Mianheyo 'appa'

Chapter 3

Sungmin POV

Kulirik sekali lagi jam dinding yang menunjukkan pukul delapan malam itu. aku sedang menunggu kedua orang itu sedari tadi. Wokkie baru saja menghubungiku kalau dia sedang ada diperjalanan sekarang. Appa? Hahaha, tidak usah ditanya lagi… jangankan menelpon mengirimku sms saja tidak. Benar-benar apatis itu orang kenapa disekian banyak namja, malah dia yang dipilih umma untuk menjagaku? Seharusnya dulu aku mengajak umma ke psikiater untuk mempelajari sifat-sifat manusia sebelum menjadikan mereka sebagai appaku.

Hhh, aku benar-benar bosan sekarang. Apalagi mengingat suatu fakta jika hanya akulah satu-satunya manusia yang berada dirumah sebesar ini. Sontak, aku menggeleng-gelengkan kepalaku menghapus semua imajinasiku yang liar itu.

Sreekkk… tiba-tiba saja aku mendengarkan suara. Seingatku, tidak ada siapa-siapa disini? Tapi darimana suara itu berasal? Apakah hanya angin?

Kringgg… kringgg… suara telepon berbunyi dengan tergesa-gesa aku menghampiri telepon itu dan mengangkatnya sambil memandang seluruh ruangan yang bisa kulihat oleh mataku ini dengan raut wajah yang tidak bisa kuungkapkan.

"yeobseoyo."ucapku cepat.

"tut… tutt.. tuttttt."aku mengerutkan dahiku bingung. Jujur saja, entah kenapa aku merasakan jika aura disini seakan-akan sangat mencekam dan itu membuatku sangat takut. 'Oh, Appa~Wokkie~ kapan kalian akan datang? ' sungutku dalam hati tentunya.

Akupun pergi kedapur untuk mengambil minuman. Setidaknya aku harus mengontrol diriku agar tidak panic dalam situasi yang seperti ini. Namun, belum sempat aku meminum minuman yang terliat segar itu…

Cklekk… blammm… aku mendengar suara pintu luar yang terkunci itu dibuka dan ditutup dengan sangat keras. Jendela dapur yang berterbangan memperlihatkan pemandangan diluar yang hujan dengan sangat derasnya. Kembali. Aku kembali merasakan takut. Dengan tangan yang gemetaran, aku mencoba untuk berjalan memastikan sesuatu yang menurutku sangat tidak lucu itu.

Tap.. tap… derap langkah kaki yang kudengar itu membuatku otomatis berhenti. Akupun membalikkan tubuhku dan berdoa jika apa yang kualami ini hanyalah mimpi. Tapi, seakan-akan nasib mempermainkanku aku dapat merasakan jika langkah kaki itu semakin mendekatku dan… tep

"min~"

"kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…" jeritku sambil menutup kedua mataku dan telingaku.

"yak, kenapa kau berteriak min? ini aku. Kyuhyun."ucap sosok itu membuatku menghentikan teriakanku.

"ap… appa?"tanyaku memastikan tanpa membuka mataku.

"ne, ini appa."jawab sosok itu. sontak, aku membuka mataku dan menemukan siluet namja yang basah kuyup itu menatapku cemas. Penampilannya saat itu sangat mengenaskan.

Greppp.. "kenapa appa lama sekali? Aku takut sekali tadi~"rajukku menenggelamkan kepalaku dibahunya.

End Sungmin POV

.

.

.

"mian, tadi aku ada rapat jadi aku tidak bisa menghubungimu dan saat aku mengetahui jika diriku telat tanpa mempedulikan cuaca saat ini aku langsung pulang mengingatmu yang sendirian disini. Gwechana? Maaf jika aku menakutimu tadi."terang Kyuhyun tanpa menarik nafas lagi dan dengan sayang dia mengusap-usap rambut Sungmin mencoba untuk menenangkannya.

"hiks… hikss… lainkali jangan tinggalkan aku lagi ne?"

"ne."

"jangan pernah hiks… membuatku khawatir, ne?"

"ne."

"mulai saat ini appa harus tidur denganku."

"ne… eh?"Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin protes. "yak, apa-apaan yang kau ucapkan tadi itu? kenapa aku harus tidur denganmu?"Tanya Kyuhyun bingung.

"habis aku sangat takut appa… aku tidak mau tidur sendirian dikamar yang sebesar ini."bela Sungmin mengembungkan pipinya kesal.

Kyuhyun menghela napasnya mencoba untuk bersabar akan sifat manja 'anak'nya itu. "min, itu bukan sebuah alasan."

"huuhhhh, tapi…"

"tidak ada tapi-tapian min dan lihatlah penampilan kita sekarang!"perintah Kyuhyun.

Sungmin melihat bajunya yang rapi kini berantakan dan basah sedangkan Kyuhyun yang tadinya sangat mengenaskan kini penampilannya benar-benar tidak bisa diungkapkan.

"hhh, bagaimana kita bisa makan jika penampilan kita seperti ini?"Tanya Sungmin polos. "dan butuh waktu yang sangat lama jika harus berdandan lagi mengingat kalau kita benar-benar sangat terlambat sekarang."

"sudahlah." Kyuhyun mengibaskan tangannya malas. "aku akan memberitahukan Yesung hyung untuk makan malam dirumah kita. Kau hubungi saja Wokkie jika kita akan makan malam disini."

"aku sudah menghubunginya tadi dan sekarang dia ada dijalan."

"baguslah, aku keatas dulu min. tak mungkin kan aku menyambut sikepala besar dan yeoja rempong itu dengan penampilan yang seperti ini. Sangat me-re-pot-kan."ucap Kyuhyun saat mengingat kebiasaan orang itu yang sangat peduli dengan penampilan dan fashionable nya yang berlebihan itu.

"ne."jawab Sungmin.

"dan jangan pernah sekalipun kau mencoba untuk mendekati dapur dan menyentuh barang-barang yang ada disana min. biarlah temanmu itu saja yang memasakkan makan malam untuk kita. Aku tidak mau kejatuhan korban dirumah kita saat mencoba memakan masakanmu itu."kata Kyuhyun tidak lupa dengan wajah stoicnya itu.

"YAKKK, APA MAKSUDMU APPA?"

.

.

.

.

.

.

.

Mianheyo 'APPA'

"Wokkie, kenapa kau sedari tadi cemberut, eoh?" Tanya sungmin melihat sahabatnya yang sedari tadi memasang muka yang tidak bersahabat.

"Minnie-ah, aku disini datang sebagai tamu bukan KOKI."jawab Ryeowook yang memandang Kyuhyun tajam dan sesekali menampar tangan Kyuhyun pelan saat tangan itu mencoba untuk mencuri makanan yang telah ditatanya itu sedemikia rupa.

Sungmin meringis, "mianheyo… kau tahukan jika aku tidak bisa memasak?" lirih Sungmin.

Merasa bersalah langsung saja Ryeowook memeluk Sungmin dari belakang. "gwechana, Minnie-ah. Aku tidak marah padamu kok tapi padanya."ucap Ryeowook lembut dan menunjuk Kyuhyun dengan sengit.

Kyuhyun menatap Ryeowook dingin. "bisakah kau turunkan telunjukmu itu pendek? Apakah kau tidak diajarkan sopan-santun oleh orangtuamu jika menunjuk orang yang lebih tua darimu itu tidak sopan, huh?"

"sayangnya aku tidak peduli akan hal itu tuan Cho… dan apa maksudmu dengan pendek itu wahai ahjussi penyakitan."balas Ryeowook tajam.

"ap…"tiba-tiba saja pintu tamu rumah berbunyi dan dengan girangnya Ryeowook berlari ingin membuka pintu tersebut agar dapat bertemu dengan tamu 'impian'nya itu.

Cklekk… pintu pun terbuka dan terpampanglah wajah Yesung oppanya yang biasa dia lihat di televise itu bediri didepannya sekarang.

"Ye.. yesung oppa?"cicit Ryeowook melihat Yesung oppa yang melihatnya bingung.

"apakah ini rumah Cho Kyuhyun, aggashi?"Tanya Yesung bingung karena yang membuka pintu rumah yang sering dikunjunginya itu-sebelum Kyuhyun menikah bukan dibuka oleh namja stoic bermuka pucat dan membosankan. Melainkan, seorang yeoja imut yang menggemaskan dengan wajah tirusnya itu berhasil menghinoptis Yesung dengan tatapan mata jerapahnya itu-walau hanya sedetik.

"ani, eh maksudku ne.. ini rumah ahjussi gila itu."jawab Ryeowook panic.

"ahjussi gila?"Tanya Yesung.

"itu aku Kim Jong Woon."ucap seseorang dibelakan Ryeowook, Kyuhyun. "kenapa cepat sekali kau datang?" Tanya Kyuhyun sarkartis.

"hehehe, macet dijalan."ucap Yesung dengan alasan klasiknya. Kyuhyun mendecak mengetahui sifat seenaknya dari hyungnya itu. "masuklah." Ujarnya.

Yesung pun masuk diiringi oleh Ryeowook yang tak bisa berhenti menatapnya. Yesung tidak merasakan risih sedikitpun malah dia sangat senang mengetahui jika yeoja disebelahnya itu menatapnya sampai tidak berkedip seperti itu. 'benar-benar menggemaskan' batin Yesung.

Yesung pun menarik kursi makannya dan takjub dengan makanan yang tersaji didepannya itu. baru kali ini dia datang kerumah temannya itu disuguhi makanan sebanyak ini. Saat Yesung melihat seorang yeoja anggun yang duduk disamping Kyuhyun. Sontak saja dia tersenyum.

"sepertinya hidup ini benar-benar enak sekarang Cho memiliki seorang yeoja yang memasakkan masakan sebanyak ini setiap hari. Kau pasti Lee Sungmin kan? Aku turut berduka cita atas kematian Victoria-ssi."

Sungmin tersenyum miris mendengarnya, "gomawo atas ucapannya yesung-ssi… tapi, ini bukanlah masakanku melainkan masakan dari yeoja manis disebelahmu itu yesung-ssi."

Jawaban dari Sungmin itu membuat Yesung membelalakan matanya kaget dan menatap yeoja disebelahnya itu yang sedang menunduk. 'benar-benar menganggumkan. Sudah ceria, lucu, pandai memasak lagi.. benar-benar yeoja idaman… sayang, dia terlalu muda denganku… aku belum siap dikatakan pedofil oleh kyuhyun jika ketahuan tertarik padanya.'batin Yesung.

Kyuhyun yang melihat itupun menyeringai, dia tahu jika sahabatnya itu tertarik dengan teman anakknya itu namun sebisa mungkin menutupinya mengingat jarak usianya yang terpaut jauh itu.

"jadi, bisakah kita cicipi makanan yeoja jerapah ini menghargai makanannya yang entah dikasih racun atau tidak olehnya itu mengingat jika jam makan malam telah lewat?"Tanya Kyuhyun memulai acara makan malam itu.

Ryeowook tidak terima dengan ucapan dari Kyuhyun itu. dengan senyum yang dipaksakan dia menatap Kyuhyun tajam. "apa maksudmu ahjussi tua?"

"ani. Ada masalah yeoja jelek?"ejek Kyuhyun.

"tentu saja masalah. Kau yang memulai duluan ahjussi."

"ha-ha-ha, ne ne ne… makanlah aku malas berdebat denganmu."

"yakkk, kau pikir aku mau berbicara denganmu itu?"

Dan begitulah seterusnya terjadi mereka terus berdebat membiarkan Sungmin yang menghela napas telah terbiasa melihat situasi sekarang dan yesung yang melongo menatap kagum pada Ryeowook-lagi melihat bagaimana si yeoja itu membuat Kyuhyun yang dikenalnya kaku dan dingin itu menjadi sangat OOC sekarang.

"ehem, baiklah sebenarnya aku mengundangmu kemarin ada alasannya hyung."

"ne, aku tahu itu Kyu… apalagi kau sampai membooking semua pekerjaanku malam ini hanya untukmu."

"jeongmal? Apakah sampai segitunya oppa?"Tanya Ryeowook sambil memakan dagingnya tanpa memakai cara tata karma yang dilakukan oleh orang-orang yang berada disini. Maklum, Kim Ryeowook merupakan seorang yeoja biasa-biasa saja dan yatim piatu.

Yesung gemas melihatnya, apalagi saat Ryeowook menggigit penuh daging itu dengan penuh minat membuat nafsu makannya meningkat. "ne, dia benar-benar kejam kan?"

"ne, oppa. Bukan hanya itu saja dia malah sangat dingin dan membosankan. Hanya pada Minnie saja dia berubah menjadi lembut dan pengertian. Benar-benar mengidap penyakit father complex sepertinya."

"ehem, bisakah kalian tidak membicarakan orang yang ada didepan kalian, huh?"Tanya Kyuhyun santai namun jika dilihat lebih teliti lagi ada sebuah kedutan dipelipisnya.

Sungmin tersenyum melihat pemandangan didepannya. Selama dia hidup belum pernah dia merasakan suasana makanan hangat seperti ini. Memang saat Victoria masih hidup yeoja itu yang akan menghidupkan suasana tersebut. Namun itu sangat lain dengan yang sekarang. Tidak ada eommanya namun berhasil membuat hati Sungmin menghangat. Dan Kyuhyun melihatnya dan ikut tersenyum.

"lalu ada alasan apa kau menyuruhku kemari kyu?"Tanya Yesung yang sesekali melirik Ryeowook.

"aku memiliki sebuah proyek. Namun aku membutuhkan tiga model untuk proyek itu."

"dan aku salah satunya?"

"tepat sekali."

"lalu duanya? Nugu?"

"kau sudah tahu orangnya kok. Kau mengenalnya."

"huh, nugu?"

"yang sedang makan bersama kita sekarang hyung."

Sontak, kata-kata terakhir yang Kyuhyun ucapkan membuat ketiga orang itu menghentikan aktivitas makanannya dan menatap kyuhyun intens.

"maksudmu apa Kyu?"Tanya Yesung yang entah kenapa merasa bersemangat itu.

Mendengar pertanyaan dari Yesung itu membuat Kyuhyun menghela napasnya sebentar dan membetulkan letak duduknya. Dibalasnya tatapan itu satu-satu.

"baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi… aku ingin hyung, min, dan yeoja aneh itu menjadi model dalam proyekku ini. Dan aku tidak menerima PENOLAKAN."perintah Kyuhyun dan memakan makanan yang sempat ditinggalnya itu mengacuhkan ketiga pasang mata yang speechless mendengar pernyataan darinya itu.

"MWOOO?"

To be continued