Yeoja kecil itu menatap Donghae dengan tatapan bingungnya karena melihat appanya yang terdiam setelah dirinya mengatakan bahwa eommanya sudah pulang. Hey, dia tidak bohong. Eommanya memang sudah kembali setelah bertahun-tahun meninggalkannya dengan sang appa.
"Appa~kenapa melamun?"pertanyaan Sunghae sukses membuat Donghae tersadar.
"Akh~, appa Sungie sudah makan?"tanya Donghae.
"Sungie sudah makan,appa. Eomma yang memasakkan untuk Sungie."
Oh,God~ Donghae benar-benar tidak habis pikir kenapa puterinya terus menyebut kata eomma sedari tadi. "Appa tidak percaya dengan,Sungie?"tanya Sunghae yang melihat tatapan appanya yang seolah tidak percaya akan kata-katanya. Sunghae menarik lengan Donghae agar mengikutinya. Donghae hanya pasrah saja, dirinya tidak ingin menolak dan berujung pada aksi merajuk puteri kecilnya yang sangat lama.
.
.
.
.
.
Katakan bahwa apa yang Donghae lihat sekarang adalah halusinasinya saja. Katakan bahwa apa yang dilihatnya sekarang adalah mimpi.
"Eomma~" Sunghae melepaskan pegangannya pada tangan Donghae dan berlari menghampiri namja yang sedang duduk dengan buku ditangannya. Donghae masih belum bisa menganggap apa yang terjadi ini adalah sebuah kenyataan.
"Sungie,kenapa lama mengambil air minumnya,eum?"tanya namja yang memiliki mata yang sama dengan Sunghae.
"Sunghae mengajak appa kemari agar bisa bertemu eomma."
DEG
Sungmin merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak. Donghae sudah pulang dan itu artinya dirinya sebentar lagi akan bertemu dengan namja yang selama ini dirindukannya. "Lalu dimana,appamu seka_"
"_Aku disini."
'Suara itu? Hae~'
Sungmin menolehkan kepalanya kearah Donghae yang berdiri disampingnya. Saat Sungmin menoleh,kedua matanya dan Donghae bertemu.
DEG
DEG
DEG
Diantara Sungmin maupun Donghae,mereka sama-sama berusaha dengan keras menetralkan degup jantung yang berdetak sangat kencang bahkan mereka sangat yakin kalau Sunghae bisa mendengar debaran yang dirasakan oleh orangtuanya itu. "Eomma dan appa kenapa saling bertatapan seperti itu?"tanya Sunghae yang merasa aneh melihat pertemuan orangtuanya yang telihat canggung. Donghae berdehem dan mengambil tempat duduk disamping Sungmin membuat namja yang setidaknya masih menjadi istrinya itu menjadi gugup sendiri. Dalam hati Sungie bersorak-sorai melihat appanya duduk bersama eommanya.
*죄송합니다*
Sungmin terus membelai lembut rambut panjang Sunghae yang sudah tertidur nyenyak karena mendengar suara indah sang eomma sudah kembali. Sungmin turun dari tempat tidur Sunghae, menarik selimut coklat bermotif teddy bear itu untuk menyelimuti tubuh puterinya hingga sebatas leher. Sungmin menghidupkan penghangat ruangan dan mengatur suhunya agar tidak terlalu panas sebelum beranjak keluar dari kamar yang didominasi dengan warna coklat tersebut tak lupa Sungmin memberikan kecupan dikening puterinya kemudian menghidupkan lampu tidur untuk,Sunghae.
BLAM
Sungmin membuang nafasnya. "Apa Sungie sudah tidur?"
DEG
"H-hae~"cicit Sungmin. Alis Donghae naik saat mendengar nada suara Sungmin terdengar takut dengan dirinya. Donghae menghampiri Sungmin yang masih berdiri didepan pintu kamar Sunghae. Ditatapnya wajah Sungmin yang tengah menunduk. Donghae mengambil lengan Sungmin.
SRET
"Ikut aku." Sungmin tak dapat menolak saat lengannya digenggam oleh namja yang masih berprofesi sebagai aktor dan soloist tersebut. Mata foxynya menatap punggung tegap Donghae.
GREP
Donghae tersentak saat tubuhnya dipeluk Sungmin dengan sangat erat dan dirinya merasa kaos yang dipakainya terasa basah. "Min~"lirih Donghae.
"A-aku merindukanmu,Hae."rasa hangat menjalari seluruh tubuh Donghae saat mendengar kalimat Sungmin. Rindu? Bukan hanya Sungmin yang merasakannya namun dirinya juga. Pelukan Sungmin semakin mengerat saat dirinya sama sekali tidak mendapat respon dari namja yang sedang dipeluknya. Hati Sungmin merasa sakit memikirkan kemungkinan bahwa Donghae tidak merasakan apa yang tengah dirasakannya selama ini. Perasaan rindu yang menyiksanya.
Donghae membalikkan badannya hingga dengan terpaksa pelukan itu terlepas. Sungmin menatap Donghae dengan kecewa. Donghae menangkup wajah Sungmin dengan kedua tangannya. Sungmin refleks memejamkan matanya saat Donghae mengecup kedua matanya. Tubuh Sungmin tersentak merasakan basah dipipinya,Donghae membersihkan jejak-jejak airmata Sungmin dengan lidahnya. Sungguh, Sungmin tak pernah menyangka bahwa Donghae akan melakukan hal ini padanya. Dulu,saat dirinya menangis, Donghae tidak pernah melakukan hal ini padanya.
CHUP
Donghae melumat bibir bershape Sungmin. Lumatan lembut dan memabukkan. Lidah Donghae mencoba masuk dan seakan mengerti Sungmin membuka mulutnya hingga kini lidah Donghae dapat merasakan kehangatan bibir Sungmin yang masih sama. Ciuman tersebut bertambah panas bahkan kini Sungmin sudah mengalungkan lengannya dileher mengakhiri ciumannya dengan Sungmin,mengingat mereka juga membutuhkan oksigen. Namun,belum sempat Sungmin menghirup oksigen disekitarnya, Donghae sudah menggendong bridal dirinya membuat Sungmin memekik tertahan.
.
.
.
.
.
.
.
Donghae merebahkan Sungmin diatas tempat tidurnya yang sangat luas bagi Donghae selama ini karena hanya dirinyalah yang tidur diatas tempat tidur tersebut. Donghae menindih tubuh Sungmin yang kini terbaring dibawahnya. "Kapan kau kembali?"tanya Donghae. Sebelum menjawab pertanyaan Donghae, Sungmin menarik nafasnya dalam.
"Kemarin."jawab Sungmin.
"Kenapa selama ini tidak pernah menghubungiku dan Sungie? Kenapa kau seolah-olah sudah menganggap bahwa kau sama sekali sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi denganku dan tak pernah merasa bahwa kau sudah meninggalkan seorang malaikat kecil kepadaku?" sederet pertanyaan yang dilayangkan oleh Donghae benar-benar membuat dada Sungmin terasa sesak. Semua pertanyaan itu seolah-olah menyudutkannya. "Jawab aku,Min~"
Sungmin tersentak saat merasakan lidah Donghae yang menjilat telinganya. "Ngghh,,H-hae?" Sungmin menggigit bibirnya agar desahannya tak keluar. Donghae menarik wajah dan menatap kedua mata Sungmin dalam. Wajah cantik dan manis itu sama sekali tidak berubah. Wajah yang dulu selalu meneteskan airmata saat dirinya menghina dan menyakiti Sungmin yang sedang hamil puteri kecilnya yang sekarang sudah besar.
"Kau semakin cantik,Minnie~"ucap Donghae seraya membelai wajah Sungmin dengan telunjuknya dan kemudian mengusap bibir Sungmin yang membengkak akibat ciuman panas mereka tadi. Donghae menurunkan wajahnya dan mengecup dagu Sungmin. "Bolehkah aku memperkosamu lagi,Min?"tanya Donghae yang masih mengecup dagu Sungmin.
"Namja yang ingin kau perkosa sekarang adalah namja yang sudah diperkosa oleh namja yang ingin memperkosanya lagi."
Donghae menarik wajahnya dan menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya. "Namja yang sebentar lagi akan melakukan pemerkosaan adalah namja yang sangat mencintai namja yang akan menjadi korban pemerkosaannya."
Sungmin dan Donghae saling bertatapan satu sama lain tatapan yang menggambarkan sebuah kerinduan dan penyesalan yang mendalam bagi keduanya. Donghae kembali menurunkan wajahnya bersamaan dengan tubuhnya yang kini menempel pada tubuh Sungmin. Biarlah malam ini mereka menumpahkan rindu mereka.
*죄송합니다*
Eunhyuk mengernyit saat melihat rumah dongsaengnya yang masih gelap dan gorden rumah yang masih tertutup. Eunhyuk akhirnya membuka seluruh gorden dirumah Donghae sehingga terangnya matahari masuk menerangi rumah sang adik. Eunhyuk mendongak kelantai dua dimana dilantai tersebut sama gelapnya seperti lantai satu tadi.
"Apa Donghae dan Sungie belum bangun,ya?"tanya Eunhyuk pada dirinya sendiri. Eunhyuk langsung menaiki tangga lantai dua dimana kamar keponakan kecil dan dongsaengnya berada. Eunhyuk menghela nafasnya, dugaannya benar bahwa sepertinya bapak dan anak itu belum bangun dari mimpi mereka tapi hal itu wajar saja, mengingat ini hari libur sekolah dan jadwal Donghae mulai hari ini dan dua hari kedepan tidak ada.
CKLEK
Eunhyuk masuk kedalam keponakannya yang masih gelap. Eunhyuk berjalan kearah meja kecil disamping tempat tidur Sunghae untuk mematikan lampu tidurnya. Setelah mematikan lampu tidur yang berwarna coklat tersebut, Eunhyuk membuka gorden coklat bermotif teddy bear dan membuka jendelanya hingga kamar yang awalnya gelap menjadi terang benderang.
"Nghh~,,,eomma tutup jendelanya, Sungie masih ingin tidur."ucap Sunghae kecil dan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Eunhyuk menggelengkan kepalanya kemudian menghampiri tempat tidur keponakannya yang sangat mirip dengan Donghae.
"Sungie-ah, ireonayo~" Eunhyuk membelai rambut Sunghae agar keponakannya itu bangun.
"Eomma~Sungie masih ngantuk."
"Ini,Eunhyuk ahjussi bukan eommamu."jawab Eunhyuk.
SRET
"MWO? Eomma eodisseo?"tanya Sunghae yang kini benar-benar sudah bangun.
"Ahjussi tidak tahu. Ahjussi baru saja datang."jawab Eunhyuk jujur. Sunghae menundukkan wajahnya. Dan hal itu sukses membuat Eunhyuk tergagap. "Sungie~gwenchana?"tanya Eunhyuk gugup.
Hiks~,,eomma ninggalin,Sungie lagi. Hiks~" Eunhyuk terkejut mendengar isakkan keponakan. Eunhyuk langsung membawa Sunghae kedalam pelukannya dan membelai rambut Sunghae agar keponakannya itu sedikit lebih tenang.
"Uljima baby Sungie~,,, mungkin eomma tidur dikamar appa."jawab Eunhyuk. Sungmin langsung menatap Eunhyuk.
"Jengomal?"tanya Sunghae. Eunhyuk menganggukkan kepalanya dengan ragu. Sunghae langsung menarik tubuhnya dan berlari keluar kamar untuk kekamar sang appa. Eunhyuk terkejut dan langsung mengejar Sunghae.
CKLEK
"Eom_hhmmfftt~" kalimat Sunghae terpotong oleh tangan Eunhyuk yang menutup mulut kecil Sunghae. Eunhyuk langsung menggendong tubuh keponakannya dengan tak lupa menutup pintu kamar Donghae dengan pelan.
.
.
.
.
.
.
.
.
"YA! Kenapa ahjussi menutup mulut,Sungie? Ahjussi ingin membunuh Sungie,eoh?" Eunhyuk menggaruk lehernya yang tidak gatal. Oh,ayolah dirinya tidak ingin teriakan Sunghae membuat Sungmin dan Donghae terbangun kemudian Sunghae melihat kedua orangtuanya yang bangun dengan selimut tebal yang menutupi setengah tubuh orangtuanya. Dan saat itu juga Sunghae akan menanyakan kenapa orangtuanya tidur tidak memakai baju. Membayangkannya saja,Eunhyuk bergidik. Keponakannya masih polos.
"Sungie,,,eomma dan appa perlu istirahat yang banyak karena tadi malam eomma dan appa Sungie kelelahan karena membuat dongsaeng kecil untuk Sungie. Makanya,ahjussi buru-buru membekap mulut Sungie dan membawa Sungie pergi dari kamar eomma dan appa."jawab Eunhyuk.
"Dongsaeng? Cara appa dan eomma membuatnya seperti apa,ahjussi?"
Eunhyuk hendak menerjunkan dirinya dari atas gunung Everest saat mendengar pertanyaan Sunghae. 'Keponakanku kenapa kau bertanya hal itu?'
*죄송합니다*
Sungmin mengerjapkan matanya,ditatapnya sekeliling kamar yang masih gelap. Mata rubahnya melirik kearah jam digital berbentuk nemo yang diletakkan dimeja samping tempat tidur. "OMO! Jam sepuluh!" pekik Sungmin dengan ekspresi kagetnya. Namja manis itu buru-buru bangun dan membuka gorden kamar sehingga kamar itu menjadi terang. Setelah membuka gorden kamar, Sungmin membalikkan badannya hingga maniknya tertuju pada namja yang masih tidur dengan nyenyak. Sungmin menghela nafasnya dan menghampiri namja tersebut.
"Hae,,ireona~" Sungmin mengguncang tubuh Donghae dengan pelan agar namja tersebut bangun dari tidurnya. "Hae-ah~"panggil Sungmin untuk yang kedua kalinya.
"Ngh~" Donghae melenguh,namun bukannya bangun malah mencari posisi tidur yang nyaman. Sungmin mempoutkan bibirnya melihat kelakuan Donghae.
"Hae~kalau kau tidak bangun,aku akan pergi."ancam Sungmin.
"Kau pergi akan kukejar."jawab Donghae dengan mata yang masih terpejam.
"Ish~bangun Hae." Donghae tersenyum mendengar rengekkan Sungmin.
SRET
CHUP
"Morning kiss,nae yeobo~"jawab Donghae dan bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Sungmin menatap tubuh Donghae yang naked.
"YA! Seharusnya kau pakai bajumu dulu baru kekamar mandi."teriak Sungmin dengan wajah memerah karena melihat tubuh Donghae yang sudah masuk kamar mandi dan mendengar teriakkan Sungmin, Donghae kembali menyembulkan kepalanya dan menatap Sungmin yang duduk diatas ranjang.
"Kau juga seharusnya memakai baju,Min."jawab Donghae kemudian menutup pintu kamar mandi. Sungmin mengernyit kemudian melihat kebawah. Wajah Sungmin memerah menahan malu. Dirinya tidak sadar bahwa sedari tadi tidak menggunakan baju.
"Aish~memalukan."gumamnya pada diri sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
Donghae keluar dari kamar mandi dengan baju handuk hijau menutupi tubuhnya. Dilihatnya Sungmin yang sedang mengganti sprei yang terkena cairan cinta mereka dengan sprei yang baru. Donghae terus mengamati istrinya yang lima tahun meninggalkannya itu dengan senyuman tipis yang sedari tadi dikembangkannya. Donghae menghampiri Sungmin yang tidak menyadari kehadirannya.
GREP
"Kyaaa!"
"Hey! Ini aku suamimu yang tampan."jawab Donghae. Sungmin langsung melepaskan pelukan Donghae dan membalik badannya hingga kini wajahnya dapat melihat wajah Donghae yang memang tampan.
"Kau! Menyebalkan."jawab Sungmin dengan wajah merengut. Donghae tersenyum kemudian menarik tubuh Sungmin kedalam dekapannya. Entah kenapa Donghae ingin terus memeluk tubuh Sungmin. Ada rasa takut untuk melepaskan namja kelincinya dari pelukannya. Takut. Jika Sungmin akan pergi lagi meninggalkannya dan sang puteri kecil.
CKLEK
"Appa! Eomma!"teriakkan Sunghae langsung membuat Donghae dan Sungmin saling melepas pelukan mereka dan memandang puteri mereka dengan wajah kikuk. Sunghae menatap aneh kedua orangtuanya.
"Sudah bangun pasangan suami istri?"tanya Eunhyuk dengan nada sinis. Sungmin menundukkan wajahnya yang memerah sedangkan Donghae tak peduli dengan ejekan sang hyung.
"Eomma, mana adik Sungie? Eunhyuk ahjussi bilang tadi malam eomma dan appa bikin dongsaeng buat Sungie. Tapi, Sungie lihat tidak ada dongsaeng didalam kamar ini."
Donghae dan Sungmin tergelak mendengar pertanyaan polos puteri mereka tak lama kemudian tatapan membunuh dilayangkan HaeMin pada Eunhyuk yang berdiri bersender didepan pintu dengan wajah tanpa dosanya. Sungmin menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Sungie yang memang pendek.
"Memangnya Sungie mau punya adik?"tanya Sungmin. Donghae menatap Sungmin dengan raut wajah bingung. Sunghae menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Sungie mau,eomma. Lagipula Sungie sudah lama ingin dongsaeng biar bisa pamer dengan teman-teman Sungie kalau Sungie juga punya adik yang bisa Sungie ajak main."
Ketiga namja dewasa yang mendengar penuturan polos anak kecil itu hanya bisa terdiam. Donghae menghampiri istrinya yang baru kembali dengan sang puteri kecil. "Sungie tenang saja, appa dan eomma akan berusaha membuat dongsaeng untuk Sungie asalkan Sungie selama seminggu ini menginap dirumah halmoeni dan haraboji,bagaimana?"
"Ok,Sungie mau asalkan Sungie bisa mendapatkan dongsaeng."jawab Sunghae.
"ANDWE!" Sunghae dan Donghae menatap kearah Sungmin yang berteriak tidak setuju.
"Waeyo eomma?"tanya Sunghae dengan mata yang mengerjab polos. Sungmin menggigit bibirnya saat melihat tatapan Donghae dan Sunghae yang seakan menuntutnya.
"Eomma belum siap."
"WAE?!"kali ini Sunghae dan Donghae yang kompak berteriak. Sungmin refleks langsung terduduk dilantai mendengar teriakan suami dan puterinya.
"Eomma~Sungie ingin punya dongsaeng."
"Minnie~ayolah aku juga ingin memiliki seorang baby namja biar bisa diajak main bola."
"Ck~kalian berdua ini kompak sekali. Aku belum siap karena kau,Lee Donghae!"jawab Sungmin seraya menunjuk Donghae dengan telunjuknya tepat dihidung mancung Donghae. Sunghae menatap kearah appanya.
"YA! Gara-gara appa eomma tidak ingin memberikan dongsaeng untuk Sungie."kali ini Sunghae berteriak pada Donghae membuat namja tersebut gelagapan. Sungmin tersenyum menang karena puterinya memarahi sang suami.
"Apa sih,Min? Apa hubungannya denganku?"tanya Donghae tidak terima karena disalahkan. Sungmin menarik jarinya dari hidung Donghae dan melipat kedua lengannya didepan dada.
"Kau ingin aku hamil tapi kau sendiri siap tidak menemaniku dan memenuhi ngidamku nanti. Melihat jadwalmu yang super padat. Hamil itu tidak enak,Lee Donghae."jawab Sungmin dan tersenyum sinis pada suaminya itu.
Donghae menatap kearah Eunhyuk yang sibuk dengan gadgetnya. Merasa diperhatikan Eunhyuk menatap kearah Donghae. "Apa?"tanya Eunhyuk bingung.
"Hyung~mulai sekarang kau atur jadwalku agar tidak padat."pinta Donghae. Eunhyuk mengernyit. Hey! Dirinya tidak bisa mengubah-ubah jadwal seenaknya tanpa ada pemberitahuan.
"Kau gila. Mana bisa begitu. Jadwalmu memang sangat padat,Lee Donghae."jawab Eunhyuk seolah membuat harapan Donghae untuk memiliki anak lagi setelah lima tahun hanya hidup berdua dengan puteri kecilnya.
"Kumohon,hyung. Aku ingin memberikanmu keponakan baru lagi."jawab Donghae. Eunhyuk akhrinya mengerti kenapa Donghae memintanya mengatur jadwalnya ulang.
"Baiklah."jawab Eunhyuk kemudian.
Donghae menatap kearah Sungmin dengan seringaiannya. "See~aku sudah meminta Eunhyuk hyung agar jadwalku diubah agar tidak padat. Sehingga kita bisa membuat adik untuk,Sungie."
Sungmin menghela nafasnya,dia sudah kalah. "Baiklah. Aku mau hamil lagi."
"YEIY!" Donghae mengangkat tubuh Sungie dan memutar-mutarnya. Ayah dan anak ini sangat bahagia mendengar bahwa namja yang menjadi nyonya rumah ini mau memberikan seorang baby lagi untuk mereka. Eunhyuk tersenyum melihat Donghae dan keponakannya yang terlihat sangat bahagia. Eunhyuk tak pernah melihat wajah sebahagia itu selama lima tahun ini dan hari ini saat Sungmin kembali Donghae dan Sunghae terlihat sangat bahagia.
'Semoga ini awal dari kebahagiaan kalian,Hae,Sungie dan terutama kau Sungmin.'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
