Unforgiven Hero
Remake
gyumingracle present
Cast; Kyuhyun, Sungmin, Victoria, etc.
Pair; Kyumin.
Rate; M
Genre; Romance, Drama.
Disclaimer; Semua alur milik cerita ini adalah milik Shanty Agatha. Saya hanya mengubah nama tokoh.
Summary; Awalnya rasa ini adalah rasa tanggung jawab, namun semakin lama rasa ini malah menjadi rasa obsesi.
Warning; Genderswitch. Typo(s). D l l.
...
...
...
DLDR. RNR.
...
Warning! Semi NC!
"Selamat pagi."
Suara itu menyapa ramah. Sungmin menoleh. Menatap seorang laki-laki yang lumayan tampan sedang berdiri di sebelah mejanya. Lelaki itu tersenyum ramah.
"Selamat pagi." Sungmin tersenyum juga. Berusaha mengingat-ingat. Sepagian ini, Eunhyuk membawanya ke berbagai ruangan di perusahaan ini, memperkenalkannya sebagai anak baru. Tapi sepertinya dia tidak ingat pernah dikenalkan dengan lelaki ini.
Lelaki di depannya ini, meskipun berpakaian rapi dan berdasi, tampak urakan dan santai. Senyumnya juga seperti senyum anak nakal didalam tubuh dewasa.
Lelaki itu mengangkat alis, tampak sadar dengan pengamatan Sungmin. Lalu tertawa dan mengulurkan tangannya.
"Tadi aku sedang keluar kantor, jadi tidak sempat berkenalan. Aku Jungmo, IT Manager disini. Aku tadi mendengar ada anak baru yang cantik jadi buru-buru kemari untuk berkenalan." Katanya dalam canda.
Pipi Sungmin memerah mendengar candaan lelaki itu. Tetapi dia menyambut uluran tangan Jungmo dengan senyum juga.
"Sungmin."
Jungmo meremas tangan Sungmin sambil tersenyum lucu sebelum melepaskannya, lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Aku tahu tempat makan siang yang enak. Mungkin kita bisa..."
"Jungmo."
Suara dalam yang dingin itu menyela percakapan mereka. Jungmo langsung menoleh ke arah suara dan tersenyum.
"Oh, sajangnim. Selamat pagi."
Kyuhyun sedang berdiri didepan pintu ruangannya. Ekspresinya datar dan tak terbaca.
"Kebetulan kau ada disini. Tolong ke ruanganku sebentar. Ada beberapa hal tentang usulan program baru untuk data integrated kemarin yang harus kutanyakan padamu."
Jungmo memutar bola matanya lucu ketika menatap Sungmin. Lalu menganggukkan kepalanya dan mengikuti Kyuhyun masuk ke ruangannya.
Sementara itu Sungmin tersenyum geli sambil menatap punggung Jungmo. Meskipun takpak urakan dan tidak serius, lelaki itu tampaknya lelaki yang baik dan menyenangkan.
-oOo-
Sungmin merapikan berkas-berkasnya sambil melirik jam dinding, sudah jam delapan malam. Besok hari yang sibuk untuk GuiXian sajangnim dan syukurlah Sungmin sudah selesai menyiapkan semuanya, meskipun akhirnya dia harus ketinggalan bus karyawan.
Suara di pintu membuat Sungmin mendongakkan wajahnya dengan waspada. GuiXian sajangnim berdiri disana, sepertinya baru pulang dari pertemuan bisnisnya di luar.
Lelaki itu mengerutkan mata melihatnya. "Kenapa kau masih ada disini?"
Mata itu sungguh tajam, Sungmin membatin. "Eh? Saya menyelesaikan berkas-berkas ini dulu, untuk besok."
Kyuhyun menatap tidak suka. "Lain kali tinggalkan saja pekerjaan itu dan lanjutkan besok." Dia melirik jam tangannya. "Ini sudah terlalu malam untuk bekerja, seharusnya kau sudah ada di rumah dan beristirahat. Aku akan menyuruh supir untuk mengantarmu pulang."
Sungmin menggelengkan kepalanya panik. "Tidak perlu, sajangnim. Saya bisa naik bus."
"Ikuti perintah atasanmu." Kyuhyun menatap tajam membuat Sungmin menelan ludahnya. "Sebelum itu, aku ingin bicara di ruanganku. Kau tidak keberatan membuat kopi untuk kita berdua?"
-oOo-
Kopi itu mengepul panas dan menguarkan aroma nikmat ke seluruh penjuru ruangan. Sungmin meletakkannya di meja di depan sofa tempat Kyuhyun duduk dan menunggunya. Lalu dengan gugup dia duduk di depan Kyuhyun, menunggu.
Lelaki itu tercenung, seolah bingung mau berbicara apa. Tetapi itu tidak mungkin bukan? Orang sekelas GuiXian sajangnim tidak mungkin bingung harus berbicara apa.
"Kau sudah tiga bulan disini." Kyuhyun memulai. "Bagaimana perasaanmu?"
Sungmin tersenyum. "Saya senang. Banyak hal yang bisa saya pelajari."
"Apakah rekan-rekan kerjamu menciptakan suasana yang kondusif untukmu?"
Sungmin mengangguk. "Mereka sangat baik dan membantu."
Kali ini kening Kyuhyun mengkerut. "Kudengar, kau dekat dengan IT Managerku?"
Pipi Sungmin memerah. Astaga. Bagaimana GuiXian sajangnim mendapat informasi seperti itu? Dan kenapa pula bos sekaliber GuiXian sajangnim harus peduli dengan gosip percintaan karyawannya?
Jungmo. Nama itu menguar di benak Sungmin. Ya. Mereka dekat. Itu karena Jungmo sangat gigih mendekatinya. Dia mengajak makan siang bersama, kadangkala dia menghampiri Sungmin dan mengajak ngobrol tentang banyak hal. Ya. Sungmin nyaman bersama Jungmo, cukup nyaman sampai membiarkan Jungmo mengantarnya pulang ke asrama beberapa hari yang lalu. Lelaki itu berkenalan juga dengan Ibu Asrama. Tetapi, entah kenapa Ibu Asrama tampak tidak suka dengannya. Padahal, Jungmo begitu baik.
"Sungmin?" Kyuhyun bertanya lagi, mengembalikan Sungmin ke dunia nyata.
Sungmin mengerjapkan matanya, Menatap Kyuhyun dan sadar bahwa dia belum menjawab pertanyaan lelaki itu.
"Ya... Kami cukup dekat. Hubungan kami cukup baik."
"Begitu." Kyuhyun tercenung. "Aku cenderung tidak menyutujuhi hubungan dekat dengan sesama rekan kerja. Karena berdasarkan pengalaman, ketika hubungan itu memburuk, performa di tempat kerja juga memburuk."
Sungmin menghela nafas. "Hubungan kami belum sejauh itu untuk..."
"Ya, aku mengerti. Kalian dekat, tetapi belum menyentuh konteks asmara. Tetapi tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi, bukan?" Kyuhyun menatap Sungmin tajam. Seolah menembus hatinya.
Sungmin menganggukkan kepalanya. "Saya tidak bisa membantah kemungkinan itu. Meskipun saya tidak bisa memastikan. Tetapi kalaupun itu terjadi, saya berjanji akan berusaha untuk tidak mencampurkannya dengan profesionalisme pekerjaan saya."
Kyuhyun terdiam dan Sungmin menanti. Hening lagi. Kali ini lama. Dan entah mengapa terasa begitu menegangkan bagi Sungmin. Lalu Kyuhyun tersenyum samar.
"Oke. Kita lihat saja nanti." Tatapan mata lelaki itu begitu misterius. "Pulanglah. Aku sudah menyuruh supirku menunggumu di depan. Dia akan mengantarmu pulang."
-oOo-
Ketika Sungmin pergi, Kyuhyun masih tercenung di ruang kerjanya. Jungmo dan Sungmin hampir menjadi sepasang kekasih. Itu yang dilaporkan Grace kepadanya. Kyuhyun memang memintanya mengawasi Sungmin di tempat kerjanya. Seminggu yang lalu, Leeteuk Ahjumma juga menelponnya dari asrama, memberitahunya bahwa Sungmin membiarkan Jungmo mengantarkannya pulang ke asrama. Dan beberapa hari kemudian, Jungmo mulai rutin datang. Bahkan di hari Minggu.
Kyuhyun tidak pernah memikirkan kemungkinan ini sebelumnya. Tidak pernah menyangka bahwa mungkin Sungmin akan bertemu lelaki yang ia sukai di tempat kejanya. Seharusnya dia tahu, Kyuhyun mendesah. Sungmin terlalu cantik. Seharusnya dia memperkirakan bahwa akan ada beberapa orang yang tertarik untuk mendekatinya.
Dan itu mengganggu Kyuhyun, dia harus menghentikan semua ini sebelum terlalu jauh.
Mata Kyuhyun terpaku pada cangkir Sungmin. Ada sisa lipstick disana. Lipstick Sungmin, bekas bibir Sungmin. Lalu, karena didorong oleh luapan gairah dan perasaannya, Kyuhyun mengambil cangkir itu, lalu mengecup lembut bekas bibir Sungmin disana.
"Kau akan menjadi milikku, Sungmin. Seperti yang seharusnya terjadi. Karena akulah yang berhak menjagamu." Gumamnya penuh tekad.
-oOo-
Seperti seorang pengintai yang mengawasi dari jauh...
Kyuhyun membatin. Setengah benci kepada dirinya sendiri yang berlaku seperti pengintai. Mengawasi Sungmin dan Jungmo. Mereka berdua sedang berkencan, tentu saja. Dan Kyuhyun disini. Mengawasi mereka.
Jalanan ini memang dikondisikan bagi pejalan kaki yang igin menikmati berjalan-jalan sambil berbelanja. Cafe-cafe yang cozy bertebaran dengan nuansa ala barat, berpayung eksotis dipinggir jalan, menawarkan suasana makan yang berbeda. Ada juga penjual bunga dan cinderamata lainnya. Kyuhyun terus mengawasi ketika Jungmo mengajak Sungmin berhenti di depan toko bunga. Lalu memberikannya setangkai mawar putih. Perbuatan sederhana yang membuat pipi gadis itu merona.
Dada Kyuhyun terasa panas. Kurang ajar Jungmo. Lelaki itu merusak semua rencananya dengan mendekati Sungmin. Kyuhyun semakin mantap untuk menyingkirkan lelaki itu. Dengan langkah yang cukup elegan tentu saja.
"Kenapa kau tertawa?"
Bibir Solbi yang berwarna merah mencebik. "Karena tatapanmu itu, seolah-olah kau ingin membunuh lelaki itu."
"Memang."
Solbi mengerutkan alisnya. "Jadi, dia yang harus kuincar? Dia tampak jatuh cinta dengan gadismu itu. Kau yakin dia bisa tergoda olehku?"
"Semua lelaki normal akan tergoda olehmu kalau kau memutuskan merayu mereka, Solbi. Untuk itu aku meminta tolong kepadamu." Gumam Kyuhyun tenang.
Solbi tertawa lagi. "Kau tidak tergoda olehku. Apakah ada sebab khusus atau memang kau bukan lelaki normal?"
"Ada sebab khusus." Kyuhyun langsung menutup diri. "Kau sudah setuju untuk membantuku dan tidak bertanya-tanya."
"Oke. Aku tidak akan mengganggumu dengan pertanyaan-pertanyaanku." Solbi tersenyum menggoda. "Apakah sebab khususmu adalah gadis itu?"
"Solbi." Nada suara Kyuhyun penuh peringatan. Membuat Solbi mengangkat bahunya dan menyerah, tidak bertanya lagi. Lelaki ini memang tidak bisa diajak bercanda, batinnya dalam hati.
"Jadi, kapan aku harus melaksanakan rencanamu itu?"
"Akhir pekan ini, aku akan mengadakan pesta akhir tahun, mengundang beberapa kenalan dan karyawan di rumahku. Kau dekati Jungmo saat itu."
"Oke, Kyuhyun. As your wish."
-oOo-
"Pesta tahunan yang diadakan GuiXian sajangnim selalu meriah." Eunhyuk duduk di depan meja Sungmin. Dia sudah tampak kepayahan membawa perutnya yang semakin membesar. Cuti hamilnya tinggal beberapa hari lagi, tetapi dia tampak bersemangat. "Makanannya benar-benar berkelas tinggi. GuiXian sajangnim benar-benar tidak pelit kepada kita. Kau tidak boleh melewatkannya."
Sungmin tertawa dan memainkan pena di tangannya. "Apakah semua karyawan di undang?"
"Tentu saja. Dan sebagian besar tidak akan melewatkannya. Pesta akhir tahun di rumah GuiXian sajangnim merupakan satu hal yang ditunggu-tunggu. Kau akan datang, kan, Sungmin?"
Jungmo sudah mengajaknya datang bersama. Sungmin membatin dalam hati, tiba-tiba ia merasa hatinya hangat. Dia belum lama kenal dengan Jungmo, tetapi entah mengapa semua terasa pas. Mereka bisa mengobrol berjam-jam tanpa merasa bosan. Bahkan Sungmin sadar bahwa hubungan mereka bisa berjalan lebih jauh.
"Pipimu memerah." Eunhyuk tertawa. "Kau akan datang dengan Jungmo, ya?"
Pipi Sungmin makin bersemu merah. Ia menatap Eunhyuk hati-hati. "Apakah sejelas itu?" Tanyanya berbisik.
"Apanya?"
"Tentang hubungan kami." Sungmin mendekatkan bibirnya ke telinga Eunhyuk dan berbisik pelan. "Bahkan GuiXian sajangnim sempat menanyakannya padaku."
Eunhyuk mengernyit. "GuiXian sajangnim menanyakan padamu? Wah, itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Setahuku, beliau tidak pernah memperdulikan gosip percintaan karyawannya. Kalau sampai GuiXian Sajangnim bertanya, mungkin gosipnya sudah meledak sedemikian rupa." Eunhyuk terkekeh. "Tapi, tidak ada ruginya. Kalian pasangan yang cocok. Dan Jungmo akhirnya berlabuh juga."
Sungmin gantian mengernyitkan keningnya. "Akhirnya berlabuh juga? Apa maksudmu?"
"Ups." Eunhyuk seolah merasa bersalah telah kelepasan bicara. "Aku tidak bermaksud membuka keburukan Jungmo. Tetapi, sejak bertemu denganmu, beliau sudah berubah. Dulu, Jungmo terkenal playboy, suka gonta-ganti pasangan dengan status yang tidak jelas. Tapi, manusia kan bisa berubah dan kuharap kehadiranmu bisa merubah Jungmo menjadi lebih baik."
Sungmin merenung. Benarkah Jungmo dulunya playboy? Tetapi lelaki itu sangat sopan, sangat menghormatinya, sangat baik. Mungkin benar kata Eunhyuk, Jungmo sudah berubah lebih baik. Sungmin sangat berharap begitu.
-oOo-
Pada malam pesta itu, Jungmo menjemputnya meskipun agak terlambat. Lelaki itu tampak rapi dan elegan dengan kemeja dan jas santai berwarna biru tuanya.
"Mian, aku terlambat." Jungmo menatap Sungmin menyesal setelah dia menjalankan mobilnya. "Tadi ban mobilku kempes di jalan."
Sungmin menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Tidak apa-apa, Jungmo."
Jungmo menatap Sungmin lama dengan pandangan penuh arti, membuat Sungmin bingung.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Tidak apa-apa." Lelaki itu mengalihkan pandangannya dengan senyum dikulum. "Hanya saja kau berbeda dengan perempuan-perempuan lain yang pernah dekat denganku. Mereka pasti akan merajuk dan marah-marah jika aku telat menjemput, meski dengan alasan apapun. Tetapi, kau berbeda, kau menerima alasanku dengan penuh pengertian."
Sungmin hanya tersenyum menanggapi pernyataan Jungmo, tetapi kemudian Jungmo menggenggam sebelah tangannya dengan lembut.
"Perasaanku kepadamu juga berbeda, Sungmin. Kuharap kau merasakan hal yang sama."
Apakah itu pernyataan cinta? Sungmin bertanya-tanya dalam hati. Menatap Jungmo, mencari jawaban.
"Maukah kau menjadi kekasihku, Sungmin? Aku mencintaimu, dan aku berjanji akan menjadi yang terbaik."
Sungmin menatap Jungmo dalam senyum, lalu terkekeh. "Jawabannya nanti saja, ya. Setelah pesta."
Jungmo membalas senyum Sungmin. Lalu terkekeh geli. "Dasar. Kau sengaja, ya. Mau menyiksaku sepanjang pesta. Harap-harap cemas akan jawabanmu."
Mereka lalu tertawa bersama.
-oOo-
Benar kata Eunhyuk kemarin. GuiXian sajangnim benar-benar tidak pelit kepada karyawan. Pesta yang diadakan di rumahnya sangat elegan dengan menu makanan yang mewah dan luar biasa. Para pelayan berdiri hilir mudik menawarkan makanan kecil dan minuman di nampan. Sementara di meja prasmanan, makanan tampak tidak ada habisnya.
"Ramai sekali disini." Jungmo menggenggam lengan Sungmin dengan lembut. "Mungkin kita harus minggir supaya tidak tertabrak."
Mereka terlambat datang ke pesta itu. Karna Jungmo terlambat menjemputnya tadi, sehingga mereka ketinggalan acara pembuka, yaitu sambutan dari GuiXian sajangnim sebelum acara makan-makan dimulai. Sekarang semua tamu sudah membaur saling bercakap satu sama lain, menikmati hidangan.
Pesta ini diadakan di kebun yang terletak di halaman belakang rumah GuiXian sajangnim yang sangat indah. Rumah itu bergaya western dengan cat putih mendominasi keseluruhan bangunannya. Dan warna lain yang dominan adalah hijau. Warna itu memenuhi hamparan rumput luas yang tertata rapi. Dengan lampu kuning yang temaram, menambah keeksotisan suasana pesta. Sementara itu, meja prasmanan dihidangkan di gazebo luas, di tepi kolam renang.
Pemilik pesta itu, GuiXian sajangnim, tampaknya tidak ada. Sungmin membatin. Matanya sudah mencari kemana-mana, tetapi dia tidak bisa menemukan sosok itu.
"Aku akan mengambilkanmu minum." Jungmo bergumam lembut. "Tunggu disini, ya."
Sungmin menganggukkan kepalanya dan tersenyum, lalu membiarkan Jungmo menembus kerumunan orang yang berlalu lalang. Dia berusaha mencari orang yang dikenalnya, tetapi tidak menemukannya. Eunhyuk bilang dia tidak mungkin datang dengan kandungannya yang sudah sangat besar itu. Meskipun sebenarnya dia sangat ingin.
Sungmin berdiri di tempat itu selama beberapa saat. Melayani beberapa teman yang menyapanya. Tetapi kemudian dia mengernyit karena Jungmo tak kunjung datang.
"Kau datang sendirian kesini?" Suara itu sangat familiar. Membuat Sungmin menoleh dengan tegang. Dan benar juga. GuiXian sajangnim yang berdiri disana, dengan segelas minuman di tangannya. Menatapnya dengan pandangan yang tak terbaca.
"Eh? Tidak." Sungmin menoleh ke belakang, mencari sosok Jungmo yang tak kunjung datang. "Saya datang bersama Jungmo."
"Lalu, dimana dia?" Kyuhyun mengernyitkan keningnya, tampak tidak suka.
"Dia... Katanya dia sedang mengambilkan minuman."
"Oh." Kyuhyun menatap kearah pandangan Sungmin. "Dia bodoh membiarkan pasangannya sendirian disini. Bisa-bisa pasangannya dicuri orang." Matanya yang tajam melembut dan Sungmin bisa melihatnya. Ternyata GuiXian sajangnim menyimpan kelembutan di dalam dirinya, dibalik sikap dingin yang selalu ditampilkannya.
"Kau mau kutemani masuk dan mencari kekasihmu? Mungkin dia tersesat di dalam sana." Kyuhyun mengendikkan bahunya ke bagian dalam rumah.
"Eh? Tidak... Mungkin saya akan menunggu disini."
"Kita akan mencarinya. Lagipula, aku butuh Jungmo. Ada beberapa hal tentang pekerjaan yang ingin kubicarakan dengannya." Dengan lembut Kyuhyun menghela Sungmin supaya melangkah bersamanya. Memasuki pintu kaca besar yang menjadi pembatas antara taman kolam renang dengan bagian dalam rumah.
Beberapa orang tampak duduk di bagian dalam rumah., asyik bercakap-cakap di semua sudut. Sungmin memandang ke sekeliling. Juga ke bar yang menyediakan minuman. Tetapi Jungmo tidak ada disana.
"Mungkin dia ada di atas." Kyuhyun mengendikkan bahunya ke arah tangga menuju lantai dua yang tampak temaram.
"Apakah lantai dua juga dibuka untuk pesta?" Sungmin menatap Kyuhyun dengan ingin tahu. Lelaki itu tersenyum miring menanggapi.
"Tidak. Tapi disana ada kamar mandi. Mungkin Jungmo memutuskan memakai kamar mandi di lantai atas. Ayo." Sekali lagi Kyuhyun menghela Sungmin, mengajaknya menaiki tangga.
-oOo-
Sepertinya tidak ada tamu di lantai dua. Mungkin sudah menjadi peraturan umum bahwa lantai dua adalah area pribadi pemilik rumah dan bukan area pesta. GuiXian sajangnim mungkin salah , Sungmin melirik ragu kepada laki-laki yang sedang berjalan di sebelahnya. Jungmo tidak mungkin berani naik ke lantai dua rumah GuiXian sajangnim tanpa izin.
"Kamar mandi lantai dua ada di ujung lorong." Kyuhyun menunjuk. "Biasanya ada beberapa tamu yang ingin tahu dan tersesat disini." Mereka terus berjalan menuju area kamar mandi di ujung lorong, sampai—
"Ngh. Ahh. Ahh."
Suara itu pasti adalah desahan seorang yeoja. Desahan yang menyiratkan arti tak terbantahkan. Pipi Sungmin memerah. Itu suara perempuan yang sedang bercinta. Meskipun tidak berpengalaman, setidaknya Sungmin bisa membedakan suara desahan seperti itu. Diliriknya Kyuhyun yang berdiri di sebelahnya. Apa yang dilakukan GuiXian sajangnim mengetahui ada orang yang bercinta di salah satu kamarnya? Apakah yang bercinta itu tamu disini?
Kyuhyun hanya melirik ke arah Sungmin dan mengangkat bahu sambil tersenyum miris.
"Ck, terjadi lagi."
"A-apa?" Sungmin tergagap.
"Tahun lalu tamuku juga ada yang lupa diri dan kelepasan. Sepertinya hal ini terulang lagi. Tunggu sebentar. Aku akan mengingatkan mereka agar mencari kamar di motel terdekat dan tidak mencemari salah satu kamar tamuku."
Masih sambil tersenyum, Kyuhyun membuka pintu kamar itu lebar-lebar. Sungmin menatap dan langsung mundur selangkah dengan kaget. Pemandangan di depannya membuat jantungnya serasa mau lepas.
-oOo-
Yang ada di depan mata Sungmin sungguh tak terduga. Sama sekali tidak terduga. Tangannya gemetar, menutup mulutnya yang mengeluarkan suara terkesiap karna kaget.
Didepannya, tampak Jungmo setengah duduk dengan kepala bersandar di kepala ranjang. Rambut Jungmo acak-acakan. Jasnya sudah terlepas entah kemana. Kancing kemejanya terbuka, menampakkan kulit dadanya yang kecoklatan. Dan... Seorang yeoja cantik sedang duduk dengan gaun yang sudah melorot sampai ke pinggang. Dua insan itu sedang berciuman dengan begitu panas. Pinggul si yeoja menggesek-gesek selangkangan Jungmo dengan seduktif. Mereka tampak lupa diri.
Kyuhyun melirik sekilas ke arah Sungmin yang pucat pasi, lalu dia bergumam sedikit keras.
"Aku rasa kalian harus mencari hotel. Dan meninggalkan rumahku."
Suara Kyuhyun tenang, namun tak terduga bagi pasangan yang sebelumnya terlarut dalam nafsu. Jungmo yang tersadar pertama kali. Dia menoleh ke arah Kyuhyun, lalu berseru kaget ketika melihat Sungmin. Dan dengan refleks langsung mendorong yeoja yang mengangkangi itu menjauh dari tubuhnya.
Ekspresi keduanya tampak bersebrangan. Jungmo tampak pucat pasi dan merasa bersalah, sedangkan yeoja itu, meskipun tadi terdorong oleh Jungmo sampai hampir jatuh, tampak begitu tenang. Dia berdiri dengan elegam sambil merapikan gaunnya, lalu tersenyum manis.
"Well, tak kusangka kita tertangkap basah disini, sayang." Bisiknya sambil melirik mesra terhadap Jungmo. "Mungkin benar, kita harus pindah ke hotel."
"Diam, Solbi!" Jungmo menyusul berdiri sambil berusaha merapikan pakaiannya. Dia lalu menatap Sungmin dengan cemas. "Sungmin. Aku bisa menjelaskan. Semua ini hanyalah salah paham."
Salah paham? Sungmin menggigit bibirnya untuk menahan perasannya. Bagaimana mungkin ini salah paham, didepan matanya sendiri ia melihat Jungmo sedang bercumbu dengan begitu panasnya. Padahal beberapa jam sebelumnya lelaki ini menyatakan cinta dan memintanya sebagai kekasihnya. Bagaimana mungkin ini bisa dikatakan salah paham? Pemandangan di depannya jelas-jelas merupakan bukti bahwa Jungmo ternyata masih lelaki yang sama, pemain perempuan seperti yang dikatakan Eunhyuk. Mungkin dia memang mengincar Sungmin sebagai korbannya. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang pemain laki-laki selain mendapatkan gadis yang masih lugu dan mudah ditipu.
Dan bodohnya... Sungmin mempercayai Jungmo. Dia bahkan memiliki perasaan indah yang ditumbuhkannya dengan begitu bodoh kepada lelaki itu. Hatinya terasa sakit, sakit dan sesak yang membuatnya tak mampu berkata-kata. Dikepalkannya kedua tangannya, dia bahkan tak mampu menatap Jungmo, dipalingkannya kepalanya dengan mata yang terasa panas membasah.
"Sungmin." Jungmo mengerang melihat mata Sungmin yang mulai berkaca-kaca."Sungguh. Aku tidak melakukannya dengan sengaja. Aku terlalu banyak minum dan Solbi menggodaku dan aku..."
"Aku menggodamu?" Solbi melipat lengannya dengan senyum simpul. "Kau yang menyeretku ke kamar terdekat karna tidak bisa menahan gairah."
"Diam, Solbi!" Sekali lagi Jungmo membentak yeoja bernama Solbi itu. Dia lalu berusaha mendekat ke arah Sungmin. "Sungmin. Aku..."
"Menjauhlah dari Sungmin." Kyuhyun melangkah ke depan Sungmin, menghalangi Jungmo. "Aku harap kalian segera meninggalkan kamarku."
Jungmo terpaku, menatap Sungmin , menyadari bahwa perempuan itu bahkan tidak mau menatap ke arahnya. Dia menghembuskan nafas dan menatap Sungmin penuh harap. "Aku harap kita bisa berbicara nanti." Lelaki itu menyerah dan melangkah pergi meninggalkan kamar.
"Well, aku rasa aku harus pergi juga." Perempuan bernama Solbi itu tampak ceria, sama sekali tidak berpengaruh dan merasa malu karna tertangkap basah sedang bercumbu dengan seseorang, di kamar orang lain pula. Solbi merapikan gaun dan rambutnya dengan genit. Lalu melangkah melewati Kyuhyun dan Sungmin. Dalam kilatan satu detik, yang tentu saja tidak dilihat oleh Sungmin, Solbi mengedipkan matanya ke arah Kyuhyun.
-oOo-
"Kau mau minum?"
Pesta sudah usai. Para tamu sudah pulang. Hanya Sungmin yang masih duduk di dapur modern milik Kyuhyun. Setelah kejadian tadi, Kyuhyun mengantarnya kesana dan menyuruhnya duduk menenangkan diri. Dia menyuruh pelayan menyediakan cokelat hangat untuknya. Lalu meninggalkannya untuk menemui para tamunya. Dan berjanji akan mengantarnya pulang nanti.
Selama di tinggalkan sendirian, Sungmin terus merenungkan kejadian tadi berulang-ulang di benaknya. Dan sangat tidak disangkanya. Begitu bebaskah Jungmo sehingga dia bisa bercumbu begitu saja dengan sembarang wanita yang di temuinya di pesta? Rasa sakit menusuk dadanya, membuatnya menghela nafas berkali-kali.
Setidaknya dia belum jatuh cinta terlalu dalam kepada Jungmo. Setidaknya dia belum menumbuhkan perasaannya terlalu jauh.
Rupanya lama sekali Sungmin berkutat dengan pikirannya. Karena pesta pada akhirnya usai. Kyuhyun datang menemuinya, dan duduk bersamanya di dapur. Melihat cangkir cokelat hangatnya yang hampir kosong dan menawarkan minuman lagi.
Sungmin menggeleng menjawab pertanyaan Kyuhyun. Tidak. Dia tidak ingin minum apapun. Dia hanya ingin pulang dan mungkin menangis sendirian di kamarnya.
"Saya hanya ingin pulang." Gumam Sungmin akhirnya. Melirik jam di dinding dapur yang sudah semakin malam.
Kyuhyun mengikuti arah lirikan Sungmin dan tersenyum lembut. "Aku akan mengantarkanmu pulang. Jangan cemas. Apa kau baik-baik saja, Sungmin?"
Pipi Sungmin memerah. Tidak. Dia tidak baik-baik saja. Dia patah hati dan merasa di khianati. Dan juga malu, malu kepada GuiXian sajangnim yang menatapnya dengan penuh perhatian kepadanya saat ini. Malu mengingat percakapan mereka beberapa malam yang lalu tentang hubungannya dengan Jungmo. GuiXian sajangnim pasti menertawakan kebodohan dan kepolosannya dalam hati karna dia begitu mudah ditipu.
"Tidak semua laki-laki seperti Jungmo." Kyuhyun membalikkan badan. Melangkah menuju bar yang ada di samping dapur. Dan menuang minuman, lalu meletakkan salah satu gelasnya di depan Sungmin. "Ini, minumlah."
"Ini apa?" Sungmin mengernyit. Menatap ke arah gelas minuman di depannya. Cairan itu berwarna bening dan keemasan.
"Itu champagne. Rasanya manis dan tidak begitu keras. Mungkin bisa sedikit menenangkanmu."
Sungmin menatap gelas itu dengan ragu. Menimbang-nimbang. Seumur hidupnya, dia tidak pernah meminum minuman berakohol. Dan dia yakin akan reaksinya setelah meminum itu. Apakah dia akan mabuk dan menari-nari seperti orang gila nantinya?
Kyuhyun mengamati Sungmin yang tercenung sambil menatap gelasnya dan tersenyum.
"Satu gelas tidak akan membuatmu mabuk. Kau bisa menyesapnya pelan-pelan. Kalau kau merasa tidak mampu, kau bisa berhenti tanpa menghabiskannya."
Sungmin menghela nafas panjang. Oke. Dia merasa layak meminum segelas champagne mahal setelah apa yang dialaminya tadi. Dengan cepat ia meneguknya. Rasa manis langsung menyebar di rongga mulutnya diikuti rasa hangat yang pekat. Dan kemudian terbatuk-batuk.
Kyuhyun mengernyitkan alis melihat cara Sungmin meminum champagnenya lalu tertawa.
"Aku bilang disesap, Sayang. Jangan diteguk. Kau akan kehilangan aromanya kalau begitu." Lelaki itu mendekati Sungmin lalu mengusap punggungnya lembut. "Kau tidak apa-apa?"
Sungmin menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba menyadari kedekatan Kyuhyun yang terasa panas di belakangnya.
"Saya rasa saya harus pulang sekarang." Sungmin meletakkan gelasnya dan mencobaberdia. Dia agak terhuyung, sehingga Kyuhyun harus memegang lengannya.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu pulang. Ini sudah terlalu malam." Dengan lembut Kyuhyun menggandeng lengan Sungmin dan membawanya keluar. Ketika melangkah, tiba-tiba Sungmin terjatuh. Membuat Kyuhyun harus menangkapnya lagi. Kali ini setengan memeluknya.
Kyuhyun menatap wajah wajah yang sangat menggoda. Yang begitu dekat dengannya. Bibir itu... Astaga. Bibir itu begitu ranum dan lembut. Pasti terasa manis ketika disesap. Mengalahkan rasa champagne yang paling mahal sekalipun. Kyuhyun lupa diri. Dan kemudian, tanpa peringatan, ditariknya Sungminkedalam pelukannya dan dikecupnya bibirnya lembut.
Sungmin terkejut. Luar biasa terkejut ketika lelaki ini, atasannya, tiba-tiba memeluknya dengan begitu erat dan mengecup bibirnya. Tetapi kecupan itu tidak dimaksudkan sebagai paksaan. Kyuhyun menciumnya dengan lembut. Lelaki itu seolah memberi kesempatan Sungmin menolak kalau ia tidak mau. Dan Sungmin tidak punya tenaga untuk menolak. Aroma jantan itu, parfum bercampur harumnya anggur memenuhi seluruh indranya. Membuatnya tertarik tanpa daya. Dia tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki sebelumnya. Sehingga rasa ingin tahu memenuhi ketika dia mendapatkan akal sehatnya, nanti ia akan menyalahkan anggur yang diminumnya. Tapi sekarang, Sungmin hanya ingin merasakan ciuman itu. Merasakan lebih jauh lagi.
Kyuhyun memperdalamkecupannya menjadi lumatan-lumatan bergairah. Bibirnya membuka dan melumat bibir manis Sungmin. Menjilatnya lembut lalu menyesapnya dengan penuh gairah.
"Ahh."
Darah Kyuhyun menggelegak. Gairahnya yang begitu lama tidak tersalurkan tiba-tiba semakin naik. Membuatnya mempererat pelukannya dan memperdalam lumatannya. Ciuman itu yang semula hanya dilakukan untuk mencipipi, berubah menjadi kebutuhan untuk memiliki. Merasakan keseluruhannya.
"Ahh. Sungmin." Kyuhyun mengerang penuh gairah. Suaranya dalam dan tersiksa. "Oh, ya ampun. Setiap saat aku selalu membayangkanmu. Membayangkan bisa menyentuhmu seperti ini. Menyiksa diriku hingga seluruh tubuhku terasa sakit karena pikir aku pantas menerima itu. Sebuah hukuman untukku. Tetapi sekarang, sekarang kau ada dalam pelukanku. Dan aku tidak tahu harus bagaimana." Lelaki itu berucap pendek-pendek. dengan nafasnya yang tersengal, dengan bibir yang begitu dekat dengan bibir Sungmin sehingga membagi panas nafasnya.
Sungmin mendengarkan ucapan Kyuhyun. Tetapi pikirannya terlalu berkabut untuk mencernanya. Dia hanya menangkap bahwa Kyuhyun... Membayangkannya. Membayangkannya? Benarkah? Tetapi kemudian seluruh pertanyaan di beaknya lenyap ketika lelaki itu melumat bibirnya lagi. Kali ini tanpa batasan apapun. Bibir lelaki itu panas dan terbuka. Melumat keseluruhan bibirnya seolah ingin melahapnya.
Sungmin tidak pernah menduga sama sekali. GuiXian sajangnim yang begitu dingin dan seolah tidak berperasaan bisa menjadi namja yang begitu penuh bergairah dalam berciuman. Ciuman itu membuatnya lemas. Sehingga harus bergantung pada tubuh Kyuhyun. Kedua lengannya melingkari tubuh Kyuhyun dan atasannya itu seolah tidak keberatan. Lelaki itu membungkukkan tubuhnya. Setengan mengangkat tubuh Sungmin. Seolah ingin menghapus batasan tinggi badan di antara mereka. Dan melumat Sungmin dengan menggila, sepenuh gairahnya.
"Kau sangat menikmati ciumanku rupanya, sayang." Bibirnya menggoda, menjilat lembut, lidahnya menelusup pelan sebelum menciumnya lagi dengan bergairah. "Aku juga."
"Ngh. Ahh."
Kyuhyun menatap Sungmin. Yeoja itu sepertinya sudah takluk kedalam cumbuannya. Apakah takluk karena pengaruh anggur? Kyuhyun tidak mau Sungmin takluk kepadanya karena anggur. Dengan lembut digodanya Sungmin lagi. Hingga perempuan itu mengerang. Kebingungan dengan gairah aneh yang pertama kali dirasakannya.
"Sungmin yang begitu polos dan suci. Kau tidak tahu betapa inginnya aku menjadi orang pertama yang merusakmu."
Sungmin merasa sekujur tubuhnya panas. Entah karna pengaruh anggur yang diteguknya atau karna sentuhan Kyuhyun. Kepalanya mulai berkunang-kunang. Tetapi walaupun begitu, seluruh indranya masih hidup. Dipenuhi oleh jutaan sensasi aneh yang menyelimutinya.
Kyuhyun sendiri masih sibuk melumat bibir Sungmin. Bibir yang dirindukannya sejak lama. Bibir yang hanya bisa dibayangkannya di malam-malam kesepiannya. Lelaki itu mulai lupa diri. Diangkatnya tubuh Sungmin yang setengan mabuk dan dibawanya ke kamarnya.
...
...
...
TBC
WOAAA! Update nihhh. 4k+ words loh. Panjang, kaaan?
Maaf NC nya gantung :P
Udah mulai ada konflik, kan? Nanti masih banyak konflik2 lagi muehehe.
Tapi tenang, pasti happy ending kok hahaha.
Maaf kalo masih ada typo(s). Ini memang tak luput dr typing saya haha
Ngomong-ngomong soal typo, bahkan judul FF aku yang because of you itu typo jadi beacuse of you. Malu bgt=='
udah ah citcatnya hehe
Thanks to; miss key, dewi. , KobayashiAde, cuttianisa, MinnieGalz, dzdubunny, adekyumin joyer, pink, Hyugi Lee, SJfFar, Nurlarasati13, dirakyu,HachiBabyMinnie, bebek, PaboGirl, nuora, Heldamagnae, minhyunni1318, Kyumin13, guest, dan para sider.
