BOBOIBOY © MONSTA

STORY IS MINE

WARNING : DEATH CHARA, OOC, OC, TYPOS, EYD BERANTAKAN, DLL

Happy Enjoy

.

.

.

Kaizo benar benar sangat frustasi akan kematian sang adik. Ia menjambak rambutnya keras. Mayatnya Fang sudah di kuburkan beberapa menit yang lalu dan saat ini ia sedang berada di rumah Taufan.

" Sudahlah Kaizo, itu tak akan mengubah apapun yang sudah terjadi. Kita doakan saja agar Fang dan Yaya berada di tempat yang layak disana." Hibur Taufan sambil menepuk nepuk pundak sang sahabat. Ia juga merasa sangat sedih karena kematian kedua sahabatnya yang dibilang sangat tak bisa diprediksi. Namun, ia bisa apa? Karena menangisi keadaan pun tak akan mengubah apapun. Jadi, yang harus ia lakukan adalah menjadi kuat untuk dirinya dan yang lain agar mau bangkit dari keterpurukan yang ada.

" Tapi ini sangat tak masuk akal Taufan. Coba kau pikir, baru saja telescream meng sms kita semua bahwa pemain kedua sudah game over. Maksudnya apa coba?" sanggah Renata sambiil mengusap matanya yang sedikit sembab karna habis menangis.

" Aku rasa tiap sms yang kita terima merupakan jalan kematian untuk salah satu di antara kita." Kata Blaze sambil meminum jus jeruk yang ada di meja. Gopal tampak menimang nimang perkataan sahabatnya tersebut.

" Apa maksudmu Blaze?" Tanya Ice sambil mengerutkan keningnya. Blaze menghela nafas.

" Coba pikirkan dan perhatikan sms kedua yang kita terima kemarin setelah registrasi tentan permainan telescream. Kegelapan malam bukan pertanda baik. Berarti itu kan saat waktu telah malam, dan setidaknya matahari sudah tenggelam dan pergi dari singgasananya. Terus, jangan mengabaikannya karena anugerah atau bencana datang dari sana. Jika itu di artikan, berarti papan reklame yang jatuh dan menimpa tubuh Yaya. Berarti bencana yang mendatangi Yaya. Lalu, tidak ada kata perpisahan dalam hidup, karena hal itu adalah hal yang menyakitkan dalam hidup. Dan untuk kalimat terakhir, berarti kematian Yaya. Ya, kematian tragis yang yang membuat kita semua terpuruk. Benar?" Tanya Blaze kepada semua orang. Yang lain hanya menganggukan kepala. Blaze menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya secara kasar. Akhirnya, ia melanjutkan perkataannya.

" Lalu, sms yang ketiga yang kita terima tadi pagi. Coba perhatikan, suara bising hanya memekakan telinga orang dungu di pagi hari. Suara bising yang di maksud adalah suara pesawat yang baling balingnya malfungsi dan orang dungu yang di maksud adalah Fang."

" Kenapa orang dungu yang dimaksud adalah Fang?" Tanya Ying sambil mengunyah kue coklat.

" Dengarkan aku dulu. Jangan memotong ucapanku. Kemudian, jangan mendekat bila tak ingin melihat perputaran disana. Maksudnya adalah baling baling yang terlepas hingga hendak membunuh kita semua. Lalu, karena segala kebahagiaan, kesenangan dan seluruh rasa sakit akan terjadi disana. Untuk kalimat ini, segala kebahagiaan dan kesenangan maksudnya adalah Fang yang melihat pesawat dan mobil milik orang tua Kaizo saling bertubrukan hingga menimbulkan ledakan yang dahsyat seperti film Hollywood. Dan kata seluruh rasa sakit merujuk pada leher Fang yang terpotong oleh baling baling dengan ragis. Jadi, ini lebih condong ke kematian Fang. Di atas segala yang terbentang. Ini merujuk pada tanah pemakaman. Memang ini bisa merujuk pada langit karena sifatnya yang terbentang, tapi jika dipikirkan dengan logika atas kejadian tadi. Ini lebih ke tanah pemakaman. Kira kira begitulah arti dari sms yang telah kita terima dari kejadian yang telah terjadi."

" Bukan hanya itu. Segala kejadian yang telah terjadi selalu berhubungan dengan angka 666 atau 67. Seperti akhiran nomor Ice." Tambah Taufan.

" Selalu berhubungan dengan angka 666 atau 67? Maksudnya?" Tanya Gempa yang sedari tadi diam sambil memeluk coklat yang hendak dimakan oleh Solar.

" Kemarin, aku tak sengaja melihat nomor pajak papan reklame tersebut. Dan nomor pajak terakhirnya pesawat bernomor 67. Apa itu tak aneh?" Tanya Ice sambil menatap mereka semua dengan pandangan yang sangat sulit untuk diartikan. Tak lama, Thorn menyerukan pendapatnya.

" Menurut buku yang pernah aku baca, angka 666 adalah angka setan, sedangkan angka 67 jika digabungkan menadi angka 13. Dan kalian tahukan, angka 13 adalah angka sial?"

" Kurasa juga begitu," tambah Solar sambil melepas kacamata warna kuningnya. Ia memandang langit sambil menarik nafas.

" Sepertinya antara angka dan dan sms yang kita terima berhubungan ya?" Tanya Kaizo sambil meringis mengingat kejadian yang Fang alami.

" Ya sudah, jika sms itu adalah petunjuk dari kematian salah satu ppemain telescream, maka kita harus terlebih dahulu memecahkan smsnya agar korban tak kembali berjatuhan." Ujar Gopal sambil memeluk guling.

" Tapi, siapa yang mengendalikan permainan telescream? Dan mengapa sebelumnya ia sudah tahu bahwa aka nada kecelakaan?" Tanya Ice sambil menggaruk kepalanya.

" Kita pikirkan besok. Sekarang, kalian pulanglah, karena besok kita semua masuk sekolah." Ujar Taufan. Yang lain langsun mengangguk dan berpamitan pada Taufan untuk pulang. Setelah mereka menghilang dari pandangan, Taufan lalu kembali masuk ke rumahnya.

Telescream 666

3 JUNI 2016

06.30….

Ice sedang berada di markasnya untuk membicarakan tentang apa lagi yang akan mereka terima kejadian yang menimpa kedua sahabat mereka. Tak lama, ponsel mereka semua bergetar menadakan pesan masuk.

From : 666

Menekan tidak akan menyelesaikan masalah. Bukannya bencana lupa,hanya saja dia menunggu saat yang tepat untuk menuntaskaskannya. Dia akan datang dengan sebilah pedang ang menghunus tajam. Mengancam semua yang macam macam.

Mereka semua tercengang dengan sms yang baru saja mereka terima. Teka teki ini sangat sulit untuk dipecahkan bagi anka seumuran mereka. Dan, sekarang mereka harus terlibat dalam permainan telescream yang membahayakan nyawa bagi tiap pemainnya. Setelah itu, mereka pergi keluar dari markas. Karena penasaran, Halilintar mengeluarkan ponselnya.

" Kau mau apa Halilin?" Tanya Taufan.

" Aku mau mengetahui siapa dalang dibalik kematian sahabat kita, Fan," ujar Halilintar serius.

" Kau mau menekan nomor operator 666?" Tanya Kaizo.

" Ya, aku mau membongkar identitas si pembunuh itu," ujar Halilintar dingin.

" Jangan Hali, jangan menekan-"

" Oops, sepertinya aku sudah memanggilnya," ujar Halilintar watados sambil memperlihatkan bahwa ia sedang menghubungi operator 666. Blaze hanya bisa gigit jari. Sedangkan Ice hanya bisa membulatkan matanya tak percaya. Dengan sabar Halilintar menunggu jawaban dari operator setan tersebut.

Dan pada saat yang sama, seorang pencuri berlian datang menghampiri mereka lalu bersembunyi di balik punggung Halilintar.

" Hei apa apaan ini?" umpat Halilintar kesal sambil melihat pencuri dengan perasaan benci. Tak lama, polisi datang dan melepaskan tembakannya. Namun sayang, peluru itu meleset. Bukannya mengenai penjahat, peluru itu malah mengenai kepala Halilintar. Karena kecepatan peluru itu sangat cepat dan cukup besar, peluru itu menembus kepala Halilintar. Darah berceceran dimana mana. Tak sampai disana, sebelum Halilintar tumbang, peluru kedua kembali di lepaskan dan mengenai jantungnya. Dan kini, baik kepala maupun dada Hailintar telah bolong karena peluru nyasar. Semua orang yang ada di sana langsung membelalakan matanya ketika melihat Halilinar yang tumbang dengan polisi dan penjahat yang pergi dari area sekolah. Taufan langsung menghampiri tubuh Halilintar yang terbujur kaku sambil berlumuran darah. Ia menangis sejadi jadinya saat sang sepupu meninggalkannya terlebih dahulu.

" TIDAAAAAAAAAKKKKKK! HALILINTAARRRRRRRRR JANGAN PERGI….. AAAAAAAAAAAAAA." Teriak Taufan frustasi. Yang lain hanya bisa memandang Halilintar dengan pandangan nanar. Bahkan, Renata dan Ying menjeri histeris sambil berpelukan.

" Mengapa kau mengalami semua ini Halilin?" racau Gempa sambil mengelap darah yang mengucur deras dari kepala Halilintar yang bolong karena peluru. Sementara Ice melirik kea rah lain sambil mengepalkan tangannya kuat.

" Kenapa korban kembali berjatuhan?" ucap Ice pelan. Ia gagal melindungi sahabatnya dari bahaya. Ia memang bodoh. Dan saat ini, ia menjedukkan kepalanya ke tiang bendera karena frustasi akan apa yang terjadi. Dan di saat yang sama, mereka mendapat sms keempat setelah registrasi. Gopal lah yang terlebih dahulu membuka ponselnya.

From : 666

Pemain ketiga, game over!

" Kenapa semua ini bisa terjadi?" batin Gopal gusar.

Tbc….

Nah kita balas dulu review yang masuk yuk!

Guest : wah makasih sudah menyukai ff abal dan absurd ini. Iya, ini aku lanjutkan kok. Makasih sudah mereview.

: hahaha taka pa kok jika belum bisa jawab. Sebenarnya aku juga tak tega jika Fang yang duluan untuk meninggal menyusul Yaya, hanya karena kebutuhan… jadi terpaksa :v. huwaaaaa makasih atas pujiannya. Geregetan ya? Kaya judul lagu/ sudah lah tu/ ok maaf kan author. Makasih ya sudah mereview.

Felycia N Veranda : ada hint HaliYing? *garuk garuk kepala* kayaknya tak ada deh.. tapi makasih sudah mereview

Guest (2) : ok, makasih sudah mereview

Mr. nightmare : makasih atas dukungannya dan makasih atas reviewnya.

Kesya : taka pa kok kesya, namanya juga teka teki. Kadang bisa dijawab kadang tidak kan? Jadi kalem aja. Hahaha memang ada hint humornya, biar tak tegang terus. Jadi readers bisa relax sedikit. Kematian Fang belum seberapa, itu hanya permulaan saja. Makasih atas pujiannya dan makasih juga atas reviewnya

D'zeesh : makasih atas ucapannya. Aku sekarang agak mendingan. Makasih juga atas reviewnya.

Windows 7 Ultimate : ini kaya nama window di laptop aku deh pennamenya…./ditabok berjamaah/ ok akan aku lanjutkan. Huwaa jadi ingat Final Desination? Aku juga baru nyadar tuh, tapi ini murni pemikiranku kok. Naikkan rating jadi ke M? kayaknya tak bisa, soalnya ini akan tetap di rate T, sekalipun T+ untuk adegan gorenya. Makasih sudah mereview

Thornleaf24 : memang kasihan sih sama Gempa. Tapi ini demi jalannya cerita, jadi relakan saja/di timpuk/ untuk jawaban teka tekinya ada di atas. Makasih sudah menebak.

Blackcorrals :makasih atas ucapannya. Jawabannya ada diatas. Makasih ya sudah mereview

Rampaging Snow ; itu dikarenakan mereka belum ngerti alur dari permainan biadap ini. Makasih atas reviewnya.

: salken juga. hmmm…. Tak apa. Namanya juga manusia, kadang kan punya pikiran seperti itu. Untuk siapa yang mengendalikan telescream, akan di bongkar di sebelum chapter akhir. Jadi mohon sabar untuk menunggu. Makasih ya atas reviewnya.

LizAutif : ya untungnya saja bukan tragedy Fashion ya? Hmm makasih sudah mereview

Adiaz Rue : hehehe… mungkin mirip, tapi ini murni pemikiranku kok kak. H ya, makasih untuk jawabannya. Dan liat sajalah jawaban diatas. Ummm aku tak terlalu suka anime, jadi aku tak tahu. Maaf…. Ah makasih udah ngereview.

Ok review sudah dibalas. Maaf Fugu ngaret, soalnya kegiatan Fugu super sibuk. Belum lagi, aku harus persiapan buat olimpiade kebumian Geografi. Jadi maaf jika bakal lama updatenya.

Oh ya, untuk Thornleaf24,blackcorrals, , dan Adiaz Rue makasih atas jawaban yang kalian berikan. Rata rata, jawabannya benar. Selamat ya! Dan untuk yang lain, ada yang bisa terjemahkan sms yang menimpa Halilintar?

Ok sekian curcol dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan

Sincerely,

Fugu Chibi