Title : SUPER JUNIOR BROTHERSHIP SERIES CHAPTER 3
Genre : Brothership, Friendship and Family
Rate : T
Cast : Cho Kyuhyun ( 15 thn ) Park Jungsoo ( 29 thn )
Kim Heechul & Hankyung ( 28 thn)
Yesung & Kangin ( 26thn )
Shindong ( 25 thn ) Sungmin ( 2 4 thn )
Eunhyuk & Donghae ( 22 thn )
Siwon ( 20 thn ) Ryeowook (18 thn ) Kibum ( 17 thn )
Summary :
Warning : Typos, Gaje, OOC, if read dont bash and review after read.
Disclaimer : All them belong to them selves and God, iam just a fan who use their name for my story.
Story by asmawi97
.
SJ brothership series Chapter 3
I Knew You Were Trouble
Special
Heechul & Kyuhyun
.
.
.
Di sebuah ruangan yang biasa di pakai untuk menghakimi siswa atau siswi yang bermasalah, Kyuhyun terlihat duduk berseberangan dengan Grup BIGBANG, dan juga seorang gadis yang tadi dia yakini sebagai korban, duduk di samping nya.
''Jadi, sebenarnya bagaimana kejadian ini bisa terjadi Nona Kim?'' seorang Guru bertanya pada Nona Kim, satu-satunya gadis yang berada di ruangan tersebut.
Kim Nana, gadis yang berada di samping Kyuhyun terlihat menggerakan kedua bola matanya gelisah, dan memandang wajah Kyuhyun dan juga anggota BIGBANG bergantian.
''Ini semua, karena Kyuhyun..'' Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk, dan memandang wanita di samping nya dengan shock. Kenapa jadi dia yang di salahkan? Apa dia di jebak!
''Noona..'' ucap Kyuhyun shock, dia menolong gadis ini tapi kenapa jadi dia yang di salahkan?!
''Sonsaengnim... Aniyo..!'' sergah Kyuhyun langsung menolak pernyataan gadis di samping nya.
Taeyang mendecih melihat Kyuhyun yang mencoba membela dirinya. Dia sudah yakin Kyuhyun lah yang akan bersalah disini.
Dia masih ingat kejadian beberapa menit yang lalu, kejadian yang membuat dia yakin Kyuhyun lah yang akan di salahkan di sini.
Flashback
''YA! Kalian semua... Habisi bocah tengik ini!''
Seluruh teman Taeyang bersiap akan menghajar Kyuhyun.
Namun mereka semua menghentikan pergerakan mereka, saat melihat seorang guru kedisiplinan sedang berjalan ke arah mereka.
Kyuhyun yang masih belum mengetahui keberadaan sang guru, kembali mencengkeram kerah baju Taeyang dan memandang nya tajam.
''YA! Seharusnya kau bersikap sopan pada sunbae mu!'' bentak Taeyang tiba-tiba membuat Kyuhyun memiringkan kepalanya karena bingung dengan prilaku sunbae nya.
''Mworago..?'' tanya Kyuhyun.
''Sunbaenim seperti nya aku benar-benar harus memukul mu lagi!'' lanjut Kyuhyun emosi dan kembali akan memukulkan kepalan tangan nya, saat sebuah suara yang cukup dia kenal memanggil namanya.
''KYUHYUN-SSI!''
.
.
Taeyang tersenyum mengingat kejadian tersebut, setidaknya untuk kali ini dia berada dalam posisi yang cukup aman.
Dia lalu memandang Kyuhyun yang masih mencoba membela dirinya.
''Sonsaengnim... Sonsaengnim bisa lihat, siapa yang terlihat terluka disini, Kyuhyun-ssi atau saya?'' Taeyang mencoba menengahi perdebatan Kyuhyun dan juga guru kedisiplinan tersebut.
Guru tersebut lalu memandang Kyuhyun yang masih terus membela dirinya, dan juga Taeyang bergantian, Taeyang memang terlihat memiliki luka kecil karena pukulan di wajahnya. Sedangkan Kyuhyun, anak itu terlihat baik-baik saja.
Tidak ada luka apapun di wajah nya.
''Sepertinya memang Kyuhyun-ssi yang bermasalah disini..'' putus Guru tersebut dan memandang Kyuhyun tajam.
BRAKK!
Pintu ruangan tersebut terbuka dengan kasar, seorang namja terlihat memasuki ruangan tersebut dengan santai, setelah sebelum nya membuka pintu tersebut dengan kasar. Dan memasang wajah tanpa dosa, Benar-benar aneh.
''Anyeong haseyo.. Aku wali dari siswa bernama Park Kyuhyun..''
Kyuhyun langsung membalikan tubuhnya dan membelalakan matanya, saat melihat seseorang yang tidak pernah dia harapkan datang kemari.
''Heechul hyung...'' lirih Kyuhyun, anak itu terlihat menelan salivanya dengan sulit.
Heechul adalah salah satu hyung yang cukup Kyuhyun takuti jika sedang marah, Heechul akan sangat menakutkan berbeda dengan saudara kembar Heechul yang bahkan saat marah pun terdengar menyejukkan hatinya.
Ya, keluarganya memang memiliki beberapa anak kembar, dan semuanya pasti memiliki kesamaan. Tapi kenapa Heechul hyung sangat berbeda dengan Hankyung hyung yang lembut?!
'aku akan mati setelah ini.' ucap Kyuhyun pasrah dalam hatinya.
Heechul menatap Kyuhyun sebentar lalu duduk di kursi yang berada di samping Kyuhyun.
''Jadi kesalahan apa yang di lakukan dongsaeng saya, sampai Sonsaengnim menghubungi saya?'' tanya Heechul tenang dan langsung pada intinya.
''Dia memukul sunbae nya, tanpa alasan yang jelas, dan karena hal itu aku memutuskan untuk menskors nya selama tiga hari..'' Heechul menganggukan kepalanya, dia lalu menghela nafasnya dan memandang Kyuhyun dengan pandangan 'kau benar-benar cari
masalah'
''Tapi... Jika dia mau meminta maaf dan mengakui kesalahan nya, untuk kemudian berjanji tidak akan mengulangi nya. Saya akan mempertimbangkan untuk tidak menghukum Kyuhyun.''
Heechul kembali menganggukan kepalanya lalu memandang Kyuhyun.
''Kyuhyun-ah, minta maaf lah..''
''Aku, tidak akan pernah meminta maaf pada mereka. Aku juga akan membuktikan siapa yang benar, dan siapa yang salah disini! Heechul hyung harusnya berada di pihak ku!''
Heechul menghela nafasnya lalu memandang sang guru.
''Mianhae..''
.
.
.
.
Setelah pembicaraan tentang Kyuhyun dengan guru kedisiplinan tersebut, Heechul keluar dari ruangan sang guru dengan Kyuhyun yang berada di belakang nya.
Dia lalu melihat Kyuhyun yang terlihat menundukan kepalanya,
'mungkin anak ini merasa bersalah.' batin Heechul.
''Kita akan bicarakan ini di rumah..'' ucap Heechul sambil berlalu di ikuti Kyuhyun yang mengekor di belakang tubuhnya.
.
.
.
Heechul dan Kyuhyun duduk berhadapan di sebuah kursi yang berada di rumah megah keluarga Park tersebut. Heechul masih menatap Kyuhyun tajam, sementara Kyuhyun dia membalas tatapan hyung nya dengan tatapan evil nya yang tidak kalah tajam.
Sejak tadi, di sekolah, di mobil bahkan sampai sekarang di rumah, pembicaraan mereka tidak pernah mendapatkan titik terang, Heechul terus menekan Kyuhyun untuk mengakui kesalahan nya. Sementara Kyuhyun, dia tidak akan pernah mau mengakui kesalahan tersebut, apalagi meminta maaf untuk sesuatu yang bahkan tidak dia lakukan. Itu prinsip nya!
''Kau... Sudah membuat suatu kesalahan tapi kau masih bisa menatap ku dengan tatapan seperti itu?!''
''Sudah ku bilang aku tidak melakukan kesalahan apapun!'' jawab Kyuhyun kekeh.
Heechul tersenyum meremehkan, dia lalu bangkit dari duduk nya dan menghampiri Kyuhyun, Heechul mendekatkan wajahnya dengan Kyuhyun.
''Lalu.. Semua bukti dan juga saksi yang nyata, itu semua apa Kyuhyun?'' Kyuhyun mempoutkan mulutnya Heechul lebih mempercayai mereka dari pada adiknya sendiri!
''Heechul hyung tidak mempercayai ku?'' tanya Kyuhyun dengan matanya yang terlihat berkaca-kaca. Dia mencoba untuk membuat Heechul tersentuh, cara seperti ini biasanya mempan pada hyungdeul yang lain.
''Aku, sangat mempercayai semua saudara ku.'' Kyuhyun tersenyum dengan perkataan Heechul.
''Tapi, aku lebih mempercayai hal-hal nyata yang aku lihat dan aku dengar.'' senyum Kyuhyun langsung hilang berganti dengan tatapan kesal, saat Heechul melanjutkan perkataan nya.
''Hyung pabbo!''
''Mworago?''
''Siapa yang bodoh disini Kyuhyunie. Kau atau aku?''
''Kalau saja kau mau meminta maaf dan mengakui kesalahan mu, mungkin kau tidak akan di hukum..''
Kyuhyun mendengus dan mempoutkan mulutnya. Untuk kemudian beranjak dari perdebatan tersebut dan berjalan dengan cepat menuju kamarnya, tidak lupa dia menginjak kaki Heechul, dan menghentakan kedua kakinya dengan keras pada lantai di rumah tersebut.
''YA Kyuhyun-ah... Kita akan membicarakan nya lagi nanti!''
.
.
.
Siang sudah berganti malam, namun kesibukan di kota Seoul tidak berkurang sedikitpun. Kota ini tetap ramai bahkan semakin ramai meskipun sudah berganti malam.
Keadaan kota seoul yang ramai ini berbeda sekali dengan keadaan rumah keluarga Park yang terlihat sepi, tidak seperti biasanya.
Padahal tiga belas namja ini sedang berkumpul di satu tempat. Mereka semua berkumpul di ruangan santai sekarang.
Sebagian dari mereka duduk di kursi dan sebagian nya lagi duduk di karpet berbulu yang cukup hangat.
Kyuhyun sendiri duduk di karpet berbulu dan agak terpisah dari hyungdeul.
''Jadi ada apa kau mengumpulkan kami semua disini, Heechul-ah...?'' seseorang yang tertua disana mencoba memulai pembicaraan tidak kuat dengan keheningan yang berada di sana.
''Kyuhyunie dia mendapat kartu merah dari sekolah nya. Tiga hari ke depan dia tidak akan berangkat ke sekolah nya..''
''MWO?!''
Semua hyungdeul langsung berteriak membuat Kyuhyun langsung menutup telinganya.
''Kibumie apa itu semua benar?''
Kibum yang sedang membaca bukunya, langsung mengangkat kepalanya saat Sungmin bertanya padanya, dia menganggukan kepalanya untuk kemudian kembali pada dunianya.
''Jadi, dengan kekuasaan ku sebagai salah satu hyung tertua disini, Kyuhyun juga akan mendapat kartu merah di rumah ini.''
''Maksud Heechul hyung..?''
''Selama tiga hari ini dia akan mendapat hukuman dari ku.'' ucap Heechul sambil menyeringai, membuat mereka semua menggedikan bahunya karena takut.
''Kalian semua bebas menyuruh Kyuhyun melakukan apapun. Lagipula Kyuhyun jarang sekali mau menurut jika kita menyuruhnya melakukan sesuatu, kan?''
Kyuhyun akan menolak semua ucapan Heechul saat justru namja tersebut membubarkan perkumpulan tersebut, membuat Kyuhyun menghela nafasnya. Sepertinya dia juga harus menerima ini, setelah mendapat kartu merah di sekolah nya.
Pagi hari yang cerah di kota Seoul, terlihat begitu muram bagi Kyuhyun. Padahal biasanya dia senang sekali jika sudah menghadapi waktu pagi.
Tapi tidak untuk sekarang, mulai hari ini dia akan melakukan hukuman kartu merah. Benar-benar menyebalkan! Sama seperti orang yang sudah membuat hukuman tersebut.
Kyuhyun sedang membantu Ryeowook memasak, saat suara Yesung memanggil nya dengan keras, dia menghela nafasnya lalu meletakan pisau yang sedang di pegangnya dengan kasar.
Dia berjalan dengan sedikit tergesa tidak lupa mulutnya terus mengumpat panjang pendek.
Kyuhyun membuka pintu kamar Yesung dengan kasar dan menghampiri Yesung yang terlihat sedang tiduran.
''Kyuhyunie tolong pindahkan ddangkoma, hyung takut dia jatuh..''
Kyuhyun memandang Yesung dan kura-kura peliharaan hyung nya dengan kesal.
''Hyung kau bisa memindahkan nya sendiri!''
''Hyung sedang malas Kyuhyunie..''
Kyuhyun menggeram kesal dia lalu memindahkan kura-kura tersebut dengan kasar.
''Gomawoyo Kyuhyunie, silahkan lanjutkan kegiatan mu...''
.
.
Kyuhyun memasuki ruang makan dengan wajah yang di tekuk, dia berjalan sambil terus mengumpat panjang pendek.
Kyuhyun lalu mendudukan dirinya di kursinya, di samping nya Kibum terlihat tenang dengan seragam nya yang sudah rapi. Kibum lalu memandang Kyuhyun prihatin.
''Apa?! Kibum hyung juga mau menyuruh ku melakukan sesuatu?!''
Kibum menggedikan bahunya, dia tidak berniat melakukan hal seperti itu. Menurut nya itu kekanak-kanakan sekali.
Kibum tersenyum. Sepertinya tingkat kegalakan Kyuhyun akan meningkat untuk tiga hari ini. Dia lalu melanjutkan kegiatan nya yaitu mengoleskan selai pada roti nya.
Setelah melakukan hal tersebut, Kibum langsung mengangsurkan nya pada Kyuhyun.
''Ini aku menyuruh mu untuk memakan ini.''
.
.
.
Kyuhyun memasuki kamarnya dengan gontai tiga hari menjadi pelayan hyungdeul ternyata benar-benar melelahkan. Padahal hukuman yang dia lakukan tidak benar-benar berat, hyungdeul hanya sering memanggil nya dan menyuruh nya melakukan ini dan itu. Itupun bukan melakukan hal yang berat, tapi kenapa seluruh badan nya terasa sangat sakit sekarang. Benar-benar menyebalkan!
Kyuhyun langsung menjatuhkan tubuhnya saat sudah menggapai ranjang nya. Dia lalu melihat langit-langit kamarnya yang di penuhi stiker berbentuk bintang, seolah semua itu bisa sedikit meringankan rasa sakitnya.
Kyuhyun menghela nafasnya kepalanya benar-benar sakit sekarang.
.
.
.
Sungmin keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, namun dia mengernyitkan dahinya melihat Kyuhyun yang terlihat sedang melamun.
Magnae nya terlihat lelah apa karena kartu merah?
Sungmin lalu menghampiri Kyuhyun dan duduk di pinggiran ranjang milik Kyuhyun, dia mengelus rambut tebal kecoklatan milik adik bungsunya.
''Kau... Sedang lelah Kyuhyunie?'' Kyuhyun mengalihkan perhatian nya dari stiker-stiker tersebut dan memandang Sungmin.
''Eoh.. Neomu..'' jawab Kyuhyun sambil menganggukan kepalanya.
Sungmin tersenyum miris, dia agak menyesal ikut-ikutan menghukum Kyuhyun tiga hari ini.
''Mianhae, hyungdeul yang membuat mu lelah eoh?''
''Eoh hyungdeul benar-benar membuat ku saaaangat lelah. Setidaknya untuk tiga hari ini.'' jawab Kyuhyun jujur.
Untuk kali ini Kyuhyun benar-benar jujur, dia merasa tubuhnya sangat lelah dan sakit sekarang.
''Besok aku akan bebas dari kartu merah.. Aku akan berangkat sekolah pagi sekali.''
.
.
.
Sungmin terbangun dari tidurnya saat dia mendengar suara seseorang yang sedang menangis.
Dan terkejut saat melihat Kyuhyun bergerak gelisah dalam tidurnya. Magnae Park itu terlihat mengeluh, dan terus menggumamkan kata 'appo' sambil menangis membuat Sungmin benar-benar khawatir.
Sungmin lalu menghampiri Kyuhyun dan mencoba bertanya apa yang di rasakan dongsaeng nya.
Namun nihil, Kyuhyun bahkan tidak membuka matanya sedikit pun.
Tanpa babibu lagi, Sungmin langsung berlari keluar dari kamar tersebut. Hanya satu yang dia tuju saat ini, kamar Heechul dan Hankyung. Karena Hankyung adalah seorang dokter.
Sungmin membuka pintu kamarnya dan menaiki beberapa anak tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai atas rumah tersebut, karena memang kamar Heechul dan Hankyung terletak di lantai dua.
Sungmin mengetuk pintu kamar Heechul dan Hankyung dengan keras, sambil meneriakan nama kedua hyung nya. Dia tidak peduli kalau nanti dia akan di beri amukan oleh evil queen.
Pintu tersebut akhirnya terbuka cukup keras, terlihat Heechul yang sudah siap dengan semua umpatan kasarnya.
''Aish... Sungmin-ah ini sudah tengah malam. Kenapa kau mengganggu jam tidur kami?!''
''Kyuhyunie sakit hyung, dia membutuhkan Hankyung hyung sekarang...''
''Mwo?''
.
.
Sungmin, Heechul dan Hankyung membuka pintu kamar Sungmin dan Kyuhyun dengan gerakan cepat.
Hankyung langsung mendekati Kyuhyun yang terlihat masih gelisah dalam tidurnya, Hankyung tahu saat ini Kyuhyun belum benar-benar kehilangan kesadaran nya.
''Kyuhyunie...'' ucap Hankyung sambil mengelus rambut Kyuhyun.
Kyuhyun membuka matanya sedikit demi sedikit, dia lalu menatap Hankyung.
''Apa yang sedang kau rasakan sekarang, dongsaeng..?''
''Hankyung hyung appo. Aku sangat lelah, tapi aku bahkan tidak bisa memejamkan mataku, dan tertidur untuk sebentar saja. Seluruh tubuhku sakit hyung...'' ucap Kyuhyun menyerupai bisikan seperti nya anak itu bahkan tidak punya tenaga untuk bicara dengan oktav yang sangat tinggi seperti biasanya.
Hankyung menganggukan kepalanya dia lalu memandang Sungmin, seolah meminta pertolongan.
''Sungmin-ah, tolong ambil peralatan hyung di kamar..'' Sungmin langsung menuruti perintah Hankyung. Dan sedikit berlari dari kamar tersebut.
Hankyung lalu memandang Heechul saudara kembarnya yang terlihat sangat khawatir. Heechul terlihat berdiri mematung dengan tatapan yang terfokus pada adik bungsu mereka.
''Heechul-ah tolong ambil es dan handuk kecil untuk mengompres Kyuhyun, badannya sangat panas.''
''Nde..?''
Heechul yang fokus perhatian nya masih pada adiknya, melongo saat Hankyung saudara kembarnya menyuruh nya.
''Palli..!''
Heechul kembali tersadar saat Hankyung sedikit membentaknya, dia langsung berlari dari kamar adiknya.
''Eoh.. Arraseo.'' ucap Heechul sambil berlalu dengan cepat.
Hankyung sudah selesai dengan kegiatan nya, dia lalu membereskan semua peralatan nya. Dan memandang kedua saudara nya, Sungmin terlihat memandang nya meminta penjelasan kenapa adiknya bisa sakit begitu. Sedangkan Heechul dia tidak berhenti menggenggam tangan Kyuhyun sejak Kyuhyun selesai di tangani.
Heechul menggenggam tangan Kyuhyun yang terasa panas, dia menatap adiknya dengan sendu. Jujur dia merasa bersalah sekarang.
''Kyuhyunie, dia mengalami kelelahan itu yang menyebabkan dia sakit.''
Heechul yang mendengar hal itu, kembali mengeratkan pegangan tangan nya pada Kyuhyun.
''Aish,.. Kadang aku lupa kalau Kyuhyunie itu berbeda. Mianhae aku sudah membuat Kyuhyunie sakit.''
''Aish,.. Hyung jangan menyalahkan dirimu. Kita semua bersalah karena sudah menghukum Kyuhyunie.''
''Sungmin-ah biar aku yang menemani nya malam ini. Jebbal..'' ucap Heechul tanpa menatap Sungmin, matanya masih terfokus pada adik bungsunya.
Sungmin menganggukan kepalanya, dia cukup mengerti keadaan Heechul sekarang.
''Arraseo..''
.
.
Heechul terbangun dari tidurnya saat cahaya matahari menelusuk melalui jendela kamar adiknya, dia lalu sedikit merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal dan bangkit dari posisi tidurnya dengan gerakan cepat.
Untuk beberapa saat Heechul termenung di atas ranjang tersebut, dia lalu memalingkan kepalanya untuk melihat keadaan adik nya. Namun dia langsung membelalakan matanya kaget saat tidak menemukan Kyuhyun di tempat nya.
''YA Park Kyuhyun..!'' Heechul berteriak saat tidak melihat Kyuhyun di ranjang nya. Dia lalu menyibak selimutnya dan berjalan keluar dari kamar tersebut.
Heechul berjalan kesana kemari, ini masih pagi dan dia harus sudah mencari magnae tersebut. Benar-benar menyebalkan!
Heechul masih terus berjalan sambil meneriakan nama Kyuhyun. Dia lalu berlari menuju meja makan. Dimana biasanya anggota keluarga Park berkumpul di sana jika masih pagi begini.
''Dimana Kyuhyun?'' tanya Heechul entah pada siapa Saat sudah berada di meja makan tersebut, karena nyatanya Kyuhyun tidak ada di sana. Lalu di mana bocah itu?!
Mereka semua menggunakan pandangan mata mereka untuk memberikan kode pada Heechul.
Heechul mengikuti arah pandangan mereka dan menemukan Kyuhyun sedang duduk di sebuah sofa, dengan tangan nya yang memegang gelas yang berisikan susu, anak itu terlihat fokus pada tayangan televisi, padahal biasanya Kyuhyun tidak suka tayangan televisi pagi hari.
Anak itu pasti ingin menghindari nya.
Heechul menghampiri Kyuhyun dan menghalangi pandangan Kyuhyun yang sedang terfokus pada tayangan televisi.
Kyuhyun yang sedang memfokuskan matanya pada televisi langsung menatap Heechul dengan tatapan kesal.
''Kenapa kau berada di sini? Kau bahkan memakai seragam, kau akan pergi sekolah?!''
''Tentu saja. Hari ini aku sudah boleh pergi ke sekolah..'' jawab Kyuhyun enteng.
''Aku tidak mengijinkan mu...''
Kyuhyun menggedikan bahunya tidak peduli, dia lalu melihat Leeteuk yang sudah siap dengan tas kerjanya, Kyuhyun langsung menyambar tas ransel nya dan meninggalkan Heechul yang masih berbicara panjang kali lebar padanya.
''YA Kyuhyun! sudah ku bilang kau jangan sekolah hari ini..''
.
.
.
.
''Aneh sekali kenapa Heechul melarang mu untuk sekolah?'' Leeteuk bertanya pada Kyuhyun yang terlihat fokus pada PSP nya. Saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan menuju sekolah Kyuhyun.
Sejak pagi Kyuhyun bersikukuh ingin berangkat sekolah dengan Leeteuk. Entahlah mungkin adiknya sedang malas berangkat menggunakan bus.
''Molla..''
Leeteuk menganggukan kepalanya seolah mengerti, lagipula dia cukup mengerti keadaan Kyuhyun dan Heechul yang sering memperdebatkan banyak hal.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sekolah Kyuhyun. Leeteuk menghentikan kemudinya dengan hati-hati, dia lalu memandang Kyuhyun yang masih fokus dengan PSP nya. Lalu membuka sabuk pengaman Kyuhyun, membuat Kyuhyun langsung memandang nya heran.
''Hyung kita sudah sampai?'' Kyuhyun bertanya dengan wajah nya yang super kaget, membuat Leeteuk tersenyum melihat wajah polos adiknya. Sepertinya karena terlalu fokus dengan PSP nya dia jadi lupa diri.
''Hmm... Jaga dirimu dengan baik Kyuhyunie..'' ucap Leeteuk sambil mengusap pucuk kepala Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum Leeteuk selalu memperlakukan nya dengan lembut, membuat dia selalu merasa nyaman.
Kyuhyun lalu keluar dari mobil hyung nya dan melambaikan tangan nya, sambil mengucapkan 'saranghae' tanpa suara.
.
.
Kyuhyun berjalan dengan santai di koridor sekolah nya, dia lalu berhenti di depan sebuah pintu loker untuk membuka pintu lokernya, dan menutup kembali pintu loker tersebut. Namun saat Kyuhyun melihat seseorang sudah berdiri angkuh di samping pintu lokernya.
Kyuhyun kembali membuka pintu loker tersebut.
''Seharusnya, sejak awal kau tidak usah ikut campur urusan kami..'' ucap Taeyang pada Kyuhyun yang terlihat acuh dan terus melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak benar-benar harus di lakukan.
Kyuhyun terlihat merapihkan barang-barang yang berada di dalam loker tersebut. Sesuatu yang sebenarnya jarang sekali dia lakukan.
''Mulai sekarang kau harus belajar untuk tidak peduli..''
Taeyang menahan nafasnya saat mendapatkan respon pasif dari Kyuhyun.
''YA PARK KYUHYUN!''
''Waeyo? Sunbaenim, kau tidak lihat aku sedang sibuk?'' tanya Kyuhyun dengan wajah datar membuat Taeyang semakin kesal, terlihat dari wajah nya yang memerah menahan amarah.
''Neo..'' ucap Taeyang dengan nafasnya yang tertahan karena kesal di perlakukan seperti itu oleh hoobae nya sendiri.
BRAKK
Kyuhyun menutup pintu lokernya dengan keras, dan memandang sunbae nya dengan senyuman yang terpaksa di buat semanis mungkin.
''Ah sunbaenim...'', ucap Kyuhyun sambil memandang Taeyang,
''seperti nya aku harus pergi..'' lanjut Kyuhyun sambil berlalu dan mengacuhkan panggilan Taeyang.
Kyuhyun sedikit menyeringai saat berjalan beberapa langkah di depan Taeyang, dia cukup puas dengan ekspresi yang di tunjukan Taeyang tadi.
.
.
Taeyang memandang Kyuhyun yang berjalan beberapa meter didepan nya. Dia terus merutuki sikap kurang ajar Kyuhyun padanya.
''Aish,.. Park Kyuhyun... Lihat saja aku akan membuat mu menyesal karena sudah meremehkan ku..''
.
.
.
.
Kyuhyun berjalan dengan santai di lorong sekolah nya, ia kembali tersenyum jahil mengingat wajah kesal Taeyang tadi.
''Itu balasan untuk orang yang sudah membuat ku absen selama tiga hari di sekolah ini.''
Kyuhyun masih terus berjalan menuju kelasnya, namun dia menghentikan pergerakan kaki nya saat melihat banyak siswa yang berkerumun di depan sebuah papan pengunguman.
''Eoh.. Kenapa mereka semua berkerumun?'' tanya Kyuhyun entah pada siapa, dia membulatkan kedua bola matanya lucu saat melihat kerumunan siswa tersebut. karena rasa penasaran yang sangat tinggi. Kyuhyun ikut menyelusup kedalam kerumunan tersebut, namun nihil Kyuhyun tidak bisa melihat apapun.
''YA! IGE MWOYA?!''
Kyuhyun berteriak sambil sesekali mencoba menyingkirkan orang yang menghalangi pandangan nya.
''YA! BISAKAH KAU MINGGIR? AKU JUGA INGIN MELIHATNYA!''
''YAK!''
Kyuhyun masih terus berteriak dan sesekali mengumpat kesal, saat dia tidak bisa melihat apapun di papan pengunguman tersebut.
Namun seseorang mengamit lengan Kyuhyun dan menarik Kyuhyun dari kerumunan tersebut, Kyuhyun akan berteriak pada orang yang sudah menarik nya tanpa izin saat sebuah kertas menghalangi pandangan nya.
''Chingu..'' Kyuhyun langsung tersadar kalau yang meletakan kertas di depan wajahnya pasti adalah salah satu teman nya.
Kyuhyun langsung mengambil kertas tersebut dengan kasar, dan membacanya.
''Ige mwoya?''
''Itu brosur Karya Wisata sekolah ini.. Papan sekolah itu memuat tulisan ini.'' jawab Jonghyun orang yang menarik nya dari kerumunan siswa tersebut.
''Karya Wisata? eodia?''
''Pulau Jeju.. Kita akan berkemah di sana.''
Kyuhyun langsung memandang semua teman nya bergantian dan kembali memandang kertas tersebut.
''Aku sangat ingin mengikutinya...'' ucap Kyuhyun seperti sebuah permintaan yang sangat sulit untuk terkabulkan.
''Kenapa tidak, anak kelas X memang di wajibkan mengikutinya..''
''Jinja?''
Kyuline menganggukan kepalanya kompak membuat Kyuhyun tersenyum cerah. Dia lalu memandang kertas tersebut dengan matanya yang berbinar seperti seorang anak kecil yang menemukan mainan barunya.
'semoga aku benar-benar bisa mengikuti nya.' batin Kyuhyun sambil kembali tersenyum.
Taeyang memandang Kyuhyun yang sedang tersenyum cerah, sepertinya anak itu sangat senang karena akan mengikuti karya wisata di sekolah ini.
''Sepertinya akan menarik jika aku melakukan sesuatu pada anak itu di Pulau jeju.'' ucapnya sambil menyeringai.
.
.
.
Suasana kelas matematika selalu sama, sepi dan membosankan. Tapi tidak bagi anak kelas X A, biasanya akan terjadi perdebatan antara guru matematika dengan murid kesayangan nya. Park Kyuhyun.
Namun saat ini benar-benar berbeda. Saat jam pelajaran, Kyuhyun terlihat tertidur membuat Jonghyun yang duduk di sampingnya merasa heran, walaupun Kyuhyun cukup nakal tapi jika sudah menyangkut pelajaran apalagi Matematika anak itu akan sangat bersemangat.
Dia lalu mengangkat kakinya dan menyentuh Changmin dengan kakinya, membuat Changmin yang sedang memperhatikan pelajaran dengan serius memandang teman nya dengan kesal.
''Changmin-ah... Lihat ini..'' sergah Jonghyun sebelum Changmin akan memarahinya. Changmin yang sudah bersiap dengan semua umpatan nya langsung mengikuti arah pandang Jonghyun. Kyuhyun.
''Dia kenapa?'' tanya Changmin saat melihat Kyuhyun tertidur saat jam pelajaran, benar-benar bukan seperti Kyuhyun saja.
''Sejak tadi dia seperti ini.''
Changmin membalikan posisi duduk nya kebelakang, lalu menyingkirkan beberapa rambut Kyuhyun dan memegang dahi anak tersebut, dia lalu menghela nafasnya saat merasakan suhu badan Kyuhyun yang tidak normal.
''Dia sangat panas..'' ucapan Changmin membuat kedua teman nya terkejut, bagaimana tidak Kyuhyun masuk sekolah dengan keadaan seperti ini?! Dasar keras kepala.
''MWORAGO?!''
Teriakan Minho dan Jonghyun membuat kelas yang sangat sepi itu langsung terdengar ricuh.
Seluruh orang yang berada disana memandang mereka dengan pandangan yang terlihat terganggu. Bahkan sang guru memarahi mereka karena berteriak tidak jelas saat jam pelajaran berlangsung.
''Mianhae..''
.
.
.
Jam pelajaran matematika akhirnya berakhir bersamaan dengan bel waktu istirahat yang berbunyi.
Kyuhyun yang masih tertidur, terbangun saat seseorang terus menepuk-nepuk pipinya pelan.
Kyuhyun membuka matanya perlahan, rasanya benar-benar sulit bahkan hanya untuk membuka matanya saat ini.
''Aish,.. Apa aku tertidur?'' Kyuhyun lalu mengangkat kepalanya yang sejak tadi dia rebahkan di meja. Hal pertama yang Kyuhyun lihat adalah ketiga teman nya yang menatap nya intens.
''Kyuhyun-ah sebaiknya kau pulang saja, kenapa memaksakan untuk sekolah?'' Kyuhyun yang sedang mengusap tengkuknya memandang Changmin heran, memang nya kenapa dia harus pulang?
''Apa yang sedang kau bicarakan Shim Changmin?''
''Kyuhyun-ah... Wajah mu terlihat sangat pucat.'' Jonghyun menimpali sambil
''Kau bahkan terlihat seperti zombie, sekarang..'' timpal Minho membuat Kyuhyun langsung memandang Minho dengan kesal.
''MWO?!''
''Nan Gwenchana.. Bukankah wajah ku memang selalu pucat. Kalian saja yang berlebihan!''
.
.
Kyuhyun berjalan di belakang teman nya dengan kepala yang terus menunduk. Entah kenapa Kepala dan tubuhnya terasa sakit sekarang. Tadi dia berhasil meyakinkan teman nya kalau dia baik-baik saja, dan sekarang mereka sedang menuju kantin.
Namun dia menghentikan langkah nya saat sebuah sepatu yang cukup dia kenal, menghalangi langkah nya. Dia lalu mengangkat kepalanya dan menemukan Heechul sedang berdiri di depan nya. Apa ini halusinasi?
Heechul memandang nya dengan pandangan intimidasi, dia lalu menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
''Ayo pulang..'' ucap Heechul setelah beberapa saat mereka terdiam.
''Andwaeee aku tidak mau pulang..''
''Aish,.. Kau sedang sakit magnae!''
''Shireo..!''
''Aku tidak akan menghukum mu jadi tenang saja!'' tukas Heechul sambil menarik Kyuhyun. Namun Kyuhyun tetap bergeming sampai membuat dia terjatuh.
Heechul menghela nafasnya, kenapa adiknya sangat keras kepala. Sepertinya aku harus melakukan nya dengan cara yang lembut. Dia lalu berjongkok di depan Kyuhyun dan menepuk-nepuk pundaknya.
''Naikan dia ke punggung ku..'' ucap Heechul pada teman Kyuhyun.
Lalu Changmin menaikan Kyuhyun ke pundak Heechul. Kyuhyun yang masih terduduk pasrah saja saat Changmin menaikan nya ke punggung hyung nya, sepertinya dia memang harus pulang sekarang.
''Gomawoyo karena kalian sudah menghubungi ku..'' Kyuhyun yang mendengar hal itu langsung memberikan death glare nya pada semua teman nya, dari balik punggung Heechul.
Heechul lalu berlalu dari sana menuju mobilnya yang dia parkirkan di halaman sekolah ini.
''Pegang yang erat Kyuhyunie, nanti kau terjatuh.'' Kyuhyun menurut, dia mengeratkan pegangannya pada Heechul.
Heechul kembali menghela nafasnya saat merasakan nafas Kyuhyun yang terasa panas di tengkuk nya.
''Mianhae, Hankyung bilang kau kelelahan sampai sakit begini.. Ini pasti karena kartu merah yang sudah aku berikan.''
Kyuhyun menggeleng dalam gendongan Heechul, meskipun dia kesal karena Heechul menghukum nya. Tapi dia tidak akan pernah menyalahkan Heechul atas apapun yang terjadi padanya sekarang.
''Heechul hyung Gomawoyo..'' bisik Kyuhyun sambil mengeratkan pelukan nya di leher Heechul, membuat Heechul mengerutkan dahinya karena heran. Kyuhyun berterima kasih untuk apa?
''Kyuhyunie..'' Heechul kembali mengernyitkan dahinya saat mendapat respon pasif dari Kyuhyun. Dan dia sangat terkejut saat mata Kyuhyun tertutup dengan sempurna, dia kenapa?
Dengan tergesa Heechul langsung berlari menuju mobilnya, untuk membawa Kyuhyun pada Hankyung.
.
.
.
.
Sudah tiga hari ini Kyuhyun absen dari sekolah nya karena sakit, tiga hari pula Heechul memberikan perhatian penuh untuk Kyuhyun.
Bahkan mereka terlihat lebih akur dan jarang sekali berdebat sekarang. Heechul mengatakan pada Kyuhyun kalau dia memperhatikan Kyuhyun bukan karena merasa bersalah, tapi semata-mata karena dia menyayangi nya.
.
.
Ruang santai keluarga Park terlihat ramai dan ricuh, mereka semua berkumpul sambil menonton acara kesayangan mereka. Sesekali mereka mentertawakan hal yang bahkan sebenarnya tidak lucu, namun yang mereka semua pentingkan adalah kebersamaan.
Kyuhyun sendiri terlihat memisahkan dirinya dari hyungdeul nya. Dia terlihat memainkan ponsel nya dan tidak ikut dengan keramaian yang ada di sana.
Kyuhyun lalu beranjak dari tempat tersebut, membuat hyungdeul menatapnya. Meskipun mereka semua sedang fokus pada televisi, Tapi mereka juga saling memperhatikan.
''Kau mau kemana Kyuhyunie?''
''Aku mau menemui Teuki hyung...''
''Ah.. Setelah ini beristirahatlah.. Kalau kau ingin bersekolah besok.'' Kyuhyun menganggukan kepalanya saat Hankyung menasihati nya.
''Arraseo hyung...''
Kyuhyun berjalan dengan langkah yang ringan sesekali dia tersenyum membayangkan apa yang dia inginkan selama ini akan tercapai.
Kyuhyun lalu membuka pintu ruangan kerja Leeteuk dengan sangat pelan, dan menyembulkan sedikit kepalanya.
Kyuhyun memberikan senyum terbaik nya untuk hyung malaikat nya, sebelum benar-benar masuk ke dalam ruangan Leeteuk.
Leeteuk yang sudah mengerti arti senyum tersebut tersenyum, sepertinya akan ada sesuatu yang Kyuhyun inginkan.
''Kemarilah Kyuhyunie.'' Kyuhyun menurut dia sedikit berlari kecil menuju meja kerja Leeteuk, Leeteuk tersenyum adik nya ini akan terlihat sangat lucu jika sudah mempunyai keinginan.
''Biar hyung tebak, kau menginginkan sesuatu?'' Kyuhyun tersenyum manis sambil menganggukan kepalanya, dia lalu mengambil sesuatu dari saku jaketnya.
''Ige..'' Leeteuk mengernyitkan dahinya tidak mengerti. Dia lalu mengambil kertas tersebut, dan melihat nya sekilas, sepertinya ini dari pihak sekolah.
''Itu formulir karya wisata milik ku hyung..''
''Dua hari lagi sekolah ku akan mengadakan karya wisata ke Pulau Jeju..''
''Lalu..?''
''Aku sangat ingin mengikuti nya, bolehkah?''
Leeteuk memasang pose berfikir cukup lama, membuat Kyuhyun cemas. Dia lalu tersenyum pada adik nya dan menganggukan kepalanya.
''Tentu saja.. Hyung pasti mengijinkan mu, Kyuhyunie..'' Kyuhyun tersenyum cerah dia lalu memeluk Leeteuk sambil berjingkrak. Padahal saat ini Leeteuk sedang menandatangani kertas tersebut.
Pintu ruangan Leeteuk kembali terbuka, membuat kedua bersaudara yang sedang bercengkerama tersebut mengalihkan pandangan nya.
''Eoh.. Heechul-ah..'' Heechul memasuki ruangan Leeteuk setelah membuka pintunya, dia lalu mengernyitkan dahinya saat melihat Kyuhyun.
''Kenapa bocah ini ada disini hyung?''
''Eoh.. Kyuhyunie menyuruhku menanda tangani ini.''
Heechul memandang Kyuhyun sebentar lalu mengambil kertas yang berada di tangan Leeteuk dan melihatnya sebentar.
''Ige mwoya?''
''Itu formulir karya Wisata milik Kyuhyunie.. Sekolah nya akan mengadakan perkemahan di Pulau Jeju..'' Heechul langsung melihat lebih jelas kertas tersebut dan memandang Kyuhyun dengan pandangan yang sulit di artikan.
Kyuhyun yang di pandang seperti itu langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain.
SRAK!
''Heechul-ah.. Apa yang kau lakukan?!'' Heechul menghiraukan pertanyaan Leeteuk dan memandang tajam kearah Kyuhyun. Kyuhyun mundur beberapa langkah saat Heechul menatap nya dengan tajam.
''Aku tidak mengijinkan mu untuk mengikuti nya Park Kyuhyun.''
Setelah mengatakan hal tersebut Heechul langsung meninggalkan ruangan tersebut, setelah sebelum nya menutup pintunya dengan kasar.
.
TBC
.
ANYEONG...
MIANHAE AKU BARU BISA UPDATE
BEBERAPA BULAN INI AKU TINGGAL DI ASRAMA DAN BARU PULANG BEBERAPA HARI INI
JEONGMAL MIANHAE MOGA KALIAN GAK KECEWA SAMA CHAPTER INI...
RnR PLEEAAASEE...
