PERSONA: The Locked Soul
Cast : Sungmin, Ryeowook, Kyuhyun, Shindong, and other member SJ...
Rating : T
Genre : Fantasy, romance, supernatural
Warning : Genderswitch! Typo masih ada di mana-mana..
Disclaimer : Fanfiction ini milik saya yang terinspirasi game PS1 Persona, anime Fullmetal alchemist, dan Shakugan No Shana. Mian, kalau ceritanya agak aneh, aku masih baru di FFN ^_^
P.S : Judul sengaja aku ganti karena kurang pas sama artinya.
Don't Like, Don't Read! Don't Bash!
**Joyers**Persona**
Seorang yeoja cantik dengan tubuh tinggi melebihi rata-rata, memiliki tatapan tajam, dan kini tengah berpose sexy di depan kamera yang memotret lekuk indah tubuhnya. Bak seorang model profesional, yeoja berusia 26 tahun yang kita kenal dengan nama Heechul itu, begitu mudahnya melakukan berbagai pose di depan kamera dengan pakaian mini. Padahal ia masih baru dalam dunia permodelan seperti ini.
Managernya, Shim Chang Min, tersenyum puas melihat bagaimana aksi Heechul. Tak salah ia dipilih sebagai model headline dalam majalah terbaru bulan ini. Dia memiliki aura model yang kuat. Tak menyesal dirinya menjadi manager model baru ini. Ia pikir jika seseorang yang masih baru pastilah memiliki banyak kesalahan dalam pemotretan pertamanya, tapi seorang Kim Hee Chul, hanya satu kata... PERFECTO!
Plokk.. Plokk.. Plokk...
Yeoja yang tak kalah cantiknya dari Heechul melihat yeoja itu dengan cukup sinis. Ia bertepuk tangan bukan karena kehebatan Heechul, tapi karena ingin meremehkannya. Untung saja pemotretan telah selesai, jadi Heechul tidak terlalu merasa terganggu.
"Kim Ki Bum-ssi? Ada apa dengan tatapan itu?" Dahi Heechul mengernyit. Ia cukup tahu jika yeoja ini tak terlalu menyukainya.
"Jangan salah sangka dulu, Heechul-ssi... Untuk merayakan kesuksesan pemotretan pertamamu ini, bagaimana jika kita pergi ke bar? Banyak namja tampan di sana. Kau juga bisa ajak managermu itu." Kibum menunjuk Changmin yang tengah berbincang dengan penerbit majalah.
Sebenarnya ia ragu, namun sepertinya pergi untuk menikmati cocktail malam ini cukup mengasikkan. "Baiklah, Kibum-ssi. Akan kutanyakan dulu pada Changmin."
"Dan satu lagi, jangan panggil aku seformal itu, okay?!"
"Tidak masalah, Kibum-ah."
"Good! Pukul 8 malam, aku tunggu di depan cafe La Feiro. Kita akan berangkat bersama, Heechul-ah. Bar itu tepat berjarak 100 meter dari cafe tersebut."
Belum sempat Heechul menyahut, Kibum telah lebih dulu berbalik dan meninggalkannya tetap dengan gayanya yang terkesan angkuh. Entah kenapa ia merasa jika yeoja itu memiliki kepribadian yang penuh dengan kemaksiatan.
**Joyers**Persona**
"Cepat masuk! Dasar pencuri!"
Kangin menatap seorang pencuri di supermarket yang digiring paksa ke dalam penjara tanpa melalui sidang. Sudah jelas jika ia telah melakukan tindakan pencurian terhadap sebuah peralatan elektronik yang cukup mahal. Banyak saksi mata saat itu, jadi tanpa sidang pun ia akan tetap dipenjara selama beberapa tahun ke depan.
"Penjahat-penjahat kecil seperti mereka seharusnya tak perlu ada di muka bumi ini. Benar kan, Kangin-ssi?"
"Ah.. Ne, Sir." Kangin menunjukkan sikap hormatnya kepada kepala kepolisian itu, Choi Si Won. Seorang namja jangkung berbadan kekar dan sangat berpengalaman dalam mengejar penjahat sekuat apapun itu serta memiliki wajah yang sangat tampan.
"Kau tahu? Aku benar-benar murka pada orang-orang seperti itu. Jadi, siapa saja yang memasuki penjara ini, tidak akan bisa kembali dengan jiwa dan raga yang menyatu."
Kangin menatap Siwon penuh keterkejutan. "Begitu kejamkah peraturan di kepolisian ini? Bukankah itu melanggar peraturan yang dibuat pemerintah?"
"Pemerintah telah memberikan ijin sepenuhnya padaku, Kangin-ssi. Tak peduli kecil atau besar kejahatan yang mereka lakukan, akan mendapat hukuman yang sama... yaitu mati!"
Bahkan selama bertahun-tahun ia berlatih sebagai polisi, tak ada hal yang begitu kejam seperti ini. Hanya di penjara ini saja yang menggunakan peraturan seperti itu. Dalam hati Kangin merutuki orang yang berani memberikan ijin kepada Siwon agar ia bisa melanjutkan peraturan yang telah ia buat sendiri.
"Sir, tahanan nomor 195 telah mencapai batasnya." Seorang polisi melapor sambil menunjukkan sebuah berkas pada Siwon. Namja itu mengangguk mengerti.
"Baiklah, segera pindahkan dia ke tempat biasa," perintah Siwon yang lalu mengembalikan berkas yang ia lihat sebentar itu.
"Siap, Sir!" Polisi itu pun kembali setelah menerima perintah. Tidak ada yang berani melawan pada kepala kepolisian itu jika tidak ingin memiliki nasib yang sama dengan para tahanan.
Kangin yang sejak tadi memperhatikan, namun tidak berani bertanya. Sungguh ia ingin tahu apa yang dimaksud dalam pembicaraan itu. Apa yang sebenarnya mereka maksud dengan 'mencapai batasnya' ataupun 'tempat biasa' itu? Hahh... seandainya ia memiliki otak secerdas William James Sidis.
**Joyers**Persona**
Keoreumeol ddo meomchweoseojwo
Honjaseo du nuneol garijwo
Nae dwi-e keudaeka kamssajudeon keu ddaecheoreom
Keudaeka bonaejweotnayo parami maemanjijwo
molrae heulrin nunmul ape hokshi na jujeo-anjabeorilkka
Nan chu-eokgwa neul mannajwo
Kin shigando mireonaejin mothajwo
Nal deo kajyeoyajwo wae namkyeodweoyo
Keudae mokshinde
I sarang mideoyahaeyo idaero kkeutnael sun eobtjwo
Deo meolri sumeodo kkok naega chajanaejulkeojwo
Ajik nae shimjangeun keudael hyanghae
Ddwinikka...
Suara merdu milik Kim Jong Woon terdengar di setiap sudut restauran Alardo Aimo, sebuah tempat makan bernuansa Perancis. Sangat wajar karena pemilik sekaligus pendirinya sendiri, Bernie Caesar, adalah orang Perancis yang membuka cabang selain di Seoul, tapi juga beberapa kota di Korea Selatan, termasuk Ilsan.
"Mr. Kim, satu tahun kau bekerja di sini, selama itu pula aku mendapat surat dari para pelanggan jika kau memiliki daya tarik untuk memikat mereka. Aku mulai berpikir untuk mengganti Kristal dan memilihmu sebagai pegawai tetap." Mr. Caesar menepuk pundak Yesung setelah namja itu menyelesaikan lagu ke-3-nya.
"Tidak bisa begitu, Mr. Caesar! Setidaknya anda bisa mempekerjakan kami berdua." Dari belakang tiba-tiba yeoja bernama Kristal itu berseru. Terkesan tidak sopan memang saat berbicara dengan atasan. Tapi itu tidak terlalu dipermasalahkan oleh Mr. Caesar..
Namja berusia 55 tahun itu tersenyum. "Iya, iya, Mr. Jung. Kau ini pemarah sekali. Itu hanya pikiranku saja. Yahh, kalau bisa, suaramu harus lebih merdu lagi." Ia tertawa seolah tidak mempedulikan Kristal yang berdecak kesal. Yeoja itu memandang Yesung sinis.
'Apa bagusnya namja ini? Bahkan pimpinan sampai menginginkannya.' Kristal membatin dengan kesal.
"Anda tidak perlu melakukan itu, Mr. Caesar. Kristal-ssi juga memiliki daya tarik terhadap pengunjung. Saya pernah mendengar seorang pelanggan yang membicarakan dia," tutur Yesung yang tidak mempedulikan tatapan Kristal yang bertambah sinis terhadapnya.
'Cih! Penjilat!' Batinnya mengumpat. 'Jika saja Mr. Kim tidak menyuruh kami melakukan hal ini, pasti sudah kusuruh Gulia untuk memakanmu.'
"Okay, let's back to work, guys!"
"Yes, Mr. Caesar," sahut Kristal dan Yesung bersamaan, meskipun yeoja itu menjawab dengan nada malas.
**Joyers**Persona**
"Leeteuk-ssi! Periksa laporan ini. Setelah itu antarkan berkas-berkas ini ke ruangan Direktur Kwon!"
Seorang yeoja senior berbadan agak besar serta telah menginjak usia akhir 40-an itu menyerahkan sebuah map yang cukup besar kepada Leeteuk. Ia memperhatikan isi dari dokumen tersebut. Bahkan ini baru hari pertama ia bekerja, tapi pekerjaan sudah menggunung saja. Bukankah seharusnya yang memeriksa berkas ini adalah sajangnim sendiri? Yahh, mau bagaimana lagi. Mungkin dia ingin mengujinya.
Setelah tiga puluh menit berkutat dengan pekerjaannya, Leeteuk segera merapikan dokumen-dokumen itu untuk diberikan pada direktur perusahan tempat ia bekerja, Kwon Yu Ri. Jarang memang jika seorang yeoja yang memimpin sebuah perusahaan besar sendirian. Tapi itulah kenyataannya. Perusahaan yang berjalan di bidang elektronik ini dipimpin langsung oleh seorang yeoja single.
Leeteuk mengetuk pintu ruangan direktur secara perlahan. Namun baru satu kali ketukan, ia tiba-tiba mendengar suara dari dalam. Ia tidak menyadari jika ternyata pintu itu terbuka sedikit. Jadi, sedikit mencuri dengar tidak apa, kan?
"Kau pikir kau ini siapa, huh? Kau hanya seorang office boy. Bahkan rumah anjingku lebih mahal dari dirimu!" Leeteuk sontak menjauhkan telinganya.
"Ampun, direktur. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
"Cuih! Makhluk rendahan sepertimu tidak pantas berada di perusahaanku ini. Kau hanya seorang manusia lemah yang tidak apa-apanya, hanya mampu menunduk saat ditindas, dan kemampuan di bawah rata-rata! Manusia memang seperti itu!"
Leeteuk memegang map itu dengan semakin erat. Bahkan kini terlihat lipatan-lipatan di bagian tepinya. Entah apa yang akan dilakukan direktur sombong itu padanya jika ia tahu kalau dokumennya rusak. Ia memejamkan kedua matanya menahan amarah. Bagaimana bisa seorang direktur melakukan hal itu kepada bawahannya? Dia pikir dirinya itu bukan manusia?
"Hmmm, Leeteuk-ssi. Jangan terlalu dipikirkan. Direktur memang seperti itu. Semua yang bekerja di sini sangat sering menerima hinaannya," celetuk Yoona, sekretaris direktur, yang kini tengah menatap Leeteuk.
"Dan kalian masih tahan dengan itu?"
"Mau bagaimana lagi? Lebih baik menunggu dipecat daripada mengundurkan diri. Karena Direktur Kwon akan membuat orang yang mengundurkan diri menjadi tidak bisa bekerja dimana pun, bahkan perusahaan kecil sekalipun."
"Astaga... bagaimana dia melakukan itu? Benar-benar tak memiliki hati!" Leeteuk semakin kesal dengan direktur itu. Menyesal ia karena telah diterima di perusahaan ini, meskipun digaji dengan jumlah nominal yang besar. Namun tidak ada kebahagiaan saat bekerja. Pantas saat ia baru pertama kali memasuki gedung ini, sebagaian pegawai hanya menunjukkan wajah murung dan kesal. Mereka terlihat begitu tertekan.
"Aku setuju denganmu. Dia itu hanya bisa memamerkan dan membanggakan apa yang ia punya. Sifat sombong dan angkuh secara permanen telah mengikat dirinya. Orang yang selalu menghina dengan menyebut 'Manusia itu makhluk yang rendah!'. Aku selalu bertanya dalam hati, apakah ia bukan manusia? Apakah ia menganggap dirinya itu Tuhan?" Yoona mengepalkan kedua tangannya. Mungkin dia sudah mencapai batas amarahnya, tapi masih dipendam.
Leeteuk memalingkan pandangannya ke arah pintu. Tampak seorang yeoja paruh baya berpakaian office boy keluar dengan wajah menunduk. Apakah ia dipecat? Seorang yeoja yang lebih tua sangat tidak pantas diperlakukan seperti ini. Leeteuk menghembuskan napas sebelum memasuki ruangan direktur.
"Permisi, direktur. Saya ingin mengantar berkas-berkas ini."
Yuri memandang Leeteuk dari atas hingga ke bawah. Tanpa disangka ia tersenyum, meskipun agak aneh. "Park Jung Soo, yang baru masuk hari ini, bukan?"
"Ya, direktur."
"Ahn Rim yang memberikanmu berkas itu? Apa kau sudah memeriksanya? Dengar, karena aku adalah orang yang sempurna, jadi aku tidak menginginkan satu kesalahan pun terjadi."
"Se.. sempurna? Ah, ya, direktur." Leeteuk berusaha untuk tidak mengeluarkan seluruh perasaannya. Ia masih waras untuk hal itu.
"Kenapa? Bukankah itu benar, Leeteuk-ssi? Kwon Yu Ri, sosok yang memiliki kesempurnaan dalam hidupnya, entah itu wajah, harta, popularitas, kecerdasan dalam bisnis, dan bahkan usia. Usiaku sangat sempurna, yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun itu."
Yuri mengambil dokumen yang masih dipegang Leeteuk. Yeoja berambut hitam legam itu membacanya sekilas. Ia mengangguk, tapi itu belum membuktikan jika berkas tersebut telah "sempurna" seperti yang ia katakan. Yuri lalu menyuruh Leeteuk keluar dari ruangannya dan tidak ada yang menyadari jika yeoja itu menyeringai setelah kepergian Leeteuk.
**Joyers**Persona**
Malam hari di asrama, tampak Kyuhyun, Sungmin, dan Ryeowook yang tengah sibuk memperhatikan barang-barang khusus yang diberikan Shindong ahjussi. Barang-barang yang memang asing bagi mereka, karena itu berhubungan dengan posisi mereka sebagai seorang persona-users.
"Ahjussi, apa kau tidak berniat menceritakan ini semua?" Kyuhyun menunjuk peralatan yang berserakan di atas meja itu. Mereka saat ini tengah berada di ruang bawah tanah yang nyatanya digunakan sebagai tempat rahasia. Tuan Lee memang memiliki niat dan tujuan yang jelas untuk ini.
Shindong memegang dagunya seraya mengambil salah satu dari alat-alat tersebut. Tampak seperti sebuah tablet namun agak besar. "Persona Computer, atau bisa disingkat PC." Ia beralih mengambil barang yang sama tapi yang ini lebih kecil. "Ada juga yang lebih kecil, yaitu Mini Persona Computer atau Mini PC, fungsinya adalah melihat status persona milik kalian, mengatur formasi, dan mengganti persona kalian dengan yang lain, itu pun jika kalian memiliki lebih dari satu persona."
"Lebih dari satu? Bagaimana caranya ahjussi?" tanya Sungmin yang juga memegang salah satu Mini PC itu.
"Tanyakan pada Tuan Lee saja." Sungmin mengangguk. Sebenarnya ia malas, tapi jika memiliki lebih dari satu persona itu menguntungkan, akan ia lakukan.
"Ahjussi, kenapa ada senjata api juga? Apakah demon bisa kalah dengan senjata api?" Ryewook mengernyitkan dahinya ketika melihat ada beberapa senjata api yang tampaknya berat itu.
"Ne, memangnya senjata seperti ini mampu? Dan juga terlihat berat." Kyuhyun menimpali.
"Ada beberapa yang berat dan ada yang biasa saja. Bahkan kalian bisa menggunakan satu tangan. Jenisnya tidak terlalu banyak, yaitu MP7A1, FN P90, dan MP5. Dan untuk yang ringan ada pistol dan revolver. Caranya adalah menembak tepat di kepala demon itu."
Shindong mengambil senjata yang lain. "Dan yang ini adalah pedang yang bisa menghasilkan racun. Tebaskan ini di leher demon. Dia akan langsung mati. Tapi ingat! Gunakan senjata ini jika keadaan kalian sudah terdesak, misalnya Persona kalian sudah terlalu lemah atau point hidupnya menurun drastis. Jika tidak, kalian nantinya hanya bisa bergantung pada senjata. Selain itu bertarung dengan menggunakan persona juga bisa memperkuat dan menambah level persona kalian," jelasnya panjang lebar.
"Lalu yang berbentuk seperti jam tangan itu apa, ahjussi?" Ryeowook menunjuk barang yang memang mirip seperti jam tangan dengan layar berukuran 240x320.
"Itu memang jam tangan, tapi multifungsi. Dikhususkan bagi member dalam grup. Kalian bisa berhubungan dan mengetahui posisi teman-teman kalian dengan benda ini. Ahh, sepertinya itu saja. Jika yang lain sudah datang, suruh mereka datang kemari."
"Baiklah, ahjussi," jawab ketiganya bersamaan.
Setelah keluar dari ruang bawah tanah, Ryeowook langsung menuju kamarnya dengan alasan ingin mengerjakan tugas. Yahh, sebenarnya bukan mengerjakan, tapi lebih tepatnya menyalin. Bukankah itu benar? Menyalin pekerjaan orang lain yang telah selesai terlebih dahulu, milik Kyuhyun. Hah, dasar Ryeowook-ie...
"Kyuhyun-ah, kau suka wine?" tanya Sungmin tiba-tiba.
"Wine? Bahkan aku mengoleksinya di rumah."
"Bagus! Kudengar di Ilsan ada sebuah bar yang cukup terkenal. Aku diberi tahu Heechul eonni tadi sebelum ia berangkat bersama temannya. Bagaimana jika kita menyusul?" Sungmin memberi saran. Sepertinya Kyuhyun cukup tertarik dengan itu.
"Ide bagus. Aku akan ganti pakaian dahulu."
**Joyers**Persona**
Berdiam diri di dalam bar memang menyebalkan bagi Heechul. Ia hanya bisa duduk sambil menikmati cocktail dan menyaksikan mereka yang tengah beraksi di tempat dansa itu. meliukkan tubuh dengan erotis dan gerakan yang menggoda kaum namja, seperti yang dilakukan oleh model senior itu, Kibum. Sepertinya gairah sex yang dimiliki yeoja itu begitu tinggi. Bisa dilihat dari tatapan matanya yang tajam dan senyum menyeringai.
"Aku sangat yakin jika ia memiliki tempat pribadi untuk hal 'itu'." Heechul bergumam.
Sementara itu Changmin memilih untuk tidak ikut karena ia ada acara sendiri dengan kekasihnya. Menyesal Heechul karena menyetujui ajakan Kibum untuk datang ke tempat ini. Lebih baik menikmati wine kualitas tinggi dalam ketenangan dari sekarang. Sungguh ia tidak tahan dengan pemandangan dewasa di depannya.
"Sebenarnya aku ingin mengajak Sungmin tadi, tapi sepertinya yeoja itu terlihat sibuk dan itu sangat tidak menyenangkan. Huh, apakah ada yang kukenal di sini?" Heechul menegakkan tubuhnya memandangai setiap sudut bar. Nihil! Tak ada satu orang pun yang ia kenal.
Sementara itu di tempat yang sama, Kyuhyun dan Sungmin baru saja sampai. Mereka cukup terkejut dengan suasana bar yang cukup ramai. Ada panggung dansa juga dan di atasnya ada yeoja cantik yang seolah lupa dengan sekitarnya. Ia menari tanpa mempedulikan orang-orang yang menatapnya lapar. Tapi ada satu hal yang aneh. Dalam pandangan Sungmin yeoja itu tiba-tiba menatap Kyuhyun dan tersenyum aneh.
"Dia sepertinya menatapmu, Kyu."
"Eoh?" Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada yeoja itu lagi. Nyatanya ia tengah melihat ke arah yang lain. "Mungkin kau salah lihat, noona. Dia menatap namja berkumis itu." Kyuhyun menunjuk seorang namja berkumis yang sedang meminum vodka miliknya.
"Jinjja?" Sungmin mengerutkan keningnya. Ia yakin yeoja tadi tiba-tiba memandang Kyuhyun. Tapi, ya sudahlah. "Lebih baik kita cari Heechul eonni, Kyu."
Belum sempat Kyuhyun menjawab, yeoja itu telah lebih dulu menarik lengannya. Dengan pasrah ia hanya menuruitu kemana arah yeoja itu. Tanpa disangka, mereka melihat Heechul yang sedang duduk sendirian sambil memegangi keningnya. Mungkinkah dia itu tengah mabuk?
"EONNI!"
Teriakan Sungmin yang cukup nyaring itu membuat Heechul mendongakkan kepala. Ia menyipitkan kedua matanya mencoba untuk memperjelas pandangannya. "Sungmin? Kyuhyun?"
Sungmin segera duduk di sebelah Heechul diikuti dengan Kyuhyun. "Bagaimana kalian bisa kemari?" tanya Heechul yang lumayang terkejut itu.
"Aku hanya mengajak Kyuhyun minum wine. Kebetulan tadi sebelum berangkat kau memberitahuku tentang bar ini. Jadi kami datang saja. Oh iya, mana temanmu?" Sungmin menyadari jika Heechul hanya sendirian.
Dengan santai ia menunjuk yeoja yang masih betah dengan aktivitasnya. "Dia."
"Yeoja itu?" Heechul mengangguk.
BRAKKK! Braakkk! BRUUKK!
"AAAARRRRRRGGGHHTTTT!"
Sontak ketiganya mengalihkan pandangan. Sangat, sangat terkejut karena secara tiba-tiba muncul makhluk besar, benar-benar besar. Dan yang lebih mengerikan adalah ketika makhluk tersebut memakan tubuh manusia bulat-bulat. Darah berceceran dimana-mana. Bahkan Sungmin hampir muntah. Sementara Heechul terlihat sangat panik.
"Cepat kita pergi dari tempat ini! PALLI!" pekiknya pada Kyuhyun dan Sungmin yang sepertinya belum ada niat untuk pergi.
Dengan gelagapan mereka bertiga segera mencari jalan keluar yang dirasa aman. Namun sepertinya jalan keluar telah ditutup oleh orang-orang yang ingin keluar dari tempat ini. Sama saja mencari mati jika ingin menerobos kerumunan orang yang egois itu. Mereka hanya memikirkan diri-sendiri hingga banyak korban yang jatuh.
"Lewat belakang, noona!" Kyuhyun sengaja berteriak agar mereka mendengar. Suara pelan tak lagi berguna di tempat ini. Teriakan terdengar begitu keras.
"ARRRGGGHHHTTT!"
"ANDWAEEEEE!"
"TOLONG AKU!"
"TOLOOOONNGGG!"
Sementara itu, Kibum menatap jengah kepada makhluk besar yang asik dengan santapannya. "Astaga, Gluttony... kau menghancurkan malam indahku."
"Eh?" Untuk sejenak ia menghentikan aktivitasnya. "Aku hanya khawatir padamu, Luxuria. Di tempat ini ada tiga persona-users."
"Yahh, tapi mereka itu masih baru. Tak perlu dikhawatirkan, Glu. Cepat kau ubah mereka. Mereka bisa membantu kita."
Makhluk besar itu menunjukkan wajah kecewa. "Mengubah mereka? Tapi aku masih lapar."
Kibum mendengus. "Ya sudah. Kau makanlah sepuasmu."
Seolah mendapat jackpot, makhluk yang dipanggil Gluttony itu kembali melahap tubuh-tubuh manusia itu dengan sangat rakus. Sementara Kibum melangkah keluar bar. Dapat ia lihat beberapa manusia yang tak bernyawa berserakan dimana. Mungkin karena terinjak-injak. Ia mengangkat tangannya lalu terpejam. "Akan kuubah mereka."
Entah apa yang ia lakukan hingga berhasil membuat mayat-mayat beserta darahnya itu menghilang. Bahkan tak ada bekas sedikit pun. Kibum mengalihkan pandangan ke bar yang hancur sebagian itu. "Setelah ini akan kulakukan hal yang sama terhadap bar. Maka tak akan ada yang percaya dengan orang-orang itu. Dasar wartawan bodoh!"
Yeoja itu tersenyum penuh arti.
.
.
.
To Be Continue
Chapter 3 updateeeeeeeee! ^^
Apakah ini masih kurang panjang?
Gomawo buat yang udah review yah. abilhikmah, ELFRyeonggyu, dewi. , ratu kyuhae, PumpkinEvil13.
Buat yang lain dimohon reviewnya ya... silent reader kayaknya masih bayak loh... jangan sungkan-sungkan buat isi kotak review. Itu berguna juga buat semangat author buat nulis.
Gomawo ^^
