Opening Despacito Versi Naruto.
By : Vallyant Sayoga.
Play!
Ai
Yoi!
Blewah!
Oh
Oh no
Oh
Heiye~!
1.. 2.. 3
Go!
Shi
Tsunade-Hiruzen-Sakumo hatake
Danzo-Jirobou-Gari-Omoi
Blewah!
Lee
Haku-Sarada-Kagura-Ukitake
Sumire-Okisuke-Motoi
Oh
Fuu-Gaara-Roshi-Dan Kato- Dadoi-Metal
Ranka-Yugao-Hagoromo-Hidan
Inojin-Yamato-Ensui Nara-Jugo
Oh, yeah
Za, Zabuza-Obito-Santa Tokuma
Tonbo-Mitsuki-Ittan-Hashirama
Kurenai-Temari-Nono-Pain- Kabuto
Gai Maito
Han-Neji-Killer Bee-Chouji- Tenten-Ino
Shizune-Hiashi-Sasori-Raido
Konohamaru-Suigetsu-Rin-Kankurou
Dai Maito
Deidara-Itachi-Kisame-Yahiko
Karui shikamaru zetsu choujuro
Sasuke-Muu-Anko-Udon- Kimimaro
Oppai, oppai, oppai
Biggest Oppai!
Ao-Ashura-Nagato-Ameyuri ringo
Kidoumaru-Utakata
Yurui jinin Akebino
Akebino, Akebino Baby!
Mifune-Momoshiki-Kurotsuchi- Boruto
Hanzo-Yagura-Sai-Chiyo
Yugito Nii-Torune-Shiho
Matatabi-Katsuyu-Son Goku
Mangetsu-Enma-Kokuo
Moegi-Iruka-Umino
Zaji-Baki-Isago
Mei Terumi-Konan-Gamahiro-Iwabe-Tonton
Tobirama-Kiba-Akamaru-Kiri-Tonton
Kurama-Himawari-Rokudaime Hokage
Shino, Shino, Shino
Choza-Sodaime-Raikage
Shirakumo-Shima-Nidaime Mizukage
Shukaku-Yondaime Kazekage
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Hinata Hyuga
Manda-Gamabunta
Sakon Ukon, Tayuya
Madara Uchiha
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Hanabi Hyuga
Shikadai Nara
Hamura-Chocho
Hana Inuzuka
A
Gai Maito
Han-Neji-Killer Bee-Chouji-Tenten-Ino
Shizune-Hiashi-Sasori-Raido
Konohamaru-Suigetsu-Rin-Kankurou
Dai Maito
Deidara-Itachi-Kisame-Yahiko
Karui-Shikamaru-Zetsu-Choujuro
Sasuke-Muu-Anko-Udon-Kimimaro
Oppai, oppai, oppai
Biggest Oppai!
Ao-Ashura-nagato-Ameyuri Ringo
Kidoumaru-Utakata
Yurui Jinin Akebino
Akebino, Akebino Baby
Mifune-Momoshiki-Kurotsuchi-Boruto
Hanzo-Yagura-Dai-Chiyo
Yugito Nii-Torune-Shiho
Dai Maito
Deidara-Itachi-Kisame-Yahiko
Karui-Shikamaru-Zetsu-Choujuro
Sasuke-Muu-Anko-Udon-Kimimaro
Jiraiya~
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Kidoumaru-Utakata
Yurui Jinin Akebino
Akebino, Akebino Baby
Minato, Minato
Sakura Haruno
Ibiki Morino
Naruto, Naruto
Hanzo-Yagura-Sai-Chiyo
Yugito Nii-Torune-Shiho
Blewah!
Gai Maito~
End!
Disclamer : Naruto HighSchool DXD.
Summary : memperkosa bukanlah mauku, berbuat cabul bukanlah yangku mau, dan bermaksiat bukanlah keinginan ku, tapi mereka yang memaksaku! Tolong kalian camkan itu!
Genre : Romance, Humor, General, Parody, Drama, Dll.
Rating : M (Super duper asem)
Pair : Naruto x Harem.
Age : Naruto 17 thn.
Normal Pov Now!!!
Senin 06.30 AM.
Matahari mulai malu-malu, memunculkan dirinya dari ufuk timur.
Dan cahaya matahari tersebut memasuki sebuah kamar, yang didalamnya ada 2 orang berbeda gender, yang sedang tertidur terlelap.
Dan cahaya matahari tersebut, mengenai wajah 2 orang bergender tersebut, dan membuat mereka terbangun dari tidur nyenyak mereka.
Sang laki-laki yang pertama bangun, menduduki dirinya, diikuti dengan bangunya si perempuan.
Merakapun menguap, setelah menguap mereka saling pandang satu sama lain.
"Ohayou Naru-nii!"
Ucap Si Perempuan, yang diketahui adalah Naruko, kepada kakaknya yaitu Naruto.
"Ohayou mo Naruko."
Jawab Naruto agak sedikit lesu.
"Naru-nii kenapa? Kok gak semangat?"
"Aku lelah karena permainan kita kemarin."
"Mou! Naru-nii! Jangan mengingat-ingat itu lagi! Aku malu tau!"
Ucap Naruko sambil bersembunyi dibelakang bahu Naruto, untuk menutupi wajahnya yang memerah, dan memukul kecil bahu Naruto.
"Tapi kau suka kan?"
Tanya Naruto sambil menyeringai.
"Ti-tidak! Aku tidak suka! Kau tau, saat kau memasuki penismu kedalam vaginaku, rasanya seperti tersayat pisau tau!"
Ucap Naruko merajuk sambil memalingkan wajahnya, melipat kedua tanganya dan memanyunkan bibirnya.
Sedangkan Naruto hanya terkekeh pelan, karena melihat adiknya merajuk, yang membuatnya bertambah imut, dan sedikit kasihan, karena Naruto sudah merebut keperawanan, adik polosnya tersebut.
"Maaf aku ya Naruko."
"Hmp!"
Naruko masih tetap merajuk, sedangkan Naruto sedang memikirkan cara agar adiknya, bisa memaafkan dirinya, bisa bahaya jika adiknya, mengadu kepada orang tuanya.
'Ayo! Naruto! Fikir! Fikir!'
Batin Naruto berusaha, mencari jalan keluar untuk membujuk adiknya.
'Ah!'
Entah dari mana, lampu tiba-tiba berada diatas kepala Naruto :v.
"Ne Naruko, bagaimana kalau aku turuti kemauan mu dalam seminggu, mau tidak?"
Tawar Naruto, Naruko yang mendengar perkatan kakaknya, langsung menghadap kakaknya dengan wajah berbinar-binar, dan lansung memeluk tubuh sang kakak, sampai terjatuh tertidur.
"Benar ya Naru-nii! Janji ya?!"
Tanya Naruko sambil melepaskan pelukannya pada Naruto, dan menjulurkan jari kelingkingnya, pada Naruto.
Naruto benar-benar gemas, kepada adiknya ini, Narutopun menautkan jari kelingkingnya, pada jari kelingking Naruko.
"Aku janji."
Jawab Naruto sambil tersenyum, dan Naruko membalas senyuman Naruko.
Naruto mengalihkan pandangannya pada jam dinding, matanya membola taatkala melihat jam dinding mengarah pada jam 06.35.
"Apa?! Sudah jam segini?! Ayo cepat mandi Naruko! Kita sudah terlambat sekali!"
Sambil melompat dari kasurnya, dengan keadaan telanjang bulat.
"Terlambat apa Naru-nii?"
Ucap Naruko sambil memiringkan kepalanya.
"Ya terlambat sekolahlah! Memang apa lagi?!"
"Naru-nii pikun ya? Kan sekarang hari libur nasional tau."
"A-apa?!"
Naruto berjalan menuju kalender, saat ia melihat kalender, ternyata benar hari ini libur nasional.
"Benar juga, kenapa aku bisa lupa ya?"
"Naru-nii'kan orangnya memang suka lupaaa hehehe."
Naruko tertawa kecil setelah mengejek kakaknya.
"Oh begitu ya... kalau begitu aku tidak akan mengabuli permintaanmu, selama seminggu."
Ujar Naruto bersedekap dada.
"Ja-jangan Naru-nii! Kau kan sudah janji! Naru-nii orangnya pengingkar janji! hmp!"
Naruko cemberut lagi.
"Iya-iya, aku hanya bercanda kok. Kalau begitu aku mandi dulu."
Tiba-tiba suara Naruko menghentikan langkah Naruto, yang sedang berjalan dikamar mandi.
"Naru-nii aku ingin mandi, bersama Naru-nii."
"Apa? Kita'kan sudah besar Naruko, masa kita mandi bersama?"
"Pokoknya aku ingin mandi, bersama Naru-nii! dan gendong aku sampai kamar mandi, ini permintaanku yang pertama."
"Kau'kan punya kaki Naruko, kenapa kau jadi manja begini sih?"
"Bukanya aku manja! Tapi..."
Naruko menghempaskan selimut, yang menutupi daerah selangkangannya.
Naruto mematung karena melihat darah yang sangat banyak, berada tepat diselangkangan Naruko, Naruto yakni itu adalah darah keperawanan Naruko.
"Aku tidak bisa berjalan dengan benar, karena vaginaku rasanya sakit sekali Naru-nii."
Ucap Naruko lirih.
Naruto mendengar perkataan sang adik, benar-benar merasa bersalah, dan sekarang dia berjanji akan menuruti semua kemauan Naruko, apapun itu.
"Baiklah..."
Naruto langsung menghampiri Naruko, dan langsung menggendong tubuh sang adik ala bridal style, dan membawanya kekamar mandi.
Saat tiba dikamar mandi, Naruto langsung membaringkan tubuh Naruko diatas Bathtub, dan mengisinya dengan air hangat, dan memasukan 3 tutup botol sabun cair, dan mengaduknya agar tercampur dengan air hangat.
Setelah tercampur Naruto, ikut menyebur kedalam bathtub tersebut.
Naruto dan Naruko, melakukan aktifitas mereka masing masing, seperti menyabuni badan mereka, dan berkeramas.
Naruko yang melihat tubuh atletis sang kakak, entah kenapa ada sesuatu yang memanas didalam tubuhnya.
Tanpa sadar Naruko mengelus pelas vaginanya, untung ada air yang menutupinya, kalau tidak Naruto bisa melihat.
"Ssshhhh~"
Desis Naruko pelan saat mengelus vaginanya, tapi masih didengar oleh Naruto.
"Kau kenapa Naruko?"
Tanya Naruto, sedangkan yang ditanya panik, karena kegep :v.
"Ti-tidak a-ada apa-apa!"
Ucap Naruko gelakapan, sedangkan Naruto mengangkat bahunya, pertanda ia tidak peduli.
Tiba-tiba Naruko berucap.
"Naru-nii..."
Ucap Naruko lirih.
"Apa?"
"Tolong sabuni tubuhku."
Naruto yang mendengar perkataan sang adik, tidak bisa berkata apa-apa lagi, kenapa adiknya lebih manja sekarang?
"Baiklah."
Mau bagaimana lagi, Naruto harus menuruti kemauan Naruko selama seminggu, kalau tidak dia akan dicap kakak, yang tidak bertanggung jawab.
Naruko langsung membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Naruto, dan Naruto langsung menggosok tubuh Naruko, daerah awal adalah pundak Naruko, dan kebagian belakang tubuhnya, langan dan perut, dan terakhir paha Naruko.
Naruko entah kenapa saat Naruto, mengosok pahanya dia meninginkan vaginanya yang digosok.
"Naru-nii..."
"Apa lagi sih Naruko?"
"To-tolong gosok vaginaku, dan dadaku juga."
"Eh?!"
Naruto benar-benar tidak percaya, apa yang dikatakan adiknya ini.
Adiknya yang polos dan lugu, berubah menjadi Nakal :v.
Bibir Narutopun menyeringai kecil, dan Naruto mulai nelancarkan aksinya yaitu, mengosok pelan vagina, dan meremas pelan oppai Naruko.
"Aahhh~ aaahhh~ Naruhh~ niihhh~ aahhh~"
Perlahan namun pasti, gosokan Naruto pada vagina Naruko, perlahan menjadi kocokan.
"Kyyyaahhh~! Na-naruhh~! Niiihhh~! Aahhh~! Aaahhh~!"
Narukopun mendesah lebih keras, karena perilaku kakaknya.
jari Naruto mulai memasuki liang sangma milik Naruko, dan mengocoknya dengan kencang.
"Aahhh~! Naarruuhhh~! Niiiihh~! Aahhh~! Aakhhh~!"
Remasan dada Naruko juga semakin menjadi-jadi.
Dan Naruko merasakan vaginanya ingin menyembur lagi.
"Naaarruuhh~! Niiihh~! Aaahhh~! Aakkuuhh~! Keluuuaarrhh~! Kyyyaahhh~!"
Croot!!! Croot!!! Croot!!!
Tubuh Naruko terkulai lemas, dan ambruk diatas dada bidang Naruko.
Naruto mendekatkan wajahnya ketelinga Naruko, Naruto ingin membisikan sesuatu.
"Sepertinya adikku yang polos, sekarang menjadi nakal."
Naruko yang mendengar bisikkan sang kakak, hanya bisa merona malu.
"Aku duluan dulu ya, Naruko."
Cup
Ucap Naruto sambil mencium pipi kanan Naruko, dan beranjak keluar kamar mandi, meninggalkan sang adik, yang mematung dengan wajah memerah.
Skip Time.
Saat ini tokoh utama kita yaitu Naruto, sedang berada dialaun-alun kota kuoh, duduk disalah satu kursi taman, ia sedang menikmati sejuknya angin senin kota kuoh, dengan sekaleng soda digenggamannya.
Dia teguk minuman kaleng soda tersebut sampai habis, dan ia melemparnya kesembarang arah.
Ia kemudian ingun beranjak dari kursi taman tersebut, namun suara menghentikan langkahnya.
"Yo Naruto-kun!"
Naruto yang ingin tau siapa yang memanggilnya, menoleh kebelakang.
"Sirzech, Grayfia?"
Ternyata yang memanggilnya temanya, yang sedang menggandeng kekasihnya.
"Naruto boleh aku minta bantuanmu?"
"Kau sedang berpacaran saja, meminta bantuanku, memang kau meminta bantuan apa sih? Membantumu bercinta dengan kekasihmu?"
Tanya Naruto menyeringai jahil, sedangkan Sirzech memberi tatapan membunuh, dan Grayfia merona malu.
"Ck, bukan, tapi aku meminta bantuanmu untuk menemani Rias-chan, bermain PS dirumahku, awalnya aku ingin menemaninya, aku sedang berkencan, aku minta tolong ya."
"Kalau aku bukan temanmu, aku sudah menolaknya."
Ucap Naruto dengan tatapan bosan.
"Kau baik sekali Naruto-kun! Kalau begitu aku pergi kencan dulu ya!"
Sirzech dan Grayfia, pergi meninggalkan Naruto.
Naruto yang melihat temanya pergi berkencan, hanya memberi tatapan bosan.
Dan Naruto pergi kerumah Sirzech, untuk melaksanakan tugas temanya.
Skip Time.
Narutopun sudah sampai didepan rumah keluarga Gremory, dan samar-samar ia mendengar tangisan anak kecil dari dalam rumah.
"Hiks... Sirzech-nii jahat hiks... hiks... katanya dia ingin main bersama Rias, tapi hiks... dia malah pergi hiks..."
Ternyata Rias yang sedang menagis dipelukan kaki Vanelana, dan Naruto yang mendengar tangisan Rias langsung memencet bel rumah, untuk masuk.
Ding! Dong!
"Cup, cup, Sudah jangan menagis lagi, ada yang bertamu tuh, bukain gih."
Ucap Venelana sambil menenangkan sang anak bungsunya, dan Rias mendengar perintah sang ibu, melepas pelukanya dari kaki ibunya, dan melngkah menuju pintu, saat menbukakan pintu mata Rias langsung berbinar-binar.
"Naru-nii!!!"
"Yo! Katanya ada yang ingin bermain PS bersama?"
"Iya Naru-nii! Ayo kita main PS!!!"
Rias langsung menarik tangan Naruto, menuju kamar Sirzech.
Skip Time.
Saat sudah dikamar Sirzech, Naruto dan Rias langsung bermain PS4 milik Sirzech, dan yang mereka maini adalah Menma Shippuden.
"Wah! Ini game terhebat yang pernah kumaini! Aku akan pakai karakter perempuan!"
"Kalau begitu aku akan memakai karakter laki-laki."
Saat sudah memilih karakter, permainanpun dimulai.
"Ayo Naru-nii! Kalahkan karakter Rias!"
Ucap Rias bersemangat.
"Oh! Jadi kamu menantangku ya, baiklah akan aku, kalahkan kamu!"
Pertarunganpun dimulai, pertarungan melempar shuriken, dan mengeluarkan juruspun dikeluarkan, dalam game tersebut.
"Ayo Naru-kun, bersemangatlah!"
Entah bagaimana ceritanya Venelana tiba-tiba disamping Naruto, yang lebih mengejutkan lagi adalah, penampilan Venelana berubah 90 drajat dari yang tadi.
Yang tadi hanya memakai daster berlengan panjang berwarna putih, berok panjang berwarna hitam, tapi sekarang memakai baju tanpa lengan berwarna hitam, dan celana pendek berwarna biru tua, mungkin itu tidak bisa dikategorikan sebagai celana pendek, karena ukuranya hampir sama seperti celana dalam.
Naruto yang melihat penampilan Venelana, hanya bisa menelan ludah susah payah, apa lagi pada dadanya yang terbilang sangat besar tersebut.
Mata Naruto membola taatkala melihat kedalam kaus Venelana, yang sedikit longgar, bahwa Venelana tidak bra.
'Ba-chan tidak memakai bra?!'
Venelana terkikik genit, karena dia tau kalau Naruto, sedang melihat kearah dadanya.
"Naru-kun melihat apa hayo?"
Tanya genit Venelana, Naruto yang kegep sedang memperhatikan oppai Venelana, langsung mengalihkan pandanganya kegame.
"Ti-tidak."
Ucap Naruto dengan wajah merona malu.
Venelana mendekatkan wajahnya ketelinga Naruto.
"Kamu terangsang ya? Naruto-kun."
Ucap Venelana sambil menjilat kuping kanan Naruto.
"Aahhh~ Ba-ba-chan~ jangan sekarang ada Rias, Ba-chan aahhh~"
Ucap Naruto sambil mendesah.
"Sshhh~ kalau kamu jangan berisik, kita gak bakal ketahuan."
Venelana mulai melancarkan aksinya, dia mulai membuka resleting celana jeans Naruto, dan menurunkan celana dalamnya, dan berdiri tegaklah penis Naruto yang besar.
Tanpa babibu lagi Venelana mengoral penis Naruto, tanpa ampun.
"Aakkhh aahhh aaakkkhh Bahh-chhanhh aakhh."
Desah pelan Naruto, karena dia tidak mau ketahuan Rias, dan Venelana malah mampercepat kulumanya pada penis Naruto.
"Ayo Naru-nii! Keluarkan jurusnya!"
Ucap Rias bersemangat tanpa mengalihkan pandanganya pada layar tv.
"Ah Ba-baik Rias."
'Shenpou : Chou Oudama dama Rasenbarenggan!'
Suara jurus dalam game tersebutpun terdengar, untung volume suaranya besar, jadi Rias mendengar desahan Naruto.
Venelanapun mempercepat, kuluman tanpa peduli desahan Naruto.
Naruto sudah tidak tahan, dengan sesuatu yang akan keluar dari tadi.
"Aakkhh! Aaakkhh! Baahh-chhanh! Aakkhhu! Keluuuaarrhh!"
Crooot!!! Crooot!!! Crooot!!!
Venelana langsung saja meminum semua sperma Naruto.
"Yeey!!! Aku menang!!!"
Ucap Rias kegirangan, karena mengalahkan Naruto dan memenangkan gamenya, sedangkan Naruto sedang mengatur nafasnya yang memburu setelah berejakulasi.
"Rias! Main yuk!"
"Rias-chan teman-temanmu, nyamper tuh, main sana."
"Baik Kaa-chan!"
Riaspun pergi keluar rumah, untuk bermain bersama teman-temanya.
Dan tinggallah Venelana, dan Naruto.
"Nah! Akhirnya tidak ada orang! Bagaimana mau dilanjutkan?!"
"Ba-chan tadi itu ekstrim sekali."
"Tapi kamu sukakan Naru-kun~"
Ujar genit Venelana sambil mengocok penis Naruto.
"Aahh! Iya aku suka aahhh! Ba-chan."
Venelana langsung saja melepas seluruh bajunya dan Narutopun membuka bajunya juga, Venelana langsung mengulum penis Naruto lagi, tapi 2x lebih cepat, membuat Naruto mendesah lebih kencang.
"Aakkkhhhh! Baahhh-chhhanhh! Pelaaahhn-pellaaahn! Baa-chhann!"
Venelana kulumanya dan mengocoknya pelan penis Naruto lalu menatap Naruto.
"Bagiamana Naru-kun? feels good?"
"Ah ah.. fantastis... Ba-chan... lanjutkan lagi."
"Hmm.. baiklah."
ucap Venelana lalu mempercepat kocokan di kejantanan pria tersebut.
Naruto pun menutup matanya saking nikmatnya.
"Aaahh! Baah-chaan! Aakkhhhh!"
desah Naruto semakin menjadi.
Tetapi beberapa detik kemudian, Venelana mengehentikan kegiatannya.
"Mengapa berhenti?"
tanya Naruto heran dan agak kecewa.
"Aku tidak ingin kau mengeluarkannya lebih dulu Naru-kun, aku juga ingin puas."
Ucap Venelana, Naruto pun mengerti dan tersenyum lalu mengecup bibirnya singkat.
Naruto kini menindih Venelana mencium bibirnya agak lama turun... mengemut oppai Venelana.
"Aahhh~! Aahh~! Aaaahhh~! Naarruuhh~! Aahhh~!"
Dan Beberapa tetes air susu, yang jatuh kelantai.
Dan turun lagi... dan menjilat vagina Venelana, dan menghisapnya.
"Kyyyaahhh~! Aahhh~! Ahhh~! Aakhhh~!"
Naruto menghisap vagina Venelana dengan rakusnya.
Dia gunakan lidahnya untuk mengeksplorasi liang vagina Venelana.
Sesekali, Naruto memainkan klitoris Venelana dengan jari telunjuk kanannya.
"Aakkhhh~! Aakhhh~! Aahhh~! Naruhhh~! Aaahhh~!"
Setelah dimainkan oleh Naruto selama 7 menit, vagina Venelana pun bergetar.
Tubuh Venelana menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan
"Ssssttt~! Naru-kuuunnh~! Akuuu~! keluuuaaarrrh~!"
Croot! Croot! Croot!
Cairan putih menyebur dalam jumlah banyak, keluar dari vagina Venelana.
Narutopun tengah menikmati, cairan cinta Venelana, yang menyembur diwajahnya, dengan mencolek-colek cairan tersebut, dan memasukannya kedalam mulutnya.
Setelah melahap habis cairan cinta Venelana, Naruto mempersiapkan kejantanannya di depan lubang kehangatan Venelana dan menggesek - gesekkan kejantanannya di bibir vaginanya Venelana yang membuat kedua-duanya merasakan nikmat.
"Ba-chan... Kau siap?"
"Lakukanlah.."
jawab Venelana meyakinkan lalu tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Naruto untuk bersiap - siap.
"Baiklah... kalau sakit bilang ya."
Venelana mengagguk dan Naruto mulai memasukkan kejantanannya kedalam kewanitaannya.
"Aaaahhhh~! aaahhhhhh~! Naruhhh~!"
rintih Venelana keras ketika batang besar sedang memasuki lubang kehangatannya, dan mau tidak mau ia menancapkan kuku - kukunya ke punggung Naruto, dan membuat Naruto merintih kesakitan, juga serta menadapat pijatan kuat di batangnya yang padahal masih belum sepenuhnya masuk.
"Aahhh Baahh-chan! kau sempit sekaliihh! Aahhh!"
Naruto mencoba menggoyang - goyangkan pinggulnya dan.
blesss
seluruh batangnya masuk kedalam kewanitaan Venelana.
Naruto pun mulai menggoyangkan pelan pinggulnya dan melakukan in-out disana.
"Aahhh~!;Nggghhhh~! ahhhn~! Naruhh~! lebihhh~! cepatt~! oohh~!"
Venelana tampak beradaptasi dengan permainan Naruto, dengan cepat Naruto menaikan tempo gerakan sodokannya.
Venelana pun juga ikut menggerakan pinggulnya tanda ia sudah menikmati permainan pria tersebut.
"Ngggghhhh~! Aahhhhh~! Naruuhhh~! Inihh~! Aahh~! menyenangkannhh~! ahh~!"
"Baaah-chanhh! kau sempit sekali!"
Kerena pijatan otot vagina Venelana terlalu keras, Naruto menaikan tempo gerakannya lagi dan membuat Venelana pasrah dan menikmatinya.
Gerakan In-out Naruto sudah tidak 'manusiawi', ia kini meremas payudara Venelana serta memainkan 'nipple'nya untuk mendapatkan pijatan lebih.
"Ngghaaahh~! Aahhh~! Naruhhh~! Aakhh~!"
Desahan Venelana kini juga sudah mulai kehilangan akal sehatnya.
Tetapi ia kecewa ketika Naruto mengehentikan kegiatannya.
Venelana menatapnya heran dan tiba tiba Naruto, menariknya kedalam pelukan dan memegang erat tubuh Venelana, sambil duduk lalu menuntun Venelana ke atas dan ke bawah.
"Aaahhhnn~!"
Venelana kini memegang pundak Naruto, agar bisa menggerakkan badanya lebih bebas dan mempercepat gerkannya.
Naruto yang kini memegang pinggang Venelana hanya diam dan melihat wanitanya tersebut melakukannya dengan agresif.
Ia tidak tahan melihat kedua bukit yang bergerak bebas dangan segera Naruto, melahapnya serta melumatnya.
"Aahhh~! Aaahhh~! Aahh~! Narruuuh~! Aahh~!"
Venelana memegang kepala Naruto lalu menariknya ingin meminta lebih.
Naruto yang sudah menghentikan kegiatannya tersebut kini berbisik kepada Venelana.
"Ganti posisi Ba-chan yang melakukannya."
Naruto kini berbaring terlentang dan Venelana duduk diatas pinggul Naruto dan kejantanan yang masih menancap di vaginannya.
Venelana kini melakukannya dengan ganas, ia melakukan naik turun dengan cepat dan sangat bernafsu serta mengelus perut dan dada bidang Naruto yang membuatnya nikmat.
"Baa-chhaan! akuuhh! akanhh! keluar! Aaakkkhhh!"
"Keluarlahhh~! bersamaan Naruhhh~! Aahhhnn~!"
Venelana kini menggerakan in-outnya dengan cepat dan akhirnya.
"Aaakkkhh! Baahh-chhaanh! AAAHHH!!!"
"Kyaaaaahhhhh~!!!"
CROOT!!! CROOT! CROOT!
Cairan cinta Naruto kini memenuhi rahim Venelana dan Venelana, juga mengeluarkan cairannya juga akhirnya meluber keluar karena tidak muat menampung seluruh cairannya.
Terlihatlah cairan bening dan putih yang melumuri pinggul Naruto.
Keringat - keringat mereka bercucuran habis menyelesaikan permainan panas mereka yang sangat menyenangkan namun melelahkan.
Venelana kini tergeletak lemas di atas tubuh Naruto dan kejantanan yang masih menancap.
Venelana memeluk Naruto dan Naruto pun juga begitu.
"Hosh.. hosh.. yang tadi hosh.. itu hebat.. Naruhh.. hosh.. besok hosh.. kita lanjutkan lagi yah hosh..."
"Pasti Ba-chan."
To Be Continue...
