahuan Chan Ri, dan Chan Ri sebenarnya telah mempersiapkan sebuah gaun untuk pernikahan Gwaneul dan Jongil. Gwaneul merasa sangat sedih, sampai akhirnya ketika Chan Ri pergi dia menjadi gila dan bunuh diri di rumah sakit tersebut.

(Semua kembali di Auditorium)

Chan Ri terdiam, lalu dia menangis. Dia mendekati piano tersebut dan memainkan lagu Moonlight Sonata yang sangat mendayu. Suasana malam menjadi benar-benar menyedihkan. Semua hanya bisa diam mendengar Chan Ri memainkan piano itu. Tiba-tiba suster tersebut yang awalnya berwujud menyeramkan menjadi bersinar dan berubah menjadi Gwaneul di masa lalu.

"Chan Ri… ikutlah denganku…" kata Gwaneul

Chan Ri mengangguk lalu memegang tangan Gwaneul. Tiba-tiba Sunggyu menarik tangan Chan Ri.

"Kajima…" kata Sunggyu.

(Chan Ri menangis)

"Aku menyanyangimu Chan Ri…" kata Gwaneul.

"Aku… maksudku kami semua membutuhkanmu Chan Ri, jangan mengikutinya…" kata Sunggyu. Yang lain mengangguk

Chan Ri menatap mata anak-anak satu persatu, lalu ia mengangguk dan melepaskan Gwaneul.

"Mianhae…Eonni…" kata Chan Ri

Tiba-tiba Gwaneul berubah menjadi sosok setan lagi dan iya terbang sambil menarik Chan Ri. L, dan yang lain membantu Sunggyu menarik Chan Ri, dan tiba-tiba Jongil datang menahan Gwaneul. Gwaneul pun berubah menjadi baik kembali. "Maafkan aku Chan Ri… kalian jagalah dia…" kata Gwaneul. Lalu dia menghilang, dan semua anak pingsan. Sejam kemudian mereka sadar dan sudah berada di luar rumah sakit. Mereka melihat jam dan itu baru jam 11 malam.

"Aku merasa kita seharian didalam rumah sakit tadi…" kata Sungyeol

Semua berjalan kembali menuju Villa. Tidak banyak yang berbicara, terutama Chan Ri tidak berbicara sama sekali. Hae In berbisik pada L bahwa aura Chan Ri sangat suram saat itu. Tidak ada yang menanyakan dan semua cukup mengerti. Akhirnya mereka kembali dan langsung menuju kamar masing-masing. Chan Ri duduk diatas piano, dan dia menemukan foto Gwaneul, Jongil dan dirinya di masa lalu. Chan Ri langsung memainkan piano Fur Elise dengan intonasi yang lambat dan membuat suasana benar-benar menjadi sedih. Tidak lama Sunggyu datang menghampirinya. Sunggyu tidak berkata apa-apa, dia hanya datang dan memeluk Chan Ri. Chan Ri menangis dipelukan Sunggyu…

To Be Continued…