Terima kasih banyak untuk review sebelumnya… aku masih Author baru… jadi ceritanya…. Ya… gitu…. maaf kalo lama update dan maaf kalo ceritanya banyak kekurangan…dan… maaaf untuk kesalahan lainnya… oh ya! Terima kasih untuk masukan di review sebelumnya…

Warning: bahasa kaku, ceriata agak aneh, Gj, typos bertebaran, alur kecepetan, humornya gak lucu, dan… masih banyak lagi deh! Intinya hancur lebur…

Selamat membaca!

.

.

Kalo gak suka, jangan dibaca ya…

.

.

.

Chapter 3

Normal p.o.v

"Yaudah deh! Yang ini aja!" karna tidak tau maksutnya Natsu langsung memilih ibu jari Lucy.

"hmph! Huahahahahahahahahahahahahaha! Jadi begitu… sudahku duga pasti akan seperti ini… hahahaahahahahaha… hahahaha… haha…hmph! Ahahahahahahahaha!"

"Eh-eh kenapa? Kenapa ketawa? Apa yang diduga? Apa maksutnya? Oi Cana!" Lucy langsung mamasang wajah bingungnya. Sedangkan Natsu hanya terdiam dengan wajah ternganga.

"Ada apa sih?" Tiba-tiba seorang wanita berambut putih panjang dengan poni yang terikat datang mendekati Cana. Cana langsung membisikkan sesuatu ke wanita tadi.

"Benarkah? Sudah kuduga begitu…" tertawa kecil yang keluar dari mulut wanita itu membuat Lucy makin bingung.

"Hei apa maksutnya sih oi, M?" Kata Natsu yang mulai bingung juga.

"Sebenarnya kalo Natsu pilih ibu jari tandanya kalian saling jatuh cinta!" Cana hanya tersenyum-senyum kecil.

"…." (sunyi)

"EEHHHHHH! JANGAN BERCANDA! MANA MUNGKIN! PERMAINAN MACAM APA INI?!" Kata Lucy dan NAtsu serempak, tentu saja dengan wajah yang benar-benar memerah.

"ya.. manaku tahu… aku kan hanya menuruti apa kata author! Hmph jadi permainannya agak kayak-kayak gimana… gitu" (Author: cari mati kamu hah! * Cana di cekek habis-habisan*)

"Natsu! Lucy! Sedang apa kalian disitu! Apa kalian tidak dengar suara bel?" Kata Scorpio-sensei

"eh? Sudah bel? Aaaaaaaa! Aku belum sempat makan! Cana! Tunggu pembalasanku nanti!" kata Natsu dengan penuh amarah. Merekapun kembali ke tempat duduknya, tapi sebelum kembali Natsu membisikkan sesuatu ke Lucy. Cana hanya memasang tanda peace di kedua tangannya.

.

.

.

.

~Sepulang sekolah~

Lucy p.o.v

Apa maksut Natsu tadi? Katanya 'itu benar…' apa… jangan-jangan… Natsu mau merancanakan pembalasan dendam ke Cana? (Author: aduh! Masak begitu aja gak tau! Kamu kelewatan bodohnya deh! *author dipukuli*)

"Ah! Itu Natsu!" aku langsung mengejarnya agar tau maksutnya.

"O-oh.. Luce… ada apa?" Natsu sedikit memerah, kenapa dia malu?

"Apa maksutmu tadi? Yang kamu bilang 'itu benar…'?"

"Ya… itu benar! Kata cana tadi benar yang…-"

"Eh?! Yang benar saja kamu bohongkan? Masak bener kamu… suka sama aku?"

" Aku serius! Aku emang suka sama kamu…"

"… bo-bohong atau bohong? Jangan bercanda dong!"

"Aku bukan serius lagi! Tapi duarius!" AAA! Wajahku mulai merah!

"…se-sebenarnya juga sih aku juga suka kamu…" Gak bisa lagi! Aduhhhh! Aku keceplosan! Jangan-jangan ini perangkap!

"Bener? Kalo gitu… kita jadian yuk!" EEEHHH?

"Beneran nih gak papa?"

"Gak papa! Paling yang tau cuma mereka aja!" mereka? Dibelakang!

"EEEHHH! Sejak kapan kalian disini?! Ini bukan cuma tapi hamper satu kelas!" AAHH! Sejak kapan mereka disini? Erza, Gray, Gajeel, Juvia, Mirajane, Cana, Elfman, Lisanna, ada Levy juga! Ada 9 orang!

"Dari tadi sih… Juvia lihat Gray-sama ngikuti kalian, ya udah aku juga ngikutin kalian…" Kata Juvia sambil memeluk tangan Gray.

"Iya juga ya… kaliankan sudah jadian, pantas Juvia meluk tangan Gray…" Kata Natsu dengan santainya.

"Ini pasti kerjaannya Cana sama Mirajane kan!" Pasti mereka! Pasti!

"Hehehe… jangan marah dong! Kan Cuma ngikutin" Kata Cana pakai tanda peace Mirajane juga…

"Udahlah yang penting salamat untuk kalian! Akhirnya jadian juga!" Ini memalukan!

"Cieeee! Wajah kalian merah… sudahlah gak usah malu-malu, nih biar kubantu" Lisana langsung menggandengkan tanganku sama Natsu. ( Author: "gomen, kalo kurang seru… soalnya Cuma ini yang terpikirkan")

Flash back end

Normal p.o.v

(Wendy: "Trus-trus?" Author: "Udah deh… kasian Lucynya… keluarin kaos kaki dari mulutnya! Kasihan tuh!")

"Puahhh! Huweeekkkk! Akhirnya lepas juga! Kaos kaki jaman apa itu?! Bauk banget! Aku mau muntah!" Lucy langsung kumur-kumur pakai air minum Wendy.

"Itu… kaos kakinya Author… kayaknya memang gak pernah dicuci" Wendy langsung menunjuk Author.( Author: "enak aja main tunjuk-tunjuk")

"Udah puaskan?! Sekarang makan!" Lucy langsuh memesang wajah mengamuknya dan tentu saja dengan tanda merah diwajahnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Oi wendy!"

"Ah! Apa? Kenapa?"

"Kamu jangan ngelamun mulu!"

"Maaf maaf" Jawab Wendy.

"Kamu ngapai ngelamun terus? Dari tadi kamu juga ngelihatin Romeo-kun sama Juliet-san! Kupanggilin kamu dari tadi lho!" Kata anak perempuan yang sekelas dengan Wendy.

"Maaf Mizu-chan! Lagian siapa yang ngelihatin Romeo sama Juliet-san" Wendy berusaha mengelak.

"Jangan-jangan kamu cemburu ya… kamu ngelihatin terus sambil ngelamun! Haha kena kau!" Kata Mizu sambil menunjuk-nunjuk Wendy. 'Mizu-chan sama aja kayak Lucy-nee' Batin Wendy.

"Siapa yang cemburu! Emangnya kamu dapat peran apa?" Kata Wendy mengalihkan perhatian.

"Aku gak jadi peran aku cuma yang nyiapin kostum" Kata Mizu sambil menunjukkan desainnya.

"Curang! Kamu cuma nyiapin kostum!" Kata wendy tak terima.

"Hehehe… lucky!" Kata Mizu dengan menyombongkan diri "emangnya kamu dapat peran apa?" Mizu tanya balik.

"… pohon…"

"Hmph! Sa-sabar aja deh…" Kata Mizu sambil menahan tawanya. Wendy hanya memalingkan wajah karna tak mau di tertawakan.

"Tapi jadi pohon enak lo… gak perlu hafalin dialog, Cuma berdiri dan diam" Mizu berusaha menghibur Wendy.

"Tapikan tetap aja gak enak! Cuma berdiri diam, kan capek" Wendy sangat gak terima.

"Ya… mau gimana lagi, kamukan yang ambil kertas undianmu sendiri… itu namanya nasib" Kata Mizu.

"Ee… Mizu-chan… apa kamu sudah selesai dengan disain kostum yang ini?" Aries- sensei tiba-tiba memanggil Mizu.

"Dah wen!... Sudah, tinggal senjatanya aja!" kata Mizu sambil berjalan menuju Aries- sensei. Wendy hanya tersenyum melihat Mizu yang sangat bersemangat dengan derama ini. Tetapi begitu Wendy melihat ke belakang… mulut Wendy yang sebelumnya tersenyum menjadi lurus dan datar karna melihat Romeo dan Juliet sedang latihan drama.

"Perhatian! Ada perubahan dari kepsek, kalau harinya dirubah jadi lusa besok" Kata Aquarius- sensei yang entah datang dari mana.

"HAH!"Kata semua murid serempak.

"Chotto! Kostumnya belum selesai!" Kata Mizu yang panik.

"Tidak ada perubahan lagi! Tidak bisa diganggu gugah lagi! Tanggal sudah ditetapkan lusa depan! Kalo mau protes, silakan menghadap kepsek!" Aquarius- sensei langsung mengeluarkan aura hitamnya.

"Ta-tapi-"Kata seorang murid di kelas "tidak ada tapi-tapian! Cepat lanjutkan latihan kalian!" "h-hai!" semua anak langsung melanjutkan latihan masing-masing.

"Oi Wendy! Jangan diam saja disitu, bantu yang lain!" Kata Aquarius- sensei.

.

.

.

.

Kring…kring…

Bel pulang berbunyi, semua anak membereskan mejanya dan segera pulang. Wendy berjalan mendekati Mizu yang sedang membereskan barang-barangnya.

"Nee… Mizu-chan apa kamu mau nemani aku?" Tanya Wendy.

"Kemana?" Mizu kembali bertanya.

"Ke kelasnya Lucy-nee, aku mau lihat pacarnya barunya" Jawab Wendy

"Boleh, aku juga ingin bertemu Mira-senpai"

"Kalo gitu ayo langsung ke sana, aku belum pernah ke kelasnya Lucy nee-chan yang sekarang"

"Emangnya kamu belum pernah ke kelasnya Lucy-nee?"

"Ya… pernahlah, tapi yang sekarang belum"

"Iya juga ya… sekarang masih awal semester 1, wajar kalo kamu belum pernah ke kalas Lucy-nee"

"Kalo gitu cepetan!"

"Iya…" Mizu langsung membereskan bukunya dan Wendy mengambil tasnya dan segera menarik Mizu.

"Ada apa sih buru-buru?" Tanya Mizu yang ditarik oleh Wendy.

"Aku gak suka pemandangan di sini, ayo cepat!" Wendy langsung mempercepat jalannya dan Mizu juga mempercepat jalannya karna kalau tidak cepat yang berjalan bukan kakinya lagi tapi patatnya.

"Pemandangan apa sih? Gak ad-…" begitu Mizu melihat belakang "hmph! Jangan bilang kalo kamu memang cemburu! Hahahahahahahahaha- huaaaaaaaaaa!" Wendy langsung berlari dan akhirnya kaki Mizu sudah tak dibawah lagi tapi pantatnya yang dibawah menahan badan yang diseret oleh Wendy.

"IIITTAAAAAAAIIIII!" Pantat Mizu yang terbakar karna diseret oleh Wendy sambil berlari terdengar disepanjang lorong.

.

.

.

.

Di kamar mandi terdekat kelas Lucy

"Sudahhh?" Tanya wendy di depan pintu kamar mandi.

"Sebentarrr! Inikan salahmu, coba kalo kamu gak nyeret aku rokku gak akan terbakar gini" Jawab Mizu dengan kesal.

"Maaf… tapi kamu masih beruntung gak ada yang ngelihat rok terbakar" Hibur Wendy pada Mizu yang roknya terbakar habis.

"Sudahlah, masih untung aku bawa rok cadangan!" Mizu sangat kesal pada Wendy.

"Aku benar-benar minta maaf!" Wendy menundukkan badanya.

"Yaudah deh… ayo cepetan keburu Mira-senspai pulang" Mizu langsung mengajak Wendy ke kelas Lucy.

"Tapi jarang benget gak ada orang disini… biasanya rame banget" Tanya Mizu pada Wendy sambil melihat kanan kiri.

"Iya juga ya… bisanya rame banget" Wendy mulai bingung.

"Wendy?" Terdengar suara perempuan dari belakang.

"Erza nee-chan?" Terlihat seorang perempuan berambut merah panjang dan memakai kaca mata.

"Hajimemasite! Namaku Mizu Masaru! Aku fans berat Erza-senpai! Kudengar Erza-sempai jadi ketua kelas" Mizu langsung memegang tangan Erza dan memperkenalkan dirinya.

"Do-domo…" Jawab Erza.

"Nee… Erza-nee, kenapa disini sepi banget? Biasanyakan rame" Tanya Wendy pada Erza.

"Aku juga gak tau… emang biasanya rame sih…" Erza mulai menolrh kanan kiri.

"Erza-Senpai itu kelas Lucy-nee kan?" Tunjuk Mizu ke arah kelas 3-F.

"Dari mana kamu tau?" Tanya Erza.

"Gampang! Ciri-ciri kelas Erza-sempai pasti yang paling rame!" Jawab Mizu dengan senyum sombong.

"Rame?" Tanya Wendy pada Mizu.

"Tuh dengar aja!" Mizu langsung menunjuk kelas 3-F. Terdengar teriakan, benda jatuh, dan pintu yang bergoyang saking ramenya. Krieeekkkk….Wendy membuka kecil pintu untuk mengintip kelas.

TBC

Gomen ya… chapter yang ini gak seru…. T^T. Habis… Cuma ini yang terpikir… terima kasih untuk reviewsebelumnya, Mitsu-chan sangat terharu melihat review-review sebelumnya… Mitsu-chan benar-benar terima kasih….

Jangan lupa review ya…!

Ini jawaban reviewnya:

Salma N: oke! Makasih deh!

Rukami Aiko: Hehehe! Aku masih sering salah kata + salah ketik… makasih untuk reviewnya dan terimakasih sudah menyukai cerita ini… te-terima kasih… TT^TT

Himiki-chan: Memang banyak yang salah sih… tapi ini atas keja kerasku setiap hari… terima kasih… dan terima kasih atas bantuannya.

I love Erza: Mitsu-chan memang gak bakat bikin humor… Mitsu-chan akan perbaiki kesalahannya dan berusaha agar tidak salah lagi… Terima kasih…

Erza fangirl: Maaf untuk banyaknya Typo… Mitsu-chan memang gak bakat ngetik TT~TT

Guest: Maaf Mitsu-chan gak begitu tau tentang dante sparda… Mitsu-chan benar-benar minta maaf ya… Mitsu-chan tau sih siapa itu dante sparda, tapi gak sepenuhnya…

S4kur4miyuz4ki: habis… Mitsu-chan kebiasaan… tapi terimakasih untuk masukannya

Lshikawa chie: sekali lagi terima kasih! Aku akan melanjutkan cerita ini sampai selesai!

Minna! Arigatou!

~Ichikawa Mitsu~