Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata 'Sekolah baru'? Kita semua pasti pernah merasakannya, benar? Dari awal kita masuk sekolah dasar, mulai dari sini kita harus menjalani yang namanya wajib belajar sembilan tahun. Belum lagi ditambah masa SMA 3 tahun, itu artinya kita harus sekolah 12 tahun.
'Kok ngenes ya, kita harus menghabiskan sisa hidup ini cuma buat sekolah.' -Kim Mingyu, 15 Tahun. Hobi nonton bokep.
Dimana lagi kita mendapat pengalaman diomelin guru killer, terlambat masuk lalu lompat pagar, ditikung temen sendiri, bolos pelajaran cuma buat nongkrong di rental PS, atau bahkan merasakan sensasi cinta pertama kita selain di sekolah? Ya, walaupun sekolah itu banyak manfaatnya, tapi ada banyak hal yang bikin sekolah terlihat mengerikan. Misalnya, uang jajan yang pas-pasan, terlalu banyak pr yang dikerjain di sekolah, dijemur pas upacara bendera tiap hari senin, guru killer yang hobinya patroli kantin kalau jam pelajaran, atau mungkin, kakak kelas songong yang sok berkuasa di sekolah.
Kalau dipikirin yang nggak enaknya tentang sekolah, masa masa 12 tahun itu bakalan lama banget kita lalui, terlihat menyedihkan malah. 12 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi 12 tahun itu akan terasa sangat sebentar ketika hari kelulusan tiba nanti.
Mingyu awalnya sedikit nervous buat masuk ke sekolah ini. SMA Hanlim itu terkenal dengan siswanya yang serba ada. Ada nilai bagus bisa masuk, ada yang ber-mobil bisa masuk, ada anak pengusaha bisa masuk, ada anak olimpiade bisa masuk, juga kadang ada uang abang disayang nggak ada uang abang ditendang. Well, katakanlah Mingyu itu super beruntung bisa masuk kesini. Walaupun nilainya nggak bagus bagus amat, tapi buktinya, situs laman pendaftaran SMA Hanlim masih menyematkan namanya di nomer urut 3 paling akhir. Beruntung karena di luar sana ada banyak siswa cerdas yang enggan memilih SMA Hanlim, nama Mingyu masih terselamatkan hingga akhir pendaftaran ditutup.
Mingyu masih tidak percaya jika dirinya tengah berada dikerumunan orang orang terpilih, terbaik, dan beruntung yang punya kesempatan untuk menimba ilmu di SMA Hanlim. Ngomong ngomong, Mingyu mengutip kata kata itu dari pidato singkat sang kepala sekolah.
Bersama 350 siswa lainnya, disini Mingyu berdiri. Menantikan hari esok yang penuh kejutan setelah pelepasan balon warna warni ke udara. Katanya sih, cuma untuk formalitas biar harapan dan do'a yang kita harapkan bisa cepet nyampe ke langit. How stupid.
"Berhubung kakak kelas kalian sudah menginvestasikan segalanya untuk rencana masa orientasi ini, maka tahun ini para guru dan staff hanya monitoring jalannya acara. Sepenuhnya kegiatan dan aktivitas menyangkut masa orientasi, saya serahkan kepada osis dan rekan rekan. Saya akhiri sampai disini, dan dengan pelepasan balon tadi, saya nyatakan bahwa masa orientasi siswa baru SMA Hanlim, dimulai." Bapak bapak tua berjas necis itu lantas turun dari podium dan digantikan dengan seorang anak laki laki bewajah cerah.
"Perkenalkan, saya Jung Hoseok dari kelas 12 IS 2, ketua osis yang nggak lama lagi bakal lengser. Tanpa membuang waktu lagi, kepada para kakak pendamping tolong adek adeknya dituntun buat memasuki ruang kelas masing masing." Titah sang ketua osis sambil cengar cengir ngeliatin para anteknya yang mulai ribet dengan dede gemesnya.
'Kayaknya, itu Senyuman nggak pernah luntur deh. Apa emang mukanya selalu cerah begitu, ya?' - Seo Myungho, 15 tahun. Temen seperjuangannya Mingyu.
Dan, masa masa indah membuat kenangan pun dimulai.
.
.
.
Suspect pertama.
Nama : Kim Mingyu
Tempat & Tanggal Lahir : Gyeongsang 6 April 1997
Sekolah asal : SMP Hongdae
Hobi : nonton bokep, baca webtoon bokep entah itu itu yang lurus ataupun belok, download musik gratisan, main kartu uno bareng Minseo, travelling pake sepeda keliling komplek.
MaFa & MiFa : apa aja dimakan kecuali jus alpukat & apa aja diminum kecuali mie goreng.
Kalimat motivasi : 'Cukup biji burungnya kak Taehyung yang ada dua, muka jangan'
Deskripsi pendek : Udah kece dari lahir, ya beginilah udah takdir. Sekali duggy, lagsung mahir. Bukan sulap, bukan sihir.
Laki laki dengan name tag 'Kim So Jung' itu mengeryit heran melihat kertas biodata yang dikumpulkan Mingyu, sedangkan si empunya malah sibuk main ayam-ayaman sama temen sebangkunya.
"Yang namanya Kim Mingyu?"
"Saya!" Merasa dipanggil, Mingyu pun nengok ke depan.
"Kata kata motivasinya dapet darimana?"
"Dari kakak saya."
"Hmm. Boleh juga."
Di kelasnya Mingyu, kebagian sepasang kakak pendamping. Yang satu cewek cantik pake banget dan yang satunya cowok rada eksentrik gitu giginya kalau ketawa.
"Adek adek semuanya tolong perhatiannya ya."
Seketika kelas jadi tenang pas si kakak kelas cewek ini ngomong di depan.
"Nah, abis itu kak Jiwon ini bakal ngasih tau kalian apa aja dua haru kedepan." Si kakak cewek ini nunjuk cowok eksentrik yang daritadi duduk disampingnya.
"Eh, kenapa lu ngasih tau nama gua sih?" Bisik Jiwon ke cewek tadi.
"Emang kenapa?" Cewek ini malah balik nanya.
"Terus kenapa kita harus tukeran name tag kalau gitu, bego."
"Oh iya ya…" Si cewek cengar cengir, para dede gemes bingung, dan akhirnya waktunya terbuang sia sia buat ngedengerin dua kakak kelas itu bisik bisik yang bahkan kedengeran seisi kelas.
"Oke, kalau gitu. Perkenalkan nama saya Kim Ji Won. Karena saya –ekhem lahir di Virginia, saya punya dua nama. Kalian bisa panggil saya Jiwon atau Bobby."
Jiwon gantian buat ngomong di depan. "Dan yang otaknya rada rusak itu namanya Kim So Jung—"
Sojung dadah dadah cantik dari bangkunya. Itu cewe terima aja dibilang otaknya rusak.
"—Saya disini akan menjelaskan beberapa kegiatan yang akan kalian lakukan dua hari ke depan."
"Pertama dan yang paling penting, kalian pasti pernah denger kan kalau peraturan pertama itu kakak kelas selalu benar. Peraturan kedua, kalau kakak kelas salah, balik lagi ke peraturan pertama,"
"Ketiga, kalian akan menghadapi sekelompok kakak kelas yang sudah dibentuk khusus oleh tim kerja osis. Sekelompok orang yang menamainya dengan Tim Disiplin Khusus atau disingkat TDK. Kalau kalian nggak mau berurusan sama TDK, mending jangan berbuat salah dan jangan sampe TDK yang mencari cari kesalahan kalian,"
"Ke empat, yang penyakitan harap kasih tau tim PMR nanti. Kita ga bertanggung jawab atas kesehatan kalian yang terganggu kalau TDK ngomelin kalian." Tutur Jiwon apa adanya namun sedikit nyelekit.
"Dan terakhir, kalian bebas menggunakan ponsel di kelas, selama ada saya dan Sojung. Jika TDK masuk ke kelas, kita berdua memberikan kebaikan bagi yang mau mengumpulkan ponselnya pada kita."
Semua peserta mengangguk paham, tapi cuma Myungho yang bingung.
"Mingyu, maksudnya yang terakhir itu apa sih?"
"Kak Jiwon sama kak Sojung membuka jasa ngumpetin ponsel biar nggak ketauan."
"Ooohhh..."
.
.
.
"Eh, Jeon. Liat deh, yang tinggi itu lumayan tuh!"
"Yang mana?"
"Yang name tagnya warna hijau stabilo."
"Dari kelas 10.4 tadi juga pake hijau stabilo semua."
"Iya, yang paling tinggi dari kelas 10.4"
"Oh, yang rada keling itu. Boleh boleh deh, ya sedikit meleset dari tipe ideal gua lah, Jun."
Anak laki laki berwajah emo itu memfokuskan pandangan pada sang target. Kelopak matanya semakin menyipit seolah ia memikirkan sesuatu.
"Taruhan, dia belok apa nggak?"
"Lu deketin aja dulu, siapa tau bener jadi."
'Kita lihat, Dek Kim Mingyu, apa lu bener belok atau gua harus berjuang buat ngebelokin lu.
.
.
.
Suspect kedua.
Nama : Seo Myungho
Tempat & Tanggal Lahir : Anshan, 7 November 1997
Sekolah asal : Sama kayak Mingyu
Hobi : makan, tidur, main tamiya, karaoke di mall, baca fanfiction BL.
MaFa & MiFa : Makan sama Minuman di warung makan sederhana
Kalimat motivasi : Hidup ini sederhana
Deskripsi pendek : Saya orang yang sederhana.
"Yang namanya Seo Myungho, maju kedepan."
Untuk mengisi waktu sambil menunggu sesi acara yang lain masuk, Jiwon dan Sojung berinisiatif untuk membuat permainan dengan hadiah yang disiapkan panitia. Kalau nggak ada hadiahnya, mana mungkin Myungho sama Mingyu mau repot repot maju ke depan.
"Wah, ternyata kalian temen satu sekolah ya dulu?" Tanya Sojung basa basi sambil membaca kedua biodata laki laki beda tinggi badan di depan.
"Oke, permainan ini gampang. Jika kalian bisa menebak semua kata yang ada di papan tulis dalam 15 menit, kita kasih hadiah. Kalau nggak bisa, kita kasih hukuman." Kata Jiwon. Mukanya Mingyu sama Myungho udah ketar ketir kayak nahan pipis. Jadi permainannya itu mewajibkan salah satu pemain untuk duduk membelakangi papan tulis dengan pemain lain yang memberi petunjuk.
"Hukumannya, ngegombalin salah satu TDK yang nanti masuk ke kelas, setuju?" Tanya Sojung final.
"SETUJU!" Koor seisi kelas.
Kata pertama : Melon
"Oke, mulai!"
Mingyu yang pertama menebak.
"Nama hewan?"
"Tidak!"
"Nama orang?"
"Tidak!"
"Nama buah?"
"YAAA!"
"Buahnya besar?"
"YAAAA!" Myungho mulai nggak nyantai.
"Buah... BUAH TANGAN?"
"BISA JADI YA BISA JADI TIDAK!" Myungho mulai ngelantur, Mingyu makin panik.
"Cewek suka?"
"TIDAAAK!"
"Cowok suka?!"
"YAAAAA YAAA!"
"BUAH DADA!" Mingyu nyolot, Myungho makin gerah, eh sekelas ketawa semua.
"BUKAAAAAN BEGO!" Urat lehernya Myungho mulai keluar. Bayang bayang wajah para TDK yang suram pun berterbangan di pikirannya.
"Emmm.. MELON?!"
"YAAAA!" Ketegangan Myungho dan Mingyu pun sedikit berkurang. Masih ada dua kata lagi yang harus mereka tebak dan sekarang gantian giliran Myungho yang nebak.
Kata kedua : Valak
Mingyu melotot ngeliat kata yang ditulis sama Jiwon. Pasalnya, dia nggak tau apa itu 'Valak' dan Jiwon udah siap ngasih aba aba.
"Oke, mulai!"
"Nama buah?"
"Bisa jadi."
"Nama orang?"
"Bisa jadi"
"Nama makanan?"
"Bisa jadi."
Mampus, Myungho bingung semuanya bisa jadi.
"Buahnya kecil?"
"Enggg... IYA! Kali..."
"Orangnya artis?"
"YAAAA... gatau sih" Mingyu mencicit diakhir kalimatnya. Ugh, untung Myungho nggak denger.
"Makanannya berkuah?"
"YAAA!"
"MAKANAN MANIS BERKUAH PAKE NAMA BUAH?" Ini murni inisiatif Myungho.
"YAAAA YAAAA!" Muka Mingyu udah merah gara gara panik.
"ADA BIJINYA?"
"YAAA!"
"BIJI SALAK?"
"BUKAAAN!"
"KOLAK?"
"BUKAAN!"
Sekelas ngakak, kalau kayak gini kapan ketemunya.
"NAMA SETAN?"
"BISA JADI!"
"PASS PASS!"
Jiwon dan Sojung yang lagi sibuk ngetawain komuknya Mingyu sama Myungho di depan tiba tiba kecewa. Apa tebakannya terlalu susah ya?
"Yah, padahal sedikit lagi." Jiwon pura pura sedih sambil ngehapus papan tulis. Waktu tersisa 8 menit lagi.
"Kalau Valak mah aku tau, itu setan The Contouring 2. Tapi kenapa tadi malah nyasar ke nama makanan segala?" Jerit Myungho nggak terima.
"Kalau kamu tau kenapa nggak kamu lanjutin?!" Mingyu nyolot nggak mau kalah.
"Udah jangan berantem aja kayak kucing mau kawin. Masih ada waktu buat kalian." Sojung nimbrung setelah selesai nulis kata berikutnya. Kali ini Mingyu lagi yang kebagian nebak.
Kata ketiga : Julia Pereus
"Oke, kita mulai!"
"Nama hewan?"
"Tidak."
"Nama orang?"
"YAAA."
"Cewek?"
"YAAAA!"
"BEMPERNYA GEDE?" Sekelas hebring semua gara gara Mingyu gerah kalau udah menyangkut hal hal ambigu. Di depan, Sojung udah ngakak maksimal, giginya Jiwon balapan sama bibir, Myungho panas dingin, eh Mingyu malah makin semangat. Tolong itu perut rasanya kayak dikocok kocok.
"IYAAAA IYAAA BISA JADI!"
"HYORIN SISTAR?"
"BUKAAAAN!"
"MARIA OZAWA?"
"BUKAAN!"
"SUKA MAIN DUO?"
Mampus Mingyu ambigu, Myungho mana ngerti yang begituan.
"TIDAAAAAKKK!"
"OH! TRIO?"
"YAAA! YAAA!"
Nah, kalau ini lain cerita, Myungho paham betul.
"TRIO CEPIRIT BUKAN?"
"YAAAA!" Myungho mulai berontak di kursi.
"KALAU SIANG OTAKNYA NGEREUS?"
"YAA!"
"KALAU MALEM SUKA DIPEREUS?" Mingyu makin ambigu, seisi kelas udah tewas gara gara ngakak. Belum lagi Mingyu nebaknya begitu, duh makin gerah suasananya.
"JULIA PEREUS?!" Jerit Mingyu final sambil lompat lompat histeris dari bangkunya.
Setelah lama dikocok akhirnya keluar semua kan tuh. Apanya yang dikocok? Perutnya lah. Kalian kadang ngerasain kan gimana sakitnya perut ketawa ngakak sampe ngejungkang? Efeknya ada yang lagi sekedar minum buat membasahi gigi yang kering, ada yang bengek, bahkan tadi sempet ada yang ijin ke kamar mandi cuman buat ngeluarin isi perutnya. Aduh kasian, abis itu dia pasti ga ikut kelas berikutnya.
"YAA! WAKTU KALIAN SUDAH HABIS! TEPUK TANGAN BUAT MYUNGHO SAMA MINGYU KARENA MEREKA DAPET KEHORMATAN TERTINGGI BUAT NGEGOMBALIN KAKAK TDK!"
Tepuk tangan hebring mengiringi Myungho sama Mingyu lagi langsung balik ke mejanya. Myungho harusnya tau kalau bakal begini jadinya, dia udah temenan lama sama Mingyu dan selalu dapet sial kalau lagi main game. Dan anehnya, Myungho pasrah aja kalau disuruh main bareng Mingyu.
.
.
.
Myungho Point of View.
Ni hao! Kalian udah kenal aku kan? Jadi nggak usah repot repot kenalan. Sebut aja aku ini partner in crime nya Kim Mingyu. Aku udah kenal Mingyu udah sejak ayah pindah tugas ke Seoul, tepatnya 5 tahun yang lalu. Pertama kali ketemu Mingyu, kesan pertamanya biasa aja. Waktu itu, Mingyu yang kemana mana rambutnya selalu klimis, dengan polosnya ngajak aku main ke rumah karena disuruh ibunya. Udah lama juga sih itu pas kelas 5 SD. Oh iya, aku juga deket sama bocah bambu itu karena memang Mingyu bukan tipikal orang yang gampang beradaptasi. Bisa dibilang, Mingyu nggak punya temen lain dan hanya aku yang dekat sama Mingyu. Cuma di depanku dia bisa sesenggukan pas lagi cerita tentang almarhum ayahnya. Mingyu juga pernah bilang kalau dia nggak mau keliatan lemah di depan anggota keluarganya karena dia merasa tanggung jawab besar diwariskan sang ayah pada dirinya.
Gini, kadang menjadi orang yang paling deket sama Mingyu itu bisa dibilang random. Bisa jadi paling beruntung, bisa jadi nggak sama sekali. Tergantung kondisi juga sih sebenernya. Walaupun puberty hits merombak semua susunan tubuh Mingyu dengan baik, tapi sifatnya sama sekali nggak tersentuh puberty hits. Bahasa gampangnya sih, walaupun ganteng tapi kadang somplak.
"Myungho, nanti pulang sekolah kita ngapain ya? Harusnya fanfict My Dearest Santa ada lanjutannya sekarang." Bisik Mingyu sambil ngutak ngatik ponselnya. Bener juga sih nanti pasti bakalan gabut pas pulang sekolah. Eh tapi kayaknya aku inget sesuatu deh.
"Bukannya nanti bakal dikasih tugas sama TDK dikerjain di rumah ya?"
"Eh, masa?"
Pertama, Mingyu itu gampang lupa sama hal hal kecil.
.
.
.
Tok tok tok...
Tiba tiba hening... air muka kak Jiwon sama kak Sojung jadi random. Nggak lama, pintu geser itu kebuka, lalu ada kepala kakak dari panitia PMR menyembul.
"Permisi kak, kita mau masuk sesi demo ekstrakulikuler."
"Oh iya silahkan kak masuk." Sambut Kak Jiwon sama kak Sojung kompakan. Seisi kelas jadi penasaran soalnya ini ekstrakulikuler pertama yang masuk ke kelas kita.
Kakak laki laki bertopi merah itu pun masuk disusul beberapa rekan rekannya. Yang menarik, ada kakak kelas yang kembar dan ada lagi yang topinya beda sendiri; yang topi merah tapi bordiran lambangnya beda. Kalau aku tebak sih, dia ketua PMR kayaknya. Orangnya tinggi, Gayanya berwibawa, dan yang paling aku notice itu, mukanya galak. Mukanya ganteng sih tapi jutek gitu, atau mungkin itu efek dari kelopak matanya yang kelewat tajam?
"Selamat pagi semuanya,"
Kakak yang bertopi merah tadi buka suara. Duh, tampang boleh galak tapi senyumnya nggak nguatin. Apalagi suaranya yang serak serak becek.
"Pagi kaaaak!"
"Pagi pagi semangat kan?"
"Yaaa!"
"Sesuai prosedur yang ada, kami disini dilarang memperkenalkan diri selama masa orientasi. Mungkin kakak pendampingnya udah ngasih tau diawal."
"Belum tau kaaak!"
"Loh, jadi kakaknya belum ngasih tau adek adeknya?" Si ganteng tapi jutek itu ngelirik kak Jiwon sama kak Sojung yang udah nunduk nunduk ketakutan. Tunggu, kenapa harus ketakutan?
"Eum.. anu tadi Sojung lupa ngasih tau." Kata kak Jiwon sambil nyikut nyikut kak Sojung yang masih nggak berani ngangkat kepalanya.
"Yaudah nggak apa apa. Yang penting kami dari tim PMR tetap mengikuti prosedur yang ada,"
"Kami akan menyebutkan jabatan sebagai gantinya. Untuk bocoran, kalian nanti akan mencari kakak kelas buat dijadiin partner buat main werewolf game di akhir masa orientasi."
"Woaah." Sayup sayup aku bisa denger bisikan terkesima dari penghuni kelas. Entah terkesima sama isi pidato atau sama kakak kelas gantengnya.
"Perkenalkan, saya ketua organisasi PMR di sekolah ini." Tuh kan bener! Dengan wajah ganteng kayak dia, udah cocok banget jadi ketua organisasi.
"Saya, wakil ketua bidang konsultasi dan obat obatan." Dilanjutkan perempuan berkuncir di sampingnya. Aku sempat milirik Mingyu, dia keliatan tertarik banget sama demo ekskulnya.
"Saya, sekertaris organisasi." Lanjut kakak laki laki bermata bulat.
"Saya, bendahara organisasi. Saya yang bertanggung jawab atas pembelian obat dan perlengkapan lainnya untuk klinik sekolah." Wah, kakak cantik berbehel itu keliatan bangga banget sama jabatannya.
"Saya petugas kesehatan 1 bidang logistik, dan kembaran saya ini, petugas kesehatan 2 bidang Humas." Kedua cewek kembar itu tersenyum manis lima jari kearah kami, dan pidato kembali diambil alih sama si ketua PMR ganteng itu.
Kakak ganteng itu mulai ngejelasin asal usul terbentuknya PMR di sekolah ini, bagaimana besarnya tanggung jawab anggota dalam mengemban tugas, hingga tugas masing masing anggota pas lagi bertugas. Kadang juga si kakak ganteng itu ngelawak ala stand up comedy, luntur sudah image awalnya 'sebagai ketua ekskul sangar yang hobinya nyuruh nyuruh'. Aduh, makin banyak aja nanti yang terpesona sama dia.
"Kita berdua bertugas kalau lagi upacara senin atau hari besar lainnya. Kita yang ngejagain kalian biar nggak pingsan kepanasan di lapangan." Coba tebak siapa yang ngomong?
"Kak, kalau pingsan gara gara nggak kuat liat masa depan aku yang terlalu cerah bisa diobatin nggak?" Coba tebak siapa yang dengan percaya dirinya ngomong begitu.
Kedua, Mingyu itu malu maluin.
.
.
.
.
"Habis ini, yang ngerasa nggak enak badan atau emang punya penyakit bawaan boleh ke ikut kita ke klinik sekolah."
"Pssssst, Gyu. Tawaran kakak ganteng itu boleh juga."
"APA? MYUNGHO JADI KAMU MAU IKUT KE KLINIK BIAR BISA NGELIATIN KAKAK GANTENG ITU?"
Ketiga, Mingyu itu nyebelin plus biangnya bacot.
.
.
.
.
Angin sepoi sepoi terus bertiup dari jendela, teriknya sinar matahari semakin menjadi jadi dan seorang Kim Mingyu enak enaknya molor ditengah suasana random ini. Setelah kakak dari ekskul PMR tadi keluar, suasana kelas kembali jadi random. Kak Jiwon sama kak Sojung di depan keliatan sibuk ngomongin sesuatu, anak anak lain sibuk dengan urusannya masing masing, ada yang menyibukkan diri, Tapi ada satu anak yang menarik perhatianku. Anak laki laki dengan backpack merah itu keliatan gelisah sambil terus memutar mutar ponselnya, dia juga menyapukan pandangan ke seluruh siswa. Sesekali anak laki laki itu menggigit kuku ibu jarinya sebelum akhirnya ia berdiri; mau ngomong sesuatu.
"Kak Jiwon, kak Sojung…."
Mendadak kak Sojung sama kak Jiwon menoleh slow motion ala ala sinetron. Itu loh, pas ada suatu adegan yang bikin gregetan ditambah wajah pemainnya disorot satu satu dan ternyata malah bersambung.
"Bukannya kita harus ngumpulin ponsel ya, kak?"
.
.
.
.
SREEET… BRAAKK!
"Berdiri semua!"
Suaranya kayak bapak bapak, mukanya datar, nggak tinggi tinggi banget, tapi dia pake seragam TDK sama bawa pentungan; Orang itu yang tadi ngegebrak pintu sampe bikin Mingyu lompat dari tidurnya. Sesuai perintahnya, semua orang yang ada di kelas –termasuk kak Jiwon dan kak Sojung—berdiri. Tunggu, oh jadi ini makhluk yang namanya Tim Disiplin Khusus? Dari namanya sebagai 'tim' tapi kok isinya cuman tiga orang. Tiga tiganya laki laki tapi mukanya judes banget kayak cewek lagi datang bulan
"Name Tag nya dipake dek, jangan diumpetin." Titah kakak ganteng ketua PMR itu sambil melangkah pelan ke belakang barisan bangku. Eh, tunggu dulu.. jadi dia…? Jadi, dia alesan kenapa tadi kak Jiwon sama kak Sojung itu ketakutan?
"Gimana sih nih kakak pendampingnya?" kali ini kakak bantet itu yang buka suara. Mukanya sih kayak puppy, tapi kalo ditekuk gitu jadi serem banget, nggak like aku tuh. Tulisan di name tag nya sih 'Son Seungwan' tapi aku yakin bukan itu namanya.
"Tadi pas saya masuk ke kelas ini, kakak pendampingnya nggak ngasih tau prosedur awal masa orientasi." Kata si kakak ganteng ketua PMR. Aduh, ganteng ganteng orangnya cepu. Nggak like aku tuh
Berkat kakak ganteng cepu tadi, Si kakak wajah teflon yang bawa pentungan itu jalan ke mejanya kak Jiwon sama kak Sojung, ngeliatin mereka dari bawah sampe atas, lalu mengetuk ngetuk pentungan di meja sebelum akhirnya—
BRAAKK..
–Mejanya digebrak pake pentungan. Well, siapa yang nggak kaget coba lagi hening ketakutan gitu tiba tiba dia ngegebrak meja? Aku sempet ngeliat kakak bantet tadi juga kaget sambil latah tapi nggak bersuara; jaga image.
"Pantesan adek kelasnya nggak disipilin—"
"—Oh iya kakak TDK, coba periksa satu satu. Ada yang bawa ponsel pas masa orientasi kayaknya tuh!"
"Siap!" kakak bantet sama kakak ketua PMR-ganteng-cepu itu kompakan mengangguk.
'Dasar jongos, disuruh suruh mau aja'
Sesi penggeledahan pun dimulai dari meja paling depan.
5 menit…
10 menit..
15 menit..
.
.
.
"Coba buka tas kamu."
Giliran ransel aku yang diperiksa. Dari mulai baju seragam, kantong celana sampe paling ujung sepatu semuanya diperiksa. Tapi, bahagia juga sih bisa digrepe grepe sama kakak ganteng itu. Hehe, modus. Untungnya, ponselku dan semua ponsel milik penghuni kelas 10.4 udah aman di suatu tempat.
"IYUH! INI APAAN HAH?!" Mingyu melotot panik pas sebuah alat pencukur warna kuning diangkat tinggi tinggi sama kak bantet yang menggeledah isi tasnya.
"ANU, ITU PUNYA ABANG SAYA KAK! KAKAK KALO GA PERCAYA TANYA AJA KAK TAEHYUNG. DOI MASIH JOMBLO JUGA LOH KAK! SAYA TELEPON ORANGNYA YA SEKARANG KAK?"
Keempat, Mingyu mendadak ceplas ceplos kalo lagi panik.
"Eh Myungho, tadi kakak bantet itu nggak sengaja nyentuh punyaku. Kalo kamu udah disentuh mana aja? Aku jadi inget Pico, mukanya unyu—AAAW!"
Dan berikutnya Mingyu ditegur kakak muka teflon karena jeritannya.
Kelima, Mingyu itu otak bokep.
.
.
.
.
Aku sih nggak terlalu kebawa perasaan Cuma gara gara dibentak bentak sama kakak kelas. Aku Cuma nangkep beberapa yang penting kayak misalnya tugas buat besok sama barang yang harus dibawa. Sisanya mah, mereka cuma mengomentari hal hal nggak penting seputar kedisiplinan atau kebersihan. TAPI….. Sekarang itu waktunya hukuman buat ngegombalin kakak TDK. Dan coba tebak? Aku kebagian ngegombalin kakak ganteng ketua PMR! Sekarang, dia udah berdiri di depanku.
"Mulai dari Seo Myungho dulu." Ujar kak Sojung sambil cengar cengir. Hih, tadi aja mukanya pucet kayak orang keabisan darah pas diomelin sama kakak muka teflon. Eh, ngomong ngomong, Mingyu kebagian buat ngegombalin dia loh!
"Kamu bisa apa buat ngegombalin saya?" Kedua tangan di dada, kepala dimiringin, tatapan mata ngeremehin dengan alisnya yang ngangkat sebelah, aduh sinis banget sih makhluk satu ini.
.
Dug dug… dug dug… dug dug..dug dug dug dug dug..
.
'MAMPUS INI HARUS GIMANA?!'
.
"A-Aku emang nggak bisa apa apa. Tapi a-aku yakin kok bisa bikin kakak bahagia kalo sama a-aku."
.
"CIYEEEEEEEEEEEEE! WIW WIW WIW."
.
Ya Lord, untung kakaknya punya inisiatif duluan buat ngomong jadi aku bisa nyari ide dulu buat mikir. Duh, ngeliat Mingyu kok keliatannya santai banget ya, bahkan kakak muka teflon itu belum ngomong apa apa dari tadi.
.
"Eung, kakak tau nggak?"
.
"Tau apa?"
.
"Tau nggak bedanya kakak sama sekolahan?"
.
"Hmmm..?"
.
"Kalo disekolah kita nggak boleh terlambat, tapi nggak ada kata terlambat buat mencintaimu~"
.
Terakhir, selain nggak tau malu, Mingyu itu juga suka bikin malu.
TO BE CONTINUED
A/N: MAAF KALO GARING, MAAF KALO KURANG PANJANG, MAAF KALO MEANIE BELUM MUNCUL, MAAF KALO GA DETAIL PENGGAMBARANNYA SOALNYA KEJADIAN INI MURNI PENGALAMAN GUA SENDIRI PAS MOS. WELL, ITU TIGA TAHUN LALU. MAAF KALO SERBA KEKURANGAN MAAF YANG SEDALAM DALAMNYA KARENA TELAT UPDATE. GUA JUGA MASIH BINGUNG KENAPA GABISA NULIS FANFICT PAKE BAHASA INFORMAL & SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA.
WELL, COBA TEBAK? GUA UDAH RESMI LULUS DARI MASA PUTIH ABU ABU COY! /GA NANYA/ DAN GUA BARU AJA DAPET BUKU TAHUNAN /YA TERUS?/
GUA MENGIKUTI SARAN MATO-SAN SENPAI NIH YANG NARASINYA UDAH COBA DIPERPENDEK. TUNGGU, DIA BILANG LEBIH TUA GUA? TAPI KENAPA GUA MANGGIL DIA SENPAI YA? /MIKIR GANTENG BARENG MINGYU/ DAN KAYAKNYA MASIH ADA YANG NGGAK SUKA MINGYU JADI UKE YA? YAKIN KOK MINGYU NGGAK UKE UKE BANGET KALO UDAH NEXT CHAPTER CHAPTER CHAPTER CHAPTER SELANJUTNYA/? BTW UDAH BISA NEBAK DONG MINGYU NGEGOMBALIN SIAPA DAN MYUNGHO NGEGOMBALIN SIAPA? COBA KASIH TEBAKANNYA DI KOTAK REVIEW YANG BERUNTUNG TEBAKANNYA BENER GUA BIKININ FICLET DEH
FORMATNYA: TEBAKANNYA, MINGYU X (…) SAMA MYUNGHO X (…..) REQUEST (SEVENTEEN OTP. CRACK ALLOWED) GENRE (….) (HAPPY/SAD) ENDING
BY THE WAY, GUA MABOK KEGANTENGANNYA MINGYU DI KCON DAN ITU APA APAAN SWEET CONCEPT BUAT REPACKAGED? PLEDIS BENER BENER BUTUH UANG BUAT DEBUT PLEDIS GIRLZ
AT LAST, MIND TO FAV, FOLLOW AND REVIEW?
SINCERELY
NAN GWISHIN KKUM KKOTTO :* /AEGYO/
ALHAM BASKORO
