Name: Hunter of Remnant
Author: The World Arcana
Genre: Friendship, Adventure
Rating: M
Pair: Naruto Uzumaki x Pyrrha Nikos, Sasuke Uchiha x Erza Scarlet, Natsu Dragneel x Weiss Schnee, Jaune Arc x Ruby Rose, Sun Wukong x Blake Belladona, dll.
Chapter 3: Team Shine(SHNNE)
Keesokan harinya setelah Naruto berlatih tanding dengan Pyrrha, dia dan tim-nya pun memutuskan untuk pergi ke tempat yang akan menjadi tempat inisiasi mereka sebagai seorang Hunters, melihat Pyrrha yang sedang bersama gadis berbaju putih yang kemarin ada masalah dengan target mereka Ruby Rose dan seorang pemuda berambut pirang sepertinya... Naruto pun berniat memanggil Pyrrha dan menyapa-nya.
"Yo Pyrrha..."
"Ah Naruto..."
Wajah Pyrrha terlihat senang saat melihat Pyrrha tapi dia juga melihat Pyrrha mengeluarkan ekspresi kalau dia sedang ada sedikit masalah "Kau ada masalah apa, Pyrrha?"
Pyrrha berniat menjawab tapi gadis berbaju putih itu melihat Naruto dan berkata dengan ketus "Aku ingin mengajukan diri sebagai partner dari Pyrrha, jangan ikut campur."
"Kau ingin mencari partner dengan attitude-mu yang seperti itu. Pantas saja Pyrrha terlihat tidak nyaman sedari tadi."
"A-Apa kau bilang!!!"
Tapi Naruto mengabaikan ucapan gadis berpakaian putih itu dan tersenyum pada Pyrrha "Kalau begitu sampai ketemu lagi di acara inisiasi, Pyrrha. Jangan lupa untuk mencari partner yang benar, Pyrrha."
Melihat kepergian Naruto, pemuda berambut pirang itu melihat Pyrrha dan berkata "Dia pacarmu?"
Dan wajah cantik Pyrrha pun merona setelah mendapatkan pertanyaan itu.
Naruto kemudian menemukan teman-temannya dan Sasuke pun berkata "Kau telat, dobe..."
"Maaf, teme."
Sasuke pun menghela nafas panjang dan dia pun berkata "Naruto aku tahu kalau kau agak tertarik pada Pyrrha saat pertarungan kalian di turnamen itu dan dia juga merasakan hal yang sama padamu tapi jangan lupa misi kita disini."
"Jangan khawatir, teme. Aku tidak lupa dengan misi kita. Melindungi Ruby Rose dan juga tempat ini dari Salem." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Tapi tidak ada salahnya kan kalau kita juga menjalankan kehidupan kita seperti remaja normal pada umum-nya? Bukannya itu tujuan jiji memberikan kita kesempatan kedua dan mengirim kita kesini."
"Kau ada benarnya, Naruto tapi serius... Jangan lupakan tujuan kita sebenarnya disini." Balas Sasuke dan kemudian dia melanjutkan "Kita tidak tahu apa yang Salem rencanakan dan seperti apa kekuatan-nya yang sebenarnya sampai-sampai dia bisa membuat Kaguya terusir ke Elemental Nation. Aku ingin kita tetap waspada..."
"Jangan khawatir... Aku akan mengingat semua yang kau katakan padaku Sasuke."
Natsu dan Sasuke pun pergi dan meninggalkan Naruto dan Erza sendirian.
"Naruto..."
Naruto pun berbalik dan berkata "Ada apa onee-chan?"
"Kenapa kau dan Sasuke sangat terobsesi pada orang bernama Salem itu?"
"Kau ingat saat aku pernah bilang kalau aku dan Sasuke bukan berasal dari sini dan aku sekaligus Sasuke mati di dalam duel kami kan?" Tanya Naruto dan Erza pun mengganggukkan kepalanya "Disana aku menghadapi sebuah musuh yang luar biasa kuat-nya namanya Kaguya Otsutsuki dan dia berasal dari sebuah dimensi lain tepat-nya disini."
"Tapi apa hubungan-nya dia dengan Kaguya yang kau dan Sasuke selalu sebut itu."
"Mereka adalah saudara tepat-nya Salem adalah kakak dari Kaguya. Kaguya di usir dari dunia ini ke dunia kami dan disana dia mendapatkan kekuatan yang sama seperti kami chakra untuk mengalahkan Salem. Aku tahu Kaguya atau kami berdua yang mempunyai chakra lebih kuat dari Salem tapi kita berdua tidak tahu menahu tentang Salem terutama kekuatan-nya. Yang kami ketahui hanyalah koneksi-nya dengan Kaguya dan fakta kalau dia adalah sosok yang menciptakan Grimm di Remnant. Karena itulah aku dan Sasuke terobsesi untuk memburu Salem karena aku yakin jika kita semua berhasil mengalahkan Salem maka..."
"Remnant akan aman dari ancaman Grimm untuk selama-lamanya, bukan begitu tuan Uzumaki?"
"Proffessor Ozpin..."
Melihat sosok yang memotong perkataannya, Naruto pun berkata "Apa yang sedang kalian kau lakukan disini?"
"Tidak usah marah seperti itu, tuan Uzumaki." Balas Ozpin yang kemudian melanjutkan "Kita mempunyai tujuan yang sama lagipula."
"Tapi setidaknya aku tidak menggunakan seorang gadis belia untuk mengalahkan Salem."
Mendengar perkataan Naruto, Ozpin tidak merespon dan dia pun berkata "Aku tidak peduli kau ingin berfikiran apa padaku, tuan Uzumaki. Yang aku lihat adalah nona Rose mempunyai potensial yang bisa membantumu dan tim-mu mengalahkan Salem dan membawa perdamaian di Remnant."
Mendengar perkataan Ozpin, Erza pun menginterupsi "Aku tidak yakin, Remnant akan damai hanya dengan mengalahkan Salem proffessor Ozpin. Kau tidak lupa akan kesenjangan sosial bagi para manusia dan para faunus bukan? Apalagi para faunus semakin dibenci karena ulah dari White Fang. Saranku kau bicarakan pada jendral Ironwood tentang masalah ini karena aku lihat Atlas lah tempat yang memperlakukan faunus dengan tidak manusiawi. Ayo kita pergi, Naruto..."
"Aku akan membicarakannya pada Ironwood, nona Scarlet." Ucap Ozpin dan kemudian dia tersenyum saat melihat sosok Erza dan Naruto yang semakin lama semakin jauh dari dirinya 'Mereka benar-benar kelompok yang menarik. 4 sosok anomali dengan kekuatan abnormal yang berasal dari dimensi lain. Aku harap kita berhasil mendamaikan dunia ini dan membebaskan dunia ini dari Salem dan para Grimm ciptaan-nya.'
Ozpin kemudian pergi ke tempat dimana acara inisiasi akan dilaksanakan dan dia bisa melihat ekspresi kesal Naruto saat dia tiba dan dia pun langsung pergi ke podium yang dimana terlihat sebuah bantalan peluncur di depan dia dan asisten-nya, Glynda Goodwitch.
"Selama bertahun-tahun kalian semua telah dilatih. Dan hari ini, kemampuan kalian akan dinilai di Emerald Forest."
Dan setelah itu, Glynda yang mulai berbicara "Sekarang, saya yakin banyak dari kalian yang telah mendengar desas-desus tentang penempatan tim. Baiklah, izinkan kami untuk mengatakannya pada kalian. Kalian semua akan diberikan rekan tim hari ini, "katanya
"Rekan satu tim ini akan bersamamu selama sisa waktumu di Beacon. Jadi, demi kepentinganmu, berpasangan dengan seseorang yang dengannya kamu bisa bekerja dengan baik."
Mendengar itu Naruto pun menatap Sasuke dan menyeringai dan Sasuke pun membalas seringai dari Naruto. Mereka berdua memang selalu bertengkar tentang hal sepele tapi soal bekerja sama, kerja sama tim mereka tidak perlu ditanyakan lagi.
"Saya akan katakan saat itu juga, orang pertama yang kamu lakukan kontak mata setelah mendarat akan menjadi pasanganmu selama 4 tahun ke depan."
Naruto pun mendengar Ruby yang berteriak dan Naruto merasa iba karena dia tahu kalau Ruby ingin satu tim dengan kakak-nya tapi pembagian tim-nya tidak seperti itu. Kemudian Naruto pun melihat teman-temannya dan dia pun berkata pada Sasuke "Kau sudah siap, teme?"
"Tentu saja..." Balas Sasuke dan kemudian dia melihat Happy "Kau membawa Happy, Natsu?"
"Jangan khawatir, aku sudah bilang pada Ozpin tentang ini." Balas Natsu dan kemudian dia melanjutkan saat melihat Sasuke yang terlihat sedang memikirkan sesuatu "Happy tidak akan membebani kita. Dia sudah berlatih keras dan bahkan dia juga bisa menggunakan Transformation dan Re-Quip Magic."
"Baiklah, kalau begitu..."
Mereka pun melihat semua orang yang dipentalkan oleh launch pad ke Emerald Forest dan saat giliran Naruto, Ozpin pun berkata "Kau tidak terlihat cemas tuan Uzumaki."
"Aku sudah mengalami kejadian yang lebih parah dari ini." Balas Naruto yang mengingat saat dia disentil ke jurang oleh Jiraiya yang memaksa-nya memanggil Gamabunta dengan bantuan Kurama.
Naruto pun dilempar oleh launch pad itu dan saat di udara, dia pun mengambil kunai Hiraishin miliknya dan melempar-nya ke tanah yang berada jauh di bawahnya.
Srinnnggg
Naruto pun menghilang dan muncul di tempat kunai miliknya berada dan dia pun menunggu Sasuke yang sudah turun dari Kuchiyose elang miliknya "Jadi kita pergi cari kakakmu dan Natsu atau mengambil relic itu terlebih dahulu?"
"Tentu saja mencari kakakku dan Natsu terlebih dahulu." Ucap Naruto yang berkata pada Sasuke "Pegang tanganku..."
"Hiraishin!!!"
Glynda yang melihat apa yang dilakukan Naruto dari salah satu kamera yang ditaruh staff Beacon disana pun berkata "Apa dia baru saja melakukan teleportasi?"
"Iya..."
"Apa semblance dia adalah teleportasi? Tapi aku tidak pernah melihat semblance berbentuk teleportasi sebelum-nya."
"Yang kau lihat bukanlah semblance, Glynda."
"Lalu apa, Ozpin?"
"Kau lihat saja sendiri." Balas Ozpin dengan ambigu 'Aku juga tidak bisa menjelaskannya karena mereka adalah anomali yang berasal dari dunia yang berbeda dengan kita.'
"Tch..."
Naruto dan Sasuke yang sudah menemukan Natsu, Erza dan Happy pun berhasil menemukan sebuah relic bersamaan dengan kakak dari Ruby yang bernama Yang dan partner-nya yang bernama Blake.
"Minggir!!!"
"Aughhhh... Apa yang menabrak-ku?" Tanya Naruto yang terjatuh ke tanah dan dia terkejut saat melihat Pyrrha yang berada di atas tubuhnya "P-Pyrrha..."
"Ahhh!!! Ma-Maaf Naruto..."
Rona merah menjalar di wajah mereka berdua tapi saat Naruto ingin bertanya apa yang membuat Pyrrha dan partner-nya yang bernama Jaune Arc berlari seperti itu, dia pun mendapat info dari Kurama
"Naruto!!! Ada banyak Grimm yang mengarah ke tempat-mu."
'Tch, sepertinya Salem mulai bertindak...' Batin Naruto yang sudah mengubah kunai kecilnya menjadi pedang.
"Naruto..."
"Bersiap-siaplah, Sasuke, Natsu, Erza. Ada pasukan Grimm yang mengarah ke kita semua."
"Dari mana kau tahu akan hal itu, Naruto? Perasaan aku dan Jaune belum mengatakannya padamu."
"Aku bisa merasakannya..."
Mereka pun melihat puluhan Grimm yang membuat Yang dan Blake terkejut bukan main bahkan Glynda dan Ozpin yang melihat dari kejauhan juga cukup terkejut saat melihat itu.
"Ozpin!!! Kenapa ada banyak Grimm di Emerald Forest. Seharusnya jumlah-nya tidak sebanyak itu."
'Tch, sepertinya Salem berniat menyingkirkan Naruto dan teman-temannya dari awal cerita."
"Ozpin, kita tidak bisa melanjutkan ini. Kita harus kesana dan membantu mereka."
"Tidak..." Balas Ozpin yang kemudian melanjutkan "Acara ini harus tetap berlanjut..."
"Tapi..."
"Mereka sudah dewasa, Glynda. Mereka seharusnya tahu jalan menjadi seorang Hunter itu tidaklah mudah. Ini akan membuktikan tekad mereka menjadi seorang Hunter."
Sedangkan kembali dengan Naruto, pertarungan sengit terjadi antara tim Naruto, Pyrrha, Yang, Blake melawan para Grimm.
Melihat Naruto yang mendekati salah satu Grimm, Pyrrha terlihat panik dan dia pun berkata "Naruto!!! Apa yang kau lakukan? Pergi dari sana!!!"
"Jika tuan-mu itu memerintahkanmu untuk membunuh kami semua..." Ucap Naruto dengan dingin dan dia pun mengeluarkan bola energi berukuran super besar "Katakan pada tuan-mu, dia tidak akan berhasil... Chou-Oodama Rasengan!!!"
Boooommm
Rasengan milik Naruto menghancurkan beberapa dari Grimm itu dan membuat Jaune, Blake dan Yang terkejut sekaligus kagum pada kemampuan Naruto. Naruto kemudian mendekati Pyrrha dan memeluk-nya "Pyrrha... Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja."
"Bodoh..." Balas Pyrrha yang membalas pelukan Naruto "Jangan buat aku khawatir seperti itu."
Naruto pun tersenyum dan dia pun berkata "Maaf... Jadi kau bisa melanjutkan?"
Pyrrha pun mengambil Akuo dan Milo miliknya "Tentu saja..."
"Yang..."
"Ada apa?"
"Bukannya itu adikmu dan heiress dari Schnee Dust Company itu."
Yang terlihat panik saat melihat saudari-nya dan heiress Schnee Dust Company bernama Weiss itu terperangkap dan berpegangan pada kaki Grimm bertipe Nevermore yang melintas di atas mereka.
"Ruby!!! Seseorang tolong selamatkan adikku."
"Requip!!!"
Erza pun menggunakan Heaven's Wheel Armor dan terbang ke arah Nevermore itu dan dia berhasil menyelamatkan Ruby tapi saat dia ingin menyelamatkan Weiss, kaki Nevermore itu bergoncang dan pegangan Weiss pada kaki Nevermore itu terlepas.
"A-Ahhhhhh!!!"
"Weiss!!!"
Tapi Weiss berhasil ditangkap oleh Natsu di udara yang menggunakan kekuatan Aera dari Happy dan dia pun berkata "Tch, sungguh merepotkan. Kau bisa kan menggunakan kekuatan Gylph milikmu? Kenapa kau tidak menggunakan-nya. Merepotkan saja..."
"Kenapa kau marah-marah padaku!!! Kau niat menolongku atau tidak sih?"
"Tch..."
Setelah sampai di tanah Weiss pun berkata "Errr, te-terima kasih telah menolongku..."
"Natsu..." Balas Natsu yang kemudian melanjutkan "Namaku Natsu Dragneel."
"Dia tampan juga..." Gumam Weiss yang melihat Natsu menjauh dan pergi ke tempat Erza, Sasuke dan Naruto "Tapi sayang rambut-nya berwarna pink, seperti perempuan saja..."
"Rambutku berwarna salmon bukan pink, jangan salah sebut."
'Eh, kenapa dia bisa mendengarku?'
Setelah jumlah mereka bertambah banyak setelah kedatangan Nora Valkyrie dan Lie Ren, Naruto dan Sasuke pun memimpin serangan dibantu oleh Natsu, Erza, Yang dan yang lain.
"Hei, kau punya dust api?"
Weiss pun memberikan salah satu Dust miliknya pada Natsu yang dimakannya "Hei!!! Apa yang kau lakukan? Benda itu bukan untuk dimakan?"
"Natsu!!!"
Tangan Natsu pun dilapisi kobaran api dan dia pun meloncat ke arah Beowulf Alpha yang dilemparkan Naruto padanya "Fire Dragon Iron Fist!!!"
Beowulf Alpha itu terlempar karena kuat-nya pukulan dari Natsu dan Naruto dan Erza menyatukan kekuatan mereka untuk membuat Rasengan ukuran besar "Chou-Oodama Rasengan!!!"
Melihat Beowulf Alpha itu hancur karena serangan Naruto dan Erza, yang lain pun terlihat kagum, terkejut sekaligus takut saat melihat kemampuan Natsu, Naruto, Erza dan Sasuke apalagi Sasuke membakar salah satu Grimm sampai tewas hanya dengan menatapnya saja.
'Seberapa kuat sebenarnya kau, kakak dan teman-temanmu Naruto?'
Di lain tempat... Salem yang melihat para ciptaannya dihancurkan oleh kelompok Naruto, dan yang lain pun menggertakkan giginya dan berkata "Nikmati kemenangan kalian saat ini, Kaguya-spawn. Tapi lain kali kemenangan akan menjadi milikku dan aku akan mengambil kekuatan kalian yang bernama Chakra itu dan Remnant akan menjadi milikku dan tidak ada yang bisa menghentikanku termasuk kau, Ozma."
-Time Skip-
"Cardin Winchester, Russel Thrush, Dove Bronzewing dan Sky Lark. Kalian berempat telah menemukan potongan bidak menteri berwarna hitam. Mulai saat ini kalian akan bekerja sama sebagai Team CRDN(Cardinal), dipimpin oleh Cardin Winchester."
"Tch..."
"Ada apa, onee-chan?"
"Faunus hater seperti mereka tidak pantas menjadi seorang Hunter."
"Tenang saja, jika mereka melakukan intimidasi pada seorang faunus disini. Aku akan memberinya pelajaran. Mereka tidak tahu apa yang bisa lakukan sebagai Legendary Prankster of Konoha."
"Heh, terima kasih Naruto."
"Jaune Arc, Pyrrha Nikos, Nora Valkyrie dan Lie Ren. Kalian telah menemukan dua bidak ksatria berwarna putih. Mulai dari sekarang kalian akan dikenal sebagai Team JNPR(Juniper), dipimpin oleh Jaune Arc."
"Proffessor, sepertinya ada kesalahan disini. Pyrrha, Nora, Ren, dan yang lain yang banyak berkontribusi di pertarungan ini."
"Jaune, aku dan Glynda melihat semua dari sini. Aku memang merasa kemampuan bertarung dan bertahan hidupmu lebih rendah daripada rekan-rekanmu yang lain tapi menjadi pemimpin bukan hanya yang paling kuat tapi yang bisa menjaga dan menaikkan moral semua rekannya, bukan begitu tuan Uzumaki?"
Naruto menaikkan alis-nya karena Ozpin yang menyebut namanya dan dia pun menghela nafas "Aku dan teman-temanku memang banyak membunuh banyak Grimm tapi kau berhasil menaikkan moral rekanmu yang lain bahkan strategi yang kau buat bisa membuat yang lain bertahan hidup dari para Grimm itu. Jadi aku rasa keputusan Ozpin tidak salah, Jaune."
"Baiklah..." Balas Jaune dan kemudian dia melanjutkan dengan percaya diri "Aku akan melakukan yang terbaik."
"Selanjutnya..." Ucap Ozpin yang melanjutkan "Ruby Rose, Weiss Schnee, Blake Belladona dan Yang Xiao Long. Kalian telah menemukan potongan bidak benteng berwarna putih. Mulai dari sekarang kalian akan dikenal sebagai Team RWBY(Ruby), dipimpin oleh Ruby Rose."
Meskipun Blake dan Yang terutama Yang menyukai Ruby sebagai pemimpin tim mereka, Naruto melihat ada tatapan tidak suka dan tidak terima dari Weiss pada Ruby saat mendengar itu dan dia pun menatap Sasuke membuatnya berkata "Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Tidak apa-apa..."
"Heh, aku tidak akan marah kalau kau menjadi pemimpin dari tim kita Naruto. Lagipula dari awal kita melakukan pekerjaan kecil kita sebagai pemburu Grimm, kami sudah memutuskan kalau kau adalah pemimpin kami sejak awal. Memang kau itu idiot, tidak sabaran, suka main serang saja..."
"Hei!!!"
"Tapi kau lebih kharismatik daripada aku, Natsu atau Erza yang pernah menjadi Guild Master di guild-nya."
Naruto yang mendengar itu pun tersenyum dan berkata "Terima kasih, Sasuke."
"Sama-sama..."
"Dan yang terakhir... Naruto Uzumaki, Sasuke Uchiha, Erza Scarlet dan Natsu Dragneel ditambah seseorang bernama Happy yang telah membawa satu bidak raja berwarna hitam dan salah satu bidak raja berwarna putih. Mulai dari sekarang kalian akan dikenal sebagai tim SHNNE(Shine), dipimpin oleh Naruto Uzumaki."
Mendengar itu Naruto pun melihat Natsu dan Sasuke yang tersenyum sekaligus Erza yang menatapnya dengan tatapan bangga 'Aku tidak akan mengecewakan kalian, minna.'
Pyrrha kemudian menghampiri Naruto dan memeluknya "Selamat ya, Naruto..."
"Ah... Terima kasih, Pyrrha." Balas Naruto yang merona karena dirinya agak terkejut saat mendapatkan pelukan secara tiba-tiba dipeluk oleh Pyrrha.
Sasuke yang melihat itu pun disikut oleh Erza dan membuat-nya berkata "Kau tidak mengatakan apapun lagi pada Naruto?"
"Hmm, untuk apa? Lagipula Naruto benar. Aku dan dia diberikan kesempatan kedua jadi tidak ada salah-nya kalau kita menjalankan hidup kami dengan tenang meskipun aku harap Naruto tetap akan fokus pada misi kita nanti."
"Tenang saja, adik-ku itu tidak akan kehilangan fokus dan tujuan meskipun dia memiliki hubungan dengan Pyrrha kelak."
'Aku harap kau benar, Erza.'
-Time skip-
Setelah acara inisiasi selesai, Natsu kemudian meninggalkan kamar yang akan mereka gunakan untuk ditinggali oleh tim-nya dan membiarkan Naruto, Sasuke dan Erza mendekorasi kamar itu sendiri. Natsu yang sadar telah diikuti sedari tadi oleh Weiss pun menatap-nya yang di belakangnya dengan tatapan datar.
"Bisa tidak kau tidak mengikutiku?"
"Aku tidak mengikutimu." Balas Weiss dengan nada kesal yang wajahnya dipenuhi rona merah karena kesal dan malu tapi Natsu malah menaikkan alis-nya "Aku hanya ingin berterima kasih saja padamu?"
"Bukankah kau sudah melakukannya tadi di Emerald Forest?"
"A-Ah..."
Natsu kemudian mulai berjalan meninggalkan Weiss yang salah tingkah dan kemudian dia berhenti dan berkata "Namamu Weiss kan...? Putri kedua dari Jacques Schnee?"
"Iya..." Balas Weiss dan kemudian dia melanjutkan "Memangnya kenapa?"
"Aku bisa melihat tatapan bencimu pada rekanmu yang bernama Ruby karena dia terpilih sebagai ketua tim RWBY." Balas Natsu dan kemudian dia melanjutkan "Sebaiknya kau hentikan kebencianmu itu dan mulai menerima posisi Ruby."
"Kenapa harus? Dia itu bodoh, gegabah dan aku juga lebih pengalaman daripada dia. Kenapa aku harus menerima-nya?"
"Karena Weiss... Meskipun kau kaya karena kau adalah putri dari pemimpin dari perusahaan Dust terbesar di Remnant bukan berarti kau bisa mendapatkan apapun sesuai keinginan-mu."
"Jangan bicara sembarangan tentang aku, tuan Dragneel. Kau tidak tahu apa-apa tentang aku."
"Kau tahu, aku dulu mempunyai sebuah tim." Ucap Natsu dan kemudian dia melanjutkan "Saat itu aku sama seperti Ruby, bodoh, gegabah dan bahkan salah satu anggota tim-ku lebih kuat dan pengalaman dariku tapi entah kenapa mereka memilih aku sebagai ketua mereka. Inti-nya aku bilang padamu, Ruby memang pemula dan pengalaman-nya kurang darimu tapi berusalah untuk mensupport-nya, aku yakin dia juga akan melakukan hal yang sama padamu kalau kau sedang ada masalah. Karena aku dan kau tahu, dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Mereka selalu membutuhkan bantuan makhluk hidup lain untuk tetap hidup."
Weiss pun tertegun saat mendengar perkataan Natsu, tapi tiba-tiba saja Natsu memegang tangannya dan mengerang kesakitan membuatnya menghampirinya dan berkata "Kau kenapa, Natsu?"
"Tch... Aku tidak apa-apa Weiss, jangan khawatir." Balas Natsu yang mulai pergi meninggalkan Weiss. Setelah jauh dari Weiss, Natsu pun mencoba mengeluarkan api-nya tapi api-nya yang biasanya berwarna merah kekuningan berubah menjadi biru kehitaman, membuatnya mendecih 'Tch, sepertinya kutukan Ankhseram yang kudapat setelah mengalahkan Zeref bertambah parah bahkan api-ku sampai berubah warna seperti ini. Aku harap, api ini tidak membunuh siapapun disini. Walaupun sudah mati, kau masih saja merepotkanku saja onii-san.'
'Maaf, Lucy... Karena kutukan ini, kau harus meregang nyawa.'
Sebenarnya ada hal yang Natsu tutup-tutupi soal kematian Lucy. Lucy bukan mati karena merubah segel di buku E.N.D atau terbunuh oleh Zeref atau Acnologia. Lucy Heartfillia mati karena kutukan yang dimiliki-nya sama seperti saat kutukan Zeref mengambil nyawa Mavis saat ciuman pertama mereka. Itulah sebab-nya dia tidak pernah mau menjalin hubungan dengan siapapun karena dia tidak ingin orang yang dicintai-nya kelak diambil kembali oleh kutukan-nya, sama seperti Lucy.
"Apa kau baik-baik saja Natsu?"
Natsu kemudian mematikan api hitam-nya saat melihat Erza dan dia pun berkata "Aku tidak apa-apa, Erza."
-To Be Continued-
