Seharusnya saat ini Baekhyun mengikuti jam pelajaran tambahan, namun sosok guru bertubuh tinggi itu mengharuskan dirinya absen sementara untuk pelajaran tambahan itu. Pelajaran tambahan yang diharuskan untuk siswa tingkat akhir yang akan menghadapi ujian. Pelajaran tambahan yang akan berlangsung hingga pukul 9 malam nanti.

Dan Baekhyun harus rela absen. Absen karena guru tinggi itu. Guru yang telah menjadi partnernya dia sekolah.

PLAK

"Aahh s-saem!"

Tubuh Baekhyun yang membungkuk bergetar ketika tangan kasar dan lebar gurunya itu menampar pipi pantatnya yang polos tanpa tertutup apapun. Ia meninggikan pantatnya, membuat pekerjaan sang guru menjadi mudah.

Baekhyun kembali bergetar kala jari sang guru menerobos lubang berkerutnya. Menggaruk dinding lubangnya, menekan titik terdalamnya. Penis mungilnya bergoyang mengikuti gerakan kasar jari sang guru yang bergerak itu. Sedang cairan precum miliknya telah menetes mengotori meja kerja sang guru.

Air liurnya menggenang, keluar dari mulutnya dan Baekhyun membiarkan pipinya basah oleh air liurnya sendiri. Tangannya yang berada diatas meja tergepal kuat.

Sang guru menambahkan satu jari, kini kedua jari panjang dan kasarnya itu bekerja sama melebarkan lubang sempit Baekhyun. Desisan terdengar dari bibir guru itu.

"Sial lubang jalangmu ini, Baek. Dia menghisap kuat jariku!"

Satu tamparan di pipi pantatnya membuat Baekhyun kembali mendesah keras. Kepalanya pening mendengar kata-kata sang guru yang membuat dirinya semakin terangsang.

"Akh saem!"

Pekik Baekhyun ketika sebuah benda basah menyentuh kulitnya. Ia menoleh kecil dan kembali mendesah melihat sang guru yang masih mengorek lubangnya dengan lidah yang terjulur membasahi pipi pantatnya. Bahkan Baekhyun dapat merasakan kulit pantatnya yang dihisap kuat sang guru. Ia yakin itu akan membuat tanda disana.

Jari sang guru yang memenuhi dirinya akhirnya keluar, Baekhyun mendesah lega. Namun tidak butuh waktu lama, lubangnya malah diisi benda yang lebih besar.

Kepalanya Baekhyun hempaskan diatas meja. Bibirnya mengeluarkan lolongan nikmat ketika benda itu menyentuh titik kenikmatannya telak.

"Ahh s-saem, kenapa hhh semakin besar? Uuhh~"

Sang guru tersenyum puas dan menghentakkan pinggulnya satu-satu. "Tentu, kau suka?"

Baekhyun mengangguk lemas. "Sangat aahh~"

Hentakkan satu-satu sang guru berubah menjadi hentakkan cepat dan kuat. Sang guru menarik tubuh Baekhyun, membuat tubuhnya lebih tegak dan tetap menghentakkan penisnya didalam lubang Baekhyun.

Bibir sang guru mencumbu kulit leher Baekhyun. Menghisap dan menjilat dengan lidah basahnya. Tangannya mengocok penis mungil Baekhyun–yang bahkan hanya setengah genggaman tangannya.

Gerakannya dibawah sana semakin kuat dan menuntut. Bibirnya mengeluarkan geraman tertahan, merasakan penisnya berkedut dan semakin membengkak didalam sana. Semakin cepat, semakin kuat hingga penisnya melepaskan hasratnya.

Diikuti oleh penis Baekhyun didalam genggamannya.

Sang guru mengeluarkan penisnya. Membalikkan tubuh Baekhyun dam membawa si mungil kedalam pagutannya. Ia memegang penisnya dan penis Baekhyun, menggesekkan kedua batang itu membiarkan cairan kenikmatan mereka bercampur.

Bibirnya menekan dan melumat bibir Baekhyun dengan pasti. Tangannya berada diatas bokong Baekhyun, mengangkat lelaki mungil itu agar berada dalam gendongannya. Tubuh keduanya saling bergesekkan, membuat puting keduanya yang menegang bertemu.

Baru sana ia mengarahkan penisnya agar kembali masuk kedalam lubang Baekhyun, sebuah suara mengintrupsi gerakannya.

"Jadi pelajaran tambahanmu disini, Byun Baekhyun?"

Suara yang tak asing. Choi Siwon, si kepala sekolah tampan.

Baekhyun diturunkan dari gendongan sang guru. Tubuh mungilnya ia sembunyikan dibelakang tubuh tinggi gurunya itu. Meremas tangan sang guru.

"S-siwon sajangnim. Ini-"

Ucapan sang guru terputus ketika sang kepala sekolah mengangkat tangannya, menyuruh dirinya agar diam.

"Lanjutkan saja pelajaran tambahan kalian. Tapi biarkan aku ikut," si kepala sekolah tersenyum miring dan menatap kedua orang yang tengah telanjang bulat didepannya. Ia melangkah maju mendekat. "Bagaimana Byun Baekhyun dan Chanyeol-ssi?"

Mata bulat sang guru melirik lelaki mungil disampingnya. Meminta jawaban darinya. Dan ketika melihat senyuman dan mata berbinar serta anggukan si mungil, Chanyeol akhirnya menyetujui ucapan si kepala sekolah.

.

.

Selamat maljum~