Disclaimer : Naruto Belongs to Masashi Kishimoto
Title : Another Case
Rating : T – M (Mostly 'M')
Genres : Horror, Supernatural, Romance, Mystery, Drama, Friendship, etc
Pairing : Naruto X Fem. Sasuke (Satsuki)
Summary : Naruto merupakan seorang murid pindahan yang baru saja pindah ke kota Konoha. Tidak ada yang tahu jika dia mempunyai Six Sense. Pertemuannya dengan Satsuki (Female Sasuke), membuat kehidupan nya di Konoha semakin menarik. Petualangan dan berbagai kejadian aneh di antara keduanya sering terjadi dan bagaiman mereka menanggapinya ?. OOC / Fem. Sasuke / NotYaoi / Fluffy / HorrorScene / AU / GoreContent / Maybe Lemon / and others
.
.
~CHAPTER 3 : Kau, Bisa Melihat Hantu ?~
.
.
"U...uhmm...". Tampak seorang gadis cantik menggeliat dari balik selimut tidurnya. Gadis berambut hitampanjang itu kini terduduk di ranjang dan mulai mengucek-ngucek matanya. Dia sempat menengok-nengokan kepalanya dengan wajah yang masih ngantuk
"Oh ya, aku menginap di kamar Naruto... pantas saja barang-barangnya lain". Gumam gadis yang mempunyai nama Uchiha Satsuki itu. Satsuki tampak melangkahkan kakinya saat mendengar suara dari luar kamar Naruto. Dibukanya pintu kamar Naruto dan langkahnya terus berlanjut ke arah sumber suara yang asalnya dari dapur
Satsuki terkejut saat melihat sosok Naruto tengah memakai apron dan sedang memasak sesuatu. Baju lengan panjang yang Naruto pakai terlihat di lipat sampai siku dan rambut basah Naruto yang kelihatan lebih kalem dan tidak jabrik menambah kesan keren dalam diri nya saat itu. Tanpa sadar Satsuki memerah melihat penampilan Naruto saat sedang memasak, walau posisinya membelakanginya
"Aaa, kau sudah bangun... cuci mukalah dulu, baru nanti kita makan". Ucap Naruto yang menyadari kehadiran Satsuki di belakangnya. Fokus Naruto masih tertuju kepada masakannya
"Hah, memangnya sekarang jam berapa... dan juga, dapat darimana bahan makanan mu itu ?". Ucap Satsuki. Naruto pun membalikan badannya dan menatap Satsuki dengan dahi berkerut
"Aku tadi sempat pergi ke Konbini (Artinya Mini Market : Kalo di Indonesia Alfa Mart), maaf aku tidak membangunkanmu tadi... kupikir kau kelelahan tadi malam. Dan soal jam, kau bisa lihat sendiri...". Kata Naruto yang tampaknya sudah selesai membuat hidangan untuk sarapan mereka berdua
Satsuki tampak bingung, kemudian matanya terbelalak saat menyadari jam di dinding menunjukan pukul 09.00 pagi. "Kenapa kau tidak membangunkanku hah. Ini sudah terlalu siang...". Ucap Satsuki
"Kan sudah kubilang tadi, aku tak mau mengganggu tidurmu tadi... jadi ya, tak kubangunkan kau". Ucap Naruto santai
"Kau-". Satsuki tampak akan marah sebelum suara bel rumah Naruto terdengar, Naruto pun segera melepas apron nya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu. Satsuki yang ditinggal Naruto menghela nafas, dia sebenarnya hari ini mau pergi kerumah kakaknya karena hari libur. Tapi hari sudah cukup siang dan dia belum bersiap-siap
Tak lama kemudian Naruto kembali dengan membawa satu kotak kardus dan meletakannya di atas meja makan. "Apa itu ?". Tanya Satsuki yang kini sudah duduk di salah satu kursi di meja makan itu
"Hah ? oh itu, itu buku-buku ku dari desa... aku minta sepupuku untuk mengirimkannya kesini. Aku lupa untuk membawanya". Seru Naruto yang kini memasukan masakannya ke dalam piring dan berjalan ke arah meja
"Buku ? kau suka membaca ?". Tanya Satsuki, dia tampak memandang masakan Naruto di depannya. Sungguh aromanya membuatnya ingin segera memakan makanan itu. Naruto pun menarik kursi di depan Satsuki dan mendudukinya. "Yah begitulah..."
Naruto tersenyum memandang Satsuki yang tampaknya ingin sekali memakan masakannya. Dia berdiri dan berjalan ke arah kulkas, setelah mengambil satu pack orange juice, Naruto kembali duduk di kursinya. "Makanlah... setelah ini kau boleh pulang". Ucap Naruto
Satsuki pun hanya mengangguk. Dia mulai menyantap makanan yang di buat oleh Naruto. Walau hanya makanan yang di masak degan bahan biasa, sungguh makanan itu enak sekali di mulutnya. Naruto sendiri hanya tersenyum melihat Satsuki dan mulai memakan bagiannya juga
Di tengah-tengah kegiatan sarapan mereka, Satsuki teringat sesuatu dan bertanya kepada Naruto. "Aku melihat ada bola basket dan poster-poster pemain NBA di kamarmu, apa kau suka basket ?". Naruto menghentikan kegiatannya sarapan dan meminum jusnya sebelum menjawab Satsuki
"Yah begitulah, aku sempat bergabung di klub basket sekolah ku dulu". Ucap Naruto yang kembali melanjutkan kegiatannya memasukan makanan ke mulutnya. Satsuki tampak memikirkan sesuatu setelahnya. "Apa kau mau bergabung di klub basket sekolah ? kebetulan aku manajer disana... kalau mau, kau bisa ku daftarkan". Seru Satsuki
Naruto yang sudah menyelesaikan sarapannya tampak merenung sebentar. "Yah, mungkin aku akan terima ajakanmu...". Ucap Naruto. Satsuki tampak tersenyum senang walau hanya di tampilkan di wajahnya sebuah senyum simpul, tapi entah kenapa di hatinya dia merasa senang Naruto ikut dalam klub basket sekolahnya
"Baiklah, ini biar aku yang mencucinya...". Ucap Satsuki yang kini sudah berdiri dan membawa piringnya dan milik Naruto ke bak cuci. "Kau yakin...". Seru Naruto. Satsuki hanya mengangguk. "Aku akan merasa malu jika tak membalas budi seseorang...". Naruto sendiri hanya tersenyum dan kembali meminum jus jeruknya
.
Sudah beberapa menit berlalu sejak Satsuki meninggalkan rumah Naruto dan memutuskan untuk pulang. Kini Naruto sedang duduk di atas sofa ruang tengah sambil membuka kotak berisi buku-buku yang tadi diterimanya dari tukang pos. Direksi Naruto teralih pada sebuah buku tebal yang lebih mirip seperti album photo dari pada buku bacaan
Tangan Naruto pun meraihnya dan membuka lembar pertama yang ternyata adalah sebuah album photo lama miliknya. Dia melihat disana ada photo seorang bayi kecil dan perempuan berambut merah di sebelahnya. Tanpa di sadarinya senyuman keluar dari wajahnya
'Kaa-san...'. Batin Naruto
Tokk..Tokk...Tokkk
Mendengar adanya ketukan di pintu rumahnya. Naruto segera menghapus sedikit air mata yang sempat menggenang di sudut matanya. Dan bangkit untuk membukakan pintu
"Satsuki ? apa ada yang ketinggalan...". Ucap Naruto dengan dahi berkerut saat melihat orang yang mengetuk pintunya adalah Satsuki.
"Apa hari ini kau tidak ada acara... A-apa kau mau menemaniku ?". Ucap Satsuki tapi pandangannya tampak tidak melihat ke arah Naruto. "Tidak ada, memangnya kau mau pergi kemana ?". Balas Naruto, dia memang tidak punya rencana hari ini. Dan mungkin menerima ajakan Satsuki akan menyenangkan
"Okaa-san memintaku untuk mengantarkan sesuatu ke Hinata-neesan, dan dia juga memintaku untuk mengajakmu... b-bukan maksudku untuk pergi bersama mu yah, ini Kaa-san yang minta". Naruto semakin mengerutkan keningnya tidak maksud dengan perkataan Satsuki
"Hah ? tapi baiklah, aku ambil jaket dulu... kau tunggu sebentar". Satsuki pun mengangguk dan melihat Naruto masuk ke dalam rumahnya. Satsuki menunggu Naruto dengan melihat-lihat sekeliling rumah Naruto. Dia terus melangkahkan kakinya hingga ke samping rumah Naruto.
Memang jika di lihat dari luar rumah itu terlihat bagus dan nyaman tapi entah kenapa mempunyai aura yang tidak enak hanya dengan menatapnya saja. Satsuki sempat melihat bayangan seseorang lewat jendela lantai dua yang terlihat dari samping rumah Naruto tempat ia berdiri sekarang
"Mungkin hanya halusinasiku saja... mana ada orang di lantai dua rumah ini". Ujar Satsuki pelan. Tapi jujur, kini bulu kuduknya berdiri
"Satsuki... Satsuki... kau dimana ?". mendengar suara Naruto dari depan Satsuki segera berlari untuk menemui Naruto. Naruto pun melihat Satsuki yang datang dari samping rumahnya. "Kau habis dari mana ?". Tanya Naruto
"Tidak kok, ayo... nanti hari semakin siang". Ajak Satsuki yang mulai melangkahkan kakinya keluar dari pekarangan halaman rumah Naruto. Naruto sendiri sempat memandang Satsuki sejenak sebelum kini dia mengikuti Satsuki. Dia menoleh sebentar ke samping rumah tempat tadi Satsuki muncul dan mendapati satu sosok memandangnya dengan seringai menyeramkan dari arah balik pohon besar yang ada di samping rumahnya
Untuk saat ini Naruto merasakan bulu kuduknya berdiri, sosok itu memang tak kelihatan sepenuhnya karena terbloking oleh pohon, dan hanya menampilkan sebuah muka yang hancur dan rambut yang menjuntai hingga sampai tanah. Mukanya yang hancur dan mulutnya yang menyeringai sangat lebar hingga sampai telinganya membuat Naruto sempat terpaku
"Ada apa Naruto ? kau kelihatan tidak sehat, apa kau sakit ?"
Naruto pun menolehkan kepalanya dan menatap Satsuki. "Aaaa... tidak kok, hahaha... ayo kita lanjut saja". Ucap Naruto dengan tawa canggung
"Kau yakin... baiklah. Kita ke rumahku dulu untuk mengambil sesuatu dan segera pergi ke rumah Hinata-neechan...". Naruto pun hanya mengangguk. Dia masih kepikiran dengan sosok yang tadi berada di samping rumahnya. Demi Janggut Merlin dia belum pernah melihat sosok itu sejak dia datang ke rumah itu
.
~Another Case~
"Did you know ? Paralel World could be accesed if we Drew some strange symbol on the wall"
.
.
"Ugh... ini berat sekali. Memang apa isinya sih Satsuki". Ucap Naruto sambil membawa satu buah box berukuran cukup besar dalam gendongannya itu. "Mungkin pakaian bayi...". Jawab Satsuki yang melangkah di samping Naruto
"Hah, memangnya Onee-san mu mau melahirkan bayi ? hei... tempatnya masih jauh tidak. Tanganku sudah pegal nih"
"Kau itu cerewet sekali sih, kupikir kau orangnya pendiam tapi anggapanku tentangmu ternyata salah..."
"Terserahmulah... kau tak merasakan beratnya benda ini sih". Ucap Naruto yang mulai kesal dengan gadis di sampingnya
"Iya-iya, sabarlah. Tinggal beberapa rumah lagi kita sampai kok..."
Dan disinilah mereka berdiri sekarang. Di sebuah rumah minimalis, hampir sama seperti rumah Satsuki tapi dengan model yang lebih modern dan bergaya barat. Satsuki pun menekan tombol bel di samping pintu sementara Naruto menjatuhkan box berukuran sedang itu ke lantai dan langsung memegang pinggangnya yang pegal
"Aaa... tunggu sebentar". Terdengar sebuah suara dari microphone yang ada di dekat tombol bel tadi. Satsuki pun menunggun sampai akhirnya terdengar sebuah suara pintu yang di buka oleh seorang wanita berambut indigo panjang
"Satsuki-chan, kau datang hari ini... ayo masuk"
"Gomen ne Nee-san, Kaa-san yang memintaku kesini untuk membawakan pakaian bayi... oh ya, aku juga bawa seorang teman". Ucap Satsuki yang kemudian menunjuk Naruto. Naruto yang mendengar ada suara asing di kepalanya kemudian membalikan badannya dan melihat seorang wanita dewasa yang sangat cantik sedang tersenyum kearahnya
"Salam kenal, namaku Uchiha Hinata...". Ucap Hinata yang kemudian mengajak Naruto untuk bersalaman. "N-naruto desu. Namikaze Naruto... salam kenal". Hinata pun tersenyum kecil melihat tingkah gugup pemuda seumuran adik iparnya itu. Satsuki entah kenapa tak suka saat melihat wajah Naruto yang memerah dan masih menjabat tangan Nee-sannya
"Aku tak melihat Itachi-nii, apa dia sedang pergi kerja ?". Mendengar nada yang agak tinggi di keluarkan Satsuki membuat acara jabat tangan NaruHina itu berakhir. Hinata hanya tersenyum melihat adik iparnya yang tengah menggembungkan pipinya. 'Ara... dia cemburu'. Pikir Hinata masih dengan senyumannya
"Itachi-kun masih kerja... ayo, kalian berdua masuklah dulu. Akan aku buatkan teh untuk kalian". Ucap Hinata yang kemudian mulai berjalan masuk. "Hei kau, angkat lagi benda itu...". Ucap Satsuki
Naruto sendiri menaikan alisnya melihat tingkah Satsuki yang tiba-tiba berubah. "Ada apa dengan mu ? kenapa kau sendiri seperti orang yang marah, apa aku berbuat salah padamu ?"
"Tidak ada... ". Balas cepat Satsuki yang kemudian mulai melangkahkan kakinya kedalam meninggalkan Naruto yang masih berdiri di depan pintu dengan tatapan bingung. Sungguh dia memang dari dulu tidak bisa mengerti perasaan seorang wanita
.
"Bagaimana dengan sekolahmu Satsuki, kudengar kau menjadi Manager di klub basket sekolahmu ?". Tanya Hinata. Kini mereka bertiga tengah duduk di ruang tamu
"Uhmm... sebenarnya aku di ajak oleh senpaiku di sekolah. Yah daripada bosan dirumah aku terima saja ajakannya untuk menjadi tim basket...". Seru Satsuki, setelah meminum beberapa seruput teh yang disediakan oleh Nee-san nya itu
Hinata pun tersenyum melihat adik iparnya itu. Lalu pandangannya beralih kepada Naruto yang dari tadi kelihatan melihat sekeliling rumahnya dengan tatapan tak jelas. "Lalu bagaimana denganmu Naruto-kun, ku dengar kau baru saja pindah kesini bukan ?"
"Aaahh, ya Hinata-san... aku baru pindah beberapa hari yang lalu. Dan aku juga banyak megucapkan terimakasih kepada keluarga Uchiha karena telah menolongku sejauh ini..."
"Kau bisa memanggilku 'nee-san', Naruto-kun...". Ucap Hinata yang hanya di balas anggukan oleh Naruto
Hinata pun tersenyum melihat itu, dia menghembuskan nafasnya panjang dan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa di belakangnya. Satsuki yang melihat kakaknya terlihat lelah segera bertanya
"Kau kelihatan lelah sekali Nee-san, apa kau sedang sakit ?"
"Aku baik-baik saja Satsuki... akhir-akhir ini aku jarang sekali bisa tidur nyenyak". Balas Hinata sambil memijat keningnya. Naruto yang mendengar ucapan Hinata kini memandangnya dengan tatapan serius
"Apa Nee-san sering mengalami hal-hal aneh di rumah ini, maksudku seperti mendengar suara-suara aneh...". Ucap Naruto yang membuat Satsuki dan Hinata memandang kearah Naruto dengan dahi berkerut
"Bagaimana kau bisa tahu Naruto-kun ?". Tanya Hinata penasaran
"Aaahaha... hanya insting saja, haha". Jawab Naruto canggung. Sedangkan Satsuki menatap Naruto dengan pandangan penuh selidik, 'pasti ada sesuatu yang di sembunyikan dari ku'. Batin Satsuki
"Yah begitulah, kadang aku mendengar suara-suara yang sangat mengganggu saat aku sedang tidur...". Naruto tampak memandang serius saat Hinata mengatakan itu. "Nee-san, apa Nee-san pernah melihat sesuatu di rumah ini ?"
"Maksudmu bagaimana Naruto-kun...?"
"Begini Nee-san...". Naruto pun sedikit menggeser posisi duduknya karena merasa tidak nyaman. "... Apa Nee-san pernah melihat, hantu ?". Ucapan Naruto ini kemudian membuat kedua orang yang ada di rumah itu kaget dan menatap Naruto
"Apa maksudmu berbicara seperti itu Naruto... hahaha, maaf Nee-san. Dia memang suka bercanda hal-hal yang aneh". Seru Satsuki
"Hei, aku tidak- Mmpphh...". sebelum Naruto sempat berbicara mulutnya sudah terlebih lebih dulu dibungkam oleh tangan Satsuki. Hinata hanya menaikan alisnya melihat tingkah kedua remaja di hadapannya itu
"Ahahaha, berhubung hari sudah sore kami pulang dulu Nee-san...". Ucap Satsuki dengan nada hambar, sedangan Naruto masih berusaha melepaskan bekapan Satsuki. "Kalian yakin, sebentar lagi Itachi-kun akan segera pulang... sebaiknya kalian berdua makan malamlah dulu disini"
Naruto yang sudah berhasil melepaskan bekapan tangan Satsuki dari mulutnya, kini menatap Satsuki tajam yang yang sayangnya di acuhkan begitu saja oleh Satsuki. Hinata tertawa kecil sebelum bangkit untuk pergi ke dapur
"Kalian seperti pasangan kekasih saja... baiklah, aku masak dulu". Muka Naruto dan Satsuki memerah saat mendengar perkataan Hinata. Mereka berdua saling berpandangan sejenak sebelum mengalihkan kepalanya ke arah yang berlawanan
"Aku bantu Nee-san...". Satsuki pun akhirnya memutuskan untuk pergi kedapur meninggalkan Naruto sendirian. "Uh, yang benar saja... masa sih kami seperti kekasih, tapi-". BLUSHH... entah kenapa kedua pipi Naruto memanas
Srekk...
Pandangan Naruto kemudian beralih ke arah sudut ruang tamu itu. Dia mendengar ada suara dari sana
'Ini aneh... aku merasakan ada yang mengganggu di rumah ini. Tapi dari tadi aku belum menemukan adanya sosok hantu di rumah ini'. Batin Naruto
.
~Another Case~
"Dolls, Pictures, and Statues is a best Medium for Spirits to be used and lived in"
.
.
"Jadi, namamu Naruto ya...". Naruto tampak kikuk saat dirinya ditanyai oleh seseorang yang mirip dengan Satsuki, Cuma dia adalah laki-laki dan lebih tua dari Satsuki. "Aaa... namaku Namikaze Naruto. Aku baru pindah kemarin dan tinggal di dekat rumah Satsuki...". Naruto masih gugup karena pandangan kakak Satsuki ini masih tajam dan mengarah ke padanya
Satsuki sendiri yang melihat kakaknya yang baru saja pulang dari kerjanya dan langsung berbicara dengan Naruto hanya menahan tawanya. Dia sudah tahu sifat kakak laki-lakinya yang Over kepadanya jika ada anak laki-laki yang dekat dengannya
Hinata yang kebetulan masih memasak pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat suaminya menanyai / mengintrogasi Naruto layaknya seorang penjahat
' Glekk... Kakaknya Satsuki lebih mengerikan dari pada ayahnya'. Pikir Naruto
Itachi yang adalah kakak dari Satsuki dan suami dari Hinata itu masih memandang remaja di depannya. Sedetik kemudian dia tersenyum dan menepuk pundak Naruto
"Hahaha... kau jangan tegang. Aku tak akan menggigitmu kok. Jadi sudah sejauh mana kau dengan Satsuki...". Satsuki melongo melihat kakaknya yang berbicara santai dengan Naruto. Dia mengernyitkan dahinya pasalnya kakaknya tak pernah seperti itu di depan teman laki-lakinya, biasanya sih memasang wajah galak
Satsuki merasakan pundaknya di tepuk oleh seseorang dan melihat Hinata yang tersenyum kepadanya. "Mungkin Itachi-kun merestui hubungan kalian berdua...". Muka Satsuki pun memerah. "Nee-san..."
"Maksud Itachi-san ? Kami Cuma teman dan tetangga kok". Jawab Naruto. Itachi hanya mengangguk nganggukan kepalanya. Itachi pun bangkit dan menepuk pundak Naruto. "Kau bisa memanggilku dengan sebutan 'Nii-san', aku masih muda... mengerti". Naruto hanya mengangguk canggung
Itachi pun segera berjalan ke arah istrinya dan tersenyum sebelum mencium mesra istrinya itu. Kedua remaja yang melihat itu wajahnya memerah dan membatin. 'Sial, kenapa mereka melakukannya di depan umum begini...'
Hinata pun memerah sedangkan Itachi memasang wajah cuek. "Kalian berdua makan malamlah dulu disini, nanti baru pulang. Aku akan bilang Kaa-san, Satsuki". Satsuki pun mengangguk. Dan mereka berempat pun makan malam bersama di kediaman milik kakak Satsuki
.
"Puahh... hari ini capek sekali. Rasanya ingin cepat-cepat tidur di kasurku". Hela Satsuki sambil merentangkan tangannya dan tersenyum kecil. Naruto memandang gadis di depannya itu dengan tatapan. 'Yang benar saja, aku yang paling capek disini'. Mereka berdua kini sudah keluar dari kediaman kakaknya Satsuki dan sedang berada dalam perjalanan pulang
"Ne, Naruto...". Naruto pun menolehkan kepalanya kepada Satsuki yang berjalan di sampingnya. Dia baru sadar jika tinggi Satsuki hanya sebatas dagu Naruto. Padahal dia kira, Satsuki akan lebih pendek dari itu
"Hn..."
"Kyou wa Arigatou (Thanks for Today)...". ucap Satsuki pelan. Entah kenapa dia malu untuk mengatakannya secara langsung dengan menatap Naruto. Naruto sedikit tersentak sebelum kemudian tersenyum dan kembali memandang ke depan. 'Yah, dia memiliki sisi yang menarik juga'. Batin Naruto
Naruto tak membalas ucapan Satsuki. Suasana pun menjadi hening, hanya suara langkah kaki mereka di jalanan malam yang terdengar. Sampai akhirnya Naruto angkat bicara. "Mau mampir sebentar ke taman..."
"Hah..."
"Ayolah, ini masih terlalu sore...". Entah kenapa tiba-tiba Naruto berani mengajak Satsuki untuk pergi ke taman. Satsuki pun mengangguk
.
Mereka berdua duduk bersebelahan di sebuah ayunan. Tampak keduanya belum ada yang membuka suranya
"Oi, Naruto...". Naruto menolehkan kepalanya kepada Satsuki. "Hm, ada apa ?"
"Tentang kejadian tempo hari, aku masih kepikiran... kau pasti tahu sesuatu kan ?". Naruto sempat kaget saat Satsuki berkata demikian, dia kemudian menundukan kepalanya. Dia bimbang, antara memberitahu Satsuki atau tidak
Naruto belum menjawab, Satsuki menghela nafasnya. Pandangannya kembali di alihkan kedepan dan berbicara lagi. "Setelah kejadian sore itu, aku merasa kadang takut jika sendirian... dan kadang aku merasa seperti di perhatikan oleh sesuatu. Maksudku, bukannya aku percaya sama hal-hal yang begituan... aku hanya merasa sedikit takut..."
Suasana sempat hening sebentar sebelum Naruto yang kali ini membuka suaranya. "Baiklah jika itu maumu... tapi sebaiknya jangan kita bicarakan disini..."
"Eh, maksudmu..."
"Ada satu sosok yang memperhatikan kita dari balik pohon...". Ucap Naruto sambil memberikan Glare nya ke sebuah pohon yang tidak jauh dari mereka. Satsuki saat itu pun merinding
"M-maksudmu, kau j-jangan bercanda Naruto..."
Naruto memandang Satsuki sebentar. "Apa kau percaya... jika aku bisa melihat hantu ?"
"Eh... ?"
.
.
~To be Continued...~
.
.
A/N : Gomen jika banyak TYPO and ngebingungin. Aku masih bingung mau ngejalanin konfliknya... mungkin untuk beberapa chapter ke depan konflik bisa segera di mulai. Ryu sendiri sebenarnya lebih nonjolin ke romancenya sih,,, masalahnya Ryu kurang berpengalaman dalam membuat fic. Dengan bassis 'Horror' terlalu menyeramkan, hehe...
Oh ya, Ryu mau nanya nih. Sebaiknya hubungan Naruto sama Satsuki itu mending langsung pacaran dan 'XXX' atau kita buat nih si Naruto menderita dengan Satsuki yang 'XXX' sama orang lain... Comment ya Minna. Tapi tetep kok nanti Naruto sama Satsuki... aku hanya mau nge-vote aja dulu, ONEGAISHIMASU...
—II—
