"huh, akhirnya belanja akhir bulan selesai juga". ucap seorang pemuda berambut pirang yang baru saja turun dari kereta. "lelah sekali setelah belanja di Kaikan dan Yobodashi". gumamnya.

Yah, Naruto saat ini telah selesai melakukan kegiatan belanja akhir bulannya. Ia menenteng sebuah tas punggung yang terlihat penuh dan sebuah koper berukuran sedang.

Ia kemudian mengeluarkan secarik kertas dan tersenyum bahwa ia tidak melupakan satu bendapun yang telah ia tulis.

"hm, beberapa komik keluaran terbaru, beberapa DvD film baru rilis, dan keyboard dan mouse baru, ah juga beberapa game keluaran terbaru, syurukrlah aku tidak lupa seperti bulan lalu". lanjutnya sambil bersenandung.

"perjalanan dari Akhibara kali ini cukup melelahkan". gumamnya. Naruto memang pergi ke Akhibara setiap akhir bulannya, ia selalu membeli komik maupun game yang baru dirilis. Tapi kali ini ia membeli fim juga karena Pesanan Shido.

"baiklah, sekarang aku akan kerumah Shido dulu". gumam Naruto menghentikan sebuah taksi.

Brum! Dengan taksi itu, Naruto akhirnya berangkat dari stasiun kota Tenguu menuju ke rumah Shido. Di dalam mobil ia hanya menatap layar smartphonenya dalam diam.

"aneh ya nak? Padahal ramalan cuaca hari ini cerah, tapi kenyatannya seperti akan turun hujan, belakangan ini cuaca juga sering tidak normal". ucap supir taksi itu.

"yah, mau bagaimana lagi paman, bukankah manusia hanya bisa memperkirakan". ucap Naruto. "yah, dan mungkin saja Yoshinon yang menyebabkan ini, kemarin aku terlalu lelah untul mencarinya". Batin Naruto.

Cuaca yang semakin dingin memaksa Naruto untuk memakai jaket orangenya. Ia juga menyiapkan sebuah payung kecil berwarna orange. Ia memang suka warna orange.

"Paman! Tolong berhenti!". teriak Naruto tiba-tiba. "ada apa nak? ". tanya sopir taksi itu. Naruto langsung memakai tas punggungnya dan memegang kopernya. Ia mengirim SMS singkat ke seseorang.

"paman, sampai disini saja, ini uangnya! Ambil saja kembaliannya! ". ucap Naruto menyerahkan uang itu lalu berlari menuju sebuah gang sempit.

"huh, dasar anak jaman sekarang". gumam sopir taksi itu lalu pergi mencari penumpang selanjutnya.

Tap! Tap! Tap! Naruto berlari tanpa memerdulikan hujan yang mulai mengguyur dirinya. Yah, ia sampai disebuah gang sempit.

Dan disanalah ia melihat seorang gadis berpakaian hijau tengah merunduk dan mengais sesuatu seperti mencari sesuatu.

"Yoshinon! ". ucap Naruto spontan. Gadis itu langsung kaget, ia hendak beranjak berlari, tetapi begitu melihat wajah Naruto, ia langsung terdiam.

"tenanglah, aku tidak akan menyakitimu, dan juga, sepertinya bonekamu hilang yah? ". ucap Naruto. Yoshinon langsung terkejut dan berlari kearah Naruto ia memegang baju Naruto.

"kamu sedang mencarinya yah? ". tanya Naruto. Yoshinon hanya mengangguk gugup. "yah, sebenarnya aku ingin menolongmu kemarin, tapi kamu terlalu cepat sehingga aku tidak bisa menyusulmu, maafkan aku yah? ". ucap Naruto.

Yoshinon hanya menggelengkan kepala tanda bahwa ia tidak setuju demgan pernyataan Naruto.

"baiklah, meskipun aku lelah, aku akan membantumu mencarikan boneka itu, tapi sebelumnya, pakai saja payung ini.. Yoshinon! ". ucap Naruto menyerahkan payung orange itu.

"aku sudah basah, jadi payung sudah tidak berguna lagi buatku, selain itu hujan bisa saja menyegarkan tubuhku". ucap Naruto sambil tersenyum. Yoshinon menerimanya dengan bingung, namun akhirnya ia membuka suaranya.

"A-Arigatou, s-sebenarnya, namaku bukan Yoshinon.. Namaku adalah Yoshino, Yoshinon adalah temanku". ucap Yoshino. "begitu, jadi jadi aku bukan hanya akan menyelamatkan sebuah boneka, tapi juga teman". ucap Naruto.

ia kemudian memegang pundak Yoshino. "kalau begitu artinya, aku memiliki dua teman baru, Yoshino dan Yoshinon". ucap Naruto tersenyum Dan Yoshino hanya menundukan wajahnya yang memerah.

klik! Naruto segera mengangkat teleponnya saat ia rasakan bergetar. "begitu, kau berhasil menemukan Yoshinon, bahkan berbicara dengannya, saat ini Shido tengah mencari boneka itu". ucap suara perempuan.

"begitu, bagaimana hubungan Shido dengan Tohka? ". tanya Naruto. "belum terlalu baik, tapi saat ini Reine tengah melakukan pembicaraan agar Tohka mengerti, kami akan berusaha mencari rekaman tentang boneka itu". ucap Kotori.

"hm, tolongyah! Rasanya kaki-kakiku mau mati". ucap Naruto. "serahkan padaku, kau lakukan tugasmu, dan aku rasa dengan sifat dewasamu itu, tidak perlu ada pilihan seperti Shido, jadi kami akan fokus pada masalah bonekanya". ucap Kotori.

"terima kasih, sampaikan pada Shido kalau kami berada dalam jarak yang dekat". gumam Naruto. Sementara Yoshino hanya memandanginya bingung.

"baiklah, ayo kita cari bonekamu di lokasi kemarin, kebetulan tidak jauh dari sini". ucap Naruto walaupun ia bersusah payah membawa barang-barangnya.

"ne, Yoshino, apakah kau ingat pemuda berambut biru kemarin? ". tanya Naruto. "S-shido-san? ". ucap Yoshino. "hm, dia itu baik, dia adalah teman sejati menurutku". ucap Naruto.

"b-betul, k-kemarin ia menolong Yoshino yang hampir terjatuh". ucap Yoshino lirih. "hampir terjatuh? Kau ini cukup ceroboh ya". ucap Naruto sementara Yoshino hanya menundukan kepala.

"tapi, aku ingin kau mengerti satu hal, Tohka, maksudku perempuan berambut violet kemarin hanya tidak sengaja melempar Yoshinon, sebagai manusia aku mengerti perasaanya, ia hanya tidak ingin Shido mengabaikannya, itu wajar sebagai perasaan seorang wanita kepada seorang laki-laki". ucap Naruto.

"s-sebenarnya aku juga t-tidak enak waktu Yoshinon menggoda gadis itu, ada ekspresi rasa sakit yang kulihat". ucap Yoshino. "aku senang kau mengerti, kau adalah anak yang baik, aku ingin melindungimu". ucap Naruto

Mendengar itu, Yoshino tambah memerah. "aku diajari satu hal sejak kecil, saat kau menemukan seseorang yang mempunyai penderitaan sama sepertimu, maka ia akan menjadi teman yang baik bagimu". ucap Naruto.

"dan juga, bisakah aku mengetahui, bagimu, Yoshinon itu.. Seperti apa? ". tanya Naruto. "... Yoshinon adalah panutanku, berbeda denganku yang lemah dan tidak tahan sendirian, di adalah sosok yang kuat, dia sosok yang kuimpikan, dia adalah pahlawanku". ucap Yoshino.

"begitu yah? Mendengar ceritamu aku juga teringat masa kecilku, sejak umur 4 tahun aku hidup sendiri, meski aku tahu ada orang yang melindungiku dari jauh, memang benar, hidup sendirian itu menyakitkan". jeda Naruto.

"tapi paling tidak, kesendirian itu membuatku mengerti bagaimana berharganya seorang teman, bagaimana memahami perasaan orang lain, dan karena kesendirian itu pula, aku bisa menjadi seperti sekarang, akan kulakukan apapun untuk melindungi temanku". ucap Naruto.

"n-naruto-san adalah orang y-yang pemberani". puji Yoshino. "bagus Naruto, suasana hatinya meningkat, pertahankan itu". ucap Kotori dari pesan yang dibaca Naruto.

"huft, aku tidak bermaksud meningkatkan suasana hatinya, aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan". ucap Naruto.

"Bagaimana dengan bonekanya? ". ketik Naruto lalu mengirimkannya ke Kotori. Ia kemudian menyimpan handphonenya. "Yoshino, kita sudah sampai, bagaimana kalau kita mulai dari sana? ". ucap Naruto menunjuk bagian gedung yang roboh.

"uhn". angguk Yoshino. Mereka mulai mencari, walau dalam hujan, ia masih membantu Yoshino untuk mencari boneka itu, bahkan tak jarang Naruto harus terjun ke tempat sampah untuk mencarinya.

Sementara itu di Fraxinus

"Komandan, hasil analisa mengenai tubuh Naruto-san sudah keluar, apakah anda ingin melihatnyaaa~?". tanya Kannazuki.

"hm, baiklah! Tunjukkan hasilnya! ". perintah Kotori. Dan di layar besar didepannya, ditampilkan skema tubuh Naruto dengan bergai warna didalamnya.

Di pinggiran tubuhnya, terdapat warna-warna beragam, hijau, biru gelap, biru cerah, coklat, dan merah. Dan dibagian tengahnya terdapat suatu bulatan tidak berwarna. "bagaimana dengan cara kerja sirkulasi energinya? ". tanya Kotori.

"anda tidak akan percaya, ini sangat menakjubkan". ucap Kannazuki sambil memencet tombol lain.

Disana ditampilkan bulatan tidak berwarna tadi, dikelilingi oleh bulatan-bulatan berwarna tadi. Diantara mereka terdapat garis halus seperti jalur-jalur yang saling berhubungan dan bertemu pada pusatnya.

Walau berhubungan, laju tempo perputaran itu sangat teratur sehingga tidak ada energi yang saling bertabrakan. "hebat, benar-benar seperti sistim tata surya, aku tidak tahu ada manusia yang mampu menahan kekuatan ini". ucap Kotori.

"hm, jika ia memang manusia normal sebelumnya, seharusnya ia tidak mampu menahan kekuatan sebesar itu". ucap Kannazuki. "jadi maksudmu? ". balas Kotori.

"kemungkinan, Naruto-san sejak lahir adalah seorang Spirit, tapi kita juga tidak bisa melupakan fakta bahwa dia juga memiliki tubuh manusia biasa, jadi bisa disimpulkan". jeda Kannazuki.

"aku paham, jadi kemungkinan besar, Naruto memiliki orang tua yang salah satunya adalah seorang spirit? ". ucap Kotori. "benar, kemungkinan besar ia adalah seorang setengah manusia dan setengah spirit". ucap Kannazuki.

"komandan! Kami sudah menemukan rekaman mengenai boneka roh itu! ". ucap Kawagoe.

"bagus! Hubungkan aku dengan Shido". ucap Kotori. "hai". "Shido! Shido! ". panggil Kotori.

Sementara itu ditempat Shido.

"ada apa Kotori? ". tanya Shido. "kami sudah menemukan rekaman bonekanya,tapi ada satu masalah". ucap Kotori. "apa itu? ". tanya Shido.

"masalahnya adalah boneka itu diambil oleh Tobiichi Origami kemarin". ucap Kotori. "begitu, jadi diambil oleh Origami? Aku cukup dekat dengan apartmentnya". ucap Naruto tiba-tiba. Ia memaka alat komunikasi yang ia kira lupa membawanya.

"e-eh? Naruto?! ". kaget Shido. "kau sudah kembali dari Akhibara?! ". ucap Shido. "aku kesana hanya untuk menghadiri pameran otaku dan game terbaru". ucap Naruto. "baiklah kita kesampingkan dulu pembicaraan kalian, dan Naruto jangan pergi ke apartmen Origami, saat ini Shido bahkan didepannya, jadi tetap alihkan perhatian Yoshinon dan biarkan Shido mengambilnya". ucap Kotori.

"aku baru mempelajarinya kemarin sih, tapi akan kukirimkan bantuan untukmu! ". ucap Naruto sebelum akhirnya mematikan alat komunikasinya.

"baiklah, percayakan saja padaku, Naruto! ". ucap Shido. Ia kemudian bergegas menuju apartment Origami.

"uh, apa alasan yang sebaiknya aku pakai? ". gumam Shido. Pak! Pak! Tiba-tiba suara kepakan mengalihkan perhatiannya. Ia melihat dengan jelas saat seekor burung dara mendarat di bahunya.

"ini terbuat dari.. Es? ". gumam Shido menyentuh badan burung dara itu. Ia juga menemukan secarik kertas. "bawa burung es ini, katakan saja sebagai hadiah untuk Tobiichi, hubungi aku kalau kau sudah menemukan bonekanya dan menyerahkan burung es ini". tulis Naruto.

"baiklah, kurasa bentuknya cukup detail dan artistik". gumam Shido memegang burung es yang sepertinya sudah kembali menjadi benda mati.

Shido memencet tombol. "siapa? ". tanya sebuah suara."ini aku, Itsuka Shido". ucap Shido. Dan setelah itu, sebuah pintu otomatis disana langsung terbuka.

Shido menghela nafas panjang lalu bergegas memasuki pintu itu lalu menaiki sebuah lift. "Apa benar bonekanya ada di Origami? ". tanya Shido. "tentu saja, kami sudah memastikannya, oh! Apa Naruto memberimu burung es? Cepat berikan lalu temukan dan setelah itu segera pergi, aku punya perasaan Naruto sedang merencanakan sesuatu". ucap Kotori.

"entahlah tapi-". ucapan Shido berhenti saat ia tidak lagi bisa menggunakan alat komunikasinya. "Kotori?! Kotori?! ". ucap Shido. "apa sinyalnya terputus? ". gumamnya. "sial, menghadapi Origami lebih sulit daripada menghadapi Tohka". ucap Shido.

Ia sampai didepan pintu apartment Origami, ia baru saja akan menekan bel. Tapi Origami sudah membukakan pintunya tiba-tiba.

"E-eh? ". gugup Shido saat melihat Origami memakai pakaian maid yang cukup manis ditambah wajah polosnya. "Y-yo". ucap Shido sambil mengangkat burung es pemberian Naruto.

Back to Naruto.

"t-tidak ketemu... ". ucap Yoshino sedih. "tenanglah Yoshino, Yoshinon pasti akan ketemu kok, aku sudah menyebar beberapa burung-burung es di sekitar sini". hibur Naruto.

"N-naruto-san, s-sebenarnya mengapa kau membantuku? ". ucap Yoshino sambil menyembunyikan wajahnya. "sudah kubilang kalau kita ini teman bukan? Yoshino dan Yoshinon adalah temanku juga, dan aku tidak perlu alasan untuk menolong temanku". ucap Naruto.

"N-naruto-san sangat pemberani, Naruto-san mirp dengan Yoshinon". ucap Yoshino.

Kruyuuk! Tiba-tiba suara kelaparan terdengar. "Ne, Yoshino kau lapar? ". tanya Naruto. Yoshino hanya menggelengkan kepalanya, tapi sepertinya perutnya tidak sepakat dengan otaknya.

"baiklah, duduklah disitu". gumam Naruto menuju kearah kopernya. "untung benda ini kedap air". gumamnya membuka koper yang isinya adalah sebuah kompor kecil, makanan ringan, beberapa makanan yang ia beli dari Akhibara dan tentunya, beberapa cup ramen.

Naruto mengambil sesuatu lalu mendekat kearah Yoshino. "makanlah Oyakodon ini, aku membelinya di Akhibara tadi". ucap Naruto menyerahkan Oyakodon itu. "t-terimakasih". ucap Yoshino gugup sambil menerima Oyakodon itu dan memakannya perlahan.

Sementara Naruto, ia mengeluarkan sebuah kompor kecil dan sebuah cup ramen. Dengan santai ia menciptakan air dari es yang ia ciptakan lalu memasaknya diatas kompor yang sudah menyala.

Yoshino terlihat tertarik dengan apa yang dilakukan Naruto. "hehe, maaf Yoshino, gadis seumuranmu tidak baik makan ramen". ucap Naruto menyeduh ramennya dan memakannya dengan cepat.

Akhirnya, mereka berdua makan di samping gedung itu dengan Yoshino yang dibawah payung dan Naruto dibawah... Es.

Unknown palace

"sampai kapan mereka akan begini? ". "Kau benar, dimana para gadis robot itu? Ayolah cepat muncul dan lakukan pertarungan! ".

"Hei, hei kalian berdua, tidak adakah yang kalian pikirkan selain pertarungan? ". "diam kau! Pikiranku bukan tentang pertarungan tetapi-". "yah-yah, apapun yang kau pikirkan, tidak beda jauh dari pertarungan"

"hoi! Jangan bicara terus, kalian menganggu tidur singkatku! ". "tidur singkat ndasmu!". "sudahlah, jika memang diperlukan, kita lihat saja nanti".

Back To Naruto.

Sembari memerhatikan Yoshino makan, Naruto diam-diam mengubungi Kotori. "bagaimana bonekanya? ". "haah, apartment Origami meledak, itu ulahmu bukan? Saat ini Shido tengah menuju ke tempatmu". ucap Kotori.

"itu hanya ledakan uap es saja, tidak ada unsur merusak, hanya menimbulkan keterkejutan". ucap Naruto.

"Yoshino, aku rasa aku mendapatkan tanda dari salah satu burung es ku". ucap Naruto. "b-benarkah? ". ucap Yoshino berbinar. "baiklah, tapi sebelumnya aku akan membereskan-Duarrrr!

"Kyaah! ". ucap Yoshino terlempar dan kesakitan.

"Akhirnya... "

"k-kalian". ucap Yoshino terkejut melihat segerombolan AST. Cklek! Yoshino sangat ketakutan ketika berbagai macam senjata tengah tertodong kearahnya.

Ia meringis merasakan kaki kirinya terkilir. Ia kemudian melihat kearah tempat Naruto sebelumnya berdiri, tapi yang tersisa hanyalah koper yang hancur dan terbakar.

Perasaan itu kembali lagi... Yoshino merasa ia sedang sendirian saat ini, tidak ada Yoshinon ataupun Naruto yang menghiburnya.

"Zadkiel! ". dengan frustasi, Ia memanggil Angelnya yaitu berupa sosok kelinci raksasa. Ia langsung menaikinya dan berlari menjauh. "kejar dia, jangan sampai lolos untuk yang ketiga kalinya! ". ucap salah satu personel AST itu.

"uakh! ". Akibat ledakan, tadi Naruto terlempar cukup jauh dan berakhir dengan menabrak sebuah tiang gedung hingga roboh. "ukh, sakit sekali". leguhnya. "sepertinya tulang rusukku ada yang patah".

Groaaa! Ia langsung mengalihkan pandangannya dan menemukan seekor kelinci raksasa sedang menghindari berbagai macam tembakan.

"Yoshino? Apa selalu seperti ini? Apa gunanya aku memiliki kekuatan ini jika aku tidak bisa melindungi temanku?! ". ucap Naruto frustasi.

Ia berusaha bangkit, tetapi rasa sakit yang hebat menyerang bagian dada dan punggungnya. "ukh". erang Naruto.

"Astaga, para gadis robot itu sudah tiba! Apa yang kau tunggu?! Bertarunglah! ". "hei bodoh! Ia sedang terluka parah!". "ia tidak mungkin melakukannya sendiri". "minggir kalian! Jangan banyak bacot! akan kubantu dia".

"A-apa? ". gumam Naruto merasakan energi didalam tubuhnya mulai menyebar dan memberikan rasa dingin yang sanggup menghilangkan rasa sakit Naruto.

Ia juga merasakan energi itu terus bertambah dan bertambah, kemudian memadat. Naruto memjamkan matanya mengikuti sebuah naluri yang ada di otaknya.

Naruto tiba-tiba berdiri. Aura biru dingin menguar hebat dari tubuhnya. Manik sapphirenya telah menjadi manik biru menyala. Ia mengangkat tangannya.

Awan tiba-tiba menghitam. Petir-petir mulai bersahutan. Awan-awan yang menghitam diseluruh langit Tenguu dengan cepat berubah warna menjadi biru muda.

Naruto menggunakan kekuatannya untuk membekukan seluruh awan yang ada di langit kota Tenguu. Sebenarnya ia tidak tahu apa yang ia lakukan, tapi otaknya seolah membimbingnya melakukan hal itu.

Kretek! Kretek! Seperti kemarin, awan yang membeku itu pecah menjadi serpihan-serpihan kecil dan berkumpul membentuk pusaran.

"ini! Jangan-jangan! ". kaget beberapa anggota AST mengalihkan pandangannya keatas. Sring! Sepasang mata merah tajam terbuka di bagian tengah pusaran. Puluhan petir juga bersahutan dari sana.

"komandan! Peningkatan energi Naruto-san sangat besar, ini bahkan lebih besar dari milik Tohka ataupun spirit itu! ". ucap Kannazuki. "apa?! apakah ini berbahaya? ". tanya Kotori.

"entahlah, tapi energi ini sangat stabil, aku belum pernah melihat energi sebesar ini dan sangat stabil". balas Kannazuki.

Zuuz! Blarr! Pilar cahaya berwarna biru turun dengan sangat cepat ke kota Tenguu. Zuuuz! Kretak! Hawa dingin menyebar dan membekukan seluruh kota. Beberapa anggota AST terpental terkena hempasan hawa dingin itu.

"ukh! ". erang Shido terlempar ke sebuah pagar di sebuah atap. "kau tidak apa-apa? Shido? ". tanya seorang wanita. "ukh, T-tohka? ". gumam Shido. Ia terkejut melihat penampilan Tohka dengan seragam siswi Raizen dan tambahan sedikit pernak-pernik Astral Dress yang diketahui Shido saat Tohka masih menjadi Roh.

"apa itu? ". gumam salah satu anggota AST. "tetap waspada! ". ucap Origami memegang erat perlatan canggihnya. "Origami benar! Yang lainnya pertahankan si petapa itu! ". ucap komandan AST.

pilar cahaya itu tepatnya mendarat di belakang Naruto. Groaaa! Dan setelah itu, tampaklah seekor Naga astral sukuran dua kali Fraxinus. Dengan mata merah menyala.

Entah mengapa, Naruto merasa tidak terkejut dengan seekor naga astral berukuran besar yang melayang-layang di belakangnya. Ekspresinya dingin dan mengeras, entah mengapa ia tidak merasa kasihan pada para 'musuhnya' saat ini.

"i-itu, Naga? ". kaget Shido. "Naga? Apa itu? ". tanya Tohka mengadap Shido. "d-dibelakangmu! ". tunjuk Shido dengan wajah kaget. "apa? ". gumam Tohka berbalik. Dan ia langsung terkejut saat melihat seekor makhluk panjang melayang di depannya dengan tatapan ganas.

"Groaa! ". naga itu mengeluarkan teriakan yang sangat mengerikan. Tap! Naruto dengan ekspresi dingin melompat kearah para AST. Naga itu mengikutinya dan memasukan Naruto kedalam kepalanya.

"j-jangan takut! Tembak pengendalinya! ". teriak seorang anggota AST meluncurkan tembakan kearah Naruto yang berada dalam kepala Naganya.

"Groa! ". Naga itu mengaum keras dan berhenti sejenak. . Blup! Blup! Titik-titik air terbentuk disekitar naga itu. Tapi, Naga itu membuka mulutnya dan mengeluarkan sebuah percikan listrik.

"terima ini! ". Naruto berucap dengan dingin. Blup! Titik-titik air yang jumlahnya puluhan itu melesat kearah para AST yang menghadangnya. Bzzzt! Seiring dengan laser listrik yang keluar dari naga itu dan menyambar Titik-titik air yang menyebabkannya mejadi lebih berbahaya.

"jangan bertahan! Tembaki Titik-titik air itu! ". teriak seorang anggota AST. Drrt! Drrt! Dan mereka yang bertugas menghadang Naruto mulai menembaki titik-titik air yang melesat bersama aliran listrik itu denga senapan-senapan canggih yang mereka miliki.

Blar! Blar! Blar! Titik-titik air itu meledak saat berhadapan dengan peluru-peluru yang keluar dari senapan-senapan anggota AST.

"Naruto? ". gumam Shido mengenali orang yang mengendalikan naga itu. "lawanmu aku, Princess! ". ucap Origami menyerang Tohka.

"cih, merepotkan seperti biasa! ". tangkis Tohka dengan Sandalphonnya. "u-ukh! ". erang Yoshino berusaha melepaskan ikatan jaring elektrik yang meringkusnya.

Dalam kepala naganya, Naruto melirik keatas. Kumpulan awan yang berubah menjadi serpihan es masih melayang-layang tak tentu arah diatas sana. "Groaa! ". Naga astral itu kembali mengaum.

Dan serpihan-serpihan es diatas langit mulai mencair kembali. "aku akan menyelesaikan ini". gumam Naruto. "Groaa! ". Naga astral itu mengaum keras.

Naruto melompat keluar dari kepala Naganya. Sementara naga itu melesat terbang kearah langit. Awan-awan lain dari luar kota Tenguu berkumpul.

Tap! Naruto yang baru mendarat langsung dihadiahi tembakan-tembakan dari para AST. Awan-awan yang datang dari luar kota itu telah menutupi langit kota Tenguu seutuhnya.

"Dragonic Ice Stream-First Shot! ". gumam Naruto menjentikan jarinya. Ctik! Zuuz! Dan tiba-tiba beberapa laser biru turun secepat cahaya dari atas langit.

Kretek! Dan dengan itu, semua peluru dan beberapa anggota AST yang berada dihadapan Naruto tiba-tiba terkena laser biru itu dan langsung membeku.

Bruk! Naruto menatap dingin kearah beberpa tubuh manusia beku yang jatuh dihadapannya. "Groaa! ". Ia tersadar dan melihat kearah Yoshino yang sedang berusaha membebaskan diri.

Tap! Naruto melompati atap-atap gedung seperti seorang ninja, tapi tujuannya adalah tempat Shido yang membawa boneka kelinci itu.

"tunggu! Aku tid-Second Shot! ". potong Naruto. Dan sinar biru secepat cahaya kembali turun dan membekukan seorang AST yang berusaha menghadang Naruto.

Tap! Tap! Naruto akhirnya sampai ke tempat Shido. "Naruto! ". ucap Shido. "Shido! Kau membawa bonekanya bukan? ". tanya Naruto. "y-ya, ini! ". ucap Shido memberikan boneka Yoshinon.

Trank! Trank! Trank! Naruto mengalihkan perhatiannya dan melihat Tohka dan Origami yang sedang berduel diatas sana.

"Naruto". panggil Shido. "apa? ". tanya Naruto. "tolong selamatkan Yoshino! Biar masalah Tohka dan Origami menjadi urusanku". ucap Shido. "aku tahu, akan kuselamatkan dia! ". ucap Naruto kembali melesat melompati atap menuju kearah Yoshino.

Cklek! Namun disana tampaknya sudah ada beberapa anggota AST dan komandannya yang sudah menyiapkan senjata mereka untuk mengeksekusi Yoshino. "u-ukhh, Y-Yoshinon! ". gumam Yoshino beruraikan air mata.

Groaa! Kelinci itu merespon kesedihan Yoshino, ia menambah tenaganya untuk menghancurkan jaring elektrik itu.

"mau membunuh Yoshino? Tidak akan kubiarkan! ". ucap Naruto. "Third Shot! ". Zuuz! Dan dua dari anggota AST itu langsung membeku. "cih, kekuatanku mulai berkurang". gumam Naruto.

"terima ini! Final-Shoot! ". ucap Naruto. Sinar biru di matanya makin menguat dan ekspresi sangat dingin terpasang di wajah Naruto. Kepala Naga astral itu kembali menyembul dari balik awan dan membuka mulutnya. Sebuah bola yang beriak mirip air dengan aura dingin serta percikan listrik tercipta di depan mulut Naga itu.

Groaa! Zadkiel yang telah berhasil membebaskan dirinya langsung melesat pergi. "kita kejar dia! ". ucap komandan AST akan beranjak. "k-komandan, l-lihat! ". tunjuk seorang anggota dengan nada bergetar menatap sebuah laser tiga elemen meluncur kearahnya.

"T-territory! ". ucap para AST itu berusaha menahan serangan Naruto.

Deg! "a-apa yang aku lakukan?! ". gumam Naruto. Tenaganya mulai menurun dengan cepat seiring sinar matanya yang mulai menghilang. "sialan, dari dalam sini hanya sejauh ini yang dapat aku keluarkan". Zuuz! Laser itu terbelah saat akan melewati para AST itu sehingga mereka selamat dari maut.

"sial, aku hampir saja membunuh mereka". gumam Naruto. "apa yang terjadi? Kenapa laser itu melewati kita? ". tanya seorang anggota AST sambil menatap ngeri permukaan kota yang tadi terkena laser itu. Gosong berasap dan kemudian membeku.

"F-fourth Sh-shoot! ". ucap Naruto memaksakan kekuatannya. Zuuz! Dan setelah itu laser es kembali meluncur dan membekukan seluruh anggota AST dihadapannya.

Tohka dengan lincah melesat kesaa kemari menghindari tembakan-tembkan yang dilepaskan oleh Origami. "heyaa! ". ia menghantamkan Sandalphon tepat didepan kepala Origami yang sayangnya hanya mengenai territorynya.

Mereka tidak menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka. Naruto mengalihkan pandangannya kearah pusaran es yang melindungi Yoshino. Ia berlari kearah pusaran itu sambil membawa boneka Yoshinon.

"komandan, tekanan energi Naruto-san mulai menurun drastis saat ini, kalau dibiarkan menembus pusaran es itu, maka.. ". gumam Kannazuki.

"N-Naruto! Jangan sembarangan! Energi dan tubuhmu mulai melemah saat ini! Jika kau melanjutkannya kau bisa mati! ". ucap Kotori.

"maaf, aku melakukan ini demi seseorang yang sudah menjadi temanku, meski tubuhku dihancurkan sampai ke bagian terkecil, asal boneka ini kembali kepada Yoshino, aku tidak masalah, selain itu... Aku sudah berjanji". ucapan Naruto yang bergema melalu speaker di ruang komando Fraxinus sukses membungkam seluruh manusia disana.

Naruto berlari menembus pusaran es dengan membawa boneka Yoshinon. "u-ukh, pusaran yang cukup kuat". gumam Naruto membentuk sebuah pelindung.

Walau begitu, masih ada saja beberapa es yang mengenai dirinya. Bahkan ada beberapa pula yang menembus tubuh Naruto dan mengakibatkan luka yang cukup serius.

"huh, akhirnya ". gumamnya saat ia merasa sudah sampai di tengah, ia melihat kelinci raksasa itu dengan Yoshino yang menangis di atasnya.

Walaupun sampai disana, keadaan tubuh Naruto 'sangat mengenaskan' sebelah tangannya hilang dan tubuhnya penuh lubang. Meski begitu, entah mengapa tidak ada setetespun darah yang keluar.

"Y-yoshino". panggil Naruto. Yoshino segera menoleh dan melihat Naruto dengan keadaan yang sangat parah tapi dengan sebelah tangan yang tersisa, ia masih memegang Yoshinon.

Yoshino langsung berlari kearah Naruto, tapi begitu dia sampai ia langsung menutup mukanya. "m-maafkan a-aku". ucapnya sesenggukan. "untuk apa? Aku sudah membawa Yoshinon, jangan menangis okey? ". ucap Naruto.

"t-tapi, t-tubuhmu terluka sampai seperti itu, i-itu semua karena a-". ucapan Yoshino terpotong oleh tangan kecil Yoshinon yang menutupi bibirnya, yang menggerakkannya adalah Naruto.

"tidak apa-apa, lagi pula ini tidak sakit hanya se-". Naruto tidak melanjutkan ucapannya karena ia merasa ada sesuatu yang aneh mengelilinginya. Yah, sebuah aura berwarna kehitaman mengelilingi Naruto.

Kemudian aura itu mengisi lubang-lubang luka yang ada pada tubuhnya, tidak berhenti, aura gelap itu berkumpul di lengan kiri Naruto dan membentuk sebuah tangan lagi disana.

Dan kini, tubuh Naruto kembali utuh tanpa luka parah sedikitpun. "Merepotkan saja".

"ini, kekuatan kegelapan? ". gumam Naruto. Tapi ia langsung menyerahkan Yoshinon pada Yoshino.

"yatta! Aku tertolong berkat Naruto-kun! ". ucap Boneka kelinci itu langsung berceloteh ria begitu terpasang di tangan Yoshino.

"terima kasih, aku tidak tahu bagaimana membalasnya". ucap Yoshino.

"perasaanya sudah sangat menyukaimu, lakukan tugasmu sekarang, Naruto! " . ucap Kotori tiba-tiba.

"W-what? B-baiklah". gumam Naruto. "ne, Yoshino, aku ada satu permintaan, bolehkah? ". tanya Naruto.

"a-apa itu? ". tanya Yoshino. "b-bolehkah aku, m-menciummu? ". tanya Naruto gugup. "i-i-itu... ". kaget Yoshino menyembunyikan wajahnya.

"dengan begitu aku bisa menyegel sebagian kekuatanmu, kau tidak perlu takut lagi akan lepas kendali ataupun disakiti".ucap Naruto. "aku akan melindungimu". lanjutnya tersenyum lembut.

Yoshino terkejut mendengar hal itu, walaupun dengan wajah memerah, akhirnya ia menganggukan kepalanya. Naruto mendekatkan bibirnya ke bibir Yoshino yang sudah semerah tomat.

Dan akhirnya, kedua bibir mereka bertemu. "Akhir yang bahagia bukan? ". "naif, tapi ini sesuai harapanku, bocah ini berkembang seperti yang diharapkan".

Tapi Naruto tahu diri, setelah dirasa cukup, ia melepaskan bibirnya dari bibir Yoshino. Dan bersamaan dengan pusaran es dan kelinci raksasa yang mulai menghilang.

Deg! Deg! Pandangan Naruto tiba-tiba menggelap sampai akhirnya ia menyadari bahwa ia berada di tempat yang sama dengan di alam bawah sadarnya.

Kali ini ia bisa melihat jelas pilar cahaya itu, lingkaran hijau bertuliskan aksara kuno Zadkiel perlahan retak-retak hingga akhirnya hancur menjadi serpihan-serpihan.

Naruto terkejut melihatnya. Kretak! Kretak! Naruto kembali dikejutkan oleh dua lingakaran lainnya yang juga retak, walau retakannya masih cukup kecil.

"Sandalphon dan Camael?". gumam Naruto. Deg! Tapi kesadarannya kembali ditarik menuju dunia nyata.

"ukh". Naruto terbagun dan mendapati Yoshino dihadapannya... Telanjang.

"ne, Naruto-kun ternyata mesum juga". ucap Yoshinon.

"ini saatnya! ".

Tapi saat pusaran itu menghilang sepenuhnya, sebuah laser Berwarna hijau melesat kearah Yoshino dan Naruto. "a-apa?! ". kaget Naruto, kekuatannya sudah habis terkuras kali ini, kalau sampai terkena bisa gawat. "Naruto-san! ". ucap Yoshino ketakutan sambil memeluk lengan Naruto.

Laser itu begitu dekat, sampai akhirnya Naruto hanya bisa melebarkan matanya. "Naruto! Yoshino! ". teriak Shido dari kejauhan. "sial tidak akan sempat! ". ucap Tohka melayang cepat kearah Naruto.

Deg! Naruto tiba-tiba merasakan ada bagian kekuatannya yang keluar. Buagh! Tiba-tiba laser terbelah saat melewati Naruto.

"A-apa? ". kaget semua orang disana. "heh? Hanya segini? Kau benar-benar merepotkan, Naruto". ucap seseorang. "siap-bagaimana bisa?! ". shok Naruto melihat sosok yang melindunginya.

Yah, disana tepat didepan Naruto berdiri sosok remaja berambut pirang tengah menampar laser dengan tangan yang dilapisi aura hitam. "yo, akhirnya aku bisa keluar". ucap sosok itu.

"tidak mungkin! Siapa kau sebenarnya?! ". ucap Naruto. "tenanglah, aku tidak akan dan tidak bisa menyakitimu, aku adalah salah satu wujud kekuatan yang ada pada dirimu, Naruto Darkness". ucap sosok yang ternyata adalah kekuatan kegelapan Naruto itu.

"dia itu, dia benar-benar melakukannya? ". "haah, dia itu meyukai orang yang mempunyai sifat seperti Naruto, kau tahu? Dia tidak benar-benar kegalapan itu". "yah". "heh? Jangan seenaknya menuduh, memangya kalian ingat siapa kita ini sebenarnya? ".

"dari pada itu, pergilah kerumah Shido atau ke Fraxinus atau toko pakaian, kau terlihat seperti penjahat kelamin saat ini". Seringai Darkness. Setelah itu, ia menghilang bersamaan dengan laser yang juga menghilang.

Gimana? Maaf kalau kurang memuaskan, dan juga sebenarnya saya mau post chapter ini seminggu lalu, tapi ada kegiatan pameran di sekolah saya sehingga harus tertunda.

Next : A Brother from the past, Mysterious man with Sharingan.