akhirnya update juga chapter 3, kali ini agak lama maaf yah,
kebut semalam nih ketiknya, dari jam 3 pagi sampai jam 5 huhuhu (sambil mikirin jalan ceritanya) kalu gk kebut gk ada waktu lagi (gaya) padahal waktu luang dihabisin buat maen game online wakwkawkak...
anyway, nilah hasilnya selamat membaca...seperti biasa, maaf kalau masih banyak kekurangan :)
Orihime berbaring di sofa sambil memeluk boneka tedy bear putih-nya dan menatap ke arah langit-langit. Sesuatu hal membuat dia merasa cemas dan tidak bisa berhenti berpikir.
"Benji, bagaimana keadaan teman-temanku sekarang? Apakah mereka baik-baik saja? Kenapa aku tidak merasakan reiatsu mereka lagi seakan-akan mereka semakin menjauh?" ucapnya kepada boneka yang sedang dipeluknya.
"mungkinkah mereka menyerah dan kembali ke kota Karakura?" mungkin ada baiknya mereka kembali ke kota Karakura, aku tidak ingin melihat mereka terluka bahkan kehilangan nyawa hanya untuk untuk menyelamatkanku!" ucapnya lagi.
"wanita, Aizen-sama ingin bertemu dan membicarakan suatu hal denganmu". Tiba-tiba suara Ulquiorra menyadarkan Orihime dan membuatnya kaget. "u…ulquiorra, sejak kapan kau masuk? Aku tidak mendengar kau mengetuk pintu!"
Kemudian dia melanjutkan perkataanya "aku sudah mengetuk pintu sebelumnya tapi tidak ada jawaban! Jangan buang-buang waktu lagi wanita, seorang pelayan akan menemanimu berhias dan mengganti pakaian. Aku akan menunggu diluar, setelah selesai aku akan mengantarmu menemui Aizen-sama!"
Seorang pelayan wanita masuk dan terdengar suara pintu ditutup. Pelayan itu membawa sebuah gaun dan berbagai peralatan kecantikan. Kemudian tanpa membuang waktu lagi, sang pelayan dengan ahli merias wajah cantiknya. Rambutnya yang lurus diubah menjadi sedikit bergelombang dan ditata sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik. "baiklah, sudah selesai nona bagaimana menurut anda? Kalau anda kurang puas, saya bisa mengganti model nya" ucap sang pelayan.
Orihime memandang dirinya sendiri di cermin dan dia tidak percaya bahwa wajah yang ditatapnya di cermin adalah wajahnya sendiri. Wajahnya terlihat lebih cerah dan cantik dari sebelumnya serta rambutnya terlihat rapi dan lebih menarik "tidak, kurasa rambutku sudah bagus begitu juga dengan riasannya, terima kasih…" jawab Orihime.
"Sekarang saatnya anda mengganti pakaian nona, Aizen-sama sudah menyiapkan gaun ini khusus untuk anda!". Orihime memandang sebuah gaun yang dipegang si pelayan. Gaun berwarna putih yang sangat elegan dan indah bak pakaian seorang putri raja.
Setelah semuanya siap, orihime kembali memandang dirinya di cermin dan dia menatap gaun yang sedang dikenakannya. Matanya tertuju belahan dada nya yang terlihat dengan jelas. Dia tidak pernah memakai gaun yang sangat terbuka sebelumnya, hal itu tentu saja membuatnya malu dan membuatnya kurang nyaman "sepertinya aku tidak terlalu cocok dengan gaunnya karena terlalu memamerkan payudaraku! Bisakah aku menggantinya dengan gaun yang terlihat sedikit tertutup?" ucap Orihime malu-malu kepada si pelayan. "maaf nona, Aizen-sama sudah mempersiapkannya khusus untukmu jadi saya tidak dapat menggantinya tanpa perintah beliau!" ujar sang pelayan kemudian beranjak pergi untuk melapor kepada Ulquiorra bahwa dia sudah menyelesaikan tugasnya.
"Aizen-sama sudah menunggumu di ruangannya, sebaiknya kita berangkat sekarang!!" Ulquiorra tidak melanjutkan kata-katanya ketika dia menatap Orihime. Gadis itu menunduk malu dan wajahnya merah merona.
Kata-katanya tercekat di tenggorokan, dia hanya diam terpaku dan tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Gadis itu sangat cantik, dengan tatanan rambut baru nya membuat dia benar-benar terlihat berbeda. "gaun itu benar-benar cocok untuknya…" ucap ulquiorra dalam hati. Dia tidak pernah menyangka bahwa manusia bisa memiliki kecantikan yang luar biasa seperti ini. Tanpa dia sadari jari jemarinya sangat ingin membelai rambut itu, menyentuh kulitnya yg halus, menyentuh pipinya yang merah merona, dan mendekatkan dirinya lebih dekat lagi sehingga dia dapat mencium aroma wangi tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat…
"siall!!! Apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa aku ini!!! Umpatnya dalam hati. Otak nya sudah tidak dapat berpikir lagi darimana asal keinginan-keinginan itu bisa datang dan muncul di dalam dirinya.
"baiklah kita berangkat sekarang, Aizen-sama sudah menunggu terlalu lama, ikuti aku!" ucapnya.
Akhirnya mereka berdua berlalu pergi meninggalkan ruangan…
***
tak…tuk...tak…tuk…tak...tuk…
hanya suara langkah kaki mereka yang menggema di lorong yang sepi menuju lantai atas dimana ruangan Aizen berada.
"uhm…Ulquiorra, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Tanya Orihime memecah keheningan. "apa itu wanita?" jawab Ulquiorra.
" teman-temanku, aku tidak merasakan keberadaan reiatsu mereka. Kamu tahu apa yang terjadi? Aku benar-benar khawatir dengan keadaan mereka!" Ulquiorra hanya terdiam sambil terus berjalan.
Ah…pertanyaan bodoh macam apa itu! kenapa aku bertanya padanya? Bukankah dia seorang musuh? Tentu saja dia tidak akan menjawab!!!
Tanpa diduga Orihime sebelumnya, Ulquiorra menjawab pertanyaannya "mereka terjebak di hutan Menos! Sangat kecil kemungkinan untuk lolos dari para Gillian!!"
Wajah Orihime terlihat cemas dan panik dia sangat khawatir dengan keselamatan teman-temannya. Tiba-tiba Ulquiorra menghentikan langkahnya karena Nnoitra muncul tepat dihadapannya. Tanpa memperdulikan keberadaan Ulquiorra, tanpa berkedip matanya yang penuh nafsu hanya tertuju pada makhluk yang sangat cantik di samping Ulquiorra.
"hai pet-sama…kau terlihat sangat cantik dan seksi hari ini kau benar-benar membuatku bergairah", sambil melangkah mendekati Orihime. Orihime tentu saja sangat ketakutan dan secara tidak sadar dirinya lebih mendekat ke Ulquiorra seakan-akan meminta perlindungan.
"sepertinya kau lupa keberadaanku Nnoitra…sebaiknya kau segera pergi dari hadapanku sebelum kesabaranku habis dan jangan berharap kau bisa menyentuhnya" ucap Ulquiorra dengan nada mengancam.
"cih…bajingan kau Ulquiorra!!kau menjadi sombong dan besar kepala hanya karena Aizen-sama memberikan kepercayaan menjaga gadis itu padamu, kau pikir aku takut padamu? kita lihat saja nanti, urusan kita belum selesai!!!" ucap Nnoitra sambil berlalu pergi.
***
Orihime merebahkan dirinya di sofa dan kata-kata Aizen masih terngiang-ngiang di kepalanya. Tanpa diduga sebelumnya ternyata Aizen memperlihatkan hougyoku kepadanya, dan menjelaskan tujuan utama Aizen menggunakan batu itu yaitu menciptakan sebuah kunci menghancurkan kota Karakura begitu juga dengan Soul Society.
"tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!" ucapnya dalam hati. Kemudian beranjak dari sofa menuju tempat tidurnya yang empuk. Kegiatannya yang padat seharian ini membuatnya sangat lelah dan mengantuk. Setelah mematikan lampu, tiba-tiba dia mendengar pintu kamarnya dibuka, seseorang masuk kemudian menguncinya dari dalam.
"u…ulquiorra, kaukah itu?" ucapnya sambil berdiri menyalakan lampu.
"ssssssttt…tidakkah kau takut tidur sendirian pet-sama? maka biarkan aku menemanimu malam ini" sesosok tubuh yang tinggi kurus menghadang langkah Orihime.
"Nnoitra, apa yang kau lakukan disini, pergi kau atau aku akan berteriak dan Ulquiorra akan datang kemari dan membunuhmu!!" ucap Orihime ketakutan.
Nnoitra dengan kasar menarik kedua tangan nya dan menghempaskan tubuh Orihime ke tembok. "hmm…aku tidak yakin Ulquiorra akan melindungimu pet-sama karena dia sedang bertugas saat ini, berteriaklah dan menangislah sesukamu!!" jawab Nnoitra sambil tertawa terbahak-bahak.
Orihime mencoba melepaskan diri, dia berusaha melindungi diri dan melakukan perlawanan dengan menampar, menendang, atau apa saja yang bisa menjauhkan Nnoitra dari dirinya. Tentu saja usahanya itu sia-sia karena Nnoitra terlalu kuat untuknya. Semakin keras upaya nya untuk berteriak dan meloloskan diri maka semakin kuat pula cengkraman Nnoitra pada kedua pergelangan tangannya.
Dengan nafas yang memburu Nnoitra mendekat dan berusaha mencium nya. Orihime lalu memalingkan wajahnya agar Nnoitra tidak dapat mencium bibirnya hingga pipinya yang penuh dengan air mata bersentuhan dengan bibir nya.
"hmm…kenapa kau sangat ketakutan pet-sama? santailah sedikit dan aku akan membuatmu sangat bahagia malam ini! aku tidak menyangka Ulquiorra tidak memanfaatkan kesempatan emas seperti ini, Ulquiorra benar-benar bodoh!!" ucap Nnoitra menyeringai sambil menjulurkan lidahnya dan menjilat dan menghisap airmata Orihime. Lidahnya yang berlendir semakin turun menuju lehernya. Orihime merasa sangat jijik, sementara jari-jemari Nnoitra mulai menggerayangi tubuhnya tangan kanannya meremas pantatnya dengan kasar. Tangan nya yang lain dengan lihai menarik resleting gaun tidurnya, kemudian tangannya berpindah kearah depan menuju dadanya yang montok putih mulus membusung indah. Melihat perlakuan Nnoitra yang semakin berani, dirinya meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri dan dengan kekuatannya itu, tentu saja orihime tidak mampu melakukan apa-apa dia hanya menangis ketakutan dan berharap seseorang dapat menolongnya. Disaat terdesak dan dalam keadaan ketakutan seperti sekarang, dia selalu menyebut kurosaki-kun! Kurosaki-kun! dan disaat yang tepat Ichigo selalu ada untuk membantunya…tapi saat ini, Entah kenapa dipikirannya hanya terbayang wajah Ulquiorra.
Ulquiorra…tolong aku!
***
Setelah melaporkan hasil misinya kepada Aizen, dengan menggunakan sonido Ulquiorra menuju ke arah kamar Orihime. Selama menjalankan tugasnya, entah kenapa perasaannya tidak tenang wajah Nnoitra yang penuh nafsu menatap Orihime selalu saja terlintas dalam pikirannya.
Dan dengan reputasi Nnoitra yang brengsek dan gila wanita, dirinya tentu saja merasa sangat khawatir dengan Orihime. Membayangkan Nnoitra menyentuh Orihime, darahnya serasa mendidih "aku tidak akan segan-segan membunuhnya jika dia berani menyentuhnya!!" ucapnya geram.
Sesampainya di kamar Orihime, dia merasakan reiatsu Nnoitra kemudian mendobrak pintu yang terkunci rapat. Sesuai dugaan, dia melihat Nnoitra sedang menggerayangi, menjilati, dan mencium leher Orihime, dan jari-jemarinya semakin mendekat menuju ke arah payudara wanita itu.
Sebelum Nnoitra dapat menyentuh payudara Orihime, Ulquiorra menarik pundak Nnoitra dan melemparnya sehingga tembok disekitarnya hancur oleh badan Nnoitra.
"bangsat kau Nnoitra, sudah kuperingatkan kau sebelumnya untuk tidak menyentuhnya, maka kali ini aku pastikan kau tidak akan hidup lebih lama lagi!" ucap Ulquiorra.
Kemudian Matanya tertuju ke arah Orihime, gadis itu sangat ketakutan…nafasnya tersengal-sengal karena syok akan kejadian yang baru saja menimpanya. Sang espada meraih selimut yang tergeletak diatas tempat tidur dan menggunakan selimut itu untuk menutupi tubuh Orihime yang hanya menggunakan bra dan celana dalam " kau tidak apa-apa wanita? Maafkan aku, aku datang terlambat!" ucapnya dengan rasa bersalah terlihat jelas di wajahnya.
"u…ulquiorra…" Orihime hanya mampu mengucap nama sang espada, mendadak pandangannya terasa kabur, kepalanya pusing dan akhirnya dirinya jatuh pingsan sebelum sempat melanjutkan kata-katanya. Lalu Ulquiorra menggendongnya dan membawa gadis itu ke tempat yang lebih aman.
Nnoitra bangkit dari puing-puing tembok yang runtuh, "ayolah…kau tidak seharusnya marah seperti ini kepadaku Ulquiorra, wanita itu hanya manusia dan tahanan disini tak ada salahnya kan aku menikmati tubuhnya yang molek atau kau marah kepadaku karena kau menginginkan wanita itu untuk dirimu sendiri?" ucap Nnoitra tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
Kata-kata Nnoitra semakin membangkitkan kemarahan sang kuatro espada. Kemudian jari telunjuknya mengarah ke Nnoitra dan kilatan cahaya berwarna hijau keluar dari ujung jari telunjuknya itu. Sebuah cero yang kekuatannya luar biasa.
Nnoitra tentu saja tidak tinggal diam dan kemudian menjulurkan lidahnya yang memperlihatkan tatoo no.5-nya dan membalasnya dengan mengeluarkan cero berwarna merah kearah ulquiorra.
Pertarungan antara kedua espada tentu saja menimbulkan kerusakan disekitarnya dan reiatsu mereka dapat dirasakan oleh seluruh penjuru Las Noches.
Setelah tiga jam pertarungan mereka, Nnoitra merasa terpojok dengan nafas tersengal-sengal dan darah segar menetes dari mulutnya pakaiannya sudah compang camping akibat menahan serangan cero Ulquiorra yang terlalu kuat.
Akhirnya Nnoitra melepaskan zanpakutou-nya "keluarlah Santa-Teresa!!" ucapnya.
"kurasa dengan mengeluarkan Santa-Teresa mu tidak akan mengubah keadaan Nnoitra, kau tetap mati ditanganku!! Bersyukurlah karena aku tidak mengeluarkan wujud zanpakutou-ku,tentunya espada dengan urutan 4 keatas tidak diperbolehkan mengeluarkan wujud zanpakutou mereka di area bebas, kami hanya diperbolehkan menggunakannya di tower teratas yang ada di Las Noches ini, tentunya untuk melawan bajingan rendahan sepertimu, aku tidak perlu mengeluarkan wujud asli dari zanpakutou-ku!!!" Ulquiorra berkata sambil menghunus zanpakutounya ke arah Nnoitra.
" sombong sekali kau bedebah!! Kau pasti akan menyesali kata-katamu!!!" balas Nnoitra dengan penuh kemarahan.
Keduanya hendak melanjutkan pertarungan yang lebih mematikan dan fatal bahkan salah satu diantara mereka bisa kehilangan nyawa ketika tiba-tiba primera espada, Coyote Stark menahan kedua pergelangan tangan mereka.
"sungguh memalukan dua espada saling membunuh demi seorang wanita, kalian sadar apa yang kalian lakukan? Kalian menghancurkan sebagian Las Noches!! Aizen-sama sangat marah dengan tingkah laku kalian berdua, sekarang ikut aku menemui Aizen-sama dan bersiap-siaplah untuk hukuman kalian!! " ucap Stark.
Keduanya hanya terdiam dan tidak seorangpun diantara mereka yang membuka mulut atau membela diri dan merekapun segera beranjak dari puing-puing reruntuhan.
terimakasih udah baca dan thanks juga masukan-masukannya...buat fans Nnoitra maaf yah dia jadi genit disini eheheh
dan Ulqi, seperti biasa jaim selalu, tapi tenang gk selamanya dia jaim koq (ahaq..ahaq..)
chapter 4 coming soon!
c ya!
