Begitu sampai kampus yang pertama di lakukan adalah meminjam kunci gym basket jadi dia harus ke kantor dan meminta ijin Hyuga sensei terlebih dahulu.
"Are? Tetsuya?" ucap pria berambut kelabu. Cukup membuat Kuroko terkejut.
Belum sampai di kantor tapi begitu bertemu dengan pria berambut kelabu itu serasa Kuroko sudah sampai di ujung dunia paling curam!
"Ma-yuzumi-senpai?"
"Kau masih marah, kah. Tetsuya wajahmu tampak lebih pucat dari biasanya?" ucap Chihiro mendekat.
"Aku baik baik saja, hanya belum-" seketika tumbang tepat di depan mahasiswa senior semester akhir yang merupakan penanggung jawab uks kampus.
"TETSUYA?!" Chihiro langsung menangkap tubuh Kuroko.
"I-ini?" ekspresi aneh di tampilkan Chihiro begitu juga dengan pria berambut crimson di kejauhan.
"Tetsuya? Mengenal Mayuzumi-san asisten dosen dari jurusan kedokteran?" ucap Akashi memandangi Chihiro yang menggendong Kuroko ala pengantin ke uks.
.
15 menit berada di uks Kuroko pun terbangun, dengan keadaan bahwa Kuroko berada di atas kasur uks bersama dengan Chihiro.
"Engh"
"Demamnya semakin tinggi, apa sebaiknya aku membawanya ke rumah sakit ya" ucap Chihiro memeriksa kening Kuroko dengan menyibak rambut Kuroko ke belakang.
Chihiro harus membiarkan suhu ruangan masuk dengan begitu Chihiro membuka baju Kuroko.
"Cukup sampai di situ!" Akashi muncul entah dari mana mencegah Chihiro berbuat lebih jauh.
"Hmp? Akashi Seijuuro kah?" .
"Enghh~ pusing~" ucap Kuroko bersuara dengan serak, mata aquamarine yang sayu begitu menggoda.
"Tetsu-" begitu mendengar suara yang tak asing Kuroko langsung menghindar, dan hampir terjatuh dari kasur.
"Atto!" untung Akashi menangkapnya sebelum tubuh Kuroko menyentuh tanah.
"A-akashi-kun ukhu" ucap Kuroko mencoba melihat siapa yang menolongnya.
"Kuroko, sepertinya kau demam. Sebaiknya jangan olahraga dulu hari ini" ucap Akashi dengan suara rendah yang menyejukkan.
"Emp~" ucap Kuroko kembali menutup matanya.
"Kalau begitu, Mayuzumi-san saya pamit. Mulai sekarang Kuroko Tetsuya akan kami yang urus"
"Hah? Kami?" ucap Chihiro ketus.
"Kiseki no Sedai" ucap Akashi dengan wajah ketus mata heterokrom mengkilat.
"Jika kau tetap melakukan hal aneh aneh lagi pada Kuroko. Mayuzumi-san tentu tahu apa konsekuensinya jika berurusan dengan kami bukan. Mayuzumi Chihiro-san?" ucap Akashi ketus sambil menggendong Kuroko keluar ruangan.
"Akashi" kesal Chihiro.
.
Setelah itu Kuroko di bawa ke mobil. Di dalam mobil Akashi menelepon kisedai bersamaan.
"Ryouta cari tahu alamat Kuroko, Shintaro bisa kau ke mobilku secepatnya dan periksa Kuroko. Kurasa dia demam karena salju kemarin" ucap Akashi.
"Ehhh Kurokocchii sakit-ssu. Hai-ssu aku akan mencari informasinya-ssu" ucap Kise menutup telepon.
"Aku segera ke parkiran nodayo" ucap Midorima menutup telepon.
Setelah itu Murasakibara dan Aomine ikut keparkiran juga.
"Eghh huft huft huft" Kuroko tampak sangat tersiksa, Akashi tampak khawatir.
"Kuroko buka mulutmu dulu, makan batu es ini" ucap Akashi yang membeli es batu di kantin kampus saat perjalanan ke parkiran.
"Engh" ucap Kuroko memakan es yang di suapin dengan tangan Akashi sendiri dan lidah Kuroko pun mengena! Dengan mata aquamarine sendu wajah merah padam keringatan di wajah karena demam.
Deg!
Tok tok tok
"Oi!" tiba tiba ada yang mengetuk kaca jendela mobil.
"Shin-tarokah, masuklah" ucap Akashi membuka kunci mobil.
"Apa tadi nodayo?" ucap Midorima menatap Akashi tajam. Melihat kejadian es tadi.
"Apanya?" ucap Akashi pura pura.
"Sudahlah nodayo, Kuroko coba lihat kemari" ucap Midorima cukup terkejut melihat wajah Kuroko.
"Engh~" ucap Kuroko.
"Minum parasetamol, antibiotik dan obat radang ini, lalu-"
Pipp pipp pipp
"Ryouta, gimana?" ucap Akashi mengangkat teleponnya.
"Hai-ssu. Aku sedang ke parkiran sebentar lagi sampai-ssu" ucap Kise berlari.
"Baiklah" ucap Akashi menutup teleponnya.
.
Setelah itu semua anggota kisedai ke rumah Kuroko Tetsuya.
"Tak ku sangka Tetsu tinggal di rumah yang cukup besar" ucap Aomine sambil menggendong Kuroko.
"Oi Aomine cepat bawa Kuroko ke kamarnya, dia harus istirahat makan lalu minum obat lagi nodayo" ucap Murasakibara kesal.
"Akachin di kulkas kosong~ cup ramen banyak, beraspun tidak ada sih~" ucap Murasakibara yang hendak memasak.
"Eh?" Akashi cukup terkejut.
"Pantas saja Kurokocchi sakit-ssu, jarang olahraga-ssu, asupan nutrisinya kurang sekali-ssu" ucap Kise.
"Keluarganya juga tidak ada" ucap Akashi memandang sekitar.
"Ah itu karena keluarganya sudah lama pindah ke inggris-ssu, sekarang cuman Kurokocchi yang tinggal disini-ssu" ucap Kise.
"Kalau begitu, Aomine dan Murasakibara kalian pergilah ke super terdekat beli bahan makanan nodayo"
"Shintaro benar karena itu cepatlah, Daiki, Atsushi"
"Hai~" ucap Aomine dan Murasakibara pergi.
"Ryouta cari informasi mengenai hubungan Mayuzumi Chihiro dan Kuroko" menatap tajam Kise.
"Ha-hai-ssu" ucap Kise sedikit merasa aura menyeramkan dari sang emperor.
.
Di kamar Kuroko sudah dalam posisi tertidur namun Tampak sangat tersiksa.
"Shintaro"
"Obat bukan sihir yang bisa langsung bekerja nodayo. Sekarang yang paling penting adalah dia harus makan kurasa dari kemarin dia belum makan nodayo" ucap Midorima terganggu dengan suasana kamar Kuroko yang tampak sangat berantakan.
Kamar Kuroko penuh jaket anime, poster di semua sisi dinding, komik BL komik sport komik shojo dan novel berat seperti sherlock pun ada.
"Sebaiknya kita bereskan kekacauan ini dulu" ucap Akashi memaksakan diri
"Ka-kau benar nodayo" ucap Midorima dengan kacamata retak.
"Engh~ Ka-san~ to-ou-san~" ucap Kuroko dengan air mata di ujung mata menggenggam selimutnya erat.
.
Setelah itu Murasakibara membawa bubur lembut yang paling enak sedang para kisedai sudah menunggu.
"Kuroko bangunlah" ucap Akashi begitu lembut, kini para kisedai sudah tidak memusingkan sikap sang emperor pada Kuroko.
"Engh?" Kuroko mulai terbangun
"Kurasa demamnya sedikit turun nodayo" ucap Midorima menaruh tangannya di kening Kuroko.
"Are?" Kuroko mulai membalikkan kesadaran, Kuroko menyadari ada yang aneh dengan kamarnya banyak orang.
"Kurochin makan buburnya nee~" Murasakibara memberikan makanan.
"Hati hati Tetsu baru matang" ucap Aomine menatap Kuroko cemas.
"Kurokocchi makan yang banyak-ssu biar cepat sembuh-ssu"
"Emp, ar-igatou~" ucap Kuroko dengan wajah bingung tanpa protes ia mulai memakan bubur tanpa berpikir panjang.
Tidak memakan waktu lama sampai Kuroko menghabiskan bubur, tidak biasanya Kuroko memakan semua makanannya.
"Terima kasih atas makanannya~" ucap Kuroko.
"Makan obat dulu baru tidur lagi nodayo" ucap Midorima.
"Emp" Kuroko begitu menurut seperti wan chan
"Kurokocchi sangat menurut seperti wan chan kawaii-ssu" ucap Kise tersenyum.
"Arigatou" ucap Kuroko tersenyum mungkin terbawa suasana.
DEG!
Seketika suasana menjadi hening.
"Tidurlah, biar cepat sembuh" ucap Akashi merebahkan tubuh Kuroko. Namun Kuroko megeleng pelan.
"Kalau aku tidur, setelah bangun aku pasti sendirian" ucap Kuroko seperti berbisik.
"Kami tidak akan kemana mana" ucap Akashi mutlak menenangkan.
"Janji?" ucap Kuroko manis.
"Janji/-ssu" ucap ke limanyanya tersenyum sangat tampan, kalau ada wanita di rumah ini pasti langsung jatuh cinta!
"Kalau gitu, oyasuminasai~" tidak menunggu lama Kuroko langsung terlelap.
.
Sore hari Kuroko terbangun dengan rambut berantakan memandang sekitar dengan wajah lebih berantakan lagi.
Di saat Kuroko melihat sekitar, tiba tiba dari arah pintu datang pria dengan rambut basah dan handuk di leher pertanda dirinya habis mandi.
"Kau sudah bangun nodayo, coba biar ku periksa dulu" ucap Midorima tanpa tsunderenya kali ini.
Midorima menaruh keningnya di kening Kuroko dengan lembut.
"Dingin!" Kuroko tersentak saat tangan Midorima menyentuh kening Kuroko.
"Ma-maaf apa sangat dingin nodayo?" Midorima menarik tangannya.
"Gomennasai, bukan begitu-"
"Hmp, wakata. Kurasa demamnya sudah turun, sebaiknya kau makan lalu minum obat lagi agar panasnya tidak naik lagi" ucap Midorima.
"Emp" ucap Kuroko melihat ke sekeliling tampak ada yang kurang.
"Kalau begitu aku memanasi buburnya dulu nodayo"
"Ano Akashi-kun?"
"Eng Akashicchi ada urusan-ssu tapi katanya akan segera kembali-ssu" ucap Kise berada di ranjang yang sama dengan tangan di lingkari ke perut Kuroko.
"Tetsu, kembali tidur sampai buburnya datang" ucap Aomine juga di ranjang yang sama, dengan mata tertutup ia masih berada di ranjang yang sama juga setengah tertidur.
"Kurochin keringatan wangi vanilla~" ucap Murasakibara masih setengah tertidur, berada di atas futon.
"Eh?" wajah Kuroko kembali memerah.
Setelah itu Midorima datang membawa bubur.
Kuroko menyantapnya dengan perlahan lahan.
"Kalau begitu makan obatnya setelah selesai nodayo" ucap Midorima.
"Emp, are~ Midorima-kun mau pergi juga?" ucap Kuroko melihat Midorima sudah berpakaian rapih.
"Ya. Ada mata kuliah yang tidak bisa aku lewatkan nodayo" ucap Midorima membenarkan kaca matanya.
"Maaf, menyusahkan kalia-"
"Kami semua di perintahkan oleh Akashi bukan karena kau, jadi berhenti berkata konyol" ucap Midorima melangkah pergi.
"..." wajah Kuroko bahkan tampak lebih sedih lagi.
"Istirahatlah lagi aku akan segera kembali bisa sudah selesai nodayo" ucap Midorima
"Emp"
.
Belum lama Kuroko terlelap, ia langsung terbangun kembali, dengan diam ia mulai turun dari kasur meninggalkan Kise dan Aomine yang masih tertidur, hati hati agar tidak menginjak Murasakibara yang tidur di atas futon.
Kuroko membuka laptop memeriksa kembali hasil download kemarin apakah sudah lengkap atau gagal.
"To-touken ranbu hanamaru season 2?!" ucap Kuroko berbisik namun seperti berteriak, begitu senang.
Salah satu anime yang di sukai sudah keluar squelnya siapa yang tidak senang!
"Kenapa baru 6 episode" ucap Kuroko sedikit kecewa karena ia jarang mendownload anime yang onging adalah hal yang paling di benci.
"Enghhh tapi penasaran~" ucap Kuroko semakin berdebar debar!
"Tetsu?" ucap Aomine tiba tiba membuat kuroko sangat terkejut.
"Aomine-kun?" ucap Kuroko mencoba untuk menutupi keterkejutannya.
"Bukannya kau harus istirahat, cepat kemari" ucap Aomine.
"Emp, gomenasai" ucap Kuroko mendekati Aomine kembali ke kasur.
"Ini hukumanmu karena tidak menurut" ucap Aomine menarik Kuroko ke dalam pelukan di atas kasur.
"A-Aomine-kun?!" ucap Kuroko terkejut.
.
Malam hari di rumah Kuroko terdengar ketukan pintu.
Tok tok tok
"Tetsuya?" ucap Chihiro namum tidak ada yang menjawab.
"Tetsuya? Aku keamari ingin mengembalikan kunci rumahmu, Tetsuya?" ucap chihiro lagi.
"Eh mayuzumi-san" gumam kuroko di dalam kamar mendengar suara pria berambut kelabu, namun apa daya tubuh kuroko di peluk begitu erat ssmpai ia tak bisa bergerak sama sekali.
Chihiro takut terjadi sesuatu dengan Tetsuya apa lagi ia tahu tadi pagi Tetsuya terkena demam jangan jangan benar telah tejadi sesuatu?
Karena itu Chihiro segera masuk dengan kunci rumah yang dulu di berikan Kuroko, ia masuk namun masih belum menemukan sosok yang di cari.
Ruang tengah, dapur, ruang lainnya dan akhirnya ia memeriksa kamar Kuroko, dimana kenangan mereka berdua sempat tersimpan.
"Tetsu-ya? Tetsuya!?"
Dengan teriakan seseorang membangunkan semua yang tengah tertidur.
"Ada apa ini nodayo?" ucap pria berambut emerald bersama dengan Akashi berada jauh di belakang Chihiro yang sudah memasuki kamar dengan amarah.
"Ma-Mayuzumi-san?"ucap Kuroko begitu terkejut.
"Kau mengenalnya Tetsu?" ucap Aomine masih dengan memeluk erat Kuroko, Kise dan Murasakibarapun sudah dalam posisi duduk.
"Murahan, ahh pantas saja kau bisa membeli berbagai macam benda aneh ini (menunjuk seluruh ruangan). Pelacur" ucap Chihiro, bahkan Chihiro sendiripun terkejut ia bisa mengatakan hal sekeji itu.
Semua yang mendengat tak tinggal diam, namun Kiselah yang paling cepat berlari mendekati Chihiro.
BUKKK!
Suara pukulan telak mengenai wajah Chihiro, dan pelakunya adalah Kise.
Chihiro masih tegak berdiri Kise hendak memukulnya lagi, namun Kuroko yang melihatnya tidak tinggal diam.
"Kise-kun onegai yamette kudasai" ucap Kuroko segera berlari ke hadapan Kise dan membelakangi Chihiro, memeluknya erat hendak menahan sang model tampan.
"Kurokocchi, minggir! Pria itu benar benar!" ucap Kise berteriak.
"Kise-kun onegai!" ucap Kuroko lagi cukup membuat Kise menghentikan gerakannya.
"Jadi apa maumu, Mayuzumi-san?" ucap Aomine masih berada di atas kasur dengan wajah kesal.
"Tetsuya aku kembalikan kunci milikmu, bagiku sudah tidak penting lagi" ucap Chihiro.
Kini Kuroko menghadapnya di jatuhkannya kunci berbentuk unik di atas lantai lalu beranjak pergi meninggalkan Kuroko di belakang.
"Haruskan aku menghancurkannya" ucap Murasakibara namun di hentikan oleh Akashi.
'Mayuzumi Chihiro adalah pria yang menggoreskan cinta dan luka di hati yang sama'
Kuroko mengambil kunci di lantai dan terduduk, menagis dan terus menangis tanpa suara namun cukup jelas bawa Kuroko sudah terluka sangat dalam di masa lalu.
Melihat Kuroko menangis begitu memuat kelima orang yang di juluki Kiseki no Sedai begitu menyesakkan.
Akashi berjalan mendekat lalu memeluk Kuroko, tanpa berlawanan Kuroko tetap menangis dan terus menangis tanpa terasa 5 menit berlalu sudah setelah Kuroko menangis menumpahkan ke sedihannya.
Dan akhirnya tiba tiba suaranya melemah, mata mulai tampak bengkak karena terlalu lama menangis dan akhirnya suaranya tak terdengar lagi.
"Tetsuya/Tetsu/Kurokocchi/Kurochin/Kuroko?"
TBC
a/n
Gomen mina baru bisa up lagi (╥_╥)
