Chapter 3 :

a delision and explanation

.

.

Sebelumnya…

"enghhh…"

Perbincangan antara Sandaime dan muridnya Tsunade langsung terhenti saat mendengar suara lengkuhan seseorang dari arah samping kemudian keduanya langsung menoleh, kedua mata Sanaime dan Tsunade membulat sempurna terkejut saat melihatnya, keduanya bisa melihat orang tengah mereka bicarakan sudah sadarkan diri.

"Na-Naruto-kun/Na-Naru-chan…"

Mendengar panggilan dua orang dari arah samping Naruto pun langsung menoleh, ia bisa melihat Sandaime dan Tsunade tengah menatap dengan kedua mata membulat ke arahnya.

"Ba-chan, Jiji…"

.

.

Disclaimer : Masashi Kisimoto

Genre : Adventure, Family (mudah mudahan bisa Romance)

Rate : T semi M untuk jaga jaga

Pair : Naruto x …

Warning : oc, occ (mungkin), typo, jelek, mainstream, gakjelas, gaknyambung, ancur, berantakan, aburadul, idepasaran, Authornewbie, dll

smart!naru, strong!naru, godlike!naru, fiveElement!naru, KekkeiGenkai!naru, notjinchuriki!naru, mokuton!naru, Dojutsu!naru, twinsMenma!naru, ChakraClanOtsutsuki!naru, AlifeMinatoKushina.

.

.

.

"/!\... peringatan keras untuk kalian…!"

TIDAK SUKA GAK USAH DI BACA

tekan aja tombol back ok...!

.

.

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

II

V

"Ba-chan, Jiji…" ucap Naruto saat melihat Tsunade dan Sandaime yang sedang menatap kearahnya "ini dimana…?" lanjut Naruto bertanya pada keduanya.

Naruto berpura pura tidak mengetahui dirinya berada dimana padahal sebenarnya ia sudah mengetahui dari sang Sannin bahwa dirinya berada di rumah sakit.

"kamu saat ini berada dirumah sakit, kamu sudah 7 hari tidak sadarkan diri disini" ucap Tsunade.

"7 hari yang lalu kamu di temukan tidak sadarkan diri oleh ANBU suruhan Jiji Naruto-kun" tambah Sandaime.

"apaaa…." ucap Naruto kembali ia berpura pura terkejut saat mendengar perkataan Tsunade dan Sandaime bahwa dirinya sudah 7 hari tidak sadarkan diri disana padahal sebenarnya ia sudah mengetahui hal itu dari sang Sannin "Ba-chan Jiji selama 7 hari Naru berada disini apa 'mereka' pernah datang kesini untuk menjenguk Naru?" lanjut Naruto bertanya.

Tsunade dan Sandaime yang mengerti maksud Naruto yang mengatakan kata 'mereka' yaitu keluarganya hanya bisa menatap miris dengan nasib yang menimpa cucuk angkatnya tersebut "maaf Naru-chan/Naruto-kun mereka~..."

"sudahlah Ba-chan Jiji tidak usah di teruskan Naru sudah tau hal itu pasti terjadi…" potong Naruto cepat dengan sebuah senyuman sedikit di paksakan, ia tidak menyangka bahwa keluarganya benar benar sudah tidak memperdulikan dirinya lagi itu terbukti sudah 7 hari ia berada disana tidak satu pun keluarganya yang datang menjenguk dirinya "tapi dengan adanya Ba-chan dan Jiji disini Naru sudah senang kok…" lanjut Naruto tersenyum pada keduanya.

Tsunade dan Sandaime dengar perkataan cucuk angkatnya tersebut juga ikut tersenyum, dan tiba tiba saja Tsunade teringat akan sesuatu yang ingin ia sampaikan pada cucuk angkatnya.

"oh iya Naru-chan mulai hari ini dan seterusnya kamu bisa tinggal di kediaman Clan Senju" ucap Tsunade membuat Naruto terkejut skaligus senang mendengarnya.

"benarkah itu Ba-chan?" tanya Naruto memastikan.

"itu benar Naru-chan, kamu mau kan tinggal disana bersama Ba-chan?" tanya Tsunade.

"tentu saja Naru mau Ba-chan" jawab Naruto dengan ekspresi senang di wajahnya, sementara Sandaime hanya bisa tersenyum saja melihat interaksi keduanya.

"baiklah Naru-chan, mulai dari sekarang kamu panggil Ba-chan dengan Ka-chan ya karena mulai saat ini kamu itu sudah resmi menjadi anak angkatku" ucap Tsunade dan hal itu tentu saja membuat Naruto terkejut juga shok mendengarnya.

"ke-kenapa bisa begitu Ba-chan?" tanya Naruto pada Tsunade sedikit terbata karena masih shok mendengar bahwa dirinya itu telah resmi menjadi anak angkat Tsunade.

"baiklah akan Ba-chan ceritakan…" ucap Tsunade.

Kemudian Tsunade pun mulai meceritakan kepada Naruto bahwa dirinya pernah mendatangi kediaman keluarga Namikaze meminta kepada orang tuanya (Naruto) untuk mengangkat dirinya (Naruto) menjadi bagian dari keluarga Senju, Tsunade juga bercerita bahwa kejadian tersebut terjadi saat dirinya (Naruto) sudah 3 hari yang lalu masih belum sadarkan diri.

Flashback : On

Konohagakure's Hospital

Di sebuah rumah sakit Konohagakure lebih tepatnya di dalam sebuah ruangan, terlihat ada dua orang yang terlihat sedang duduk sambil berbicang bincang disana dan kedua orang tersebut merupakan guru dan murid, ciri ciri kedua orang tersebut yaitu :

Orang pertama yaitu seorang wanita dewasa berambut pirang pucat memiliki mata berwarna coklat memiliki wajah seperti wanita berusia 28 tahun pada umumnya padahal sebenarnya wanita tersebut sudah berusia sekitar 50 tahun memiliki 'asset' berukuran jumbo disana, wanita tersebut tidak lain yaitu Senju Tsunade sang Legenda Sannin.

Sedangkan untuk orang kedua yaitu seorang kakek tua berambut hitam mengenakan jubah putih dengan jilatan api merah di bawahnya kakek tua tersebut berusia sekitar 60 tahun, kakek tua tersebut tidak lain mantan Hokage ke 3 Sandaime Hokage a.k.a Sarutobi Hiruzen memiliki julukan sebagai 'profesor'.

"Tsuna apa kau sudah yakin bahwa hari ini kamu akan pergi ke kediaman Namikaze untuk meminta izin kepada Minato dan Kushina untuk menyerahkan Naruto-kun padamu?" tanya Sandaime pada muridnya.

"ya Sensei aku sudah yakin" jawab Tsunade dengan tegas "aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap mereka terhadap Naru-chan, padahal sudah 3 hari ini Naru-chan belum sadarkan diri disini tetapi tidak satu pun dari mereka yang datang kesini untuk menjenguknya" lanjut Tsunade geram dengan sikap kedua orang tua Naruto yang sama sekali tidak memperdulikan keadaan anaknya sendiri (Naruto).

"hahh… baiklah kalau itu memang sudah menjadi keputusanmu, aku hanya bisa mendukung saja" ucap Sandaime menghela nafasnya pasrah dengan keputusan yang di ambil oleh muridnya tersebut.

"terimakasih sensei" ucap Tsunade, kemudian Tsunade pun mulai berdiri dari tempat duduknya, terlihat Tsunade memegang selembar kertas tangannya "aku berangkat sensei" lanjut Tsunade berjalan meninggalkan Sandaime yang masih duduk disana, kemudian keluar dari dalam ruangan.

"hati hati Tsuna" ucap Sandaime pada muridnya tersebut dari dalam ruangan dan hanya di jawab 'ya' oleh muridnya dari luar.

.

.

Namikaze Compound.

Sementara itu di dalam kediaman Namikaze, terlihat dua orang berbeda gender yaitu seorang lelaki dewasa berambut pirang jabrik memiliki mata biru serta seorang perempuan dewasa berambut merah memiliki mata vieolet sedang duduk di sebuah ruangan. Kedua orang tersebut tampak sedang duduk santai menikmati suasana sore hari dengan di temani secangkir teh di masing masing keduanya, kedua orang tersebut merupakan sepasang suami istri yaitu Yondaime Hokage Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina sang red hot habanero.

Tokkk! Tokkk! Tokkk!

Acara santai pasangan suami istri tersebut sedikit terganggu oleh ketukan pintu rumah tempat tinggal keduanya dari luar.

"Minato-kun siapa ya sore sore gini yang mengetuk pintu rumah kita?" ucap Kushina bertanya kepada sang suami a.k.a Minato saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya.

"entahlah Kushina, aku tidak tau" jawab Minato "coba kamu lihat siapa orang itu" lanjut Minato pada sang Istri.

"baiklah…" balas Kushina. Kemudian Kushina pun beranjak dari tempat dudunya berjalan menuju pintu rumahnya.

Tokkk! Tokkk! Tokkk!

"ya sebentar…" ucap Kushina agak keras dari dalam saat ia kembali mendengar suara ketukan pintu rumahnya dari luar.

Kemudian Kushina langsung membukan pintu rumahnya tersebut.

Clekk!

Kreettt!

Wanita berambut merah tersebut terkejut saat melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya tersebut, ia bisa melihat seorang wanita berambut pirang pucat memiliki asset Jumbo sedang berdiri disana, wanita tersebut tidak lain yaitu Tsunade.

"rupanya anda Tsunade" ucap Kushina saat melihat Tsunade berdiri di hadapannya.

"Kushina, apa suamimu ada?" tanya Tsunade to the point pada wanita berambut merah tersebut.

"oh Minato, ada di ruang tamu sedang beristirahat. ia baru pulang dari kantor Hokage" jawab Kushina "memangnya ada apa Tsunade-sama?" lanjut Kushina balik bertanya.

"ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua" jawab Tsunade pada Kushina.

"oh begitu, baiklah silahkan masuk" ucap Kushina pada Tsunade mempersilahkannya untuk masuk.

"hamm…" balas Tsunade tidak jelas, kemudian Tsunade pun masuk kedalam rumah wanita berambut merah tersebut.

.

.

.

Sementara itu suami dari wanita berambut merah a.k.a Kushina yaitu Minato yang tengah bersantai langsung mengalihkan pandangannya saat melihat sang Istri yang sudah kembali.

"siapa yang datang Kushina?" tanya Minato pada sang Istri.

"Tsunade-sama Minato" jawab Kushina pada sang suami, terlihat wanita berambut merah tersebut sedang berjalan bersama Tsunade yang terlihat mengikutinya dari belakang, dan terlihat Kushina langsung duduk di samping sang suami a.k.a Minato.

"oh rupanya itu anda Tsunade-sama" ucap Minato saat melihat kedatangan Tsunade bersama Istrinya "ada apa Tsunade-sama sehingga anda mau mendatangi kediaman kami?" lanjut Minato bertanya.

"ada yang ingin aku bicarakan denganmu juga Istrimu" ucap Tsunade pada lelaki berambut pirang tersebut.

"oh begitu…, silahkan duduk?" ucap Minato mempersilahkan Tsunade untuk duduk.

"terimakasih…" balas Tsunade singkat, kemudian Tsunade pun duduk di hadapan keduanya.

"jadi apa yang ingin anda bicarakan dengan kami Tsunade-sama?" tanya Minato penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Tsunade kepada dirinya bersama istrinya.

"begini Minato Kushina, kedatanganku kemari mau meminta izin kepada kalian berdua selaku orang tua Naruto untuk merawat serta menyerahkan hak asuhnya kepadaku" ucap Tsunade mengatakan maksud kedatangannya kekediaman Namikaze yaitu meminta izin kepada Yondaime beserta istrinya untuk merawat sertanya menyerahkan hak asuh Naruto kepada dirinya membuat Minato dan Kushina selaku orang tuaa Naruto terkejut mendengarnya.

"memangnya kenapa anda ingin mengasuh dan merawat 'anak itu' Tsunade-sama?" tanya Minato penasaran begitu juga dengan Kushina.

"sudahlah kalian tidak perlu banyak tanya aku masih ada urusan" ucap Tsunade tegas serta sedikit geram saat mendengar Minato selaku ayah Naruto menyebut nama Naruto dengan sebutan 'anak itu' bukan Naruto "jadi apa keputusan kalian berdua?" lanju Tsunade bertanya pada orang tua Naruto.

"ya silahkan aja Tsunade-sama kami mengizinkannya" ucap Minato memberi Tsunade izin "benarkan Kushina?" lanjut Minato bertanya pada sang Istri.

"benar Tsunade-sama kami mengizinkannya" ucap Kushina juga mengiinkannya "lagi pula kami ingin terus fokus pada Menma" lanjutnya Kushina membuat.

Tsunade semakin di buat geram saat mendengar perkataan Minato kemudian terusakan Kushina, Tsunade di buat geram begitu karena kedua orang tua Naruto tersebut sudah tidak lagi memikirkan anak pertamanya (Naruto), yang ada di pikiran keduanya hanya Menma… Menma... dan Menma.

"baiklah kalau itu memang keputusan kalian" ucap Tsunade, kemudian Tsunade pun mengeluarkan balpoin serta selembar kertas yang mana di dalamnya terdapat tulisan tulisan tentang tujuan Tsunade datang kekediaman Namikaze "sekarang kalian berdua tanda tangani surat ini sebagai tanda bukti bahwa kalian telah menyerahkan hak asuh anak kalian itu (Naruto) kepadaku" lanjut Tsunade sambil menyodorkan balpoin dan kertas tersebut kepada Minato dan Kushina untuk keduanya tanda tangani.

"baiklah…" balas Minato, kemudian tanpa berpikir panjang lagi, Minato pun langsung menandatangani surat tersebut kemudian di ikuti oleh Kushina membuat Tsunade geram melihatnya.

"baiklah, ku harap kalian nanti tidak akan menyesal dengan keptusan ini" ucap Tsunade kembali mengambil balpoin dan kertas tersebut serta memberikan peringatan pada pasangan suami istri tersebut supaya tidak menyesal nantinya.

"tentu tidak akan Tsunade-sama" ucap pasangan suami istri tersebut a.k.a Minato dan Kushina kompak.

"baiklah, kalau begitu aku permisi Minato Kushina" ucap Tsunade pada pasangan suami istri tersebut.

"silahkan Tsunade-sama" balas pasangan suami istri tersebut.

Kemudian Tsunade pun langsung beranjak meninggalkan pasangan suami istri tersebut, di dalam hatinya Tsunade pun berkata 'dasar pasangan bodoh…' batinnya.

Flashback : Of

"begitulah ceritanya Naru-chan kenapa kamu itu bisa menjadi anak angkat Ba-chan?" ucap Tsunade pada Naruto setelah menyelesaikan ceritanya.

"jadi begitu ya…" ucap Naruto sambil menundukkan kepalanya sedih setelah mendengar cerita Tsunade.

Naruto tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya telah benar benar membuang dirinya, itu terbukti dengan begitu mudahnya kedua orang tuanya memberikan dirinya kepada orang orang lain tanpa di pikir terlebih dahulu. Semua itu di karenakan menurut keduanya bahwa dirinya itu tidak memiliki Chakra di dalam tubuhnya padahal sebenarnya ia memilikinya.

"kamu tidak apa apa Naru-chan?" tanya Tsunade khawatir melihat keadaan Naruto yang menundukkan kepalanya sedih. Tsunade bisa mengetahui bahwa Naruto tengah mengalami sebuah kenyataan bahwa dirinya sudah bukan lagi menjadi bagian dari keluarga Namikaze lagi.

"Naru tidak apa apa ko…" ucap Naruto kembali mendongakkan kepalanya menatap ke arah Tsunade.

"jadi bagaimana Naru-chan?" tanya Tsunade.

"baiklah Ka-chan Naru mau…" ucap Naruto kembali sambil tersenyum.

Akhirnya Naruto mau menerima Tsunade sebagai ibu angkatnya dan itu terbukti dengan memanggil Tsunade denggan sebutan 'Ka-chan' bukan 'Ba-chan' lagi membuat Tsunade senang mendengarnya begitu juga dengan Sandaime yang juga ikut senang karena rencana muridnya tersebut berhasil dan di terima oleh Naruto.

"baiklah Naru-chan, mulai besok kita akan berangkat ke komplek Clan Senju bersama Ka-chan dan Sarutobi sensei" ucap Tsunade.

"kenapa mesti besok sih Ka-chan? kenapa tidak sekarang aja" ucap Naruto kepada Tsunade yang saat ini telah menjadi ibu angkatnya.

"karena saat ini kamu harus beristirahat dari tidur panjangmu Naru-chan" ucap Tsunade.

Bukk!

"hahh… padahal kalau Naru bisa pulang sekarang Naru bakal membari Ka-chan dan Jiji bahwa ada 'rahasia penting' yang Naru miliki dan itu pasti akan membuat Ka-chan dan Jiji terkejut mendengarnya" ucap Naruto sambil menghela nafasnya kembali merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.

Tsunade dan Sandaime menaikkan alisnya bingung saat mendengar perkataan Naruto saat mengatakan 'rahasia penting', keduanya jadi penasaran dengan rahasia penting yang Naruto ucapkan itu.

"rahasia penting apa itu Naruto-kun?" ucap Sandaime yang sedari tadi diam akhirnya bertanya karena penasaran dengan rahasia penting yang di ucapkan oleh cucuknya tersebut begitu juga dengan Tsunade yang menganggukkan kepalanya ikut penasaran juga.

"makanya kalau Jiji dan Ka-chan mengizinkan tuk pulang sekarang Naru akan langsung menceritakannya disana" ucap Naruto sambil menyeringai ke arah keduanya yang terlihat penasaran saat dirinya mengatan 'rahasia penting' tadi.

Tsunade dan Sandaime pun saling pandang satu sama lain kemudian keduanya pun menghela nafasnya, dikarenakan keduanya penasaran dengan 'rahasia penting' seperti yang di katakan oleh anak/cucuk angkatnya itu pada akhirnya keduanya pun mengalah.

"baiklah Ka-chan izinkan…" ucap Tsunade akhirnya mengalah membuat Naruto senang mendengarnya "tapi tidak langsung sekarang Naru-chan, kamu harus istirahat dulu selama 1 jam disini" lanjut Tsunade di barengi dengan anggukkan kepala oleh Sandaime pertanda setuju.

"ayolah Ka-chan Naru ingin pulang sekarang, Naru sudah sehat ko…" ucap Naruto kembali bersikeras ingin pulang dengan cara merengek kepada ibu angkatnya.

Sebenarnya Naruto bukan ingin cepat cepat pulang kekediaman barunya, tetapi ia tidak betah tinggal di rumah sakit karena menurut dirinya tinggal berlama lama disana akan membuatnya cepat bosan karena tidak melakukan apa apa selain tidur tiduran.

"sudahlah Naruto-kun, apa salahnya sih untuk sementara waktu kamu itu istirahat dulu disini, tidak lama ko cuma 1 jam saja" ucap Sandaime menyuruh Naruto tuk tinggal selama 1 jam dirumah sakit sebelum pulang menuju kediaman Clan Senju.

"tapi~..."

"tidak ada tapi tapian Naru-chan" potong Tsunade cepat "beristirahat selama 1 jam disini atau pulang besok" lanjut Tsunade tetap pada pendiriannya.

"hahh… baiklah Naru akan beristirahat selama 1 jam disini" ucap Naruto sambil menghela nafasnya akhirnya mengalah menuruti perkataan ibu angktanya serta Sandaime membuat guru dan murid tersebut tersenyum mendengarnya.

Skip

1 jam kemudian…

Seperti yang sudah di sepakati oleh ketiganya saat masih berada di rumah sakit setelah 1 jam Naruto beristirahat disana, akhirnya Naruto, Tsunade beserta Sandaime keluar dari rumah sakit untuk berangkat menuji kediaman Tsunade yang berada di komplek Clan Senju.

.

.

Senju Compound

Naruto Tsunade serta Sandaime pun akhirnya tiba di komplek Clan Senju untuk pergi menuju kediaman Tsunade yang berada disana, terlihat ketiganya masuk ke dalam salah satu bangunan yang ada di sana, bangunan tersebut tidak lain yaitu rumah Tsunade. Sesampainya di dalam rumah tersebut terlihat ketiganya langsung duduk di sofa yang sudah tersedia disana.

"Naruto-kun sekarang coba kamu ceritakan pada kami tentang rahasia penting yang kamu katakan tadi" ucap Sandaime. Ia sangat penasaran dengan rahasia penting yang di miliki oleh cucuk angkatnya tersebut begitu juga dengan Tsunade sang ibu angkat Naruto yang ikut penasaran juga.

"hahh… baiklah akan Naru ceritakan…" ucap Naruto menghela nafasnya saat mendengar perkataan Sandaime yang begitu penasaran dengan rahasia penting yang di milikinya, Naruto juga bisa melihat raut wajah penasaran yang di perlihatkan oleh ibu angkatnya Tsunade yang ingin mengetahuinya "tapi sebelum itu tolong panggilkan seorang dari Clan Hyuga yang Jiji percaya tuk datang kesini" lanjut Naruto meminta Sandaime untuk memanggil seorang dari Clan Hyuga ketempatnya.

"memangnya kenapa harus memanggil seseorang dari Clan Hyuga segala kesini Naruto-kun?" tanya Sandaime heran dengan permintaan cucuk angkatnya tersebut.

"nanti juga Jiji akan mengetahuinya" jawab Naruto enteng membuat Sandaime semakin penasaran begitu juga dengan Tsunade.

"hahh… baiklah Naruto-kun" ucap Sandaime menghela nafasnya menuruti permintaan Naruto, kemudian Sandaime pun memanggil salah seorang dari Clan Hyuga yang ia percayai.

"Tori…" panggil Sandaime.

Bofff!

Tidak lama kemudian munculah sebuah kepulan asap di antara Naruto Sandaime serta Tsunade memperlihatkan seorang ANBU mengenakan topeng Burung Hantu berlutut di di hadapannya. Ternyata seseorang dari Clan Hyuga yang Sandaime panggil yang bisa ia percayai tersebut adalah seorang ANBU, ANBU tersebut merupakan salah satu ANBU penjaganya yang kebetulan ANBU tersebut berasal dari Clan Hyuga.

"ada apa Sandaime-sama memanggil hamba?" tanya ANBU memakai topeng Burung Hantu tersebut sambil berlutut di hadapan Sandaime.

"aku ingin kau tetap disini karena mungkin salah satu dari kami bertiga nanti akan membutuhkan bantuanmu" jawab Sandaime "sekarang berdirilah…" perintah Sandaime kepada ANBU tersebut.

"ha'i Sandaime-sama" balas sang ANBU, kemudian ANBU tersebut berdiri.

"nah Naruto-kun Jiji sudah memanggil seseorang dari Clan Hyuga yang Jiji percayai sesuai dengan permintaanmu" ucap Sandaime pada Naruto.

"ok Jiji, sekarang tolong buat sebuah Kekkai kedap suara di ruangan ini, Naru tidak ini ada orang lain yang mendengar pembicaraan selain kalian bertiga" ucap Naruto kembali menyerukan sebuah pemintaan kepada Sandaime.

"baiklah…" balas Sandaime, kemudian Sandaime pun langsung melakukan head seal untuk membuat sebuah Kekkai/penghalang seperti yang di minta oleh Naruto, dan tidak lama kemudian terciptalah sebuah Kekkai/penghalang memenuhi ruangan tersebut "Jiji sudah melakukannya Naruto-kun" lanjut Sandaime setelah mengabulkan permintaan cucuk angkatnya tersebut.

"baiklah kalau sudah, sekarang Naru akan mengatakan 'rahasia penting' Naru itu pada Jiji juga Ka-chan" ucap Naruto bersiap akan mengatakan.

Sementara itu ANBU Clan Hyuga yang panggil dengan sebutan Tori itu bertanya tanya dalam pikirannya 'rahasia penting?' pikir ANBU Clan Hyuga bertanya tanya 'kenapa Naruto-san memanggil Tsunade-sama dengan sebutan 'Ka-chan? bukankah ibu Naruto-san itu adalah Kushina-sama?' lanjut ANBU tersebut kembali bertanya tanya dalam pikirannya.

Ya kenapa ANBU penjaga Sandaime Hokage dari Clan Hyuga tersebut bisa bertanya tanya tentang 'rahasia penting' yang sewaktu Naruto tengah berbicara kepada kepada Sandaime dan Tsunade di rumah sakit, serta ketidak tahuannya dirinya tentang Naruto yang memanggil Tsunade dengan sebutan 'Ka-chan' padahal Naruto itu salah satu anak dari keluarga Namikaze sehingga membuat ANBU tersebut bertanya tanya?.

Jawabanya karena ANBU bertopeng Burung Hantu tersebut tidak mengetahui tentang hal itu, ANBU tersebut hanya di bertugas untuk mengawal Sandaime saja bersama yang lainnya, ANBU tersebut tidak diizinkan oleh Sandaime untuk melakukan tugas lain seperti menguping/mendengarkan pembicaraan orang lain yang bukan tugasnya selain menjadi penjaga saja bersama yang lainnya begitu juga dengan tidak mengetahui pengangkatan Naruto sebagai anak angkat Tsunade sewaktu di rumah sakit sehingga ANBU tersebut tidak mengetahui kalau Naruto sudah menjadi bagian dari keluarga Senju bukan Namikaze lagi.

Kembali ke cerita.

"rahasia penting itu adalah sekarang ini Naru memiliki Chakra Ka-chan, Jiji" ucap Naruto pada Tsunade juga Sandaime.

Shok…

Itulah yang tergambar jelas di raut wajah Tsunade dan Sandaime saat mendengar perkataan Naruto yang mengatakan bahwa dirinya memiliki Chakra karena menurut keduanya Naruto itu tidak memiliki Chakra sejak lahir.

Tidak hanya Tsunade dan Sandaime yang shok saat mendengar perkataan Naruto yang mengatakan memiliki Chakra, ANBU yang mengenakan topeng Burung Hantu sedang berdiri di hadapan Naruto Tsunade dan Sandaime juga menampilkan raut wajah shok saat mendengar perkataan Naruto di balik topeng yang di kenakannya.

"ka-kamu se-serius Na-Naruto-kun?" tanya Sandaime memastikan dengan terbata karena masih shok mendengar perkataan cucuk angkatnya tersebut yang mengatakan bahwa dirinya memiliki Chakra.

"ya Jiji…" jawab Naruto mengabaikan reaksi shok yang di tunjukkan oleh kakek angkatnya tersebut.

"ba-bagaimana bi-bisa…" ucap Tsunade terbata juga shok saat mendengar perkataan anak angkatnya itu "bu-bukankah ka-kamu itu ti-tidak me-memiliki Chakra Na-Naru-chan" lanjut Tsunade masih berkata dengan terbata.

"hahh… baiklah akan Naru jelaskan" ucap Naruto menghela nafasnya melihat reaksi shok yang di perlihatkan oleh ibu serta kakek angkatnya tersebut "sebenarnya Naru itu sedari dulu memang memiliki Chakra, tetapi Chakra itu tersegel dalam tubuh Naru sehingga orang orang beranggapan bahwa Naru itu tidak memilikinya" lanjut Naruto menjelaskan kenapa dirinya bisa memiliki Chakra.

"tersegel…" beo Sandaime di balas anggukan oleh Naruto "lalu kapan segel Chakramu itu terbuka Naruto-kun?" lanjut Sandaime bertanya.

"7 hari yang lalu semenjak Naru tidak sadarkan disana, selama itu juga Naru bertemu dengan seseorang di alam bawah sadar yang telah membuka segel pengekang Chakra Naru itu" jawab Naruto

"kalau boleh Ka-chan tau, siapa orang yang telah membuka segel pengekang Chakramu itu Naru-chan?" kali ini giliran Tsunade yang bertanya, Tsunade penasaran dengan orang yang telah membuka segel pengekang Chakra anak angkatnya, begitu juga dengan Sandaime yang ikut penasaran.

"maaf Ka-chan, kalau so'al itu Naru tiba bisa memberitahukannya sekarang" ucap Naruto dengan nada penuh penyesalan membuat Tsunade dan Sandaime sedikit kecewa mendengarnya.

"tidak apa apa Naruto-kun Ka-chan mengerti" ucap Tsunade sambil tersenyum walaupun dalam hatinya sedikit kecewa karena tidak mengetahui orang yang telah membuka segel pengekang Chakra anak angkatnya.

"terimakasih Ka-chan…"

"sama sama Naru-chan…"

.

.

.

"ngmong-ngomong Naruto-kun, kenapa seseorang yang memiliki Dojutsu seperti orang dari Clan Hyuga tidak bisa melihat segel itu?" tanya Sandaime tiba tiba karena merasa heran dengan Dojutsu Byakugan Clan Hyuga tidak bisa melihat segel pengekang Chakra yang ada pada tubuh cucuk angkatnya itu.

"karena Chakra yang Naru miliki itu sedikit berbeda dengan Chakra yang di miliki oleh para Shinobi pada umumnya karena Chakra yang Naru miliki itu merupakan Chakra murni, hanya seseorang dari Clan tertentulah yang bisa melihat dan membuka segel itu" ucap Naruto membuat Sandaime dan Tsunade shok bahkan ANBU yang berada disana juga shok saat mendengar bahwa Chakra yang di miliki oleh Naruto/anak/cucuk angkatnya tersebut adalah Chakra murni "kalau Ka-chan danJiji tidak percaya Jiji suruh aja ANBU dari Clan Hyuga itu untuk melihatnya" lanjut Naruto sambil menujuk ke arah seorang ANBU yang sedang berdiri di samping Sandaime.

Setelah pulih dari shoknya, Sandaime dan Tsunade akhirnya mengerti alasan Naruto menyuruh dirinya/gurunya memanggil seorang dari Clan Hyuga ke tempatnya saat ini.

'jadi ini alasan Naruto-kun/Naru-chan menyuruhku/sensei memanggil seorang ANBU Clan Hyuga kesini' pikir Sandaime dan Tsunade akhirnya mengerti.

Kemudian Sandaime pun melirik ke arah ANBU penjaganya sambil berkata "Tori coba kau lihat dengan Byakuganmu, apa benar di dalam tubuh Naruto-kun itu ada Chakra" ucap Sandaime pada ANBU penjaganya tersebut.

"ha'i Sandaime-sama" balas ANBU tersebut, kemudian ANBU tersebut langsung mengaktifkan Dojutsu Byakugannya.

"Byakugan"

Setelah mengaktifkan Byakugannya, ANBU dari Clan Hyuga yang di panggil Tori tersebut langsung terkejut juga shok saat melihat ke dalam tubuh Naruto menggunakan Byakugannya. ANBU tersebut shok karena memang benar seperti yang di katakan oleh Naruto bahwa dalam tubuh Naruto terdapat sebuah Chakra, akan tetapi Chakra tersebut memiliki warna yang berbeda dengan Chakra yang di miliki olehnya dan yang lebih membuat ANBU tersebut shok yaitu Chakra yang di miliki Naruto itu lebih besar dan stabil dari Chakra Chakra yang di miliki oleh Shinobi dari Clan Clan terkenal memiliki Chakra yang besar seperti Clan Uzumaki dan Senju.

Tsunade serta Sandaime yang melihat eksoresi yang di tunjukan oleh ANBU tersebut mendadak bingung, keduanya bisa melihat ekspresi shok pada ANBU tersebut saat melihat kedalam tubuh anak/cucuk angkatnya mengunakan Byakugannya. Kemudian Tsunade pun bertanya pada ANBU Clan Hyuga penjaga gurunya tersebut.

"apa yang kamu lihat Tori?" tanya Tsunade pada ANBU tersebut "apa benar seperti yang di katakan Naru-chan bahwa di dalam tubuhnya saat ini terdapat Chakra?" lanjut Tsunade.

"ha'i Tsunade-sama, Naruto-san saat ini memang memiliki Chakra" jawab ANBU tersebut membuat Tsunade terkejut mendengarnya begitu juga dengan Sandaime "akan tetapi Chakra yang di meliki oleh Naruto-san berbeda dengan Chakra yang di miliki oleh para Shinobi pada umumnya terutama dari segi warnanya. Dan Chakra yang di miliki oleh Naruto-san itu lebih besar dari Chakra yang di miliki oleh Clan Clan yang memiliki jumlah kapasitas Chakra yang besar seperti Clan Uzumaki dan Senju" lanjut ANBU tersebut.

"Tori apa maksudmu dengan Chakra Naruto-kun itu memiliki warna yang berbeda dengan warna Chakra yang di miliki oleh para Shinobi pada umumnya?" kali ini giliran Sandaime yang bertanya pada ANBU mengenakan topeng Burung Hantu tersebut "coba kamu jelaskan pada kami..." perintah Sandaime menyuruh sang ANBU untuk menjelaskan.

Mendengar perintah dari atasanya, ANBU yang memakai topeng Burung Hantu tersebut kembali menonaktifkan Dojutsu Byakugannya bersiap akan mulai menjelaskan.

"begini Sandaime-sama Tsunade-sama… para Shinobi pada umumnya itu memiliki Chakra berwarna biru keputihan, akan tetapi Chakra yang di miliki oleh Naruto-san itu memiliki warna yang berbeda yaitu berwarna hijau keputihan dan Chakra tersebut sangatlah besar lebih besar dari Chakra yang di miliki oleh Shinobi Clan Uzumaki dan Clan Senju" jelas ANBU tersebut.

Tsunade dan Sandaime shok mendengar penjelasan sang ANBU yang mengatakan bahwa Chakra yang di miliki oleh anak/cucuk angkatnya itu lebih besar dari Chakra yang di miliki Clan Uzumaki dan Senju.

"Naruto-kun apa kamu tau, apa ada Clan lain yang memiliki Chakra sama dengan Chakra yang kamu miliki itu?" tanya Sandaime.

"ada Jiji yaitu Clan pertama yang memiliki Chakra skaligus nenek moyang dari seluruh Clan yang ada di dunia Shinobi ini" jawab Naruto "Jiji pasti sudah mengetahui nama Clan pertama pemilik Chakra di dunia Shinobi ini" lanjut Naruto.

Kedua mata Sandaime membulat sempurna shok saat mendengar perkataan cucuk angkatnya tersebut "maksudmu Clan O-Otsutsuki Naruto-kun?" tanya Sandaime dengan terbata karena shok saat menyebutkan Nama Clan pertama skaligus nenek moyang dari seluruh Clan yang ada di dunia Shinobi.

Naruto yang mendengar perkataan Sandaime menyunggingkan senyum tipis di bibirnya, ternyata julukan 'profesor' yang di miliki kakek angkatnya itu bukan isapan jempol belaka sehingga mengetahui hal itu.

"itu benar Jiji dan sekarang Naru yang memilikinya" ucap Naruto membuat Sandaime yang shok mendengar perkataan cucu angkatnya tersebut bahkan Tsunade juga terlihat shok saat mendengarnya, keduanya tidak menyangka cucu/anak angkatnya itu memiliki Chakra yang sama dengan Chakra yang di miliki oleh Clan nenek moyang dari seluruh Clan di dunia Shinobi.

Sementara ANBU yang memakai topeng Burung Hantu yang ada disana hanya bisa berdiam diri saja, ANBU tersebut terlihat tidak memperlihatkan ekspresi apa apa saat mendengar percakapan antara Naruto dan Sandaime dan baru kali ini ANBU tersebut mengetahui kalau nenek moyang dari seluruh Clan yang ada itu adalah Clan Otsutsuki.

"jadi begitu ya…" ucap Tsunade akhirnya mengerti "ini semua sungguh di luar dugaan sensei" lanjut Tsunade pada senseinya, ia masih tidak percaya bahwa anak angkatnya memiliki sebuah kekuatan dari Clan pertama yang memiliki Chakra.

"kau benar Tsuna" ucap Sandaime membenarkan perkataan muridnya, terlihat Sandaime melakukan singgle head seal.

"kai…"

Setelah mengucapkan kata 'kai…' Sandaime pun langsung menatap ke arah ANBU penjaganya yang menjelaskan tentang kebenaran Naruto yang telah memiliki Chakra.

"kau bole kembali Tori…" ucap Sandaime pada ANBU memakai topeng Burung Hantu yang di panggilnya tadi"tolong rahasiakan hal ini dari semua orang terutama kepada keluarga Namikaze" lanjut Sandaime pada ANBU tersebut.

Rupanya Sandaime melakukan singgle head sel tersebut untuk melepaskan Kekkai/penghalang yang menyelubungi ruangan itu untuk memberikan perintah kepada sang ANBU untuk kembali supaya ANBU tersebut bisa pergi tanpa adanya penghalang.

"ha'i Sandaime-sama…" balas sang ANBU dan…

Bofff!

Kemudian ANBU tersebut langsung menghilang menggunakan Shunshinya meninggalkan Naruto, Sandaime serta Tsunade disana.

.

.

.

Setelah kepergian sang ANBU dari hadapan ketiganya Sandaime pun kembali bersuara "jadi Naruto-kun, sekarang apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sandaime tiba tiba pada cucu angkatnya.

"tentu saja mulai dari sekarang Naru akan berlatih menggunakan kekuatan ini dengan baik agar Naru bisa melindungi orang orang yang Naru sayangi" jawab Naruto dengan mantap membuat Tsunade dan Sandaime tersenyum senang mendengarnya.

"bagaimana kalau kami bantu?" tawar Sandaime, sementara Tsunade hanya menganggukan kepalanya pertanda setuju.

"benarkah itu Jiji Ka-chan" tanya Naruto dengan antusias memastikan pada Sandaime serta Tsunade di jawab anggukan oleh keduanya "terimakasih Jiji Ka-chan" lanjut Naruto.

"sama-sama Naruto-kun/Naru-chan" ucap Sandaime dan Tsunade bersamaan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

II

V

"TBC"

Hay… semuanya kita ketemu lagi sama Author newbie yang secara tiba tiba suka menghilang gak ada kabar. Ini chapter 3-nya, maaf ya kalau fic-nya jelek serta banyak sekali kata kata yang tidak baku pada setiap Chapternya, mudah mudahan fic di chapter ini bisa menghibur waktu kalian.

Kalau ada yang nanya (atau gak) so'al waktu ane update per chapter ane belum bisa pastiin kapan upnya karena setiap ane update tu waktunya gak menentu tergantung mood anenya bisa aja 1 minggu sekali, 2 minggu sekali atau bahkan bisa 1 bulan sekali ane updatenya, so'alnya ane banyak sekali di sibukan dengan urusan di dunia nyatanya jadi gak bisa update cepat tapi akan ane usahain biar update cepat.

.

.

.

Ok segitu aja dari Ane…

.

Sampai jumpa di chapter berikutnya….

.

.

Uzumaki Naruto Senju

Out...