Taming the Kitten

.

.

.

.

a screenplays by nsoulizt/jay

genre; romance, fluff

lenght; chaptered

characters/pairings;

- Kwon Soonyoung X Lee Jihoon

- Kim Mingyu X Jeon Wonwoo (slight)

- etc.

(!) Alternate Universe, boyslove, kitten!jihoon, wolf!wonwoo, typo(s), rated M for smut and not proper language, and more maybe? (!)

.

.

.

.

Taming the Kitten

Chapter 2; Behave well, Kitty

tuk tuk

"hentikan itu, seokmin-"

tuk tuk

"seokmin, ini masih pagi.."

Bruk "ASTAGA-!"

"bangun bodoh, aku lapar. Lagipula siapa seokmin seokmin itu"

Soonyoung yang kini terbangun –terpaksa bangun tepatnya– mengelus bokongnya yang terasa berkedut setelah mendarat dilantai karena tendangan kaki mungil Jihoon yang ternyata memiliki kekuatan yang lumayan, setidaknya menurut Soonyoung.

"kenapa membangunkanku dengan cara seperti ini, huh?"

"sudah kucoba, kau malah menyebut si seokmin seokmin itu" Soonyoung mengucek matanya lalu menatap Jihoon yang hanya mengedikkan bahunya dan berlalu begitu saja dari kamar Soonyoung.

"iyakah? apa kau cemburu, barangkali?" dengan senyuman menggodanya Soonyoung bangkit dari duduknya dilantai dan mengikuti Jihoon keluar dari kamar, dilihatnya sang hybrid kini sedang duduk disalah satu sofa panjang di ruang tamunya. Memperhatikannya dari atas sampai bawah, Jihoon terlihat lucu memakai piyama bekas Soonyoung yang ternyata masih kebesaran bagi tubuh mungil Jihoon.

"cemburu? untuk apa? tidak ada gunanya cemburu dengan makhluk sepertimu"

Soonyoung hanya tersenyum mendengar penuturan kucingnya itu sambil berjalan kedapur untuk menyediakan ikan kalengan seperti kemarin untuk Jihoon yang sekarang sedang menggerutu akan perutnya yang terus berbunyi.

"bagaimana tidurmu semalam?" Jihoon menyeret kakinya setelah mencium bau ikan yang menyeruak ke indra penciumannya.

"tidak terlalu buruk, kasur dikamar tamu nyaman. Namun lumayan berdebu" Soonyoung meletakkan sepiring berisi ikan mentah yang langsung disambut oleh Jihoon yang sedikit bersin-bersin dengan bulu ekornya yang megar-megar lucu itu lalu dengan lahap memakan ikan yang telah disodorkan padanya.

"habis ini mandi ya, Jihoon?" ia menduduki kursi yang berada dihadapan Jihoon sambil melihat pemuda itu dengan cekatan memakan sisa-sisa daging ikan yang terselip diantara duri-duri tajam tersebut, telinga kucing yang tiba-tiba terangkat setelah mendengar kata 'mandi' dan tatapan polos yang dilontarkan membuatnya terlihat semakin lucu.

"apa kau gila? kucing tidak suka air, tidak mau!" Jihoon yang kini menggeram bangkit dari duduknya dan berusaha untuk kabur kalau Soonyoung tidak merengkuhnya dari belakang seperti sekarang, tentu saja Jihoon berontak dan mengeluarkan kata-kata kasarnya.

"tapi kau kan setengah manusia, Jihoon" Soonyoung berusaha sabar kali ini.

Kupikir akan mudah, Tuhan tingkatkanlah kesabaran Kwon Soonyoung.

"persetan dengan setengah manusia, aku tidak suka air!"

"aku harus membersihkan lukamu, sayang" seketika Jihoon yang ada dalam kungkungan lengannya terdiam mencerna kata-kata tersebut.

Ups, nampaknya Soonyoung salah bicara.

"SIAPA YANG KAU PANGGIL SAYANG HAH, CUKUP AKU KELUAR DARI RUMAH INI! LEPASKAN AKU BRENGSEK" dengan itu Soonyoung kembali mendapat cakaran baru diatas luka yang belum lama kering sejak kemarin.

Dengan satu tarikan nafas, Soonyoung megangkat tubuh Jihoon dibahunya menuju kamar mandi yang membuat si empunya tubuh menendang-nendang ke segala arah dan menggoyang-goyangkan ekornya secara liar.

Daily reminder, Jihoon tidak bisa tidak dipaksa. Ingat itu Kwon Soonyoung.

Setelah dua jam lamanya acara mandi Jihoon yang diiringi umpatan serta cakaran, Soonyoung kini berhasil membuat Jihoon keluar dengan hanya sebuah lilitan handuk disekitar pinggangnya dan ekspresi wajah cemberut khas anak kecil. Sementara Soonyoung yang keluar tak lama kemudian setelah menyelesaikan mandi kilatnya dengan wajah masam.

"Dasar, setengah kucing tetap saja kucing" tak sadar jika gumaman Soonyoung dapat didengar oleh telinga tajam milik Jihoon, hal yang selanjutnya dilakukan Soonyoung adalah terbengong sambil memegangi pipi kanannya.

PLAK

Jihoon menamparnya

"kau kira aku tidak dengar? bodoh"

Lebih parahnya lagi–

"e-eh anu.."

"apa lagi MANUSIA?!"

–Jihoon menamparnya dengan ekornya yang luar biasa lembut, namun sakit.

Setelah kejadian itu Jihoon hanya diam dan menatap Soonyoung dengan tajam saat dia memakaikan sebuah sweater berwarna peach pada tubuh mungil Jihoon dan sesekali menghentakkan kakinya saat lewat didepan Soonyoung, benar-benar persis anak kecil dan terkadang Soonyoung akan bersyukur hal apa yang telah ia perbuat hingga mendapatkan sesosok malaikat bermulut setan bertubuh kucing blasteran ini.

.

.

.

.

Taming the Kitten

"hey manusia"

"aku punya nama"

"peduli setan dengan namamu, aku bosan"

"tunggu sebentar, aku sedang bekerja"

"ya, kau sudah mengulang kalimat itu semenjak satu jam yang lalu"

"baiklah, lakukan saja sesuatu"

"seperti?"

"terserah"

SRATT

Seketika Soonyoung menolehkan kepalanya pada Jihoon yang kini menatapnya datar sambil mencakari sofa kulit di ruang kerja pribadinya, bad kitty. Dengan gemas ia melepas kacamata yang bertengger di hidungnya dan membereskan segera dokumen-dokumen penting yang ia kerjakan, menghampiri lelaki satunya lagi dengan tatapan sok sabar.

"baiklah-baiklah, lebih baik kita pergi ke suatu tempat saja" menyelipkan jemari kedalam helaian rambutnya dengan kasar, Soonyoung menghela nafas.

"kemana?"

"kemana saja boleh" Soonyoung berlenggang pergi sembari mengantungi kunci mobil serta kawan-kawan dan hanya dibalas dengan tatapan mematikan Jihoon, namun ia tetap mengikuti langkah si blonde itu keluar apartemen anyway.

Berbeda dari pertama kali Jihoon dibawa naik mobil oleh Soonyoung, kali ini bahkan berbanding terbalik dari yang sebelumnya. Suasana sunyi lebih mendominasi mobil yang Soonyoung tengah kendarai saat ini, hanya terdengar suara mesin mobil yang sedang melaju. Bahkan tidak ada satupun yang ingin memulai pembicaraan sebelum si kecil menyela,

"mau kemana?"

"tempat temanku"

"kau ingin menjualku?"

"kalau iya?"

"bajingan! Seharusnya aku tidak ikut sejak awal dasar manusia sial-"

.

.

.

.

Taming the Kitten

"dimana ini?"

Sedangkan yang diajak bicara hanya menggumam sekilas sambil membuka pintu mobil dan membiarkan Jihoon keluar, menatap sebuah mansion yang lumayan megah didepannya.

"kau serius akan menjualku, ya?"

Sang hybrid hanya menatap mansion megah itu dengan bola mata yang membesar serta bibir yang membentuk 'O' kecil, serta jarinya yang tak berhenti memilin ujung baju yang dikenakannya, kagum. Sementara yang diajak bicara sudah melangkahkan kakinya menjauh dari Jihoon, membuat sang pria mungil ini terpaksa berlari kecil demi menyamakan langkah mereka.

Ah, lucu sekali. Pikir Soonyoung.

"kau pasti senang memiliki teman baru, Jihoon." seringai tipis yang diberikan Soonyoung pada Jihoon membuat bulu-bulunya meremang.

Oh tidak, pasti ada yang tidak beres.

Pikiran Jihoon berkecamuk, belum lagi saat ia mendengar suara gesekan bulu dan dengkuran khas 'anjing' dari dalam mansion besar ini. Dan bau ini, oh, Jihoon dapat merasakan kehadiran musuh terbesar ras kucing. Hanya saja, terasa sedikit berbeda. Lebih parah.

"Kau baik-baik saja, Jihoon?" Soonyoung memencet bel rumah itu, dua kali.

Tidak, tidak. Jangan pencet bel-nya.

TING-TONG!

Sial.

Dan Jihoon tak dapat melakukan apapun selain pasrah akan apa yang ada dibalik pintu ini ketika ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, serta bau itu yang tercium semakin kuat.

Ekornya seketika turun dan seluruh tubuhnya melemas melihat sepasang telinga 'serigala' menyembul dari balik pintu bersamaan dengan nampaknya sesosok tubuh kurus namun tinggi, berkulit pucat milik seseorang itu, belum lagi kedua taring mungilnya saat pria pucat itu tersenyum, ramah.

"Soonyoungie, selamat datang!"

Jihoon menggigit bibir bawahnya sekilas, seorang wolf hybrid rupanya.

"Dan sepertinya kita kedatangan kucing baru.."

Bulu kuduk Jihoon seketika meremang.

TBC.

.

.

.

A/N

Sepertinya saya mengambil terlalu banyak hiatus, (teehee!).

Sebenarnya chapter ini sudah jadi 800an words dari tahun kemarin, tapi saya tiba-tiba lost dengan jalan ceritanya, jadi baru saya lanjutkan sekarang.

Kehidupan sekolah baru juga menjadi pengaruh slow update, senin sampai sabtu berangkat pukul 6 pulang pukul 8 malam dan hari minggu itu belum tentu ada di rumah, jadi ya saya akan nyicil menulisnya lewat ponsel.

Mungkin segitu saja.

Oh iya, should I post this fict on wattpad too? Yang ini, wajib dijawab ya!

Oyasuminasai!

Tue, March 21st 2017 23:52

nsoulizt k.a Jay