"Kau memiliki dua sifat yang bertolak belakang," ujar Nyonya Ahn sambil mengelus surai sang anak. Sedang Sehun, ia hanya menatap bingung ibunya dengan berbagai pertanyaan memenuhi pikirannya.
"Jika sedang di rumah atau bersama orang yang kau sayangi, sifat manjamu mulai mendominasi. Ekspresi serius ini–" Nyonya Ahn menepuk pelan pipi Sehun, "–hilang entah kemana,"
Pikiran Sehun mulai bekerja mencerna setiap ucapan ibunya. Ia mulai menerka-nerka siapa saja orang yang kemungkinan masuk dalam daftar 'orang tersayang' miliknya. Tiba-tiba satu nama terlintas dipikirannya,
Luhan.
Jika gadis itu kekasihnya, besar kemungkinan gadis itu termasuk dalam daftar, bukan?
Dengan sigap, Sehun membangkitkan tubuh kurusnya hingga duduk berhadapan dengan sang ibu. Ia mulai terkikik sendiri saat memilah pertanyaan perihal gadis itu yang memenuhi pikirannya. Melihat ekspresi aneh sang ibu, Sehun lantas berdehem dan kembali menetralkan ekspresinya sebelum bertanya, "Apa aku bersikap manja di depan Luhan?"
Nyonya Ahn mengangkat bahunya tak tahu. Karena memang pasalnya si gadis itu belum pernah dibawa anaknya ke rumah.
Tiba-tiba, serigai misterius menghiasi wajah tegas Sehun setelah dirinya mengambil keputusan sepihak bahwa Luhan masuk ke dalam daftar itu.
Mulai sekarang, aku akan berusaha menjadi Sehun-mu yang seperti dahulu, Lu Han.
.
.
.
"SHICKSAL"
.
HunHan
.
Chapter 3
Sepasang anak manusia duduk dalam keheningan. Si gadis menatap si pria penuh kebencian ditambah dengan aura kelam menyelimuti sekitarnya. Sedang si pria, dia justru melempar tatapan bingung.
"Aku tidak ingin berbasa-basi," ucap Baekhyun tegas. Ia merogoh tasnya lalu membanting robekan foto itu ke atas meja. Gadis itu kemudian menunjuk sesosok pria di dalam sana dengan dagunya seraya bertanya, "Pria itu adalah kau, benar 'kan?"
Kris tak lantas menjawab, ia justru pergi ke dapur dan kembali dengan membawa dua cangkir teh, membuat amarah Baekhyun semakin menjadi-jadi.
Kris mendesah, "Memang itu aku," jawabnya santai.
"Berarti kau pacar Luhan-jie kan?" Tanya Baekhyun menuntut. Kris tertawa remeh. Ia menyesap tehnya sebelum menjawab, "Ya, tapi sebelum–" Kris membuka laci di bawah meja, mengambil sesuatu lalu meletakkannya tepat disamping robekan foto itu, "–pria ini merebutnya dariku,"
Baekhyun terkejut saat pria itu meletakkan sisa potongan foto yang didapatnya. Dengan takut-takut ia melirik mata Kris dimana mata itu sekarang tengah memancarkan kilatan amarah.
Baekhyun dengan keraguannya bertanya, "Maksudmu?"
"Pria itu, dengan segala akal bulusnya berhasil merebut Luhan dari sisiku. Dia berhasil membuatku tidur dan terlihat seperti tengah menyelingkuhi gadis lain saat itu. Dia mengirimkan seluruh foto hasil jebakannya pada Luhan. Dia benar-benar picik," Kris menjelaskannya dengan penuh amarah di setiap ucapannya. Sampai sekarang pun, ia tidak akan pernah memaafkan pria yang sudah menyia-nyiakan Luhan-nya.
"Siapa dia?" Tanya Baekhyun penasaran
"Kai Kim," Kris menatap Baekhyun dengan tangan yang mengepal dibawah meja, "Dan sepengetahuanku, penyebab kecelakaan Luhan adalah karena pikirannya yang kacau setelah melihat bocah itu tengah berciuman,"
Dan mulai saat itu, Baekhyun bersumpah untuk berusaha menemukan pria tan itu. Pria yang membuat sang sepupu terbaring koma.
Aku tidak akan melepaskanmu Kai Kim.
..
.
..
Di bandara, suasana tak jauh beda. Seorang anak adam tampak tengah menahan amarahnya karena tak kunjung menemukan orang yang dicarinya.
"Sial!"
Dengan kesal, ia menelpon seseorang, "Jemput aku di bandara!" titahnya
"Hey, calm down dude! Biar kutebak, kau pasti tidak menemukan kekasih dinginmu itu?"
"Hentikan omong kosongmu itu dan jemput aku sekarang!"
..
.
..
Suasana bahagia tengah menyelimuti kediaman Oh Sehun. Lihatlah bagaimana cara mereka bercengkrama dan saling melemparkan canda tawa satu sama lain. Tak terkecuali untuk Luhan. Kecanggungannya bahkan sudah menurun drastis karena keramahan yang diberikan keluarga sang 'kekasih'. Ia benar-benar berterima kasih.
Ditengah kebahagiaannya, terselip rasa khawatir akan sosok Baekhyun yang dengan teganya meninggalkan Luhan bersama keluarga Sehun di bandara dan hingga saat ini, wangi gadis itu bahkan belum tercium oleh hidungnya.
Luhan berdecak kesal. Ia lalu mencoba menjalankan kursi rodanya demi mengambil sebuah minuman. Namun sialnya, seorang pria paruh baya tiba-tiba muncul menghadangnya.
"Kau benar-benar cantik. Maukah kau menjadi istri keduaku?" candanya. Sehun yang berdiri tak jauh darisana langsung berteriak memprotes, "Harabeoji, kau sudah bau tanah, Luhan tak akan mau bersanding denganmu! Ah, ditambah lagi tenagamu itu tak sekuat dahulu. Paling satu jam sudah menyerah" ia menjulurkan lidahnya lalu merentangkan sebelah tangannya, berniat merangkul Luhan namun justru dirinya mendapat cubitan keras di paha dari sang gadis.
"Apa yang kau impikan saat koma? Bisa-bisanya berucap seperti itu!" Luhan bertanya. Entah ia harus kesal, malu, atau justru tersipu karena ucapan pria itu barusan.
Sehun mendekatkan wajahnya ke telinga Luhan, membisikkannya sesuatu yang membuat wajah gadis rusa itu memerah sempurna.
"Byuntae!"
Sehun tertawa keras melihat wajah Luhan yang tak ada bedanya dengan lobster rebus. Sehun berusaha menghentikan tawanya lalu menatap sang kakek yang sedaritadi menggeleng-geleng, "Harabeoji, lihatlah! Aku hanya membisikkannya 'aku bermimpi dikelilingi oleh model Victoria secret' dan bam! Wajahnya.. ahaha" tawanya kembali meledak. Bahkan airmata sudah keluar dari tempatnya. Sedang Luhan? Ia hanya bisa mengumpat kesal.
"Eomma," rengek Luhan pada seseorang yang baru datang. "Ayo jalan-jalan" pintanya
"Lebih baik kau ke kamar. Istirahat dan besok baru kita jalan-jalan" titah Nyonya Ahn yang kemudian mendorong kursi roda Luhan hingga merebahkan gadis rusa itu di kasurnya.
..
.
"Aku pulang," Baekhyun membungkuk pada Nyonya Ahn yang baru membukakan pintu.
Di dalam, ia bingung sendiri. Sama sekali tidak ada orang kecuali Nyonya Ahn. Ingin rasanya menanyakan keberadaan Luhan namun ia urungkan. Suasananya terlalu canggung.
Baekhyun hanya duduk diam di sofa sambil sesekali mengganti channel tv sembari menunggu Nyonya Ahn kembali dari dapur. Kebosanannya seketika berubah menjadi kekesalan tatkala seorang pria jangkung dengan santainya masuk lalu berteriak-teriak tak jelas dengan tubuh yang sempoyongan.
Bisa dipastikan, orang itu mabuk.
Kekesalan Baekhyun bertambah ketika pria itu mendudukkan dirinya disamping Baekhyun. Ia sudah akan beranjak dari sofa, namun sial, pria itu justru menariknya duduk kembali dan menjadikan paha mulusnya sebagai bantalan.
"Chanyeol!" Nyonya Ahn yang baru kembali dari dapur memekik kaget melihat tingkah si sulung. Kata maaf terlontar beberapa kali dari bibir ranum Nyonya Ahn. Sedangkan Baekhyun? Ia hanya bisa memasang fake smile walau dalam hati menggerutu kesal.
"Eomma," lirih si pria. Entah sejak kapan kedua tangan kekar itu melingkar di pinggang Baekhyun. Dengan penuh rasa bersalah, Nyonya Ahn berusaha menarik tubuh anaknya yang menempel namun sayang, pelukannya justru bertambah erat.
"Apa dia kalau mabuk seperti ini, ahjumma?" Tanya Baekhyun berani. Nyonya Ahn mengangguk membenarkan.
"Sepertinya ia sedang putus cinta," tebak Baekhyun. Ia lalu buru-buru melanjutkan, "maksudku, sedaritadi ia menggumamkan nama 'Yejin'" jelas Baekhyun
Nyonya Ahn bernapas lega, "Syukurlah kalau dia benar-benar putus dengan gadis itu,"
Eh, kenapa malah senang?
"Dia bukan gadis baik-baik jika kau ingin tahu," Nyonya Ahn menjelaskan sambil tersenyum. Setelah berhasil menarik Chanyeol, dengan kesusahan ia membopong bayi besarnya ke kamar, melupakan bahwa wanita itu hanya berhasil menarik Chanyeol tanpa melepaskan kontak antara keduanya. Alhasil, Baekhyun pun juga ikut terseret hingga ke kamar.
"Engg.. ahjumma," panggil Baekhyun. "ya?"
"Dia masih mencengkram tanganku. Bisakah Anda membantuku?" Baekhyun mengusap tengkuknya canggung. Ia memandang miris lengannya yang dicengkram.
Setengah jam berlalu, tak ada tanda-tanda berhasil. Kini malah lengan Baekhyun sudah seperti guling; dipeluk oleh Chanyeol.
"Tidak bisa ya, ahjumma?" Tanya Baekhyun melas. Ia mendesah putus asa.
"Kalau begitu aku tidur disini saja," Nyonya Ahn tersedak mendengar penuturan Baekhyun.
"Eh, maksudku aku duduk disini," Baekhyun memperjelas sambil menepuk kursi kosong dibelakangnya dan tersenyum canggung. Nyonya Ahn mengangguk mengerti, "Maaf merepotkanmu, Baekhyun," sesalnya
Baekhyun menggeleng sambil tersenyum kaku.
Well, selamat menikmati hari sialmu Byun Baekhyun.
..
.
..
Perlahan tapi pasti, sang surya mulai menampakkan dirinya. Burung-burung mulai berkicau ditemani oleh bunyi dedaunan yang tertiup angin.
Pagi yang cukup cerah untuk mengawali hari ini. Namun sepertinya tidak secerah yang dibayangkan karena sebuah teriakan bass seseorang berhasil membuat para burung beterbangan.
"Kau siapa!?" Chanyeol bangkit dan memandang shock sosok Baekhyun. Ia juga dengan refleks menghempaskan lengan Baekhyun yang dipeluknya.
"Begini kah caramu meminta maaf setelah apa yang telah kau lakukan?" sindir Baekhyun.
"Keluar sekarang juga!" pekik Chanyeol mengusir.
Nyonya Ahn yang baru tiba hanya bisa memijat pelipisnya sembari mendesah malu. Ia berdehem, "Chanyeol, minta maaf!" perintah sang ibu.
Chanyeol mendengus kesal. Dengan setengah hati ia berlirih kata maaf, walau dalam hati ia tidak tahu siapa dan mengapa gadis itu bisa berada di kamarnya dan bodohnya lagi ia memeluk lengan gadis itu.
"Sehun dan Luhan meminta jalan-jalan. Sarapan sudah eomma siapkan di meja. Kalian tidak apa 'kan sarapan berdua?" Nyonya Ahn menatap keduanya bergantian menunggu jawaban. Baekhyun dengan rela menjawab 'ya' sambil tersenyum.
..
.
..
Han Gang Park menjadi tujuan utama acara jalan-jalan mereka. Pagi ini, suasana tak seramai biasanya. Di pinggir lapangan, Nyonya Ahn serta Tuan Oh hanya memandangi sepasang muda-mudi yang saling berebut bola. Senyum tak pernah luntur dari wajah keduanya.
Mereka tak memungkiri, kehadiran Luhan ditengah-tengah keluarganya membawa pengaruh bagi Sehun. Nyonya Ahn bahkan tak pernah melihat anak bungsunya itu sebahagia ini.
"Sepertinya keputusan kita untuk membawa Luhan memang benar," gumam Nyonya Ahn. Ia tersenyum dengan kepalanya yang ia senderkan pada lengan sang suami.
"Hm. Gadis itu membawa banyak energi positif bagi Sehun," ucap Tuan Oh membenarkan.
Setelah setengah jam mereka saling berebut bola untuk memasukkan ke dalam ring, Sehun memutuskan untuk rehat sejenak, meninggalkan Luhan yang masih asik.
"Appa, bisa antarkan aku membeli minum?" Tanya Sehun sembari menyeka peluhnya. "tentu,"
Beberapa menit sepeninggal keduanya, Nyonya Ahn dikejutkan oleh suara bariton seseorang yang berusaha menyapanya, "Ahn ahjumma?"
"Eh? Nak Jongin," Nyonya Ahn tersenyum ramah. Pria itu lantas membungkuk memberi salam dan kembali bertanya, "Bagaimana kabar Anda sekeluarga?"
"Semenjak sadarnya Sehun, semuanya terasa lebih baik,"
"Ah, syukurlah,"
"Nak Jongin, bisakah ahjumma meminta petolonganmu?"
Jongin mengangguk dengan senang hati.
"Tolong jaga dia sebentar. Aku ingin mencari Sehun dan suamiku, sedaritadi mereka belum kembali,"
Jongin kembali mengangguk sambil tersenyum. Nyonya Ahn lalu berlari kencang meninggalkan dirinya.
Ditengah keasikannya bermain ponsel, ia dapat melihat dari ekor matanya seseorang tengah kebingungan. Saat suara itu menyapa indera mendengarannya, Jongin terhenyak.
Suara itu, persis seperti milik,
"Luhan?"
"Eh? Maaf, Anda siapa? Ah, apakah Anda melihat seorang ahjumma berjaket abu-abu disini?" Tanya Luhan canggung.
Jongin buru-buru menetralkan keterkejutan dan kegugupannya. Ia dengan sigap berdiri, "Ah, dia menitipkanmu padaku sebentar," ujar Jongin senormal mungkin.
Luhan mengangguk-ngangguk, "Kalau begitu, perkenalkan, aku Lu Han –kekasih Oh Sehun," sapanya.
Jongin mengepalkan tangannya. Sedetik kemudian, serigai licik sudah terpantri di wajahnya, "Perkenalkan, aku Kim Jongin dan sepertinya kau harus berusaha keras setelah ini,
karena aku–
–Juga kekasih dari Oh Sehun,"
.
.
.
TBC
Hayo-hayo siapa yang terkecoh nebak chap kemarin Kris pacarnya Luhan? Siapa yang ganyangka pacar Sehun ternyata cowo?
Maafkeun jika chanbaek tiba-tiba muncul (efek mabok chanbaek) xD Maaf juga jika chapter kemarin kecepetan, karena sejujurnya saya juga merasa seperti itu. Tapi, semoga chapter ini enggak. Apakah masih? Atau justru kelambatan?
Oh iya, Next chap, pertempuran/? Antara kekasih OSH x kekasih OSH. Siapa kira-kira yang menang? Luhan atau Jongin?
Terakhir, terima kasih untuk kalian semua yang telah mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini. Maaf jika masih terdapat banyak kekurangan. Kritik dan saran dari kalian saya tunggu~
