ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun.


(the gate mysterious).

.

disclaimer: semua karakter yang ada di fic ini bukan milikku, saya hanya meminjamnya saja.

ganre : fantasy, adventure, romance & dll.

warning :ide kacangan/pasaran, geje, ooc, strongnaru, typo & dll.

summary : kembali setelah menyelesaikan tugasnya di akita. kini dia harus memenuhi tugas barunya, untuk menyelidiki Gerbang aneh yang muncul di Jepang yang mengarah ke dunia yang berbeda, bersama rekan Tim barunya, mampukah naruto menyelesaikannya?

Rate: M

pairing : (naruto x...)

.

Chapter 2 : Italica dan Invasi bandit

.


Bukit Arnus.

Markas JSDF - kantor Letnan Jenderal Hazama.

"Letjen, Laporanya sudah selesai." kata sasuke kepada hazama yang duduk di kursinya sambil menatapnya serius.

"Ooh. Apa yang kita pelajari?"

Sasuke menganggukkan kepalanya.

"Bahasa yang mereka gunakan membuat kita kesulitan untuk berkomunilasi, tapi intinya kita berhasil menjalin hubungan baik dengan mereka." kata sasuke memberikan buku laporan Tim naruto kepada hazama.

"kebanyakan dari mereka manusia dan sebagian besar berada di sekitar pertanian dan kehutanan, untuk informasi industri dan perdagangan selebihnya tercatat lengkap di laporan, setiap desa tampaknya memiliki kepada desa. Namun kami masih belum mengetahui secara rinci tentang stuktur politik mereka."

Sasuke menghela nafasnya kemudia dia melanjutkan.

"Letjen, saya harap kita bisa mengundang beberapa dari mereka kemari" usul sasuke memberikan pendapat untuk mengundang beberapa orang-orang di dunia ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Hazama menggelengkan kepalanya.

"Yang jadi masalah, kita kesulitan berkomunikasi dengan mereka, bisa saja mereka malah salah paham dan mengira kita menculik mereka. Itu malah akan membuat kita repot!"

"Letjen, Tim naruto membawa beberapa pengungsi, dengan memanfaatkan pengungsi, kita dapat membuat alasan yang jelas." Ucap sasuke meberikan usulan yang tadi.

Hazama yang mendengar itu dari sasuke tentang naruto yang membawa beberapa pengungsi tertawa kecil.

"Begitu rupanya. Oke boleh juga idemu sasuke"

menganggukkan kepala, hazama melanjutkan.

"Sasuke tolong sampaikan ini pada naruto, Aku perintahkan dia untuk mengurus dan mengamati mereka" ujar hazama sambil mengambil buku laporan tadi dan langsung membacanya.

"Yes. Sir" sasuke memberi hormat. meninggalkan ruangan Letnan Jenderal dengan damai.

-Line break-

Naruto baru saja selesai keluar dari kantor Mayor Higaki, yang kesal padanya karena membawa pengungsi tanpa izin mereka, sekarang dia bertanggung jawab atas kondisi kehidupan mereka dan kesejahteraan para pengungsi di pangkalan ini.

Naruto menghela nafas saat dia dan timnya berjalan melalui lorong.

"Jeanne dan Leonardo, pergilah ambil makanan di kantin serbaguna. Cao cao, Heracles dan Siegfried, kalian minta tenda ke bagian pos perlengkapan. Aku akan mengurus dokumennya. Georg kau temani mereka sampai makanan dan tenda mereka datang"

"Yes. Sir" Menanggapi ucapan kaptenya, Tim itu segera pergi melaksanakan tugasnya masing-masing.

Naruto menghela nafas lagi, sekarang dia harus bergulat dengan kertas-kertas menyebalkan itu lagi.

Beberapa saat Kemudian

Cao cao, Heracles dan Siegfried, sibuk mempersiapkan tenda para pengungsi desa Coda sementara Jeanne dan Leonardo menyiapkan ransum dan langsung distribusikan ke para pengungsi. mereka semua terpesona bagaimana makanan bisa masuk ke dalam kotak kecil yang tampak aneh menurut mereka.

Georg membawa sekotak ransum saat dia menemukan Tuka, georg tersenyum kepadanya. Tuka yang melihat georg tersenyum pada nya pergi menjauh dari nya karena dia masih malu.

"Masih belum bicara?"

Georg berbalik melihat Jeanne sedang membawa sekotak makanan. menghela nafasnya kemudia dia berkata.

"Sayangnya ya."

Jeanne meletakkan kotak itu dan mengeluarkan keringat dari dahinya "Ah, beri dia waktu. Ayo, aku belikan sesuatu untuk diminum." kata jeanne sambil tersenyum.

Georg tersenyum, "Baiklah."

Pagi selanjutnya.

Naruto beserta para unitnya memulai aktifitas harian dengan mendaftarkan nama para pengungsi. Georg diberi tugas oleh Naruto untuk menulis dan berbicara dengan para pengungsi dalam bahasa mereka. Karena Georg adalah tangan kanan Naruto yang cukup ahli dalam hal bahasa.

Sesaat kemudian Georg mulai mendata para pengungsi satu persatu.

"Nama?" Sambil memegang buku dan pena ia bertanya dengan ramah kepada para pengungsi.

"Aku adalah seorang penyihir, Cato El Altestan." Orang tua dengan jenggot abu-abu dan topi penyihir itu berkata, dia kemudian berbalik sedikit ke arah gadis berambut biru di belakangnya "Dan dia ini muridku ..."

"Lelei La Releena." Ujar gadis berambut biru muda itu bernama Lelei La Lalena.

Kemudian datanglah gadis loli gothic dengan kapak raksasa yang dia pegang.

"Aku Rory Mercury. Aku adalah utusan dewa kegelapan Emloy." Dia berkata sambil mengelus rambutnya ke belakang.

Lalu datanglah elf yang gugup dengan rambut pirang panjang, dia memegang tangannya ke bawah.

"Aku putri dari Hodolue, dari hutan Koan. Tuka Luna Marceau" kata Tuka memperkenalkan dirinya.

Georg menuliskan semua nama dan kemudian melanjutkan untuk berbicara dalam bahasa mereka "H-Hari ini, kita akan membuat rumah di-di luar. Jadi semuanya! Ayo Bersiap-siap! Pergi!" Ucap georg dengan gerakan-gerakan aneh yang menggambarkan apa yang dia ucapkan.

Naruto melihat itu berkeringat jatuh "georg, apakah kau benar-benar sudah mempelajari bahasa mereka?"

"Cerewet." kata georg kesal.

Saat itu jam makan siang, semua pengungsi duduk di meja dan di depan mereka ada makanan hangat siap saji yang tampak luar biasa bagi mereka ketika mereka melihat hidangan ini untuk pertama kalinya.

"Oke, kalo begitu, silahkan dimakan." naruto berkata dengan bukunya "Il ... Ruqua ..."

Di meja lain, Jeanne, Leonardo, Tuka, dan Rory mulai makan makanan mereka sambil melihat dengan geli bagaimana Cato bereaksi ketika dia menggigit roti.

Beberapa saat Kemudian.

Terlihat Tuka dan Rory sedang berjalan-jalan di sekitar pangkalan JSDF.

"Tuka Ada apa" tanya Rory menaikkan alisnya melihat gerak gerik Tuka yang terlihat gelisah.

"Bukan apa apa..." jawab Tuka berbohong dan langsung menyebunyikan kegelisahan nya.

"Tapi ini cukup mengesankan, ya?" Kata Rory sambil melihat anak-anak desa Coda bermain dengan Heracles dan Siegfried. "Aku dengar JSDF bilang kamp ini tempat tinggal sementara"

"Iya, itu benar" ucap Tuka menutup matanya, dan Tanpa melihat jalan dia menabrak seseorang. Tuka mengaduh kesakitan dan melihat kearah orang yang di tabraknya.

"Maaf Lelei, aku tidak sengaja"

"Tidak apa-apa, aku Punya sesuatu untuk ditunjukkan pada kalian." kata Lelei kepada Rory dan Tuka.

Tuka dan Rory mengangguk mengikuti Lelei,

Setelah sampai di tempat tujuan mereka. Di area terbuka yang luas di mana JSDF dan Angkatan Darat Kekaisaran bertempur. mereka dapat melihat kuburan massal. Mayat tentara dan naga berserakan di daerah itu bermil-mil jauhnya. Sejauh mata memandang. Tuka dan Rory benar-benar terkesan di luar dugaan pada banyaknya mayat yang ada.

"Banyak sekali... semua mayat ini tentara kekaisaran." Ujar Tuka dengan takut.

"Di sinilah pasukan kekaisaran dan para aliansinya bertempur melawan JSDF." kata Lelei mengangkat sisik Naga yang ada di tangannya. "Naruto bilang kita boleh mengambil semua sisik naga ini"

"Sisik naga ini harganya mahal, Lo!." kata Tuka kagum melihat ada berapa banyak sisik naga yang ada.

"Sepertinya JSDF tidak tertarik dengan ini..." ujar Lelei sambil berbalik ke belakang. "kita bisa menjual sisik naga ini ke Italica"

"Baguslah dengan begitu kita tidak perlu menjual diri kepada mereka." kata Rory tersenyum pada Tuka.

Hanya butuh beberapa jam bagi mereka untuk mengumpulkan sebanyak mungkin sisik naga. Pada saat mereka selesai, mereka hanya dapat mengumpukan 2 kantong sisik naga. Meskipun masih banyak yang tersisa.

Memasukan 2 kantong ke kendaraan, kendaraan 1, 2, 3 bersiap-siap. Naruto duduk di tempatnya yang biasa dengan georg di sebagai kemudi.

"Jadi, kita sekarang beralih Menjadi petugas JNE." kata georg tidak terima, sambil menatap kaptennya yang sedang memegang sisik naga.

"Cih. Kau ini jangan bicara seperti itu, kita melakukan ini demi permintaan para pengungsi lagi pula, ini merupakan kesempatan kita untuk mempelajari bagaimana sistem jual-beli di sini" kata Naruto menyimpan sisik naga itu ke dalam saku dada kirinya.

Begitu mereka di dalam kendaraan, mereka pergi. Tujuan mereka. Italica.

-Line break-

Sudah beberapa jam sejak naruto dan timnya meninggalkan pangkalan, misi mereka? ke Italica sebuah kota perdagangan di mana mereka bisa menjual sisik naga yang menurut penyihir berambut biru cukup langka dan cara cepat untuk mendapatkan koin emas.

"Kapten?"

Naruto yang sedang melamun kaget lantas dia menoleh ke arah georg "ada apa georg?"

"Di sebelah kanan jalan Ada asap"

Naruto melihat ke mana georg menunjuk dan melihat bahwa memang sejumlah besar asap hitam datang dari kanan.

Kendaran itu berhenti sebentar sehingga naruto bisa melihat sekilas "georg, apakah dari sini kita bisa menuju ke sumber asap itu?"

"Sebenarnya, tempat tujuan kita memang berada di sana." georg berkata karena jalan itu benar-benar membawa mereka ke asap.

"seharusnya Italica ada di sana." ujar naruto

Lelei mencoba melihat melalui teropong tetapi secara tidak sengaja melihat ke arah yang salah.

"Aku punya firasat buruk tentang ini." kata naruto, sesuatu yang buruk pasti telah terjadi.

"Itu ... asap." Kata Lelei saat dia mendapatkan teropong yang tepat dan melihatnya.

"Apa kau tahu apa yang terjadi?" tanay naruto

Dia meletakkan teropong ke bawah "sepertinya perbuatan seseorang. Abi? Tapi itu terlalu besar."

Georg tampak bingung, "Sebuah abi?"

"Maksudnya 'api,' bukan 'abi" naruto mengoreksinya.

Leiei mengangguk, "Api."

Naruto mengambil radio dan mulai mengatakan "Semua unit, harap tetap waspasa. Ayo lanjutkan perjalanan. Jangan lupa perhatikan area sekitar."

"3-2, roger."

Rory mencondongkan tubuhnya ke depan dan tersenyum.

"Ada Apa Rory?" Tanya naruto menaikkan alisnya.

Rory menjilat bibirnya, "Aku mencium bau darah." Katanya dengan menyeringai yang lagi-lagi membuat bulu kuduk naruto berdiri.

Di dalam Italica, istana formal.

Pina Co Lada berbaring di tempat tidurnya di ruang tamu, memikirkan tentang pertempuran pertama yang ia ikuti dengan Rose-Order of Knight miliknya yang sebagian besar terdiri dari gadis-gadis bangsawan dan sekarang mereka menjadi teman dekat Pina.

Dia bermimpi, kemenangan dan kehormatan atas nama Kekaisaran dan juga Rose-Order of Knight miliknya adalah pasukan maha kuasa yang membawa ketertiban dan kemakmuran kepada seluruh rakyat di mana semua orang tahu tempat mereka dan berterima kasih kepada kekaisaran mereka untuk itu.

Tetapi cita-cita kemuliaan dan kehormatan itu hanyalah omong kosong. Dalam pertempuran pertamanya di Italica Pina sudah sudah mendapatkan kerugian yang sangat besar, mereka kalah jumlah dari bandit-bandit yang ingin mengambil alih Italica. Tentu saja mereka berhasil melawan sisa-sisa bajingan itu, tetapi dengan bayaran yang sangat besar, mereka harus kehilangan 70% pasukan mereka.

Dalam tidurnya, dia mulai bermimpi tentang kehidupnya, melewati ingatannya. Sebagai seorang anak ia ingat bagaimana ia selalu ingin menjadi seorang pejuang dan saat dia telah mengumpulkan teman-temannya untuk bergabung dengannya, bagaimana mereka berhasil membuat veteran Gray menjadi sersan latihan mereka dan melatih mereka di depan orang-orang dewasa yang mulia. dan Kadang-kadang mereka membuat adegan di mana orang dewasa tertawa dan terkikik, terutama ketika kecanggungan Hamilton yang membuat mereka tertawa.

Ketika dia dan Ordo Rose diakui oleh ayahnya, hanya untuk dijadikan penjaga kehormatan yang terasa seperti penghinaan terhadap Pina.

Tapi kemudian setelah semua itu, dia mendapat kehormatan untuk menyelidiki situasi di Arnus Hill.

Sebelum dia bisa bermimpi lebih jauh lagi, dia disiram seember penuh air yang dituangkan di atas kepalanya.

Dia segera berdiri dengan panik.

"Ada apa! Apakah musuh menyerang!" ucap pina melihat Gray yang sedang besikap serius dan si pelayan yang membawa ember di tangannya.

"Aku tidak yakin mereka itu musuh atau bukan, pokoknya, putri ikutlah bersamaku." Gray berkata padanya.

Gerbang Italica

Seorang ksatria dan berbagai orang lain naik ke bagian atas dinding gerbang.

"siapa kalian? Jika kalian bukan musuh, tunjukkan diri kalian!" teriak seorang ksatria.

Pina, Hamilton dan Gray Mengintip melalui celah gerbang, dia melihat kendaraan naruto.

"Apa itu...?" tanya pina yang baru pertama kali melihat benda/kendaraan itu.

"Ke-kereta berlapis baja, mungkin?" Jawab Hamilton ketika Lelei keluar dari kendaraan sambil membawa tongkatnya.

deg!

"tongkat itu...penyihir Lindonite asli!" ucap pina kaget dan saat itu juga Tuka dan Rory keluar dari kendaraan.

"elf juga ada...sihir asli dan sihir roh adalah kombinasi yang merepotkan dan lagi aku tidak menyangka Rory Mercury ada di sini" ucap pina jika begini Italica pasti akan hancur oleh nya.

"apakah dia itu Rory sang malaikat maut yang sering dibicarakan?" tanya Gray.

"ya, aku pernah melihatnya sekali saat di gereja ibu kota kekaisaraan." jawab pina

"tapi kenapa utusan dewa Emloy bergabung dengan para penjahat?" tanya Hamilton binggung menggapa utusan dewa mau bergabung dengan para penjahat setaunya Rory Mercury adalah orang yang baik.

"mungkin karena dia melihat jumlah mereka, makanya dia tidak punya pilihan lain, perbuatan dewa mereka, bagiku hanyalah semata-mata untuk memuaskan nafsu, kalau pendeta sampai mendengarnya, akan terjadi masalah" ucap pina sambil melihat Tuka, Rory, Lelei dan naruto yang mengikuti mereka dari belakang mereka berjalan ke arah gerbang. "tapi, ajaran-ajaran dewa mereka memang sangatlah tidak masuk akal"

"apa yang harus kita lakukan putri pina" tanya Hamilton tidak ingin terjadinya pertempuran melawan mereka, dia dan tuan putri memiliki kewajiban melindungin warga Italica.

"ahhh, mau bagimana lagi" pina berbalik ke belakang menghadapHamilton yang sedang terlihat cemas. "jika mereka ikut bergabung dengan bandit, Italica sudah pasti akan jatuh ditanagn musuh, di tambah lagi, kita tidak punya bukti apakah mereka musuh atau bukan"

"benar sekali"

Tok Tok Tok

"Mereka disini." kata Gray.

Pina sedikit gemetar sebelum melangkah ke pintu.

"Putri." kata Hamilton.

"Kita harus meminta bantuan mereka. Kekuatan mereka pasti bisa mengalahkan para bandit itu." Kata pina sambil mendorong pintu sekuat tenaga. Membuat Naruto yang ada diluar gerbang nyaris tertabrak pintu karena terbuka dengan paksa. Dan dari pintu keluarlah Pina berdiri di sana sambil tersenyum.

"SELAMAT DATANG." pina berkata sambil melihat Naruto dan yang lainnya.

"Perkenalkan Namaku Naruto Namikaze dengan kode nickname maelstrom, Aku bersama JSDF dari Bukit Arnus. Aku dan timku ada di sini untuk menjual beberapa barang." kata Naruto.

"Aku mengerti. Tapi kita tak bisa melakukan transaksi sekarang. Kami sedang ada masalah." kata Pina.

"Kami melihat asap itu. Tidak diragukan lagi pasti ada beberapa Bandit yang mencoba mengambil alih Italica." Naruto coba menebak. Pina tampak terkejut dan sebelum dia sempat bertanya. Naruto kembali mengejutkanya. "boleh kami membantu kalian?"

Di dalam Italica, gerbang selatan.

sore hari Setelah Mendapatkan izin dari putri Pina untuk membatu mereka melawan para bandit mereka disuruh untuk menjaga Gerbang Selatan, dan mereka sakarang berada di atas gerbang selatan dan tentu saja mereka sudah siap bertempur.

"Hey naruto, kenapa kita harus membantu mereka" tanya georg sambil memakan makanaanya.

"Dengar georg, dalam situasi seperti ini, kita tidak dapat menjual sisik naga ini." Jawab naruto berjalan ke samping kiri Siegfried yang sedang memegang teropong mencoba melihat ke luar gerbang. Naruto memegang pundak kiri Siegfried. "kau melihat mereka kan?"

Siegfried meletakkan teropong ke bawah. "ha'i. Sepertinya mereka sedang mengintai. Pasukan utamanya, berada di belakang mereka, ada sekitar lima sampai enam ratus"

Naruto meletakan tangan kanan nya ke dagu sambil tersenyum. "Menarik sekali, apa mereka mengincar gerbang selatan?"

"Kemungkinan, ya" Siegfried menatap naruto. "Mereka tidak memiliki cukup pasukan untuk mengepung kota, di sebelah utara terdapat jurang curam, jadi mungkin mereka akan memusatkan, pasukannya ke salah satu dari ketiga gerbang, tapi yang membuatku khawatir adalah..."

"Ya, Aku sudah tau" ucap naruto berbalik menghadap tim nya. "Kita hanya umpan, kita di suruh menjaga gerbang selatan yang mana sudah dibobol sekali, dan hanya dengan penjagaan 7 orang, putri membuat gerbang ini seolah sepeti tidak terjaga dan menjadikannya umpan, lalu dia akan menyelesikannya sisanya dengan memanfaatkan kita..., kalian tau ini terik murahan"

"Apakah musuh akan terjebak?" tanya Leonardo dengan semangat.

"Tenang lah perajurit, mereka itu tidak lah bodoh, para bandit itu haus darah, mereka ingin membunuh. Jadi pasti mereka akan mengincar gerbang timur yang di jaga oleh pasuka Putri pina dan rakyat Italica."

"Kapan mereka akan menyerang gerbang timur." Leonardo bertanya lagi dia suda tidak sabar melawan para bandit itu.

Twitch.

"Satu yang belum kau pelajari wahai perajurit" ucap naruto dan perempatan sudah muncul di pelipisnya. Dia berjalan ke arah Leonardo kemudia. Mengangkat tubunya lalu melemparnya dari atas gerbang ke bawah. "SEORANG PERAJURIT HARUS MEMILIKI HATI YANG TENANG"

Cao Cao, Siegfried, Jeanne, Heracles dan Georg meneguk ludah mereka melihat bagaimana kapten mereka melempar Leonardo ke bawah dengan tidak perasaan.

"Bagus sekarang." Dia berbalik menghadap timnya, yang sedang menatapnya takut. "Kalian semua kecuali georg, aku izinkan untuk istirahat sampai para bandit datang, aku dan georg akan menjaga"

"Yes. Sir" Menanggapi ucapan kaptenya, denagn berat hati, Tim itu segera pergi meninggalkan naruto dan gerog.

Naruto mengalihkan perhatianya pada Tuka, Lelei, Rory dan georg.

"Tuka, Lelei, kalian berdua pergilah bersama mereka." Tuka dan Lelei mengangguk paham dan mereka pergi.

Tuka dan Lelei mengangguk paham dan mereka pergi.

"Georg, Rory, aku ingin kalian membuat barisan pertahanan mengelilingi benteng ini" ucap naruto menghadap kota Italica

"Dengan kata lain kau tidak yakin mereka akan menyerang gerbang timur? Iya kan!" Tanya georg.

"Dengar itu hanya untuk antisipasi saja" jawab naruto pergi menjauh.

"Dia itu." Georg menatap punggung naruto yang mulai menjauh.

"Ayo Rory" ucap georg pergi diikuti rory di belakangnya

"Tunggu sebentar georg" Rory menghadang jalan georg mengunakan kedua tangannya sambil tersenyum.

Georg melihat itu menaikan alisnya. "Ada apa Rory"

"Kenapa kamu dan kapten mu malah membantu putri kaisar yang seharusnya menjadi musuhmu" tanya Rory sambil bersikap dada.

Georg mendengar itu mengela nafasnya. "tentu saja untuk melindungi warga kota ini"

"Apa kamu serius?"

"Memang seharusnya begitu dan apa kamu tidak tertarik dengan alasan itu?"

"Emloy adalah dewa perang, dia menganggap kalau saling membunuh tidaklah berdosa, tapi meski begitu alasanmu-lah yang membuat aku tertarik" ucap Rory kemudia dia melanjutkan. "Kebohongan, tipu daya serta menodai jiwa"

Georg tersenyum tipis mengerti maksud Rory.

"Demi melindungi warga disini, itu bukanlah kebohongan, tapi ada satu hal lagi." georg menjeda kemudia dia melanjutkan. "Aku yakin naruto ingin membuat putri sadar bahwa alangkah baiknya jika kita bisa berteman daripada harus perperang satu sama lain"

"Aku menyukainya"

"Huh"

"Aku menyukai caranya itu, Teror, naruto, dia akan meneror hati putri itu dan membuatnya memohon ampun padanya bukan" ucap Rory sambil memegang tangan georg.

"Jika begitu. aku dengan senang hati akan membatumu. Sudah lama aku tidak mengila."

Georg memegang kepada Rory lalu menjitaknya.

"Kamu salah paham dia tidak mungkin melakukan itu"

"Aduh ehh. Hey tunggu aku" teriak Rory menyusul georg.

Di dalam kendaraan 1. naruto yang sedang memegang alat komunikasi sambil melihat intraksi georg dan Rory tersenyum tipis.

[Jadi bantuan apa yang tadi anda bilang kapten] ucap seseorang dari alat komunikasi.

"saya minta dua helipkopter untuk membantu melindungi warga sipil di Italica"

[Baik bantuan akan segera tiba]

naruto menutup alat komunikasi itu sekarang dia hanya perlu menunggu sampai para bandit itu datang.

-Line break-

Naruto berdiri di atas benteng Dan malampun. Ketika malam akhirnya tiba, dan suara-suara logam saling berbenturan satu sama lain bergema di seluruh area.

Naluri tentaranya bangkit dan Naruto mengambil senapannya dengan cepat. naruto mempersiapkan Semua indranya di dalam dirinya.

"Kapten Naruto. Musuh menyerang?" suara Jeanne.

"Apa di gerbang timur?" tanya Naruto sambil mendekat ke arah Jeanne dan timnya.

"Ha'i kapten lihatlah" jawab Jeanne menujuk ke arah timur dimana ada cahaya berkedip-kedip dan suara benturan logam.

"Jam 4 :30 pagi, waktu tepat untuk seranagn malam" ucap georg sambil melihat jam tangannya. "Meskipun mereka bandit, tapi mereka juga mantan prajurit, mereka pasti sudah siap siaga"

"Apa gerbang timur sudah meminta bala bantuan?" tanya naruto pada Siegfried.

"Masih belum." jawab Siegfried.

"Begitu, ya" naruto menyeringai melihat rencana tuan putri untuk menjadikan mereka tumbal gerbang selatan gagal. "hahahaha... sekarang apa yang kaulakukan tuan putri, rencanamu yang ingin menjadikan kami tumbal gagal total! Hahahahah."

Mereka semua meneguk ludah mereka melihat bagaimana kapten naruto tertawa bagaikan iblis tanpa perasaan melihat bagaimana rencana tuan putri gagal.

"Kapten bukankah kita seharusnya membatu mereka" tanya georg tidak tahan melihat kebiasaan lama temannya kembali.

"Aku memang ingin membatu mereka, tapi kita juga sedang ada masalah tau" jawab naruto menunjuk ke arah Rory yang sedang berteriak dan bertingkah aneh.

"apakah ada yang tau, apa yang terjadi dengan si Loli gotik itu." tanya naruto

"Lelei mengatakan bahwa dia merasakan jiwa bergerak melalui tubuh Rory dan itu membuat dia menjadi terangsang!" kata Jeanne menjawab pertanyaan naruto.

"Apa maksudmu jiwa yang bergerak dalam tubunya" tanya naruto tidak mengerti.

"Jiwa para prajurit yang gugur dalam medan perang akan dikirim ke Emloy lewat tubuhnya"

"Aku mengerti, Awasi dia." kata Naruto sambil terus mengawasi gerbang timur yang dipertahankan dengan buruk.

"Uh ... dia baru saja berangkat." kata Jeanne melihat Rory berlari dengan cepat menuju gerbang timur.

"Sial, ini tidak terlihat bagus." kata Naruto melihat mengunakan teropong lebih banyak musuh masuk.

"Bagimana ini kapten." kata Jeanne khawatir apa mereka hanya akan berdiri di sini dan menonton.

"Sialan. Ayo cepat kita lawan mereka. Semuanya ambil Senjata kalian." kata Naruto bergerak menuju kendaraan di ikuti georg.

"Roger." kata regu saat mereka naik ke kendaraan dan menyetir.

Begitu mereka sampai di gerbang timur mereka dapat melihat Pemandangan mengerikan, dimana Rory hampir memebantai 30% pasukan musuh dengan mengunakan Halberd/kapak besar miliknya.

"Dia hebat sekali." Uangkap Cao Cao tidak percaya bahwa Rory hampir membunuh setengah dari semua bandit itu.

"Keren. karya seni yang indah" teriak naruto

"hey naruto, bisakah kau tidak menggatakan itu?" ucap georg yang sialnya berada tepat di samping naruto.

"Dengar ini gaorg. apa kau tidak lihat, sebuah karya seni yang indah sedang terpampang jelas di depanmu?"

"e... karya seni?" tanya georg dengan wajah binggung dan lirikan 'drop'nya.

Tangan kiri naruto langsung di lilitkan di leher georg, "iya, kau benar kawan. Lihatlah loli ampazzz itu, dia hampir membantai semua para bandit itu dalam waktu kurang dari 10 menit. Lihatlah darah yang berceceran itu uuuhhhh. Itu pemandangan yang saat indah. Aku bangga dengan mu. Kau memiliki pasangan yang seperti ini"

Georg pun menghela nafas, "hah... terserah kau saja."

"EMmm. Kapten bagaimana ini. Tinggal 70% lagi pasukan musuh akan dibantai Rory" tanya Leonardo.

"Tunggu apa lagi ayo bantu dia jangan diam saja" jawab naruto kemudia dia berlari sambil menembak bandit yang mencoba mengepung Rory.

Setelah mendapatkan perintah tim itu segera berpencara mencari bandit yang tersisa.

Georg pergi naik ke gerbang timur sambil memegang Snipper Rangeaster 388, senjata andalannya.

Dia melihat ada bandit mencoba mendakati pina, dia membidiknya lalu menembaknya tepat di kepala bandi itu sehinga bandit itu jatuh di hadapan pina.

"Sihir apa itu?" kata Pina melihat mayat di hadapannya.

Pemandangan itu mengerikan. Tidak seperti yang pernah dilihat sebelumnya. Ledakan dan Ledakan terdengar dan musuh jatuh. mereka Dengan panik mencari dari mana asal suara itu berasal, matanya mendarat di tempat naruto berada dia melihat naruto melepar granat ke arah para bandit yang berkumpul dan seketika granat itu meledak.

Matahari mulai muncul dan memungkinkan Pina untuk melihat sekilas halaman gerbang timur sebelum tembakan dan tembakan mulai terdengar di seluruh area tersebut dan para bandit jatuh ke tanah.

Beberapa peluru lagi ditembakkan dan lebih banyak para bandit jatuh. Pada saat itulah dua helikopter muncul membantu tim naruto. Pina dan pasukannya melihat betapa kuatnya JSDF. Naruto menghela nafasnya dan berjalan ke arah timnya.

"Yo naruto" sapa sesorang dari atas helikopter, dia mengunakan seragam standar tentara, memiliki rambut putih dan mata merah.

Naruto mendengar itu mengangkat kepalanya ke atas dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui siapa yang menyapanya.

"Shiro." teriak naruto tidak percaya temannya ada disini

Shiro tersenyum kecil dia melompat dari helikopter dan mendarat dengan keras di tanah dekat dengan naruto.

"Shiro apa yang kau lakukan disini." tanya naruto binggung dia hanya meminta dua helikopter saja dari markas untuk membantuk mereka tapi mengapa dia ada sini.

"Aku dan semua teman temanku dari negara indonesia bersedia membantu jepang menyelidiki gerbang yang mengarah ke dunia ini naruto." jawab shiro sambil menyingkirkan debu yang ada di bajunya.

Naruto mendengar itu tersenyum dia tidak menyangka masih ada negara yang mau mebantu negaranya.

Shiro kemudian menjulukan tanagn kanannya sambil mengepalkannya ke arah naruto sambil menatapnya tersenyum, naruto tau apa yang shiro lakukan dengan senang hati dia juga melakukannya hingga kedua kepalan tangan mereka bersatu.

"Kau tidak pernah berubah shiro"

"Hahaha. Kau juga sama kawan dan Tujuan kami kesini bukan hanya itu." dia berucap sambil menyeringai kemuadian dia melanjutkan. "Kalian harus pergi ke jepang untuk menghadiri parlemen mereka ingin mendengar langsung penyebab adanya korban sipil dan korban yang selamat di TKP, naruto kau yang ditunjuk untuk menjelaskannya disana."

Dooong!

Wajah naruto menggelap dengan mulut terbuka, sekarang dia harus bergulat lagi dengan kertas-kertas menyebalkan itu.

.


-to be continued-

chapter 3 UP!

ransum (Ransum tentara adalah makanan pra-saji atau makanan kaleng yang mudah disiapkan dan dimakan. Dan biasanya dibawa oleh pasukan militer di medan perang).

JNE (jasa pengiriman barang).

karakter tambahan shiro (oc).

bagi kalian yang tidak suka saya minta maaf.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dan tetap semangat meskipun Puasa. (ye)

mood nya lagi gk bagus.

saya masih Author newbie Jadi mohon maaf jika ada banyak kekurangan.

Sekian dari saya sampai di sini dulu dan terima kasih banyak, atas dukungannya.

'..;