Maaf akan keterlambatan author ngeupdate, sebenarnya ceita ini berdasarkan kehidupan asli authoor yang sedikit iri sama orang lain wkwk.
Makasih sebesar besar nya buat yang review, baca review kalian bikin semangat nulis. Kalian terbaik, makasih masukan dan semangat kalian author sayang kalian. Nanti authoor balaes yaa. Kecup basah dari authoor :*


Matahari bumi dan pluto

Maafkan aku, bukan maksud ku mebuat sinar mu meredup. – bumi

Biarkan aku membuatmu bersinar lagi matahari – pluto

Aku hanya tertarik pada mu bumi, terimakasih pluto walau kau tidak pernah ada di garis yang tepat tapi kau selalu ada – matahari

Jongin terdiam, dia dan kyungsoo saling bertatapan. Pertanyaan kyungsoo membuat sedikit hatinya tergelitik. Tidak, ia mulai tertarik dengan gadis ini. Dia juga tidak tahu mengapa ia bersikap sebaliknya.

"tidak, aku juga tidak tahu. Hanya satu yang perlu kau tahu kyungsoo, aku hanya tidak ingin kau terluka."

Jongin meninggalkan kyungsoo sendirian di dalam uks. Kyungsoo menatap kepergian jongin dan memejamkan matanya. Dia merasa sakit tetapi hatinya selalu penasaran kepada jongin. Apa yang harus dia lakukan ? apa yang salah dengan nya ? mengapa hatinya merasa sedikit sakit mendengar omongan jongin ?

Sedangkan jongin hanya berdiri menyenderkan badan nya di pintu luar, dan dia mengacak rambutnya frustasi. Apa yang salah ? mengapa dia tidak bisa bersifat lembut dengan kyungsoo ? mengapa dia selalu berkata sebaliknya ?

Dan sepasang mata rusa menjadi saksi bisu memandang bagaimana seseorang yang dicintainya mulai jatuh kepada gadis lain.


Chanyeol berjalan ke uks tepat dimana luna menunjukan keberadaan kyungsoo setelah dia menjelaskan apa yang terjadi kepada kyungsoo. Sungguh jabatan menjadi ketua osis sangat menguntungkan, membuat kabar tentang gadis yang ia kagumi cepat sampai kepada telinganya. Saat sampai didepan uks dia melihat kim jongin berjalan meninggalkan pintu uks. Junior yang selalu menyelamatkan kyungsoo, sudah 3 kali ditambah ini ia membantu kyungsoo.

Tanpa sadar dahi chanyeol berkerut, banyak pertanyaan yang timbul di benaknya. Apa mengapa dan bagaimana mengelilingi otaknya, dan membuatnya sedikit takut. Dia membuka pintu uks dan melihat seorang gadis sedang duduk menundukan kepalanya. Chanyeol berjalan mendekat ke depan gadis manis itu, ketika gadis itu mendongakan kepalanya. Chanyeol tau sesuatu, gadis itu sedang bersedih.

"bagaimana keadaan mu gadis kecil ? kali ini kau terluka lagi ? bukan kah pangeran mu ini selalu menasehati mu agar berhati hati ?"

Kyungsoo tersenyum kecil, chanyeol selalu datang disaat dia merasakan sakit. Dan senyuman kyungsoo membuat seseorang yang melihatnya merasa lega.

"aku baik baik saja yeol hanya sedikit luka disini" kyungsoo menunjuk keningnya yang terluka ditutupi sebuah plaster lucu bergambarkan putri tidur.

"apakah plester mu kau pilih sendiri ? itu sangat pas untuk mu. Cocok sekali sebagai gadis kecil" chanyeol mengusap poni kyungsoo sayang dan tersenyum

Sedangkan kyungsoo hanya mengerutkan dahi bingung dan sedikit terkejut.

'Tunggu dulu.. plaster bergambar putri tidur ? bukan kah jongin yang memasangkan ini untuk ku ?'

Segera dia menurunkan badannya dari kasur dan berlari ke arah kaca, dan memandang pantulan dirinya. Dan benar, plester nya bergambar putri tidur. Seketika bagian dada kyungsoo berdetak kencang hanya karena plester didahinya.


Baekhyun terduduk bosan diruangan rapat bersama kepala departemen kepengurusan osis sekolahnya. Ini semua karena ketua osis kurang ajar yang menyuruhnya menggantikannya menhadiri rapat ini. Baekhyun termenung, hanya karena karena kyungsoo chanyeol meninggalkan dan mngorbankan dirinya untuk rapat ini.

Baekhyun sangat tau pasti bagaimana perasaan chanyeol ke sahabatnya, bagaimana perasaan itu tumbuh dengan indah dan bagaimana baekhyun membunuh perasaannya untuk chanyeol. Ia selalu menjadi sahabat yang baik untuk kyungsoo dan ia selalu menjadi saksi bagaimana chanyeol menyanyangi kyungsoo

Sebuah dering telfon berdering mengintrupsi rapat, hape baekhyun bergetar membuat baekhyun memberhentikan jalannya rapat

Chanyeol send a message

Baekhyun tersenyum, betapa hebatnya kekuatan fikiran. Ketika kau begitu memikirnya dengan tulus, ia akan menghampiri mu karena dia merasakan kekuatan mu.


Kyungsoo pov

Aku dan chanyeol berjalan menuju kantin, dia menarik ku duduk dimeja yang bisa bermuat 4 orang yang berada ditengah tengah kantin. Ini tempat favorite chanyeol dan baekhyun, tunggu kemana bakhyun ?

"chan aku hari ini tidak melihat baekhyun, kemana dia ?" chanyeol hanya memandang ku sekilas sambil melihat menu

"aku menyuruhnya menggantikan ku disebuah rapat, karena aku harus ada urusan mendadak" dia menjawab pertanyaan ku sambil menuliskan pesannya di menu dan memberikan menunya padaku.

"chanyeol kau kejam menyuruh baaekhyun rapat sendirian, kau harusnya tidak meninggalkan wakil mu. Kau tau dia pagi tidak pernah sarapan dan sekarang jam makan siang dia terjebak didalam rapat itu." Aku berdiri dari tempat duduk ku dan ingin menyusul baekhyun ke ruang rapat. Sebuah tangan menggegam pergelangan tangan ku. Aku menatap chanyeol dengan muka bingung, dan chanyeol mengeluarkan muka tegas dan seriusnya.

"baiklah tetap disini, aku akan keruang rapat membawakannya makanan dan menggantikannya. Maafkan aku meninggalkan baekhyun dan tidak bertanggung jawab." Tangan besar itu mengelus rambut ku dan meninggalkan aku yang tertegun karenanya.

Chanyeol selalu membuat ku terkejut dengan setiap sisinya, konyol, serius, bertanggung jawab, dan lembut. Dia itu ibaratkan bronies dengan komposisi yang pas, dia tau kapan harus bersikap konyol dan kapan harus bersikap serius. Sekarang dia mengeluarkan sisi yang membuat ku nyaman, mengerti dan menghilangkan segala kekhawatiran ku terhadap baekhyun melupakan sedikit bagian cerita dengan kim jongin di uks.


Chanyeol berjalan masuk ke ruang rapat, semua mata tertuju padanya. Dan sepertinya rapat baru saja selesai, karena orang orang tersebut sedang berdiri dari tepat duduknya. Ia langkah kan kaki nya menuju seseorang yang sedang duduk memainkan ponselnya di tempat duduk ujung meja lonjong yang berbentuk bundar. Dan benar saja muka wakil ketua osisnya pucat dan tangan satu memegang perutnya. Tangannya reflek memegang kepala baekhyun dan membuat kepala gadis manis itu terangkat.

"maafkan aku, dirimu pasti kelaparan. Aku bawakan ini." Chanyeol menepelkan kantong plastik yang berisi susu strawberry ke pipi baekhyun, tanpa dia sadari sebuat hati menghangat karena perlakuan chanyeol.

"baiklah karena kau telah menyogok ku aku memaafkan mu pak ketua. Aku awalnya ingin marah padamu." Baekhyun menjawab sambil mengerucutkan bibir dan membuat chanyeol tersenyum.

"oh ya.. bagaimana keadaan kyungsoo ? dimana dia ?" lanjut baekhyun sambil membuka pinggir susu.

"dia baik baik saja baekhyun ah, hm.. dia menunggu di kantin" chanyeol membantu baekhyun membuka bungkus roti dan baekhyun yang mulai meminum susu pelan tapi tanpa ampun. Dalam sekejap ia menghabiskan satu kotak susu itu. Chanyeol yang melihat baekhyun kelaparan pun tersenyum tipis. Ia arahkan tangannya dan mengelus bibir baekhyun dan mengucapkan sesuatu yang membuat baekhyun mengalami detakan kencang.

"terima kasih telah menjadi wakil ku, kau yang terbaik."

Kyugsoo menunggu bosan chanyeol dan baekhyun yang tidak kunjung juga ke kantin. Ah harusnya ia tahu ini tidak akan sebentar kalo berhubungan dengan dua mahluk super itu. Tiba tiba seorang namja albino duduk didepan kyungsoo.

"hai, noona." Dia menyodorkan sebotol air mineral yang menggambarkan pororo.

"hai sehun-ah. Sedang apa disini ? bukannya kau ikut rapat osis bersama baekhyun ?" kyungsoo melihat botol tersebut sambil tertawa kecil. Sehun selalu tau bagaimana menghibur dirinya.

"ya baru saja selesai rapat dan aku lapar, tapi aku melihat dirimu duduk sendiri disini. Noona bolos ya ? bukankah ini jam pelajaran ? noona karakter dibotol mieral itu mirip noona. Ah noona jidat noona kenapa ? noona kau tampak cantik dengan plester putri tidur itu dijidat mu.

Awalnya kyungsoo hanya tersenyum melihat sehun yang berubah cerewet ketika dengannya tapi ketika sehun membahas plester ia menjadi teringat sesuatu. Kim Jongin.


Kyungsoo berada dilorong loker sekolahnya, jam menuju kan pukul 4 sore. Tempias cahaya matahari tembus dari jendela besar yang ada ditengah lorong tersebut. Saat dia sedang membuka lemari dan membereskan bukunya, sebuah langkah terdengar ditelinganya menuju loker dibelakangnya. Langkah itu semakin mendekat tetapi kyungsoo tetap mengabaikannya. Pemilik langkah tersebut berhenti dibelakang kyungsoo tepat didepan loker yang berhadapan dengan lokernya. Saat orang itu membuka lokernya. Berbagai barang jatuh, ada surat, beberapa hadiah, dan bunga. Terdengar helaan nafas ditelinga kyungsoo disusul sebuah bisikan kecil.

"lagi lagi.." seseorang yang mengeluarkan suara itu mememungut barang barang yang jatuh. Dan satu barang sepertinya tidak sengaja tertendang olehnya dan jatuh kedekat kaki kyungsoo. Kyungsoo mengmabil benda itu dan membalikan badannya. Ketika dia memberi barang itu dan menegakan pandangannya. Mata mereka bertemu, dan kedua mata itu saling terkejut.

.

.

.

.

.

.

TBC

Jadi cerita ini aku dedikasi buat seorang laki laki yang membuat ku terkdang merasa menjadi lubang hitam dipusat tata surya, menyeramkan dan tidak ada yang berani mendekatinya. Dia membanding bandingkan aku dengan seseorang yang aku anggap sebagai matahari. Tapi dia suatu hari bilang sesuatu yang membuatku sadar, sesorang cowo yang membeci mu membully mu tanpa sebab mungkin dia sebenarnya fans terbesar mu yang memperhatikan dari jauh.

Jadi setiap gadis itu cantik, memiliki fans masing masing. Jangan minder, cukup jadi apa adanya dirimu dan cintai dirimu.

lah ini apa kok malah jadi curhat ? ga nyambung banget lagi :')

bye sampai ketemu di chap berikutnya! c: