DISCLAIMER : KuroBas masih belum punya Author T-T)
"NAMAKU KUROKO SHIGURE! Aku yang akan mengajar kalian sampai Riko kembali!"
dan semuanya cengo.
"Aku tidak yakin dengan kemampuan melatihmu,"
semuanya makin cengo sambil menengok ke arah orang yang mengatakan itu.
"Kagami-kun,"
"Hee? Apa aku mendengar sebuah tantangan?"
dan orang yang ditantang pun tersenyum ke arah seorang anak yang (cukup) berani itu.
"Tentu saja,"
hening.
hening.
hening.
"O-oi, Kagami, bukannya kau keterlaluan?" kata sang kapten.
"Kau cukup berani. Aku bisa melawan kalian semua sekaligus, jangan remehkan kemampuanku," Shigure pun dengan senang hati menerima tantangan yang menarik tersebut.
"...tapi,"
ternyata belum selesai, pakai tapi pula.
"Anak ini yang akan bertarung bersamaku," lanjutnya sambil memeluk orang yang dia maksud dari belakang.
"Onee-chan," dan tentu saja orang tersebut adalah adiknya sendiri.
"Aku tahu kalau adikku yang satu ini suka membantu kalian, makanya sekarang dia yang akan membantuku," katanya sambil tersenyum (ala iblis) ke arah Kagami, "dan tentu saja aku tahu kalau dia ini bayanganmu,"
'ukh,' Kagami mulai berpikir lagi, karena Kuroko tidak akan bersamanya nanti.
"...kuhu. Baiklah, mari kita mulai!"
Dari Tim A, adalah semua anggota Seirin yang ada saat itu ; Kagami, Kiyoshi, Hyuuga, Izuki dan Mitobe. Sementara, dari Tim B, adalah duo kakak-adik, Shigure dan Kuroko.
Karena tim B hanya berisi dua orang, apalagi salah satunya adalah seorang perempuan, tim B diperbolehkan untuk mendapatkan bola lebih dahulu.
"Jangan menangis setelah kalah, ya?" kata Shigure sambil mengikat rambutnya, dan membuka jubahnya.
"Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah menang,"
"Kita lihat saja nanti,"
Shigure mulai men-dribble bola dengan tangan kanannya.
"Maaf, bolehkah aku pemanasan dulu sebentar?" katanya sambil berlari-lari kecil di tempat.
"Ha? t-tentu saja?" jawab Kagami, heran.
"Bagus, karena aku sudah selesai, kita mulai sekarang,"
"Eh?"
Dan pada saat itu, SHigure melsat melalui Kagami dengan mudah.
'V-Vanishing Drive? Ada yang bisa melakukannya selain Kuroko?!"
"Kagami! Jangan diam saja! Kau kan yang memulai game ini!" teriak Hyuuga.
"A-"
Saat Kagami menengok kebelakang, dia melihat hal yang mengejutkan.
Shigure dan Kuroko berlarian sambil terus memberipass kepada sesama.
Anggota-anggota yang lain juga terlihat tidak bisa apa-apa, karena kecepatan bola saat dilempar oleh mereka sangatlah cepat, mereka hampir tidak bisa melihat bolanya.
'Apa-apaan mereka? Monster?' itulah yang ada di kepala semua anggota yang bermain disana.
Saat Kuroko mendapat pass terakhir dari Shigure, dia berlari sambil men-dribble bola ke arah hoop lawan. Saat itu juga, Kiyoshi dan Kagami langsung beralih ke defense.
"Tak akan kubiarkan lewat!" kata mereka berdua sambil menghadang Kuroko dari depan. Sayang sekali, Kuroko langsung mengambil beberapa langkah ke belakang, dan memantulkan bolanya dengan keras ke arah depan. Bola pun melayang ke arah ring lawan.
'I-Itu... tidak akan masuk!" mereka tidak menyadari Kuroko yang berlari melewati mereka dan berhenti serta menunduk di depan hoop lawan.
Kagami dan Kiyoshi segera berlari ke arah mana bola akan jatuh dan segera melompat untuk mengambil bola terlebih dahulu.
Mereka tidak menyadari adanya tangan ketiga di antara mereka, dan tangan itu lebih tinggi dari mereka.
'A-APA?!"
Kagami dan Kiyoshi pun menengok untuk melihat siapakah itu, dan yang ada dipandangan mereka adalah surai-surai berwarna putih-silver yang menari di udara, pada saat yang sama juga, tangan ketiga tersebut mendapatkan bola terlebih dahulu, dan melakukan dunk di ring lawan. Ternyata, Kuroko membantu orang tersebut melompat dengan menjadikan badannya menjadi tumpuan.
"S-SHIGURE?!"
Disaat Kagami dan Kiyoshi mendarat di lantai lapangan dengan kaki mereka terlebih dahulu, orang ketiga tersbut masih belum mendarat juga.
Krieet...Krieet...
Suara decitan ring menandakan ada sesuatu yang menggantung disana.
Ternyata, orang itu, Shigure, memegang ring tersebut dan membuatnya menggantung disana.
Permainan selesai dengan jatuhnya Shigure dari ring tersebut. Tapi, dia tidak terlihat akan mendarat dengan kakinya.
Tapi Shigure juga menyadari hal itu.
Dia memposisikan dirinya untuk mendarat dengan tangan terlebih dahulu, yang membuatnya kembali terlempar ke arah udara. Setelah itu dia memposisikan tubuhnya kembali untuk mendarat dengan kakinya dan setelah mendarat, ia melompat beberapa kali ke belakang untuk dapat mendarat dengan sempurna menggunakan kakinya. Dan dia melakukannya seperti seorang atletik berbakat, dengan sempurna. INGAT ITU.
"Berapa umurmu?"
"Apa kau sangat pintar dalam berolahraga?"
"Ada yang bisa menggunakan Vanishing Drive selain Kuroko?!"
Setelah match itu berakhir, Shigure dihujani beribu-ribu pertanyaan dari para anggota.
"E-etto... Ba-bagaimana ya?" Shigure sendiri kewalahan menjawabnya.
"Hey,"
Semuanya menengok ke arah suara tersebut.
"Ma-maafkan aku karena terlalu meremehkan. Ka-kau hebat juga," orang tadi minta maaf sambil menengokkan kepalanya agar tidak ada yang melihat semburat-semburat kecil berwana merah di wajahnya.
"Kagami...," Shigure pun hanya tertawa kecil Kagami yang salting. Dan itu membuat Kagami makin nge-blush.
"Sudah jam segini. Bagaimana kalau kita pulang? Latihannya dimulai besok saja," kata Shigure sambil berdiri dan menuju ke arah pintu. "Bagaimana jika kutraktir kalian di Maji Burger? Sebagai kupon pertemanan," lanjutnya sambil tersenyum.
Setelah semuanya bersiap-siap dan menuju ke arah pintu keluar sekolah, Shigure malah menuju kembali kedalam sekolah.
"Shigure? Mau kemana?" Tanya Kiyoshi yang menyadari Shigure yang malah berbalik arah.
"O-oh, aku mau ke toilet, mohon tunggu sebentar."
"Oh," Kiyoshi pun pergi menuju gerbang sekolah.
Sementara Shigure berlari ke arah toilet perempuan. Setelah masuk dan berdiri di depan salah satu cermin, ia membuka sedikit bajunya dan melihat ke dada kirinya, tepat di depan jantung. Disana terdapat sebuah gambar berbentuk jarum jam. Tetapi, gambar jam tersebut dapat bergerak. Disaat yang sama, cairan merah keluar dari hidungnya.
'Aaaaah, bagaimana ini. Mungkin aku menggantinya terlalu banyak, tapi tidak terlalu sakit, sih," Shigure sedikit panik melihat gambar jam yang terus menggerakkan jarum-jarumnya itu terlihat sedikit rusak. 'aku benar-benar harus lebih berhati-hati,' pikirnya sambil mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
'Tok tok,'
"Onee-chan? Apa kau didalam?" suara yang familiar terdengar di telinga sang kakak.
"Kuroko? Ah, iya. Tunggu sebentar," dengan cepat, Shigure membenarkan kembali bajunya dan keluar dari toilet.
"Apakah aku membuatmu menunggu? Hehe, gomen, gomen,"
Dengan itu, mereka segera pergi ke gerbang sekolah, dimana teman-teman mereka yang lain menunggu mereka.
Walaupun mereka bersenang-senang malam itu (karena ditraktir. Siapa yang enggak senang), apa yang ada dipikiran Shigure adalah,
'apakah aku akan baik-baik saja?'
Lebih sedikit dari chapter sebelumnya, kah? Sebenarnya pikiran author udah liar banget. Tapi kenapa yang keluar cuma segini? Cukup Tuhan yang tahu readers -_- . Makin penasaran sama. ceritanya? Makin seru ceritanya? Author punya satu note untuk para readers,
SUDAH MUSIM ULANGAN MINNA. JADI UNTUK 2 MINGGU KE DEPAN, AUTHOR BAKAL GA NULIS CHAPTER-CHAPTER SELANJUTNYA TTTTTTATTT) MAAFKAN AUTHOR NAK.
Itu saja readers *hiksu* semoga author lulus, terus bisa nulis lagi. Tanpa fanfic, author mati karena stress TTvTT. SAMPAI JUMPA BEBERAPA MINGGU KE DEPAAAAANN~~~
