FREAK

Kim Jiwon, manusia dengan kemampuan supranaturalnya kini tinggal di rumah bekas keluarga Goo. Namun rumah besar itu berhantu, dan Kim Hanbin-lah salah satunya.

Tanpa alasan apapun, Hanbin begitu membencinya. Mendendam-nya.

Bagaimana usaha Jiwon untuk menghilangkan kesan buruk Hanbin terhadapnya?

.

.

this is a DoubleB story. no need to talk much, happy read. leave coment if you want and don't give blame word. if you don't like there's a cross sign and click then. Dyo Not Own this story, this is KhungDae's story.

.

.

Annyeong..! #menghilang

Gak ding, Cuma mau mengatakan terimakasidh banyak untukmu sayangku#ccuih! Hehe, maaf ya buat kalimat dan setting, alah pokoknya semuannya pasti kalian gak pada paham, karena kau pun begitu# timpuk. Ini fiction sudah selesai saya buat bahkan sebekum iKON debut loh, makanya gaya penulisanku beda banget, masih ancur-seancur ancurnya, tapi saya berharap kali ini pekerjaannya agak rapi dari kemarin dan Anda sekalian agak terhibur.

.

.

02.00

"eomma~.."

Hanbin diam, apakah tadi Jiwon yang bicara?

Tangannya perlahan menyingkirkan lengan Jiwon yang melingkar di pinggangnya.

" eommaa..bogoshippeo. Aku kesepian eomma,"

Hanbin segera berbalik dan menatap Jiwon, manusia itu mengigau rupanya. Hanbin tersenyum sedih padanya, dua makhluk yang sama- sama kesepian. Ia dan Jiwon.

Kini tangannya terulur mengusap lembut puncak kepala Jiwon. Dalam tidurnya pemuda itu tersenyum manis, bahkan Hanbin heran. Selama ini Jiwon tak pernah tersenyum seperti ini.

" eomma..,kenapa tak menciumku?"

Senyuman luntur dari wajah Hanbin, heh. Hanbin yakin bocah ini mengigau,tapi kenapa aneh? Apakah eommanya sering menciumnya?

" ..eommaa,cium."

Jiwon memanyunkan bibirnya, lengannya menarik Hanbin lebih dekat.

" yak! Aku bukan eomma-mu!"

Chu

Hanbin terpaku, membelalakkan matanya. Barusaja Jiwon mencium keningnya lembut.

" eomma..,aku menyayangimu. Tunggu aku ne…hh"

Jiwon kembali pulas, Hanbin mengembuskan nafas lega. Akhirnya tidak terjadi hal yang buruk padanya, setidaknya begitu.

.

" Jiwon-ah, ireona..sudah pukul 5 pagi. Kau tak sekolah?"

"…"

" yak Kim Jiwon! Ireonaa~ nanti kau terlambat!"

" agh! Shikkereo..aku masuk pukul 10."

" mwo? T-tapi bagaimana dengankuu?"

" yaa.., diamlah. Aku mengantuk"

" aish..,Kim Jiwon-"

" tetap disini dan jangan berisik, sampai aku bangun"

Jiwon mengeratkan pelukannya, udara sepagi ini sangat dingin. Dan Hanbin dengan kehangatannya mulai memanjakan Jiwon.

' Hanbin-ah, apa yang sebenarnya kau lakukan padaku?'

.

Hanbin hanya bisa pasrah, toh Ia tidak ada pekerjaan lain. Ingin mengusir bosan, matanya beralih pada wajah Jiwon.

Kalau dibandingkan dengan Bobby hyung.., memang wajahnya mirip sekali. Kulitnya juga putih bersih seperti Bobby hyung, bahkan Hanbin sendiri kalah putih. Bibirnya yang tipis itu sering mengucapkan kata kata tajam, sedangkan Bobby hyung sangat halus dalam bertutur kata. Kim Jiwon orangnya kasar dan pemarah, dan sikapnya masih sangat kekanak-kanakan.

Kalau Bobby hyung sifatnya begitu dewasa,pengertian dan suka mengalah. Ia tidak egois, apapun dilakukannya jika itu membahagiakan Hanbin.

.

Sementara itu Jiwon melirik melalui ekor matanya, Hanbin sedang memandanginya dengan serius. Ia jadi semakin penasaran, memangnya kenapa dengan wajahnya?

" bilang saja kau suka denganku. Tak usah mencuri waktu untuk menatapku seperti itu"

Hanbin terkejut, buru-buru Ia mengalihkan pandangannya.

" m-mwo? Aku tak tertarik dengan bocah sepertimu"

" hoo..,lalu kau suka om om tua begitu?"

" yak! Aku lebih suka Bobb-"

Hanbin segera membungkam mulutnya, Jiwon juga ikut diam. Apa tadi yang coba Hanbin katakan?

.

" bob apa? Ha? Jangan memandangiku seperti tadi. Itu sangat mengganggu"

" s-siapa yang memandangimu. Aku sedang berpikir tadi-"

" berpikir tentangku, itu pasti. Sudahlah, aku mau tidur lagi"

Hanbin mendelik mendengar kenarsisan Jiwon, yang sialnya adalah benar.

.

" jiwon-ah,"

".."

" jiwonnie"

" menggelikan, jangan sebut namaku seperti itu"

" eum,ummamu..kalau boleh aku tahu. Dia dimana?"

" eomma sudah meninggal, jangan bahas hal itu"

" m-mianhae,"

" hah~ sudah terlanjur, aku jadi ingin mengatakannya padamu"

Jiwon berbaring menyamankan posisinya dan membenarkan letak lengannya. Hanbin merasakan tubuhnya ditarik lembut, jantungnya seolah bertedak panik. Jiwon merubah moodnya cepat sekali!

" yak! Mau kau apakan lagi akuu!"

" begini lebih baik, ini pose yang sempurna"

Jiwon membentangkan lengannya dan menaruh kepala Hanbin disana. Ia beralih menghadap Hanbin, lengan kanannya sebagai bantal Hanbin dan lengan kirinya Ia gunakan untuk memeluk. Dengan begini Ia bisa mengusap kepala Hanbin sesukanya.

" sebenarnya hanya eomma dan appa keluarga yang kumiliki sebelum ini.."

" aku sangat menyayanginya, tapi Tuhan mengambilnya. Hahh~"

" Jiwon-ah,"

" tapi aku tetap senang, aku mendapatkan pengganti yang lebih manis dari eomma"

Hanbin mendongak untuk menatap Jiwon, apakah sosok ibu itu bisa terganti?

" dia sangat manis, menyebalkan, tapi suka menolong. Aku terlalu gemas dengan wajah imutnya. Tapi, dia tak pernah mau berkata jujur padaku bahwa dia menyukaiku"

Hanbin mengerjap pelan, apakah Jiwon membicarakan seseorang?

" siapa orang itu?"

Jiwon menghela nafas sambil tersenyum maklum," kadang dia susah dimengerti"

Jiwon menatap dalam pada manik mata Hanbin, " aku bersumpah akan membuatnya berkata jujur nanti"

Hanbin menunduk sedih, apakah ini berarti ada orang lain yang menyukai Jiwon? Ia berjengit kala merasakan usakkan halus dari tangan Jiwon di kepalanya.

" kau harus membantuku. Hanbin-ah"

.

.

Selama di perjalanan menuju rumah Jiwon, Donghyuk terus memandangi pemuda di sampingnya hingga Ia hampir terjerembab.

" aduh!"

Jiwon segera menahan tubuh Donghyuk supaya tidak terjatuh.

" hati-hati,jalanannya banyak yang berlubang" Donghyuk yang ditatap Jiwon dengan senyum manis kini semakin malu.

" hyung.."

" hmm?"

" tugas skripsi-mu tadi mendapat nilai tertinggi, kau pandai sekali Hyung"

" ah! Itu bukan apa-apa. Kau lebih pandai karena di usia mudamu ini sudah masuk perguruan tinggi"

Jiwon meringis canggung, Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kalian tahu sebenarnya, siapa yang mengerjakan skripsi itu.

" aniyeyo, hehe" Donghyuk tersenyum manis.

.

Kini keduanya sudah sampai di depan rumah Jiwon untuk menyelesaikan tugas kelompok mereka. Jiwon membuka pintu perlahan disertai bibirnya yang merapalkan sesuatu entah apa itu, membuat Donghyuk meringis takut.

" ayo masuklah,"

Jiwon membuka pintu rumahnya dan masuk diikuti Donghyuk. Mata pemuda itu memandangi rumah besar Jiwon kagum.

" woah~hyung, rumah ini besar sekali. Perlengkapannya juga, kelihatannya mahal"

" emm, sebenarnya aku membeli rumah ini dengan harga yang murah. Sangat murah!"

' rumah besar dan bagus seperti ini murah? Aneh'

Donghyuk berhenti berjalan, Ia menatap pada foto berukuran 1x2 meter di ruang tamu.

" itu.., bukannya Jinhwan sunbae?"

" geure, dan bocah disampingnya itu adalah pemilik rumah ini sebelumnya"

Donghyuk menganga lebar, jadi..

" jangan kaget, Jinhwan sunbae memang sudah menikah. Dengan bocah tengil itu"

" itu Goo Junhoe, pengusaha muda terkaya tahun ini. Dia teman sekelasku waktu SMA!"

" hmm benar, Ia tak melanjutkan sekolah. Ia memilih untuk berkeluarga saja. Dasar bocah"

Jiwon tertawa kecil, Goo Junhoe yang berkeluarga. Haha, Ia kalah saing lagi.

.

.

Jiwon dengan teliti mengerjakan tugasnya.

Begitu juga Donghyuk, meski sesekali mencuri pandang ke arah Jiwon.

" Donghyuk-ah.."

" ya, hyung?"

" emm, menurutmu..bagaimana cara menyatakan perasaanmu ke orang lain?"

Donghyuk tersenyum lagi, " apanya yang bagaimana?"

" yah..,orang itu sedikit cuek. Dan tidak ada manis-manisnya"

Senyuman Donghyuk perlahan pudar, didengar dari sifatnya sudah pasti orang itu bukanlah dirinya.

" lalu? Biasanya hyung bersikap seperti apa padanya?"

Jiwon berpikir," aku melakukan hal yang sama. Aku berpura-pura tak perduli padanya"

" aishh..,seharusnya hyung bersikap lebih lembut dan perhatian. Ia perlahan akan luluh nanti"

" bagaimana aku bisa bersikap lembut, dia itu sangat menyebalkan"

" hyung lebih menyebalkan lagi! Dia itu tipe yang ingin diperhatikan lebih olehmu!"

Jiwon terdiam, Ia menatap Donghyuk yang memasang wajah sebal.

" Donghyuk-ah, kenapa kau terlihat.. marah?"

Donghyuk memalingkan wajahnya, tentu saja Ia marah.

" ani, tidak apa-apa. Pokoknya hyung harus mencoba apa yang kukatakan tadi"

Jiwon tersenyum paksa, sebenarnya Ia sedikit aneh dengan perubahan sikap Donghyuk barusan.

.

" gomawo, sudah datang ke rumahku. Sering-seringlah kemari"

Donghyuk mengangguk dan tersenyum manis, Ia tidak boleh egois pada Jiwon. Biarlah dia menyukai orang lain, toh dirinya masih bisa berteman baik dengan Jiwon. Ia akan bahagia meski hanya bersama Jiwon saja, ya Donghyuk harap begitu.

" hm, besok saat ada waktu longgar aku akan kemari."

" geure, ayo kuantar sampai halte"

Donghyuk kembali mengangguk, dan berjalan di samping Jiwon. Apakah Ia pantas kecewa?

.

.

Malam tiba dengan cepat, Jiwon kembali dengan ritual malamnya memanggil para lelembut agar menjadi temannya bermain. Tapi kali ini Ia hanya ingin melihat sehantu, hantu paling imut yang berani padanya.

" Hanbin-ah! Eodiyaaaaa~"

Jiwon berguling di ranjang kamarnya, hari ini Hanbin kembali menghilang.

" yaaa!~ aku menunggumu Hanbin-ah..,aku ingin mengatakan sesuatu"

… tak ada jawaban, angin pun tak mau lewat.

" yak! KIM HANBIN! KAU SENANG MEMBUATKU PENASARAN HAH?!"

Duagh! Klontang~

Jiwon mengusap kepalanya yang dilempar mangkuk, " YAK SIAPA- ehehe.., Yooin halmoni. Jwesonghamnida"

Jiwon tersenyum canggung pada hantu nenek-nenek yang melemparnya tadi.

" jangan berisik nak, nanti tetanggamu mendengar"

Jiwon mengangguk patuh, Ia sungkan karena telah mengganggu hantu lain di rumah ini. Apalagi hantu itu kan tampaknya sudah tua, kau ini tidak gentle sekali Kim Jiwon.

.

Morning..

" hyung..,ireonaa~" tangan itu menarik lengannya, sementara Ia masih ingin tidur.

" hahh~ nanti dulu"

" hyung palli~ ayo kita pergi jalan-jalan" suara itu merengek manja.

Dalam tidurnya Ia mengernyit, jalan-jalan? Yang benar saja!

" Bobby hyung jebal..,atau aku pergi dengan Junghyuk!"

" ANDWAE!"

Jiwon terbangun dengan nafas tersengal, apa-apaan mimpinya barusan?

Tadi itu suara Hanbin kan? Jiwon sangat hafal suara lembut itu.

Tapi kenapa memanggilnya Bobby hyung?

Drrt drrt

Jiwon menoleh pada nakas disampingnya, Kim Donghyuk?

" yeoboseo"

" ah! Hyung. Sudah pagi cepatlah mandi dan bersiap, aku menunggumu di halte"

" aishh..,kau berangkat saja duluan"

" hyung! Aku sudah menunggu sejak tadi. Cepatlah..jangan terlambat!"

" arra, 10 menit lagi aku sampai"

Jiwon menguap malas, Ia tertawa bodoh. Hanbin yang Ia harapkan justru tak datang dan menyambut paginya. Memangnya kemana hantu sok sibuk itu?!

.

Tepat sebelum Ia pergi mengunci pintu, hembusan angin hangat melintas di sampingnya. Hidungnya menghirup sesuatu yang harum yang Ia yakini adalah aroma Hanbin. Tidak, Ia mulai bosan menunggu Hanbin. Ia kecewa pada Hanbin yang selalu menghindarinya. Dan hantu itu tak pernah mau mengatakan yang sebenarnya, selalu bilang tak membenci Jiwon.

Padahal Jiwon tahu benar bahwa hantu itu membencinya. Jiwon yakin ada yang disembunyikan oleh Hanbin. Dan itu menyangkut dirinya.

.

Hanbin menangis, lagi-lagi Ia menangisi Bobby. Ia melingkarkan lengannya pada lututnya dan menunduk dalam. Disampingnya Chanwoo, hanya diam sambil mengelus pundak hyung-nya. Sahabatnya.

" hyung sudahlah, Bobby hyung tidak akan mendengarmu. Ia sudah tenang di sana"

" aniya~ Chanwooya. Aku tidak mau~hiks"

" tidak mau apa hyung?"

" aku tidak mau Bobby hyung kecewa padaku,hu~"

" bukannya dia yang mengecewakanmu hyung?! Ia berselingkuh dibelakangmu!"

Hanbin tersentak, Chanwoo benar.

" hiks! Kau benar,tapi- tapi aku tidak bisa membencinya begitu saja"

" lalu mau bagaimana lagi?"

" Jiwon..,hiks! Aku- aku menyukainya Chanwoo-ya~. Aish! Eotokhaee...hiks!"

Chanwoo terbelalak, Hanbin menyukai Jiwon. Bagaimana bisa-

" dan aku masih mencintai Bobby hyung..hiks! hiks- eotokhae~"

" kau yakin dengan ucapanmu hyung?"

.

.

Junhoe's home 20.19 KST

" June-ah..,aku sudah mengantuk. Ayo tidur?"

" tidurlah dulu, aku masih ada pekerjaan. Yeobo~"

Jinhwan memberenggut, Ia menyingkirkan buku yang dipangku Junhoe dan duduk dipangkuannya.

" ya~ istriku manja sekali. Ada apa hm?"

Jinhwan tersenyum manis merasakan usapan halus Junhoe di kepalanya.

" aku mau ramen pedas, sabang-nim.. baegoppa"

Junhoe buru-buru mengalihkan pandangannya, Jinhwan yang melakukan aegyo begitu menggodanya. Ia tak mau pekerjaannya terbengkalai gara-gara Jinhwan, seperti yang terjadi kemarin.

" yak! June-ah~"

" ok! Aku akan mencarikannya untukmu. Tunggulah dirumah"

Jinhwan mengangguk imut, selanjutnya berdiri supaya Junhoe bisa pergi.

" 5 porsi!" teriak Jinhwan saat Junhoe baru saja meraih gagang pintu.

Junhoe terdiam di tempatnya, wow! Selera makan yang fantastis. Apakah Jinhwan akan menyuruhnya menghabiskan semuanya setelah Ia mendapatkan makanan itu susah payah? Jangan berani menyuruh Junhoe memakannya malam ini, cantik.

.

.

Jiwon memutar-mutar kunci rumahnya. Langkah tegapnya membimbingnya menuju kamar. Tangan itu membuka pintu dengan semangat, " Hanbin-ah!"

Senyuman Jiwon memudar, Hanbin tidak ada di kamarnya.

Ia kembali terseyum, 'bodohnya aku, mengaharap Ia ada di sini'

.

Jiwon meminum minumannya dengan tenang, " Jiwon-ah!"

" UHUKK! Ugh~" bocah itu buru-buru memukul dadanya. Berharap tersedaknya segera reda.

Jiwon mengusap bibirnya yang basah dan menoleh ke belakang, " Hanbin-ah?"

Hanbin tersenyum manis, Ia senang bisa bertemu Jiwon malam ini.

" pergilah, aku malas dengan hantu tua sepertimu"

Jiwon berjalan melalui Hanbin. Hanbin kaget, Ia terdiam. Kenapa Jiwon seperti ini?

" tapi- Jiwon-ah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu"

Bocah itu terus berjalan, otaknya berpikir keras supaya menjauh dari Hanbin. Tapi hatinya menginginkan sebaliknya..

" Kim Jiwon!"

Jiwon berhenti merasakan pelukan di perutnya, Ia menatap ke bawah. Tangan itu..

" mianhae, aku- aku menghindarimu. Tapi itu karena aku-"

Jiwon tersenyum, Ia melepas pelukan Hanbin dan berbalik.

" gwenchana, aku sudah memaafkanmu dari dulu."

Hanbin menatap Jiwon dengan penuh kerinduan. Jiwon mengatakan hal yang sama dengan yang pernah dikatakan Bobby hyung-nya. Apapun kesalahan yang dilakukan Hanbin, Bobby selalu memaafkannya. Bahkan sebelum Hanbin meminta maaf.

" ya! Gwenchana? Jangan melamun"

Hanbin tersenyum lebar, dirinya hendak meraih lengan Jiwon untuk dipeluknya. Tapi dengan cepat Jiwon menghindar, Ia berjalan lurus meninggalkan Hanbin.

" aku memaafkanmu bukan hal yang mudah, kau pikir bagaimana perasaanku saat kau menghilang huh?!"

" J-jiwon aku-"

" aku tidak akan berbicara padamu! Aku benar-benar marah!"

Hanbin memandang Jiwon yang berjalan terus ke arah ruang makan, ia sempat sedih. Namun berikutnya bibir itu tersenyum, Hanbin mengikuti kemanapun bocah itu pergi.

.

Jiwon memakan makanannya dengan tenang, sedetik kemudian matanya menangkap sosok Hanbin tersenyum manis menatapnya.

" aish.."

Jiwon membalikkan badannya menghindari tatapan hantu itu, Ia tidak bisa berkonsentrasi makan kalau seperti ini caranya. Hanbin mengerucutkan bibirnya, namun kemudian Ia tersenyum karena memiliki ide untuk menjahili Jiwon.

" Jiwon hyung~" Hanbin mengucapkannya dengan nada yang menggemaskan.

" UHUKK! Uhuk-huh..YAK!"

Hanbin tak memerdulikan tatapan tajam Jiwon padanya, Ia dengan cepat menyuguhkan segelas air putih untuk Jiwon.

" ige~ minumlah 'hyung'.."

Jiwon menyipitkan matanya, namun berikutnya tangannya segera menyambar gelas itu dan meminumnya dengan terburu. Tenggorokkanya sangat gatal. Sial sekali dirinya hari ini, tersedak dua kali, oleh orang yang sama pula.

" berhenti menggangguku" ujar Jiwon dingin.

Hanbin tetap tersenyum, bahkan senyumnya semakin lebar. Ia berhasil menjahili manusia sok dewasa dihadapannya ini, memang sebagai hantu tugasnya adalah mengganggu manusia. Benar begitu bukan?

Ia mengingat ucapan Chanwoo, kalau ingin melupakan seseorang buatlah kesibukan. Dan jika ingin menghapus rasa suka pada seseorang, maka berbuatlah buruk padanya. Ia ingin melupakan Bobby.., juga menghapus rasa sukanya terhadap Jiwon.

.

Sejak hari itu juga, Jiwon tidak pernah sehari pun terbebas dari perbuatan jahil Hanbin. Mulai dari..

" aish..,dimana skripsiku?! Aku yakin sudah memasukkannya di tas semalam"

" bagaimana Kim Jiwon-ssi, sudah ketemu?"

" b-belum saem, tapi saya akan mengumpulkannya nanti. Saya masih ada softcopy-nya"

" ok, saya tahu kamu anak yang rajin. Saya tunggu di kantor"

Jiwon mengembuskan nafasnya lega. Hal ini tidak terjadi satu atau dua kali, tapi berkali kali.

Dan ia tahu siapa pelakunya, " aish..KIM HANBINNN!"

Seluruh kelas memandanginya tak suka, hanya Donghyuk saja yang tersenyum maklum. Jiwon segera berdiri dan membungkuk meminta maaf.

Atau..mungkin kejahilan yang seperti ini,

" hah~, kau memang tidak tampan Kim Jiwon. Tapi kenapa banyak yang menyukaimu? Huh?"

Jiwon bermonolog dihadapan cerminnya, di saat yang sama handphonenya bergetar.

Donghyuk's calling..

Belum sempat tangannya menyentuh handphone itu, tangan lain sudah meraibnya dan melempar benda itu tepat ke cermin.

Prangg!

" aigoo.., Kim Hanbin. SUDAH KUBILANG JANGAN MEMECAHKAN CERMINKU LAGI!"

" aish.., handphone-ku~" Jiwon memungut benda itu dengan hati-hati, ingin rasanya Ia menangis. Hanbin tertawa merdu, Ia berlalu begitu saja tanpa merasa bersalah pada Jiwon.

Dan yang lebih parah..

Jiwon baru saja selesai mandi dan memakai handuk kecilnya di pinggang. Ia berjalan keluar kamar mandi dan terpaku kala tak menemui pakaiannya di gantungan. Ia bisa saja memakai pakaian yang lain, tapi masalahnya..semua bajunya masih basah. Terjemur rapi di balkon atas, lalu apa iya Ia akan mempermalukan dirinya sendiri dengan handuk yang melingkar di pinggang seperti itu berjalan santai ke balkon?

Apa yang akan diucapkan tetangganya nanti.

" KIM HANBIN! Kuhitung sampai tiga kalau baju itu belum kembali di tempatnya. Kau akan menanggung akibatnya!" murka Jiwon.

" satu.."

" dua.."

" …dua setengah"

" aish.. KIM HANBIN! Awas saja kau kalau sampai aku menangkapmu!"

" TAKKAN KUBIARKAN KAU TENANG BERGENTAYANGAN DI RUMAH INI! AKU AKAN MENGURUNGMU!"

TBC

N.B : sorry for the typo and give review please, see you next chapter.

Thanks to : parkcheonsafujoshi, Double BobB.I, depitannabelle, vchim, Ibob, EunhyukJinyoung02, Jun-yo.

mian gak bisa balas satu satu, intinya makasih udah review, favs dan follow. review kalian membuatku semnagat sekaligus terbahak jangan kapok yaa.