Hanya Sepenggal Kisah by Hayaitsuki Megami
Part: 3 (Tiga)
Rating: K+, T
Genre: Friendship, Family, Romance
Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
Warning: AU, gaje, typo, de el el
Pairing: SasuGaaHina
Summary:
Sasuke menyatakan perasaannya pada Hinata.
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya...?
... Dis is de las capter..
Check this out, part three from this fic.
Douzo, DLDR desu..
Gaara's POV
Sebenarnya aku akan mengajak Hinata makan malam bersama keluargaku. Supaya aku tidak cemburu melihat Temari-san dengan suaminya dan Kankuro-san dengan tunangannya.
Tapi ketika aku sampai dikampusnya. Aku melihatnya dengan si rambut ayam itu dan dia dipeluknya! Berani-beraninya ayam itu mencuri start dariku. Awas, kau Sasuke! Karena kesal, aku pun langsung pergi dari tempat itu.
End of Gaara's POV
Esoknya...
Setelah kejadian kemarin, Hinata mencoba bersikap biasa saja pada Sasuke. Tapi pernyataannya itu mengubah pandangan Hinata pada Sasuke. Apa dia sungguh - sungguh?. Apa Sasuke serius? Apa Hinata harus membalasnya? Lalu, bagaimana dengan...
"Hei Hinata, kau tidak belajar?", tanya Sakura yang melihat Hinata melamun
"Ah, iya iya.", balas Hinata yang dengan gugup membaca bukunya.
"Tinggal beberapa hari lagi kita ujian, ya.", kata Ino
"Iya, cepat sekali.", balas Sakura
"Minna, bagaimana kalau kita juga belajar kelompok dirumah.", kata Naruto mengusulkan
"Sepertinya itu ide bagus. Kalian setuju, kan?", tanya Sakura
"Betul juga. Dengan begitu akan lebih masuk pelajarannya.", balas Sai ditambah dengan anggukan yang lain.
Kemudian sepulang dari kampus, Sai menuju ke rumah Naruto. Memang dasar pasangan Sakura dan Ino juga ikut. Apanya yang belajar coba? Lalu, Sasuke meminta untuk belajar dirumah Hinata. Yang dibalas dengan pertanyaan "apa kau yakin?", dan Sasuke menjawab ya. Mereka berdua lalu jalan kaki menuju rumah Hinata. Mereka berhenti di depan rumah yang tidak terlalu besar, Hinata lalu mengetuk pintu.
"Tadaima!", kata Hinata memberi salam. "Permisi..", Sasuke pun memberi salam
"Okaeri, Oneechan..", jawab adik dan sepupu Hinata (Hanabi dan Hikari) yang membuka pintu
"Wah, Oneechan membawa laki-laki ke rumah?!", teriak Hanabi dan Hikari bersamaan
"Kalian ribut sekali, nanti dimarahi paman dan bibi lo?!", kata Hinata panik
"Tenang saja, mereka sedang jalan kok.", balas Hanabi
"Nama kakak siapa?", tanya Hikari pada Sasuke
"Uchiha Sasuke.", jawab Sasuke dengan coolnya
"Wah, Sasuke-kun keren sekali! Boleh minta fotonya tidak?", tanya Hanabi sambil menyiapkan Hpnya. "Hanabi bukannya sebentar lagi ujian akhir SMP, ya. Kau tidak belajar?", tanya Hinata pada adiknya. "Oh iya ya, ayo kita belajar Hikari.", ajak Hanabi
"Ayo, Hanabi.", balas Hikari. Dua anak bukan kembar tapi mirip itupun berlalu ke kamarnya.
"Ee, Sasuke kau duduk dulu. Aku mau ganti baju.", kata Hinata yang masuk ke kamarnya
Sasuke pun segera duduk di sofa. Dia lalu membuka buku dan membacanya. Tak lama, Hinata yang sudah berganti baju dengan piyama, keluar dengan membawa minuman dan beberapa kue. Mereka pun mulai belajar bersama. Pelajarannya tentang matematika. Aku tahu Sasuke lebih pintar karena itu dia yang menjadi gurunya. Tapi tahu tidak itu dua anak mengintai dari balik tirai, sempat foto-foto juga! Lalu, satu jam kemudian ketika mereka serius belajar seseorang mengetuk pintu.
"Permisi..", kata seseorang dibalik pintu
"Siapa? Oo Gaara, ayo masuk...", kata Hinata yang membuka pintu
"Ah tidak usah. Aku hanya ingin mengantarkan undangan.", jawab Gaara
"Undangan?", tanya Hinata heran
"Ya, seminggu lagi Kankuro-san akan menikah", balas Gaara
"Ohh.", kata Hinata sambil melihat undangannya
"Oi, Sasuke sedang apa kau disini?", tanya Gaara melihat Sasuke ada dirumah Hinata
"Ya, belajarlah.", jawab Sasuke cuek
Gaara lalu mendekati Hinata dan membisikkan sesuatu seperti "Sasuke itu berbahaya. Kau harus hati-hati dengannya.", yang dibalas dengan jawaban "Benarkah? ". Setelah itu Gaara pamit pulang, baru saja Gaara akan pergi tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang memanggilnya "Loh, Gaara-kun?". "Paman? Bibi?", kata Gaara yang melihat paman dan bibi Hinata pulang. Mereka lalu mengajak Gaara makan malam. Sasuke yang baru pertama kali disitu memperkenalkan diri pada tuan rumah. Mereka pun makan malam bersama. Sumpah kayak satu keluarga saja. Selesai makan, Gaara diajak mengobrol oleh paman Hinata di teras depan. Sementara, Sasuke dan Hinata melanjutkan belajarnya. Hanabi dan Hikari sibuk lihat belanjaan bibi Hinata. Mereka mengincar coklat SQ nya. Sementara itu mari kita lihat isi pembicaraan antara paman Hinata dan Gaara...
"Gaara-kun, apa benar kakakmu mau menikah?", tanya Paman. "Ya, benar", jawab Gaara
"Lalu, kapan Gaara menyusul?"/ "Mm, itu saya belum tahu."/"Sebaiknya kau cepat kalau tidak dia bisa diambil"/ "Jadi, paman merestui.."/ "Tapi itu tergantung Hinata."
Setelah obrolan serius itu Gaara pun pamit, tidak lama kemudian Sasuke pun pamit pada Hinata dan pamannya. "Dua pemuda itu mengincar hal yang sama, Hinata harus hati-hati.", gumam Paman
Seminggu kemudian...
Mereka telah selesai ujian, dan sekarang sedang bersiap-siap untuk datang ke upacara pernikahan Kankuro dengan Hana (putri dari keluarga Inuzuka). Laki-lakinya tampak gagah dengan tuxedo hitam, sedangkan perempuannya tampak cantik dengan dress berwarna putih. Kiba sebagai adik dari mempelai wanita bertugas menjadi penerima tamu. Tentu saja dia kaget dengan rombongan teman-temannya yaitu, Naruto dengan Sakura, Sai dengan Ino yang datang sambil bergandengan tangan kecuali Sasuke dan Hinata. Gaara yang berada disitu langsung menghampiri Hinata dan mengajak mereka duduk.
Sang pastur pun memulai upacara pernikahannya. "Sabaku Kankuro-san bersediakah Anda menerima Inuzuka Hana-san sebagai istri Anda dalam suka maupun duka, senang maupun sedih sampai maut memisahkan kalian?", Kankuro pun menjawab dengan mantap, "Bersedia."
Mulai hari ini kalian telah resmi menjadi sepasang suami-istri. Mempelai pria dipersilahkan mencium mempelai wanitanya. Tepuk tangan daripada tamu undangan membawa riuh suasana di gereja itu. Ya, ini saat yang ditunggu-tunggu. Mempelai wanita akan melemparkan buket bunga, bagi yang mendapat akan segera menikah. Para tamu perempuan sedang bersiap-siap menangkapnya termasuk Sakura dan Ino. Yang dapat ternyata Konan! (Tunangan Itachi). Selamat Itachi, kau akan segera menikah. Setelah acara selesai, para tamu undangan satu persatu pulang..
Suatu hari, adik Hinata pulang dengan wajah cemberut. Dia melempar tasnya dan langsung duduk di sofa. "Hikari, Hanabi kenapa?",tanya Hinata. "Seseorang menyatakan cinta pada Hanabi, neechan.",kata Hikari. "Lalu, kau membalasnya?",tanyaku pada Hanabi. "Tentu saja aku menolak. Aku tidak menyukainya.",jawab Hanabi. "Hanabi, bukankah itu jahat?",tanya Hikari. "Biar saja, kebenaran itu harus dikatakan walau menyakitkan.",balas Hanabi. Hinata teringat sesuatu, dia belum membalas pernyataan Sasuke!
Nilai ujian mereka telah keluar. Seperti biasa nilai Sasuke yang paling tinggi diantara mereka. Mereka merayakannya dengan berjalan-jalan di taman hiburan. Kedua pasangan itu langsung pergi meninggalkan Sasuke dan Hinata sendirian. Lagi-lagi begini. Hinata berpikir ini saat yang tepat untuk mengatakannya. Ia mengajak Sasuke berbicara empat mata dengannya.
"Sasuke, aku ingin bicara."
"Ya ada apa, Hinata?"
"Tentang perasaanmu itu aku.., maaf aku tidak bisa membalasnya."
"Aku sudah tahu. Kau menyukai Gaara, kan?". Terlihat semburat merah di pipi Hinata
"Mengapa kau tidak memberitahunya? Besok pagi dia akan pergi keluar negeri."
"Terimakasih, Sasuke", kata Hinata sambil berlari
Sasuke dengan berat membiarkan Hinata pergi. Ia menyadari bahwa cinta itu terkadang tak bisa dimiliki. Kuakui ku sangat menginginkanmu tapi kini kusadar ku diantara kalian. "Sepenggal lirik dari band di jalanan yang kulewati itu seakan mewakili kata hatiku.",kata Sasuke. Saking galaunya, Sasuke hampir saja menabrak seorang pelayan kafe.
Hinata yang sudah yakin dengan hatinya menuju rumah Gaara. Hinata lalu mengetuk pintu.
"Ya, cari siapa?", kata cewek berambut pendek.
"Gaara, ada?", tanya Hinata
"Anda siapa?", tanyanya balik
"Saya temannya.",jawab Hinata
"Gaara-kun ada yang mencarimu", kata cewek itu memanggil Gaara
"Oh ya, kau siapa?", tanya Hinata
"Aku pacarnya..." Tiba-tiba Hinata langsung pergi dari tempat itu
"Siapa?", tanya Gaara yang menuju pintu
"Katanya temanmu tapi sudah pulang."
"Seperti apa dia?",tanya Gaara
"Berambut poni panjang".
Mendengar hal itu, Gaara langsung berlari mengejarnya. Dia tahu itu pasti Hinata.
Hinata's POV
Aku menangis sambil berlari meninggalkan rumah Gaara. Kenapa, kenapa baru sekarang aku menyadarinya? Kenapa tidak dari awal saja. Tapi mengapa disaat aku menyukainya, dia telah memiliki pacar. Aku berjalan tanpa tahu arah tujuan. Entah sudah berapa kali mobil yang lewat membunyikan klakson-nya. Aku hanya ingin sendiri. Aku melihat lagi kalung yang masih melingkar di leherku. Kalung yang diberikan Gaara sebagai hadiah perpisahan. Aku tiba-tiba melepas dan membuangnya. Namun, kalung ini, kalung ini memiliki banyak kenangan. Aku tidak ingin kenangan itu hilang lalu aku pun berusaha untuk mengambilnya kembali.
Hinata!. Seperti suara Gaara, ah tidak mungkin dia kan bersama pacarnya.
Hinata! Suaranya semakin jelas. Apa aku bermimpi?
Hinata! Seseorang menarik dan memelukku dengan erat.
"Hinata apa yang kau lakukan? Kau ingin mati!"
Tanpa kusadari ternyata aku berada di dekat rel kereta api. Sebuah kereta api baru saja lewat dan orang yang memelukku ini adalah Gaara.
"Lepaskan aku, Gaara"
"Apa maksudmu Hinata?"
"Aku tidak ingin pacarmu salah paham"
"Pa-pacar?", maksudmu Matsuri?"
"Matsuri?",kataku heran
"Dia pacarnya Kiba"
Aku menyadari kesalahanku yang buru-buru pergi dan tidak mendengarkan perkataan Matsuri hingga akhir.
"Tadi aku menolak Sasuke dan aku langsung berlari kerumahmu. Lalu kulihat ada.."
"Kau hampir bunuh diri karena mengira dia pacarku? Kau betul-betul lugu.", kata Gaara sambil mengelus kepalaku
"I-itu karena, aku menyukaimu. Karena aku menyukaimu, aku menyelamatkan kalung ini.",kataku sambil menunjukkan kalung yang kugenggam.
"Kau masih menyimpannya?", kata Gaara terharu
"Ini satu-satunya kenangan yang kupunya tentangmu."
Dibawah langit malam yang penuh bintang dia mengatakannya. Sebuah kata yang ingin aku sampaikan padanya.
"Aku mencintaimu, Hinata",kata Gaara sambil menggenggam tanganku
Perasaanku akhirnya terbalas, aku, aku menangis dalam pelukannya.
"Aku juga mencintaimu, Gaara"
Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku menyadari bahwa aku jatuh cinta padamu. Gaara lalu mengantarku pulang. Dia menyampaikan keinginannya untuk melamarku. Paman dan bibi kaget, bukankah itu terlalu cepat, kata mereka. Lalu, Gaara berkata akan menunggu ku hingga lulus dan diwisuda. Mereka pun setuju, Hanabi dan Hikari senang karena akan mempunyai kakak ipar laki-laki. Besoknya, aku mengantarkannya ke bandara. Gaara harus menyelesaikan studinya dulu. Aku akan menunggumu, Gaara.
End of Hinata's POV
6 tahun kemudian
Sasuke's POV
Semua temanku sudah menikah dan memiliki kehidupan baru bersama pasangannya. Aku pun tak mau kalah. Aku memutuskan pindah ke rumah yang kubeli dari hasil kerja kerasku sendiri. Saat sedang membereskan rumah baruku. Tiba-tiba, aku melihat sebuah album foto usang yang berdebu. Karena penasaran aku membukanya, aku terkejut melihat foto itu. Ternyata aku masih menyimpannya. Foto ketika ospek dulu saat masih bersama mereka.
Aku tersenyum melihatnya, foto ini memilliki banyak arti untukku. Lalu, seorang bocah perempuan berkacamata datang menghampiriku, dia anakku, dia persis seperti Ibunya. Wanita yang kutemui tanpa sengaja 6 tahun yang lalu. Aku juga melihat-lihat album foto lama istriku. Kemudian, seseorang datang mengetuk pintu. Istriku membuka pintunya dan yang datang adalah Naruto-Sakura dengan anak laki-lakinya yang seumuran dengan anakku. Anakku dan anaknya kelihatan akrab sekali. Oh tidak, aku tidak bisa membayangkan kalau aku akan berbesan dengan Naruto..
End of Sasuke's POV
The End
Huwaaa selesai juga... Endingnya jadi GaaHina berarti Sabaku Family laris manis donk. Semuanya pada nikah, masa author gak. Hahaha /laugh. Bila suatu saat kau harus pergi, jangan paksa ku untuk cari yang lebih baik. Karena senyummu menyadarkanku, kaulah cinta pertama dan terakhirku. Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari tentang rasa ini. Aku tak mengerti. Akankah sama jadinya bila bukan kamu. Lalu senyummu menyadarkanku, kau cinta pertama dan terakhirku. Jangan nyanyi, ya. Lirik diatas Hinata sekali. Walau alurnya kecepetan, aneh ga jelas begini. Terimakasih sudah membaca.. Goki gen yo *sambil membungkuk /epek nonton shiritsu
