My Classmate

ChanBaek

T

Yaoi/BoyxBoy

Warn: OOC, typos yg bertebaran, tdk sesuai EYD, bahasa berantakkan, gaje, abal, etc..

.

.

.

.

.

.


"Hm..aku bukan orang yang suka mengingat sesuatu yang tidak terlalu penting.."

Chanyeol menyatukan alisnya. "Sayang sekali, padahal itu termasuk peristiwa yang bersejarah menurutku"

"Apanya yang bersejarah? Berlebihan sekali" Cibir Baekhyun.

"Tentu saja bersejarah! Karena itu peristiwa dimana aku jatuh cinta padamu Baek" Chanyeol menggerakkan kepalanya dipangkuan Baekhyun, membuat lelaki itu risih.

"Yeol, jangan seperti itu! Kau membuatku risih"

"Maaf, maaf.." Chanyeol segera menghentikan gerakkannya.

"Yeol, bagaimana kalau ada yang mau masuk, murid yang lain atau Soun noona?"

"Soun noona tidak masuk hari ini dan untuk murid yang lain mereka tidak akan bisa masuk karena aku menguncinya dari dalam" Chanyeol tertawa.

"Dari mana kau tahu?"

"Sudahlah, itu tidak penting"

"Tapi-" Baekhyun masih terlihat ingin bertanya.

"Tidak ada tapi-tapian~" Putus Chanyeol.

"Hmp!" Baekhyung merengut. "..jadi?" Baekhyun akhirnya memintanya untuk kembali melanjutkan cerita.

"Ehm, jadi.."

"Jangan bertele-tele"

Chanyeol cemberut. "Kalau tidak seperti itu tidak akan seru, aku kan masih ingin berlama-lama denganmu"

"Tapi aku tidak"

"Kalau kau tidak, kenapa kau masih berada disini? Bahkan kau mau-mau saja memangkuku.."

Baekhyun langsung diam, merasa kalah. Salahnya juga sih yang malah membiarkan Chanyeol bertindak seenaknya seperti ini. Yang jadi pertanyaan kenapa dia mau-mau saja disuruh Chanyeol seperti ini?

"Baek?" Chanyeol menatapnya sambil tersenyum geli.

"Arghh..baiklah, baiklah, lanjutkan! Cerewet sekali"

"Okay aku lanjutkan! Jadi saat itu.."

Flashback on

Chanyeol melangkahkan kakinya dikoridor sekolah, saat itu masih jam istirahat. Dia sedang menuju ruang UKS saat ini. Kenapa? Tentu saja karena dia mendapatkan luka, dan itu didapat saat dia sedang bermain basket bersama teman-temannya.

Siang itu Chanyeol merasa sial sekali. Tidak biasanya dia seperti ini, Chanyeol seorang yang ahli bermain basket. Tapi yang namanya manusia pasti tidak ada yang sempurna, ada saja kesalahan yang dilakukannya baik itu disengaja maupun tidak disengaja.

"Sial sekali.."

Chanyeol mengusap-usah dahinya yang membiru karena membentur lantai lapangan basket yang keras. Bahkan, bibirnya juga sedikit lecet karena sempat bergesekkan dengan lantai.

Chanyeol membuka pintu UKS itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Alangkah terkejutnya Chanyeol melihat seseorang yang berada didalam ruangan itu, duduk diranjang UKS. Orang itu pun terlihat sama terkejutnya seperti Chanyeol.

Itu teman sekelasnya. Byun Baekhyun. Dan sayangnya mereka tidak terlalu akrab untuk saling bertukar sapa. Mereka hanya tau nama masing-masing, tidak lebih.

Baekhyun masih menatap Chanyeol. Masih terkejut dengan kedatangan Chanyeol yang tiba-tiba tanpa mengetuk pintu. Baekhyun menatap penampilan lelaki yang masih berdiri diambang pintu itu. Sebelumnya Baekhyun tidak pernah peduli dengan tampilan lelaki itu, tapi kali ini setelah dilihat dari dekat Baekhyun akui tampilan lelaki tinggi itu terlihat cukup keren walaupun terkesan berantakkan.

Seragam yang dikenakannya keluar dari celana, dasi yang dipakai asal dan beberapa kancing kemeja bagian atas yang tidak terpasang. Tapi itulah nilai plusnya, Chanyeol terlihat tampan meski dengan tampilan berantakkan seperti itu.

Chanyeol menggaruk lehernya. Baekhyun memilih diam karena dia tidak merasa perlu mengatakan sesuatu. Suasana diantara mereka sungguh awkward.

"Ehm, kemana Soun noona?" Chanyeol celingukan mencari keberadaan dokter yang bertugas menjaga UKS itu.

"Ah, dia sedang keluar. Kebetulan aku berpapasan dengannya didepan jadi dia meminta tolong padaku untuk menjagakan UKS. Kau bisa meninggalkan pesan padaku jika ada yang mau kau sampaikan padanya" Baekhyun menatapnya dan berucap dengan ramah, ini kalimat terpanjang yang pernah Baekhyun ucapkan untuk Chanyeol.

Tunggu, sepertinya ada sesuatu diwajah Chanyeol..

"Ohh..begitu"

Baekhyun mengangguk. Dia kembali sibuk memainkan ponselnya. Chanyeol jadi berfikir untuk pergi, orang yang dia cari tidak ada, jadi tidak akan ada yang mengobati lukanya.

"Kalau begitu..aku permisi dulu, maaf mengganggumu"

"Tunggu"

Chanyeol sudah hendak menutup pintu tapi suara Baekhyun menghentikannya. "Ada apa?"

Baekhyun menyimpan ponselnya kemudian menghampiri Chanyeol dan berhenti didepannya. Dia menatap wajah Chanyeol. Ini kali pertama mereka berdekatan sedekat ini, bahkan saling bertukar tatapan.

"Sepertinya aku tau apa tujuanmu kesini.."

"Ah, itu lupakan saja. Lagipula Soun noona tidak ada. Aku pergi saja"

"Mungkin aku bisa membantumu" Wajah cantik itu tersenyum dengan manis.

Itu adalah senyuman pertama Baekhyun yang ditujukan kepada Chanyeol sejak mereka sekelas. Dan Chanyeol tidak tahu jika Baekhyun yang tersenyum seperti ini terlihat sangat sangat manis dimatanya. Kemana saja Chanyeol selama 1 tahun belakangan ini? Bukankah mereka sekelas? Ah, mungkin saja karena kurangnya komunikasi diantara mereka selama ini sehingga membuat Chanyeol tidak menyadari.

Entah kenapa Chanyeol merasakan jantungnya berdetak tidak seperti biasa.

"Apa?"

Baekhyun memutar matanya. "Aku tahu kita memang tidak terlalu akrab. Tapi bukan berarti aku diam saja melihat seseorang yang sedang terluka dan membutuhkan bantuan..apalagi dia sekelas denganku"

"Kau..mau mengobatiku?" Chanyeol masih melongo.

"Ya"

"Apa tidak merepotkanmu? Aku tidak ingin merepotkanmu"

"Sudah, tidak apa. Kemari aku akan mengobati lukamu"

Mereka duduk berhadapan, dengan Baekhyun yang mulai mengobati luka Chanyeol seperti seorang ahli, dia tidak terlihat ragu. Chanyeol baru tahu kalau Baekhyun mempunyai keahlian dalam hal mengobati seperti ini, padahal setahu Chanyeol Baekhyun itu bukan tipe orang yang teliti seperti ini, dia kan selalu bersikap aneh dan heboh bersama ketiga sahabatnya itu. Oh, mungkin minus dengan Kyungsoo, anak itu sedikit berbeda dari mereka bertiga.

Chanyeol merasakan jemari Baekhyun yang lembut menyentuh permukaan wajahnya. Chanyeol bahkan sampai menutup mata.

"Kenapa kau bisa terluka seperti ini?" Tanya Baekhyun memecah keheningan diantara mereka.

Siapa tahu dengan pertemuan ini membuat mereka bisa lebih akrab, mungkin?

"Itu sangat memalukan asal kau tahu.."

"Oh ya, apa itu?"

"Aku terjatuh saat mendribble bola basket. Aku tidak sadar kalau tali sepatuku terlepas"

Baekhyun bisa membayangkan itu. Tubuh Chanyeol yang besar itu terjatuh dengan keras dilantai karena menginjak tali sepatunya sendiri, apalagi wajahnya yang terkejut, pasti terlihat sangat bodoh. Baekhyun tertawa. Dan Chanyeol kembali terpana.

"Konyol sekali.."

Chanyeol pura-pura cemberut. "Aku sudah menduga reaksimu itu. Teman-temanku juga mentertawakanku.."

"Maaf..aku tidak bermaksud"

"Tidak masalah"

"Nah, sudah selesai! Lain kali hati-hati ya!"

Tangan dengan jemari lentik itu mengelus luka diwajahnya dengan lembut. Pipi mulus itu merona dengan eye smilenya dan senyuman lebar yang berbentuk rectangle. Manis sekali..

Chanyeol menatap wajah itu tanpa berkedip dengan mulut menganga, untung salivanya tidak menetes.

Tanpa sadar tangannya menyentuh dadanya yang saat ini berdetak lebih cepat.

Chanyeol yakin dia sedang jatuh cinta saat ini. Jatuh cinta pada pandangan pertama, pada seorang Byun Baekhyun, teman sekelasnya.

Chanyeol fikir mungkin hubungan mereka akan membaik setelah ini. Mungkin..

End of flashback

"Jadi begitu.."

"Ohh.." Baekhyun mengangkat alisnya.

"Hei, kenapa cuma oh? Kau tidak terkejut begitu?"

"Tidak. Memangnya aku harus seperti apa? Berkomentar panjang lebar begitu? Ceritamu itu biasa saja"

"Eii..walaupun itu terlihat biasa saja, bagiku itu sangat berkesan tahu"

"Aku fikir pertemuan kita dulu seperti yang terjadi ditelevisi-televisi itu.."

"Baek, jadi kau mengharapkan pertemuan yang..begitu?"

"Bukan! Siapa juga yang mau seperti itu..ma-maksudku-" Wajah Baekhyun merona.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Baekhyun..kau terlalu banyak menonton drama sepertinya"

"Aku tidak! Aishh..kau, menyingkir kau dari pahaku sekarang juga!" Baekhyun mendorong-dorong tubuh Chanyeol dan menjambaki rambutnya.

"Yah, yah! Hentikan, jangan tarik rambutku, kau anarkis sekali"

"Makanya menyingkir, pahaku kebas asal kau tahu"

Chanyeol langsung bangkit. Dia menatap Baekhyun khawatir. "Astaga..maafkan aku!" Kedua tangannya bergerak cepat menyentuh paha Baekhyun, niatnya sih ingin memijat paha itu untuk mengurangi rasa sakit Baekhyun. Sayangnya Baekhyun sudah berfikir yang tidak-tidak. Dia fikir Chanyeol pasti mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk bisa menyentuhnya.

"Yah! Jauhkan tanganmu, dasar mesum!" Dia memukul tangan Chanyeol dan menatapnya kesal.

"Siapa yang mesum?!"

"Kau, kau pasti mencari kesempatan untuk menyentuhku, dasar mesum!"

"Ya Tuhan Baek, aku sama sekali tidak punya maksud seperti itu! Aku hanya bermaksud untuk memijatmu. Kau bilang pahamu kebas kan?" Chanyeol menatapnya dalam.

Baekhyun balas menatapnya sebelum akhirnya menghela nafas. "Ah sudahlah..lupakan saja"

Baekhyun melihat jam diponselnya. Dia baru menyadari sesuatu. "Astaga, kita hampir melewatkan 1 jam pelajaran! Berapa lama kita disini?" Dia menatap Chanyeol yang terlihat santai-santai saja. Bahkan anak itu berbaring diranjang.

"Entahlah, cukup lama mungkin?"

Baekhyun berdecak. "Ayo cepat kita kembali kekelas" Baekhyun sudah berdiri tapi Chanyeol menarik lengannya membuatnya kembali terduduk diranjang.

"Bolos saja Baek, sesekali.."

"Apa? Tidak mau! Walaupun aku bodoh bukan berarti aku suka bolos ya"

"Percuma saja kalau mau kembali kekelas, jam pelajaran sudah hampir selesai. Kau mau kita dihukum? Lebih baik bolos saja sekalian"

Baekhyun menatpnya tajam. Benar juga apa yang dikatakan Chanyeol. Kalau mereka kembali kekelas kemungkinan besar mereka akan dihukum karena sudah sangat terlambat. "Kau santai sekali, apa kau sering membolos huh?"

"Tidak, ini pertama kali aku bolos" Jawabnya sambil cengengesan.

Baekhyun menghela nafas. "Semoga saja Luhan hyung membuatkan ijin untukku.."

"Tidak usah khawatir Baek. Lagi pula kalau kena hukum, kau tidak sendiri, kan ada aku hehe"

"Aku yang tidak mau dihukum bersamamu bodoh!"

Chanyeol menggeser sedikit tubuhnya untuk memberi ruang disebelahnya. Anak itu menarik Baekhyun sehingga berbaring disampinya. Mereka berdua berdesakkan diranjang UKS yang kecil itu.

"Yah! Apa lagi ini? Lepaskan, kau suka sekali melakukan sesuatu seenaknya!" Bentak Baekhyun. Pasalnya Baekhyun saat ini tidak hanya marah, tapi juga gugup mengingat posisi mereka yang terbilang cukup intim. Cukup bisa membuat orang yang melihatnya jadi salah paham.

"Stt..jangan berisik Baek, nanti ada yang mendengar" Chanyeol mengeratkan pelukkanya disekujur tubuh Baekhyun, tubuh mereka sudah tidak berjarak. Chanyeol tersenyum, tubuh Baekhyun terasa pas sekali dipelukkannya. Apa lagi kepala Baekhyun berada dibawah dagunya membuat Chanyeol dapat mencium surai Baekhyun yang mengeluarkan aroma segar buah-buahan. Hahh..

"Baek, aku ingin tahu, dulu ketika kita bertemu di-UKS, kau bersikap ramah kepadaku. Tapi sekarang, kenapa kau berubah menjadi pemarah begini?"

"Kenapa bertanya padaku? Seharusnya kau tanyakan itu kepada dirimu sendiri, sikapmu itulah yang membuatku marah"

"Memangnya..aku bersikap seperti apa sampai membuatmu marah?"

"Ugh, fikir saja sendiri, dasar bodoh!"

Baekhyun masih diam, tidak bisa bergerak. Tubuhnya ditahan oleh kedua lengan dan kaki Chanyeol. Baekhyun bahkan dapat mencium aroma parfum yang digunakan Chanyeol, sangat maskulin. Baekhyun terhanyut sampai menutup kedua matanya menikmati aroma tubuh Chanyeol yang tidak disangkanya bisa membuatnya setenang ini. Wajahnya tepat berhadapan dengan dada bidang Chanyeol.

Ini hanya perasaannya saja atau memang benar kalau detak jantung Chanyeol bisa terdengar olehnya?

Baekhyun sedikit mengangkat wajahnya untuk menatap Chanyeol. "Chanyeol, kau berdebar?"

"Hmm.." Chanyeol masih menutup matanya.

"Chan, kau berdebar?" Ulang Baekhyun.

Chanyeol menundukkan kepalanya sehingga mereka kini berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Wajah Baekhyun seketika merona.

"Tentu saja aku berdebar, itu karena aku berada didekatmu. Orang yang spesial dan..orang yang kucintai" Jawab Chanyeol sambil tersenyum tampan. Wahh..

Baekhyun tidak tahu sudah semerah apa wajahnya sekarang. Yang pasti jantungnya sekarang sudah berdetak sangat cepat, mungkin sama seperti milik Chanyeol.

Baekhyun menelan ludahnya. Tidak, dia tidak sanggup menatap mata Chanyeol! Baekhyun menaikkan pandangannya dan bertemu dengan dahi Chanyeol. Ho, Baekhyun baru sadar kalau Chanyeol mempunyai dahi yang..sexy?

Tangan kanannya yang bebas tanpa sadar menyentuh dahi Chanyeol yang tidak tertutupi oleh surai merahnya yang berantakkan itu.

"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Chanyeol bingung menatap Baekhyun yang mengelus dahinya dengan sedikit berlebihan.

"..aku hanya berfikir kalau dahimu ini terlihat cukup sexy.."

Chanyeol menyeringai. Dia menangkap tangan Baekhyun yang masih menyentuh dahinya. "Hm..apa benar sexy huh?"

Chanyeol merendahkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan. Baekhyun menahan nafasnya. Dia dapat merasakan nafas Chanyeol yang menerpa wajahnya..

"A-aku.." Baekhyun tidak sanggup mengeluarkan suara. Kata-katanya seolah tersangkut ditenggorokkannya.

"Baekhyun..sayang.."

Apakah Chanyeol akan menciumnya lagi?

"Chanh.."

"Argh..aku sudah tidak tahan lagi" Desis Chanyeol.

Lelaki tinggi itu segera melahap bibir tipis Baekhyun yang sudah menggodanya sejak tadi. Chanyeol menahan belakang kepala Baekhyun agar mereka semakin dekat. Baekhyun hanya bisa menutup rapat kedua matanya, tubuhnya terlalu lemah untuk menolak perlakuan Chanyeol.

"Eumhh..ha.."

Baekhyun melenguh saat Chanyeol mengisap bibir atas dan bawahnya bergantian. Lelaki tinggi itu bahkan menjilati dan menggigit bibirnya agar Baekhyun membuka mulutnya.

Baekhyun tidak tahu harus melakukan apa. Apa dia juga harus melakukan seperti apa yang tengah dilakukan oleh lelaki tinggi itu? Ini adalah ciuman kedua mereka, tapi Baekhyun masih belum terbiasa. Maklum, Baekhyun kan tidak pernah pacaran sebelumnya, melakukan ciuman pun baru dengan Chanyeol saja.

"Chan..eumh.." Baekhyun meremas lengan kemeja Chanyeol hingga kusut.

Chanyeo tidak menyianyikan kesempatan ini, dia segera memasukkan lidahnya kedalam mulut Baekhyun saat Baekhyun tanpa sengaja membuka mulutnya. Walaupun terkejut, tapi lama-kelamaan Baekhyun pun mulai menikmati ciuman Chanyeol. Chanyeol tersenyum saat merasakan Baekhyun yang mulai membalas ciumannya walaupun masih sangat pasif. Saliva keduanya sudah bercampur menjadi satu, bahkan ada yang menetes disekitar dagu Baekhyun.

Sudut mata Baekhyun berair. Ini terlalu nikmat, ciuman Chanyeol sungguh memabukkan! Batin Baekhyun. Baekhyun merasakan perutnya sangat geli. Tubuhnya sudah sangat lemah, untuk saja mereka saat ini berbaring diranjang, jika berdiri mungkin Baekhyun sudah merosot kelantai.

Sekarang, yang ada dipikiran Baekhyun hanya Chanyeol seorang, dia tidak bisa memikirkan yang lain lagi. Fikirannya hanya berpusat pada Chanyeol, Chanyeol dan Chanyeol.

Sepertinya, tidak lama lagi dia akan benar-benar terjatuh pada Chanyeol.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun kembali kekelas saat jam istirahat terakhir, beberapa menit sebelum pelajaran terakhir masuk. Sepanjang perjalanan mereka hanya dia, sama-sama canggung setelah yang terjadi di-UKS tadi. Jika yang sebelumnya ada Luhan yang menginterupsi mereka, Chanyeol masih bisa bersikap santai karena dia tidak hanya berdua dengan Baekhyun saat itu.

Saat memasuki kelas mereka langsung disambut dengan tatapan menasaran dari Luhan, Lay, Kyungsoo dan Sehun.

"Yah! Kemana saja kalian tadi hah?" Tanya Luhan lebih dahulu.

"Hyung, mereka bergandengan tangan!" Pekik Lay. Sontak ketiga orang itu langsung mengalihkan tatapan mereka pada kedua tangan Chanyeol dan Baekhyun yang bertaut. Baekhyun yang tersadar langsung menarik tangannya lalu menatap Chanyeol kesal namun malu-malu.

"Yah! Sejak kapan kau menggenggam tanganku?"

"Baek, bukankah dari tadi kita sudah bergandengan tangan, kau saja yang baru sadar"

"Aku mencium sesutu yang mencurigakan disini.." Ucap Luhan menatap Chanyeol dan Baekbyun bergantian.

"Kalian dari mana saja hyung?" Tanya Sehun.

"Kami dari.." Baekhyun memikirkan alasan agar teman-temannya tidak berfikir macam-macam.

"Kami dari UKS" Jawab Chanyeol santai. Baekhyun langsung mendelik kearahnya. Chanyeol balas menyeringai.

"Untuk apa ke-UKS, siapa yang sakit hyung?" Tanya Kyungsoo.

"Tidak ada yang sakit, kami hanya tiduran di-UKS dan membolos pelajaran"

Baekhyun berharap mereka mempercayai apa yang dikatakan Chanyeol.

"Hm..benarkah?"

"Iya" Jawaban Chanyeol kelewat santai seakan memang tidak terjadi sesuatu diantara mereka.

"Yahh..tidak asik, aku fikir kalian melakukan sesuatu tadi"

"Hyung saja yang berfikir kejauhan" Cibir Baekhyun. Padahal memang benar kan, tadi mereka memang melakukan 'sesuatu'

Keempat orang itu kembali sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

"Baek, nanti pulang sekolah aku antar ya? Kau jangan pulang duluan" Ucap Chanyeol. Belum juga Baekhyun membuka mulutnya lelaki tinggi itu sudah berlari ketempat duduknya sambil nyengir.

"Seenaknya saja.."

.

.

"Stt..Kyung, Kyung.." Bisik Lay mendekati Kyungsoo.

"Apa hyung" Balas Kyungsoo juga berbisik.

"Apa kau merasa ada yang berbeda dengan Baekhyun?"

Kyungsoo memiringkan kepalanya. "Berbeda bagaimana? Aku tidak melihat ada yang berbeda hyung" Kyungsoo kembali membaca bukunya.

Lay menggaruk kepalanya. Dia memperhatikan Baekhyun yang berada didepannya. Memang ada yang aneh, tapi apa?

Ah! Lay membulatkan matanya menyadari sesuatu. "Itu..bibir Baekhyun, benar. Kenapa itu terlihat sangat merah dan membengkak yah?" Gumamnya sambil berfikir. Sudah Lay, jangan terlalu berfikir keras, nanti otakmu pecah.

"Apa mungkin bibirnya disengat lebah ya? Sampai membengkak begitu.." Sambungnya lagi.

Tinggalkan saja Lay dan pemikirannya.

.

.

Pulang sekolah Chanyeol langsung menghampiri meja Baekhyun, menunggu lelaki itu.

"Chanyeol ada apa?" Tanya Luhan Bingung.

"Aku akan pulang bersama Baekhyun, hyung~"

"Ohh~ ehm, yang akhirnya pulang bersama" Luhan mulai menggoda Baekhyun. Baekhyun menatapnya kesal.

"Berisik hello kitty!"

"Yah! Apa kau bilang hah? Jangan sesekali menyebutku dengan panggilan laknat itu!" Bentak Luhan.

"Sekali hello kitty tetap saja hello kitty~"

"Kurang ajar kau! Yah! Aku tidak akan pulang bersamamu lagi sekarang, aku akan pulang bersama Sehun saja.." Luhan melirik Chanyeol. "..lagi pula sudah ada yang akan mengantarmu sekarang" Luhan tertawa.

"Ayo Sehunnie kita tinggalkan mereka~"

Chanyeol menarik tangan Baekhyun menuju parkiran sekolah mereka. Baekhyun mencoba menarik tangannya, risih karena tatapan orang disekitar mereka.

"Sudah, biarkan saja Baek.." Ucap Chanyeol sambil tersenyum.

"Hahh.." Baekhyun membuang wajahnya yang merona tipis.

Sesampainya dimotor Chanyeol, Chayeol segera menyerakan helm untuk Baekhyun. "Ini, pakailah"

Chanyeol sudah berada diatas motornya, menunggu Baekhyun. "Yah, kenapa tidak naik?"

Bekhyun menatap Chanyeol dan motornya bergantian. Motor Chanyeol itu tipe motor-motor besar, jadi kalau dia duduk dibelakang tubuh mereka akan menempel kan?

Baekhyun menghela nafas lalu menaiki motor Chanyeol dengan ragu. Dia langsung berpegangan pada ujung seragam Chanyeol dan membuat jarak sejauh mungkin dari lelaki itu, yah walaupun percuma.

"Hahh..kenapa kau berpegangan disitu? Peluk pinggangku Baek"

"Tidak mau!"

"Kau mau terjatuh hah? Aku akan mengebut asal kau tahu"

"Aish..iya, iya!" Baekhyun segera melingkarkan kedua tangannya dipinggang Chanyeol dengan setengah hati. Chanyeol terkekeh.

"Nah, begini lebih baik" Ucapnya sambil menepuk jemari Baekhyun.

Chanyeol segera mejalankan motornya meninggalkan sekolah.

.

.

"Sehunnie~ apa kau yakin kalau Chanyeol dan Baehyun tidak melakukan sesuatu di-UKS tadi, aku masih curiga.." Ucap Luhan sedikit keras dari balik punggung Sehun.

"Tentu saja tidak hyung"

"Memangnya ada apa?"

"Apa hyung tidak menyadarinya? Kalau bibir Chanyeol dan Baek hyung terlihat memerah dan membengkak tadi"

"Hah, benarkah? Aku tidak sadar. Apa itu berarti..mereka habis kisseu?" Tanya Luhan sedikit malu.

"Tentu saja, sekali lihat pun aku sudah mengetahuinya"

"Tapi kenapa kau percaya saja dengan apa yang dikatakan Chanyeol tadi?"

"Hanya tidak ingin memperpanjang masalah hyungie~"

Luhan cemberut. "Lagi pula, masa sih hyung tidak menyadarinya? Bukankah kita juga sering melakukan itu, bahkan lebih.." Goda Sehun.

Wajah Luhan seketika merona. "Yah! Tidak usah membahas itu bodoh, dasar mesum!" Luhan memukul punggung Sehun walaupun itu tidak berefek sama sekali bagi Sehun. Sehun didepannya hanya cengengesan.

.

.

"Yah, Tae kemari" Suruh Baekboom.

"Apa hyung?" Taehyung masih sibuk menonton televisi.

"Sudah kesini saja, cepat.."

Taehyung dengan malas menghampiri Baekboom yang berada didekat kaca jendela. "Hyung kau sedang mengintip ya?"

"Stt..itu siapa yang mengantar Baek hyung hah?" Tanya Baekboom menunjuk kearah luar.

Taehyung menyipitkam matanya, menatap kearah yang ditunjuk oleh Baekboom.

"Hmm..itu..sepertinya aku mengenal orang itu"

"Siapa?"

Orang itu membuka helm, membuat Taehyung memekik. "Ah, itu Chanyeol hyung!" Taehyung sudah mau berlari keluar rumah tapi Baekboom menarik lengannya mencegah pergi. "Jangan kesana, ada yang mau hyung tanyakan"

"Tanya apa sih hyung?"

"Lelaki itu..siapanya Baekhyun?"

"Dia pacarnya Baekhyung hyung!"

Baekboom sedikit terkejut tapi dia tidak berkomentar. Dia menatap lurus kearah dua orang diluar sana.

Taehyung sudah berlari keluar rumah.

"Hyung! Chanyeol hyung~"

"Oh, Taehyung kau sudah pulang sekolah?" Chanyeol mengacak rambutnya.

"Iya hyung!"

"Sudah sana, kau pulanglah" Usir Baekhyun.

"Eii..tega sekali kau mengusirku" Chanyeol cemberut.

"Hyung kenapa Chanyeol hyung tidak diajak mampir?"

Baekhyun mencubit pipinya gemas. "Dia sedang terburu-buru Tae~"

"Baiklah, baiklah. Aku akan pergi, lain kali saja aku mampir hahaha"

Chanyeol mengisyaratkan Baekhyun untuk mendekat. "Apa?"

"Kisseu sayang~" Ucap Chanyeol setelah berhasil mencium pipi Baekhyun yang langsung merona. "Kurang ajar! Bagaimana kalau ada yang melihat?"

"Aku melihat kalian hyung!" Cengir Taehyung. Baekhyun menepuk dahinya.

"Besok aku jemput"

"Tidak perlu"

"Tidak ada penolakkan"

"Terserahh.."

"Aku pergi. Tae, hyung pulang dulu ya? Bye~" Chanyeol segera melajukan motornya setelah memasang helmnya.

"Bye hyung~"

"Ayo Tae masuk"

"Huu..sayang sekali Chanyeol hyung tidak mampir"

Setelah memasuki rumah Baekhyun langsung disambut dengan Baekboom yang tersenyum aneh kepadanya. Taehyung entah menghilang kemana.

"Ada apa hyung?"

"Jadi..yang tadi itu pacarmu?"

"Bukan! Darimana hyung bisa berfikiran seperti itu?"

"Kata Taehyung dia pacarmu?"

"Bukan hyung, bukan. Anak itu hanya asal bicara, jangan dengarkan"

"Tapi dia lumayan tampan Baek.." Baekhyun gemas. Kedua tangannya bergerak ingin menjambak rambut Baekboom.

"Memangnya kenapa kalau dia tampan? Intinya dia bukan pacarku! Hyung harus percaya!"

Baekboom menangkap kedua tangan Baekhyun. Lelaki yang lebih kecil mengerjapkan kedua matanya. Hening beberapa saat diatara mereka.

"Hyung ada apa? Kau aneh sekali" Tanya Baekhyun sambil menatap balik Baekboom.

"Kalau kau punya pacar kau harus memberitahuku.."

Wajah Baekhyun merona. "Sudah kubilang kalau aku tidak punya pacar!" Baekhyun menarik kedua tangannya dari genggaman Baekboom. Dia melirik Baekboom. "Untuk apa juga aku memberitahu hyung, itukan urusanku. Tidak penting memberitahumu"

"Yah! Tentu saja kau harus memberitahuku bodoh, aku kan hyungmu. Kalau kau mendapat pacar yang tidak baik nanti bagaiman? Hyung tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu" Baekboom mengacak rambut Baekhyun dengan gemas.

"Hyuuung~ berhenti, kau merusak rambutku!"

"Hahaha..baiklah maafkan hyung. Sudah sana ganti pakaian!" Suruh Baekboom sambil terseyum.

Baekhyun mencibir. "Iya, iya cerewet" Ucapnya sebelum berlari kekamar.

Senyum Baekboom seketika luntur. Tanpa diketahui Baekhyun, hyungnya itu menatap kepergiannya dengan pandangan yang sulit diartikan.

Ada apa dengan Baekboom hyung?

Taehyung yang kebetulan melintas dihadapan Baekboom menatap hyungnya itu bingung sambil membawa setoples kookies.

.

.

.

.

.

.

Tbc


Semoga kalian yg udh baca puas ya sama kelanjutannya walaupun msih banyak kekurangan sana-sini 😂💪

Ternyata nulis beribu2 kata itu ga gampang, apalagi klo msih newbie dan inspirasi lagi ga ada. Nulis yg baru 3k gini aja syukur alhamdulillah bisa selesai..

Jadi ngerti gimana perasaan author2 senior yg fanficnya pada keren2 itu hehe

Oh ya, itu Soun noona si penjaga uks itu emang benaran loh ada. Entah kenapa aku malah kepikiran dia. Dia itu salah satu youtubers favoriteku, orang korea tapi bisa bahasa indo juga, sama kya yoora lah~

Yg udh review sebelumnya, makasih bgt ya. Review kalian bikin aku semangat lanjutin fanfic gaje ini hehe

Last, makasih yg udh nyempatin baca fanfic gaje bin abal ini. Review please? 😁