The Freak Tale of Green Day in: Gotong Royong

All Characters are from Green Day and Emily's Army

Hal yang perlu kalian ketahui sebelum membaca fanfict gaje ini:

Apa itu Emily's Army? Band indie di mana Joey, anak sulung Billie Joe merupakan Drummer dari band itu. Bersama teman-temannya, mereka sering berunjuk gigi di Gilman Street.

Anyway, authoress juga memunculkan anak Billie Joe yang paling akhir. Satu hal yang perlu kalian ketahui, Anak itu bukan anggota Emily's Army

Pagi-pagi benar Tre Cool menelepon kedua partnernya untuk dateng ke rumahnya. Yaa..sekitar setengah 6-an,lha. Emang gak sopan,sih sampai-sampai Tre Cool mendapat makian dari kedua partnernya itu. Ah, apa,sih yang menurut Tre itu gak sopan?Gak berapa lama, Mike dan Billie tiba dengan mobil masing-masing dan berpakaian tidur lengkap dengan boneka Teddy di tangan Billie serta kupluk kembaran yang berwarna hitam pula. Kedua-duanya memakai mantel tidur yang berwarna hitam juga. Maklum, angin musim gugur sekarang mulai berhembus.

" Oke, selamat pagi, saudara." Sapa Tre seperti dalam sebuah rapat penting.

" Hoaaammm..." Mike membalasnya dengan nguapan. Billie malah lebih memilih untuk tidak menanggapinya.

" Saya sangat senang saudara bersedia untuk datang ke rumah saya. Dengan ini saya.."

" Cepatlah, lo mau apa nyuruh-nyuruh kami ke sini? Gak usah formal-formal,deh." Sungut Billie.

" Ngecat tembok di lantai bawah ."

" WHAT!" Mike dan Billie berseru kompak. Rasa kantuknya langsung hilang.

" Begini, saudara, pertama-tama kita mengeluarkan isi rumah terlebih dahulu."

" Kenapa lo gak manggil tukang aja?" tanya Mike

" Kok pagi-pagi,sih nyuruhnya?" tanya Billie

" Mike, mahal kali nyuruh tukang. Lagian pagi-pagi gini,kan seger."

" Seger pale,lo? Gue tadi baru aja nabrak kucing yang lagi nyebrang gara-gara masih ngantuk. Keluar biaya dikit napa? Booo...dasar pedit-pelit-korèt-buntutkasiran-capjahè-mèrèkèhèsè*!" Omel Billie yang udah kayak nini2.

" Itu istilah darimana coba?" Tre bingung.

" Tauk,dah. Copas dari si Udey,tuh." Jawab Mike.

(FYI: Udey adalah nama panggilan akrab authoress. Di fanfict ini, dia berperan sebagai adik angkat dari Billie Joe. Pengennya sih beneran. Hohohoho...*ditabok*)

" Ya, udah, deh, Tre. Daripada ngomel, mending langsung kerja aja." Billie akhirya menerima kerjaan tersebut dengan pamrih.

Wew, gak biasanya dia menerima tugas yang kayak gituan dengan tulus ikhlas.

...

"Mike..bantuin,woy!Ini sofa berat banget!"

" Bentar,dong. Bill..gue kan lagi mindahin mebel dan kursi."

" Mike, udah mindahin akuarium belum?"

"Udahh..lo gak liat apa ada bagian yang nyeplak di tembok ruang tamu?"

" Adududuh..Mike, Bahu gue keplitek!"

" ARGH! Payah lu,ah." Mikepun menghampiri Billie.

" Mike, Bill, jamban gue di mana?"

" Tre sayang, di mana-mana jamban tuh di kamar mandi." Kata Billie mencoba untuk sabar.

" Bukan, itu,lho, jamban gue yang tadi di mebel."

" BODOH! Itu JAMBANGAN bukan JAMBAN! Tadi gue oper ke Mike. Dia yang naro.. "

"Gue udah naro di atas mebelnya, Tre. Bentar dulu,ya. Si Billie pake acara keplitek bahunya."

"Cepatlah, gue belum beli cat temboknya."

"WTF! KENAPA LO GAK BILANG DARITADI!"Billie ngamuk.

" Sudahlah, Bill. Memarahi Tre gak akan ada gunanya. Itu hanya akan membuang tenaga." Mike menenangkan Billie.

Sementara bapak-bapak ini bergotong royong, saling bahu membahu mengeluarkan perabotan rumah Tre, Joey and the Gank(Max, Travis, Cole dan Jakob) tengah berjogging ria. Tu..wa..tu..wa..

" Joey."

" Apa, Max?"

" Itu rumah Om Tre,kan."

" Iya, kenapa?"

" Itu disatronin maling. Liat aja perabotannya pada ditaro di halaman belakang." Kata Cole.

"APA?" kelima-limanya langsung ambil tempat di balik sebuah semak tinggi guna bersembunyi.

" Lo yakin, Max?" tanya Travis.

" Yakin, 2 orang berpakaian serba hitam lagi bolak-balik ngangkatin barang. Suer!" Max merasa yakin.

" Hmm..kita susun rencana saja. Bagaimana kalo ..bla..bla..bla..bla.." Cole menyusun strategi.

" Guys, aku rasa itu bukan ide yang tepat. Bagaimana kalau kita tanya dulu kepada mereka itu,tuh?" saran Jakob sambil menunjuk-nunjuk dua orang yang tengah mengambil perabotan Tre.

" Jakob, zaman sekarang mana ada,sih pencuri yang baik hati? Lo bertanya kepada mereka, BANG! Lo dapet ciuman pistol di sini." Joey menirukan sebuah pistol dengan jarinya dan menempelkannya ke jidat adik semata wayangnya itu.

" Well, terserah kalian, deh. Aku gak mau ikut-ikutan." Jakobpun keluar dari semak dan melanjutkan acara joggingnya sendirian.

" Oke, semuanya. Paham?" tanya Cole

" Paham!"

" What's team?"

" Wildcat!" Joey berseru paling heboh. Yang lain pada bengong. Joey suka HSM?

" Eh, sori salah nyebut. Hehehe.." Joey tersipu malu karena kelakuannya.

Beuuhhh..

" Ya, udah, gue ulang. What's team?"

" EMILY'S ARMY! GO GO!" mereka berhigh five kelompok.

Hingga akhirnya..

" Haaaa...selesai juga." Billie menelentangkan dirinya ke lantai sambil ngos-ngosan. Sebelumnya dia membuka atribut penghangat mengingat peluhnya mulai bercucuran setelah bekerja bak kuli tadi.

" Belum selesai, cuy. Kita mesti beli catnya." Kata Mike sambil menyeka keringat yang mengalir di jidatnya. Penghangat juga sudah dilepas.

Billie langsung manyun.

" Ayo, cabut!" ajak Tre sambil memutar-mutar kunci mobilnya.

Mike harus menyeret Billie ke dalam mobil Tre yang benar-benar ogah untuk ikut. Apalagi si Trekan menjadi seorang psikopat begitu dia menyentuh mobil.

" Gue yang nyetir,deh." Kata Mike.

" Baik sekali dikau. Gue juga lagi males nyetirnya."

Begitu Green Day cabut, Emily's Army beraksi.

"Pertama kita gotong sofa dulu."

" Aduuhh..berat bener, Joey. Apaan, sih isinya? Bused, uang simpenan. Kayak nenek-nenek aja paman-mu itu"Max berkomentar.

" Eh, si mebel tuh ada jamban. Ati-ati."

" Yang bener jambangan, Cole."Joey membenarkan kata dari si Cole

GROMPYANG!

" Terlambat Cole, udah gue pecahin. Gak sengaja"Travis dengan terang-terangan mengaku.

" MAMPUS gue!"ratap Joey.

" Traviss, hati-hati lo megang etalasenya!"seru Max panik

" Oke."

Jadi, mereka bekerja hingga barang yang ada di halaman belakang Tre tidak tersisa lagi. Tepat peletakan perabot terakhir di rumah Tre, mobil Tre memarkir ke depan garasi.

" Dasar kau Tre. Buat badan bikin mampus." Keluh Billie sambil menenteng 4 kaleng cat tembok. Yang diumpat malah sudah masuk ke dalam rumahnya.

" Ambil sisi positifnya. Akhir-akhir ini perut lo kan tambah ngebuncit. Nah, kan sekarang udah luruh tuh lemaknya."

" Ya, lo benar. Lo selalu tau aja nasihat yang mesti diberi untuk gue. Makasih,ya." Kata Billie. Merekapun berpelukan a la Teletubbies.

" AAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKHHHHHH...!" terdengar jeritan cempreng Tre yang membelah keheningan pagi. Mike dan Billie tergopoh-gopoh menuju ruang tengah.

"WHAT THE HECK IS THIS?" Billie tercengang.

" Aduuhh...sia-sia usaha kita." Guman Mike sambil menggaruk-garuk rambutnya. Di ruang tengah, tampak perabot rumah Tre yang berdiri rapih seperti sebelum diangkut ke halaman belakang.

" SUPRISED...!" tiba-tiba Joey melonjak dari ruang dapur. Kemudian disusul dengan yang lain.

" Tadi aku, Max, Cole dan Travis melihat maling yang sedang merampok perabotan Tre. Nah, ketika mereka sedang pergi, kami langsung mengangkutnya dengan cepat. Gak tau, deh sekarang malingnya ke mana." Jelas Joey.

" Jadi, kalian semua yang ngangkut barangnya kembali ke sini?"

" Semuanya, Sir. Kami juga bersih-bersih lantai." Kata Max sambil memamerkan hasil kerja kerasnya. Lantai rumah Tre tampak mengkrelep kinclong.

" Oh,iya. Aku memecahkan jambangan yang ada di meja. Maaf, Sir. Aku janji, nanti aku ganti dengan jambangan yang mirip." Kata Travis.

" OMFG!" Trio Green Daypun langsung semaput.

Epic note:

pedit-pelit-korèt-buntutkasiran-capjahè-mèrèkèhèsè (c) quote guru di SMP gue dulu .

DILARANG DICOPAS QUOTENYA. TX!