GUNGJEON UJEONG

-THE PALACE FRIENDSHIP-

.

.

Main Cast :

All Super Junior's members

.

Rated : T

Genre : Friendship, Drama, Fusion-Sageuk

Warning : Typo(s), bored, bad plot, OOC

Disclaimer : All Cast isn't mine but this story is mine! Don't copy anything without my permission.

.

LyELF

Enjoy Reading!

.

.

.

PART 3

†_TPF_†

Suasana teduh begitu terasa hari ini. Sang mentari seperti nya enggan mengeluarkan sinar terik nya melainkan hanya sebuah sinar biasa yang hangat. Angin berhembus cukup kencang membuat suasana semakin terasa teduh. Beberapa daun dari pepohonan rindang terlepas dari ranting nya dan mulai mengikuti arah angin.

"Teuki hyung!"

Teriakan itu terdengar di tengah keramaian orang di pasar Hanyang. Beberapa orang di buat menoleh ke arah pemuda yang tengah berlari sembari melambaikan tangan nya. Senyuman lebar terkesan kekanakan itu terpantri di wajah tampan nya.

Leeteuk yang merasa terpanggil pun menghentikan langkahnya lalu membalikan badan nya. Senyuman lembut hingga dimple kecil di sudut pipi kirinya terlihat. Senyuman yang hanya akan di tunjukan pada orang-orang yang sudah di kenalnya dekat saja.

"Akhirnya hyung berhenti juga."

Namja yang tadi berlari itu sekarang sudah berada di hadapan Leeteuk. Namja itu membungkukan badan nya dengan kedua tangan bertumpu pada lutut. Mengatur napas nya yang cukup terengah karena berlari terlebih dahulu sebelum menegakan tubuhnya kembali.

"Apa kabar Hae-ah?"

Donghae—pemuda itu tersenyum lebar mendengar sapaan dari Leeteuk. Ia mengangguk pasti sebelum menjawab.

"Sangat baik. Dan aku sangat merindukan mu, hyung. Kenapa kau tidak pernah datang ke Han-gang lagi eoh? Kami menanti mu," Donghae berucap dengan berbagai ekspresi. Mulai dari senang, memelas hingga protes membuat Leeteuk tak bisa menyembunyikan senyum geli nya.

"Mianhae. Belakangan ini aku cukup sibuk," balas Leeteuk.

"Mainlah ke Han-gang, hyung~" pinta Donghae setengah merengek.

"Nanti aku pasti main ke sana jika ada waktu senggang," jawab Leeteuk pasti membuat Donghae melebarkan senyuman nya.

Donghae memperhatikan sosok Leeteuk seksama lalu bertanya, "Apa yang hyung lakukan di sini?"

"Seperti biasa, membeli kertas" Leeteuk menunjukan tumpukan kertas yang ada di tangan nya.

Donghae menggelengkan kepalanya, "Kertas lagi," gumam nya malas.

"Kau sendiri?" Leeteuk balik bertanya sembari terkekeh.

Donghae terdiam sejenak sebelum menyengir sambil mengelus tengkuknya, "Itu…"

"Jangan bilang kau mencuri lagi?" selidik Leeteuk sambil memincingkan mata nya terlihat jelas tidak suka. Donghae masih menyengir sambil sesekali tertawa canggung. Otak nya yang tidak terlalu pintar itu mulai bekerja mencari sebuah jawaban dan alasan yang tepat agar namja di hadapan nya ini tidak marah.

"Itu… Tentu saja ti—"

"HAE~~"

Leeteuk dan Donghae sontak menoleh saat mendengar seseorang memanggil nama Donghae dengan suara ceria nya. Seorang namja bertubuh kurus berlari sembari mengulas gummy smile manis nya. Orang-orang yang melihat nya hanya tersenyum geli melihat ekspresi lucu dari anak itu.

"Hae! Kenapa meninggalkan ku begitu saja? Aish Ya sudahlah. Ah! Lihat aku mendapatkan banyak roti. Kalau kau tidak pergi, kita pasti bisa mendapat lebih banyak dari ini."

Namja yang biasa di panggil Eunhyuk itu langsung mencerocos saat tiba di hadapan Donghae sembari menunjukan sekeranjang tumpukan roti di tangan nya. Donghae hanya bisa meringis melihat kekecewaan dari Eunhyuk dan tatapan tajam dari Leeteuk. Ingin sekali rasanya Ia memukul kepala rekan nya itu karena berbicara di saat tidak tepat.

"Hyukie!" pekik Donghae kesal karena Eunhyuk terus berbicara tanpa mempedulikan ekspresi menegurnya.

Eunhyuk mengerutkan dahinya karena sahabat nya itu memekik. Donghae berusaha memberi kode pada Eunhyuk lewat sebuah lirikan. Eunhyuk pun mengikuti arah lirikan Donghae dan langsung tersentak kaget saat mendapatkan Leeteuk yang sudah tersenyum dingin.

"T-Teuki hyung! A-annyeong~"

Eunhyuk berucap dengan gugup dan terbata. Ia langsung membungkukan badan nya untuk memberi salamDandengan segera menyembunyikan keranjang roti di balik punggung nya. Hingga kemudian Donghae dan Eunhyuk hanya bisa saling melirik dan tersenyum canggung pada Leeteuk yang masih menatap mereka intens.

"Mencuri lagi?" tanya Leeteuk pelan namun tegas dan sedikit dingin menandakan ketidaksukaan namja itu pada perbuatan kedua nya.

Donghae dan Eunhyuk pun memutuskan hanya terdiam sambil menundukan kepalanya menghindari tatapan tajam dari orang yang pernah menolong mereka dahulu.

"Bukankah sudah hyung katakan untuk jangan mencuri lagi?" Leeteuk menggelengkan kepala nya.

"Kalian ingin di pukuli dan di adili seperti dulu jika tertangkap lagi, heum?" Donghae dan Eunhyuk langsung menggelengkan kepalanya cepat. Mengingat kejadian itu saja sudah membuat mereka bergidik ngeri, tentu saja mereka tak ingin mengulangi hal tersebut.

"Itu tidak baik. Sesulit apapun kita, jangan pernah mencuri lagi. Selain itu perbuatan tidak terpuji. Dan orang-orang dengan derajat tinggi nan sombong itu akan semakin memandang rendah kita jika melihat hal ini," ucap Leeteuk berusaha membuka pikiran dua anak yang berbeda setahun lebih muda dari nya itu.

"Tapi kami lapar, hyung," jujur Eunhyuk dengan wajah memelas.

"Temui aku jika kalian lapar atau membutuhkan sesuatu, aku sudah mengatakan itu bukan?" ucap Leeteuk lagi sedikit keras.

"Kami mencuri bukan hanya untuk diri kami. Tapi juga untuk anak-anak lain nya. Dan kami sudah sering menyusahkan mu."

Eunhyuk kembali membalas ucapan Leeteuk walau Donghae sudah menarik-narik sakgui coklat lusuh yang di kenakan nya seakan menyuruh sahabatnya untuk diam saha.

Leeteuk menghela napas sebelum berjalan mendekati Eunhyuk membuat namja bergummy smile itu semakin menundukan kepala nya kembali. Eunhyuk memejamkan mata nya saat Leeteuk sudah berada di hadapan nya dan mengulurkan tangan ke arah nya.

Namun sedetik kemudian, Eunhyuk membuka dan mengerjapkan mata nya polos. Leeteuk mengelus dengan lembut surai rambutnya yang sedikit kusut.

"Hyung…" gumam Eunhyuk saat Leeteuk membungkukan badan nya, mensejajarkan pandangan nya dengan wajah Eunhyuk.

Eunhyuk seakan terhipnotis dengan tatapan teduh dan senyuman yang sangat indah bagai malaikat itu.

"Berapa pun kalian membutuhkan uang untuk membeli makanan, aku akan berusaha memberikan nya," ucap Leeteuk lembut.

"Kami selalu merepotkan mu, hyung."

"Tapi aku senang melakukan nya."

Eunhyuk terdiam sebelum mengulas senyuman tulus, "Gomawo Teuki hyung," ucap nya.

Leeteuk mengangguk lalu menegakan tubuhnya kembali. Ia tersentak kaget saat tiba-tiba Donghae memeluk nya sekilas lalu namja berwajah kekanakan itu tersenyum lebar.

"Kami sangat beruntung bisa mengenal mu. Kau adalah malaikat kami~" ungkapnya membuat Leeteuk tertawa pelan, "Jangan berlebihan. Aku bukan malaikat. Aku sama seperti kalian," ucap Leeteuk sembari mengacak surai rambut Donghae.

Setelahnya Leeteuk mengeluarkan kantung kecil berwarna merah maroon dari dalam jeogori nya lalu menyerahkan kantung tersebut pada Donghae yang menerima nya dengan kernyitan bingung.

"Bayar roti yang kalian ambil dan beli beberapa roti lagi untuk semua nya dengan uang itu," titah Leeteuk.

Donghae dan Eunhyuk terdiam sambil saling melempar tatapan, "Semua nya untuk kami?" tanya Donghae sambil menatap Leeteuk dan kantung uang di tangan nya bergantian.

Leeteuk mengangguk pasti membuat Donghae dan Eunhyuk tersenyum lebar.

"Gomawo hyung~!" sorak kegirangan Donghae dan Eunhyuk.

Leeteuk hanya tersenyum tipis memperhatikan keceriaan dari dua orang yang sudah di anggap nya adik sendiri itu.

Tanpa mereka sadari, seseorang yang memakai darumugi terbuat dari kain satin yang lembut berwarna orange bercorak putih dengan ukiran cantik pada kain nya itu tengah memperhatikan ketiga nya dengan seksama.

Ia menarik sudut bibirnya saat menatap Leeteuk intens.

"Memang menarik," gumam nya pada diri sendiri sebelum melangkah pergi dari tempat tersebut.

.

.

.

Alunan suara dari alat musik seperti gayageum dan haegeum terdengar indah menyelimuti aula cukup besar di sebuah rumah seorang pemusik kota ini. Beberapa orang tengah duduk memainkan alat musik nya masing-masing untuk berlatih.

Begitu pula dengan putra pertama dari pemusik itu, Yesung pun tengah memainkan gayageum nya. Matanya terpejam menikmati alunan merdu dari suara yang di hasilkan kecapi nya sedangkan jari mungil nya lincah memetik senar kecapi.

Setelah beberapa saat, permainan nya pun selesai. Yesung tersenyum puas lalu membuka mata nya dan langsung mendapat sambutan tepuk tangan pelan dari Siwon yang entah sejak kapan sudah berada di rumah nya.

"Permainan mu semakin hebat. Sempurna!" puji Siwon yang berdiri tak jauh dari Yesung.

Yesung hanya tersenyum menawan lalu meletakan gayageum nya di lantai kayu aula tersebut. Kemudian ia berdiri dan menghampiri Siwon.

"Kapan kau datang, Wonie?" tanya Yesung setelah berada di hadapan Siwon.

"Beberapa saat lalu," jawab Siwon dengan dimple smile nya.

Yesung mengangguk paham. Kedua nya memang sepakat akan ke toko kertas untuk melaksanakan permintaan Kyuhyun hari ini.

Entah mengapa Yesung dan Siwon terdiam memperhatikan latihan dari para pemusik yang di pimpin oleh ayah Yesung tersebut. Lagu yang merdu membuat mereka seakan terhipnotis untuk menikmati setiap alunan nada.

Yesung mengedarkan pandangan nya memperhatikan setiap sudut aula hingga ke halaman rumah nya. Mata nya memincing saat melihat sebuah kepala menyembul di atas tembok pagar yang membatasi halaman rumah nya. Seorang namja mungil dengan surai coklat madu yang sering sekali kepergok tengah berada di sana oleh Yesung.

Helaan napas keluar dari mulut Yesung. Dengan seksama dia memperhatikan apa yang di lakukan anak itu di atas sana. Sudah beberapa bulan ini, anak itu tak pernah absen mengintip saat latihan musik berlangsung.

Tatapan namja mungil itu terfokus pada pemusik yang masih memainkan alat nya masing-masing. Sesekali mata nya terpejam dan kepala nya bergerak seirama dengan alunan nada, terlihat sangat menikmati.

Lagu memang menjadi salah satu faktor penghiburan. Setiap alunan nada bisa membuat hati menjadi lebih tenang dan damai. Tersirat sebuah makna dari permainan nada dalam sebuah lagu untuk di sampaikan kepada setiap pendengar.

Senyuman yang sedaritadi menghiasi wajah manis namja itu mulai memudar saat ia membuka mata nya dan langsung bertemu pandang dengan anak pemilik rumah tersebut. Dengan sulit ia menelan ludahnya saat mendapat tatapan intens dari orang yang sering memergoki dan mengejarnya belakangan ini.

Tak banyak pikir, namja mungil itu pun segera turun dari balok kayu yang menjadi tempat tumpuan kaki nya agar mencapi tembok pembatas kemudian segera berlari pergi.

Melihat itu, Yesung pun segera berlari keluar dari rumah. Namun ia terdiam di depan gerbang rumah nya dan hanya menatap punggung namja mungil yang sudah berlari menjauh.

"Yesung hyung!"

Yesung menoleh ke arah Siwon yang ternyata mengikuti nya. Siwon mengerutkan dahi nya bingung kenapa hyung nya tiba-tiba saja berlari keluar.

"Ada apa?" tanya Siwon mengutarkan kebingungan nya.

Yesung tersenyum lalu mengalihkan tatapan nya kembali ke jalan tempat anak tadi berlari, "Anak itu…" gumam nya.

Siwon mengikuti arah pandang Yesung masih dengan kernyitan bingung karena tak menemukan apa pun di sana. Hanya ada beberapa orang berlalu lalang dan tak mencurigakan.

"Kau ingat dengan anak yang bersenggolan dengan Kyuhyun saat di pasar dulu?" tanya Yesung.

Siwon terdiam berusaha mengingat hingga akhirnya ia menganggukkan kepalanya.

"Dia sering mengintip dan memperhatikan kami saat latihan. Aku tidak tahu kenapa, karena setiap aku hendak menghampiri dan bertanya pada nya, dia sudah kabur," cerita Yesung.

Siwon mengangguk mengerti, "Mungkin dia tertarik dengan permainan musik kalian, hyung dan mungkin saja dia malu karena ketahuan mengintip oleh mu," duga Siwon.

Yesung tersenyum geli, "Aku rasa juga begitu. Dia terlihat senang setiap melihat pemusik latihan," balas Yesung.

"Andai dia tidak kabur pasti aku mengajaknya masuk dan melihat latihan dari dekat," tambah nya lagi. Siwon hanya manggut-manggut saja.

"Sudahlah, kita ke toko sekarang?" tanya Yesung.

Siwon tersenyum lalu mengangguk, "Terserah hyung saja."

"Baiklah, aku siap-siap dulu."

Kedua nya kembali ke dalam rumah Yesung untuk memberikan waktu bagi Yesung untuk bersiap-siap sebelum melakukan penyelidikan.

.

Berlari di tengah keramaian orang, sesekali kepala nya menoleh ke belakang tanpa menghentikan langkah lari nya. Surai madu nya bergerak seirama dengan hembusan angin yang memainkan nya. Tak mempedulikan tatapan aneh dari orang-orang. Satu yang harus ia lakukan saat ini. Berlari agar tidak tertangkap.

Tapi beberapa saat kemudian, anak itu mulai memelankan langkah lari nya. Orang yang ia duga mengejarnya tak kunjung terlihat. Senyuman lega mulai terpantri di wajahnya.

"Syukurlah," gumam nya masih sesekali menoleh ke belakang.

Namun baru ia bisa mendesah lega, dia harus tersentak kaget saat seseorang memeganggi lengan nya secara tiba-tiba. Degub jantung nya pun langsung berpacu.

"Aigoo Ming hyung!" pekik anak itu saat menyadari siapa yang memeganggi lengan nya, "Kau mengagetkan ku!" dengus nya lagi sembari mengelus dada nya seakan hal itu bisa meredakan degub jantung nya yang berpacu.

"Aish kau juga membuat telinga ku berdengung, Wookie!" balas namja di panggil Ming atau Sungmin itu tak kalah kesal sembari menggosok daun telinga kanan nya.

Ryeowook—namja bersurai madu itu menggembungkan pipinya kesal, "Salahmu sendiri," tukas nya.

"Haha, mianhae nde?" Sungmin tersenyum geli lalu mengacak surai madu Ryeowook sekilas, "Apa yang kau lakukan di sini eoh?" tanya nya.

Ryeowook hanya tersenyum tanpa menjawab. Sungmin terdiam sejenak berusaha mencerna maksud senyuman dari namja di hadapan nya ini sebelum menghela napasnya.

"Ke rumah pemusik itu lagi?" tebak Sungmin yang hanya di balas anggukan antusias dari Ryeowook.

"Kau tahu hyung? Mereka berlatih musik baru. Irama dan alunan nada nya sungguh teratur dan terdengar indah," ucap Ryeowook dengan mata berbinar, Sungmin hanya bisa tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala nya.

"Ah hyung sendiri sedang apa?" tanya Ryeowook mulai mengalihkan pembicaraan.

Ryeowook memperhatikan penampilan Sungmin dari atas hingga bawah dengan seksama. Sungmin mengenakan jeogori berwarna pink baby di padu dengan sakgui berwarna kuning gading lalu memakai baji berwarna abu-abu. Kening nya pun di balut dengan ikat kepala berwarna abu-abu, sedikit tertutupi oleh poni samping namja berwajah aegyo namun terlihat gurat manly. Tangan kanan Sungmin pun menggenggam erat sebilah pedang yang di selimuti oleh sarung pedang berwarna merah dengan ukiran berwarna hitam.

"Aku mau latihan," jawab Sungmin langsung.

"Kemana?" Ryeowook kembali bertanya.

"Seperti biasa hutan, mau ikut?" tawar Sungmin membuat Ryeowook langsung menggelengkan kepala nya, menolak tawaran hyung nya itu.

"Shireo! Melihat mu menebas pohon-pohon itu membosankan," Ryeowook melipat kedua tangan nya di depan dada.

Sungmin tertawa pelan, "Kau juga harus mulai berlatih bertarung, Wookie. Ini sangat penting," bujuk nya.

Ryeowook tetap menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya. Sungmin pun hanya bisa terkikik geli sambil menepuk-nepuk kepala Ryeowook.

"Sudahlah, aku pergi dulu."

Sungmin mengangkat pedang nya sebatas dada sebagai salam sebelum melangkah pergi. Ryeowook hanya menggelengkan kepala memperhatikan punggung kakak angkatnya itu. Tiba-tiba namja bertubuh mungil itu meringis saat membayangkan Sungmin menebas pohon-pohon di hutan tanpa ampun. Membayangkan saja membuat nya bergidik ngeri apalagi melihat secara langsung.

Tak ingin berpikir macam-macam lagi, Ryeowook pun kembali berlari berlawanan arah dengan Sungmin untuk segera kembali ke rumah nya.

.

.

.

†_TPF_†

"Tsaah!"

Derap langkah kuda terdengar memenuhi halaman istana bersamaan dengan kuda berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan cukup kencang.

"Putra mahkota!"

Teriakan keras bercampur deru napas memburu dari Kasim Choi yang tengah berlari bersama para pengawal dan dayang hanya untuk mengejar putra mahkota yang sudah menghilang dari pandangan bersama kuda nya.

Sejak beberapa saat lalu Kyuhyun memang tengah menunggang kuda. Awalnya hanya berjalan mengelilingi halaman istana sebelum tiba-tiba Kyuhyun memacu kuda nya untuk berlari kencang alhasil rombongan nya tidak bisa berbuat apa pun itu hanya bisa mengejar dan berteriak memanggil, berharap putra mahkota akan segera berhenti.

"Tsah!"

Kyuhyun memacu tali kendali pada kuda dan menepuk pelan perut kuda dengan kaki nya membuat kuda hitam itu semakin mempercepat laju lari nya. Tubuhnya bergetar seirama dengan pergerakan kuda. Melewati halaman istana yang sepi dan hanya di lewati beberapa prajurit dan dayang saat jam bekerja seperti ini.

Pandangan Kyuhyun lurus ke depan. Tatapan tajam nya membuat image putra mahkota ini semakin terlihat keren dan tegas. Mulutnya terus mengeluarkan gumaman perintah pada sang kuda dengan napas cukup terengah walau bukan dirinya yang berlari.

Walaupun terlihat serius menunggangi kuda nya, sebenarnya pikiran Kyuhyun tengah melayang-layang meninggalkan raga nya. Kyuhyun menggelengkan kepala berusaha mengumpulkan konsentrasi nya dalam berkuda atau dia bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Setelah puas berkeliling, Kyuhyun memutuskan menuju kolam istana. Ia menghela napas lalu turun dari kuda nya. Mengelus dan menepuk-nepuk pelan sang kuda seakan sebagai ungkapan sayang dan terima kasih nya.

Kyuhyun mulai berjalan di jalanan kayu menuju sebuah gazebo indah yang berada di tengah kolam. Mata Kyuhyun terpejam setelah ia tiba di gazebo tersebut. Menghirup udara segar untuk memenuhi rongga paru-paru nya.

Beberapa tanaman merambat dan bunga kecil terlihat menghiasi tiang-tiang penyangga gazebo membuat nya semakin terlihat menyejukan mata.

Setelah beberapa saat, Kyuhyun kembali membuka mata nya. Memandang keindahan kolam jernih berhiaskan teratai indah di permukaan nya.

'Tidak ada nama Leeteuk dari seluruh penduduk di negara ini. Aku sudah mengecek nya berulang kali di daftar baik dari sensus terbaru maupun yang sudah lewat. Apa kau yakin nama nya adalah Leeteuk?'

Ucapan Heechul beberapa jam lalu kembali berputar di pikiran Kyuhyun. Dan ini yang mengganggu pikiran putra mahkota itu sejak tadi.

"Siapa nama mu sebenarnya? Apa arti PJS? Sangat misterius," gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun tersenyum kecil. Entah mengapa ia merasa orang yang menyebut dirinya Leeteuk itu sangat misterius. Ini pertama kali nya ia bertemu dengan orang yang penuh dengan rahasia. Belum ia temukan alasan kenapa Leeteuk bersikap begitu dingin pada nya dan yang lain, sekarang untuk masalah nama saja begitu sulit untuk di ketahui.

"Semoga Yesung hyung dan Siwon hyung bisa mendapat jejak nya," ucap Kyuhyun sembari memandangi pantulan dirinya dalam air.

Derap langkah kaki membuat Kyuhyun melirik ke belakang dengan ekor mata nya. Senyuman geli ia tunjukan saat melihat kasim Choi sudah berdiri beberapa langkah di belakang nya. Kasim Choi menunduk masih mengatur napas nya.

"Kau lelah Kasim Choi?" tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan tatapan nya dari kolam.

Kasim Choi mengambil napas terlebih dahulu, "Animnida putra mahkota," jawab nya sedikit berdusta. Tidak mungkin Ia mengeluh pada putra mahkota bukan?

"Benarkah?" Kyuhyun mulai tersenyum jahil.

"Ye."

Mendengar itu, Kyuhyun pun menggedikan bahu nya lalu berbalik badan. Memperhatikan kasim Choi, pengawal dan dayang nya. Mereka semua menunduk dalam, masih sangat terlihat kelelahan. Ia mendengus saat melihat kasim Choi.

"Aku tidak suka pendusta," gumam Kyuhyun sangat pelan.

Kasim Choi yang merasa putra mahkota berbicara sesuatu mulai menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung. Kyuhyun hanya terdiam lalu memutuskan untuk melangkahkan kaki nya. Otomatis kasim Choi dan rombongan lain nya memberikan jalan bagi putra mahkota untuk lewat.

"Kalau begitu berolahraga sedikit lagi tidak masalah bukan? Kalian pasti masih sanggup mengikuti ku," ucap Kyuhyun sembari naik kembali ke atas kuda hitam nya dengan bantuan kasim Choi.

Kyuhyun menyeringai saat melihat raut kaget dari semua pengikutnya, "Kajja~ Tsaah!"

"Mwo? Chakaman putra mahkota~"

Kyuhyun sudah pergi kembali dengan kuda hitam nya. Melaju dengan kecepatan cukup tinggi walau tidak secepat sebelum nya. Para pengikut pun hanya bisa pasrah dan kembali berlari mengikuti. Kyuhyun tertawa geli mendengar panggilan dari kasim Choi.

.

.

"Bum hyung~"

Entah sudah berapa kali rengekan itu terdengar di perpustakaan istana. Kyuhyun terus mengikuti langkah Kibum sambil terus merengek. Dan seakan tidak peduli, Kibum tak menanggapi. Ia terus berkelilingi dan memandangi buku-buku yang tersusun rapi di rak.

Kyuhyun merutuk semua buku yang sudah terlihat usang. Buku-buku itu justru lebih menarik perhatian Kibum daripada dirinya yang sejak tadi merengek untuk mengambil perhatian kakak sepupu nya tersebut.

"Kibum hyung!"

Kyuhyun menarik kursi tepat di sebelah Kibum dan mendudukan diri nya secara kasar di sana. Kibum masih tidak peduli dan tetap fokus pada buku yang sudah ia buka di atas meja.

"Pangeran Kim, aku sedang bicara!" pekik Kyuhyun mulai kesal di abaikan seperti itu.

Kibum menghela napas lalu menghentikan aktivitas nya terlebih dahulu. Ia menoleh dan menatap Kyuhyun dengan wajah datar tanpa ekspresi nya.

"Apa yang putra mahkota inginkan dari ku sebenarnya?" tanya Kibum dengan nada pelan.

"Jika kau tetap meminta ku untuk melakukan hal bodoh itu, aku menolak walau itu merupakan titah mu. Terserah kau mau menghukum ku atau apapun aku akan menerima nya," lanjut Kibum memotong Kyuhyun yang baru saja ingin membuka mulutnya kembali.

Kyuhyun mendengus sebal. Memang setelah mendapat sebuah kabar dari Siwon dan Yesung tentang jejak Leeteuk, ia langsung menemui Kibum di tempat ini. Segera meminta bantuan pada kakak sepupu nya itu tapi Kibum langsung menolak mentah-mentah setelah mendengar rencana nya.

"Kau bilang akan mendukung semua yang ku lakukan," ucap Kyuhyun sambil melipat tangan nya di depan dada.

Kibum terdiam dan mulai kembali mengalihkan tatapan pada buku nya.

"Tapi belum apa-apa, kau sudah tidak mau membantu ku." Kyuhyun melirik Kibum dengan kesal, pipi nya menggembung lucu.

"Aku akan mendukung semua yang kau lakukan asal tidak berlebihan dan bukan hal bodoh seperti itu," ralat Kibum tanpa menoleh.

"Dan sekarang aku tidak berlebihan hyung~ Aku hanya meminta bantuan mu saja"

Buk!

Kyuhyun berjengkit kaget saat Kibum menutup buku nya dengan kasar membuat suara debuman cukup keras. Ia meringis saat Kibum menatap nya tajam dan dingin. Demi apa pun Kyuhyun tidak suka jika Kibum sudah memasang wajah datar dengan tatapan tajam seperti ini.

"Kau ingat janji mu dulu? Kau janji tidak akan kabur dari istana lagi dan aku sudah membantu mu untuk keluar istana saat itu," desis Kibum.

"Dan sekarang kau justru meminta ku untuk menyamar menjadi diri mu dan tidur di Uiseong agar kau tidak ketahuan menyelusup keluar di malam hari?" lanjut Kibum sambil menggelengkan kepala nya.

Kyuhyun hanya bisa terdiam sambil menundukan kepala nya. Dari semua orang yang di kenal nya, entah mengapa hanya seorang Kibum yang selalu bisa membuat nya bergidik ngeri.

"Tapi mereka mendapatkan alamat Leeteuk. Aku ingin menemui nya. Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan pada nya," ucap Kyuhyun. Kibum terdiam sejenak.

"Keluar malam hari itu berbahaya, Kyu. Kenapa tidak pagi atau siang?" balas Kibum.

Kyuhyun tersenyum mengerti maksud Kibum yang terlihat mengkhawatirkan diri nya.

"Sangat sulit untuk pergi selain malam hari, hyung. Aku tidak ingin mereka semua panik jika tahu aku kabur. Resiko ketahuan nya lebih besar," ucap Kyuhyun.

"Tapi keadaan di luar istana saat malam itu sangat berbahaya!" Kibum menekankan ucapan nya.

"Ne aku tahu dan Siwon hyung sudah bersedia mendampingi ku."

"Mwo?"

Kibum menggelengkan kepala nya heran, tidak habis pikir kenapa Siwon bersedia dengan rencana seperti ini? Dengan mudah nya mengabulkan permintaan Kyuhyun untuk menemani nya. Kibum memincingkan mata nya, memperhatikan Kyuhyun yang tengah menatap nya dengan penuh harap.

Kibum beranjak dari kursi nya dan membawa buku yang sebelum nya di baca. Ia berjalan menuju rak untuk mengembalikan buku di tempat asal nya. Kyuhyun masih setia mengikuti setiap langkah kakak sepupu nya itu.

"Jebal hyung bantu aku~" Kyuhyun masih terus membujuk nya, "Kau boleh meminta apa pun pada ku," rayu nya lagi.

"Batalkan rencana berbahaya mu itu!" pinta Kibum membuat Kyuhyun memutar bola mata nya malas, "Selain itu tentu nya," dengus Kyuhyun.

Kyuhyun menahan lengan Kibum yang hendak keluar dari perpustakaan.

"Aku harus tahu siapa orang itu. Sungguh aku sangat penasaran dengan nya hyung. Aku yakin dia orang baik dan aku ingin menjadikan dia sahabat sekaligus hyung ku. Kau pasti mengerti maksud ku, Kibumie hyung."

Kibum terdiam. Ia hanya memperhatikan dan menatap ke dalam manic coklat kembar milik putra mahkota. Tak ada keraguan di dalam mata itu. Hanya ada tekad, ambisius dan keyakinan yang terlihat di sana.

Kibum tahu Kyuhyun bukan lah orang yang mudah dekat dengan orang lain. Kyuhyun cukup selektif dalam memilih orang untuk menjadi teman juga orang-orang yang bisa dekat dengan diri nya. Pengalaman buruk akan banyak nya orang yang hanya memanfaatkan derajat nya sebagai putra mahkota membuat Kyuhyun menjadi sangat selektif memilah teman.

Teman yang tidak memakai topeng dan mengandalkan segala cara untuk memanfaatkan semua kekuasaan yang di miliki nya sebagai orang keempat terpenting di negara ini setelah ibu suri, raja dan ratu. Melainkan teman yang setia berada di samping nya dalam suka dan duka. Menjadi tempat penopang kekuatan, penghibur, pendukung, berkeluh kesah dan berbagi canda.

Dan hingga saat ini, Kyuhyun baru memilih dirinya, Heechul, Siwon dan Yesung yang di percaya menjadi orang terdekat nya.

"Hyung…" panggil Kyuhyun membuyarkan lamunan Kibum.

Kibum menghela napas dan melepaskan tangan Kyuhyun pada lengan nya, "Terserah," ucap Kibum pelan. Dan tak membuang waktu, Kibum membungkuk memberi hormat pada Kyuhyun lalu setelah nya ia keluar.

Hanya satu kata itu saja sudah membuat Kyuhyun menarik sudut bibirnya. Ia menghela napas lega, ia mengerti maksud dari ucapan Kibum dan ia yakin Kibum sudah menyetujui rencana nya. Dengan langkah senang, Kyuhyun keluar dan segera di sambut oleh rombongan nya yang sudah menunggu.

.

.

.

Bagian selatan dari istana, mengalir sebuah sungai yang menjadi salah satu sumber air. Sungai dengan aliran air yang jernih juga sejuk. Namun di sebrang sungai ini ada sebuah perkampungan kumuh yang terlihat tak terurus, perkampungan yang menjadi tempat tinggal dari rakyat jelata.

Rumah-rumah yang tebuat dari kayu sederhana dengan beratapkan rami maupun papan. Sangat berbeda dengan rumah dari rakyat menengah apalagi bangsawan di kawasan barat hingga utara.

Anak-anak dari kaum cheonmin itu terlihat berlarian saat sore hari seperti ini. Sebuah rutinitas yang biasa terlihat di tempat tersebut. Mereka tertawa bersama dengan teman sebaya nya, memainkan permainan sederhana yang di buat sendiri tanpa terlihat beban sedikit pun. Sedangkan orang tua mereka lebih memilih berada di dalam rumah atau di tempat-tempat membuat berbagai macam kerajinan untuk di jual ke pasar.

"Hei semua, lihat kami punya banyak roti. Cepat kemari!"

Anak-anak yang masih bermain itu menghentikan aktivitas nya dan menoleh ke arah dua anak yang baru saja terlihat dan membawa beberapa keranjang yang di penuhi roti. Melihat dua orang yang tidak asing bagi mereka, sontak anak-anak menghampiri Donghae dan Eunhyuk yang sudah duduk di sebuah teras rumah entah milik siapa.

Dengan tergesa anak-anak kaum cheonmin itu segera mengambil roti yang terbuat dari tepung dengan harga murah itu dan memakan nya bersama. Mengelilingi Donghae dan Eunhyuk yang hanya tersenyum lebar melihat kesenangan di wajah teman-teman nya.

"Kalian mendapat banyak sekali hasil hari ini," celetuk Jaejin, salah satu teman mereka.

"Kemampuan mencuri kalian semakin hebat saja. Lain kali curilah uang atau barang berharga, jangan hanya makanan," celetuk Seunghyun yang di setujui dengan anggukan dari lain nya.

Donghae dan Eunhyuk sontak merengut kesal mendengar hal tersebut. Mereka terkesan seperti orang jahat yang ulung sekali dalam hal mencuri, walaupun hal itu tidak salah juga.

"Hari ini kami tidak mencuri!" dengus Eunhyuk lalu menggigit roti panjang nya.

"Ne, ini semua kami dapatkan secara halal," timpal Donghae yang membuat teman-teman nya terdiam, menatap kedua nya dengan tatapan tidak percaya.

"Benarkah? Lalu kalian dapat semua nya dari mana?" tanya Sungjae penasaran.

"Tidak penting siapa yang memberikan nya. Yang penting kalian makan saja yang banyak," Eunhyuk menyengir lebar.

Anak-anak itu terlihat mengangguk, tidak peduli juga siapa yang memberikan. Yang penting mereka mendapat roti yang menurut mereka sudah sangat enak ini.

"Dimana Kangin hyung dan Hankyung hyung?" tanya Donghae sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar mencari dua orang rekan mereka.

"Tempat biasa," jawab Jaejin.

Donghae dan Eunhyuk saling melempar tatapan. Donghae mulai mengambil empat roti dan menaruh nya di keranjang yang sudah kosong isi nya. Tanpa membuang waktu, kedua nya pergi meninggalkan kerumunan teman-teman nya yang masih memakan roti di sana.

Mereka menyusuri perkampungan itu menuju sebuah tempat yang sudah di hapal kedua nya. Donghae tersenyum saat melihat dua sosok orang yang di anggap hyung nya itu.

Seorang namja dengan tubuh kekar terlihat tengah memotong balok-balok kayu menjadi lebih kecil dengan kampak di tangan nya. Kim YoungWoon atau mereka sering memanggil nya Kangin.

Lalu seorang namja berwajah oriental terlihat tengah menggerakan badan nya, berlatih dengan dua buah tongkat kembar yang di sambungkan dengan sebuah rantai. Menggerakan tongkat tersebut dengan berbagai teknik penyerangan juga pertahanan. Tan Hangeng bukan lah orang Joseon asli. Dia tiba-tiba datang ke tempat ini dan memutuskan tinggal di sini setelah di terima oleh penduduk lain nya. Mereka lebih sering memanggil namja oriental itu dengan sebutan Hankyung.

"Hyung!"

Hankyung dan Kangin menghentikan aktivitas mereka dan menoleh ke arah Donghae dan Eunhyuk yang baru saja datang. Hankyung tersenyum ramah menyambut kedua nya. Ia mendudukan dirinya di teras sebuah gazebo kumuh di ikuti dengan Donghae dan Eunhyuk. Sedangkan Kangin hanya mengangkat sebelah tangan nya sebagai salam, menghapus peluh yang memenuhi kening nya dan kembali melanjutkan tugas memotong balok kayu itu.

"Kangin hyung, kemarilah. Kami membawa roti," seru Donghae sambil melambaikan tangan nya memanggil Kangin.

Donghae dan Eunhyuk mengernyit karena Kangin tak merespon dan tetap fokus mengerjakan pekerjaan nya.

"Ada apa dengan nya?" tanya Eunhyuk sembari menyodorkan sebuah roti pada Hankyung.

Hangkyung tertawa geli memperhatikan Kangin sebelum mengambil roti yang di berikan Eunhyuk sebelum menjawab pertanyaan namja itu, "Sedang kesal," jawab nya.

"Tadi kami pergi ke tempat pembuatan keramik untuk sedikit membantu di sana tapi ada sedikit masalah," cerita Hankyung.

"Masalah?" gumam Donghae sambil memiringkan kepala nya.

"Saat itu Kangin ingin membantu untuk mengecat keramik yang sudah jadi. Tapi saat ia membawa cat, tiba-tiba ada seorang anak bangsawan yang lewat dan mereka bertabrakan. Cat yang di bawa Kangin pun mengenai pakaian nya dan anak itu memaki Kangin jadi sekarang dia sedang kesal," terang Hankyung masih tersenyum geli mengingat kejadian yang Kangin dan dirinya alami tadi.

Donghae dan Eunhyuk manggut-manggut mengerti, "Orang itu tidak minta ganti rugi?" tanya Eunhyuk lagi.

Hankyung menggedikan bahu nya, "Mereka sempat berdebat dan ketika namja itu merendahkan kami, Kangin langsung menarik ku pergi dari sana," jawab Hankyung.

"Sudahlah jangan membicarakan hal itu lagi!"

Kangin yang entah sejak kapan sudah berada di sana, merengut kesal dan mendudukan dirinya secara kasar di samping Donghae. Tangan nya segera mengambil roti di keranjang dan memakan nya dengan brutal. Hankyung, Donghae dan Eunhyuk pun hanya bisa menggelengkan kepala.

"Kalian mencuri dimana hari ini?" tanya Kangin memecah keheningan yang terjadi.

Donghae dan Eunhyuk menggembungkan pipi nya lucu.

"Kenapa semua orang mengira kami mencuri? Hari ini kami tidak mencuri!" decak kesal Eunhyuk yang di setujui dengan anggukan antusias dari Donghae.

Sontak Kangin dan Hankyung tertawa sambil memberikan tatapan heran pada kedua nya.

"Karena itu keahlian kalian," balas Kangin asal.

"Ya hyung!"

Kangin tersenyum geli dan memilih tak membalas, kembali memakan roti yang tinggal setengah itu.

"Jadi kalian dapat darimana roti ini?" tanya Hankyung akhirnya.

Donghae menatap Hankyung dengan antusias, "Teuki hyung. Tadi kami bertemu dengan nya," jawab Donghae senang.

"Benarkah? Sudah lama aku tak melihat nya," celetuk Kangin sembari memandangi roti di tangan nya.

"Dia yang memberikan roti ini lagi?" gumam Hankyung yang di balas dengan anggukan dari Donghae dan Eunhyuk.

"Tadi kami bertemu dengan nya di pasar. Dia kesal karena kami masih mencuri makanan," Eunhyuk meringis mengingat tatapan tidak suka dari Leeteuk namun akhirnya ia tersenyum mengingat kebaikan dari orang itu.

"Hingga akhirnya dia memberikan uang agar kami membayar semua roti yang kami ambil dan membeli beberapa lagi untuk kita semua" jelas Eunhyuk lagi.

Mereka semua tersenyum, "Dia orang baik," gumam Hankyung.

"Heum, padahal dia bukan dari keluarga bangsawan maupun menengah tapi dia suka memberikan uang dan makanan pada kita," timpal Kangin.

"Ne, dia juga mencari uang dari menjual karya tulis nya sendiri. Aahh~ aku ingin belajar menulis lagi dengan nya," harap Donghae sembari menyandarkan punggung nya di tiang penyangga.

Memang hanya mereka berempat yang mengenal dekat siapa Leeteuk dan apa saja yang sudah di berikan namja itu pada mereka.

"Kapan Teuki hyung akan kemari lagi?" tanya Hankyung mulai memakan roti nya kembali.

"Dia sedang sibuk", jawab Eunhyuk membuat Hankyung dan Kangin mengangguk paham.

"Ah! Bagaimana jika kita saja yang ke rumah nya?" usul Kangin dengan cengiran khas nya.

"Setuju!" Donghae dan Eunhyuk bersorak bersamaan sambil mengangkat tangan nya ke udara. Hankyung dan Kangin pun hanya terkikik geli dengan anak yang berkelakuan layaknya seperti saudara kembar itu.

Donghae dan Eunhyuk memang sangat dekat sejak kecil, dimana ada Eunhyuk di situ ada Donghae begitupula sebaliknya. Karena itulah Hankyung dan Kangin menjuluki kedua nya sebagai si kembar bodoh.

Mereka berempat pun terdiam memandangi langit sore yang mulai berubah menjadi kemerahan. Menikmati waktu bersama sembari berbincang santai dan memakan roti nya.

.

.

.

†_TPF_†

Lilin di dalam lampion-lampion yang menjadi sumber penerangan di sebuah ruangan dalam pavilium Uiseong telah di padamkan. Setelah makan malam, putra mahkota memutuskan untuk istirahat lebih awal, berdalih dia sedang lelah dan sangat mengantuk.

Keheningan pun terjadi di pavilium tersebut. Sudah hampir satu jam Kyuhyun memutuskan untuk tidur. Kasim Choi pun sudah kembali ke rumah nya meninggalkan beberapa dayang yang memang bertugas menjaga di depan kamar Kyuhyun dan beberapa pengawal yang menjaga sekitar pavilium.

Kyuhyun membuka mata nya setelah di rasa situasi nya sudah aman. Ia segera menyibak selimut nya dan beranjak dari futon hangat nya. Ia sedikit melongok keluar ruangan dari pintu berlapis kertas. Sudah sepi dan para dayang sepertinya sudah tidak memperhatikan secara fokus.

Senyuman lega pun terpantri di wajah putra mahkota tersebut. Tanpa membuang waktu Kyuhyun segera mendekati jendela di sudut kamar nya tanpa membuat suara berisik. Dengan hati-hati ia membuka jendela tersebut. Kyuhyun tersenyum saat mendapati Kibum yang sudah bersandar di dinding tak jauh dari jendela nya bersama dengan Siwon.

"Bum hyung, Won hyung," panggil Kyuhyun sangat pelan.

Siwon menunjukan dimple smile nya lalu membungkukan badan nya. Kibum menghela napas dan tanpa pikir panjang, pangeran Kim itu segera menaiki sebuah balok yang sudah di persiapkan dan melangkah masuk ke dalam kamar melewati jendela yang cukup untuk di masuki oleh nya.

"Bum hyung~"

Kyuhyun menatap Kibum dengan tatapan tidak enak. Wajah kakak sepupu nya itu masih datar tanpa ekspresi dan Kyuhyun yakin Kibum masih sangat tak menyetujui rencana nya ini. Kibum tak menjawab apa pun, ia justru melepaskan darumugi berwarna biru gelap milik nya dan menyerahkan nya pada Kyuhyun.

"Pakai ini agar penjaga mengenali mu sebagai diri ku," ucap Kibum.

Kyuhyun memperhatikan darumugi yang ada di tangan nya sesaat sebelum tersenyum tipis, "Ne, gomawo hyung," ucap nya tulus.

Kyuhyun mulai berganti pakaian yang sudah ia sembunyikan di salah satu sudut ruangan sedangkan Kibum justru melepas jeogori nya, bersiap untuk tidur walaupun ia yakin tidak akan bisa tidur hingga Kyuhyun kembali.

Setelah memakai darumugi milik Kibum, Kyuhyun pun mulai keluar dari jendela dengan kaki bertumpu pada balok kayu di bantu oleh Siwon yang masih berdiri di luar.

"Cepat kembali," pesan Kibum sebelum Kyuhyun pergi.

Kyuhyun mengangguk pasti, "Aku akan segera kembali," ucap nya dengan senyuman manis.

"Won hyung jaga anak bodoh itu," pesan Kibum lagi kali ini pada Siwon.

"Tenang saja Kibumie," balas Siwon.

Kibum hanya bisa menghela napas dan mengangguk pasrah. Walaupun tidak setuju dengan rencana bodoh ini tapi semua sudah terjadi dan dia tidak bisa menolak permintaan adik sepupunya itu.

Tak membuang waktu, Siwon dan Kyuhyun pun pergi setelah memberi salam pada Kibum. Hanya bisa memandangi kepergian putra mahkota pemilik kamar ini, Kibum menggelengkan kepala nya lalu tangan nya mulai terjulur menutup jendela itu kembali. Ia segera berbaring di futon milik Kyuhyun. Sebenarnya tidak ada guna nya juga ia di sini toh dayang-dayang itu tidak akan berani masuk tapi ini semua hanya untuk berjaga-jaga saja. Dan agar Kyuhyun mudah keluar dari istana dengan penjaga yang mengira Kyuhyun adalah Kibum yang beberapa saat lalu masuk bersama Siwon.

.

Dengan lancar Kyuhyun dan Siwon keluar dari gerbang istana. Seperti dugaan, para penjaga mengenali Kyuhyun sebagai Kibum karena melihat darumugi yang sama di kenakan Kibum saat masuk tadi.

"Cara ini lebih mudah," gumam Kyuhyun saat kedua nya berjalan menyusuri jalanan kota yang sudah cukup sepi.

"Tapi jika ketahuan, bukan hanya kau yang mendapat masalah tapi Kibumie juga akan mendapat hukuman berat," Siwon menanggapi. Kyuhyun mengangguk mengerti.

"Aku harap hal itu tak akan pernah terjadi, " ucap Kyuhyun, masih ada perasaan tidak enak pada kakak sepupu nya itu namun ia sangat beruntung memiliki hyung seperti Kibum yang sedikit banyak mengerti dirinya.

"Karena itu jangan pernah melakukan hal ini lagi," tegas Siwon membuat Kyuhyun meringis. Siwon pun terpaksa menyetujui rencana Kyuhyun karena tak sanggup melihat Kyuhyun yang merengek bahkan sudah meneteskan air mata tadi sore.

"Tapi apapun yang terjadi aku akan selalu melindungi nya juga diri mu, hyung," gumam Kyuhyun sembari tersenyum kecil. Siwon pun terkekeh mendengarnya.

Kedua nya pun berjalan dalam diam. Menikmati suasana malam menyusuri jalanan kota. Kyuhyun tersenyum memperhatikan kegiatan malam rakyat. Ini pertama kali nya ia keluar istana di malam hari seperti ini. Beberapa orang terlihat membenahi barang-barang nya di kios dan siap menutup kios jualan mereka. Rumah-rumah terlihat sepi, seperti nya para penghuni sudah asyik di dalam rumah hangat nya. Namun beberapa kedai makanan masih buka dan cukup ramai oleh pengunjung yang mencari makan di malam hari.

"Ini pertama kali nya aku keluar saat malam hari," gumam Kyuhyun pelan. Siwon menoleh dan tersenyum melihat wajah ceria Kyuhyun.

"Apa menyenangkan?" tanya Siwon.

Kyuhyun merapatkan darumugi nya untuk menghalau udara dingin lalu mengangguk, "Sangat. Suasana malam di luar istana menyenangkan. Tidak seperti dalam istana yang sangat sepi dan sedikit mengerikan menurut ku," jujur Kyuhyun membuat Siwon tertawa pelan.

"Aku serius hyung. Kau tahu pavilium Jeongsu? Kata para dayang dan pengawal, akan terdengar suara aneh saat malam di pavilium itu. Pohon-pohon rindang dalam istana juga sangat mengerikan saat malam belum lagi suasana yang sangat sepi," Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan nya.

Siwon semakin tertawa melihat ekspresi lucu Kyuhyun, "Putra mahkota penakut eoh?" goda Siwon membuat Kyuhyun memberikan death glare nya.

"Aku pemberani! Aku hanya bilang suasana dalam istana mengerikan tapi aku tidak takut," seru Kyuhyun sembari mengangguk pasti.

"Benarkah? Berarti kau berani jika nanti aku hanya mengantar hingga gerbang istana bukan?" tanya Siwon masih menggoda Kyuhyun.

Putra mahkota itu terlihat berpikir sejenak. Mengingat jalur yang akan di lewati dari gerbang istana menuju pavilium nya. Membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dan melewati beberapa pavilium, taman dan kolam dengan pohon rindang. Kyuhyun meringis membayangkan dirinya berjalan sendirian di tengah kegelapan itu.

"I-itu… Tentu kau harus mengantarku hingga ke pavilium hyung! Nanti jika aku di culik atau ada orang jahat bagaimana?" Kyuhyun menatap Siwon dengan ekspresi bercampur penuh harap dan cemas.

"Bilang saja Kyuhyunie takut," Siwon kembali tertawa membuat Kyuhyun menggembungkan pipi nya kesal, "Won hyung menyebalkan!"

Kyuhyun menambah kecepatan berjalan nya dan melangkah mendahului Siwon yang masih terkikik geli. Siwon menggelengkan kepala lalu berlari menyusul Kyuhyun. Segera meminta maaf pada putra mahkota nya itu.

Setelah kurang lebih setengah jam berjalan, kedua nya sudah berada di bagian timur. Rumah-rumah di sini masih terlihat layak walaupun tidak sebesar rumah-rumah di bagian utara. Kyuhyun dan Siwon mengedarkan pandangan nya ke sekitar.

"Rumah nya yang mana, hyung?" tanya Kyuhyun. Siwon terlihat tengah mengingat-ingat, ia terus mengedarkan pandangan ke sekitar.

Tadi siang ia sempat menyelidiki daerah ini bersama Yesung setelah mendapat info dari pemilik toko kertas namun sepertinya sekarang ia sedikit lupa apalagi suasana malam yang berbeda dengan siang membuat semua rumah terlihat sama.

"Di dekat rumah pembuatan Kimchi," ucap Siwon memberi tanda.

Kedua nya pun kembali berkeliling sambil melihat setiap rumah yang ada. Mencari rumah dengan banyak gentong-gentong dan guci fermentasi yang menjadi patokan dari rumah yang di tuju.

"Akh! Eomma hentikan,eomma!"

Sontak langkah Kyuhyun terhenti saat mendengar sebuah suara berisik dari sebuah rumah. Ia menoleh dan meneliti kondisi sebuah rumah dari gerbang tanpa pagar ini. Suara berisik berasal dari dalam rumah itu. Siwon yang menyadari Kyuhyun berhenti pun ikut menghentikan langkah nya dan memperhatikan arah pandang Kyuhyun.

"Waeyo?" tanya Siwon heran.

Kyuhyun tak kunjung menjawab. Namja itu terdiam, memincingkan mata nya ke rumah kecil di depan sana dan mempertajam pendengaran nya.

Brak!

Siwon dan Kyuhyun tersentak kaget saat tiba-tiba pintu rumah kecil itu terbuka dan seorang namja terdorong keluar dengan sedikit kasar hingga jatuh terduduk. Seorang yeoja paruh baya pun keluar dari sana dan entah apa yang terjadi, yeoja itu memukuli badan namja yang terlihat seperti anak nya itu.

Napas Kyuhyun seakan tercekat saat menyadari namja itu adalah yang ia cari. Dia Leeteuk! Siwon memandang pemandangan itu dengan mulut ternganga. Mata kedua nya membulat tidak percaya dengan apa yang terjadi.

"Eomma hentikan, Akh!"

Leeteuk terus mundur seiring dengan yeoja yang menjadi ibu nya itu. Dengan brutal yeoja itu terus memukulkan tangan nya ke badan dan kepala Leeteuk. Sambil menangis dan berteriak histeris, tanpa rasa kasihan terus memukuli anak nya.

"Hentikan eomma! Jebal hentikan~" Leeteuk terus memohon sambil berusaha menahan tangan ibu nya itu. Mata nya pun sudah berkaca-kaca melihat sang ibu menangis histeris. Rasa sakit di seluruh badan nya tidak sebanding dengan rasa sakit di hati nya melihat sang ibu yang terlihat terluka dan menyedihkan.

"Brengsek! Orang itu sangat brengsek. Aku membenci nya! Yangban sialan, aku akan memukulnya," racau sang yeoja tanpa menghentikan aksi pemukulan nya.

Siwon yang sudah tidak kuat melihat pemandangan kekerasan itu mulai melangkah ingin melerai namun Kyuhyun menahan lengan nya. Ia menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan bingung namun melihat ekspresi shock dengan mata berair Kyuhyun membuat Siwon terdiam di tempat.

Dugh!

"Eomma, ini Jung Soo!"

Leeteuk berteriak keras tepat saat sebuah tongkat kayu terlempar dan mengenai kening nya. Dengan tatapan tajam Leeteuk menatap dan memegangi kedua bahu eomma nya yang sudah mulai terdiam. Tatapan yeoja itu mulai berubah meredup. Ia memandangi wajah sang anak yang sudah di hiasi beberapa luka.

"Jung—Soo?" gumam nya sangat pelan. Tangan nya mulai terangkat dan mengelus pipi Leeteuk yang mulai menghela napas lega.

Senyuman lembut Leeteuk berikan pada yeoja yang melahirkan nya itu, "Ne, ini Jung Soo," ucap nya.

"Jung Soo berdarah? Eomma…. Eomma pukul JungSoo?" Bagai memiliki dua kepribadian, yeoja itu mulai panik memandangi anak nya. Air mata kembali mengalir namun berbeda dengan air mata penuh kemarahan dan rasa sakit sebelum nya. Air mata iniadalah bulir kesedihan melihat wajah anak nya yang di penuhi luka akibat perbuatan nya sendiri.

"Eomma pukul Jung Soo. Eomma jahat!" Yeoja itu merosot berlutut di tanah dan mulai menjambak rambut nya sendiri, meracau seorang diri.

Leeteuk segera menahan tangan eomma nya. Dengan lembut ia menatap ibu nya lagi berusaha menenangkan.

"Gwenchana. Eomma tidak jahat, jangan seperti ini nde?" ucap Leeteuk penuh kesabaran ekstra.

Yeoja itu pun memeluk anaknya dan menangis tersedu di sana. Leeteuk memejamkan mata nya dan setetes air mata yang sudah di tahan nya pun terjatuh melihat kerapuhan dari ibu nya.

"Mianhae, mianhae, mianhae" racau nya terus menerus.

Leeteuk mengelus punggung eomma nya sejenak sebelum melepaskan pelukan itu.

"Sekarang eomma tidur saja nde? Semua baik-baik saja, tidak perlu cemas, arrachi?" Leeteuk tersenyum saat yeoja di hadapan nya mengangguk pasrah dengan tatapan memelas layaknya anak kecil.

Leeteuk menghapus jejak air mata di pipi ibunya sebelum memapah yeoja itu kembali ke dalam rumah kecil tersebut.

Bagaikan sebuah patung penjaga gerbang, Kyuhyun dan Siwon masih saja terdiam dan membeku di tempat nya. Berbagai pertanyaan berputar di pikiran mereka. Apa yang baru saja terjadi?

Tak berapa lama, sosok Leeteuk kembali terlihat. Namja tampan itu keluar kembali dari rumah nya. Menghapus noda darah di sudut bibir nya. Dengan senyuman getir ia mulai memunguti beberapa benda yang di gunakan ibu nya untuk memukuli nya tadi. Tubuh nya seakan sudah kebal dengan semua pukulan itu.

Leeteuk mengambil sebuah sandal kayu yang tergeletak begitu saja di halaman beralas debu tanah tersebut. Leeteuk tersentak kaget saat ia menyadari dua sosok yang berada di depan gerbang rumah nya. Dua anak yang tidak asing bagi nya itu tengah terdiam membeku dengan tatapan fokus pada dirinya.

Entah mengapa Leeteuk memperhatikan kedua nya sejenak sebelum tertawa sinis. Ia menggelengkan kepala lalu menaruh sandal yang masih ada di tangannya ke tempat semula. Leeteuk memutuskan untuk mendudukan dirinya di atas sebuah meja berbentuk persegi terbuat dari kayu yang di letakan di halaman rumah nya.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" Leeteuk mulai bersuara tanpa menoleh ke arah Siwon dan Kyuhyun yang masih setia memandangi nya.

Leeteuk mengusap wajah nya kasar, sedikit meringis saat menyentuh luka lebam di wajahnya. Tawa nya semakin menjadi entah karena apa. Ia mulai menoleh ke arah Siwon dan Kyuhyun. Dengan tatapan tajam dan dingin nya.

"Sudah puas melihat pemandangan yang menarik?!" tanya Leeteuk dengan nada dingin dan meninggi. Terlihat kilatan marah dan tidak suka dari onyx coklat nya yang di penuhi kesedihan.

"Jika sudah puas, pergilah."

Siwon mengepalkan kedua tangan nya sedangkan Kyuhyun meremas darumugi nya dan menggigit bibir bawahnya. Tatapan tajam itu cukup membuat kedua nya bergidik ngeri. Lidah mereka terasa kelu untuk mengucapkan satu kata pun padahal banyak sekali pertanyaan dalam benak kedua nya.

Leeteuk tersenyum sinis karena tak mendapat respon dari dua orang yang seakan berubah menjadi patung di depan halaman rumah nya. Ia memejamkan mata nya sejenak sebelum—

"PERGI!"

.

.

-To be Continued-

.

Note :

Gayageum = kecapi dengan 12 senar. Alat musik di ciptakan sejak abad ke-6 di Kerajaan Gaya.

Haegeum = rebab bersenar 2 berasal dari Cina.

.

Mianhae baru updet sekarang ^^v

Chap ini hampir semua member sudah muncul dan terungkap. Tinggal Shindong, Zhoumi dan Henry yang belum muncul. Mereka akan muncul di chap-chap selanjutnya.

Terimakasih untuk semua yang telah read, follow, favorite dan memberi feed pada FF ini /bow/

See ya next chap^^

-LyELF-

.

Replying Riview :

Teukiangle : oh ini ichaelfs toh hehe sudah bisa nebak siapa yang duel sama Siwon kan? Ehehe tebakan kamu tepat juga. Hehe maaf gak bisa updet kilat lagi, gomawo~

Pikusparkyu : maaf gak bisa asap updet nya hehe gomawo~

Fitri MY : tunggu chap-chap selanjutnya ya. Masih mau buat sosok misterius teuk ehehe sip, gomawo~

Aninkyuelf : iya ini ff pertama ku bergenre sageuk seperti ini. benarkah? Syukur deh, justru takutnya ngebosenin ehehe oke, gomawo~

Kyuzi : haha khayalan kamu mantap juga. Tapi nanti cerita jadi ribet kayak kamu bilang. Bakal lebih banyak konflik antara TeuKyu deh. Tunggu chap selanjutnya aja nde? Tapi kalo pertarungan dan pertumpahan darah, pasti ada. /semangat 45 #eh/ haha oke, gomawo nde~

Kyurielf : eh si siwon kan udah kenal dekat sama Yesung, coba liat di chap 1. Haha maksudnya the moon that embraces the sun ya? Haha sabar menunggu chap selanjutnya ya, oke gomawo~

Ratnasparkyu : si chwang? Haha belum mikir peran dia di sini. Chwang ikutan main gak ya di sini /mikir/ kkk sip, gomawo~

ChikaKYU : Teuk jutek pada orang-orang tertentu haha sip, gomawo~

AngeLeeteuk : hahaha cie feeling kamu bener berarti. Sang angel masih pake topeng di depan Kyunie~ sip, maaf lama. Gomawo~

Wembell : hehe iya banyak yang nebak kayak kamu. Gomawo~

Vha Chandra : hahaha sabar lah menanti chap selanjutnya saengie. Dua perusuh di pasar bukan siapa2 kok. Mereka semua kan gak nakal, kecuali /lirik EunHae/ wkwk oke, gomawo~

Asa : haha biasanya gitu ya, anak selir terus di asingkan /jah drama banget/ haha sabar aja menanti siapa teuk sebenarnya. Mianhae masih ada typo, walau uda di baca ulang tetap banyak lewat /bow/ oke, gomawo~

Kyuwook : sabar saja ya, alasan teuk bersikap begitu akan di jelaskan chap-chap berikutnya, gomawo~

Ay : iya paket komplit 15 member kok hehe. Sabar aja menantinya, oke, gomawo~

Yujin Rei : ehehe benarkah yang cocok karakter nya yang duel ma Siwon cuma Hae? Mianhae kalo sesuai harapan di sini. Ming mau aku keluarin sisi manly nya di sini toh emang dia juga jago martial art hehehe ne, gomawo~

Lunkyu : haha tebakan kamu kayaknya salah /eh/ yang di pasar bukan siapa-siapa kok. Ne sudah lanjut, gomawo~

Riekyumidwife : aku juga ngeliat faith eonn, minho keren _ *-* /slaped/ wkwkk mian ini lama ya, abis aku juga galau ngetiknya gak jadi-jadi ._.v sama eonn aku juga kurang asupan brothership jadi agak ngadat juga ngetiknya /apa hub nya?/ oke, gomawo~

haekyuLLua : hahaha udah bisa nebak siapa yang duel sama Siwon? Tebakan kamu meleset jadi HaeKyu nya buat aku /eh/ xD sekarang udah muncul semua kok kecuali 3 orang itu hehe, sip gomawo~

Gyu1315 : iya nih, ripiu kamu di chap kemarin cuma kebaca '3333' jadi gak ngerti ._. hahaha benarkah? Hehe yang precious eyes emang di banyakin quotes, lagi pengen aja /slaped/ semoga berguna (?) sip, thanKYU~

Guest 5/18 : sudah bisa nebak siapa yang duel ma siwon kan? Sip, gomawo~

Aisah92 : Cie tebakan nya bener /kasih kertas dari teuk (?)/ haha heum yang perusuh pasar itu bukan shindong sama kangin. Dan untuk han gege, mian gak bisa pakai saran kamu hehe tapi dia tetap akan ada hubungan nya ma kerajaan cina nantinya. Ide kamu lebih menjurus ke pertemuan mochi ma mimi /eh keceplosan/ haha sip sudah lanjut, gomawo~

Desviana407 : wah syukur deh kalo suka, ne gomawo~

Cho Angel Kim : ne begitulah, siapa teuki oppa? Sabar, tunggu kelanjutannya ya hehe iya, itu buatan sendiri makanya rada aneh n gaje lah haha iya akan ada konfliknya tapi sekarang fokus untuk pertemuan satu dengan yang lain dulu. Ne, gomawo~

Yolyol : Haha alasan Leeteuk dingin ke bangsawan dan kerajaan akan di jelaskan chap-chap selanjutnya. Sabar ya, gomawo~

Blackyuline : ada apa chingu? Jangan sedih lah, apapun masalah nya pasti ada penyelesaian nya, jangan sedih yaaa~ keep smile and fighting! /sok bijak #slaped/ haha identitas Leeteuk akan di jelaskan chap-chap berikutnya, gomawo~

KyuHaELF : ne sudah lanjut, gomawo~

heeeHyun : eh? Warna kuda nya salah ya? Wkwk otak ma tangan gak sinkron kayaknya. Warna kudanya mau ngetik hitam kok kayak yang di chap ini haha mianhae. sudah lanjut mian gak bisa cepet hehe, gomawo~

Angelika Park : Wah~ terimakasih banyak buat feed kamu. Penggunaan tanda baca kurang ya? Apakah chap ini sudah ada kemajuan? Haha maaf kalo masih ada aja typo nya /peace/ sip tebakan kamu tepat! Kalau yang duel ma Siwon, sudah bisa nebak kan dari chap ini? Sip, gomawo~

Lianpangestu : hehe maaf bikin pusing dan bingung. Semoga semakin ngerti alurnya ya. Gomawo~

Guest 5/20 c2 : benar benar benar ahaha satu nya yang di kejar sama Yesung dan senggolan ma Kyu di chap 1. Iya, ini 15 members nya akan main semua hehe ne, gomawo~

Arum Junnie : Sip, kamu benar! /kasih popmie #eh/ haha di sini udah lumayan banyak Hae nya, semoga suka, gomawo~

Imhyo : maaf gak bisa updet cepet hehe terimakasih banyak~

ChoiChahyun : cubit sama pelukin aja si putra mahkota nya kalo gemes Hahaa dari chap ini udah bisa nebak kan siapa yang duel ma Siwon? Masalah Leeteuk sabar ya, tunggu chap-chap berikutnya. Mian gak bisa cepet updet nya, gomawo~

Jmhyewon : wah baru muncul dari hiatus nih, gimana ujian nya? Haha gwenchana. Sip, udah di lanjut. Iya jarang soalnya susah juga buatnya genre seperti ini TT hayo udah bisa nebak siapa yang pake pedang itu kan? Gomawo~

Dewiangel : Selamat datang ya hehe sudah di lanjut, gomawo~

Bella0203 : Hei~ haha iya sageuk itu istilah buat drama kolosal Korea. Syukur deh kalo jadi suka genre ini haha Kyu masih 14 tahun, remaja berarti. Hae udah muncul sejak chap 1 kok cuma bentaran, di chap ini udah banyak itu. Gomawo~