Chapter 2: Chanyeol Problem

Orang itu berjongkok di depan Baekhyun. Kemudian tangannya terulur untuk mengangkat dagu yoeja di depannya yang menunduk. "Kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol –orang yang menabrak Baekhyun- lagi dengan suara lebut. Baekhyun hanya terdiam menatap Chanyeol. "Hei," panggil Chanyeol dengan senyum lembutnya masih memegang dagu Baekhyun. Baekhyun masih terdiam melihat senyum Chanyeol yang pertama kali yoeja itu lihat. Chanyeol kemudian membawa Baekhyun berdiri dan duduk di bangku di dekat mereka. Karena Chanyeol risih dilihat anak-anak lain.

"Hei, kau tidak apa-apa kan?" tanya Chanyeol lagi. Baekhyun kemudian menggeleng pelan. "Mi-mi-mian, tadi aku menabrakmu." Ucap Baekhyun pelan tapi masih dapat didengar Chanyeol dengan jelas. Chanyeol terkekeh pelan kemudian mengelus pucuk kepala Baekhyun. "Kau kenapa? Sakit?" tanya Chanyeol dengan senyum lembut. Baekhyun hanya menunduk. "Kau mau kuantar ke uks?" tanya Chanyeol lagi. Jika Baekhyun pergi ke uks, otomatis dia tidak bertemu dengan Chen dan Kyungsoo di kelas. Baekhyun hanya mengangguk yang membuat Chanyeol tersenyum.

~chanbaek~

Chanyeol merebahkan Baekhyun di kasur uks. Kemudian namja itu duduk di pinngiran kasur Baekhyun. "Kamu kenapa?" tanya Chanyeol dengan suara lembut. Baekhyun menggeleng pelan. "Aku sedang malas berada di kelas." Jawab Baekhyun pelan. Mata yoeja itu menatap langit-langit ruang uks. "Baiklah, kau tunggu di sini ya, aku akan memberikan surat ijinmu." Ucap Chamyeol kemudian beranjak pergi meninggalkan Baekhyun sendirian di ruang uks.

Baekhyun masih menatap langit-langit ruang uks. Yoeja itu bingung dengan tingkah Chanyeol hari ini. Kenapa Chanyeol terlihat baik pagi ini? Padahal kemarin dia terlihat sangat marah padanya dan juga Chen. Apa tadi pagi kepala Chanyeol terbentur? Baekhyun menhela napas panjang kemudian memejamkan matanya. Tak berapa lama Baekhyun sudah terbang ke alam mimpi.

~xoxo~

Kelas Kai, Sehun, Kyungsoo, dan juga Chen sedang belajar pelajaran Sejarah. Semua murid terlihat sangat bosan. Bahkan ada beberapa yang sudah tertidur saat Choi Seonsaengnim sedang menjelaskan. Terlihat juga Kai dan Kyungsoo yang sudah tertidur nyenyak di tempat duduk mereka masing-masing. Kyungsoo sangat tidak suka pelajaran sejarah. Kata yoeja itu, pelajaran sejarah adalah dongen pengantar tidur. Tapi tidak banyak murid juga yang mendengarkan penjelasan Choi Seonsaengnim yang –sangat- membosankan.

Tok! Tok! Tok!

Semua siswa –yang tidak tertidur- langsung melihat ke arah pintu yang sedang dibuka oleh seseorang siswa. Tak beberapa Chanyeol –siswa yang membuka pintu- masuk. "Aku disuruh Lee Seonsaengnim untuk menyerahkan surat ini." Ucap Chanyeol kemudian berjalan ke tempat Choi Seonsaengnim sedang berdiri. Chanyeol menyerahkan secarik kertas berwarna kuning ke Choi Seonsaengnim. "Izin untuk Byun Baekhyun?" tanya Choi Seonsaengnim yang dibalas anggukan kepala dari Chanyeol. Kemudian Chanyeol keluar dari kelas X-2.

Sehun masih menatap pintu kelas yang baru saja ditutup Chanyeol. Tidak biasanya Chanyeol mau disuruh guru. Dan tidak biasanya Chanyeol mau berusan dengan anak panti asuhan. Sekarang apa yang terjadi? Ada apa dengan Chanyeol? Sepertinya ada yang salah dengannya hari ini.

~chanbaek~

Chanyeol membuka pintu uks kemudian menutup pintu uks setelah ia berada di dalam ruang uks. Chanyeol menatap Baekhyun dalam. Kemudian namja tingggi itu menghela nafas panjang sebelum berjlan mendekati Baekhyun. Chanyeol terus menatap wajah manis Baekhyun. Tangan Chanyeol terulur untuk menyentuh mata Baekhyun yang selalu menangis karena dirinya. Kemudian tangannya beralih mengusap pipi Baekhyun yang selalu basah karena air mata. Mata Chanyeol terhenti pada bibir Baekhyun yang selalu memohon untuk menghentikan tingkahnya.

"Baekhyun-ah, Mianhe." Bisik Chanyeol meremas pelan telapak tangan Baekhyun yang sedang digenggamnya. Air mata Chanyeol mengalir membuat jejak sungai dipipi namja tinggi itu. Hati Chanyeol sangat sakit jika melihat Baekhyun harus seperti ini. Menangis karena dirinya sendiri yang sangat bodoh. Baekhyun sudah banyak menderita karena dirinya. Oh ayolah mana ada namja yang tidak sakit melihat yoeja yang sangat dicintainya selalu menangis karena kelakuannya sendiri.

Chanyeol masih menatap dalam wajah manis Baekhyun yang masih tertidur. Namun, perhatian namja tinggi itu teralih saat ponsel di saku celananya bergetar, tanda telepon masuk. Chanyeol segera menghapus air matanya setelah membaca nama yang tertera di layar ponselnya. "Min Soo Ahjumma,"

"Yeoboseyo,"

"…"

"Mwo?"

"…"

"Ahjumma tunggu disitu, aku segera ke sana. Jangan biarkan dia menyentuh oemma!"

Chanyeol menghela nafasnya kasar. "Kenapa dia harus datang lagi sih?" gerutu Chanyeol kemudian mengusap wajahnya kasar dengan tangannya yang tidak memegang ponsel. Kemudian pandangan Chanyeol beralih pada Baekhyun yang masih tertidur. "Mianhe Baekhyun-ah, aku harus pulang sekarang." Bisik Chayeol tepat disaping telinga kanan Baekhyun. Kemudian nam,ja tinggi itu mengecup kening keluar dari ruang uks, Chanyeol mengirim pesan untuk Kris.

~exo~

Bel selesai istirahat baru saja berbunyi, semua siswa kelas XI-2 sudah berada di kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, pelajaran fisika. Terlihat Lay yang sedang menulis sesuatu dibukunya. Xiumin yang sedang bercanda dengan Luhan dan Kris yang bersandar di meja Luhan.

"Hey, kemarin kalian harus melihat wajah costumer appa! Wajahnya belepotan krim. Astaga dia lucu sekali." Seru Luhan kemudian kembali tertawa. "Lebih lucu kemarin wajah Sehun yang tersiram sup. Oh iya, Minsoekkie kau juga haru lihat wajah Kai stelah menumpahkan sup itu. Wajahnya polos." Seru Kris kemudian tertawa yang diikuti Xiumin dan Luhan. Ya ampun mereka kembali terbayang insiden mangkuk sup yang melayang mengenai wajah Sehun.

Tawa Kris seketika terhenti ketika membaca pesan dari Chanyeol. "Aku harus pulang sekarang'dia' datang ke apartemen oemma lagi." Isi pesan dari Chanyeol yang membuat Kris panik. 'Dia' kembali? Astaga aku harus cepat kalau tidak Chanyeol bisa bertindak anarkis. Pikir Kris sambil memasukan buku pelajaran ke dalam ranselnya.

"Lu, aku harus pergi sekarang. Tolong absenin aku ya." Ucap Kris yang membuat Luhan menyirit bingung. Hei, ada apa? Apa ada hubungannya dengan Chanyeol? Pikir Luhan menatap Kris yang msih membereskan bukunya. "Ada masalah di apartemen oemma-nya Chanyeol. Aku harus ke sana sebelum terjadi apa-apa." Lanjut Kris setelah selesai memasukan bukunya. Luhan hanya mengangguk paham. Yoeja cantik itu sudah hafal masalah Chanyeol jika ada di apartemen oemma-nya Chanyeol. Pasti 'dia' datang lagi. Pikir Luhan memutar bola matanya malas setelah Kris keluar dari kelas.

~kiss~

Kris berlari menyusuri lorong lantai 12 –apartemen Chanyeol- dengan terburu-buru. Oh ayolah Kris hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada saudara sepupunya. Kris tahu kalau Chanyeol dan 'dia' sangat keras kepala. Dan jika mereka sudah bertengkar, 'dia' akan menghajar Chanyeol habis-habisan. Mungkin 'dia' bisa saja membunuh Chanyeol saat itu juga. Dan Kris tidak mau itu terjadi. Namja tinggi itu tidak mau kehilanan saudara satu-satunya.

"Please Chanyeol, tidak untuk hari ini!" bisik Kris masih berlari. Kris berhenti tepat di depan pintu kamar 1206. Kris bisa mendengar suara barang-barang yang dilempar atau dibanting dengan jelas. Dan juga suara bentakkan dan juga suara tangisan yang Kris yakini itu suara Ryeowook Ahjumma, oemma-nya Chanyeol. Kris memutuskan untuk masuk ke dalam.

"Pergi dari sini sekarang juga!"

"Kau benar-benar anak kurang ajar!"

"Aku bukan anakmu! Aku tidak mempunyai appa! Appa-ku sudah mati!"

BUGGHHHH!

"Dasar anak sialan! Kau benar-benar ingin kubunuh eoh?"

"Stop! Jangan pernah sekalipun tangan kotormu itu menyentuh Chanyeol!" Bentak Ryeowook berdiri tepat di depan Chanyeol. Kris menghela nafas pelan sambil melihat sepatu sekolahnya. Sudah biasa dia melihat kejadian seperti ini. Sampai kapan keluarga sepupunya seperti ini? Ingin sekali Kris menangis melihat keadaan Chanyeol sekarang. Banyak luka lebam di wajah Chanyeol. Tapi, Kris juga tak dapat membantu. Namja tinggi itu tidak mau mencapuri urusan keluarga sepupunya.

"Kris, Ahjumma mohon bawa Chanyeol pergi dari sini!" seru Ryeowook tanpa sengaja melihat Kris berdiri di depan pintu sehingga membuyarkan pikiran Kris. Kris hanya mengangguk setelah melihat wajah Ryeowook yang juga terdapat luka lebam di pipinya. Mata Ryeowook juga bengkak, bertanda Ryeowook menangis dari tadi. Ingin rasanya secepatnya Kris pergi dari situ. Kris sudah tidak tahan melihat wajah Ryeowook yang seperti ini.

"Aku tidak mau oemma! Kalau aku pergi dia pasti akan memukul oemma lagi." Bantah Chanyeol yng membuat Ryeowook menatap dalam anak satu-satunya. Kamudian Ryeowook memegang kedua pipi Chanyeol yang lebam. "Chagiya, oemma tidak apa-apa. Oemma dan appa butuh bicara berdua. Sekarang kamu pergi dulu dengan Kris." Jelas Ryeowook yang membuat Chanyeol terisak. "Tapi oemma," Ryeowook kemudian tersenyum. "Kamu mengerti kan, Channie?" Chanyeol dengan terpaksa mengangguk. Kemudian pergi keluar dari tempat itu yang diikuti Kris. Walaupun ada rasa enggan karena takut 'dia' memukul oemma-nya lagi.

Chanyeol berjalan cepat keluar dari gedung apartemennya. Di belakangnya terdapat Kris yang berlari mengejarnya. "Chanyeol, kau mau kemana?" tanya Kris setelah berdiri tepat di samping Chanyeol sambil memegang bahu namja yang lebih pendek beberapa senti. "Bukan urusanmu!" balas Chanyeol dingin kemudian menampik tangan Kris yang memegang bahunya dengan kasar. Chanyeol pergi meninggalkan Kris. Namja tinggi itu berjalan menuju halte bus.

Kris menatap miris punggung saudara sepupunya yang mulai menjauh. Kris sudah hafal betul sifat Chanyeol jika sedang marah. Sudah dari kecil mereka bersama. Dibalik sifatnya yang murah senyum, sebenarnya Chanyeol menyimpan kebencian yang begitu mendalam pada appa-nya. Kris menghela nafasnya tanpa ada niatan untuk mengejar Chanyeol. Namja itu tahu kalau Chanyeol butuh waktu untuk sendiri. Lebih baik dia menemui Xiumin saja. Kris sudah janji akan menemani Xiumin ke toko buku.

~hug~

Setelah turun dari bus, Chanyeol memutuskan untuk berjalan kemanapun kakinya melangkah. Menyusuri jalan setapak yang entah membawanya kemana. Kedua tangannya di masukan ke dalam saku jas sekolahnya. Pikiran Chanyeol tiba-tiba tertuju pada Baekhyun. "Bagaimana keadaan Baekhyun sekarang?" bisik Chanyeol pada dirinya sendiri kemudian namja itu tersenyum. Setidaknya dengan memikirkan yoeja imut itu Chanyeol bisa melupakan sejenak masalahnya di apartemen oemma-nya.

Kaki Chanyeol terhenti ketika dia sudah sampai di sebuah taman. Taman yang terletak di pinggiran kota Seoul. Berada lumayan jauh dari sekolah. Taman yang tertata cukup rapi menarik perhatian Chanyeol untuk memasukinya. Sepertinya taman ini tidak asing. Pikir Chanyeol berjalan memasuki taman itu. Mata Chanyeol tertuju pada bangku taman yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian Chanyeol mendekti bangku itu dan duduk di bangku taman itu.

Chanyeol masih mengamati taman itu. Sepertinya dia pernah ke taman ini. Tapi kapan? Tiba-tiba, mata Chanyeol menangkap beberapa pot bunga mawar putih yang tersusun rapi –beberapa meter- di depannya. Ah iya, sekarang Chanyeol ingat. Ini adalah tempat Chanyeol melihat Baekhyun pertama kali. Dan buanga mawar putih itu yang membuat Chanyeol jatuh begitu dalam ke dalam pesona seorang yeoja bernama Byun Baekhyun.

~chanbaek~

Baekhyun berjalan sendiarian pulang dari sekolah. Setelah keluar dari ruang uks, Baekhyun tidak berniat untuk menemui Chen ataupun Kyungsoo. Baekhyun hanya menemui Lay untuk membawakan tas sekolahnya pulang dengan alasan ada yang harus dia kerjakan. Walaupun kelihatan Lay bingung dengan sikap Baekhyun. Baekhyun berjanji akan pulang tepat waktu makan malam.

Baekhyun berjalan di jalan setapak yang akan membawanya ke sebuah taman. Taman yang bisa membuatnya tenang. Taman yang bisa mengobati kerinduan Baekhyun dengan kedua orang tuanya. Walaupun terlihat cukup rapi, taman itu menyimpan banyak kenangan Baekhyun dengan orang tuanya.

Sesampainya Baekhyun di taman, Baekhyun berlari kecil menuju tempat dia menyimpan pot-pot bunga mawar putih kesayangannya. Mawar putih peninggalan oemma-nya.

Baekhyun berjongkok di dekat pot kemudian menyiram mawar putih itu dengan air dalam botol yang tadi dia beli kantin sekolah sebelum pergi. "Oemma, apa Baekhyun salah menyukai Chennie? Kenapa rasanya sangat sakit?" tanya Baekhyun pada mawar putih di depannya setelah selesai menyiram. Baekhyun memang selalu cerita pada mawar putih jika dia sedang ada masalah. Yoeja itu menganggap mawar puth itu sebagai oemma-nya.

"Oemma, Baekhyun semakin takut melihat Chanyeol sekarang. Walaupun tadi pagi Chanyeol bersikap baik, tapi Baekhyun takut kalau Chanyeol akan semakin membuly Chennie." Baekhyun menhela nafasnya keudian memainkan rumput di dekatnya. "Baekhyun kasihan sama Chennie, padahal –menurut Baekhyun- Chennie tidak melakukan kesalahan tapi Exo selalu saja membuly Chennie." Kemudian Baekhyun menatap langit yang sudah mulai berubah warna. "Oemma, Baekhyun harus pergi, sudah mulai sore." Baekhyun pun bangkit kemudian matanya menangkap sesosok namja yang sedang duduk dengan menundukkan kepalanya. Karena penasaan, Baekhyun berjalan mendekati namja itu.

T.B.C


Waaaa gimana nih? bagus ga? semoga tidak mengecewakan ya... chacha wktu buat ini chapter pas lagi pemutihan nilai jadi agak gimana gitu..

buat yang chapter depan chacha fokusin sama Chanbaek sama Krisxiu.

chacha juga baru sadar kalo nanti di chapter depan banyak crack couple moment.. tapi ini ff tetep official couple..

makasih ya readers atas dukungannya.. chacha jadi semangat ngelanjutin ni ff yang aneh..

chacha minta maaf lagi kalo misalnya ada kesamaan sma ff lain atau drama korea lain...

sekarang waktunya balas review dari readers:

hyona21: mian ini bukan Krisxiu.. tapi bakaal banya moment krisxiu kok.. apalagi next chapter banyak banget.. hehe :D gomawo udah review.. review lagi ya :)

cc: haha makasih banget la.. iya nih gw udh gw lanjutin.. gomawo udah review.. review lagi ya :)

jiy: ini udh lanjut gomawo udah review.. review lagi ya :)

vania fio lio: makasih.. chacha jadi bartambah semangat melanjutkan ini ff gomawo udah review.. review lagi ya :)

risna : makasih ini udh lanjut.. gomawo udah review.. review lagi ya :)

akhir kata dari chacha review ya :D *bbuing bbuing bareng xiumin*

Pai pai~