Tittle : Into his heart chapter 3

Cast : Kim Mingyu

Jeon Wonwoo

Etc.

Genree : Romance, Canon, Hurt/Comfort, YAOI.

Rated : T+ ( bisa berubah kkk~)

Summary :

Wonwoo sama sekali tidak membalasnya dan hanya melihat foto yang hoshi berikan padanya, lalu menangis semakin keras. Apalagi yang harus dia lakukan, apa ini saatnya, apa dia harus melepas Mingyu. Tapi Wonwoo sangat mencintainya, sangat.

This story pure from my Imagination! Please don't be plagiator and try to copy my story without my permission. Kim Mingyu have Wonwoo and they own family

JUST FANFICTION

Do not Like Do not Read!

Hanya sebuah fanfiction yang sangat biasa dari author yang bangkit dari kutub setelah sekian lama, silahkan baca~

Whisper05 present

Semakin dalam ciuman tersebut, tidak hanya sebuah kecupan atau tempelan saja pada bibir kedua manusia tersebut, namun bisa disebut dengan ciuman yang dalam juga sangat lembut, tidak menuntut sama sekali. Wonwoo merasakan ciuman yang tulus dari lawannya itu, pada akhirnya mengikuti alur dan tidak sadar air mata turun dari matanya. Dia tidak kuat lagi harus menahan semua perasaan kesalnya pada Mingyu, marah membuatnya sakit, diam juga membuatnya sakit, tetapi yang paling sakit dari semua itu adalah ketika tubuhnya tidak berada pada jarak yang dekat dengan Mingyu, dan tidak menghirup udara yang sama dengan pria itu, pria yang sudah membuat mental dan tubuhnya kacau.

Mingyu tentu merasakan getaran pada bibir Wonwoo, setidaknya dia tau apa yang membuat Wonwoo menjauh darinya, tidak ingin sama sekali bicara selama beberapa hari. Wonwoo tidak memercayainya dan menuduhnya berkencan dengan jungkook. Memang, tidak bohong jika Mingyu sengaja pergi dari Wonwoo untuk menenangkan diri dan bersenang-senang dengan minum bersama jungkook di sebuah restoran dan entah darimana Wonwoo tau jika dia pergi bersama orang itu, padahal dia sama sekali tidak mengatakan pada kekasih mata rubahnya kalau dia pergi dengan jungkook.

Menyentuh pipi Wonwoo dengan tangan kanannya, mencium bibir Wonwoo dengan penuh perasaan seakan dunia akan berakhir saat itu juga jika dia tidak segera melakukan hal tersebut pada belahan jiwanya. Setelah 10 menit melakukan kegiatan berciuman, akhirnya Mingyu melepaskan ciumannya pada Wonwoo dan menyatukan kedua kening mereka satu sama lain.

Wonwoo masih mengeluarkan air matanya dan memejamkan mata, Wonwoo masih merasa takut untuk menatap kekasihnya, rindu, Wonwoo sangat merindukan orang yang ada dihadapannya kini, tapi setengah hatinya tidak ingin menerimanya. Kemudian Mingyu merasakan suhu tubuh Wonwoo yang sangat tinggi melalui keningnya, dia sangat sedih melihat Wonwoo seperti ini, ditambah sikapnya yang menolak kehadiran Mingyu.

"Hyung.." Mingyu memanggil Wonwoo dengan lirih.

"Hmm?" Wonwoo hanya membalas dengan gumaman saja, Mingyu yang memejamkan matanya, membuka kedua matanya dan melihat wajah Wonwoo yang sangat pucat ditambah air mata yang sangat banyak di sekitar kelopak mata dan pipinya, Mingyu menghapus air mata tersebut dengan kedua tangannya yang menangkup pipi Wonwoo.

"Maaf.." Mingyu menatap wajah Wonwoo yang sangat kacau, lalu meniup kelopak mata Wonwoo, sehingga pemilik kelopak mau tidak mau membukanya karena tiupan lembut dari manusia dihadapannya. Wonwoo melihat kearah Mingyu, awalnya karena air mata yang cukup banyak, dia tidak bisa melihat Mingyu dengan jelas, tetapi semakin lama, dia bisa melihat wajah Mingyu yang sangat menyedihkan dihadapannya.

"Maaf? Untuk apa?" jawab Wonwoo lirih.

"Maaf membuat hyung salah paham.." Mingyu mengatakan dengan suara serak khas orang menangis, air mata Mingyu memang tidak keluar, tapi Wonwoo yakin, Mingyu menahan air matanya, Wonwoo sudah mengenal Mingyu sejak lama, karena itu dia tidak akan bisa tertipu. Namun, Wonwoo bingung dengan jawaban Mingyu.

"Salah paham?" Wonwoo menatap Mingyu tepat pada mata Mingyu dengan serius.

"Aku hanya menghabiskan waktuku dengan jungkook untuk bercerita padanya, dan jungkook juga melakukan hal yang sama padaku.., dan hubungan kami tidak lebih dari sekedar teman, jadi aku minta maaf jika hal itu membuat hyung merasa tersakiti dan salah paham padaku hyung.." jantung Wonwoo berdebam dengan keras, Wonwoo sungguh kaget dengan jawaban Mingyu yang menurutnya berbanding dengan kenyataan foto yang dikirim oleh hoshi kemarin, jelas sekali, Mingyu mencium jungkook saat duduk, tetapi Wonwoo tidak yakin, apakah itu memang foto sedang kebetulan sisinya terlihat berciuman, atau Mingyu membohonginya.

"Apa kamu tidak bohong Mingyu-ya?"

"Hyung, apa aku terlihat berbohong?" Mingyu menatap Wonwoo, dan tentu saja tatapan Mingyu sama sekali tidak bohong dan tegas, tetapi entah mengapa Wonwoo masih ragu dengannya.

"Aku takut.." jawab Wonwoo dengan tatapannya yang kini beralih ketempat lain, tidak pada Mingyu lagi.

"Takut? Kenapa hyung takut?" Mingyu menarik pelan dagu Wonwoo agar menatap kearahnya, wajah Wonwoo memang tampak datar, tapi matanya sama sekali tidak bisa berbohong, mata itu bergetar, terlihat sangat takut dan penuh dengan kepedihan yang ditumpuk mendalam, hingga Mingyu tidak bisa menembus dinding itu dan melihat apa yang terjadi pada kekasihnya.

"Aku takut, yang kamu katakan semua adalah kebohongan.., aku takut Mingyu-ya, lalu aku takut untuk jujur, kalau aku jujur aku akan menyakitimu, dan aku juga akan membuatmu merasa tidak ingin bersamaku, lalu meninggalkanku. Aku takut Mingyu-ya.." mata Wonwoo kembali mengeluarkan air mata dan memerah, Mingyu berwajah serius, dia akhirnya bisa membuka dinding itu dan membuka hatinya.

"Jiika hyung tidak mengatakan apa yang hyung rasakan, bagaimana Mingyu bisa tau apa yang hyung sedang pikirkan dan resahkan, ya ampun hyung, demi tuhan, aku tidak akan meninggalkanmu cuma karena hyung bersikap jujur.." Wonwoo tadinya ragu, namun setelah dia menatap Mingyu, akhirnya dia menjawab.

"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya Mingyu-ya, kenapa aku melakukan hal ini, dan membuatmu dan diriku saling merasa sakit seperti ini.., aku akan mengatakannya.."

Flashback

Malam semakin dingin, sudah pukul 11.40 KST, dan Wonwoo sama sekali tidak mendengar kabar dimana keberadaan Mingyu setelah fansign. Hari itu, Wonwoo melakukan fanservice dengan Jun, tentu saja dirinya bisa tau jika Mingyu pasti sangat kesal karena hal itu, lalu Mingyu memilih pergi sebelum masuk kedorm dengan seseorang menurut member lain, dan tentu saja Wonwoo tidak tau dengan siapa Mingyu pergi.

Dengan kesabarannya, Wonwoo menunggu didekat ruang televisi, dia tau kalau cuaca tidak baik, tapi setidaknya dia bisa hangat didalam. Hal yang membuat Wonwoo khawatir adalah bocah bernama Mingyu yang tidak mengabarinya sejak tadi, dia menghela nafas dan merebahkan dirinya disofa setelah membuat teh hangat untuk menemaninya menonton dan menunggu Mingyu.

Sudah terhitung 3 jam dan Mingyu sama sekali belum mengabarinya kalau dia pulang jam berapa, biasanya kalau ada jadwal diluar, Mingyu akan mengabarinya jika pulang terlambat, tapi sepertinya karena marah, dia tidak mengabarinya. Wonwoo menghela nafasnya kasar, dia bingung harus bagaimana, karena dari tadi menghubungi lelaki itu juga tidak dijawab, padahal telfonnya tersambung.

"Mingyu-ya, ada apa? Tumben ingin makan dan minum berdua" tanya jungkook yang menuangkan alkohol pada Mingyu yang sudah duduk dihadapannya.

"Aku pusing kook, tadi melihat Wonwoo hyung fanservice dengan jun" Mingyu menopang dagunya dan melamun.

"Hah? Jadi karena itu?" tanya jungkook dengan mulut menganga.

"Iya, aku kesal, akhir-akhir ini Wonwoo hyung sering dengan orang itu, dan selalu mengabaikan aku saat didepan fans" Mingyu meminum alkoholnya dengan cepat.

"Hei, taehyung hyung juga sering melakukan itu, dan aku tidak pernah merasa aneh atau cemburu dengan yang lain, ayolah gyu, itu hanya untuk fans" jungkook menuangkan kembali gelas kosong Mingyu, dan mulai menuangkan alkohol untuk dirinya.

"Biar aku" Mingyu mengambil alkohol jungkook dan menuangkan untuk jungkook.

"Tapi kenapa harus merasa begitu? Jun kan juga sudah punya pacar setauku" jungkook meminum alkoholnya dan menatap kearah Mingyu yang menghela nafas.

"Aku tau, dia memang punya, tapi entah mengapa aku melihat kedekatan mereka itu beda jungkook" jawab Mingyu sambil memakan topokki dihadapannya dan kembali menyesap alkoholnya.

"Beda bagaimana?" jungkook hanya bisa mengerutkan keningnya tanda bingung dengan yang Mingyu maksudkan.

"Berbeda saja, seperti tatapan orang suka" jawab Mingyu singkat.

"Hei, itu kan Cuma perasaanmu saja Mingyu-ya, dan semua itu semata-mata hanya untuk fans" jungkook tampak berpikir, dan mengurut pelan keningnya.

"Tidak, itu tidak mungkin hanya perasaan saja, masalahnya dibelakang fans juga dia begitu, bagaimana aku tidak kesal, misalnya hari ini, jun berani memegang baju Wonwoo dan membenarkannya, aku tidak suka" sungut Mingyu.

"Ya ampun, posesif sekali" jawab jungkook merinding.

"Sudah, lebih baik kau pulang sana, lagipula sudah malam" suruh jungkook, tidak sadar mereka sudah minum satu botol, dan jungkook agak merasa mabuk.

"Kau duluan saja, aku masih ingin minum" jawab Mingyu sambil menghabiskan sisa alkohol yang dia minum, lalu meminta minuman kembali dikedai pinggiran daerah Itaewon itu.

"Eiii, masa aku pergi begitu saja, tidak, tidak, kalau kau sudah memesan lagi, artinya aku juga minum denganmu, kalau gitu, kita kembali setelah botol ini habis, bagaimana?" tanya jungkook pada Mingyu yang sudah memasukan alkohol penuh dalam gelasnya.

"Baiklah" jawab Mingyu singkat, dan acara minum mereka berlanjut hingga larut malam.

Suara bell apartement dorm berbunyi, dan Wonwoo yang masih terjaga langsung bergegas membuka, dia harap itu Mingyu, tapi kenapa Mingyu malah menyalakan bell, itu kan tidak mungkin, dan setelah Wonwoo membuka pintu. Wonwoo melihat jungkook yang sedang membopong Mingyu yang sudah mabuk dengan 4 botol minum yang dia minum bersama jungkook, lebih banyak Mingyu jika dilihat lagi, tapi yasudahlah, jungkook sudah mengantar Mingyu dengan selamat saja sudah syukur.

"Selamat malam Wonwoo-ssi, aku mengantar Mingyu, dia mabuk, tadi kami makan malam bersama" jungkook dengan kesadarannya yang sudah rendah akhirnya menyerahkan Mingyu pada Wonwoo dan pamit pulang, setelah itu.

Helaan nafas keluar dari mulut manis Wonwoo, dia kesal, sungguh. Melihat Mingyu pulang dengan pria lain, lalu mabuk, sekarang dia juga harus membawa lelaki itu kekamarnya, dia sangat kesal.

"Kim Mingyu.., apa yang sedang terjadi?" lirih Wonwoo sembari menatap Mingyu yang sudah mabuk berat dengan mengigaukan namanya.

Flashbackend

"Setelah itu kamu pergi tanpa meminta izin dan tidak mengabariku lagi dan yang kedua juga ketiga, hoshi mengirimkan aku foto kalian berdua bersama dengan mesra, bahkan foto terakhir kalian seperti sedang berciuman"

"Aku dan jungkook tidak melakukan ciuman hyung, kita sedang mengobrol saat itu dan jungkook berbisik padaku, jadi terlihat seperti ciuman, semuanya hanya salah paham.."

"Benarkah?" tanya Wonwoo menatap Mingyu.

"Tentu saja.." jawab Mingyu sembari tersenyum.

"Syukurlah.." Wonwoo begitu saja langsung menghambur pada Mingyu dan memeluknya.

"tidak ada yang perlu hyung takutkan lagi bukan?" Mingyu mulai merebahkan kembali tubuh Wonwoo yang sedang demam, memberikan selimut untuknya dan Wonwoo, kini Mingyu juga memeluk Wonwoo dengan erat.

"Bagikan saja sakitmu padaku hyung.." Mingyu memeluk sembari menenggelamkan wajahnya kedalam ceruk leher Wonwoo yang indah dan harum.

"Tidak, jangan, kamu tidak boleh sakit Mingyu" Wonwoo berusaha untuk mendorong Mingyu, tapi tentu saja usaha Wonwoo gagal.

"Dihadapan fans kamu boleh dengan jun, boleh menjauhiku sesukamu, tapi jika disini dan dikamar, jangan harap kamu bisa lepas dariku jeon Wonwoo.." jawab Mingyu tegas.

"Hei, ada member lain, tidak malu?" Wonwoo masih berusaha menjauhkan Mingyu dari badannya.

"Biarkan saja, mereka sudah terbiasa kok dengan kita yang begini.." jawab Mingyu santai dan mengecup bibir Wonwoo kembali.

"Tidak usah banyak bicara, istirahatlah setelah makan, ayo makan dulu baru tidur.." Wonwoo bersandar pada punggung kasur dan mulai memakan bubur yang dibuatkan Mingyu untuknya, tentu saja Wonwoo sangat senang, pada akhirnya semua beban yang disimpan dalam hatinya bisa dikeluarkan, dan Wonwoo juga bisa tenang, mengetahui semua hanya kesalah pahaman saja, ya, Wonwoo harap hanya salah, bukan kebohongan. Dengan wajah pucatnya, Wonwoo tersenyum haru dan melihat kearah Mingyu yang dengan telaten mengurusnya.

Wonwoo sangat rindu pada Mingyu, sangat, dan Wonwoo tau, dia tidak akan pernah bisa melepaskan Mingyu, dan membiarkan Mingyu pergi dari sisinya, kita lihat saja bagaimana mereka, hanya tuhan dan mereka yang akan tau kelanjutnnya.

-END-

Thankyou yang udah review, buat ff selanjutnya, butuh saran dan kalau ada yang mau request, terbuka untuk semua via dm, karena saya bingung harus buat ff apalagi, tapi sekarang kelanjutan tergantung review ya :v ahaha kaka whisper juga butuh motif buat semangat lanjutin nih, makasih sekali lagi buat yang udah kasih fav, follow dan review, see you next story –whisper05

thanks to

hasniyah nia , wonyu, hamsteosoon, MinJimin, Song Soo Hwa, kimnimgyu

you'll give me strength

makasih juga buat yang ngasih fav dan udah follow