Yo.

minna~.

Gommenasai atas editan yang jelek di chapter sebelumnya dan chapter ini. Berhubung aku sedang dalam gencatan ujian di sekolah aku jadi terburu-buru untuk update chapter selanjutnya. Hehehehe.

Makasih banyak buat para senpai yang udah review dan para readers sekalian~

Yang udah jadiin ini faforite kalian dan yang udah follow story ini.

Hontouni arigato~ J

Spesial buat dee chan, thanks udah review di dua chapter kemaren :D.

Buat -senpai, aku ini adik kelas mu heheheh aku masih SMA kakak :P

So aku yang harusnya manggil -senpai :P

Dan

Buat tsunayoshi-san, masalah meninggalnya kushina akan dijelaskandi chapter berikutnya entah yang ke empat atau yang kelima. :P

~Special thanks for every one who leave me some review, follow and like my ff :D~


~San~

Surai pirang ke emasan Naruto bergerak seirama dengan hembusan angin laut yang datang di sore hari. Saat ini si pirang sedang ada di daerah perbatasan konoha-suna. Di sebuah pulau di tepi lautan. Menghirup udara sejuk dan memejamkan mata serta tubuhnya yang ia baringkan di dahan pohon yang cukup besar dan kuat untuk menahan beratnya.

Hari ini semua keluarga besar Uchiha berkumpul disini. Di mansion Uchiha Madara yang lebih pantas disebut istana karena besar, luas, kemewahan dan keamanan di tempat ini lebih tepat digunakan sebagai istana ketimbang mansion.

Madara mengundang adik-adiknya dan juga keluarga besarnya serta tentu saja para Namikaze yang sudah berkeluarga dengan Uchiha Fugaku.

Naruto melepas napas lelahnya. Tak ia sangka bodyguard keluarga Uchiha –suruhan madara– akan membawanya ketempat ini padahal satu jam yang lalu –sebelum kedatangannya ke mansion madara– ia sedang asik menikmati hari-hari sekolahnya. Ia, Naruko bahkan Sasuke di angkut secara paksa dan diantar ketempat ini tanpa peringatan atau apapun terlebih dahulu.

"Naru-Nii. Ayo turun mereka menyuruh kita berkumpul" panggil Naruko dari bawah pohon.

"Ha-Ah, aku malas" balas Naruto.

Surai reaven yang tak jauh dari Naruto pun bergerak cepat. Memanjat. Membopong Naruto dan melompat turun dari pohon. Naruto yang kaget dengan hal itu tak jadi memaki Sasuke karena sebelum ia sempat mengeluarkan sumpah serapahnya Sasuke sudah mendahuluinya bicara tanpa menurunkan Naruto dari gendongannya.

"Jangan melawan Uchiha. Apalagi itu adalah Uchiha Madara" tegas. Suara tegas yang walaupun terdengar datar itu benar-benar meyakinkan Naruto untuk tidak melawan.

"Ba-baiklah. Turunkan aku" balas Naruto.

"Ma..ma..ma.. Naru-Nii ayo masuk" cengir Naruko. Ia sangat senang kalau melihat kakanya tak melawan seorang Uchiha Sasuke. Romantis. Begitulah tanggapannya pada dua pria yang lebih tua beberapa jam darinya itu.

~Ruang makan di mansion Uchiha Madara~

Sebuah ruangan mewah, luas dan bersih yang bercat serba putih terdapat meja panjang dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Terdiri dari sepuluh kursi di kiri dan kanan dan satu kursi yang berbeda dari kursi lainnya ada di tengah-tengah ligkaran kursi-kursi tadi. Kursi-kursi itu sudah berisikan satu orang di sisi kanan dengan sembilan kursi kosong disisinya. Sementara disisi kiri ada tiga kursi kosong dan kursi lainnya di tempati Itachi lalu yang berikutnya ada Kyuubi, Sasuke, Naruto dan Naruko menyisakan beberapa yang kosong di sampingnya. Sosok berbadan besar karena otot-ototnya dan rambut jabrig hitamnya yang menambah kesan gagah muncul dengan pakaian serba hitamnya. Duduk di kursi utama yaitu yang terletak di tengah tentunya dengan ukuran dan ukiran paling mewah.

"My..my.. tamuku sudah lengkapkah?" tanya orang itu.

"Argh Madara-nii, kau mengganggu bisnis ku. Ada apa sebenarnya" balas seorang berbadan tegap, tinggi kurus dengan kacamata googlenya malas.

"Obito, mana bocah-bocah mu?" balas orang berotot tadi yang diketahui adalah Uchiha Madara.

"Belum datang. Mungkin anak buah mu terlalu payah hingga tak bisa membawa mereka kemari" balas pria bergoogle –Obito –meremehkan.

"Nah fufufu baiklah mungkin mereka akan terlambat." Kikik Madara dengan mimik menyeramkan.

"Aigo jadi para Namikaze muda pun sudah disini?" tanyanya saat melihat Kyuubi, Naruto, dan Naruko. Ketiganya hanya memandang tak mengerti.

"Baiklah duduklah kalian semua. Dan ohya Itachi, panggil mereka bertiga sekarang" lanjut sang tuan rumah.

"Hn" jawab Itachi sambil bangkit dari kursinya dan melangkah menuju tangga. Tak perlu ditanya siapa ketiga orang yang dimaksud madara itu. Itachi sudah sangat tahu.

"Jadi apa teman-teman ku membawa kalian dengan baik kesini?" tanya Madara ke arah para Namikaze.

"Huh apanya yang baik. Mereka menyeret ku dari sekolah" dengus Naruto kesal.

"Oh. Hahahaha, mereka ramah bukan?" balas Madara dengan aura yang masih menyeramkan.

"Tsk" dengus Naruto.

Ckritt! Tap! Tap! Tap! Cklit!

Pintu terbuka. Beberapa pelayan membawakan beberapa minuman dan menyajikannya di depan setiap tamu madara.

"Aigo, maid. Jangan berikan anak dibawah umur segelas wine" cegah Madara saat dilihatnya para maid menuangkan wine di gelas Naruto dan Naruko.

"Ah maafkan aku tuan" balas kedua maid bersamaan.

"Jadi tuan muda, nona, kalian mau minum apa?" tanya maid-maid itu pada Naruto dan Naruko.

"Apa saja" jawab Naruto datar.

"Eh jangan apa saja Naru-Nii. Jus jeruk" sergap Naruko menegur kata-kata Naruto.

"Baiklah" balas Naruto lesu. Jujur ia sangat malas untuk ada di tempat ramai seperti ini. Terlebih lagi orang-orang disini memiliki aura menyeramkan yang tak bisa diungkapkan kata. Dan ini sangat membosankan.

Kedua maid mengangguk dan kembali ke dapur mansion.

"Paman. Bukankah kyuubi juga dibawah umur" ucap Sasuke saat Kyuubi hendak meneguk wine nya.

"Aigo, Sasuke kau tidak boleh begitu. Biar bagai mana pun dia sudah dewasa dan berhasil memimpin Namikaze corp di usinya yang baru sembilan belas tahun ini" jawab Madara. Nadanya terdengar berbahaya dan menakutkan. Kyuubi yang biasanya akan marah saat ia merasa direndahkan pun hanya diam dan meneguk saja wine di gelasnya.

"Oh" jawab sasuke singkat. sasuke meneguk jus tomat faforit nya yang memang tanpa perlu ditanya pun semua orang tahu itu faforitnya.

Itachi kembali dari lantai atas. Di ekori orang tuanya dia kembali duduk ditempatnya semula.

"Maafkan kami terlambat nii-san" ucap Mikoto pelan.

"Hn, duduklah" jawab Madara sama pelannya.

"Aku rasa kita tak perlu menunggu dua bocah ku dan kakak-kakak ku" tutur Obito.

"Hn" jawab Mikoto, Fugaku dan Madara bersamaan.

"Jadi Minato kau tahu kan kenapa kau ku panggil kemari?" Madara menatap Minato penuh selidik.

"Hn, aku tahu" jawab Minato sambil mempersilahkan maid yang tersisa diruangan itu yang hendak menuangkan wine di gelasnya. Minato melihat kedua anak kembarnya yang sedang dituangkan jus jeruk faforit mereka oleh maid lain yang baru datang.

"Ah, terimakasih kau sangat perhatian pada kedua anakku. Mereka memang tidak pernah kubiarkan minum minuman orang dewasa " lanjut Minato masih melihat kedua anaknya. Madara menoleh pada kedua anak Minato kemudian membuang napas pelan. Sementara itu terdengan desisan kesal dari naruto dan aontak minato menengok ke arahnya.

Wajah Naruto sangat sinis saat ayahnya menatapnya. Minato membuang napas lelah lalu terdengar gumaman dari Kyuubi dan Naruko yang kemudian anteng dengan minuman mereka masing-masing saat Minato menatap mereka.

"Sangat akur seperti biasa" ejek Kyuubi dan Naruko berbarengan. Dan dijawab desahan lelah Minato.

"Ehem" Madara menggambil fokus suasana lagi.

"Aku sudah punya rencana sendiri untuk mu Itachi, Kyuubi" ucap madara.

"Nah Sasuke, bawa bocah kembar itu kembali ke kamar mereka." Perintah Madara.

"Tidak, biar aku saja" sela Kyuubi protektif.

Melihat Sasuke yang sebulan lalu berhasil mengkismark adiknya membuatnya akhir-akhir ini makin meningkatkan keprotektifannya sebagai seorang kakak. Bukan karena ia tak mau Sasuke memiliki adiknya. Tapi karena ia tahu ini belum saatnya. Ia belum bisa mempercayakan adik-adiknya pada siapapun bahkan ayahnya sendiri apalagi Sasuke.

"Aku sudah mengambil resiko. Berkeluarga dengan Uchiha berarti harus mengikuti aturan Uchiha. Apalagi aku bukan keturunan Uchiha maka hukuman apapun akan ku terima." ucap Minato berusaha mengalihkan perhatian Madara dari kedua anak kembarnya.

"Hn. Memang. Keluarga Uchiha tidak boleh menikah dengan klan lain selain klan Uchiha sendiri. Dan kau Namikaze telah melanggar itu. Terlebih lagi anak mu dan Fugaku pun memiliki hubungan pula. Aigo.. hadiah apa yang pantas untuk kalian " nada mengancam terdengar sekalipun madara bicara dengan tampang tak niat danpandangan yang masih tertuju pada dua surai pirang kembar di sana.

"Apa masalahnya? Bukankah itu bagus? Setidaknya semua Namikaze hanya menikah dengan Uchiha kan?" Obito menimpali.

"Eh? Baik sekali kau berfikiran seperti itu" balas Fugaku takpercaya adiknya akan berkata demikian.

"Oh~ Salah satu anak ku menginginkan bocah pirang itu. Aku tak bisa berbuat apa-apa" jawab Obito cuek bebek. Dahi Sasuke berkedut. Ia tahu orang yang dimaksud Obito. Sangat tahu. Dan itu membuatnya kesal.

Naruko menegang. Apa maksudnya menginginkan. Begitupun Naruto makin geram. Dari tadi pembicaraan ini benar-benar mengganggunya.

"Apa maksud mu tuan. Menginginkan? Jangan samakan kami dengan barang" geram Naruto.

"Ah aku tahu-aku tahu. Maaf nak. Aku tak biasa bicara dengan keluarga terhormat seperti kalian" balas Obito sambil menatap Minato penuh ejek.

"Maaf karena kami harus menjadi keluarga terhormat. Tuan Obito" balas Minato sambil memejamkan matanya menahan emosi.

Terhormat yang dimaksud Obito mengarah pada adat sopan santun yang Minato ajarkan pada anak-anaknya selama ini. Keluarga Namikaze sangat terkenal dengan keramahan dan kesopanan serta keceriaan mereka. Sangat berbeda 180 derajat dengan para Uchiha yang dingin dan terkenal kejam.

Fugaku dan Mikoto hanya mampu menenangkan amarah Minato. Sungguh Minato yang sedang mengamuk cukup menakutkan. Mereka tak ingin pertemuan keluarga ini menjadi kacau.

"Sudahlah. Sudah-sudah" Mikoto berusaha meredam suasana yang tiba-tiba menegang.

Ceklek!

Pintu kembal terbuka menampilkan dua sosok pria. Yang satu sangat pucat dan agak mirip sasuke dan yang satunya lagi pria tinggi seumuran Itachi munggkin lebih tua dua atau tiga tahun dari Itachi yang memakai masker yang menutupi seluruh wajahnya kecuali salah satu matanya.

"Maaf terlambat" ucap pria bermasker.

Naruko bergidik ngeri saat melihat laki-laki pucat yang mirip Sasuke. Sementara Sasuke sendiri hanya menatap malas tapi menyembunyikan kekesalannya.

"Jangan macam-macam atau kupatahkan tangan dan kaki mu" ancam Sasuke saat Sai-lak-laki yang mirip Sasuke- mendekat hendak duduk di sebelah Naruko.

"Ah~ seperti biasa. Sangat protektif, tuan Uchiha" balas Sai datar dan kembali ketempatnya di sebelah kakaknya dan Obito.

"See, Madara-nii, tak ada alasan untuk menghukum para Namikaze" ucap Obito senang dengan tingkah anaknya.

"Hn, sepertinya menarik" ucap Madara ambigu.

"Lalu?" tanya Kakashi –pria bermasker yang datang bersama Sai– datar.

"Apa?" tanya Madara dengat sebelah alis terangkat.

"Kau mengganggu ku dan menyuruhku datang kemari tapi tak ada hal yang menarik sedikit pun" ucap Kakashi ketus. Ia paling tak suka hari-harinya di ganggu. Sangat tak suka.

Terlebihlagi jika gangguannya adalah hal yang tak ada hubungannya dengannya.

"Hahaha seperti biasa. Ahn benar. Aku punya sesuatu yang menarik untuk mu." Balas Madara.

"Maid, tunjukan Kakashi hadiahnya" ucap Madara pada maid di belakangnya.

"Baik. Mari tuan Kakashi" ucap maid itu pelan. Kakashi berdecak. Tapi ia menurut saja. Mengikuti maid yang tadi di suruh oleh pamannya.

"Wah kali ini apa yang dilakukannya untuk mu paman" Itachi penasaran.

"Ah aku tidak memintanya melakukan apapun, hanya memberikan sesuatu yang sudah seharusnya miliknya" ucap Madara penuh arti.

"ho~, lalu bagai mana dengan ku?" balas Itachi lagi.

"Hn kau sudah bekerja keras juga. Kemajuan rumah sakit UCHIHA CORP sangat bagus di tangan mu dan kakashi. Baiklah aku akan membuat pesta pernikahan untuk kalian " balas Madara penuh arti membuat dua bocah pirang dan Sasuke serta yang lainnya terbelalak kaget bahkan Obito yang sedang minum pun tersedak kaget. Tentu saja ada maksud lain dibalik kebaikan Madara itu. Itu semua terlihat sangat jelas di wajahnya. XP

"Yang benar saja, kau akan membuat pesta? Mempublikasikan hubungan mereka?" Obito terheran-heran.

"Yah seperti yang kau bilang tadi. Bukankah akan lebih baik menikahkan semua Namikaze dengan para Uchiha?. Ini akan menjaga keutuhan klan kita bukan ?" ucap Madara mengingatkan.

"Tapi Madara-nii, kenapa harus ada pesta?. Apa maksudnya itu?" Obito bingung.

"Nah kau tidak perlu khawatir. Dan satu lagi.." Madara menggantung kalimatnya.

"Kakashi dan Itachi akan punya waktu yang sama" lanjut Madara membuat semua yang hadir disana membelalakan mata.

"A...a..apa.. maksud mu Ma..Madara" Fugaku terbata-bata. Yah sekalipun ia kaget mengenai rencana Madara tapi yang satu ini lebih mengagetkan. Setahunya seluruh anggota klan calon pengantin Kakashi termasuk calonnya itu telah terbunuh dalam sebuah penyerangan dari klan saingan mereka beberapa tahun lalu.

"Emh, kalian akan lihat nanti" balas Madara. Para Namikaze-kecuali Minato- hanya diam tak mau banyak terlibat.

"Apa kita sudah selesai? Aku ada urusan" Sasuke mengeluarkan suaranya.

"Ah.. ya aku ingatkan kalian semua. Untuk seminggu ini tidak ada satupun dari kalian yang boleh meninggalkan kediaman ku" jawab Madara.

"Eh?" Naruto dan Naruko kaget.

"Mana bisa begitu? Arrrggghhh aku ada janji dengan Garra untuk pergi hunting " protes Naruto dengan suara cemprengnya.

"A..aku juga. Mana bisa aku membatalkan janji berkumpul bersama Naru-nii dan Garra-nii " timpal Naruko.

Para Uciha yang tak terbiasa dengan orang-orang berkepribadian ramai dan over macam Naruto-Naruko hanya tersenyum tipis, senang ada suasana baru di tengah-tengah Uchiha yang notabene keluarga yang tak mengenal senyum.

"Ha-ah Naruto, Naruko ayo kembali ke kamar kalian" Kyuubi menggiring kedua adiknya keluar ruangan. Madara hanya mangut-mangut melihat kelakuan para Namikaze muda itu tentunya dengan senyuman yang sulit diartikan apa. Melihat Madara, Minato jadi memikirkan sesuatu dalam pikirannya. Jelas itu hal serius untuknya. Sangat terlihat dari aura yang tiba-tiba berubah dari tubuh Minato.

"Madara-Nii jadi apa keputusan mu berikutnya" Mikoto yang sedari tadi hanya diam akhirnya bersuara.

"Untuk saat ini baru diputuskan pernikahan Kakashi dan Itachi-Kyuubi saja dulu" jawab Madara.

"Hn, tapi siapa calon untuk Kakashi?" Itachi penasaran. Sempat ia berfikir bahwa Madara akan menyuruhnya berbagi Kyuubi dengan Kakashi. Itu MENGERIKAN bukan?. Itachi pasti akan ngamuk jika fikirannya itu benar.

Sementara itu baru dibahas orang yang dimaksud sudah ada di belakang Madara.

Plakk!

Kakashi menampar pundak Madara.

"Astaga" keluh Madara kaget. Begitupun yang lainnya.

Kakashi kemudian membungkuk memberi hormat pada Madara.

"Arigato paman, ini hadiah yang sangat berharga" ucap Kakashi pada Madara.

"Aigo, Kau suka?" tanya Madara .

"Sangat" balas Kakasi sambil berjalan menuju pintu. Ia menarik seseorang masuk ke ruangan tersebut.

Semua mata yang melihat orang yang dibawa kakashi sangat-sangat terkejut melihatnya.

"Astaga. Hari ini sudah berapa kali aku terkejut" ucap balas oleh anggukan dari Fugaku, Mikoto dan Minato

"Selamat Malam" ucap pria berrambut agak jabrig dan di ikat lengkap dengan luka memanjang di hidungnya.

"Yo, aku heran nyawamu sangat banyak. Iruka-Senpai" jawab Itachi dengan senyum simpulnya. Untunglah pikirannya itu salah XD. Khekhekhekhe.

~Kamar para Namikaze di mansion Uchiha Madara~

Malam semakin larut. Sebuah ruangan besar dengan tiga queen (nah-nah nulis queen itu yang benar bagai mana sih? Apa 'queend' atau 'queen'? XP) size bed di dalamnya dan ruang kamar mandi di sebelah kanan serta sofa dan LCD tv di sisi kiri juga long slide window yang menjadi pemisah antara kamar itu dengan halaman di depannya. Lantai tiga. Kamar mewah itu ada di lantai tiga.

"Kyuu-nii, benar-benar akan menikah huh" ucap Naruto tak percaya.

"Mau bagaimana lagi?" timpal Naruko yang membaringkan dirinya di sebelah kembarannya.

"Oy Naruko pindah ke kasurmu sendiri. Dan berhentilah mengulang kata-kata yang sama berkali-kali" kesal Kyuubi.

"Biarkan dia disini Kyuu, dia masih perlu menenangkan otaknya karena kejadian hari ini" balas Naruto sembari memeluk Naruko yang sudah memeluknya lebih dulu.

"Baka" jawab Kyuubi yang akhirnya memutuskan untuk tidur di sebelah Naruto juga.

"Kita tetap bersama kan?" lirih Kyuubi.

"Hm, akan selalu bersama" balas Naruto di tambah anggukan setuju Naruko yang tak dapat Kyuubi lihat tentunya.

"Jangan sembunyikan apapun dari ku. Aku tetap kakak kalian" Kyuubi mendekatkan tubuhnya pada Naruto yang masih memeluk Naruko.

"Hn" jawab kedua surai pirang bersamaan.

"Oyasumi"

"Oyasumi"

Clek!

Pintu terbuka. Menampakan surai reaven berwajah stoic yang melangkah memasuki ruangan para Namikaze muda. Dia –Sasuke– duduk di tepian kasur yang di tempati ketiga Namikaze. Megusap pelan surai kuning Naruto dan Naruko . surai merah ke oranyean di ujung kanan Sasuke merintih pelan dan terbangun.

"Apa yang kau lakukan Uchiha" ucap Kyuubi ketus.

"Hn, pindah ke kasur mu sendiri Kyuu" Sasuke malah memerintah Kyuubi.

"Naruto belum minum obat seharian ini. Aku akan mengganti perbannya juga" lanjut Sasuke menjelaskan tujuannya disini. Kyuubi hanya mendecih dan pindah ke kasur sebelahnya.

"Apa luka Naruto masih parah?" tanya Kyuubi.

"Tidak terlalu." Jawab Sasuke singkat. Kyuubi mengangguk. Berbaring dan memperhatikan apa yang akan dilakukan Uchiha bungsu.

"Naruko" panggil Sasuke lembut.

"Hnn~" gumam Naruko masih memejamkan matanya setengah tertidur.

"Ne, Sasuke.. salahkah aku jika menganggap mu seperti ibu mereka berdua" ucap Kyuubi penuh ejek.

Sasuke menatap Kyuubi sinis. Tak suka disamakan dengan ibu-ibu. Jelas saja. Dia ini laki-laki. Dan dia seorang seme. Kyuubi terkikik mendapati reaksi Sasuke.

"Berisik Kau" kesal Sasuke. Ia takmau berlama-lama menggubris Kyuubi. Sasuke mengangkat tubuh Naruko dan memindahkannnya ke kasur dimana Kyuubi berada.

"Hei.. kenapa ia dipindahkan ke sini?" protes Kyuubi.

"Itu kasurnya Kyuu. Kasurmu yang itu" jawab Sasuke seraya menunjuk ke arah kasur yang tak ditempati.

"Ha-ah.. terserahlah aku ngantuk" balas Kyuubi tak peduli ini kasur Naruko atau dia. Yang penting tidur. Begitu pikirnya.

Sasuke kembali ke ranjang Naruto setelah mengusap pelan surai Naruko yang sempat terbangun karena keributan kecilnya dengan Kyuubi tadi.

Srek! Slick! Lift! Set! Set!

Sasuke sibuk membongkar pasang perban di pinggang Naruto. Sementara si empunya badan hanya menurut setengah ngantuk tak mau berlama-lama membuka mata. Selesai dengan perban Naruto, Sasuke mencubit pelan pipi Naruto dan memakaikannya piama yang tadi sempat dilepaskannya dari tubuh Naruto.

Sasuke tersenyum untuk sepersekian detik.

Dimana tak pernah ada yang menyadari senyuman di wajah Sasuke yang langka itu –kecuali si kembar tentunya. Tapi sayang sekali ada yang menyadari itu.

"Ha, kau bisa tersenyum juga. mengejutkan" ejek Kyuubi yang tentu saja ruby merah ke oranye-annya berhasil menangkap senyuman langka sang Uchiha bungsu.

"Tsk" Sasuke hanya berdecak dan membaringkan dirinya di samping Naruto. Memakai selimut dan memeluk Naruto dari belakang. Menyusul sang Namikaze tercinta yang sudah berkali-kali ngedate bahkan berciuman dengannya tapi status mereka masih saja belum jelas bahkan hingga saat ini.

Salahkan Naruto yang selalu diam tak merespon apapun yang dilakukan sang seme. Bahkan menjawab pertanyaan cintanya pun tidak. Oh Naruto. Bagaimana bisa kau mengacuhkan sang Uchiha bungsu?.

"Hei~ itu adik ku . dan ancamanku sebulan yang lalu masih berlaku Sasuke" ucap Kyuubi penuh penekanan.

Tapi sayang Sasuke tak mengubris nya. Kyuubi menggeram kesal karena terus diacuhkan. Dia akan bangkit dan menyerang Sasuke ketika tubuhnya ditarik Naruko untuk kembali tidur.

"Kyuu-nii kau berisik. Nanti Naru-nii bangun dan siap-siap saja menerima omelannya" ucap Naruko masih dengan tangan yang menahan gerakan sang kakak.

"Cih" dengus Kyuubi.

Tidak. Kyuubi tidak takut pada adiknya. Tapi mengingat kondisi sang adik saat ini jelas ia tak mau membuat masalah. Maka ia pun tidur dan memendam kekesalannya dalam hati.

Sementara itu senyum tipis terlukis di wajah Naruto. Yah dia mendengarkan semuanya. Tapi tak berbuat apa-apa. Posisi Naruto yang membelakangi Sasuke memudahkannya untuk tak ketahuan bahwa sedari tadi ia senyam-senyum karena tingkah kakaknya dan Sasuke.

Tobicontinued~


Okeh, sampe sini masih belum ada lemonan sama sekali. Masih full of romance. Di chapter selanjutnya –aku kasih bocoran ya. Akan ada peristiwa yang membuat pernikahan Kyuubi dan Itachi serta sepupu Itachi di publikasikan oleh Madara uchiha. Nah pertanyaan ku adalah adakah diantara kalian yang mau lemonan itakyuu dan kaka-*rahasia* ga? XD. Mengingat aku ga terlalu menunjukan mereka banget di ffn ku yang satu ini.

Well thanks for all and don't forget R&R prety please. J see you~